BTC USD 83,602.7 Gold USD 4,188.08
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Hadis Imam Al-Bukhari

Dari Ibnu Mas'ud r.a., katanya:
"Rasulullah s.a.w. bersabda: "Janganlah
seseorang wanita menyentuh wanita
lain, lalu ia memberitahukan keadaan
atau sifat wanita itu kepada suaminya
yang seolah-olah suami tadi dapat
melihat wanita yang diterangkan- nya
tadi."

(Muttafaq 'alaih)
 
Dari Zaid bin Khalid r.a., katanya:
"Rasulullah s.a.w. bersembahyang
solat Subuh bersama kita sekalian di
Hudaibiyah yaitu di tanah bekas
terkena siraman air hujan dari langit
yang terjadi pada malam harinya itu.
Setelah beliau s.a.w. selesai solat, lalu
menghadap kepada orang ramai,
kemudian bersabda: "Adakah engkau
semua mengetahui apa yang
difirmankan oleh Tuhanmu semua?"
Para sahabat menjawab: "Allah dan
RasulNya itulah yang lebih
mengetahui." Beliau s.a.w. lalu
bersabda: "Allah Ta'ala ber-firman:
"Berpagi-pagi di antara hamba-
hambaKu itu ada yang menjadi orang
mu'min dan ada yang menjadi orang
kafir. Adapun orang yang berkata: "Kita
dikurnia hujan dengan keutamaan
Allah serta dengan kerahmatanNya,
maka yang sedemikian itulah orang
mu'min kepadaKu dan kafir kepada
bintang. Adapun orang yang berkata:
"Kita diberi hujan dengan berkatnya
bintang Anu atau Anu, maka yang
sedemikian itulah orang yang kafir
padaku dan mu'min kepada bintang."

(Muttafaq 'alaih)
 
Dari Abu Hurairah r.a. , bahawasanya
Nabi s.a.w. bersabda: "Barangsiapa
yang beriman kepada Allah dan hari
akhir, maka hendaklah memuliakan
tamunya dan barangsiapa yang
beriman kepada Allah dan hari akhir,
maka hendaklah mempereratkan
hubungan kekeluargaannya dan
barangsiapa yang beriman kepada Allah
dan hari akhir, maka hendaklah
mengucapkan yang baik ataupun
berdiam diri saja - kalau tidak dapat
mengucapkan yang baik."

(Muttafaq 'alaih)
 
Dari Abu Syuraih iaitu Khuwailid bin
'Amr al-Khuza'i r.a., katanya: "Saya
mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa yang beriman kepada
Allah dan hari akhir, maka hendaklah
memuliakan tamunya, iaitu jaizahnya."
Para sahabat bertanya: "Apakah
jaizahnya tamu itu, ya Rasulullah?"
Beliau s.a.w. bersabda: "Iaitu pada
siang hari dan malamnya. Menjamu
tamu - yang disunnahkan secara
muakkad atau sungguh-sungguh - ialah
selama tiga hari. Apabila lebih dari
waktu sekian lamanya itu, maka hal itu
adalah sebagai sedekah
padanya."

(Muttafaq 'alaih)
 
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ...
Rasulullah saw bertanya kepadaku:
"Apa yang dilakukan tawananmu malam tadi?" Aku menjawab, "Ya Rasulullah,
ia mengajarkan kepadaku beberapa
kalimat yang katanya Allah akan
memberi manfaat kepadaku. Oleh
kerana itu, aku membiarkannya."
Rasulullah bertanya,"Kalimat apa itu?"
Jawabku,"Ia berkata kepadaku, Apabila
engkau hendak tidur, bacalah Ayat
Kursi dari awal hingga akhir ayat...
Dan dia melanjutkan, Engkau akan
senantiasa dalam perlindungan Allah
dan syaitan tidak akan mendekati sampai
pagi, dan biasanya para sahabat sangat
menginginkan kebaikan." Lalu
Rasulullah saw bersabda,"Ketahuilah,
sesungguhnya ia telah berkata benar
kepadamu, meskipun dia itu pendusta.
Tahukah kamu dengan siapa kamu
berbicara selama tiga malam itu wahai
Abu Hurairah?" Jawabku,"Tidak tahu." Baginda
bersabda,"Dia itu adalah syaitan."

(HR Bukhari)
 
Dari Abu Mas'ud ra, ia
berkata,"Rasulullah saw bersabda,
Barangsiapa membaca dua ayat
terakhir surat Al-Baqarah pada malam
hari, maka hal itu telah
mencukupinya."

(HR Bukhari)
 
Dari Abu Hurairah r.a. pula
bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda:
"Jikalau zaman sudah dekat - yakni
dekat dengan datangnya hari kiamat,
maka mimpi seseorang mu'min itu
hampir tidak dusta (mimpi kenyataan) dan mimpi
seseorang mu'min itu adalah sebahagian
dari empat puluh enam (46) bahagian dari
kenubuwatan (mimpi nabi-nabi)."

(Muttafaq 'alaih)
 
Dari Abu Hurairah r.a . bahawasanya
Nabi s.a.w. bersabda:"Demi Allah,
tidaklah beriman; demi Allah, tidaklah
beriman; demi Allah, tidaklah
beriman!" Beliau s.a.w. ditanya:
"Siapakah, ya Rasulullah." Beliau s.a.w.
menjawab: "Iaitu orang yang
jirannya tidak aman akan
kejahatannya - tipuannya."

(Muttafaq 'alaih)
 
Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya:
"Rasulullah s.a.w. bersabda:"Hai
wanita- wanita muslimat, janganlah
seseorang jiran itu menghinakan
kepada jirannya yang lain,
sekalipun yang dihadiahkan itu berupa
kaki kambing."

(Muttafaq 'alaih)
 
Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya:
"Saya berkata: Ya Rasulullah,
sesungguhnya saya itu mempunyai dua
orang jiran, maka kepada yang
manakah di antara keduanya itu yang
saya beri hadiah? "Rasulullah s.a.w.
menjawab: "Kepada yang terdekat
pintunya denganmu."

(Riwayat Bukhari)
 
Back
Top
Log in Register