BTC USD 62,662.0 Gold USD 4,292.41
Time now: Jun 1, 12:00 AM

KOMPILASI Renungan Jumaat

Malaikat berdoa untuk orang-orang ini

Allah SWT berfirman, "Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya" (QS Al Anbiyaa' 26-28)

Jadi siapa yang tak ingin didoakan oleh makhluk Allah yang paling taat ini?

Kalau ingin didoakan para malaikat, lakukanlah amal soleh berikut ini.

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'"
(hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang duduk menunggu shalat. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra.,bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di shaf bahagian depan di dalam shalat. Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)


4. Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf). Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf"
(hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'"
(Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'"
(Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang-orang yang berinfak. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'"
(Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang makan sahur. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur"
(hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang menjenguk orang sakit. Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh"
(Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain"
(dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)
 
“Kenapa Tuhan Buat Neraka? Kenapa Tak Buat Syurga Je?”

Ini kisah benar..kisah seorang gadis Melayu, beragama Islam, tapi cetek pengetahuan tentang agama. Ceritanya begini, di sebuah negeri yang melaksanakan dasar ‘Membangun Bersama Islam’, kerap kali pihak berkuasa tempatan menjalankan pemeriksaan mengejut di premis-premis perniagaan dan kompleks beli-belah, untuk memastikan para pekerja di premis berkenaan menutup aurat.

Aku tak pasti berapa jumlah denda yang dikenakan sekiranya didapati melakukan kesalahan, tapi selalunya mereka akan diberi amaran bagi kesalahan pertama, dan didenda jika didapati masih enggan mematuhi garis panduan yang ditetapkan. Lazimnya dalam setiap operasi sebegini, seorang ustaz ditugaskan bersama dengan para pegawai pihak berkuasa tempatan. Tugasnya adalah untuk menyampaikan nasihat secara berhemah, kerana hukuman dan denda semata-mata tidak mampu memberi kesan yang mendalam.

Dalam satu insiden, ketika operasi yang dijalankan sekitar 2005, seorang gadis yang bekerja di salah satu lot premis perniagaan di Pasaraya XXX telah didapati melakukan kesalahan tidak menutup aurat . Maka dia pun kena denda la…setelah surat saman dihulurkan oleh pegawai PBT, ustaz ni pun bagi la nasihat:
“..lepas ni diharap saudari insaf dan dapat mematuhi peraturan..peraturan ni bukan semata-mata peraturan majlis perbandaran, tapi menutup aurat ni termasuk perintah Allah . Ringkasnya, kalau taat segala perintah-Nya, pasti Dia akan membalas dengan nikmat di syurga..kalau derhaka tak nak patuhi perintah-Nya,takut nanti tak sempat bertaubat, bakal mendapat azab di neraka Allah. Tuhan Maha Penyayang, Dia sendiri tak mahu kita campakkan diri ke dalam neraka…”
Gadis tersebut yang dari awal mendiamkan diri, tiba-tiba membentak:
“Kalau Tuhan tu betul-betul baik, kenapa buat neraka ? Kenapa tak boleh sediakan syurga je? Macam tu ke Tuhan Maha Penyayang?”
Mungkin dari tadi dia dah panas telinga, tak tahan dengar nasihat ustaz tu..dah la hati panas kena denda sebab dia tak pakai tudung..Ustaz tu terkedu sekejap. Bahaya budak ni. Kalau dibiarkan boleh rosak akidah dia. Setelah habis gadis tu membebel, ustaz tu pun jawab:
“Dik, kalau Tuhan tak buat neraka, saya tak jadi ustaz. Berapa sen sangat gaji saya sekarang. Baik saya jadi tokey judi, atau bapa ayam.. hidup senang, lepas mati pun tak risau sebab gerenti masuk syurga. Mungkin awak ni pun saya boleh culik dan jual jadi pelacur. Kalau awak nak lari, saya bunuh je. Takpe, sebab neraka tak ada. Nanti kita berdua jumpa lagi kat syurga..Kan Tuhan tu baik?”
Gadis tu terkejut. Tergamak seorang ustaz cakap macam tu? Sedang dia terpinga-pinga dengan muka confused, ustaz tu pun jelaskan:
“perkara macam tadi akan berlaku kalau Tuhan hanya sediakan syurga. Orang baik,orang jahat, semua masuk syurga..maka apa guna jadi orang baik? Jadi orang jahat lebih seronok. Manusia tak perlu lagi diuji sebab semua orang akan ‘lulus’ percuma. Pembunuh akan jumpa orang yang dibunuh dalam syurga..perogol akan bertemu lagi dengan mangsa rogol disyurga..lepas tu boleh rogol lagi kalau dia nak.. takde siapa yang terima hukuman. Sebab Tuhan itu ‘baik’. Adakah Tuhan macam ni yang kita nak? Awak rasa, adil ke?” tanya ustaz.
“Ah..mana adil macam tu. Orang jahat takkan la terlepas camtu je..” rungut si gadis.
Ustaz tersenyum dan menyoal lagi: “Bila Tuhan tak adil, boleh ke dianggap baik? ” Gadis tu terdiam.

Ustaz mengakhiri kata-katanya:
“Adik, saya bagi nasihat ni kerana kasih sesama umat Islam. Allah itu Maha Penyayang, tapi Dia juga Maha Adil. Sebab tu neraka perlu wujud. Untuk menghukum hamba-hamba-Nya yang derhaka, yang menzalimi diri sendiri dan juga orang lain. Saya rasa awak dah faham sekarang. Kita sedang diuji kat atas dunia ni. Jasad kita bahkan segala-galanya milik Allah, maka bukan HAK kita untuk berpakaian sesuka hati kita. Ingatlah; semuanya dipinjamkan oleh-Nya, sebagai amanah dan ujian..semoga kita dapat bersabar dalam mentaati segala perintah-Nya, untuk kebaikan diri kita juga. Assalamu’alaikum.”
 
Bagaimana Jika Nyawa Kita Bergantung Pada Doa Orang Lain?

Roshaizad berusia 38 tahun mempunyai seorang isteri berusia 32 tahun yang cantik dan baik hati. Suri rumahtangga sepenuhnya. Dikurniakan dua orang anak lelaki berusia 8 dan 6 tahun. Beliau berkerja di sebuah syarikat antarabangsa sebagai maintenance engineer di samping memegang jawatan sebagai penyelia Emergency Responce Team ( ERT ) di kilangnya. Tugasnya agak sibuk dan adakalanya berkerja sehinga lewat malam dan juga di hujung minggu.

Januari 2009, beliau telah terlibat di dalam kemalangan jalanraya sewaktu ke tempat kerja pada kira-kira jam 7.30 pagi.Kereta yang dipandunya bertembung dengan sebuah van kilang sewaktu dia cuba memotong sebuah van kilang yang lain di sebuah selekoh di Gurun, Kedah.
Beliau telah koma selama 3 hari dan dirawat di sebuah hospital pakar selama 47 hari lagi.Saya di antara orang yang awal sampai di hospital selepas mendapat panggilan dari isterinya. Saya juga di antara orang yang pertama dilihatnya selepas beliau sedar dari koma selepas isteri dan doktor yang merawatnya.

Sewaktu beliau koma

Beliau telah didatangi oleh seorang malaikat dan mengatakan padanya usia beliau hanya tinggal 1 jam saja iaitu pada hari Ahad, jam 1.45 petang.Walau bagaimanapun Allah akan menangguhkan kematiannya sekiranya ada 50 orang yang mendoakan secara ikhlas akan panjang usianya. Beliau agak kebinggungan ketika itu.Beliau bertanyakan sudah ada berapa orangkah yang mendoakannya secara ikhlas sehingga kini. Jawab malaikat itu hanya baru 3 orang. Malaikat menunjukkan sesiapakah orang-orang itu. Dilihatnya insan itu ialah isteri beliau yang bercucuran airmata sejak hari pertama lagi beliau di hospital itu dan juga kedua anak beliau yang sedang tidur tergolek di kerusi menunggu pesakit di luar wad.

Malaikat itu juga telah memperlihatkan akan mereka yang mendoakannya iaitu kawan-kawannya termasuk saya, ahli kariah masjid yang membacakan surah yasin untuknya. Ibubapanya, ibubapa isterinya, adik beradik, sahabat handai dan rakan sepejabat. Kesemua di antara mereka telah melawatnya dan mendoakannya tetapi tidak diterima oleh Allah. Beliau bertanya kepada malaikat itu, mengapa doa mereka tidak diterima. Malaikat menjawab, tiada keikhlasan 100% di hati mereka.

Masa kian suntuk. Dia pun tidak tahu mengapa malaikat memperuntukkan masa yang begitu singkat kepadanya untuk hidup di dunia ini. Apa yang terjadi padanya kini. Dia pun kurang pasti. Malaikat terus menunggu dan melihat waktu yang kian menghampiri jam 1.45 petang.Hanya tinggal 10 minit lagi. Adalah mustahil untuk mencari 47 orang yang ikhlas mendoakan panjang usianya dalam masa sesingkat itu. Dia bertanyakan malaikat itu, adakah tuan akan mencabut nyawa sekiranya saya gagal mendapat 47 orang berkenaan, Jawan Malaikat “Ya:.
Kurang dari 1 minit, malaikat menghampirinya dan berkata, Allah mengkabulkan doa mereka yang mendoakan panjang usia anda. Anda berjaya mendapat 50 orang ikhlas yang berbuat demikian. Roshaizad bertanya, siapakah orang-orang itu. Malaikat menunjukkan mereka itu. Mereka adalah jemaah anak yatim yang baru saja menunaikan solat zohor sebentar tadi dan berdoa untuk anda. Anda pernah pergi ke rumah anak-anak yatim berkenaan pada bulan Ramadhan yang lalu dan pernah menghulurkan bantuan kewangan. Mereka telah terbaca di dalam akhbar harian berkenaan kemalangan anda dan zohor tadi mereka telah bersolat dan berdoa untuk anda. Doa ikhlas mereka diterima Allah swt. Malaikat itu kemudiannya ghaib dan tepat 1.45 petang Roshaizad tersedar dari komanya dan meraung kesedihan.

Isteri beliau yang ada di sisinya turut menangis dan juga saya. Saya sebenarnya tidak tahu pada ketika itu apa yang berlaku padanya di dalam komanya dan mengapa beliau menanggis selepas sedar dari komanya. Setelah beberapa ketika barulah cerita di atas ini diceritakan pada saya untuk tatapan anda sekelian.
Apa yang disesalkan:

1.Beliau telah mengabaikan masa santai bersama isteri dan anaknya kerana mengejar duit dan tanggungjawab kerja. Sedangkan isteri dan anak-anaknya amat sayang padanya dan doanya amat ikhlas.

2.Dia telah mengabaikan tanggungjawab sosial dengan jiran dan masyarakat sekeliling dan ini menyebabkan mereka tidak ada rasa kasih pada saya kalaupun saya mati

3.Dia telah mengabaikan dan tidak menepati janji-janji pada kawan-kawan sehingga kawan-kawannya marah padanya dan sehingga doanya tidak ikhlas. termasuk dengan saya.

4.Beliau jarang pergi masjid kecuali pada hari Jumaat dan ini menyebabkan jemaah masjid kurang mengenalinya dan menyebabkan doanya tiada keikhlasan.

5.Beliau jarang memberi sedekah dan amal jariah. Nasiblah sumbangan ke rumah anak yatim yang diberikan tempoh hari atas desakan isteri beliau.

6.Beliau jarang bertolak ansur dengan kakitangannya walaupun hal-hal yang remeh. Ini menyebabkan kakitangannya membencinya dan doa mereka juga tiada keikhlasan.

7.Beliau jarang berkunjung ke rumah adik beradik dan takut adik beradik meminjam wang dengannya. Ini menyebabkan juga tiada keikhlasan dari mereka.

8.Beliau banyak kali menyakiti hati hati ke dua ibubapanya kerana tidak menunaikan janji untuk balik ke kampung pada hari-hari tertentu lantaran kerja beliau. Ini menyebabkan ibubapanya marah. Kes ini hanya Allah yang tahu.

9.Beliau gagal menunaikan solat pada waktunya lantaran kerja beliau atau adakalanya tertinggal terus terutamanya solat Asar

10.Beliau tidak menunaikan zakat walaupun beliau memang layak berbuat demikian.

Sahabat:
Allah masih sayang pada sahabat saya ini ataupun ianya untuk memberi pengajaran pada kita melalui tulisan saya ini. Ambillah ikhtibar dari cerita ini.Sahabat saya ini masih gagal untuk mendapatkan perlindungan takaful disebabkan oleh kemalangan dan kecederaannya.

Dirikan solat tepat pada waktunya, keluarkanlah zakat. Luangkan masa bersama keluarga.Imarahkan masjid selalu. Baliklah selalu lihat wajah ibubapa kerana Allah akan memberikan pahala ke atas perbuatan kita itu. Berbaiklah dengan jiran dan kenalilah mereka.Bertolak ansurlah dengan mereka yang memerlukan. Ingat! kita akan dapat apa yang kita telah beri. Selalulah memberi.
Wallahualam.....
 
Kelahiran dan Kewafatan Baginda s.a.w

Nama baginda s.a.w

1. Abu Al Qasim { ayah kepada al Qassim}
2. Muhammad { yang selalu dipuji}
3. Ahmad {nama yang terdapat dalam Taurah dan Injil}

Nama julukan yang masyhur

1. Al Mahi { yang melenyapkan kekafiran}
2. Al Hasyi { Yang mengumpulkan manusia dengan kedua kakinya}
3. Al ‘Aqib { Yang terakhir, tidak ada nabi selepasnya}
4. Al Muqaffa { yang dihormati}

Nasab Baginda dari Adnan

Muhammad s.a.w bin Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hasyim bin Abd Manaf bin Qusay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An Nadhar bin Kinanah bin Khazimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazzar bin Ma’ad bin Adnan

Tahun kelahiran

Terdapat empat pendapat menentukan tarikh kelahiran tapi bersepakat pada bulan Rabi’ul Awal

1. 2hb Rabiul Awal
2. 8hb Rabiul Awal
3. 10hb Rabiul Awal
4. 12hb Rabiul Awal

Kisah kelahiran baginda Nabi Muhammad s.a.w

§ Mengikut pendapat yang sahih, ibu baginda Aminah binti Wahab telah mengandung dalam masa 9 bulan.

§ Berkata Ibn Al Jauzi : Aminah telah berkata ketika beliau mengandung Rasulullah s.a.w “Saya tidak merasakan saya ini sedang hamil, juga tidak merasa berat seperti yang dirasakan oleh semua wanita yang sedang hamil, namun saya merasa syak wasangka kerana haid saya tidak datang, setelah itu datanglah seseorang kepadaku pada waktuku dalam keadaan tidur dan terjaga lalu dia berkata:”apakah engkau merasakan bahawa dirimu sedang hamil? Aku menjawab: Tidak tahu. Dia berkata lagi:”sesungguhnya kamu telah mengandungkan bayi yang akan menjadi pemimpin dan nabi umat ini, waktu itu adalah hari Isnin”

§ Semasa Aminah melahirkan Nabi Muhammad s.a.w beliau telah melihat cahaya keluar dari dirinya yang dapat menyinari bumi Syam.

§ Berkata Ibn Al jauzi : Muhammad bin Sa’ad telah meriwayatkan dari segolongan ahli ilmu bahawa Aminah telah menceritakan bahawa ketika baginda s.a.w lahir baginda jatuh ke tanah dengan bersandarkan pada kedua tangannya

§ Berkata Ikrimah: Aku melihat bayi tersebut (Muhammad s.a.w) pada waktu itu matanya terbuka dan melihat ke langit.

§ Berkata Abbas bin Abdul Mutallib : Rasulullah s.a.w dilahirkan dalam keadaan telah berkhatan dan telah dipotong tali pusatnya

§ Sebelum kelahiran Nabi s.a.w api yang disembah oleh penganut agama Majusi telah terpadam dengan tiba-tiba serta gereja-gereja di sekitar tasik sawah juga turut runtuh.

§ Diceritakan bahawa iblis telah berteriak dengan empat kali teriakan :
1. Dia berteriak pada waktu Allah melaknat dan mengusirnya
2. Dia bereteriak pada waktu dihalau dan diturunkan dari Syurga
3. Dia berteriak pada waktu lahirnya Nabi Muhammad s.a.w
4. Dia berteriak ketiak surau AL Fatihah diturunkan

Kewafatan baginda s.a.w

§ PERMULAAN SAKIT.

Di hari kedua puluh sembilan (29) bulan Safar tahun kesebelas (11) hijrah, pada hari Isnin, Rasulullah berkesempatan menghadiri pengkebumian jenazah di al-Baqi'. Dipertengahan jalan sekembalinya dari al-Baqi', Baginda terasa sakit kepala, panasnya terlalu menjadi-jadi, orang yang disekeliling Baginda turut merasai kepanasannya terutama di atas kain balutan di kepala Baginda yang mulia itu.

§ MINGGU TERAKHIR

Sakit semakin memberat, membawa Rasulullah bertanya isteri-isterinya; "Di mana giliran ku besok? Di mana giliranku besok?". Semua mereka memahami tujuan Rasulullah (s.a.w) itu, justeru itu Baginda dibenarkan untuk duduk di mana-mana sahaja, dengan itu Baginda berpindah ke rumah Aisyah, Baginda berjalan di antara al-Fadlu bin al-Abbas dan Ali bin Abi Talib, sedang kepala Baginda berbungkus dengan kain, meletak kakinya selangkah demi selangkah hinggalah Baginda memasuki rumahnya, di situ Baginda menghabiskan baki umurnya yang seminggu itu.

§ LIMA HARI SEBELUM KEWAFATAN

Pada hari Rabu iaitu lima hari sebelum kewafatan, kepanasan badan Rasulullah semakin meningkat, di mana Rasulullah (s.a.w) semakin bertambah sakit dan pening-pening menyebabkan Baginda menyuruh dengan sabdanya yang bermaksud: "Curahkan ke atas ku tujuh uncang air dari berbagai telaga supaya dapat ku keluar menemui orang ramai dan aku boleh bertemu dengan mereka". Dengan itu maka yang hadir di situ membiarkan Rasulullah duduk di atas tilam kemudian mereka mencucuri air ke atas seluruh badan Rasuiullah, hingga Rasuiullah (s.a.w) berkata: "cukup, cukup".

§ EMPAT HARI SEBELUM KEWAFATAN

Di hari Khamis iaitu empat hari sebelum kewafatan, sakit Baginda semakin berat, Baginda telah meminta dengan katanya: "Tolong bawa ke mari untuk ku tulis buat kamu semua bingkisan, di mana kamu tidak akan sesat lepas itu". Walau pun nabi dalam keadaan sakit namun Baginda terus mengimami solat , hingga ke hari Khamis empat hari sebelum Baginda wafat. Di hari itu Baginda bersembahyang maghrib dengan membaca surah "al-Mursalat ".
Semasa sembahyang Isya' sakit Baginda bertambah berat, menyebabkan Baginda tidak terdaya untuk keluar ke masjid, kata Aisyah: Rasulullah bersabda yang bermaksud: "Apakah orang ramai sudah sembahyang?". Kata kami: "Tidak wahai Rasulullah, mereka semua sedang menunggu tuan hamba". Kata Baginda lagi: Sediakan air di dalam talam itu". Kami pun berbuat mengikut seperti suruhan Baginda, dengan itu Baginda pun bersuci, dan bangun namun Baginda telah pitam di situ kemudian sedai bertanya pula: "Apakah orang ramai sudah bersembahyang. Kejadian pitam ini berulang kali berlaku seperti yang pertama iaitu selepas Baginda bersuci, akhirnya Baginda suruh Abu Bakr bersembahyang mengimami orang ramai.

§ SEHARI ATAU DUA HARI SEBELUM WAFAT

Di hari Sabtu atau Ahad nabi (s.a.w) merasa dirinya ringan sedikit, justeru itu Baginda keluar dengan dibantu oleh dua orang untuk bersembahyang Zohor, sedang Abu Bakr mengimami orang ramai.

§ SEHARI SEBELUM WAFAT

Pada hari Ahad iaitu sehari sebelum wafat, Rasulullah (s.a.w) memerdekakan kesemua hamba sahaya, bersedekah dengan tujuh dinar yang Baginda miliki pada ketika itu, semua senjata-senjatanya diberikan kepada kaum muslimin. Di malam berkenaan Aisyah meminjam minyak untuk menghidupkan lampu dari jirannya, baju besi Rasulullah s.a.w tergadai pada seorang Yahudi dengan tiga puluh cupak gandum.

§ HARI TERAKHIR DALAM HAYAT BAGINDA

Anas bin Malik meriwayatkan katanya: Sekalian kaum muslimin yang sedang bersolat Subuh di belakang Abu Bakr di hari Isnin itu dikejut oleh kemunculan Rasulullah dari sebelah tabir bilik Aisyah sedang jemaah bersembahyang. Baginda melihat dan memberi senyumannya, Abu
Bakr pun berundur ke belakang untuk menyertai saf di belakang, kerana beliau menyangka Rasulullah hendak keluar bersembahyang. Kata Anas lagi: Hampir-hampir sidang jemaah terpesona dengan solat mereka kerana gembira melihat Rasulullah (s.a.w) namun Baginda memberi isyarat kepada mereka supaya meneruskan sembahyang. Lepas itu Baginda melepaskan tabir dan masuk ke dalam. Selepas itu Rasulullah (s.a.w) tidak berkesempatan lagi untuk bersembahyang lima waktu yang lain. Semasa siang semakin cerah Rasulullah (s.a.w) menjemput Fatimah dan membisik kepadanya sesuatu, menyebabkan beliau menangis, lepas itu Baginda memanggil Fatimah dan membisik kepadanya sesuatu menyebabkan Fatimah tersenyum, kemudian Aisyah berkata: Kami pun bertanya apa ceritanya?. Jawab Fatimah: "Baginda membisik bahawa Allah akan menjemputnya melalui sakit yang Baginda alami ini, itulah yang membawa aku menangis, pada kali kedua Rasulullah (s.a.w) membisikkan bahawa daku ahli keluarganya yang diwafatkan Allah selepas Baginda, itulah yang menyebabkan daku tersenyum". Selain dari itu Rasulullah (s.a.w) juga memberi khabar gembira (tabsyir) kepada Fatimah bahawa beliau adalah Syayyidah Nisa' al-'Alamin (Penghulu Wanita Dunia). Fatimah melihat
beban kesakitan terlalu berat dialami oleh Rasulullah (s.a.w). Beliau berkata: "Alangkah berat siksa bapa". Jawab Rasulullah (s.a.w): "Tiada siksa lagi bagi bapamu selepas hari ini". Di saat ini Rasulullah (s.a.w) memanggil al-Hasan dan al-Husain dan Baginda mencium kedua-duanya sambil berwasiat kepada mereka berdua dengan kebaikan, kemudian Rasulullah menjemput isteri-isterinya, menasihati dan memperingatkan mereka. Kesakitan semakin bertambah, dan kesan racun yang Baginda termakan di hari Khaibar boleh dilihat, menyebabkan Rasulullah berkata: "Wahai Aisyah kini aku masih terasa sakit kesan makanan di hari Khaibar dahulu, inilah masanya aku mendapati nafas ku sesak terputus-putus kerana kesan racun itu". Rasulullah mewasiatkan orang ramai dengan sabdanya: "Solat, solat dan berbuat baiklah kepada hamba sahaya milik kamu". Baginda mengulangi ungkapan ini berkali-kali.


§ NAZAK

Saat nazak mendatangi Rasulullah (s.a.w), dan Aisyah bertindak membiarkan Rasulullah (s.a.w) bersandar kepadanya. Hal ini beliau ceritakan dengan katanya: "Sebenarnya di antara nikmat anugerah Allah ke atas ku di mana Rasulullah meninggal di rumahku, di hari giliran ku di antara dada dan leherku, dan mencantumkan di antara liur ku dan liur Baginda semasa kewafatan Baginda. Sebelum itu Abdul al-Rahman bin Abu Bakr telah masuk ke bilik beliau dengan memegang kayu suginya, dan aku membiarkan Rasulullah (s.a.w) bersandar, kulihat Rasulullah (s.a.w) memerhati ke arahnya, ku sedar bahawa Rasulullah (s.a.w) suka dan hendakkan siwak (sugi) tersebut. Justeru aku bertanya: Mahukah ku ambil untukmu Rasulullah? Rasulullah (s.a.w) pun mengangguk kepalanya, kemudian ku berikan siwak kepada Baginda, tetapi ianya keras sedikit dan ku berkata: Biarkan ku lembutkannya? Baginda menganguk kepalanya, dengan itu ku pun melembutkannya, maka Rasulullah (s.a.w) pun bersugi dengannya". Dalam satu riwayat lain bahawa Baginda bersugi dengan sepuas-puasnya, pada masa itu terdapat sebuah bijana di hadapan Rasulullah berisi air di mana Baginda memasukkan tangannya untuk menyapukan air ke mukanya sambil berkata yang bermaksud: "Sebenar kematian ini ada sakarahnya" Tidak berapa lama selepas Baginda selesai menyugi giginya, Rasulullah pun mengangkat tangannya ke langit atau jarinya diikuti dengan renungan matanya ke atas, disusuli dengan gerakan bibirnya. Aisyah telah mendengar ungkapan terakhir yang dilafazkan oleh Rasulullah (s.a.w) seperti berikut : Bersama-sama dengan mereka yang telah Engkau kurniakan dan golongan para nabi, siddiqin, syuhada' dan salihin, Ya Allah Ya Tuhanku ampunilah daku dan kasihanilah daku, letakkanlah daku dengan Kekasih yang Tertinggi, Ya Allah Ya Tuhanku Kekasih yang Tertinggi. Baginda mengulangi lafaz yang terakhir sebanyak tiga kali dan tangan Baginda pun layu turun ke bawah, maka Baginda pun terus bersama Kekasih Yang Tertinggi. "Sesungguhnya kita ini bagi Allah dan sesungguhnya kepadaNya kita semua kembali". Peristiwa kewafatan Rasulullah ini berlaku ketika pagi sudah meningkat di hari Isnin dua belas (12) Rabiulawwal tahun kesebelas (11) Hijrah di waktu usia Rasulullah genap enam puluh tiga (63) tahun dan empat (4) hari.
 
Rahsia Sujud dalam Solat

Sujud melegakan sistem pernafasan. MUNGKIN ramai di kalangan umat Islam tidak sedar mengenai pelbagai hikmah yang tersembunyi ketika sujud. Pada hal, kita perlu sedar bahawa tiada suatu pun ciptaan dan suruhan Allah s.w.t. yang sia-sia, malahan setiap ciptaan itu mempunyai kelebihan yang selalunya tidak terjangkau akal manusia.

Manusia melakukan sujud dalam dua bentuk, iaitu sujud fizikal seperti ketika bersolat dan sujud spiritual berbentuk ketaatan kepada perintah Allah s.w.t. dan menjauhi larangannya. Ulama mengatakan sujud ketika solat adalah waktu manusia paling hampir dengan Allah s.w.t. dan mereka menggalakkan kita bersujud lebih lama.

Antara hikmah lain sujud adalah melegakan sistem pernafasan dan mengembalikan kedudukan organ ke tempat asalnya. Bernafas ketika sujud pula boleh:

- membetulkan kedudukan buah pinggang yang terkeluar sedikit dari tempat asalnya.

- membetulkan pundi peranakan yang jatuh.

- melegakan sakit hernia. (burut)

- mengurangkan sakit senggugut ketika haid.

- melegakan paru-paru daripada ketegangan.

- mengurangkan kesakitan bagi pesakit apendiks atau limpa.

- kedudukan sujud adalah paling baik untuk berehat dan mengimbangkan lingkungan bahagian belakang tubuh.

- meringankan bahagian pelvis.

- memberi dorongan supaya mudah tidur.

- menggerakkan otot bahu, dada, leher, perut serta punggung ketika akan sujud dan bangun daripada sujud.

- pergerakan otot itu menjadikan ototnya lebih kuat dan elastik, secara automatic memastikan kelicinan perjalanan darah yang baik.

- bagi wanita, pergerakan otot itu menjadikan buah dadanya lebih baik, mudah berfungsi untuk menyusukan bayi dan terhindar daripada sakit buah dada.

- mengurangkan kegemukan.

- pergerakan bahagian otot memudahkan wanita bersalin, organ peranakan mudah kembali ke ! tempat asal serta terhindar daripada sakit gelombang perut (convulsions).

- organ terpenting iaitu otak manusia menerima banyak bekalan darah dan oksigen.

- mengelakkan pendarahan otak jika tiba-tiba menerima pengepaman darah ke otak secara kuat dan mengejut serta terhindar penyakit salur darah dan sebagainya.

Dari segi psikologi pula, sujud membuatkan kita merasa rendah diri di hadapan Yang Maha Pencipta sekali gus mengikis sifat sombong, riak, takbur dan sebagainya.

Dari segi perubatan, kesan sujud yang lama akan menambahkan kekuatan aliran darah ke otak yang boleh mengelakkan pening kepala danmigrain, menyegarkan otak serta menajamkan akal fikiran sekali gus menguatkan mentaliti seseorang.

Menurut kajian, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah sedangkan setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal dan sempurna.

Tujuh kalimat
Sabda Rasulullah S.A.W “Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak busa/buih laut ”

1. Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.

2. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.

3. Mengucap Astagfirullah jika lidah tersilap perkataan yang tidak patut

4. Mengucap Insya Allah jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.

5. Mengucap La haula wala kuwwata illa billah jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.

6. Mengucap inna lillahi wa inna ilaihi rajiun jika menghadapi dan menerima musibah.

7. Mengucap La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah sepanjang siang malam sehingga tak terpisah dari lidahnya dari tafsir hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu mudah-mudahan jadi bisa, kerana sudah biasa!
 
jazakallah..

semoga Allah membalas jasa TT..
 
PETIKAN : ’Nota Hati Seorang Lelaki’ ( Pahrol Mohd Juoi )

Inilah cerita benar. Cerita benar seorang penulis yang Berjaya. Beginilah kisahnya...

Entahlah apa yang selalu bermain pada fikiran ayah. Apabila saya ingin pulang kembali ke kota, dia kerap minta duit. Seakan-akan mendesak....

” Ada duit? Minta ayah sedikit..”

Saya masih ingat waktu itu kehidupan saya terlalu sukar. Untuk mendapat seratus ringgit di dalam poket pada satu-satu masa pun payah. Kalau balik kampung selalunya duit yang ada hanya cukup-cukup tambang. Mujurlah, isteri dan anak-anak saya sudah faham. Alhamdulilah mereka ’sporting’ dan tidak banyak meragam.

”Emak, ayah asyik minta duit. Bukan tak mahu bagi, tapi saya memang tak ada duit,” Bisik saya kepada emak. Emak seperti biasa, berwajah selamba, sukar ditembak reaksinya.

” Bagilah beberapa yang ada,” cadang emak pendek.
”Takkan 5 ringgit?”

Emak mengganguk.

Saya rasa bersalah untuk memberi ayah wang sebanyak itu. Apalah yang boleh dibeli dengan wang 5 ringgit....Tapi kerana tidak mahu menghampakan harapa ayah dan ikutkan cadangan emak, saya gagahi juga memberinya.

Ayah selalunya tersenyum menerima pemberian saya. Tetapi yang mengejutkan ialah apabila kami sekeluarga berada dalam perut bas dalam perjalanan pulang ke kota. Di kocek anak saya sudah terselit wang sepuluh ringgit. Siapa yang bagi kalau bukan ayah? 10 tolak 5, saya masih ’untung’ 5 ringgit. Geli hati mengenangkannya.

Begitulah selalunya tahun demi tahun. Apabila kami pulang ziarah ke kampung, saya akan memberi pemintaan ayah. Kengkadang terlupa, tetapi ayah akan selalu mengigatkan. Akhirnya, saya memang sediakan peruntukan khas untuk diberikan kepada ayah setiap kali pulang kampung. Kedudukan ekonomi saya yang masih goyah kekadang hanya mengizinkan wang dua ringgit untuk diberikan kepada ayah. Ironinya, ayah tetap dengan pemintaannya dan tetap tersenyum apabila menerima. Tidak kira berapa jumlahnya. Emak terus-terusan selamba. Saya masih sukar menandingi ketajaman rasa seorang isteri (emak) dalam memahami hati suaminya (ayah).

Begitupun setiap kali dalam perjalanan pulang, kocek anak saya akan jadi sasaran. Kekadang itulah duit pelengkap membeli tiket pulang. Ayah akan setiap memasukkan duit yang melebihi jumlah saya berikan kepadanya. Saya tidak mengambil masa lama untuk memahami apa maksud tersirat disebalik perlakuan ayah itu. Dia meminta wang pada saya bukan kerana ’tidak ada’, tetapi dia ada sesuatu yang lebih besar ingin dicapainya atau disampaikannya.

Namun, secara bertahap-tahap buku tulisan saya semakin mendapat sambutan. Bukan itu sahaja, perniagaan yang saya mulakan secara kecil-kecilan semakin membesar. Kalau dulu kami pulang ke kampung dengan bas, tetapi selepas beberapa tahun saya pulang dengan kereta milik sendiri. Saya masih ingat komen ayah ketika saya pulang dengan kereta kecil Kancil milik kami sendiri.

”Nanti, besarlah kereta kamu ini....” ujur ayah senyum.

Apapun saya tetap memenuhi permintaan ayah setiap kali pulang ke kampung. Wang saya dahulukan kepadanya. Dan ayah juga konsisten dengan sikapnya, ada sahaja wang yang diselitkan dalam kocek anak saya.

” Eh tak payahlah ayah...” sekarang saya mula berani bersuara. Ekonomi keluarga sudah agak stabil. Malu rasanya mengambil duit ayah walaupun perantaraan pemberian datuk kepada cucunya. Saya tahu dan sedar, hakikatnya ayah hendak memberi kepada saya sejak dulu, tetapi sengaja atau tidak ingin saya merasa segan, duit diberi melalui anak.

”Kenapa, dah kaya?” usik ayah. Hendak tak hendak, duit dikocek anak tetap diselitkannya. Cuma sekarang bezanya, duit itu tidak lagi ’dikebas’ oleh saya. Dan dalam hati, saya mula berasa senang kerana jumlah yang saya berikan kepada ayah, kini sudah melebihi apa yang mampu diselitkan ke kocek anak saya. Tidak semacam dulu lagi, duit pemberian ayah kepada anak saya sentiasa melebihi duit pemberian saya kepadanya.

Masin sungguh mulut ayah. Tidak sampai tiga tahun, kami bertukar kereta!. Di samping menulis, saya menjadi penerbit. Perniagaan semakin rancak. Oleh sebab bilangan anak bertambah dan keperluan kerja yang meningkat saya sudah membeli MPV utuk kegunaan harian. Anak-anak mula menjejak menara gading. Kehidupan semakin laju dan aktiviti semakin rancak. Namun sibuk sekalipun saya tetap pulang menziarahi ayah dan ibu. Anehnya ayah tetap memberi kepada anak saya walaupun kini saya telah dikenali sebagai korporat yang berjaya. Rupa-rupanya, ayah memberi bukan kerana kekurangan atau kelebihan kami, tetapi dia MEMBERI KERANA ALLAH. Mencontohi Allah al-Wahhab itu!

Anda ingin tah apa pesan penulis itu kepada saya? Ya, mari kongsi bersama :

” Kini aku benar-benar faham bahawa ibu ayah yang tua bukan beban dalam kehidupan di dunia, lebih-lebih lagi dalam kehidupan di akhirat. Mereka bukan ’liabiliti’ tetapi sebenarnya aset untuk kita (walaupun istilah itu sebenarnya kurang atau tidak tepat kerana ibubapa bukan benda). Rugi betul siapa yang mempunyai ibu bapa yang telah tua tetapi mengabaikannya.
”memberi kepada ibu bapa hakikatnya memberi kepada diri sendiri. Walaupun itu bukan niat kita ketika memberi, tetapi percayalah rezeki berganda akan pulang kepada kita semula. DOA MEREKA MUSTAJAB. Harapan mereka kenyataan. Kasih mereka bekalan. Benarlah sepertimana sabda Rasulullah s.a.w, keredhaan Allah terletak kepada keredhaan ibu bapa.”

Baiklah, inilah sebenarnya rahsia ’perniagaan’ yang jarang-jarang diperkatakan oleh tokoh korporat. Juga tidak pernah ditulis dalam mana-mana buku perniagaan. Masih punya ibubapa? MEMBERILAH KEPADA MEREKA. Tidak ada? Tidak mengapa, memberilah kepada anak-anak anda. Tidak ada juga? Memberilah kepada sesiapa sahaja. Kita sentiasa berfikir untuk memberi. Memberi kepada orang lain bererti memberi kepada diri kita sendiri walaupun itu bukan maksud kita ketika mula memberi!
 
Laman Ilmu - Sihir

Panduan Elak Diri Dari Sihir

( petikan dari jawapan soal jawab majalah I keluaran Oktober 2006)

Oleh : Ust Zaharuddin Abd Rahman


Soalan : -


Ustaz, saya telah memulakan perniagaan kira-kira enam bulan yang lalu dengan membuka sebuah warung makanan.
Pada mulanya perniagaan berjalan lancar tetapi setelah dua bulan, perniagaan mula merosot. Adakalanya saya hanya
mendapat sebanyak RM20 sehari. Lauk-pauk yang banyak terpaksa dibuang begitu sahaja.


Saya ada memanggil dukun untuk menengokkan perniagaan saya. Kata dukun tersebut, ada orang yang telah menyihir
saya. Kemudian baru saya teringat saya pernah terjumpa sebuah bungkusan yang mengandungi tanah dan beberapa
barangan lain ditinggalkan di kedai saya dan saya terus membuangnya ke dalam tong sampah.


Saya ingin meminta nasihat daripada ustaz, apakah amalan-amalan yang patut saya buat bagi menghindari perbuatan
sihir seperti ini.


- Siti Hawa, Kajang.




Jawapan :


Pertamanya, perlu lebih berhati-hati dalam berjumpa, mendapatkan dan percaya dengan dukun-dukun. Ini kerana Nabi
SAW pernah mengingatkan : "Sesiapa yang mendatangi tukang tilik dan tukang tenung ( bagi mendapatkan bantuan
berkaitan ghaib), kemudian mempercayai ramalan si tukang/dukun tadi, maka ia (yang pergi berjumpa itu) telah pun
kufur dengan agama Nabi Muhammad SAW " ( Riwayat Al-Bazar & Abu Ya'la, Albani : Sohih, Ghayatul Maram, no 285)


Kedua : Bagi melindungi diri dari sihir, yang terbaik adalah anda sentiasa menjaga solat lima waktu serta meningkatkan
kualiti solat. Membaca al-Quran dan zikir secara berterusan dan komited. Ini ternyata dari firman Allah ertinya :


" Sesungguhnya tidak ada kekuasaan bagimu (Syaitan) terhadap hamba-hambaKu, kecuali (kamu punyai kuasa) ke atas
mereka yang mengikut kamu, iaitu orang-orang yang sesat" ( Al-Hijr: 42)


Juga satu lagi firman Allah SWT ertinya : "Sesungguhnya Syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang
beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya" ( An-Nahl : 99)


Sebelum saya menyebut beberapa ayat yang boleh di amalkan bagi mengelak sihir, sesorang itu perlulah jelas beberapa
fakta terlebih dahulu :-

1) Kewujudan sihir telah diiktiraf oleh Allah SWT di dalam al-Quran dan boleh datang dalam pelbagai bentuk.

2) Sihir boleh termasuk dalam perkara yang membawa sesuatu manfaat atau kejahatan . Ia berdasar firman Allah : " ...
Mereka mengamalkan apa yang diajarkan oleh syaitan pada masa kerajaan Sulayman. Padahal Sulayman itu bukanlah
dari golongan orang yang ingkar. Mereka mengajarkan manusia ilmu sihir, yang diturunkan kepada kedua malaikat di
negeri Babel, iaitu Harut dan Marut. Sedang keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang pun sebelum
mengatakan "sesungguhnya kami hanya cubaan dan janganlah kamu kufur dan menyalah gunakan ". Tetapi manusia
mempelajari dari keduanya dan digunakan (mengikut ajaran syaitan) untuk mencerai beraikan suami isteri.... Bahkan
mereka yang ingkar akan merasakan yang amalannya itu semata mata menyakitkan dan tidak memanfaatkan mereka
pun" ( Al-Baqarah : 102)

3) Sihir tidak boleh berfungsi dan memberi sebarang kesan kecuali dengan izin Allah SWT , ia dari firman Allah SWT :
"..Sesungguhnya mereka tidak dapat membinasakan sesiapa pun tanpa keizinan Allah. " ( Al-Baqarah : 102 )

4) Amaran Allah dan RasulNya bagi pengamal ilmu sihir :-

Ertinya firman Allah : " Oleh itu mereka akan ketahui dengan sepenuhnya sesiapa yang mengamalkan ilmu sihir, tidak akan
mendapatkan bahagian yang baik di hari Akhirat kelak. ( Al-BAqarah : 102)

Sabda Nabi SAW tentang dosa besar sihir :

Ia berdasarkan hadith nabi SAW : Ertinya : "Jauhilah tujuh dosa besar, Syirik, Sihir, membunuh tanpa hak, makan harta
anak yatim, makan riba, lari dari medan peperangan (kerana takut) dan menuduh perempuan yang suci dengan zina (
tanpa saksi adil) " ( Riwayat al-Bukhari dan Muslim)


Beberapa cara di bawah bolehlah di amalkan untuk mengelak sihir :-


1) Al-Fatihah.


2) Membaca tiga surah terakhir atau 3 Qul setiap hari.

Ia berdasarkan hadith :

Ertinya : Baginda S.A.W telah berkata kepadaku : "Bacalah Qul Huwa Allahu Ahad" (al-ikhlas) dan (surah an-Nas) dan
(surah al-falaq) sebanyak 3 kali ketika pagi dan petang, ia mampu mencukupkan kamu dari segala sesuatu.( At-Tirmidzi,
Bab Doa yang disebut Ketika Ingin Tidur, no 3570 ; Sunan Abu Daud, Bab Apa Yang Dibaca Ketika Subuh, no 5072 (
Nuzhatul Muttaqin, no 1457 , 2/229 ) At-Tirmidzi : Hasan Sohih, An-Nawawi : Sohih


3) Ayat al-Kursi selepas solat ( iaitu surah Al-Baqarah ayat 255)

Dalilnya :

Ertinya : "Sesiapa yang membaca ayat Kursi setiap kali selepas solat, maka tiada siapa yang dapat menghalangnya dari
memasuki syurga" (Riwayat an-Nasaie dan at-Tabrani dengan sanad salah satu antaranya Sohih. Antara yang
mengatakan hadith ini sebagai SOHIH adalah Ibn Hibban, Abul Hasan (guru Ibn Munzir), Az-Zahabi, Ibn Hajar, Al-
Qaradawi (Rujuk Al-Muntaqa min at-Targhib wa at-Tarhib lil Munziri, Bab Zikir Selepas Solat Fardhu, no 890, 1/426)


4)Membaca doa ini dengan setiap hari iaitu 3 kali : "Bismillahillazi La Yadhurru Ma'asmihi Syai un Fil Ardi Wala
Fisamaie, wa huwas Sami'ul ‘Alim".

Dalilnya :-

Ertinya : Rasulullah S.A.W bersabda : ((Tiada seorang hamba pun yang berkata setiap pagi dan petangnya : "Dengan
nama Allah yang tiada siapa mampu memudaratkan dengan namaNya samada di dunia mahupun di langit, dan Dialah
maha mendengar lagi maha mengetahui" sebanyak 3 kali, kecuali tiada apa yang mampu memudaratkannya)) (Sohih
Muslim, no 2731 (Nuzhatul Muttaqin, no 1413, 2/207)


5) Membaca dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah pada waktu malam

Ertinya : "Barangsiapa membaca 2 ayat terakhir ( ayat no 285 dan 286 ) dari surah al-Baqarah dalam satu malam, maka
2 ayat itu telah pun mencukupi baginya"(Al-Bukhari & Muslim)


6) Membaca zikir : "La ilaha illah wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wahuwa ‘ala
kulli syai'in Qodir " ( sepuluh kali )

Ertinya : Bersabdalah Nabi S.A.W : Barangsiapa menyebut : " Tiada tuhan melainkan Allah Yang Esa, tiada sekutu
bagiNya, bagiNya segala kerajaan dan bagiNya kepujian, yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia maha
berkuasa atas segala sesuatu"sebanyak seratus kali selepas solat Maghrib, nescaya Allah akan membangkitkan ia (di
hari qiamat) dengan senjata yang mampu melindunginya dari Syaitan sehinggalah pagi esoknya, dan dituliskan baginya
sepuluh kebaikan seperti pahala menunaikan perkara wajib, dan dipadamkan darinya sepuluh kejahatan seperti dosadosa
besar. Dan ia standing dengan membebaskan 10 hamba wanita islam." (Sunan At-Tirmidzi, Bab Doa nabi SAW ,
no 3534 , hlm 802 ; At-Tirmidzi : Hasan Ghorib , Al-Albani : Hasan)


7) Membaca : " A'uzu bikalimatillah at-Tammati min syarrima Khalaq"


Ertinya : Adapun jika engkau menyebut tatkala kamu berpetang-petang : (( Aku berlindung dengan kalimah Allah yang
maha sempurna dari segala kejahatan makhluk)) , nescaya tiada sesuatu apa akan memudaratkanmu. ( Riwayat Muslim
Rujuk Al-Muntaqa min at-Targhib wa at-Tarhib lil Munziri, Bab Zikir Yang Disebut Ketika Subuh, no 336, 1/225 )
 
Malam Nisfu Syaaban

Tiada hadis sahih bicarakan malam Nisfu Syaaban
Posted by: nurjeehan in Akidah, Ibadah & Doa, Tazkirah

Oleh Dr Engku Ahmad Zaki Engku Alwi

SYAABAN adalah salah satu bulan Hijrah yang mempunyai keistimewaan tersendiri. Syaaban dianggap pintu gerbang Ramadan kerana pada bulan itu umat Islam masih boleh makan dan minum pada siang hari sebelum mereka menyambut kedatangan bulan puasa yang penuh berkat.

Kelebihan Syaaban dapat dilihat apabila Rasulullah SAW pernah memberitahu sahabat mengenai Syaaban. Bulan itu dinamakan demikian kerana pada bulan itu Allah banyak memberi rahmat kepada hamba-Nya.

Kelebihan Syaaban berbanding bulan lain ialah seperti kelebihan Rasulullah SAW terhadap semua nabi, manakala keutamaan bulan Ramadan berbanding dengan semua bulan adalah seperti keutamaan Allah kepada hamba-Nya.

Pada bulan Syaaban, ada satu malam sangat dinantikan umat Islam iaitu malam Nisfu Syaaban. Pada malam itu, umat Islam akan membanjiri masjid dan surau untuk menghidupkan malam itu dengan bacaan surah Yasin secara beramai-ramai.

Malangnya, timbul persoalan mengapa umat Islam hanya melangkah kaki ke masjid dan surau pada malam Nisfu Syaaban saja, tidak pada hari lain dalam bulan lain. Perlu ditegaskan, setiap bulan Hijrah memiliki keistimewaan dan kelebihan masing-masing dan bagi Muslim bertakwa akan sentiasa berusaha merebut dan meraih keistimewaan yang Allah sediakan pada bulan itu.

Muslim sejati tidak akan memilih bulan tertentu untuk beribadat kepada Allah. Dia akan sentiasa beristiqamah dan beriltizam menjunjung segala titah dan perintah Allah pada setiap masa dan keadaan sehinggalah dia menghadap Allah nanti.

Di samping itu, terdapat juga himpunan hadis menerangkan keistimewaan Syaaban, kelebihan malam Nisfu Syaaban dan keutamaan amalan tertentu pada bulan itu. Namun, kebanyakan hadis itu adalah hadis daif menurut pandangan ulama. Walau bagaimanapun ada sebahagian ulama berpendapat hadis daif boleh dipegang dalam amalan sunat secara perseorangan.

Pada Syaaban ini, umat Islam dianjurkan lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan meningkatkan amal soleh dan memperbanyakkan ibadat. Tidak ada hadis diriwayatkan berkaitan dengan amalan dan bacaan doa tertentu pada pertengahan Syaaban mencapai taraf hadis sahih. Menurut mereka, tidak ada satu pun hadis sahih yang membicarakan mengenai malam Nisfu Syaaban dan amalan dianjurkan pada malam itu.

Berdasarkan amalan biasa dilakukan umat Islam di Malaysia iaitu amalan membaca surah Yasin sebanyak tiga kali dan juga bacaan doa khusus (doa yang tidak ada asal usulnya dan tidak menepati dalil Syarak sama ada dalil manqul (bersumberkan al-Quran dan hadis) atau ma’qul (bersumberkan pendapat ulama mujtahidin yang muktabar).

Menurut Prof Dr Yusuf al-Qaradawi dalam kitabnya al-Fatawa, kandungan doa itu secara umumnya adalah permohonan supaya ditetapkan sebagai seorang yang bahagia dan murah rezeki bersesuaian dengan segala kebaikan.

Maksud doa itu berdasarkan firman Allah yang bermaksud:
“Sesungguhnya Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya ummul kitab (ibu segala suratan).â€￾ (Surah al-Ra‘d , ayat 39)

Jelas di sini percanggahan nyata dalam isi kandungan doa ini. Pada permulaannya pemohon berkata, jika tertulis di sisi Allah di dalam kitabnya sebagai seorang yang susah dalam urusan mencari rezeki, pendoa meminta supaya dihapuskan kesusahan itu dan ditetapkan di sisi Allah di dalam kitabnya (yang sama) sebagai seorang bahagia dan murah rezeki untuk segala kebaikan, berdasarkan maksud ayat yang disebutkan.

Makna ummul kitab ialah tidak ada di dalamnya penghapusan dan tidak ada pengisbatan (penetapan), bagaimana dia (orang yang berdoa) pada masa yang sama memohon penghapusan dan pengisbatan di dalamnya.

Pada masa sama, ucapan doa itu bertentangan dengan adab berdoa seperti digariskan ajaran Islam. Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:

“Apabila kamu meminta kepada Allah (berdoa kepada-Nya), janganlah kamu ucapkan: Ya Allah ampunilah jika Kamu kehendaki, rahmatilah daku jika Kamu kehendaki, berikanlah rezeki padaku jika Kamu kehendaki, sebaliknya hendaklah kamu menetapkan permasalahannya (apa yang diminta), Allah Maha Berkuasa melakukan berdasarkan ketentuan-Nya dan tidak ada paksaan ke atas-Nya.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Seterusnya, umat Islam dianjurkan melaksanakan amal ibadat sebanyak mungkin menurut kemampuannya pada malam itu antaranya solat lima waktu secara berjemaah, bersolat sunat dan melakukan solat tahajud, berpuasa sunat, membaca al-Quran, beristighfar kepada Allah, bertasbih, bertahlil, bertakbir dan membaca pelbagai doa dan zikir yang ma’thur.

- Dr Engku Ahmad Zaki Engku Alwi ialah Timbalan Dekan Fakulti Pengajian Kontemporari Islam, Universiti Darul Iman Malaysia.
 
Back
Top
Log in Register