BTC USD 83,135.8 Gold USD 4,133.53
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Syeikh Nasruddin Al- Albani

Dari Aisyah r.anha ,

"Pada suatu ari tubuh Rasulullah SAW bergetar di dalam tidurnya. Lalu aku bertanya; "Mengapa engkau berkeadaan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya wahai Rasulullah?" Rasulullah SAW menjawap; "Akan terjadi suatu keanehan iaitu sekelompok orang daripada umatku akan berangkat menuju Bait Allah (rumah Allah) untuk memburu seorang lelaki Quraisy yang sedang mengunjungi Kaabah. Sehingga apabila orang-orang tersebut telah sampai di sebuah padang pasir, maka mereka ditelan bumi." Kemudian aku bertanya; "Bukankah di jalan padang pasir itu terdapat bermacam-macam orang?" Baginda menjawap; "Benar, di antara mereka yang ditelan tersebut ada yang sengaja pergi untuk berperang dan ada pula yang dipaksa untuk berperang, serta ada pula orang yang sedang berada dalam suatu perjalanan, akan tetapi mereka dibinasa dalam satu waktu dan tempat yang sama. Sedangkan mereka berasal dari arah (niat) yang berbeza. Kemudian Allah akan membangkitkan mereka pada hari berbangkit (Kiamat-Hari Pengadilan), menurut niat masing-masing."

Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim dan lain-lainnya.

Disahihkan oleh Albani.
 
Dari Anas bin Malik ra berkata, "Kami pulang dari perang Tabuk bersama Nabi saw beliau bersabda,

'Sesungguhnya ada sekelompok orang di belakang kita di Madinah, di mana kita tidak melewati celah-celah di gunung2 dan tidak pula lembah kecuali mereka bersama kita, mereka terhalang oleh uzur'."

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Abu Dawud dan lafaznya bahwa Nabi saw bersabda,

"Sungguh kalian telah meninggalkan di Madinah suatu kaum di
mana kalian tidak menempuh suatu jalan, tidak menafkahkan suatu nafkah
dan tidak melewati lembah kecuali mereka bersama kalian.' Mereka ber-
tanya, 'Ya Rasulullah, bagaimana mereka bersama kami sementara mereka di Madinah?' Nabi menjawab, 'Mereka terhalang Sakit.'"

Disahihkan oleh Albani
 
Dari Abu Hurairah ra berkata, "Rasulullah saw bersabda,

'Manusia hanya dibangkitkan sesuai dengan niat mereka'."

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad hasan.

[Shahih Lighairihi] oleh Albani.
 
Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda,

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasmani kalian, tidak
pula kepada bentuk rupa kalian, akan tetapi melihat kepada hati kalian,dan
baginda saw sambil menunjuk ke dadanya, (dan amal-amal kalian)."

Diriwayatkan oleh Muslim.

Disahihkan oleh Albani
 
Dari Abu Kabsyah al-Anmari ra, bahwa dia mendengar Rasulullah saw bersabda,

"Tiga perkara aku bersumpah atasnya dan aku menyampaikan hadits
kepada kalian, maka hafalkanlah." Beliau bersabda, "Harta seorang hamba
tidak berkurang kerana sedekah, dan tidaklah seorang hamba yang didzalimi
dengan suatu kedzaliman, lalu dia bersabar atasnya kecuali Allah menambahkan kemuliaan kepadanya. Tidaklah seorang hamba yang membuka pintu meminta-minta kecuali Allah membuka pintu kemiskinan untuknya,

atau kalimat yang senada dengannya..Dan aku menyampaikan sebuah hadits kepada kalian maka hafalkanlah:
Dunia itu hanya untuk empat orang: Seorang hamba yang dikurnia
harta dan ilmu, dia bertakwa kepada Tuhannya padanya, menjalin hubungan rahimnya padanya, dan mengetahui hak Allah padanya. Ini adalah hamba dengan kedudukan terbaik. Seorang hamba yang dikurnia ilmu
oleh Allah dan tidak dikurnia harta, dia memiliki niat yang benar, dia
berkata, 'Seandainya aku mempunyai harta nescaya aku akan melakukan
apa yang dilakukan oleh fulan'. Dia (mendapat pahala) dengan niatnya
maka pahala keduanya sama. Seorang hamba yang dikurnia Allah harta
dan tidak dikurnia ilmu, dia bertindak sesuka hati (pada kebatilan) dalam
hartanya tanpa ilmu, dia tidak bertakwa kepada Tuhannya padanya, tidak
menjalin hubungan rahimnya padanya, dan tidak mengetahui hak Allah
padanya. Ini adalah hamba dengan kedudukan terburuk. Dan seorang
hamba yang tidak dikurnia harta dan ilmu oleh Allah, dia berkata,
'Seandainya aku mempunyai harta maka aku akan melakukan padanya
apa yang dilakukan oleh fulan,' maka dosa keduanya sama."

Diriwayatkan oleh Ahmad dan at-Tirmidzi. Lafaznya adalah
lafazh at-Tirmidzi, dan dia berkata, "Hadits hasan shahih."

[Shahih Lighairihi]oleh Albani
 
Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Saw bersabda,

"Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan-kebaikan dan
keburukan-keburukan, kemudian Dia menjelaskan hal itu di dalam Kitab-Nya. Maka barangsiapa yang ingin berbuat kebaikan dan tidak melaksanakannya, maka Allah menulisnya di sisiNya sebagai kebaikan yang sem-
purna. Jika dia ingin lalu melakukannya maka Allah menulisnya di sisiNya
sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali ganda sampai berlipat-ganda banyaknya. Dan (sebaliknya) barangsiapa yang ingin berbuat buruk dan dia tidak melaksanakannya, maka Allah menulisnya di sisiNya sebagai kebaikan yang sempurna. Jika dia ingin, lalu melakukannya maka Allah menulis-
nya satu keburukan," Dia menambahkan dalam suatu riwayat "Atau dia menghapusnya," dan tidaklah binasa atas (ketetapan) Allah kecuali orang yang binasa."

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.

Disahihkan oleh Albani
 
Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda,

"Allah SWT berfirman, 'Jika hambaKu ingin melakukan suatu keburukan maka janganlah kamu menulisnya atasnya sampai dia melakukannya,
jika dia melakukannya maka tulislah sepertinya. Jika dia meninggalkannya
demi Aku, maka tulislah ia sebagai suatu kebaikan untuknya, jika ingin
melakukan kebaikan lalu dia tidak melakukannya maka tulislah ia sebagai
kebaikan untuknya. Jika ia melakukannya maka tulislah untuknya sepuluh
kali ganda sampai tujuh ratus."

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan lafaz
hadits ini adalah lafazhnya dan Muslim.

Dalam riwayat Muslim, Rasulullah saw bersabda,

"Barangsiapa berhasrat melakukan suatu kebaikan lalu tidak melakukannya maka ditulis satu kebaikan untuknya. Barangsiapa berhasrat
melakukan kebaikan lalu melakukannya maka ditulis untuknya sepuluh
kebaikan sampai tujuh ratus kali ganda. Dan barangsiapa berhasrat melakukan suatu keburukan, lalu tidak melakukannya maka tidak ditulis atasnya,
jika dia melakukannya maka ditulis."

Dalam riwayat yang lain juga milik Muslim,

Rasulullah saw bersabda,

"Allah SWT berfirman, 'Apabila hambaKu berkata untuk melakukan
suatu kebaikan maka Aku menulisnya untuknya sebagai suatu kebaikan
selama dia belum melaksanakannya. Jika dia melakukannya maka sesungguhnya Aku menulisnya untuknya sepuluh kali ganda. Apabila hambaKu berkata untuk melakukan suatu keburukan, maka Aku mengampuninya
selama dia belum melakukannya. Dan Jika dia melakukannya, Aku hanya
menulis satu keburukan sepertinya. Jika dia meninggalkannya maka tulislah kalian untuknya sebagai suatu kebaikan, dia hanya meninggalkan itu
demi Aku."

Disahihkan oleh Albani.
 
Dari Ma'an bin Yazid ra dia berkata,

"Bapaku Yazid mengeluarkan beberapa dinar untuk bersedekah,
dia memberikannya kepada seorang lelaki di masjid. Maka aku datang
mengambilnya dan membawanya kepadanya. Dia berkata, 'Demi Allah
bukan kamu yang aku inginkan'. Lalu aku mengadukannya kepada Rasu-
lullah. Maka beliau bersabda, 'Untukmu apa yang kamu niatkan wahai
Yazid dan engkau wahai Ma'an, untukmu apa yang kamu ambil'."

Diriwayatkan oleh al-Bukhari.

Disahihkan oleh Albani.
 
Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda,

"Seorang laki-laki berkata, 'Aku akan bersedekah'. Lalu dia pergi
membawa sedekahnya dan meletakkannya di tangan seorang pencuri.
Di pagi hari orang-orang membicarakan, 'Malam ini seorang pencuri diberi
sedekah'.
Dia berkata, 'Ya Allah, bagiMu segala puji, sedekahku di tangan
pencuri. Sungguh aku akan kembali bersedekah'. Lalu dia pergi membawa
sedekahnya dan meletakkannya di tangan seorang wanita pezina. Di pagi
hari orang-orang membicarakan, Malam ini seorang wanita pezina diberi
sedekah'. Dia berkata, 'Ya Allah, bagiMu segala puji, sedekahku diterima
oleh wanita pezina. Sungguh aku akan kembali bersedekah'. Lalu dia pergi
membawa sedekahnya dan meletakkannya di tangan orang kaya. Di pagi
hari orang-orang membicarakan, 'Malam ini seorang yang kaya diberi
sedekah'. Dia berkata, 'Ya Allah, bagiMu segala puji, sedekahku jatuh di
tangan pencuri, wanita pezina dan seorang kaya'. Maka dia didatangi
(dalam mimpinya) dan dikatakan kepadanya, 'Adapun sedekahmu kepada
pencuri, maka semoga membuatnya berhenti dari perbuatannya mencuri.
Adapun wanita pezina, maka semoga membuatnya insyaf dari perbuatan-
nya berzina. Adapun si kaya itu, maka semoga dia mengambil pelajaran
dan menginfakkan dari apa yang diberikan oleh Allah kepadanya'."

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan lafaz hadits ini adalah
miliknya, Muslim dan an-Nasa"i, dan keduanya berkata padanya,


"Maka dikatakan kepadanya, 'Adapun sedekahmu maka ia
telah diterima'." Lalu dia menyebutkan hadits tersebut.

Disahihkan oleh Albani
 
Dari Abu Darda' ra yang sampai kepada Nabi saw di mana
beliau bersabda,

"Barangsiapa yang mendatangi tempat tidurnya sedangkan dia
berniat bangun untuk solat malam, lalu dia tertidur sampai pagi nescaya ditulis untuknya apa yang dia niatkan dan tidurnya itu adalah sedekah dari Rabbnya kepadanya."

Diriwayatkan oleh an-Nasa"i, Ibnu Majah dengan sanad baik.
Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban di Shahihnya dari hadits Abu Dzar
atau Abu Darda' dengan 'atau' yang menunjukkan keraguan.

Hasan sahih oleh Albani
 
Back
Top
Log in Register