BTC USD 82,360.1 Gold USD 4,153.75
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Hadis Imam Al-Bukhari

Dari Abi Hurairah ra.
meriwayatkan bahwa Rasulullah
saw bersabda, “Lazimnya,
seseorang mengahwini seorang
wanita kerana empat alasan:

kerana kekayaannya;

kerana martabat keluarganya;

kerana kecantikannya dan

kerana kesolehannya.

Lebih baik pilihlah dia kerana
kesolehannya. Semoga engkau
tetap rendah hati.”

(riwayat Bukhari)
 
Dari Adiyyi bin Hatim ra.
meriwayatkan bahawa Rasulullah
saw bersabda, “Bersedekahlah
supaya engkau diselamatkan
dari api neraka walaupun
hanya sebagian dari sebuah
kurma.”

(riwayat Bukhari)
 
Dari Abu Hurairah r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda,
“Semua umatku selamat kecuali
orang-orang yang terang-
terangan berbuat dosa
(mujaharah).

Dan termasuk mujaharah adalah orang yang berbuat di waktu malam yang
gelap kemudian pagi harinya
diceritakan pada orang lain (aib dirinya)
padahal semalaman itu Allah swt
menutupinya sedangkan pagi
harinya ia membuka (aib) sendiri apa
yang ditutupi oleh Allah swt.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abu Mas’ud al-Badri r.a.
dari Nabi saw, beliau bersabda,
“Apabila salah seorang kamu
berbelanja untuk isterinya dengan
mengharapkan pahala maka
tercatat baginya sebagai
sedekah.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Anas r.a. berkata: Nabi
saw bersabda,

“Ya Allah,sesungguhnya tidak ada
kehidupan yang sebenarnya
kecuali kehidupan akhirat.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abu Hurairah r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda,

“Bukanlah kekayaan itu kerana
banyaknya harta benda tetapi
kekayaan yang sebenarnya
adalah kekayaan hati.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Ibnu Umar r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda, “Pada
hari kiamat seorang Mu’min
didekatkan kepada Tuhan
dengan dinaungi oleh rahmat-
Nya, kemudian ditanya,

“Tahukah kamu dosa ini?
Tahukah kamu dosa itu?”

Jawabnya, “Ya, saya tahu.”

Maka Allah swt berfirman, “Aku telah
menutupi atasmu dunia dan
kini aku mengampuninya
darimu.”

Kemudian diberikan
kepadanya suratan amal
kebaikannya.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari ‘Ubadah bin ash Shamit
r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Barangsiapa percaya
bahawa tidak ada sekutu bagi-
Nya dan bahawa Nabi
Muhammad adalah hamba dan
utusan-Nya dan bahawa Nabi Isa
adalah hamba Allah dan
utusan-Nya dan kalimat-Nya
yang diturunkan kepada
Maryam dan roh daripada-Nya
dan bahawa syurga itu benar
adanya (haq) maka Allah pasti
akan memasukkannya ke dalam
syurga dengan amal
perbuatannya (yang baik)
seberapa pun adanya.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Abu Hurairah r.a. telah
mendengar Nabi saw bersabda,

“Ada tiga orang dari Bani Israil
yaitu si Belang, si Botak dan si
Buta ketika Allah akan menguji
mereka, Allah mengutus
Malaikat berupa manusia.

Maka
datanglah Malaikat itu kepada
orang yang belang dan
bertanya, “Apakah yang kau
inginkan?”

Jawabnya, “Kulit dan
rupa yang bagus serta
hilangnya penyakit yang
menyebabkan orang-orang jijik
kepadaku.” Maka diusaplah
orang itu oleh Malaikat.

Seketika itu juga hilanglah
penyakitnya dan berganti rupa
dan kulit yang bagus,

kemudian
ditanya lagi, “Kekayaan apakah
yang engkau inginkan?”

Jawabnya, “Unta.” Maka
diberinya seekor unta yang
bunting sambil didoakan,
BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA
(Semoga Allah memberkahimu
pada kekayaanmu itu).”

Kemudian datanglah si
Malaikat itu kepada si Botak
dan bertanya, “Apakah yang
engkau inginkan?”

Jawabnya,
“Rambut yang bagus dan
hilangnya penyakitku yang
menyebabkan kehinaan pada
pandangan orang.”

Maka
diusaplah orang botak itu lalu
seketika itu juga tumbuhlah
rambut yang bagus.

Kemudian
ditanya lagi, “Kini kekayaan apa
yang engkau inginkan?”

Jawabnya, “Lembu.” Maka
diberinya seekor lembu yang
bunting sambil didoakan,
“BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA
(Semoga Allah memberkahimu
pada kekayaanmu itu).”

Lalu
datanglah Malaikat itu kepada
si Buta dan bertanya, “Apakah
yang engkau inginkan?”

Jawabnya, “Kembalinya
penglihatan mataku supaya aku
dapat melihat orang.”

Maka
diusaplah matanya sehingga
dapat melihat kembali.
Selanjutnya dia ditanya pula,

“Kekayaan apa yang engkau
inginkan?”

Jawabnya,
“Kambing.” Maka diberinya
seekor kambing yang bunting
sambil didoakan
“BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA
(Semoga Allah memberkahimu
pada kekayaanmu itu).”

Beberapa tahun kemudian
setelah masing-masing
mempunyai daerah tersendiri
yang penuh dengan unta,
lembu dan kambing, datanglah
Malaikat itu dalam rupa
seorang yang miskin seperti
keadaan si Belang dahulu pada
waktu dia belum sembuh dan
miskin.

Malaikat itu berkata,
“Saya seorang miskin yang
telah terputus hubungan
dalam perjalananku ini maka
tidak ada yang dapat
mengembalikan aku kecuali
dengan pertolongan Allah dan
bantuanmu. Maka saya
mengharap, demi Allah yang
memberi rupa dan kulit yang
bagus, satu unta saja untuk
meneruskan perjalananku ini.”

Jawab si Belang, “Masih banyak
hak orang lain padaku, aku
tidak dapat memberimu apa-
apa, mintalah saja di lain
tempat.”

Malaikat berkata,
“Rasa-rasanya aku pernah
berjumpa denganmu, bukankah
engkau si Belang dahulu yang
dijijiki orang dan seorang
miskin kemudian Allah
memberimu kekayaan?”

Jawab
si Belang, “Saya telah mewarisi
kekayaan orang tuaku.”

Malaikat berkata, “Jika engkau
berdusta maka semoga Allah
mengembalikan keadaanmu
seperti dahulu.”

Kemudian
pergilah malaikat itu kepada si
Botak dengan menyamar seperti
keadaan si Botak dahulu dan
berkata pula padanya
sebagaimana yang dikatakan
kepada si Belang, namun
ternyata mendapat jawapan
seperti jawapan si Belang,
hingga kerananya didoakan,
“Jika engkau berdusta maka
semoga engkau kembali seperti
keadaanmu semula.”

Akhirnya
datanglah Malaikat itu kepada
si Buta dengan menyamar
seperti keadaan si Buta dahulu
semasa ia miskin dan berkata,

“Saya seorang miskin dan
perantau yang telah putus
hubungan dalam perjalanan,
tidak dapat meneruskan
perjalanan kecuali dengan
pertolongan Allah dan
bantuanmu. Aku minta demi
Allah yang mengembalikan
pandangan matamu, satu
kambing saja untuk
meneruskan
perjalananku ini.”

Jawab si
Buta, “Dahulu aku memang
buta lalu Allah mengembalikan
penglihatanku maka kini
ambillah sesukamu, aku tidak
akan meminta sesuatu pun
kepadamu yang engkau ambil
kerana Allah.”

Maka berkata
Malaikat, “Jagalah harta
kekayaanmu, sebenarnya kamu
telah diuji maka Allah redha
kepadamu dan murka kepada
kedua temanmu itu.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Back
Top
Log in Register