BTC USD 81,444.8 Gold USD 4,126.86
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Syeikh Nasruddin Al- Albani

Dari Abu Hurairah ra, beliau mendengar Rasulullah saw bersabda,

"Sesungguhnya manusia pertama yang diputuskan perkaranya pada Hari Kiamat adalah seorang laki-laki yang mati syahid, dia dihadapkan,
ditunjukkan kenikmatan-kenikmatannya maka dia pun mengenalnya. Allah
bertanya, 'Apa yang telah kamu lakukan padanya?' Orang itu menjawab,
'Aku berperang keranaMu sehingga aku mati syahid'. Allah berfirman,
'Kamu dusta, akan tetapi kamu berperang agar dikatakan 'fulan pemberani' dan itu telah dikatakan,' kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sehingga dia dicampakkan ke dalam neraka.

Dan seorang laki-laki yang belajar dan mengajarkan ilmu serta mem-
baca al-Qur"an, dia dihadapkan, ditunjukkan kenikmatan-kenikmatannya
maka dia pun mengenalnya. Allah bertanya, 'Apa yang telah kamu lakukan
padanya?' Orang itu menjawab, 'Aku belajar dan mengajarkan ilmu serta
membaca al-Quran keranaMu'. Allah berfirman, 'Kamu dusta, akan tetapi
kamu belajar agar kamu dipanggil 'alim' dan kamu membaca al-Qufan
agar dipanggil 'qari' dan itu telah dikatakan', kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sehingga dia dicampakkan ke dalam neraka.

Dan seorang laki-laki yang dilapangkan hidupnya oleh Allah, dia
memberinya bermacam-macam harta, dia dihadapkan, ditunjukkan kenikmatan-kenikmatannya, maka dia pun mengenalnya. Allah bertanya, 'Apa
yang telah kamu lakukan padanya?' Orang itu menjawab, 'Tidak ada
jalan di mana Engkau ingin diinfakkan padanya kecuali aku berinfak padanya demi Engkau'. Allah berkata, 'Kamu dusta, akan tetapi kamu melakukan itu agar dikatakan 'dia itu dermawan', dan itu telah dikatakan, lalu
diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sehingga dia dicampakkan
ke dalam neraka."

Diriwayatkan oleh Muslim dan an-Nasa'i.

Disahihkan oleh Albani
 
Dan diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan dia menghasankannya,
Ibnu Hibban dalam Shahihnya, keduanya dengan lafaz yang sama
dari al-Walid bin al-Walid, Abu Utsman al-Madini bahwa Uqbah
bin Muslim menyampaikan kepadanya bahwa Syufai al-Ashbahi
menyampaikan kepadanya,

"Bahwasaya dia datang ke Madinah,
dia mendapatkan seorang laki-laki yang dikerumuni oleh banyak
orang, dia bertanya, "Siapa dia?"
"Abu Hurairah," jawab orang ramai. Dia berkata, "Lalu aku mendekatkan kepadanya sehingga aku duduk di hadapannya, sementara dia terus menyampaikan hadis
kepada orang ramai. Ketika dia telah selesai dan menyendiri, aku
berkata kepadanya, "Aku memohon kepadamu dengan kebenaran
dan dengan kebenaran, anda belum menyampaikan kepadaku sebuah hadis yang anda dengar dari Rasulullah saw yang kamu fahami
dan kamu ketahui." Abu Hurairah berkata, "Baiklah, sungguh aku
akan menyampaikan kepadamu sebuah hadis yang telah disampaikan oleh Rasulullah kepadaku, yang aku fahami dan aku ketahui."
Kemudian Abu Hurairah menarik nafas panjang lagi berat sampai
hampir pengsan. Kami diam, kemudian dia tersedar. Dia berkata,
"Sungguh aku akan menyampaikan kepadamu sebuah hadis yang
disampaikan oleh Rasulullah kepadaku pada saat aku dan beliau
di rumah ini, tidak ada orang lain selain aku dan beliau." Kemudian
Abu Hurairah menarik nafas panjang lagi berat. Kemudian dia
tersedar dan mengusap wajahnya. Dia berkata, "Baiklah, sungguh
aku akan menyampaikan kepadamu sebuah hadis yang disampaikan oleh Rasulullah kepadaku pada saat aku dan beliau di rumah
ini, tidak ada orang lain selain aku dan beliau." Kemudian Abu
Hurairah menarik nafas lebih berat dan panjang lalu dia terjatuh
di atas wajahnya, aku menahannya cukup lama. Kemudian dia tersedar, dia berkata, "Rasulullah menyampaikan kepadaku,

"Bahwa sesungguhnya pada hari Kiamat Allah swt turun kepada para
hamba untuk memberi keputusan di antara mereka, masing-masing umat
berlutut. Orang yang pertama kali dipanggil adalah orang yang mengumpulkan al-Quran, orang yang terbunuh dijalan Allah, dan orang
yang berharta melimpah. Allah berfirman kepada qari (yang pandai baca al-Quran), 'Bukankah Aku telah mengajarkan kepadamu apa yang telah
Aku turunkan kepada RasulKu?' Dia menjawab, 'Benar wahai Rabbku.
Allah bertanya, 'Apa yang kamu lakukan terhadap apa yang diajarkan
kepadamu?' Dia menjawab,'Aku menegakkannya di tengah malam dan
siang'. Allah berfirman, 'Kamu dusta'. Malaikat juga berkata kepadanya,
'Kamu dusta'. Allah berfirman,'Kamu ingin agar digelar al-Qari' dan
itu telah dikatakan'.

Pemilik harta melimpah didatangkan, Allah swt berfirman kepadanya,
'Bukankah Aku telah melapangkan hidupmu sampai kamu tidak memerlukan seseorang pun?' Dia menjawab, 'Benar ya Rabbi'. Allah swt bertanya, 'Lalu apa yang kamu lakukan terhadap pemberianKu ?' Dia menjawab, 'Aku menjalin hubungan silaturahim dan bersedekah'. Allah swt berfirman kepadanya, 'Kamu dusta'. Malaikat juga berkata kepadanya, 'Kamu dusta'.
Allah swt berfirman, 'Akan tetapi kamu ingin agar dikatakan, 'fulan dermawan'
dan itu telah dikatakan'.
Orang yang terbunuh di jalan Allah swt dihadirkan. Allah swt bertanya
kepadanya, 'Kerana apa kamu terbunuh?' Dia menjawab, 'Ya Rabbi,
Engkau memerintahkan berjihad dijalanMu, lalu aku berperang sehingga
aku terbunuh'. Allah swt berfirman,'Kamu dusta'. Malaikat pun berkata, 'Kamu dusta'. Allah swt berfirman, 'Akan tetapi kamu ingin agar dikatakan fulan pemberani', dan itu telah dikatakan.'
Kemudian Rasulullah memukul lututku lalu bersabda, 'Wahai
Abu Hurairah, tiga orang itu adalah makhluk Allah swt yang pertama dibakar oleh api neraka pada Hari Kiamat.'

Al-Walid Abu Utsman al-Madini berkata, 'Uqbah memberitakan
kepadaku bahwa Syufailah yang datang kepada Muawiyah dan memberitakan ini kepadanya. Abu Utsman berkata, 'Dan al-Ala' bin Abu Hakim
menyampaikan kepadaku bahwa dia adalah pembantu Muawiyah, dia berkata, 'Lalu seorang laki-laki datang kepadanya dan menyampaikan ini kepadanya dari Abu Hurairah'. Muawiyah berkata, 'Mereka telah diperlakukan demikian, lalu bagaimana dengan manusia-manusia yang lain ?' Kemudian Muawiyah menangis dengan keras sampai kami mengira dia celaka. Kami berkata, 'Orang ini telah datang kepada kami membawa keburukan'. Kemudian Muawiyah tersedar dan mengusap wajahnya. Dia berkata, 'Allah
dan RasulNya benar,

Sesiapa yang keadaan usahanya semata-mata berkehendakkan kehidupan dunia dan perhiasannya (dengan tidak disaksikan sama oleh AlQuran tentang sah batalnya), maka Kami akan sempurnakan hasil usaha mereka di dunia, dan mereka tidak dikurangkan sedikitpun padanya.
Merekalah orang-orang yang tidak ada baginya pada hari akhirat kelak selain daripada azab neraka, dan pada hari itu gugurlah apa yang mereka lakukan di dunia, dan batal lah apa yang mereka telah kerjakan.
( surah Hud 15-16)

Dan diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Sahihnya seperti ini, tidak berbeza kecuali dalam satu atau dua huruf.

Disahihkan oleh Albani
 
Dari Ubay bin Kaab ra berkata, Rasulullah saw bersabda,

"Sampaikan berita gembira kepada umat ini bahwa mereka akan
meraih kemuliaan, agama dan ketinggian (kejayaan) serta kekuasaan di muka bumi. Barangsiapa di antara mereka yang melakukan amal akhirat
demi dunia maka di akhirat dia tidak memperoleh bahagian apa-apa."

Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Hibban, dalam Shahihnya,
al-Hakim dan al-Baihaqi, al-Hakim berkata, "Sanadnya shahih."

Dalam riwayat lain milik al-Baihaqi, Rasulullah saw bersabda,

"Sampaikan berita gembira kepada umat ini bahwa mereka akan mendapatkan kemudahan, kemuliaan, dan ketinggian dengan agama dan kekuasaan di bumi serta kemenangan. Barangsiapa di antara mereka melakukan amal akhirat demi dunia maka di akhirat dia tidak memperoleh bahagian apa-apa."

Disahihkan oleh Albani
 
Dari Abu Hindun ad-Dari ra bahwa dia mendengar Rasulullah saw bersabda,

"Barangsiapa yang berbuat kerana ingin dilihat (riya') dan ingin
didengar (sum 'ah), Allah akan memperlihatkan dan memperdengarkan
(niatnya) orang itu pada Hari Kiamat."

Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad baik (jayid) dan al-Baihaqi.

Disahihkan oleh Albani
 
Dari Abdullah bin Amru ra berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda,


"Barangsiapa yang memperdengarkan amalnya kepada manusia,
nescaya Allah akan memperdengarkannya di hadapan pandangan seluruh
makhluknya dan Dia menghinakan dan merendahkannya."

Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Mu 'jam al-Kabir dengan sanad-sanad yang salah satunya shahih, dan al-Baihaqi

Disahihkan oleh Albani
 
Dari Jundub bin Abdullah ra dia berkata, Nabi saw bersabda,

"Barangsiapa yang memperdengarkan (amalnya) nescaya Allah akan
memperdengarkannya, dan barangsiapa yang mempamerkan (amalnya) nescaya Allah akan mempamerkannya."

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.

Disahihkan oleh Albani
 
Dari Auf bin Malik al-Asyja'i ra dia berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda,

"Barangsiapa yang beramal kerana ingin dilihat orang nescaya Allah
akan memperlihatkannya, dan barangsiapa yang beramal kerana ingin
didengar orang, maka Allah akan memperdengarkannya."

Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dengan sanad hasan.

[Shahih Lighairihi] oleh Albani
 
Dari Muadz bin Jabal ra dari Rasulullah saw bersabda,

"Tidak ada seorang hamba yang berdiri (beramal) di dunia di atas
pijakan riya" dan sum'ah kecuali Allah akan mempermalukannya dengan
memperlihatkan niat busuknya pada Hari Kiamat di hadapan (pandangan)
makhluk-makhlukNya."

Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dengan sanad hasan.

[Shahih Lighairihi] oleh Albani
 
Dari ibnu Abbas ra berkata,

"Barangsiapa yang mempamerkan sesuatu dari amalnya di dunia,
Allah akan mewakilkannya kepada orang yang melihatnya itu pada Hari
Kiamat dan berfirman, 'Lihatlah apakah orang ini dapat memberikanmu
sesuatu?'"

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi secara mauquf.

Sahih Mauquf oleh Albani.
 
Dari Rubaih bin Abdurrahman bin Abu Said al-Khudri dari bapanya dari datuknya dia berkata,

"Rasulullah saw mendatangi kami sedangkan kami pada saat itu sedang
membicarakan al-Masih ad-Dajjal, maka beliau bersabda, 'Bersediakah
kalian aku beritaku sesuatu yang menurutku lebih aku khuawatirkan terhadap kalian dari al-Masih ad-Dajjal?' Kami menjawab, 'Tentu ya Rasulullah.'
Rasulullah bersabda, 'Syirik yang samar, yaitu seseorang mendirikan
solat maka dia memperindah solatnya kerana merasa ada orang yang
melihat solatnya'."

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan al-Baihaqi.

Dihasankan oleh Albani
 
Back
Top
Log in Register