BTC USD 86,150.3 Gold USD 4,156.33
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Dunia Islam

91. Ad Dhar

Maha Pemberi Derita (The Distreser)

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

"Katakanlah, 'Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan (keburukan) dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah.' Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan(nya)" (Q.S. Yunus[10]:49)

Adh-Dhaar artinya Maha Pemberi Derita, Allah SWT akan memberikan derita kepada hamba-Nya yang tidak beriman dan tidak mencintai-Nya. Derita itu bisa terjadi di dunia atau di akhirat kelak sebagai balasan dari sikap buruk kita. Oleh karena itu, Allah mempunyai nama Adh-Dhaar.

Ibnu Sina, atau nama lengkapnya Abu Ali Al Husaini bin Abdullah Ibnu Sina adalah seorang dokter yang terkenal di seluruh dunia. Ia adalah seorang ilmuwan muslim yang terkenal baik di negeri Islam maupun di negeri barat. Di barat, ia dikenal dengan nama Acicenna.

Pada usia 16 tahun, ia telah membuka praktik pengobatan. Suatu hari, ia dipanggil ke istana oleh penguasa Bukhara yang sedang sakit. Telah banyak dokter yang mencoba mengobatinya, namun belum ada yang berhasil. Setelah diperiksa dan diobati oleh Ibnu Sina, penguasa Bukharah itu pun sembuh.

Keampuhan pengobatan Ibnu Sina telah dikenal di seluruh negeri. Ibnu Sina sangat percaya bahwa ketenangan dalam hidup di jalan Allah merupakan obat yang manjur untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Ibnu Sina sangat taat beribadah kepada Allah SWT. Setiap kali merasa kesulitan, ia akan pergi ke mesjid untuk berdiam diri, shalat dan berdzikir.

Sebagai seorang dokter, Ibnu Sina pernah membuat sebuah karya cemerlang yaitu kitab Qanun fi al-Tibb (Peraturan tentang Pengobatan), yang di dalamnya terdapat berbagai penjelasan tentang beragam penyakit dan daftar 760 macam obat serta cara menggunakannya. Tidak heran jika buku tersebut dijadikan buku wajib dalam ilmu kedokteran Barat selama enam abad lamanya.


https://www.youtube.com/watch?v=iaJxeCyQG9k
 
92. An Nafi'

AL NAFI’ = MAHA PEMBERI MANFAAT

Allah adalah Pencipta Kebaikan. Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk-Nya yang paling baik dan telah memberikan kepada kita karunia yang membuat kita unik dan unggul di antara seluruh makhluk yang lain. Karunia tertinggi yang diberikan-Nya kepada manusia adalah akal, hati nurani, dan iman.

Itu semua adalah sarana yang diajarkan-Nya kepada kita untuk membedakan dan memilih apa yang terbaik bagi diri kita sendiri. Manusia juga unik karena memiliki kehendak satu-satunya di dalam alam semesta, selain Allah. Kehendak kita yang kecil hanya dapat dikalahkan oleh kehendak Allah yang lebih besar. Keterbatasan ini mengandung arti bahwa kita tidaklah bebas dan dibiarkan dengan kehendak kita sendiri.


Allah telah memberikan kita kebebasan hanya agar kita dapat memutuskan apakah kita akan tunduk kepada kehendak Allah, memerintah atas nama-Nya, menjadi makhluk terbaik, dan memiliki yang terbaik diantara makhluk, ataukah kita akan durhaka, menyebabkan kejatuhan diri kita sendiri, dan ditolak dari rahmat Allah, seperti halnya iblis.

Kemampuan kita untuk memilih antara kebaikan dan kejahatan bukanlah ujian bagi Allah untuk menyaksikan bagaimana hamba-Nya akan bersikap. Allah telah menciptakan takdir kita sebelum Dia menciptakan kita, oleh karena itu Dia sudah mengetahui apa yang akan kita kerjakan. Hanya orang yang beriman kepada takdir yang akan dilindungi darinya!

Kasih sayang Allah terus-menerus diberikan kepada kita, seperti kebaikan yang telah diciptakan-Nya. Kehendak kita tidak dapat membawa apa pun yang menjadi hak orang lain kepada kita, atau mencegah apa pun nasib yang sampai kepada kita. Kita juga tidak dapat memilih apa yang lebih kita sukai, karena seringkali apa yang kita pilih tergelincir dari tangan kita, sedangkan apa yang tidak pernah kita inginkan malah mengejar-ngejar kita. Dan sekalipun kita memiliki apa yang kita pilih, ia pasti akan datang kepada kita.


Jika kita melihat kepada alam semesta, apa yang kita saksikan adalah kehendak Alloh, apa yang tampaknya kita pilih adalah kehendak Allah. Kehendak kita yang kecil hanya berisi kemampuan kita membuka mata kita untuk menerima semua kebaikan yang dikehendaki Allah kepada kita, atau untuk menutup mata kita dan tidak menerima apa-apa. Seakan-akan kekayaan Allah itu terus-menerus turun laksana air hujan. Kita haruslah ada untuk menerimanya.

Kalau kita tidak berada, maka ia akan hilang dengan percuma. Agar ada, kita harus membuka mata, pikiran, hati, dan tangan kita. Kita harus sadar dan terjaga. Itulah cara kita melihat dan menerima kebaikan yang telah diciptakan Allah.


BAGIAN HAMBA

Abd Al Nafi’ adalah orang yang melihat dan menerima kebaikan yang telah Allah ciptakan dan diwajibkan untuk membagi-bagikan karunia Allah, yang terbesar adalah ilmu dan iman, kepada orang yang memang pantas menerimanya. Dia seperti Nabi Khidir, jiwa yang pernah hadir dalam bentuk materi, yang menolong orang-orang beriman yang memerlukan, dan mengikuti jalan maupun teladannya.


Hamba yang meneladani sifat Al Nafi’diharapkan dapat memberi manfaat sebanyak mungkin kepada makhluk-makhluk Allah, karena : “Sebaik-baik kamu adalah sebanyak-banyak manfaat yang diberikannya kepada manusia”. Sebagaimana sabda Nabi SAW, manfaat tersebut hendaknya yang bersifat konkrit. Bukankah Alloh menyebut hal-hal konkrit ketika mengisyaratkan manfaat yang dianugerahkan-Nya.



قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ


[188]
Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan manfaat bagi diriku dan tidak dapat menolak mudarat kecuali apa yang dikehendaki Allah. Dan kalau aku mengetahui perkara-perkara yang ghaib, tentulah aku akan mengumpulkan dengan banyaknya benda-benda yang mendatangkan faedah dan (tentulah) aku tidak ditimpa kesusahan. Aku ini tidak lain hanyalah (Pesuruh Allah) yang memberi amaran (bagi orang-orang yang ingkar) dan membawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”.


(QS.Al Araf (7) : 188),



[17]
Dan jika Allah mengenakan (menimpakan) engkau dengan bahaya bencana, maka tidak ada sesiapa pun yang dapat menghapuskannya melainkan Dia sendiri; dan jika Ia mengenakan (melimpahkan) engkau dengan kebaikan, maka Ia adalah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

(QS. Al An’am (6) : 17).


[123]
Dan peliharalah diri kamu dari (huru-hara) hari kiamat (yang padanya) seseorang tidak dapat mengganti atau melepaskan orang lain sedikitpun, dan tidak akan diterima daripadanya sebarang tebusan, dan tidak akan memberi manfaat kepadanya sebarang syafaat; dan orang-orang yang salah itu tidak akan ditolong (dari azab sengsara).

(QS. Al Baqoroh (2) : 123),



Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri (QS.An Nisa’ (4) : 79).

“Ya Allah Ya Tuhanku, Engkau adalah An-Nafi’ yang menganugerahkan manfaat bagi seluruh makhluk-Mu. Aku bermohon kiranya Engkau mempersaksikan aku cahaya nama-Mu An-Nafi’, sehingga aku tidak bersandar kepada selain-Mu. Tidak juga mengharap kecuali pada-Mu. Wahai Tuhan Yang Maha Pelindung, Maha Penolong lagi Maha Luas, jadikanlah aku bermanfaat bagi seluruh hamba-Mu, menerima dengan puas seluruh kehendak-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Wallohu ‘alam bisshowab.


259176-fruit-fruits_zpsktdk81zy.jpg
 
93. An Nuur

ٱللهُ نُورُ السَّماواتِ وَ الْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكاةٍ فيها مِصْباحٌ الْمِصْباحُ في‏ زُجاجَةٍ الزُّجاجَةُ كَأَنَّها كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لا شَرْقِيَّةٍ
وَلا غَرْبِيَّةٍ يَكادُ زَيْتُها يُضي‏ءُ وَلَوْلَمْ تَمْسَسْهُ نارٌ نُورٌ عَلى‏ نُورٍ يَهْدِي اللهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشاءُ وَ يَضْرِبُ اللهُ الْأَمْثالَ لِلنَّاسِ وَ اللهُ بِكُلِّ شَيْ‏ءٍ عَليمٌ



Maksudnya:
“ Allah adalah cahaya seluruh langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah tempat pelita yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu berada dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang penuh berkah, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api (lantaran minyak itu sangat bening berkilau). Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis). Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (An Nur: 35)

"Allah adalah cahaya seluruh langit dan bumi" Allah SWT menguasai segala yg dilangit dan dibumi dengan cahayaNya. Setiap sesuatu yg diciptakanNya bermula dari cahaya yg satu. Kemudiannya cahaya itu berpecah menjadi 2 dalam bentuk unsur hitam dan putih. Cahaya Hitam adalah unsur dunia manakala Cahaya Putih pula berunsur akhirat.Dari cahaya yg berunsur hitam ianya berpecah menjadi 4 keperluan asas utk dunia iaitu tanah,air,api dan angin. Daripada 4 perkara asas itu maka terjadinya Alam dan Manusia. Dari cahaya yg berunsur putih pula ianya berpecah menjadi 4 jenis keperluan asas utk akhirat iaitu Syariat,Tarekat,Hakikat dan Makrifat. Semua ilmu berasal dalam bentuk cahaya sebelum ilmu itu dizahirkan melalui manusia. Daripada 4 perkara ini terbentuknya Islam dan masa. Mungkin anda bertanya bagaimana daripada Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat boleh wujudnya Masa.

Allah SWT mempunyai kaedah dan tertib didalam penciptaanNya. Allah SWT tidak mencipta manusia lebih dulu dan kemudiannya baru mencipta dunia. Dunia dijadikan lebih dulu sebelum Nabi Adam as engkar pada perintah Allah SWT. Manusia akan melakukan yg sebaliknya. Ini membuktikan Allah SWT itu Maha Mengetahui sedangkan manusia diciptakan tanpa berilmu. Islam lebih dulu diciptakan sebelum diciptakan alam dan manusia. Kerana adanya Islam lah masa diciptakan dan bukan sebaliknya. Islam perlu dimulakan didalam keadaan bermasa dan berakhir didalam keadaan yg tidak bermasa. Islam perlu dimulakan didalam keadaan berdunia dan berakhir didalam keadaan tidak berdunia. Pertamanya Islam diciptakan dalam bentuk Nur Ilahi, yg keduanya manusia dlm bentuk Nur Muhamad, yg ketiganya Masa dalam bentuk Nur Ain dan yg keempatnya dunia dalam bentuk Nur Alam. Apabila penciptaan itu dizahirkan daripada bentuk cahaya kepada bentuk nyata maka ia bermula dari yg keempat iaitu Dunia dan kemudiannya Masa,Manusia dan akhirnya Islam. Allah SWT menggunakan konsep dimana ianya berakhir, maka disitulah ianya bermula kembali. Apabila Islam diciptakan lebih dulu daripada yg lain maka ini membuktikan Allah SWT telah menyediakan ubat lebih dulu daripada penyakit. Allah SWT tidak akan mengizinkan sesuatu masalah itu terjadi sekiranya jalan penyelesaiannya tidak disediakan didalam Al Quran. Kenapakah umat Islam tidak berjumpa dengan jalan penyelesaian kepada masalah yg dihadapi sekarang melalui Al Quran?

*** Disini tidak dijelaskan tentang penciptaan Malaikat dan Jin kerana ia memerlukan ilmu Makrifat utk memahami konsep penciptaan Nur dan Api.

"Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah tempat pelita yang di dalamnya ada pelita besar". Nur Ilahi diumpamakan seperti sebuah tempat yg didalamnya ada pelita iaitu Al Quran. Al Quran adalah seumpama sebuah pelita besar yg memancarkan cahaya utk menerangi hati manusia dengan Nur Ilahi.

"Pelita itu berada dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang penuh berkah, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api (lantaran minyak itu sangat bening berkilau)". Al Quran yg bercahaya itu pula berada didalam Nur Muhamad dan Nur Muhamad pula berada didalam diri Rasulullah saw. Nur Muhamad diumpamakan seperti kaca yg seakan-akan bintang yg bercahaya. Kaca yg bersih itu boleh membiaskan cahaya manakala bintang membawa maksud petunjuk arah yg tepat. Nur Muhamad berfungsi seumpama cermin yg akan membiaskan cahaya Allah SWT ke hati manusia utk memberi petunjuk ke jalan yg benar. Nur Muhamad boleh diumpama seperti kilauan yg ada didalam sebuah lampu suluh atau lampu kereta. Cahaya yg terpancar dari mentol itu akan dibiaskan oleh kilauan yg ada didalam lampu tersebut supaya cahaya akan menyuluh ke hadapan utk menerangi jalan. Begitulah juga caranya Nur Muhamad membiaskan Nur Allah ke hati manusia. Jika hati manusia itu berkilau dengan Nur Muhamad, maka dia pula akan membiaskan cahaya itu kepada manusia yg seterusnya.

"yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang penuh berkah, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api (lantaran minyak itu sangat bening berkilau)". Perumpamaan minyak pada ayat ini membawa maksud kalimah. Dengan wujudnya kalimah didalam diri manusia maka terpancarlah cahaya Nur Muhamad didalam hatinya. Perumpamaan pokok zaitun yg tidak tumbuh di timur atau dibarat bermaksud agama iaitu Islam. Hanya melalui Islam saja manusia boleh menghidupkan kalimah didalam hatinya. Islam mesti berkembang ke seluruh dunia tanpa ada persempadanan timur atau barat.

Cahaya di atas cahaya bermaksud Para-para Nabi adalah cahaya yg membawa cahaya. Rasulullah saw adalah penghulu para-para Nabi dan Nur Muhamad bersumber daripada Rasulullah saw. Nabi Muhamad yg pertama dijadikan dan yg terakhir diutuskan. Nur Muhamad wujud didalam diri para-para Nabi sebagai pembawa Nur Allah kepada manusia.

Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki. Para-para Nabi hanya sebagai pembawa petunjuk sahaja tetapi akhirnya Allah SWT jualah yg akan menentukan kesudahannya. Kalau orang itu diterima maka Allah SWT yg akan membawa manusia itu kepada cahayaNya.

Kesimpulannya:
1. Ada 4 lapisan cahaya yg terkumpul didalam satu pusat cahaya.
2. Cahaya itu terbahagi pula kepada 2 pasangan iaitu Nur Ilahi dan Nur Muhamad.
3. Nur Ilahi adalah cahaya dilangit dan Nur Muhamad pula adalah cahaya dibumi.
4. Cahaya Al Quran dan Nur Muhamad bersatu didalam diri Rasulullah saw. utk membentuk perhubungan diantara Allah SWT dan RasulNya.
5. Nur Muhamad berfungsi sebagai pembias cahaya daripada Al Quran kepada manusia melalui saluran utamanya iaitu Rasulullah saw.
6. Hati yg dihidupkan dengan kalimah akan menghidupkan pula Nur Muhamad didalam hatinya.
7. Hati yg hidup dengan Nur Muhamad pula akan tertangkap kepada cahaya Al Quran yg dibiaskan dari Rasulullah saw.

Pecahan Cahaya'
1. Nur Ilahi berpecah menjadi 99 asma (asma ul husna)
2. Nur Al Quran berpecah menjadi 7 (Al Fatihah)
3. Nur Muhamad berpecah menjadi 5 (Adam,Nuh,Ibrahim,Musa,Muhamad)
4. Nur Islam berpecah menjadi 3 (Khalifah,Imam,Ulama)
5. Nur Syahadah hanya menjadi 1 (Kalimah)

Rasulullah bersabda:

"Aku telah diutuskan dalam keadaan yang terbaik pada semua keturunan anak Adam, sejak kejadian mereka" (Sahih Bukhari, Jild 4, Buku 56, No. 757)

Nur Muhamad yg hidup dihati adalah tempat utk Nur Ilahi bertapak. Nur Muhamad berfungsi seperti sebuah cermin yg akan menangkap Nur Ilahi dari Al Quran dan membiaskan pula Nur Ilahi itu ke hati manusia utk mendapat petunjuk. Apabila kalimah hidup dalam hati manusia maka bersinarlah Nur Muhamad yg ada didalam hatinya. Dengan bersinarnya Nur Muhamad maka tertangkaplah Nur ilahi kedalam hatinya seperti lensa kamera video yg menangkap cahaya. Nur Muhamad kemudiannya membiaskan Nur Ilahi ke hati manusia yg seterusnya. Dengan cara ini maka Nur Ilahi akan terpancar dari satu manusia ke satu manusia yg lain dan begitulah seterusnya cahaya itu berjalan. Nur Muhamad bersumber daripada Rasulullah saw dan Nur Muhamad itu diwariskan pula kepada ahlul bait Baginda setelah kewafatan Baginda saw. Sebab itu Baginda saw berpesan supaya manusia mesti berpegang dua perkara iaitu Kitabullah Azza Wa Jal dan Ahlul Bait Baginda. Tanpa kedua-duanya maka manusia akan sesat kerana tidak akan mendapat petunjuk daripada Allah SWT. Maka perhatikanlah bagaimana kita memperlakukan kepada keduanya setelah kewafatan Rasulullah saw. Inilah perkara yg patut ulama perhatikan.

"Sesungguhnya aku meninggalkan bagi kamu dua buah benda peninggalan yang berat kadarnya, pada lain riwayat, sesungguhnya aku meninggalkan bagi kamu dua peninggalan yang jika kamu berpegang padanya tidak akan kamu sesat sepeninggalanku. Salah satunya lebih besar dari yang kedua, yaitu kitab Allah azza wajalla seumpama tali penghubung yang kokoh terentang dari langit sampai kebumi dan keluargaku ahlil baitku, keduanya tidak akan terpisah satu dengan yang lain hingga bertemu denganku diakhirat ditelaga Haudh/kautsar maka perhatikanlah kamu bagaimana kamu sepeninggalku memperlakukan keduanya". (Diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi.)

Umat Islam sepatutnya dibimbing oleh Ulama-Ulama yg berbai'at dengan wakil Rasulullah saw. Dengan cara ini barulah ulama tersebut diberi petunjuk melalui Al Quran bagaimana utk menyelesaikan masalah yg dihadapi oleh umat Islam sekarang. Keadaan umat Islam sekarang seperti layang-layang terputus tali. Perhubungan ulama dengan Rasulullah saw tidak wujud lagi. Maka Ulama hanya boleh bergantung kepada ilmunya sahaja. Masalah pasti tidak selesai. Perhubungan ulama sekarang dengan Rasulullah saw terputus angkara perbuatan Yahudi yg sememangnya memahami bagaimana utk melemahkan Islam. Mereka sudah menjalankan kerja jahat ini beratus-ratus tahun dahulu semasa era penjajahan. Janganlah kita saling menuding jari. Umat Islam terdahulu pun jangan disalahkan malah kita harus berterima kasih kepada mereka kerana diatas usaha dakwah mereka juga kita hari ini beragama Islam. Binalah semula Islam dalam semangat berkasih sayang kerana Allah SWT. Insafi lah betapa kasihnya Rasulullah saw kepada kita. Mudah-mudahan melalui ayat dan hadis diatas Allah SWT memberi petunjuk kepada kita tentang apakah punca masalah umat Islam pada hari ini.

2458087426_105d079dc0_z_zpsib0oybcs.jpg
 
94. Al Haadi

AL HAADIY (yang Maha Memberi Petunjuk) adalah Allah yang memandu hamba-hamba-Nya yang terpilih untuk mengetahui (mengenal) Dzat-Nya, sehingga mereka dapat merujuknya sebagai saksi atas segala sesuatu. Yaitu yang memberi petunjuk kepada hamba-hamba-Nya dan yang menunjukkan kepada mereka apa-apa yang di dalamnya ada kebaikan buat mereka.

Allah SWT berfirman:

قَالَ رَبُّنَا الَّذِي أَعْطَىٰ كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهُ ثُمَّ هَدَىٰ


`Musa berkata: "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiapsesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk` (Thaahaa:50)

`Sucikanlah Nama Tuhanmu yang Maha Tinggi, Yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), Dan yang menentukan kadar(masing-masing) dan memberi petunjuk` (Al-A'laa:1~3)

Yakni, menunjukkan apa-apa yang Dia ciptakan untuk apa yang Dia kehendaki di dalam urusan agama dan dunianya.

Dikatakan bahwa makna Al Hadi itu ialah Dia yang menunjuki hamba-hamba pilihan-Nya kepada makrifat Dzat-Nya. Dan menunjuki hamba-hamba-Nya yang awam kepada makhluk-makhluk ciptaan-Nya sehingga dengannya mereka dapat menyaksikan Dzat-Nya. Dan memberi petunjuk setiap makhluk kepada apa-apa yang mesti mereka lakukan dalam memenuhi kebutuhannya, seperti memberi petunjuk kepada bayi untuk mengisap tetek ibunya guna mendapat susu, menunjuki anak ayam untuk mematuk biji-bijian ketika keluarnya, dan memberi petunjuk kepada kumbang untuk membangun rumahnya, dan lain-lain.

Para Nabi dan Ulama adalah orang-orang yang memberikan petunjuk dikalangan umat manusia, yang mengarahkan makhluk-makhluk pada kebahagiaan di akhirat dan memandu mereka ke jalan Allah. Namun, sesungguhnya Allah-lah yang memandu mereka dalam apa yang mereka katakan dan mereka tunduk pada kekuasaan dan rencana-Nya.

Berakhlak dengan ism ini mengharuskan seseorang memberi petunjuk kepada hamba-hamba Allah dengan apa-apa yang baik buat urusan agama dan dunia mereka secara global dan terperinci.

`Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus` (Al Hajj:54).

`Dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong` (Al-Furqaan:31).

Khasiatnya
Ism ini berkhasiat memberi petunjuk kepada hati orang yang berzikir dengannya. Dan barangsiapa berzikir dengannya, maka ia akan dianugerahi kedudukan untuk menguasai umat dengan hak.

Doa al-Hâdi [Yang Maha Pemberi Petunjuk]

Ya Allah al-Hadi, wahai Pemberi petunjuk. Bimbinglah kami dengan petunjuk-Mu, dan jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang sesat dan mendurhakai-Mu. Wahai Tuhan Yang memberi petunjuk orang-orang yang sesat, antarlah kami menuju jalan luas, lapang, dan lurus, jalan orang-orang yang Engkau anugerahi nikmat, yakni jalan para nabi, shiddiqin, para syuhada', dan orang-orang saleh. Mereka adalah sebaik-baik teman.

Ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau. Curahkanlah terhadap kami, kelemah-lembutan-Mu serta limpahkan kasih sayang-Mu, tuntun kami menuju kepada-Mu sebagaimana tuntunan-Mu kepada hama-hamba-Mu yang mulia. Luruskan jika kamu menyimpang, bantulah jika kami lurus, dan sambut tangan kami jika kami tergelincir serta hadirlah membantu kami di mana pun kami berada. Dan semoga shalawat/ rahmat dan kasih sayang tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw beserta keluarga dan sahabat beliau. Amin.


hd-wallpapers-beach-sunset-beautiful-desktop-widescreen-backgrounds_zpsjbgys3n8.jpg
 
95.Al Badii'

Allah adalah Pencipta yang Mengagumkan, semua yang ada di alam raya ini adalah hasil ciptaan-Nya, Dia Pencipta Langit dan Bumi, kehebatan-Nya karena Dia mengetahui segala sesuatu, baik yang tersirat, tersurat ataupun yang tersuruk [tersembunyi] bahkan detak halus jantung manusia Dia ketahui, Dia Al Badi’, Pencipta Yang Mengagumkan;

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dia Pencipta langit dan bumi.bagaimana Dia mempunyai anak Padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.”[Al An’am 6;101]

Tidak ada alasan sebenarnya bagi manusia untuk mengingkari kebenaran Allah sebagai Tuhan, Maha pencipta karena hidup dan mati manusia dalam genggaman-Nya, Dia berkuasa untuk menjadikan manusia apa mau-Nya, apakah mau dihidupkan terus atau akan dimatikan terus ?mau kemana manusia bila Allah mengusir kita dari dunia ini, apakah tidak diketahui bahwa segala apa yang ada di langit dan di bumi ini untuk kepentingan manusia, mau kemana lagi mencari Tuhan ? apakah ada Tuhan yang lebih Agung dari Allah ?


“Mengapa kamu kafir kepada Allah, Padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit.dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.’’[Al Baqarah 2;28-29]

Orang yang beriman dengan ke-Kuasaan dan ke-Agungan Allah menyadari bahwa semua adalah hasil Maha Karya dari Sang Pencipta yaitu Allah, hasil yang dibentuknya mengagumkan mata memandang, keindahannya membuat hati sejuk menyeruak ke sanubari, membuat perasaan tak mampu menggoreskan dengan kata-kata selain terpana penuh dan terpesona. Pada setiap keadaan selalu mengingat kebesaran Allah yang tidak ada tandingan-Nya, sungguh tidak sia-sia yang Engkau ciptakan ini ya Allah.


“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.”[Ali Imran 3;190-191]

Karena kekafiranlah yang membuat manusia tidak mampu untuk menghargai kejadian langit dan bumi, apalagi hanya dianggap terjadinya semua itu dengan sendirinya tanpa ada campur tangan Maha Pencipta, kekafiran itu kelak akan mengantarkannya ke dalam neraka dan menyaksikan di dalam sana Kekuasaan Allah dalam bentuk yang lain yaitu kerasnya azab yang akan mereka terima.
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah.yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, Maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.”[Shaad 38;27]

Dengan kekuasaan Allah yang jelas-jelas nampak di alam raya seperti terjadinya malam dan siang, terjadinya matahari dan bulan, bahkan semua itu makhluk hasil ciptaan Allah. Kemana lagi manusia akan mencari Tuhan selain Allah, adakah Tuhan lain yang lebih perkasa dari-Nya. Karena semuanya makhluk Allah maka tidaklah pantas menjadikan bulan atau matahari dijadikan sebagai sembahan, bila hal ini dilakukan maka rusaklah tauhid seseorang.


“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan.janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah yang menciptakannya, jika ialah yang kamu hendak sembah.”[Fushilat 41;37]

Mengajak untuk menyadari kekuasaan Allah melalui ciptaan-Nya kepada orang yang tidak beriman sangatlah sulitnya, banyak argumentasi yang mereka lontarkan untuk menolak kebenaran itu, tapi walaupun mereka tidak beriman kalau menggunakan akal sehat maka akan menemukan kebenaran itu, lihatlah tentang kejadian langit yang tinggi tidak bertiang dihiasi awan, angin, hujan dan bintang-bintang yang bertaburan dan bumi yang terhampar luas tempat berdiamnya makhluk hidup dari semua jenis, belumkah menjadi pelajaran bagi akal sehat;


“Katakanlah: "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman".[Yunus 10;101]

Tanda-tanda kekuasaan Allah yang mengagumkan itu bukan hanya yang terdapat di langit dan di bumi saja, tapi pada diri manusia sendiri demikian banyaknya tanda-tanda itu sehingga tidak satupun yang ada pada manusia itu sia-sia, sehingga wajar bila ahli hikmah mengatakan.”Man ‘arafa nafsah faqad ‘arafa rabbah”, barangsiapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya”


“Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?” [Adz Dzariyat 51;20-21]

Dengan rincian yang jelas Allah menerangkan tentang diri manusia, sejak dari tidak ada, ketika dalam kandungan, hidup di dunia dengan bahasa yang berbeda, saling jatuh cinta dalam keluarga bahagia hingga diwafatkan oleh Allahlalu kelak dibangkitkan kembali, kehidupan yang dilalui demikian sudah berlansung bermilyar-milyar tahun lamanya sehingga bisa saja bumi yang kita injak kini, dahulunya adalah sebuah kota yang pernah dihuni oleh nenek moyang kita;


20. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.


21. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.


22. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.


23. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.


24. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.


25. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).[Ar Ruum 30;20-25]


Kekuasaan Allah terbukti jelas di bumi yang ditumbuhi berbagai tanam-tanaman walaupun hidup berdampingan dengan tanah dan pupuk yang sama, dengan aliran air yang satu tapi memiliki rasa yang berbeda, rasa manis yang ada pada satu pohon tidak bisa merambat pada pohon lainnya, jeruk tidak pernah berbuah durian, kelapa tidak mungkin berbuah nangka, begitulah sunnatullah, Allah melebihkan satu pohon dengan pohon lainnya;


“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.”[Ar Ra’d 13;4]


“Maka Apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun ?dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata,untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah).[ Qaaf 50;6-8]


Perangkat untuk memperhatikan kekuasaan Allah sudah diberikan oleh Allah kepada manusia agar difungsikan dengan sebaik-baiknya, mata digunakan untuk melihat ayat-ayat Allah yang ada di dunia ini melalui segala ciptaan-Nya, diberi telinga untuk mendengarkan lansung segala kejadian; rintik hujan dan gemuruh guntur, kokok ayam dan desiran angin melambai ranting-ranting pepohonan. Allah juga memberikan hati kepada manusia untuk memahami ayat-ayat-Nya, tapi semua itu tidak digunakan dengan baik sehingga tidak mendatangkan hidayah kepada manusia bahkan mata hatinya telah dimatikan oleh Allah sebagai balasan atas sikap menyia-nyiakan mata, telinga dan hati.


“Maka Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar?karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.”[Al Hajj 22;46].


Banyak hal yang dapat dipelajari di alam ini sebagai pelajaran untuk diambil hikmahnya dalam rangka meningkatkan kualitas iman, mengagumi kekuasaan Allah dalam menciptakan langit dan bumi, menciptakan makhluk lainnya.Kita boleh mempelajarinya, mempelajari makhluk Allah tidaklah terlarang, yang tidak boleh adalah mengkaji zat Pencipta.


Sahabat Ibnu Abbas ra menerangkan, bahwa ada sekelompok orang yang berpikir tentang dzat Allah. Maka kemudian Rasulullah saw bersabda: "Berpikirlah tentang makhluk Allah, dan janganlah kamu berpikir tentang dzat Allah. Sebab kamu tidak akan mampu memikirkan keluasaa'n kekuasaan Al*lah." (HR. Abu Nu'aim].


Sahabat Atha' ra telah berkata: Suatu waktu aku dan Ubaid bin Umair pergi berkunjung kepada umil-mukminin Ai-syah. Kemudian di antara kami dan Aisyah terjadi dialog dari balik hijab (tabir). Dalam dialog itu Aisyah berkata: "Wahai Ubaid, apakah yang menyebabkan hingga kamu tidak sering berkunjung kepadaku?"

Jawabnya: "Sebab aku teringat sabda Rasulullah: Mendatangi sekali tempo adalah menambah kecintaan." Kemudian Ibnu Umair berkata: "Ya Aisyah, berilah aku khabar tentang sesuatu .yang menakjubkan yang langsung engkau lihat dari Rasulullah." Sahabat Atha' kemudian berkata:

"Aisyah lalu menangis, seraya berkata: "Semua perilaku dan keadaan Rasulullah adalah menakjubkan. Pada suatu malaim Rasulullah datang dan langsung mendekat kepadaku hingga bersentuhan denganku. Kemudian beliau bersabda: "Tinggalkanlah diriku karena aku hendak beribadah kepada Allah." Kemudian Rasulul*lah mengambil air wudhu', dan melaksanakan shalat sambil menangis berlinang air mata hingga jenggotnya basah.Lalu be*liau sujud, hingga tempat sujudnya basah.Setelah selesai melakukan shalat, lalu beliau tiduran hingga Bilal datang mengumandangkan adzan subuh.

Kemudian Bilal bertanya: "Ya Rasulullah, apakah yang menyebabkan engkau menangis, padahal Allah telah mengampuni segala dosamu yang terdahulu dan yang akan datang?" Jawab Rasulullah: "Kecelakaan besar menimpamu, wahai Bilal. Tidak ada sesuatu pun yang dapat mencegah tangisku. Sebab semalam Allah telah menurunkan ayat: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya siang dan malam adalah sebagai tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal."

Kemudian beliau bersabda: "Celakalah bagi orang yang membaca ayat ini, sedang dia tidak mau memikirkan arti dan maksudnya." Imam Auza'i pernah ditanya: "Bagaimana cara berpikir tentang ayat tersebut?" Jawab*nya: "Yaitu cukup dengan membaca ayat itu dan memikirkan isi serta maknanya." (HR. Ibnu Abi Dunya dalam kitab tafakur).[Materi Tarbiyyah Islamiyyah].


Al Badi’, Allah Pencipta yang Mengagumkan, semua ciptaan-Mu yang terhampar di bumi dan yang menjulang ke langit membuat hati hamba tidak mampu untuk mengingkari semua ini, Subhanallah, Maha Suci Engkau ya Allah, sungguh sia-sialah orang-orang yang tidak menggunakan hati, mata dan telinganya untuk menerima kebesaran dan keagungan Allah atas segala ciptaan-Nya, ampuni hamba ini ya Allah andaikata kesyukuran hamba tidak sebanding dengan karunia yang sudah Engkau curahkan.


Ya Allah, Pencipta yang Mengagumkan, tunjuki hamba untuk mensyukuri semua ini, bimbing hamba untuk menatap kebesaran-Mu melalui semua bentangan ciptaan-Mu di alam raya ini, pada diri hamba saja banyak pelajaran dan hikmah yang dapat diambil, seharusnya dengan kekaguman terhadap ciptaan-Mu semua itu hamba semakin mendekatkan diri kepada-Mu, bukan semakin jauh, bimbinglah hamba ini ya Allah

embun_zpsxytvib7r.jpg
 
Last edited:
96. Al Baaqi

Allah adalah AL BAAQIY (yang Maha Kekal) dan keberadaan-Nya itu sendiri adalah wajib. Apabila pikiran mengaitkannya dengan masa yang akan datang, disebut abdai dan bila dikaitkan dengan masa lalu, disebut Qadim (Azali).

Yang abadi adalah sedemikian rupa, sehingga gambaran keberadaannya ke masa mendatang tidak ada akhirnya. Hanya benda yang berubah-ubah sajalah yang ikut ambil bagian dalam masa lalu dan masa mendatang, karena masa lalu dan masa mendatang hanya merupakan ungkapan sementara.

Hanya perubahan atau gerak yang ikut ambil bagian dalam waktu, karena gerak terbagi menjadi masa lalu dan mendatang, dan segala yang berubah-ubahikut ambil bagian dalam waktu melalui perubahannya, yaitu gerak. Jadi apapun yang tidak tersentuh perubahan dan gerak, ia tidak dalam waktu dan masa lalu atau masa mendatang. Dan juga tidak memiliki bagian didalamnya, sehingga tidak ada bedanya dengan abadi. Ini karena masa lalu dan masa mendatang hanya nyata ketika hal-hal baru akan terjadi.

Segala sesuatu terjadi susul-menyusul sehingga dapat dibagi menjadi yang lalu dan tidak ada lagi yang sekarang dan masih berjalan dan pembaruan, perpanjangan, pengulangan yang diharapkan. Dengan begitu sejauh tidak ada pembaruan atau tidak ada akhir maka tidak ada waktu.

Allah yang Maha Benar ada sebelum waktu itu ada, Dzat-Nya sama sekali tidak berubah. Sebelum Dia menciptakan waktu, waktu sudah tidak berlaku bagi-Nya dan setelah menciptakan waktu, keadaan-Nya tetap sama seperti sebelumnya.

وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ


`Dan tetap kekal wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan`(Ar Rahmaan:27)

`Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, Tuhan apapun yang lain. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. baginyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan`(Al-Qashash:88).

bamboo-tree-_zpsaayuqjmq.jpg
 
97. Al Waarits

AL WARITS (yang Maha Mewarisi) adalah yang menjadi tempat kembalinya milik setelah tiada dan itu adalah Allah Azza wa Jalla karena Dia adalah yang abadi setelah sirnanya ciptaan dan segala sesuatu kembali kepada-Nya sebagai hasil akhir mereka.

`(Lalu Allah berfirman): "kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?"` (Al-Mu'min:16)

`Kepunyaan Allah yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan`(Al-Mu'min:16)

Ini dikemukakan untuk menjawab pendapat sebagian besar orang yang berpendapat, bahwa mereka meiliki dan pada hari itu akan terungkap bagi mereka keadaan yang sebenarnya. Pernyataan ini mengungkapkan kebenaran yang akan dipaparkan kepada mereka pada saat itu. Adapun mereka yang memiliki persepsi rohaniah, selalu menyadari dan yakin bahwa kepemilikan itu hanya milik Allah semata, disetiap detik, setiap menit dan setiap jam, setiap hari dan bahwa Dia senantiasa demikian dan akan demikian selamanya.

Namun hal ini hanya dimengerti oleh orang-orang yang melihat kebenaran ke-Esa-an Allah Ta'ala dalam ciptaan dan tahu bahwa yang berkuasa dan berdaulat hanyalah Dia.

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

180]
Dan jangan sekali-kali orang-orang yang bakhil dengan harta benda yang telah dikurniakan Allah kepada mereka dari kemurahanNya – menyangka bahawa keadaan bakhilnya itu baik bagi mereka. Bahkan ia adalah buruk bagi mereka. Mereka akan dikalongkan (diseksa) dengan apa yang mereka bakhilkan itu pada hari kiamat kelak. Dan bagi Allah jualah hak milik segala warisan (isi) langit dan bumi. Dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui dengan mendalam akan segala yang kamu kerjakan. (mukjizat) yang nyata dan dengan (korban) yang katakan, maka membunuh mereka, jika kamu orang-orang yang benar (dalam apa yang kamu dakwakan itu)?”(Ali Imran:180)

`Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada diatasnya, dan hanya kepada Kami-lah mereka dikembalikan`(Maryam:40).

Ocean-Waves_zps9selclrq.jpg
 
98. Ar Rasyid

AR RASYIID (Yang Maha Pandai/Maha Tepat Tindakan-Nya) adalah Allah yang rencana-rencana-Nya disusun untuk mencapai tujuan-tujuan-Nya menurut cara-cara bertindak yang disetujui tanpa petunjuk seorang penasehat atau arahan seorang pengarah atau bimbingan seorang pembimbing.

Setiap orang yang mendapat bimbingan yang benar, adalah kalau dirinya mendapat pengarahan dari akal yang benar dalam rencana-rencana yang dibuatnya untuk menyesuaikan dirinya dengan kehendak Allah Azza wa Jalla, baik dalam maksud-maksudnya, kewajiban-kewajiban keagamaannya maupun urusan-urusan duniawinya.

Sifat Allah 'AR RASYIID' mirip dengan sifat 'AL HAKIIM'. Al Hakim adalah yang menempatkan segala sesuatu pada tempatnya dan demikian juga AR RASYIID, yakni yang benar lagi tepat dalam perbuatan-Nya, serta lurus dan mulus penanganan-Nya. Namun, keduanya berbeda, karena sifat 'Rusyd' yang disandang oleh Rasyiid, memberi kesan terpenuhinya sifat ini dalam diri penyandangnya, bermula dari dirinya, sebelum yang lain.

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ
فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ


`Dan ketahuilah olehmu bahwa dikalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus. Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana`(49-Al Hujuraat:7~8)

Ayat ini menerangkan bahwa AR RAASYIDUUN adalah mereka yang diberi anugerah oleh Allah Azza wa Jalla beruparasa cinta kepada keimanan, sehingga mentaati Rasulullah Saw dan istiqomah dalam ketaatannya, disertai rasa hormat dan kagum kepada Beliau yang menghasilkan dorongan untuk menteladaninya.

Mereka adalah yang menilai keimanan sebagai hiasan hidupnya, sehingga tidak ada sesuatu bagi mereka yang lebih indah dan berharga, bahkan menyamai dan mendekati nilai keimanannya. Selain itu, merekapun sangat membenci kekufuran, yaitu segala sesuatu yang menutupi kesucian, kemurnian akal,dan juga membenci kefasikan, yaitu sikap dan ucapan yang mengantar pada pengingkaran agamadan berbuat kedurhakaan, yaitu dengan keengganan melaksanakan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya.

`Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran(02-Al Baqarah:186)

`Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya)`(04-An Nisaa:59)

`Katakanlah: "jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: "taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling, maka sesunguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir"(03-Ali Imran:31~32)

`Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya niscaya Allah memasukkannya kedalamnya dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya niscaya Allah memasukkannya kedalam api Neraka sedang ia kekal didalamnya dan baginya siksa yang menghinakan`(04-An Nisaa:13~14).

Sum_Pleiades_Dec_2007_4_x_10_mins_each_2x2_RGB_ps_1_low_zpsnifuippe.jpg
 
99. As Shabuur

ASH SHABUUR (yang Maha Penyabar) adalah Allah yang tidak tergesa-gesa dalam bertindak sebelum waktunya, melainkan memutuskan segala persoalan menurut rencana yang pasti dan mewujudkannya dengan cara-cara yang luar biasa, dan tidak menunda-nundanya seperti seorang pemalas, tidak memajukan pekerjaannya seperti orang yang tergesa-gesa tetapi menempatkan setiap sesuatu pada waktunya yang tepat, pada saat diperlukannya dan sesuai dengan kebutuhannya. Semua itu tanpa adanya kuasa yang bertentangandengan kehendak-Nya.

Sejauh menyangkut kesabaran manusia, hal itu memerlukan ketahanan, karena makna sabar meliputi penguatan ketetapan hati untuk menentang dorongan nafsu dan amarah.

Jika dua alasan yang berlawanan bertarung didalam dirinya dan dia menolak dorongan yang menyebabkannya terburu-buru dan bertindak gegabah tetapi condong pada dorongan yang menyebabkannya menunda, dia dinamakan sabar karena dapat mengatasi dorongan untuk bertindak gegabah.

Adapun bagi Allah Azza wa Jalla, tidak ada kecenderungan untuk bertindak gegabah atau terburu-buru. Sejauh menyangkut terburu-buru, Dia sangat jauh dari terburu-buru dibanding siapapun yang memiliki kecenderungan itu. Allah SWT banyak memerintahkan kesabaran kepada manusia, sebagaimana ayat-ayat yang banyak terkandung didalam Kitab Suci Al-Qur'an.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


`Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung`(Ali Imran:200)

`Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar`(Al Anfaal:46)

`Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan Shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya`(Thaahaa:132)

`Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlahyang dicukupkan pahala merekatanpa batas`(Az Zumar:10)

`Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakanpahala orang-orang yang berbuat baik` (Yusuf:89)

`Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar`(Al Baqarah:155).

`Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. SesungguhnyaAllah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan`(Ali Imran:120)

`Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) Shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar`(Al Baqarah:153)

`Dan Kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami`(32-As Sajdah:24)

`Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran`(103-Al Ashr:1~3)

`Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab,Nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan Shalat dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa`(02-Al Baqarah:177)

Sabar adalah menahan nafsu dalam mengerjakan ibadah, sabar dalam musibah, serta sabar dalam meninggalkan perkara-perkara yang dilarang, keinginan nafsu dan kenikmatannya. Sabar yang paling utama adalah sabar yang berdasarkan hadits Abud Dunya: `Sesungguhnya sabar karena ditimpa musibah akan dituliskan 300 derajat bagi seorang hamba. Dan seungguhnya sabar karena mengerjakan taat akan ditulis 600 derajat bagi seorang hamba. Dan sesungguhnya sabar karena meninggalkan maksiat akan dituliskan 900 derajat bagi seorang hamba`

Sabar adalah sinar, yaitu yang senantiasa mendapat penerangan dengan cahaya kebenaran-Nya, tetap teguh walau dalam kesempitan sekalipun karena dalam diri orang yang sabar terdapat makrifat dan kebenaran.

https://www.youtube.com/watch?v=S8sESsRDNv4
 
IS sahkan kematian Jihadi John

BEIRUT - LUBNAN. Kumpulan militan IS kelmarin mengesahkan kematian Jihadi John dengan mengatakan dia terbunuh dalam satu serangan udara di Raqqa, Syria, November tahun lalu.

Mohammed Emwazi, terkenal sebagai lelaki bertopeng dan dalang yang bertanggungjawab memenggal kepala tebusan warga asing dari Barat dalam siri rakaman video dirakamkan kumpulan itu.

Menerusi majalah dalam talian IS, Dabiq, Emwazi dilaporkan terkorban pada 12 November lalu selepas kereta yang dinaiki menjadi sasaran serangan dron di bandar Raqqa lapor AFP.

Difahamkan, dunia mengenalinya sebagai pembunuh kejam yang bercakap menggunakan bahasa Inggeris dan digelar Jihadi John selepas tebusan menggelar sekumpulan penjaga IS sebagai The Beatles.

Kemunculannya buat pertama kali adalah pada Ogos 2014 dalam video memaparkan pemenggalan kepala pengamal media bebas Amerika Syarikat, James Foley, 40, yang ditangkap di Syria pada 2012.

Emwazi yang juga merupakan seorang pengatur cara komputer dilahirkan di Kuwait namun dibesarkan di London sejak berusia enam tahun.

image_zpstnqpkbtc.jpg
 
Back
Top
Log in Register