JPY tetap perkasa di puncak
GBP jatuh ke terendahnya dalam dua bulan terhadap USD sementara itu JPY terus menguat ditengah tingginya kekhawatiran Inggris yang dapat berpisah dari Uni Eropa.
Sejak awal minggu GBP/USD bergerak di kisaran 1,41 - 1,42, mencoba untuk menembus support di 1,41. Suramnya UK CPI dan Core CPI, yang ternyata di bawah ekspektasi, ditambah lagi kecemasan pasar menjeang referendum.
Disisi lain, Yen Jepang masih mempertahankan momentumnya karena banyaknya investor yang lari dari ekuitas dan aset aset beresiko untuk mencari aset yang lebih stabil. USD/JPY bergerak stabil di sekitar area 105,90, walaupun masih kesulitan untuk menemukan support kuat terhadap USD di area ini. EUR/USD turun sebesar 0,5% ke 1,1226 pasca pertumbuhan USD karena investor percaya tidak akan ada penundaan kenaikan suku bunga sebagai langkah yang kuat dari pertumbuhan ekonoi AS dalam pengetatan moneter. Sebagian besar mata uang Eropa mendapatkan sedikit keuntungan dari data industrial production sore tadi.
USDX naik 0,5% ke angka 94,84 menjelang keputusan FOMC pada 16-17 Juni mendatang. USDX gagal menembus level 95,00, tapi respon pasar sepertinya akan membuat USDX kembali memperlihatkan kemajuannya jelang data Retail Sales hari ini, sebuah data konsumsi AS untuk mengukur laju inflasi dan akan sedikit memecahkan fokus para pembuat kebijaka keuangan AS mengenai kenaikan suku bunga.
Sementara itu di pasar komoditas, harga minyak mentah tengah mencari katalis pertumbuhan di tengah defisit pertumbuhan USD, ketidakpastian OPEC dan tanda tanda pemulihan produksi AS dan Brexit. Keduanya sementara akan ditekan dibawah level $50 dan kenaikannya akan tertunda menunggu keputusan FED dan hasil Brexit. Laporan API crude inventories yang akan dirilis hari ini akan menjadi simbol optimisme pasar untuk mencari harga dan akan menjadi pemicu untuk melanjutkan tren naik
Sell off pada indeks Eropa semakin dalam, membuat mereka tidak akan bisa keluar dari zona merah sampai hasil referenduk UK diterbitkan. FTSE 100 kehilangan 1,37%, DAX turun 0,86%, ini dikarenakan tidak adanya investor yang berani mengambil resiko itu.
Original Source: Tickmill Daily Analytics
GBP jatuh ke terendahnya dalam dua bulan terhadap USD sementara itu JPY terus menguat ditengah tingginya kekhawatiran Inggris yang dapat berpisah dari Uni Eropa.
Sejak awal minggu GBP/USD bergerak di kisaran 1,41 - 1,42, mencoba untuk menembus support di 1,41. Suramnya UK CPI dan Core CPI, yang ternyata di bawah ekspektasi, ditambah lagi kecemasan pasar menjeang referendum.
Disisi lain, Yen Jepang masih mempertahankan momentumnya karena banyaknya investor yang lari dari ekuitas dan aset aset beresiko untuk mencari aset yang lebih stabil. USD/JPY bergerak stabil di sekitar area 105,90, walaupun masih kesulitan untuk menemukan support kuat terhadap USD di area ini. EUR/USD turun sebesar 0,5% ke 1,1226 pasca pertumbuhan USD karena investor percaya tidak akan ada penundaan kenaikan suku bunga sebagai langkah yang kuat dari pertumbuhan ekonoi AS dalam pengetatan moneter. Sebagian besar mata uang Eropa mendapatkan sedikit keuntungan dari data industrial production sore tadi.
USDX naik 0,5% ke angka 94,84 menjelang keputusan FOMC pada 16-17 Juni mendatang. USDX gagal menembus level 95,00, tapi respon pasar sepertinya akan membuat USDX kembali memperlihatkan kemajuannya jelang data Retail Sales hari ini, sebuah data konsumsi AS untuk mengukur laju inflasi dan akan sedikit memecahkan fokus para pembuat kebijaka keuangan AS mengenai kenaikan suku bunga.
Sementara itu di pasar komoditas, harga minyak mentah tengah mencari katalis pertumbuhan di tengah defisit pertumbuhan USD, ketidakpastian OPEC dan tanda tanda pemulihan produksi AS dan Brexit. Keduanya sementara akan ditekan dibawah level $50 dan kenaikannya akan tertunda menunggu keputusan FED dan hasil Brexit. Laporan API crude inventories yang akan dirilis hari ini akan menjadi simbol optimisme pasar untuk mencari harga dan akan menjadi pemicu untuk melanjutkan tren naik
Sell off pada indeks Eropa semakin dalam, membuat mereka tidak akan bisa keluar dari zona merah sampai hasil referenduk UK diterbitkan. FTSE 100 kehilangan 1,37%, DAX turun 0,86%, ini dikarenakan tidak adanya investor yang berani mengambil resiko itu.
Original Source: Tickmill Daily Analytics