BTC USD 81,561.3 Gold USD 4,084.59
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Hadis Imam Al-Bukhari

Dari Anas r.a. berkata, Nabi
saw masuk masjid tiba-tiba
beliau menemukan tali yang
terhulur di antara dua tiang.

Nabi saw bertanya, “Tali apakah
ini?”

Jawab orang ramai,
“Tali kepunyaan Zainab kalau dia
merasa hendak berdiri solat, dia
berpegangan dengannya.”

Maka Nabi saw bersabda, “Lepaskan
tali itu.

Hendaklah solat
dilakukan dalam keadaan
tangkas, cekap,mampu dan apabila
letih (mengantuk) hendaklah
tidur.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari ‘Aisyah r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda, “Jika
mengantuk salah seorang dari
kamu dalam mengerjakan
solat hendaklah dia tidur
sehingga hilang rasa
mengantuknya.

Sesungguhnya jika
seseorang mengerjakan solat
dengan mengantuk, jangan-
jangan dia akan membaca
istighfar lalu mengigau
mengumpat dirinya sendiri.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abu Hurairah r.a. berkata:
Nabi saw bersabda, “Biarkanlah
selama aku membiarkan kamu
dalam kebebasanmu.

Maka sesungguhnya penyebab
kebinasaan umat terdahulu
sebelummu adalah kerana
mereka banyak bertanya dan
menyalahi Nabi-nabi mereka.

Maka apabila aku mencegahmu
dari sesuatu perkara,
tinggalkanlah perkara itu dan
jika aku perintahkan sesuatu
perkara, kerjakanlah sekuat
tenagamu.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Anas r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda,
“Janganlah seorang dari kamu
mengharap-harapkan mati
disebabkan oleh penderitaan
yang dialaminya maka jika
harus terpaksa berkata,
ucapkanlah, ALLAHUMMA
AHYINII MAAKAANATIL HA
AATU KHAIRAN LII WA
TAWAFFANII IDZAA KAANATIL
WAFAATU KHAIRAN LII

(Ya Allah, hidupkanlah aku selama
hidup ini lebih baik bagiku dan
matikanlah aku apabila mati itu
lebih baik bagiku).”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a.
berkata: Ketika selesai perang
Hunain, Rasulullah saw
mengutamakan pembahagian
ghanimah kepada beberapa
orang terkemuka dari bangsa
Quraisy yang baru masuk Islam

maka diberikan seratus unta
kepada al-Aqra’ bin Habis dan
seratus ekor unta untuk
Uyainah bin Hishn dan
beberapa orang lainnya dari
pemuka bangsa Quraisy
sehingga ada seseorang
berkata, “Demi Allah,
pembahagian ini tidak adil dan
tidak kerana Allah.”

Ibnu Mas’ud berkata, “Demi Allah,
akan saya sampaikan perkataan
itu kepada Rasulullah saw.”

Maka saya segera pergi
memberitahukan hal itu kepada
Rasulullah saw,

kemudian
baginda berkata, “Siapakah yang
adil, jika Allah dan Rasulullah
dianggap tidak adil?”

Kemudian
baginda berdoa, “Semoga Allah
tetap merahmati Musa,
sesungguhnya dia telah
memperoleh gangguan lebih
banyak dari ini tetapi sabar.”

Ibnu Mas’ud berkata, “Saya
pasti tidak akan menyampaikan
suatu berita seperti itu lagi
kepada Rasulullah saw sesudah
kejadian ini.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Sulaiman bin Shurad r.a.
berkata: ketika saya duduk
bersama Rasulullah saw, tiba-
tiba ada dua orang saling
memaki sedang salah satu
telah merah wajahnya dan
tegang pula urat lehernya maka
Rasulullah saw bersabda,

“Saya mengetahui suatu kalimat yang
apabila kalimat itu dibaca,
pasti hilang apa yang
dirasakannya yaitu

A’UDZUBILLAAHI
MINASYSYAITHONIR RAJIIM.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a.
berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Akan terjadi
sepeninggalku sifat monopoli
(mementingkan diri sendiri)
dan beberapa kemungkaran.”

Sahabat bertanya,
“Ya Rasulullah, bagaimana pesan
tuan kepada kami menghadapi
hal itu?”

Nabi saw bersabda,
“Tunaikanlah kewajipanmu dan
mintalah kepada Allah untuk
mendapatkan hakmu.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abdullah bin Abbas r.a.
berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Telah ditunjukkan
kepadaku keadaan umat yang
dahulu hingga aku melihat
seorang Nabi dengan
rombongan yang kecil dan ada
Nabi yang mempunyai pengikut
satu dua orang bahkan ada
Nabi yang tidak ada
pengikutnya.

Tiba-tiba terlihat
olehku rombongan yang besar,
saya fikir itu umatku maka
diberitahu kepadaku bahawa itu
Nabi Musa dan kaumnya tetapi
lihatlah ke ufuk kanan dan
kirimu.

Tiba-tiba di sana aku
melihat rombongan yang besar
sekali.

Dikatakan kepadaku:
"Itulah umatmu dan di samping
mereka ada tujuh puluh ribu
orang yang masuk surga tanpa
perhitungan (hisab).”

Setelah itu Rasulullah saw bangun dan masuk ke
rumahnya sehingga para
sahabat saling
memperbincangkan orang-orang
yang akan masuk surga tanpa
hisab itu. Ada yang
berpendapat, “Mungkin mereka
adalah sahabat-sahabat Nabi
saw.”

Ada pula yang
berpendapat, “Mungkin mereka
yang lahir dalam Islam dan
tidak pernah mempersekutukan
Allah.” dan berbagai pendapat
lainnya yang mereka sebutkan.

Kemudian Rasulullah saw
kembali dan bertanya, “Apa
yang sedang kalian
bicarakan?”

Mereka
memberitahukan segala
pembicaraan mereka maka
Rasulullah saw bersabda,
“Mereka yang tidak pernah
menjampi atau dijampikan dan
tidak suka menilik nasib
dengan perantaraan burung

dan kepada Tuhan mereka
selalu berserah diri (tawakal).

Maka bangunlah ‘Ukkasyah bin
Mihshan dan berkata, “Ya
Rasulullah, doakan semoga
Allah memasukkan aku dari
golongan mereka.”

Nabi saw menjawab, “Engkau termasuk
golongan mereka.” Kemudian
orang lain berdiri, minta izin dan
berkata, “Doakan semoga Allah
menjadikan aku dari golongan
mereka.”

Nabi saw menjawab,
“Engkau telah didahului oleh
‘Ukkasyah.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari ‘Aisyah r.a. berkata: Ketika
Nabi saw masuk ke rumah kami
kebetulan dengan adanya
seorang wanita maka Nabi saw
bertanya,

“Siapakah wanita
itu?”

Jawab ‘Aisyah, “Ini
Falunah yang terkenal ibadah
shalatnya banyak sekali.”

Maka Nabi saw bersabda, “Ah (kata
yang menyatakan kurang
senang), hendaklah ia
mengerjakan menurut kadar
kemampuannya dengan tidak
memaksakan diri

maka Allah
tidak akan jemu (bosan)
menerima amalmu sehingga
kamu sendiri yang jemu
beramal dan perilaku agama
yang disukai Allah ialah yang
dikerjakan terus-menerus.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abu Musa r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda,
“Perumpamaan bimbingan
hidayah dan ilmu yang
diutuskan Allah kepadaku
adalah bagaikan hujan yang
turun ke bumi. Ada tanah yang
subur menerima air dan
menumbuhkan tanaman dan
rumput yang banyak dan ada
yang keras tidak dapat
menahan air dan tidak dapat
menumbuhkan tumbuh-
tumbuhan.

Demikianlah contoh
orang yang mengerti agama
Allah lalu belajar dan mengajar
dan orang yang tidak dapat
menerima sama sekali petunjuk
ajaran Allah yang diutuskan
kepadamu.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Back
Top
Log in Register