Solat jumaat di musim coronavirus

CG Sponsors




kirana

Fun Poster
Joined
Mar 17, 2007
Messages
418
Reaction score
41
Points
20
So hari ni orang rumah saya pesan

- Pakai mask sepanjang masa dlm masjid.
- Standby sejadah sendiri.
- Sanitize sebelum masuk kereta.

Korang camana pula? Ada yg plan tak pergi or takde apa2 plan?


PS: ye btul.... ajal maut di tangan Allah..dan kita mesti berusaha sedaya kita.
 
Sponsored Post

fms

CG Top Poster Club
Joined
Feb 10, 2007
Messages
20,044
Reaction score
244
Points
123
arwah bapa aku penah cakap virus ni sebenarnya jinn..
jadi, bab solat x perlu risau..
 

rebellion

Legendary Member
Platinum Member
Joined
May 3, 2010
Messages
16,056
Reaction score
46
Points
135
arwah bapa aku penah cakap virus ni sebenarnya jinn..
jadi, bab solat x perlu risau..
no offence,
tapi adakah sebab dia makhluk halus?
 

fms

CG Top Poster Club
Joined
Feb 10, 2007
Messages
20,044
Reaction score
244
Points
123
no offence,
tapi adakah sebab dia makhluk halus?
munkin org yg solat, pertahanan dia kuat ckit kecuali xde pendinding..
lagipon jinn adalah makhluk halus..munkin laa kot virus ni xleh bertindak seperti yg dia mahu..
 

John Nawi

Super Active Member
Joined
Oct 23, 2012
Messages
5,057
Reaction score
145
Points
83
org yg nk buat baik insyallah dipelihara olehNya..setiap langkahnya ke masjid pn dikira pahala, tapi sebagai langkah berjaga2, bole la bt step2 yg TT bagi tu
 

AlYamani

Legendary Member
Joined
Jan 23, 2011
Messages
11,950
Reaction score
538
Points
161
Takdir hak Allah,tapi usaha kewajipan kita.

aku guna buff masa solat berjamaah,yg org pakai naik motor tu.Selebihnya tawakkal.Innsayaallah.
 

dloanman

Legendary Member
Joined
Apr 15, 2012
Messages
17,100
Reaction score
1,256
Points
206
eh biaso ajo solat jumaat kek masjid ramai ajo mcm biaso, takdo plak nmpk org pakai2 mask

cumo amalan den dari dulu sampai skg, klu nk batuk/bersin den akan tutup mulut dgn lengan baju supayo tak percik kek orang dlm saf depan/kiri/kanan waktu solat

elakkan tutup mulut dgn tapak tgn kanan bilo batuk/bersin sbb nanti kito lps solat nk salam dgn org sebelah
 

Name:

Active Member
Joined
Dec 25, 2012
Messages
1,929
Reaction score
234
Points
43
So hari ni orang rumah saya pesan

- Pakai mask sepanjang masa dlm masjid.
- Standby sejadah sendiri.
- Sanitize sebelum masuk kereta.

Korang camana pula? Ada yg plan tak pergi or takde apa2 plan?


PS: ye btul.... ajal maut di tangan Allah..dan kita mesti berusaha sedaya kita.
tinggal kat mana bang?
 

TT

CG Super Hardcore Club
Joined
Jan 13, 2009
Messages
151,437
Reaction score
20,862
Points
1,661
tgk pekembangan semasa mmg ramai mula panic

insyaallah baik2 saja. hari ni mari kita ke masjid
 

dloanman

Legendary Member
Joined
Apr 15, 2012
Messages
17,100
Reaction score
1,256
Points
206
Serius dlm isu covid ni den takdo risau sgt sbb den tringat hadis yg belajar zmn sklh menengah dulu ttg penyakit tak berjangkit kecuali dgn izin Allah. Cumo berhati2 & usaha ikhtiar ajo utk keselamatan famili tu perintah agama jadi kena buek lah.

Memahami Hadits Tentang Penyakit Menular
Ustadz Yulian Purnama February 1, 2020 No comments

Memahami Hadits Tentang Penyakit Menular


Apakah ada penyakit menular dalam pandangan akidah Islam? Terdapat beberapa hadits yang menafikan adanya penyakit menular. Para ulama berbeda pandangan dalam memahami hadits-hadits tersebut. Akan kita bahas secara singkat pada artikel ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
لا عَدْوَى ولا طِيَرَةَ، ولا هامَةَ ولا صَفَرَ
Tidak ada penyakit menular, tidak ada dampak dari thiyarah (anggapan sial), tidak ada kesialan karena burung hammah, tidak ada kesialan para bulan Shafar” (HR. Bukhari no. 5757, Muslim no.2220).

Dan juga hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
لا يُورَدُ مُمْرِضٌ على مُصِحٍّ
Orang yang sakit tidak bisa menularkan penyakit pada orang yang sehat” (HR. Bukhari no. 5771, Muslim no. 2221).

Dua hadits di atas zahirnya menunjukkan tidak ada penularan penyakit. Sedangkan dalam hadits yang lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
لا عَدْوَى و لا طيرةَ و لا هامةَ و لا صَفرَ ، و فِرَّ مِنَ المجذومِ كما تَفِرُّ مِنَ الأسدِ
Tidak ada penyakit menular, tidak ada dampak dari thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hammah, tidak ada kesialan para bulan Shafar. Dan larilah dari penyakit kusta sebagaimana engkau lari dari singa” (HR. Bukhari no.5707).

Ada beberapa metode para ulama dalam mengkompromikan hadits-hadits di atas:

Pertama, penyakit tidak dapat menular DENGAN SENDIRINYA. Namun Allah ta’ala jadikan penularan penyakit itu ada sebab-sebabnya, diantaranya adalah bercampurnya dan bergaulnya orang yang sakit dengan orang yang sehat. Sehingga orang yang sehat tertular. Dan ada sebab-sebab lain yang menyebabkan penularan penyakit (kontak fisik, udara, pandangan, dll). Sehingga boleh mengatakan, “si Fulan tertular penyakit dari si Alan”. Ini pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Shalah (lihat Ulumul Hadits, hal. 257).

Kedua, penafian adanya penyakit menular dimaknai secara umum dan mutlak. Artinya tidak ada penularan penyakit sama sekali. Adapun perintah untuk lari dari penyakit kusta, ini sebagai bentuk sadd adz dzari’ah (menutup celah keburukan). Karena bisa jadi ketika tidak menjauh dari penyakit menular, kemudian qaddarallah terkena penyakit yang sama, lalu timbul keyakinan bahwa ada penyakit menular, Sehingga untuk mencegah timbulnya keyakinan ini, diperintahkan untuk menjauh dari penyakit menular. Sehingga tidak boleh mengatakan, “si Fulan tertular penyakit dari si Alan”. Ini pendapat yang dikuatkan Ibnu Hajar Al Asqalani (lihat Fathul Bari, 10/159).

Ketiga, penetapan adanya penyakit menular khusus pada penyakit kusta dan yang semisal dengan kusta. Adapun penyakit lain tidak ada yang menular. Ini pendapat yang dikuatkan oleh Al Baqilani (dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari, 10/160).

Wallahu a’lam, pendapat yang kuat dalam masalah ini, adalah pendapat pertama. Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata:
والمعنى أن الذي أنزل الجرب في الأول هو الذي أنزله في الأخرى، ثم بين لهم ﷺ أن المخالطة تكون سبباً لنقل المرض من الصحيح إلى المريض، بإذن الله
“Makna hadits di atas, Dzat yang menjadikan penyakit pertama kali kepada si A adalah Dzat yang menjadikan penyakit pada si B (yaitu Allah). Dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam menjelaskan bahwa bercampur dengan orang yang sakit MERUPAKAN SEBAB adanya perpindahan penyakit dengan izin Allah”.
Wallahu a’lam. Semoga Allah memberi taufik.

(Diringkas dari kitab Tahqiq ar Raghbah fi Taudhih an Nukhbah [75-76], karya Syaikh Abdul Karim Al Khudhair).
Penulis: Ustadz Yulian Purnana
Artikel Muslimah.or.id

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/11904-memahami-hadits-tentang-penyakit-menular.html
 
Sponsored Post
Top
Log in Register