BTC USD 84,071.1 Gold USD 4,157.58
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Tickmill - Analisa Harian Fundamental

Saat ini Dollar sedag menunjukkan pertumbuhan yang sangat luar biasa dengan kenaikannya ke empat bulan tertinggi terhadap semua mata uang lainnya. Proyeksi IMF yang suram untuk Inggris dan positifnya data ekonomi AS menjadi daya tarik utama mata uang AS karena mendapatkan dorongan yang cukup besar belum lama ini. Tapi ini bukan berarti USD saat ini sedang dalam posisi yang sempurna,.

IMF mengurangi tingkat proyeksi dari perkiraan ekonomi dunia sebelumnya yaitu 3,2 - 3,1 % pada 2016 ini. Tidak semua harapan hilang begitu saja karena mereka berharap untuk pulih ke tingkat yang lebih tinggi lagi di 3,4% pada tahun 2017. Organisasi inilah juga yang akhirnya memangkas prospek pertumbuhan Inggris dari perkiraan 1,9% dan sebelumnya 1,7%. Proyeksi pada tahun 2017 adalah 1,3% dari sebelum Brexit sebesar 2,2%.

Dalam informasi mengenai Pasar Perumahan AS ada informasi yang cukup mencolok dimana keuntungan didorong dari greenback. Housing Starts (MoM) naik menjadi 4,8% pada bulan Juni lebih tinggi 0,2% dari proyeksi, menambahkan 1185K dibandingkan 1153K yang diharapkan. Bahkan izin bangunan (MoM) naik 1,5%

Indeks Dollar melonjak diatas 97 ke level 97,16 atau bertumbuh sebesar (+0,10%), USD / JPY tumbuh sebesar 0,34% ke 106,49. USD / CHF menguat + 0,21% di 0,9878, AUD / USD jatuh 0,27% ke 0,7488. Menjelang pengumumuman kebijakan ECB pada Kamis mendatang, EUR/USD saat ini berada dalam posisi yang sangat kuat, tapi ada pembicaraan untuk mendapakan penghasilan $ 1200000000000 utang pemerintah sebagian besar Eropa. XAU / USD anjlok 1% ke angka 1.32

Setelah jatuh pada sesi asia, GBP / USD akan kembali diuji pada level 1,32 karena munculnya data tenaga kerja yang mendadak positif.

BoE memberikan kejutan dengan tetapnya angka bunga sebesar 5%. Diharapkan juga pada hari selasa, WTI + 0,07% di 45,48, Brent + 0,30% di 46.80. Pertumbuhan komoditas masih dipertanyakan atas kekhawatiran kelebihan pasokan global dan penghindaran risiko berhubungan dengan hasil-hasil Brexit
 
Saat ini Dollar sedag menunjukkan pertumbuhan yang sangat luar biasa dengan kenaikannya ke empat bulan tertinggi terhadap semua mata uang lainnya. Proyeksi IMF yang suram untuk Inggris dan positifnya data ekonomi AS menjadi daya tarik utama mata uang AS karena mendapatkan dorongan yang cukup besar belum lama ini. Tapi ini bukan berarti USD saat ini sedang dalam posisi yang sempurna,.

IMF mengurangi tingkat proyeksi dari perkiraan ekonomi dunia sebelumnya yaitu 3,2 - 3,1 % pada 2016 ini. Tidak semua harapan hilang begitu saja karena mereka berharap untuk pulih ke tingkat yang lebih tinggi lagi di 3,4% pada tahun 2017. Organisasi inilah juga yang akhirnya memangkas prospek pertumbuhan Inggris dari perkiraan 1,9% dan sebelumnya 1,7%. Proyeksi pada tahun 2017 adalah 1,3% dari sebelum Brexit sebesar 2,2%.

Dalam informasi mengenai Pasar Perumahan AS ada informasi yang cukup mencolok dimana keuntungan didorong dari greenback. Housing Starts (MoM) naik menjadi 4,8% pada bulan Juni lebih tinggi 0,2% dari proyeksi, menambahkan 1185K dibandingkan 1153K yang diharapkan. Bahkan izin bangunan (MoM) naik 1,5%

Indeks Dollar melonjak diatas 97 ke level 97,16 atau bertumbuh sebesar (+0,10%), USD / JPY tumbuh sebesar 0,34% ke 106,49. USD / CHF menguat + 0,21% di 0,9878, AUD / USD jatuh 0,27% ke 0,7488. Menjelang pengumumuman kebijakan ECB pada Kamis mendatang, EUR/USD saat ini berada dalam posisi yang sangat kuat, tapi ada pembicaraan untuk mendapakan penghasilan $ 1200000000000 utang pemerintah sebagian besar Eropa. XAU / USD anjlok 1% ke angka 1.32

Setelah jatuh pada sesi asia, GBP / USD akan kembali diuji pada level 1,32 karena munculnya data tenaga kerja yang mendadak positif.

BoE memberikan kejutan dengan tetapnya angka bunga sebesar 5%. Diharapkan juga pada hari selasa, WTI + 0,07% di 45,48, Brent + 0,30% di 46.80. Pertumbuhan komoditas masih dipertanyakan atas kekhawatiran kelebihan pasokan global dan penghindaran risiko berhubungan dengan hasil-hasil Brexit
 
BOJ membuat Yen Jepang semakin mendorong dollar dengan ide mereka untuk melawan deflasi. BOJ dengan tegas menolah untuk menerbutkan obligasi dateless yang digunakan untuk meningkatkan perekonomian nasional. USD/JPY berada di level 105,50 dari puncak tertinggi mereka bulan ini di 107.

Sejak keluar dari uni eropa, inggris yang tampaknya kuat ternyata masih berdiri degan goyah. Data penjualan ritel UK yang dirilis baru baru ini semakin memacu kekhawatiran pasca Brexit. Stagnasi penjualan masih terjadi dan tumbuh lebih parah dari bulan juni, dengan MoM Penjualan Ritel menurun di level -0,9% dan angka YoY yang menunjukkan pertumbuhan 3,9% dibawah ekspektasi 4,8%. Pinjaman di sektor publik juga dibawah ekspektasi 7.3b dari yang diharapkan 9.3.

Tapi sebuah data tidak terduga sempat membuat spike dari 1,31 ke 1,322 dalam waktu yang singkat.

Sementara itu Bank Sentral Eropa meninggalkan suku bunga tidak tesentuh pada 0,00%, sementara itu fasilitas simpanan ada pada angka -0.40% dan fasilitas pinjaman marginal di 0,25%. Angka angka ini dihitung dengan perkiraan karena mayoritas ekonom mengharapkan penurunan suku bunga dan stimulus tambahan hanya ada pada bulan September. Dunia ekonomi kini sedang menunggu pidato Mario Draghi untuk mendapatkan petunjuk tentang bagaimana pengaruh Brexit ke ECB.

Harga minyak mentah gagal mempertahankan keuntungan setelah rilis data EIA positif yang menunjukkan penyusutan stok minyak mentah di AS. Di logam mulia, emas mulai menyeimbangkan penurunannya dan naik ke 0,14% ke level 1,322.55, dan perak turun ke -0,80 ke 19,457 per troy ounce.
 
Perkembangan terbaru data ekonomi AS mampu menguatkan mata uang AS ke level tertinggi empat bulan pada pekan kemarin. Indeks Dollar AS kembali ke jalan yang benar pada senin ini, namun tiba tiba kembali masuk ke zona merah. USDX turun 0,1% ke 97,33 setelah mencapai level 97,62 selama sesi perdagangan Asia.

PMI Manufaktur AS menunjukkan angka yang kuat pada Jumat kemarin, support kuat EUR/USD berada di sekitaran 1,0950 hingga membuat mata uang ini melambung dari 1.10. Sementara itu klaim pengangguran masih berada di atas estimasi. Tim analisa mengatakan kalau laporan FED harus terus diperhatikan, probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Juli mendekati nol. Hal ini mulai terbaca dari tren beli pada minggu minggu ini. Ide perubahan tingkat suku bunga AS mendatang akan mengindikasikan naiknya suku bunga pada bulan Desember menjadi 38,5%, dibandingkan dengan 22% pada dua minggu yang lalu.

Muncul juga keprihatinan pasokan minyak yang mau tidak mau mempengaruhi harga minyak mentah. Minyak AS turun ke 0,47 ke 43,94 per barel, UK Oil turun ke 0,56% ke 45,83. Kedua tolak ukur ini yang kemudian dijadikan patokan penurunan lebih lanjut karena putus asanya investor mencari katalis pertumbuhan. Harga minggu ini memiliki beberapa peluang untuk mengubah tren dengan mempertaruhkan aset menjelang keputusan Bank Sentral.

Karena investor menarik uang dari aset emerging market, Yen melihat peluang save heaben yang cukup aman karena resiku yang akan datang dengan keputusan BoJ mengenai Stimulus pada hari Jumat. USD / JPY naik 0,13% sedangkan USD / CHF menurun 0,07%, Emas mengalami penurunan 0,50% di dekat level $ 1325. logam mulia lainnya juga mengalami penurunan, Silver turun sebesar -1,16%, Platinum -0,99%, Palladium -1,31%.
 
Emas benar benar sudah mulai keluar dari keterpurukan? Tampaknya pada minggu minggu ini penurunan emasmulai berhenti karena adanya peluang naiknya Emas di mata para investor sebelum pengumuman kebijakan Federal Reserve. Bisa jadi akan ada kenaikan suku bunga dan bisa juga lebih. Laporan proyeksi ekonomi penting untuk menaikkan resiko secara signifikan.

Kalau kita melihat pada grafik jangka menengah, dapat terlihat bahwa penurunan emas sudah mulai melambat dimana emas diperdagangkan di kisaran $1.312 - $ 1.325 pada minggu ini. Pedagang mukai mengakhiri kepesimisan mereka pada logam mulia karena mereka khawatir kalau FED bisa saja mengambil sikap dovish, ini dikarenakan resiko resesi terkait Brexit belum bisa terwujud secara penuh. Disisi lain mereka mengandalkan data ekonomi yang positif dari AS.

Pada Rabu ini volatilitas EUR / USD dan GBP / USD bergerak secara mendatar, keduanya bertahan di 1,31 dan 1,10. Pertumbuhan PDB Inggris di kuartal kedua sebesar 0,6%, mengalahkan perkiraan tapi gagal menukung poundsterling seperti sebelum referendum berlangsung, sehingga memberikan informasi mengenai dampak Brexit. kepercayaan konsumen AS naik menjadi 97,3 poin pada Juli dari perkiraan di 96,0 poin yang menambahkan optimisme mengenai ekspansi ekonomi AS.

Para pedagang bertekat untuk mengurangi bullish yang terjadi pada minyak mentah karena ada tanda tanda yang jelas dari melambarnya permintaan tapi produksi terus bertumbuh. WTI turun 0,54% ke 42,69, Brent mengalami penurunan sebesar 0,95% menjadi 44,80 tingkat.

USD / JPY kembali mengukir angka 1,10% setelah masuk ke level 104 sebagaimana yang dilaporkan oleh media lokal Jepang. Bagaimana mungkin ukuran stimulus yang sedikit dapat menggagalkan investor. BoJ akan mengumumkan ukuran paket stimulus saat ini, yang dapat mencapai hingga $ 250B.
 
Penurunan poundsterling terhadap Dollar AS yang terjadi pasca rilisnya data PMI Manufacturing, yang menunjukkan aktifitas di sektor industri sudah jatuh ke angka terendah sejak 2013.

GBP/USD terjun bebas ke angka 1,3230-1,3175 setelah data Purchasing Managers Index of Manufacturing Activity diposting 48,2 poin pada Juli. Inggris belum pernah mendapatkan pukkulan seberat ini sejak awal 2013. Analis mengestimasi kalau aktivitas untuk sektor ini ada di level 49,1 poin. Aktivitas di sektor jasa menurun ke angka 47,4 yang dirilis oleh Markit pada dua minggu yang lalu. Aktivitas Eurozone dan Jerman naik pada bulan Juli masing masing ke angka 52,0 dan 53,8 yang jauh mengalahkan estimasi.

Pound diperkirakan akan mengalami penurunan lebih lanjut setelah pertemuan BoE pada hari kamis, pada pertemuan ini diharapkan mereka para pembuat kebijakan untuk memperpanjang pelonggaran dan menurunkan suku bunga untuk menanggapi dampak negatif dari Brexit

Indeks Dollar berada pada posisi 95,66 setelah sebelumnya sempat menyentuh angka 95,40 yang merupakan titik terendah pada 4 Juli, setelah suramnya GDP dan angka konsumsi pribadi yang rilis pada hari Jumat. Saat ini yang sedang ditunggu tunggu adalah laporan ISM yang rencananya akan dirilis hari ini. Namun para ahli sudah memproyeksikan ekspansi pada angka 53,0 turun sedikit dari angka 53,2 pada bulan Juni.

Aktifitas manufaktur China turun pada bulan Jui ini, Biro Statistik China menunjukkan adanya penurunan ke 49,9 poin. Indeks CSI 3000 ditutup dengan kerugian sebesar 0,85%.

Minyah mentah jatuh dibawah $41 karena adanya kabar dari Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh yang mengatakan kalau pada Senin ini ada kelebihan minyak yang terjadi di pasar, tapi sebenarnya tidak perlu untuk dikuatirkan secara berlebihan karena keseimbangan diperkirakan akan segera tercapai. WTI pada September turun ke 1,55% ke 40,97 barel sementara itu Brent turun 1m59% ke level 42,85
 
Berita yang ditunggu tunggu akhirnya keluar juga, berita mengenai stimulis Jepang akhirnya rilis juga. Yen Jepang melonjal ke tertingginya dalam tiga minggu terhadap Dollar AS. Abe akhirnya merilis rincian dari paket stimulis baru yang memacu pertumbuhan ekonomi yang saat ini sedang menurun.

Di dalam paket ini juga termasuk 13,5 Triliun Yen yang dapat menunjang langkah langkah keuangan mereka, sedangkan jumlah beban rata rata langsung sekitar 7,5 triliun yen dengan bagian utama yang sudah dijadwalkan untuk dua tahun ke depan.

Para analis pasar mengatakan kalau total insentif rata rata di 28,1 triliun Yen juga termasuk dalam kemitraan pribadi dan biaya biaya lainnya yang merupakan juga pengeluaran pemerintah langsung. Dan karena itu juga akan gagal memberikan dorongan langsung terhadap perekonomian.

Dollar kembali jatuh ke 101,53 terhadap yen, yang merupakan level terendah mata uang ini sejak 11 Juli. Mata uang AS masih berada di bawah tekanan setelah mendapatkan tekanan data ekonomi beruntun yang jelek, terutama mengenai lemahnya PDB, yang mengurangi kemungkinan Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September turun menjadi 18% dari sebelumnya 22% di minggu lalu, sementara itu peluang kenaikan suku bunga pada bulan Desember diperkirakan sebesar 43%. Keyakinan yang sebelumnya sempat ada akhirnya hilang karena kehilangan 10% di minggu lalu.

Reserve Bank of Australia memotong suku bunga sebesar 25bp menjadi 1,5%, sangat cocok untuk estimasi analis. Aussi saat ini sangat tidak senang dengan keputusan bank tapi kemudian mereka cepat pulih karena mereka menerima keuntungan dari pasar komoditas.

Poundsterling kembali menguat dengan rilisnya laporan PMI yang kemudian memperlambat penurunan menjadi 45,9 poin pada Juli ini, mengalahkan perkiraan yang diprediksi drop ke angka 43,8 poin. GBP/USD naik menjadi 1.3250 di sesi London. Walaupun demikian sektor konstruksi di Inggris ini jatuh ke titik terendah sejak Juni 2009

Indeks Eropa turun 0,84% pada keuntungan pound sementara Eropa Stoxx 50 kehilangan 1,59% dengan penurunan bahan bakar produsen komoditas, Perancis CAC 40 jatuh 1,61%.
 
Bank of England sudah memangkas suku bunga sebesar 25bp yang akhirnya mengirin ke sejarah terendah baru mereka yaitu 0,25%, ini adalah pertama kalinya dalam 7 tahun dalam menanggapi potensi kejatuhan akibat Brexit. Kepala BOE Mark Carney disorot akibat sambutannya yang dovis, kemudian menyatakan kalau Bank Sentral akan mengambil semua tindakan yang diperlukan dalam mandatnya untuk mengatasi resiko perlambatan ekonomi.

Semua anggota BOE setuju dengan pemotongan sebesar 0,25% dan pendapat dibagi atas Program Pembelian Aset yang masih diperpanjang menjadi 435 miliar pound dari sebelumnya 375 milliar. INi berarti bank akan menerima bantuan tambahan BOE yang berpeluang meningkatkan kemampuan pinjaman mereka. Saham bank lokal mendadak melonjak menjelang keputusan BOE. HSBC menguat 2,62% naik dari 482,80 ke 517,60 per saham, sementara Barclays naik 1,11% 146-148,30 pound.

Carney mengatakan kalau langkah ini dilakukan karena prospek ekonomi sudah berubah secara signifikan, semua indikator jatuh tajam karena kebanyakan kasus seperti ini akan berakhir pada krisis keuangan.

Gubernur juga menyatakan kalau BOE memiliki banyak ruang pelonggaran, dan pembuat kebijakan dapat memperpanjang program stimulus dalam waktu dekat untuk menurunkan suku bunga hingga nol. Rencana Komite Kebijakan Moneter yang membeli 60 miliar pound obligasi pemerintah selama enam bulan ke depan. Dimana 10 miliar pound akan dihabiskan untuk obligasi korporasi dalam 18 bulan ke depan, dan 100 miliar dari program pinjaman diperpanjang ke bank.

Inflasi dan PDB prakiraan direvisi karena inflasi tampaknya akan mencapai tujuan 2% dalam 4Q dari 2017. MPC mencatat bahwa CPI akan diadakan kembali di bawah target sampai 2Q 2018.
 
Aksi jual Dollar AS diperpanjang hingga Jumat kemarin, dikarenakan investor berhati hati menjelang hasil NFP Juli ini. Mereka pesimis mengenai prospek pertumbuhan US dengan hasil GDP yang jelek pada minggu kemarin. US Dollar berjangka turun 0,25%, EUR/USD mendapatkan hasil 0,24% ke level 1,157, GBP/USD naik ke 1,3171 dan USD/JPY berhenti di sekitaran 101. Dollar Australia naik 0,43% ke 0,7671 sebagai dampak pernyataan kebijakan moneter yang dirilis pada Jumat malam.

Prospek NFP tetap membuat bingung dan kembali jatuh pendek dari perkiraan. Semua pesanan pabrik menurun berkurang dari yang diharapkan. Layanan ISM / non-manufaktur komposit menurun sedikit di belakang perkiraan di 55,5 poin dari yang diharapkan 55,9.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan kalau pada hari Kamis warga AS diberikan keniakan tunjangan pengangguran ke 269K atau naik sebesar 3K.

Badan ADP belum lama ini merilis laporan mengenai perubahan kerja pada hari Rabu yang menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi dari perkiraan jumlah tenaga kerja di sektor swasta, hari ini investor fokus pada angka resmi pemerintah.
 
Pada sesi Asia, Poundsterling tetap berada di bawah level 1,30 pada hari selasa. Setelah data menunjukkan suramnya kondisi Inggris saat ini, laporan manufakturing dan trade balance melaporkan penurunan kinerja pada sektor itu.

GBP / USD diperdagangkan di kisaran 1,2967 - 1,3010 dengan bias bearish yang cukup berat, GBP / JPY turun 0,80% ke 132,50 sebagai aksi pasca-BoE dimana aksi jual dipasar jauh lebih lama dari yang diharapkan.

Administrasi Nation Statistik Inggris melaporkan bahwa produksi manufaktur pada bulan Juni turun 0,3%, setelah turun 0,6% pada bulan sebelumnya, dimana keadaan ini jauh lebih buruk dari perkiraan media -0,2%. Pertumbuhan tahun-ke-tahun rata-rata sekitar 0,9%, membuntuti yang diperkirakan 1,3%. Saham lokal Inggris, FTSE 100 bertumbuh 0,31% menjadi 6.830,50 poin dan eksportir diuntungkan dari melemahya poundsterling.

Neraca perdagangan Total turun 5,084 miliar. Keadaan pound pada bulan Juni, yang lebih buruk dari yang diharapkan 2.550 miliar. Data mencerminkan sektor manufaktur Inggris sebelum Brexit, kemudian yang menarik keadaan itu ternyata memiliki dampak yang ramping untuk pound. Investor akan lebih fokus pada data baru untuk memperkirakan potensi dampak dari referendum UK

Dolar AS tetap optimis setelah data payroll pada Jumat kemarin yang menunjukkan pertumbuhan yang kuat dari pasar tenaga kerja di AS. Hal ini kemudian kembali menambah kepercayaan di sektor ekonomi AS, mengipasi spekulasi kenaikan suku bunga FED awal dari yang diharapkan. Dollar AS diperdagangkan di kisaran 96,31, 0,02% lebih tinggi dari hari Senin. Kemungkinan mengangkat suku bunga sebesar 25 bp pada bulan Desember tetap di 38,3%.

Saham lokal Cina bergerak sedikit lebih tinggi di CPI bulan Juli, ini adalah sebuah pengukur penting dari ekspansi ekonomi, naik 1,8% dan menghitung-hitung dengan perkiraan. Producer price dikontrak oleh 1,7% pada bulan Juli, mengalahkan proyeksi penurunan 2%. CSI300 dan Shanghai Composite Index naik 0,7 persen menjadi 3.256,98 dan 3.025,68 poin.

Para analis mengatakan bahwa inflasi yang rendah daun pintu terbuka untuk pelonggaran lebih lanjut, namun pemerintah Cina akan berhati-hati untuk menggunakan instrumen yang memiliki potensi untuk memeras ekonomi di masa depan. Akan ada lebih banyak yang ditumpahkan pada beban utang ekonomi Cina saat data pembiayaan Agregat Pinjaman.

Perusahaan tambang naik 0,56 persen dengan ruang untuk kemajuan lebih lanjut karena investor berharap bahwa tindakan yang diambil oleh Beijing memotong fasilitas produksi berlebih akan mendukung harga komoditas pada semester kedua tahun ini. Pada saat yang sama sektor real estate hampir mendapatkan 10% dalam tiga sesi terakhir, hampir datar pada hari Selasa selama profit taking.

Saham di Hong Kong diperdagangkan tanpa arah yang jelas pada Selasa setelah turun ke level terendah delapan bulan pada hari Senin dengan sliding di sektor IT, yang mengimbangi kemajuan perusahaan energi dan real estate.

Original Source: Tickmill Daily Analytics
 

Live Forex Chart

Currency
Rates
EUR / USD
1.13444
USD / JPY
157.257
GBP / USD
1.32668
USD / CHF
0.83481
USD / CAD
1.42117
EUR / JPY
178.398
AUD / USD
0.69509
Back
Top
Log in Register