Bertanyalah kepada mereka (yang musyrik itu):
“Siapakah Yang memberi rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?
Atau siapakah yang menguasai pendengaran dan penglihatan?
Dan siapakah yang mengeluarkan makhluk yang hidup dari benda yang mati
dan mengeluarkan benda yang mati dari makhluk yang hidup?
Dan siapakah pula yang mentadbirkan urusan sekalian alam?“
(Dengan pertanyaan-pertanyaan itu) maka mereka (yang musyrik) tetap akan menjawab (mengakui) dengan berkata:
“Allah jualah yang menguasai segala-galanya!
“Oleh itu, katakanlah:
“(Jika kamu mengakui yang demikian), maka mengapa kamu tidak mahu bertaqwa?
Maka yang demikian (sifatNya dan kekuasaanNya) ialah Allah
Tuhan kamu yang sebenar-benarnya
sesudah nyatanya sesuatu yang betul dan benar
maka tidakkah yang lain daripada itu salah dan karut sahaja?
Oleh itu, bagaimana kamu dapat dipesongkan dari kebenaran?
demikianlah benarnya kalimah ketetapan hukum Tuhanmu
terhadap orang-orang yang fasik kerana bahawasanya mereka tidak beriman
Bertanyalah (kepada mereka wahai Muhammad):
“Adakah di antara makhluk-makhluk yang kamu sekutukan dengan Tuhan itu
sesiapa yang mula menciptakan sesuatu kejadian kemudian ia mengembalikan adanya semula (pada hari kiamat)?
“Katakanlah:
Allah jualah yang mula menciptakan sekalian makhluk kemudian Ia mengembalikan adanya semula
oleh itu, mengapa kamu rela dipalingkan (kepada menyembah, memuja, menurut yang lain)?”
Bertanyalah (wahai Muhammad):
“Adakah di antara makhluk-makhluk: yang kamu sekutukan dengan Tuhan itu
sesiapa yang dengan memberi petunjuk kepada kebenaran? “
Katakanlah:
“Allah jualah yang memberi hidayah petunjuk kepada kebenaran;
(kalau sudah demikian) maka adakah yang dapat memberi hidayah petunjuk kepada kebenaran itu
lebih berhak diturut, ataupun yang tidak dapat memberi sebarang petunjuk melainkan sesudah ia diberi hidayah petunjuk?
Maka apakah alasan sikap kamu itu ?
Bagaimana kamu sanggup mengambil keputusan?”
Dan kebanyakan mereka, tidak menurut melainkan sesuatu sangkaan sahaja
(padahal) sesungguhnya sangkaan itu tidak dapat memenuhi kehendak menentukan sesuatu dari kebenaran (iktiqad)
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan apa yang mereka lakukan.
Dan bukanlah Al-Quran ini sesuatu yang boleh diada-adakan oleh yang lain dari Allah
tetapi Al-Quran itu diturunkan oleh Allah untuk membenarkan Kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya
dan untuk menjelaskan satu persatu hukum-hukum Syarak yang diwajibkan (atas kamu)
tidak ada sebarang syak dan ragu-ragu pada Al-Quran itu tentang datangnya dari Allah
Tuhan yang mencipta dan mentadbirkan sekalian alam
(Orang-orang kafir tidak mengakui hakikat yang demikian itu) bahkan mereka mengatakan:
“Dia lah (Muhammad) yang mengada-adakan Al-Quran menurut rekaannya”
Katakanlah (wahai Muhammad):
“Kalau demikian, datangkanlah satu surah yang sebanding dengan Al-Quran itu
dan panggilah siapa sahaja yang kamu dapat memanggilnya
yang lain dari Allah (untuk membantu kamu)
jika betul kamu orang-orang yang benar!”.
Bahkan mereka pula terburu-buru mendustakan Al-Quran
yang fahaman mereka tidak dapat meliputi segala isi pengetahuannya
dan belum datang kepada mereka kenyataan yang menjelaskan kebenarannya
Demikianlah juga orang-orang sebelum mereka mendustakan (Kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada mereka)
Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu
Dan di antara mereka ada yang beriman kepada Al-Quran
dan ada di antaranya yang tidak beriman langsung kepadanya
dan (ingatlah), Tuhanmu lebih mengetahui akan orang-orang yang melakukan kerosakan.
Dan jika mereka terus-menerus mendustakanmu (wahai Muhammad), maka katakanlah:
“Bagiku amalku, dan bagi kamu pula amal kamu
Kamu tidak bertanggungjawab akan apa yang aku kerjakan
dan aku juga tidak bertanggungjawab akan apa yang kamu kerjakan”
Dan di antara mereka (yang ingkar) itu
ada yang datang mendengar ajaranmu
maka engkau (wahai Muhammad) tidak berkuasa menjadikan orang-orang yang pekak itu mendengar
juga kalau mereka menjadi orang-orang yang tidak mahu memahami perkara yang didengarnya
Dan di antara mereka pula ada yang memandang kepada perkara-perkara yang engkau tunjukkan
maka engkau (wahai Muhammad) tidak berfaedah menunjuk jalan kepada orang-orang yang buta
juga kalau mereka menjadi orang-orang yang tidak mahu melihat
Sesungguhnya Allah tidak menganiaya manusia sedikitpun
akan tetapi manusia jualah yang menganiaya diri mereka sendiri
Dan (ingatlah) masa Tuhan himpunkan mereka (pada hari kiamat kelak)
dengan keadaan mereka merasai seolah-olah mereka tidak tinggal di dunia
melainkan sekadar satu saat sahaja dari siang hari
Mereka akan berkenal-kenalan sesama sendiri
Sesungguhnya rugilah orang-orang yang telah mendustakan hari menemui Allah untuk menerima balasan
dan yang tidak mendapat petunjuk
Dan jika Kami perlihatkan kepadamu (wahai Muhammad)
akan sebahagian dari balasan azab yang Kami janjikan kepada mereka
atau jika Kami wafatkan engkau sebelum itu
maka kepada Kamilah tempat kembali mereka
kemudian Allah yang memberi keterangan mengenai apa yang mereka lakukan
Dan bagi tiap-tiap satu umat ada seorang Rasul (yang diutuskan kepadanya)
setelah datang Rasul masing-masing (menerangkan apa yang mesti diterangkan)
maka hukuman pun dijalankan di antara mereka dengan adil
dan mereka tetap tidak dianiaya
Dan mereka (yang kafir) bertanya:
“Bilakah berlakunya azab yang telah dijanjikan itu, jika betul kamu orang-orang yang benar?”
Katakanlah (wahai Muhammad):
“Aku tidak berkuasa menolak mudarat dan tidak juga berkuasa mendatangkan manfaat bagi diriku
kecuali apa yang dikehendaki Allah
Bagi tiap-tiap umat ada tempoh yang ditetapkan
maka apabila tempohnya
tidak dapat mereka melambatkannya sesaatpun
dan tidak dapat mereka menyegerakannya”.
Katakanlah:
“Sudahkah kamu nampak jalan keluar jika datang kepada kamu azab Tuhan itu
pada waktu malam atau pada waktu siang?
“Azab manakah yang orang-orang berdosa itu minta disegerakan?
Patutkah (kamu mengingkari azab itu)
kemudian apabila ia menimpa kamu
kamu mengakui benarnya?
(Sedang pengakuan pada masa itu tidak diterima bahkan dikatakan kepada kamu):
“Sekarangkah baharu kamu mengakui benarnya
padahal sebelum ini kamu telah menunjukkan keingkaran dengan meminta disegerakan kedatangannya?”
Kemudian dikatakan lagi kepada orang-orang yang berlaku zalim itu:
“Rasakanlah azab yang kekal
Tidaklah kamu dibalas melainkan dengan apa yang kamu usahakan (di dunia)”.
Dan mereka (yang meminta disegerakan azab) itu akan bertanya kepadamu (wahai Muhammad):
“Adakah kedatangan azab yang dijanjikan itu benar?“
Jawablah:
“Ya, demi Tuhanku! Sesungguhnya adalah ia benar!
Dan kamu tidak sekali-kali berkuasa menahan kedatangannya”.
Dan pada masa itu sekiranya tiap-tiap seorang yang berlaku zalim itu
mempunyai segala yang ada di bumi
tentulah ia rela menebus dirinya dengan semuanya itu
dan mereka tetap akan merasa sesal serta kecewa manakala mereka melihat azab itu
dan Allah putuskan hukum di antara mereka dengan adil
serta mereka tidak akan dianiaya dengan keputusan itu
Ingatlah! Sesungguhnya segala yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah
Awaslah! Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Dia lah yang menghidupkan dan yang mematikan
dan kepadaNyalah kamu akan dikembalikan untuk menerima balasan
Wahai umat manusia!
Sesungguhnya telah datang kepada kamu Al-Quran yang menjadi nasihat pengajaran dari Tuhan kamu
dan yang menjadi penawar bagi penyakit-penyakit batin yang ada di dalam dada kamu
dan juga menjadi hidayah petunjuk untuk keselamatan
serta membawa rahmat bagi orang-orang yang beriman
Katakanlah (wahai Muhammad)
“kedatangan Al-Quran itu adalah semata-mata dengan limpah kurnia Allah dan kasih sayangNya
maka dengan isi kandungan Al-Quran itulah hendaknya mereka bersukacita
kerana ia lebih baik daripada apa yang mereka himpunkan dari segala benda dan perkara yang tidak kekal)”
Katakanlah (kepada kaum yang mengada-adakan sesuatu hukum):
“Sudahkah kamu nampak baik-buruknya sesuatu yang diturunkan Allah untuk manfaat kamu itu
sehingga dapat kamu jadikan sebahagian daripadanya haram
dan sebahagian lagi halal?”
Katakanlah lagi (kepada mereka):
“Adakah Allah izinkan bagi kamu berbuat demikian
atau kamu hanya mengada-adakan secara dusta terhadap Allah?”.
Dan apakah sangkaan orang-orang yang mengada-adakan kata-kata dusta terhadap Allah
(tidakkah mereka akan diazabkan) hari kiamat kelak?
Sebenarnya Allah jualah yang melimpahkan kurnia kepada manusia
tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur.