rujuk sini
Musyrik adalah orang yang mempersekutukan Allah
mengaku akan adanya Tuhan selain Allah atau menyamakan sesuatu dengan Allah
Perbuatan itu disebut musyrik
Syrik adalah perbuatan dosa yang paling besar
kerana itu kita harus menjauhi perbuatan yang menjerumuskan kepada syrik
Ingatlah Luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya:
Hai anakku!janganlah kamu mempersekutukan Allah
sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar
[Qs Luqman:13]
Dengan demikian org musyrik disamping menyembah Allah mengabdikan kepada Allah
juga mengabdikan dirinya kepada yang selain Allah
Jadi orang musyrik itu ialah
mereka yang mempersekutukan Allah baik dalam bentuk I’tikad (kepercayaan)
ucapan mahupun dalam bentuk
amal perbuatan
Mereka (orang musyrik) menjadikan mahkluk yang diciptakan Allah ini
baik yang berupa benda
mahupun manusia sebagai Tuhan
dan menjadikan sebagai Andad, Alihah, Thoughut dan Arbab
1. Alihah
Alihah ialah suatu kepercayaan terhadap benda dan binatang
yang menurut keyakinannya dapat memberikan manfaat serta dapat menolak bahaya
Misalnya kita memakai cincin merah delima
dan kita yakin bahawa dengan memakainya dapat menghindarkan bahaya
Adapun kepercayaan memelihara Burung Terkukur dapat memberikan kemajuan dalam bidang perniagaannya
Dan itulah dinamakan Alihah
iaitu menyekutukan Allah dengan binatang dan benda
2. Andad
Andad ialah sesuatu perkara yang dicintai dan dihormati
melebihi daripada cintanya kepada Allah
sehingga dapat memalingkan seseorang dari melaksanakan ketaatan terhadap Allah dan RasulNya
Misalnya saja seorang yang senang mencintai kepada benda, keluarga, rumah dan sebagainya
dimana cintanya melebihi cintai terhadap Allah dan RasulNya
sehingga mereka melalaikan dalam melaksanakan kewajiban agama
kerana terlalu cintanya terhadap benda tersebut
3. Thoghut
Thoghut ialah orang yang ditakuti dan ditaati
seperti takut kepada Allah
bahkan melebihi rasa takut dan taatnya kepada Allah
walaupun keinginan dan perintahnya itu harus berbuat derhaka kepadaNya
4. Arbab
Arbab ialah para pemuka agama (ulama,ustaz)
yang suka memberikan fatwa, nasihat yang menyalahi ketentuan (perintah dan Larangan) Allah dan RasulNya
kemudian ditaati oleh para pengikutnya tanpa diteliti dulu seperti mentaati terhadap Allah dan RasulNya
Para pemuka agama itu telah menjadikan dirinya dan dijadikan para pengikutnya Arbab (Tuhan selain Allah)
Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi rahimahullah
ketika menjelaskan surat Al An’am: 121 dan At Taubah: 31, mengatakan:
“Sesungguhnya setiap orang yang mengikuti aturan, hukum, dan undang-undang
yang menyelisihi apa yang Allah syariatkan melalui ucapan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam
maka dia musyrik terhadap Allah
kafir lagi menjadikan yang diikutinya itu sebagai Rabb (Tuhan)”.
Jadi, kesimpulannya bahawa arbab adalah orang yang mengaku
bahawa dirinya berhak membuat hukum/aturan/undang-undang
dengan kata lain arbab adalah orang-orang yang mempertuhankan diri
Sedangkan orang yang mengikuti hukum buatan para arbab itu
disebut dengan orang musyrik
Peribadatan kepada arbab ini
adalah bukan dengan shalat, sujud, do’a, nadzar atau istighatsah
akan tetapi dengan mengikuti, mentaati, dan mematuhi terhadapnya
Sehingga pada saat Firaun mencela Nabi Musa dan Harun, dia mengatakan:
Sehingga mereka berkata (dengan angkuhnya):
“Patutkah kita beriman kepada dua manusia seperti kita
sedang kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang
beribadah kepada kita?” (
rujuk sini)
(Al Mukminun: 47)
Maksud “beribadah” di atas adalah ketaatan
oleh kerana itu, ketaatan kepada Firaun disebut beribadah kepada Firaun
Dan begitu juga orang sekarang yang taat kepada hukum buatan para arbab
maka disebut orang yang beribadah kepada arbab tersebut
Bentuk musyrik ini menyesatkan terhadap perilaku manusia
Dan dengan memiliki aqidah seperti itu dapat menghilangkan Keimanan.