BTC USD 81,081.2 Gold USD 4,163.77
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Hadis Imam Al-Bukhari

Dari Abi Hurairah ra. berkata
bahawa Rasulullah saw
bersabda, “Barangsiapa berbuat
zalim kepada saudaranya yang
seiman dari hartanya atau
sebagian dari itu, maka
hendaklah dia
menyelesaikannya pada hari ini
(di dunia) sebelum datang hari
dimana dinar dan dirham tidak
memberi manfaat apa-apa.

Bila ia mempunyai amal soleh
maka amal tersebut diberikan
kepada saudaranya yang
dizaliminya.

Namun jika ia
tidak memiliki amal soleh
maka dosa yang dizaliminya,
ditimpakan kepadanya.”

(riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan
Abu Daud)
 
Dari Abdullah bin ‘Abbas dan
Anas bin Malik r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda,
“Andaikan seorang anak Adam
(manusia) mempunyai satu
lembah dari emas pasti dia ingin
mempunyai dua lembah dan
tidak ada yang dapat menutup
mulutnya (menghentikan
kerakusannya kepada dunia)
kecuali tanah (maut). Dan Allah
berkenan memberi taubat
kepada siapa yang bertaubat.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Abu Hurairah r.a. telah
mendengar Nabi saw bersabda,

“Ada tiga orang dari Bani Israil
yaitu si Belang, si Botak dan si
Buta ketika Allah akan menguji
mereka, Allah mengutus
Malaikat berupa manusia.

Maka
datanglah Malaikat itu kepada
orang yang belang dan
bertanya, “Apakah yang kau
inginkan?”

Jawabnya, “Kulit dan
rupa yang bagus serta
hilangnya penyakit yang
menyebabkan orang-orang jijik
kepadaku.” Maka diusaplah
orang itu oleh Malaikat.

Seketika itu juga hilanglah
penyakitnya dan berganti rupa
dan kulit yang bagus,

kemudian
ditanya lagi, “Kekayaan apakah
yang engkau inginkan?”

Jawabnya, “Unta.” Maka
diberinya seekor unta yang
bunting sambil didoakan,
BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA
(Semoga Allah memberkahimu
pada kekayaanmu itu).”

Kemudian datanglah si
Malaikat itu kepada si Botak
dan bertanya, “Apakah yang
engkau inginkan?”

Jawabnya,
“Rambut yang bagus dan
hilangnya penyakitku yang
menyebabkan kehinaan pada
pandangan orang.”

Maka
diusaplah orang botak itu lalu
seketika itu juga tumbuhlah
rambut yang bagus.

Kemudian
ditanya lagi, “Kini kekayaan apa
yang engkau inginkan?”

Jawabnya, “Lembu.” Maka
diberinya seekor lembu yang
bunting sambil didoakan,
“BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA
(Semoga Allah memberkahimu
pada kekayaanmu itu).”

Lalu
datanglah Malaikat itu kepada
si Buta dan bertanya, “Apakah
yang engkau inginkan?”

Jawabnya, “Kembalinya
penglihatan mataku supaya aku
dapat melihat orang.”

Maka
diusaplah matanya sehingga
dapat melihat kembali.
Selanjutnya dia ditanya pula,

“Kekayaan apa yang engkau
inginkan?”

Jawabnya,
“Kambing.” Maka diberinya
seekor kambing yang bunting
sambil didoakan
“BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA
(Semoga Allah memberkahimu
pada kekayaanmu itu).”

Beberapa tahun kemudian
setelah masing-masing
mempunyai daerah tersendiri
yang penuh dengan unta,
lembu dan kambing, datanglah
Malaikat itu dalam rupa
seorang yang miskin seperti
keadaan si Belang dahulu pada
waktu dia belum sembuh dan
miskin.

Malaikat itu berkata,
“Saya seorang miskin yang
telah terputus hubungan
dalam perjalananku ini maka
tidak ada yang dapat
mengembalikan aku kecuali
dengan pertolongan Allah dan
bantuanmu. Maka saya
mengharap, demi Allah yang
memberi rupa dan kulit yang
bagus, satu unta saja untuk
meneruskan perjalananku ini.”

Jawab si Belang, “Masih banyak
hak orang lain padaku, aku
tidak dapat memberimu apa-
apa, mintalah saja di lain
tempat.”

Malaikat berkata,
“Rasa-rasanya aku pernah
berjumpa denganmu, bukankah
engkau si Belang dahulu yang
dijijiki orang dan seorang
miskin kemudian Allah
memberimu kekayaan?”

Jawab
si Belang, “Saya telah mewarisi
kekayaan orang tuaku.”

Malaikat berkata, “Jika engkau
berdusta maka semoga Allah
mengembalikan keadaanmu
seperti dahulu.”

Kemudian
pergilah malaikat itu kepada si
Botak dengan menyamar seperti
keadaan si Botak dahulu dan
berkata pula padanya
sebagaimana yang dikatakan
kepada si Belang, namun
ternyata mendapat jawapan
seperti jawapan si Belang,
hingga kerananya didoakan,
“Jika engkau berdusta maka
semoga engkau kembali seperti
keadaanmu semula.”

Akhirnya
datanglah Malaikat itu kepada
si Buta dengan menyamar
seperti keadaan si Buta dahulu
semasa ia miskin dan berkata,

“Saya seorang miskin dan
perantau yang telah putus
hubungan dalam perjalanan,
tidak dapat meneruskan
perjalanan kecuali dengan
pertolongan Allah dan
bantuanmu. Aku minta demi
Allah yang mengembalikan
pandangan matamu, satu
kambing saja untuk
meneruskan
perjalananku ini.”

Jawab si
Buta, “Dahulu aku memang
buta lalu Allah mengembalikan
penglihatanku maka kini
ambillah sesukamu, aku tidak
akan meminta sesuatu pun
kepadamu yang engkau ambil
kerana Allah.”

Maka berkata
Malaikat, “Jagalah harta
kekayaanmu, sebenarnya kamu
telah diuji maka Allah redha
kepadamu dan murka kepada
kedua temanmu itu.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)

hadis di atas dlm format yg mudah difhmi oleh kanak2...

Kufur dan Syukur ep.1



Kufur dan Syukur ep.2



Kufur dan Syukur ep.3
 
Dari Abdullah bin Umar r.a.
berkata: Saya telah mendengar
Rasulullah saw bersabda,

“Terjadi di masa dahulu
sebelum kamu, tiga orang
berjalan-jalan hingga terpaksa
bermalam di dalam gua. Tiba-
tiba ketika mereka sedang
berada di dalam gua itu, ada
sebuah batu besar yang jatuh
dari atas bukit dan menutup
pintu gua itu sehingga mereka
tidak dapat keluar.

Maka
berkatalah mereka, “Sungguh
tidak ada yang dapat
menyelamatkan kita dari
bahaya ini, kecuali jika kalian
bertawassul kepada Allah
dengan amal-amal soleh yang
pernah kalian lakukan dahulu.”

Maka seorang dari mereka
berdoa, “Ya Allah, dahulu saya
mempunyai ayah dan ibu dan
sudah menjadi kebiasaanku
tidak memberi minuman susu
kepada seorang pun sebelum
keduanya (ayah dan ibu), baik
kepada keluargaku atau kepada
hamba sahaya.

Maka pada
suatu hari saya agak jauh
menggembala ternak sehingga
saya terlambat tidak kembali
kepada keduanya hingga malam
hari dan ketika itu ayah
bundaku telah tidur. Maka saya
terus memerah susu untuk
keduanya dan saya segan untuk
membangunkan keduanya
tetapi saya pun tidak akan
memberikan minuman itu
kepada siapa pun sebelum ayah
ibuku. Maka saya tunggu
keduanya hingga terbit fajar
lalu bangunlah keduanya dan
minum susu yang saya
perahkan itu. Padahal malam
itu anak-anakku juga menangis
meminta susu itu di dekat
kakiku.

Ya Allah, jika saya
lakukan itu benar-benar karena
mengharapkan keredhaan-Mu
maka lepaskanlah kami dari
kesulitan ini. Maka bergeserlah
batu itu sedikit hanya saja
mereka belum dapat keluar dari
gua tersebut.

Lalu orang yang
kedua berdoa, “Ya Allah,
dahulu saya pernah jatuh cinta
pada anak gadis pakcik ku.
Karena cinta kasihku saya
selalu merayu dan ingin
berzina dengannya tetapi dia
selalu menolak hingga
terjadilah pada suatu saat dia
menderita kelaparan dan
datang minta bantuan
kepadaku.

Maka saya berikan
padanya wang seratus dua
puluh dinar dengan janji
bahawa dia akan menyerahkan
kegadisannya kepadaku malam
harinya.

Kemudian ketika saya
telah berada di antara kedua
kakinya tiba-tiba ia berkata,
“Takutlah kepada Allah dan
jangan engkau pecahkan tutup (kesucian)
kecuali dengan cara yang halal.

Maka saya segera bangun
daripadanya padahal saya
masih menginginkannya dan
saya tinggalkan dinar emas
yang telah saya berikan
kepadanya itu. Ya Allah, bila
saya berbuat itu semata-mata
kerana mengharapkan
keredhaan-Mu maka
hindarkanlah kami dari
kemalangan ini.” Maka
bergeserlah batu itu sedikit
tetapi mereka belum juga
dapat keluar daripadanya.

Lalu berdoalah orang yang ketiga,
“Ya Allah, saya dahulu menjadi
majikan yang mempunyai
banyak buruh dan pegawai.
Pada suatu hari ketika saya
membayar upah buruh-buruh
itu, tiba-tiba ada seorang dari
mereka yang tidak sabar
menunggu lalu segera pergi
dan meninggalkan upahnya
terus pulang ke rumahnya dan
tidak kembali.

Maka saya
perniagakan upah itu hingga
bertambah dan berbuah
menjadi harta kekayaan yang
banyak. Kemudian setelah
berselang waktu cukup lama,
buruh itu datang kembali dan
berkata, “Hai hamba Allah
berikan kepadaku upahku yang
dahulu itu.”Aku menjawab,
“Semua kekayaan di depanmu
yang berupa unta, lembu,
kambing dan budak
penggembalanya itu adalah
upahmu.”

Orang itu berkata,
“Hai hamba Allah, janganlah
engkau mengolok-olokkan aku.”

Aku menjawab, “Aku tidak
mengolok-olokkan kamu.” Maka
diambilnya semua yang saya
sebutkan itu dan tidak
ditinggalkan seekor pun
daripadanya. “Ya Allah, jika
saya berbuat itu kerana
mengharapkan keredhaan-Mu
maka bebaskanlah kami dari
kesempitan ini.” Tiba-tiba batu
itupun bergeser lagi sehingga
mereka dapat keluar dengan
selamat.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abu Hurairah r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda, “Allah
tertawa melihat dua orang yang
telah bunuh membunuh dan
keduanya masuk syurga.

Seorang pejuang berjuang di jalan Allah
(Fisabilillah) lalu terbunuh
kemudian yang membunuh
masuk Islam dan ikut berjihad
Fisabilillah sehingga mati
syahid terbunuh pula.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abi Hurairah ra. bahwa
Rasulullah saw bersabda,
“Setiap anggota badan manusia
wajib atasnya sedekah, setiap
hari bila terbit matahari
engkau damaikan antara dua
orang yang berselisih, itu
adalah sedekah

dan menolong
orang berkenaan dengan
kenderaannya, engkau
mengangkatnya atau
mengangkat barang-barangnya
ke atas kenderaannya, itu
adalah sedekah dan setiap
langkah untuk solat adalah
sedekah.

Dan menyingkirkan
sesuatu rintangan dari jalan
adalah sedekah.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abdillah bin ‘Amr bin
Al-’Ash ra. bahwa Rasulullah
saw bersabda: “Barangsiapa
yang memiliki empat sifat maka
dia munafik sejati dan
barangsiapa memiliki satu
darinya, bererti dia mempunyai
satu sifat munafik, yaitu jika

diberi amanat ia berkhianat,

bila bicara dia dusta,

jika berjanji ia mengingkari

dan jika bersengketa ia membongkar
rahsia terdahulu.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Utsman bin Affan ra.
meriwayatkan bahawa Rasulullah
saw bersabda: “Orang yang
terbaik dari antaramu ialah
orang yang mempelajari Al
Qur’an dan mengajarkannya
kepada orang lain.”

(riwayat Bukhari)
 
Back
Top
Log in Register