BTC USD 85,423.9 Gold USD 4,323.74
Time now: Jun 1, 12:00 AM

al-Quran disaksikan atau diriwayatkan?

Al-Quran itu...


  • Total voters
    0
Status
Not open for further replies.
aku heran apsal nko seronok sangat tanpa fikir terlebih dahulu... :))

memang aku tak faham pun
isu yang nko bangkitkan sebelum ni berkenaan "periwayatan hadis" > #2521
isu aku tanya nko kat sini pasal apa?
"periwayatan/penyaksian al-Quran" > #78
isu baru ni, jadi apa penerangan nko pasal al-Quran ni?

betul ker diriwayatkan kan?

atau disaksikan oleh sahabat sendiri bagaimana Rasulullah SAW ajar satu persatu
ditulis/dihafal pada zaman Rasulullah SAW masih hidup
bacaannya disemak oleh Rasulullah SAW sendiri
dan kemudiannya..
pada masa sahabat2 yang berkomunkasi secara langsung dengan Rasulullah SAW masih hidup
ayat2 ini dikumpulkan, setiap ayat disahkan oleh setiap "saksi"
dan dibukukan pada zaman itu juga
maka menjadi muktamad, tidak lagi boleh dipinda, tidak lagi boleh diubah2
semuanya hasil daripada "komunikasi" langsung dengan Rasulullah SAW...
berbeza dgn cerita hadis
tiada langsung hadis bertulis dan sekadar cerita mulut
yang kemudiannya dikumpulkan 250 tahun selepas kewafatan Rasulullah SAW dan para sahabat
(sebab itu diriwayatkan, macam buku cerita Riwayat Merong Mahawangsa, Riwayat Si Pitung.. hehe)

selanjutnya dan kalau nko berpegang pada al-Quran itu diriwayatkan...
aku nak tahu...
kenapa takda tulis pada setiap ayat al-Quran "diriwayatkan oleh siapa"?
salah ni.. tak tulis nama periwayat... hehe
dan pasal apa ulama nko cakap "diriwayatkan"
dia faham ker maksud yang boleh dikategorikan sebagai "diriwayatkan"
dan yang mana boleh dikategorikan sebagai "penyaksian"?
takkan dia failed untuk faham isu2 macam ni kut? dulu dia sekolah kat mana? :))

x dinafikan penyaksian atau periwayatan adalah penting...

ttp apa yg lbh penting drpd persoalan itu adalah iman & akhlak org yg menyaksikan atau meriwayatkan...

brp byk kisah dlm Al-Quran yg menceritakan kaum Nabi2 terdhl MENYAKSIKAN mukjizat Nabi2 mrk...

ttp brp rmi jg yg akhirnya tetap MENDUSTAKAN PENYAKSIAN mrk, semuanyer krn iman & akhlak mrk x sempurna...

adalah x masuk akal, jika para shbt Nabi Muhammad SAW dlm perkara mencatat Al-Quran diakui sbg glgan yg mpyi iman & akhlak yg mulia...

ttp apabila mrk menyampaikan hadis, iman & akhlak mrk blh pula dipersoalkan...

adalah x masuk akal jg jika para mufassirin & muhaddisin spt Ibnu Katsir, Al-Jalalain, Imam Bukhari, Imam Muslim...

apabila mrk menghafaz Al-Quran 30 juzuk, memahami maksud & percaya pd setiap ayat, mrk dianggap sbg beriman kpd qjjl SWT...

ttp apabila mrk menjlskan ayat2 Al-Quran berdsrkan hadis, serta merta mrk dilihat sbg penipu & pendusta...

krn ini x sesuai dgn ayat dibwh yg mengatakan Al-Quran diwariskan kpd org2 yg melakukan kebaikan & akan mendpt anugerah dr qjjl SWT...



aku pasti tentu ayat ini merujuk kpd para muhaddisin, mufassirin, huffaz & semua glgan yg beriman & berakhlak mulia...

bkn kpd kita yg kater jer beriman tp Al-Quran pon x hafal, akhlak buruk pula dgn mengeluarkan kata2 keji, caci, maki, nista, fitnah, memberikan gelaran buruk sesama sendiri...

~~~~~~~~~~

aku tgk hujah nko byk berdsrkan sejarah, ttp aku perasan jg nko lbh byk merujuk kpd sejarah penulisan Al-Quran...

apabila nko petik hadis2 yg melrg penulisan hadis ader x nko kaji ltrbelakang sejarah nyer...

aku pasti sdh tentu x, krn ia x membantu menguatkan hujah nko...

disbbkan nko x nak, aku akan memberikan ltrbelakang sejarah kpd lrgan itu aku agar pembaca fhm kenapa para muhaddisin menulis hadis yg melrg mrk menulis hadis...

jika difikirkan secara logik jika ada lrgan sedemikian sdh tentu mrk x akan memasukkan ke dlm kitab2 hadis mrk & akan cuba menyembunyikan lrgan itu sebaik mgkn...

oleh itu penjlsannya bg hujah nko yg x masuk akal & ltrbelakang sejarah bg hadis lrgan menulis hadis itu adalah spt berikut...

Sejarah Penulisan Hadits Pada Masa Nabi Saw

Pada masa Rasulullah SAW masih hidup hadits belum mendapat pelayanan dan perhatian sepenuhnya seperti al-Quran. Para sahabat, terutama yang mempunyai tugas istimewa, selalu mencurahkan tenaga dan waktunya untuk mengabadikan ayat-ayat Alquran di atas alat-alat yang mungin dapat dipergunakannya. Tetapi, tidak demikian halnya terhadap hadits. Kendatipun para sahabat sangat memerlukan petunjuk-petunjuk dan bimbingan Nabi SAW dalam menafsirkan dan melaksanakan ketentuan-ketentuan di dalam al-Quran.

Larangan Menulis Hadits

Para sahabat menyampaikan sesuatu dari hadits Nabi SAW melalui lisan atau pendengaran saja. Pendirian ini mempunyai pegangan yang kuat, yakni sabda Nabi SAW “Jangan kamu tulis sesuatu yang telah kamu terima dariku selain al-Quran. Barang siapa menulis dariku selain al-Quran hendaklah ia hapus. Ceritakan saja yang kamu terima dariku, tidak mengapa. Barang siapa yang sengaja berdusta atas namaku, maka hendaklah ia menduduki tempat duduknya di neraka.” (HR Muslim). Dalam riwayat lain Sa’id al-Khudri mengatakan: “Kami pernah meminta izin kepada Nabi SAW untuk menulis tetapi beliau tidak mengizinkannya.” (al-Muhadits al-Fashil: 4/5)

Hadits di atas, selain menganjurkan agar meriwayatkan hadits dengan lisan, juga sebagai larangan keras kepada orang yang membuat riwayat palsu. Larangan penulisan hadits tersebut ialah untuk menghindarkan adanya kemungkinan sebagian sahabat penulis wahyu memasukkan hadits ke dalam lembaran-lembaran tulisan al-Quran, karena dianggapnya segala yang dikatakan Rasulullah SAW adalah wahyu semuanya. Lebih-lebih bagi generasi yang tidak menyaksikan zaman dimana wahyu itu diturunkan, tidak mustahil adanya dugaan bahwa seluruh yang tertulis adalah wahyu semuanya, hingga bercampur aduk antara al-Quran dengan hadits.

Perintah Menulis Al-Hadits

Di samping melarang menulis hadits, Rasulullah SAW juga memerintahkan kepada beberapa orang sahabat tertentu untuk menulis hadits. Misalnya, hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra menerangkan bahwa sesaat ketika kota Mekah telah dikuasai kembali oleh Rasulullah SAW beliau berdiri berpidato di hadapan para manusia. Pada waktu beliau berpidato, tiba-tiba seorang laki-laki yang berasal dari Yaman yang bernama Abu Syah berdiri dan bertanya kepada Rasulullah saw., ujarnya, “Ya Rasulullah! Tulislah untukku!” Jawab Rasul, “Tulislah oleh kamu sekalian unutknya!”

Dan tidak ada satu pun riwayat tentang perintah menulis hadits yang lebih sah, selain hadits ini. Sebab, Rasulullah SAW dengan tegas memerintahkannya. Sejarah telah mencatat adanya beberapa naskah tulisan hadits yang bersifat pribadi dari beberapa sahabat dan tabi’in. Para sahabat dan tabi’in yang mempunyai naskah hadits antara lain sebagai berikut.

Abdullah bin Amr bin Ash ra (65 H)

Abdullah bin Amr bin Ash ra adalah salah seorang sahabat yang selalu menulis apa yang pernah didengarnya dari Nabi Muhammad SAW. Tindakan ini pernah didengar oleh orang-orang Quraisy, mereka mengatakan, “Apa engkau menulis semua yang telah kau dengar dari Nabi? Sedang beliau itu hanya manusia, kadang-kadang berbicara dalam suasana suka dan kadang-kadang berbicara dalan suasana duka?” Atas teguran tersebut, ia segera menanyakan tentang tindakannya kepada Rasulullah SAW. Maka, jawab Rasulullah SAW, “Tulislah! Demi Zat yang nyawaku ada di tangan-Nya, tidaklah keluar daripadanya, selain hak.” (HR Abu Dawud) dan Abu Hurairah pernah mengatakan: “Tidak ada satu pun sahabat Nabi yang haditsnya melebihi aku selain Abdullah bin Amru, ia menulisnya sedangkan aku tidak menulisnya.” (Fathul Baari: 1/217)

Rasulullah SAW mengizinkan Abdllah bin Amr bin Ash untuk menulis apa-apa yang didengarnya dari beliau karena ia adalah salah seorang penulis yang baik. Naskah ini disebut dengan Ash-Shahifah ash-Shadiqah, karena ditulisnya secara langsung dari Rasulullah SAW.

Naskah hadits Ash-Shadiqah berisikan hadits sebanyak 1000 hadits, dan dihafal serta dipelihara oleh keluarganya sepeninggal penulisnya. Cucunya yang bernama Amr bin Syu’aib meriwayatkan hadits-hadits tersebut sebanyak 500 hadits. Bila naskah Ash-Shadiqah ini tidak sampai kepada kita menurut bentuk aslinya, dapat kita temukan secara kutipan pada kitab Musnad Ahmad, Sunan Abu Dawud, Sunan An-Nasai, Sunan At-Tirmizi, dan Sunan Ibnu Majah.

Jabir bin Abdullah al-Anshari ra (78 H)

Naskah haditsnya disebut Shahifah Jabir. Qatadah bin Da’amah as-Sudusy memuji naskah Jabir ini dengan katanya, “Sungguh, shahifah ini lebih kuhafal daripada surat Al-Baqarah.”

Human bin Munabbih (131 H)

Ia adalah seorang tabi’in alim yang berguru kepada sahabat Abu Hurairah ra dan banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW. Hadits-hadits tersebut kemudian ia kumpulkan dalam satu naskah yang dinamai Ash-Shahifah ash-Shahihah. Naskah itu berisikan hadits sebanyak 138 hadits.

Imam Ahmad di dalam musnadnya menukil hadits-hadits Humam bin Munabbih keseluruhannya. Dan Imam Bukhari banyak sekali menukil hadits-hadits tersebut ke dalam kitab sahihnya, terdapat dalam beberapa bab.

Ketiga buah naskah hadits tersebut di atas adalah di antara sekian banyak tulisan hadits yang ditulis secara pribadi oleh para sahabat dan tabi’i yang muncul pada abad pertama.

Nas-nas yang melarang menulis hadits di satu pihak dan yang mengizinkan di pihak lain bukanlah nas-nas yang saling bertentangan satu sama lain, akan tetapi nas-nas itu dapat dikompromikan sebagai berikut.

Bahwa larangan menulis hadits itu adalah terjadi pada awal-awal Islam untuk memelihara agar hadits itu tidak bercampur dengan al-Quran. Tetapi, setelah jumlah kaum muslimin semakin banyak dan telah banyak yang mengenal al-Quran, maka hukum melarang menulisnya telah dihapus dengan perintah yang membolehkannya. Dengan demikian, hukum menulisnya adalah boleh.

Bahwa larangan hadits itu adalah bersifat umum, sedang perizinan menulisnya bersifat khusus bagi orang yang mempunyai keahlian tulis-menulis, hingga terjaga dari kekeliruan dalam menulisnya dan tidak dikhawatirkan akan salah, seperti Abdullah bin Amr bin Ash.

Bahwa larangan menulis hadits ditujukan kepada orang yang lebih kuat menghafalnya daripada menulisnya, sedang perizinan menulisnya diberikan kepada orang yang tidak kuat hafalannya, seperti Abu Syah.

Penjelasan di atas sekaligus sebagai bantahan kepada pengusung orientalis yang memiliki anggapan bahwa hadits baru ditulis pada abad kedua atau hadits tidak pernah ditulis pada masa Nabi SAW.


Wallahu ‘Alambisshawab​

rujuk jg "20 Contoh Hadis yang kelihatan Bercanggah dan Kaedah Mengatasi Percanggahan Tersebut: Contoh 14"

~~~~~~~~~~~~~

akhir sekali aku nak komen ttg post hj_maikel yg nko guner sbg bukti bhw ada glgan yg mengatakan Al-Quran x terjaga...

aku ikut perbincangan nko dgn hj_maikel & jls sgt nko memanipulasi post2 beliau utk kepentingan nko...

kpd pembaca semua, hj_maikel sebenarnyer menggunakan kaedah reverse psychology dlm berhujah dgn glgan KAHAK nih...

iaitu jika KAHAK x yakin dgn para perawi hadis yg jg merupakan glgan yg menghafaz, menulis, menyebarkan Al-Quran maka secara lgsg KAHAK jg x mempercayai Al-Quran...

sy pasti Pub In akan kater sy bersubahat dgn hj_maikel, jd sy sgt glkkan sedara2 merujuk sendiri post hj_maikel yg dipetik oleh Pub In...

jgn ambil kata2 sy atau pon kata2 Pub In bulat2, buat kajian & penilitian sendiri, itu yg terbaik...

p/s: kener outstation seminggu, klu ader maser aku respon kat hujah bls nko, tp klu nko awal2 nak bg gambar Simpson kat sini aku x kesah gak, meriah sket...
 
Last edited:
berkaitan al-Quran? direct...

attachment.php


kebenaran yang disembunyikan oleh ahli kitab zaman moden....

dalam kes periwayatan hadis?

hearsay = rumour

20130222-003756.jpg


0. > direct
1. > rumour
2. > rumour atas rumour
3. > rumour atas rumour atas rumour
4. > rumour atas rumour atas rumour atas rumour
5. > rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour
6. > rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour
7. > rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour
8. > rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour
8. > rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour
9. > 250 tahun selepasnya > Imam Hadis >> semua ini adalah "SAHIH" (PASTI, TIADA APA2 KERAGUAN) :)

1400++ tahun selepasnya...

fitnah dan penghinaan ke atas Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat...

Al-Quran > riba haram
Hadis > riba halal/harus dan macam2 lagi...

Al-Quran > kebebasan agama
Hadis > pinda undang2, kafirkan semua orang, pancung kepala..
DSC01732%2Bcopy.jpg


Kemudian umat Rasul-rasul itu (orang Islam?)
berpecah-belah dalam urusan ugama mereka (urusan syariat?)
kepada beberapa pecahan (mazhab?)
tiap-tiap golongan bergembira dengan apa yang ada pada mereka
Maka biarkanlah mereka tenggelam dalam KESESATANNYA itu (inikah "Siratal Mustaqim"? jalan Rasulullah SAW & orang2 diredhai?)
hingga ke suatu masa

(Al-Mu’minun:53-54)

2000 tahun selepasnya?

9363941-very-evil-cartoon-bomb-ready-to-explode.jpg



7598927.jpg


evi0063.gif


hehe :))
 

Attachments

Last edited:
berkaitan al-Quran? direct...

attachment.php


kebenaran yang disembunyikan oleh ahli kitab zaman moden....

dalam kes periwayatan hadis?

hearsay = rumour

20130222-003756.jpg


0. > direct
1. > rumour
2. > rumour atas rumour
3. > rumour atas rumour atas rumour
4. > rumour atas rumour atas rumour atas rumour
5. > rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour
6. > rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour
7. > rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour
8. > rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour
8. > rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour atas rumour
9. > 250 tahun selepasnya > Imam Hadis >> semua ini adalah "SAHIH" (PASTI, TIADA APA2 KERAGUAN) :)

1400++ tahun selepasnya...

fitnah dan penghinaan ke atas Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat...

Al-Quran > riba haram
Hadis > riba halal/harus dan macam2 lagi...

Al-Quran > kebebasan agama
Hadis > pinda undang2, kafirkan semua orang, pancung kepala..
DSC01732%2Bcopy.jpg




2000 tahun selepasnya?

9363941-very-evil-cartoon-bomb-ready-to-explode.jpg



7598927.jpg


evi0063.gif


hehe :))

lbh baik MERIWAYATKAN HADIS dr sumber yg sahih dgn IMAN & AKHLAK MULIA, spt glgan yg diceritakan dlm ayat nih, انشالله dijanjikan syurga...



~~~~~~~~~~~~



berbanding menjd SAKSI AL-QURAN ttp dgn IMAN & AKHLAK BURUK, sama spt glgan yg diceritakan dlm ayat ini...

mrk tlh MENYAKSIKAN kebenaran para Nabi, tp msh jg MENDUSTAKAN semua kebenaran itu...



~~~~~~~~~~~

 
Last edited:
KREDIBILIT (kebolehpercayaan)

betul tu.. bukan setakat hadis...
cerita apa pun kalau tak bercanggah al-Quran, tarak masalah langsung...

masalahnya sekarang, aku protest hadis yg menjadi sumber hukum perundangan..
isu-isu hablum minannas (hablum minallah lantak ler, urusan Allah, bukan manusia)
especially bab riba dan penciptaan hukum baru yang bercanggah al-Quran
padahal.. fungsi hadis sepatutnya sekadar menerangkan al-Quran
bukan membuat hukum baru...

contoh lain bab murtad, Allah bagi kebebasan beragama pada semua kaum...
sebaliknya dan ikut hadis, kerja nak pancung kepala orang...
nampak Islam macam takda toleransi langsung
agama yang liar dan ganas..
padahal Rasulullah SAW takda bersifat macam ni..
dan mustahil Allah menyekat kebebasan beragama
segala sejarah dalam al-Quran jelas menunjukkan bagaimana orang Islam ditindas kerana menganut Islam
balik2.. kita pula nak jadi macam orang yg menindas di dalam al-Quran?
aper ni? terbalik pulak dah?

contoh lain bab riba, Allah haramkan riba..
tapi geng ularmak gunakan hadis untuk create hukum baru
dan halalkan bank dan riba...
halalkan capitalism, dan secularism

so? masuk akai ker ni?
bagi orang yang faham money creation dan Fractional Reserve Banking
mustahil system ini boleh jadi halal...
sebab apa? sebab wang yang dituntut (interest) tidak dicipta dalam ekonomi?
cipta duit hanya 1 billion, bayar balik 4 billion
nak cari mana lagi 3 billion, sedangkan duit dalam ekonomi hanya ada 1 billion?
so.. kesannya aper?
kebankrupan yang PASTI!
hutang negara yang terus menerus bertambah, sehingga tergadai semuanya
jadi... ikut logik nyer, sistem macam ni boleh jadi halal ker? :))

jadi.. mungkin kita kena teliti balik status "SAHIH" ni...
sebab atas nama "SAHIH" ni ler banyak masalah yang telah berlaku..
padahal, dan dalam keadaan sebenar, tak "SAHIH" pun.. hehe :D

ni belum lagi masuk isu hadis2 "lawak" berlabel "SAHIH"
berapa ramai budak sekolah yang berminat nak murtad dek kena hina melalui hadis2 tak masuk akal?
budak2 kecik zaman la semua dah berinternet, dan mereka bukan tahu apa pun
so mereka pun rasa rendah diri dgn agama Islam
sebab memang tak selari dgn kemunasabahan akal...
Allah sendiri minta kita menggunakan akal, tetapi kita pula nak berpegang kepada yg tak masuk akal?
so.. lagi 10-20 tahun... apa jadi pada budak2 sekolah ni?
aku rasa, lagi ramai yang akan murtad... :-?

aku quote sikit kat bahagian sahih dan tak sahih serta hurai ikut kepala otak sendiri ye. Ilmu alat tau kan? aku rasa kau lagi tau.

cuma satu je aku nak tanya:

KREDIBILTI- merujuk kepada keboleh percayaan seseorang melalui kemahiran, pengalaman serta kelelusan orang tersebut dalam ilmu yg di master nye.

so soalan aku:

"Apa KREDIBILTI kau?"

sebab ada forumer tnay apa kelulusan dan apa kau punya credentials, kau masih tak jawab.

so explain kredibilit kau, kalau boleh bagi profile kau sekali dan kami akan bandingkan CV kau dgn imam2 besar yg kau tolak tu.

sementara tu:

meme2c.jpg
 
aku quote sikit kat bahagian sahih dan tak sahih serta hurai ikut kepala otak sendiri ye. Ilmu alat tau kan? aku rasa kau lagi tau.

cuma satu je aku nak tanya:

KREDIBILTI- merujuk kepada keboleh percayaan seseorang melalui kemahiran, pengalaman serta kelelusan orang tersebut dalam ilmu yg di master nye.

so soalan aku:

"Apa KREDIBILTI kau?"

sebab ada forumer tnay apa kelulusan dan apa kau punya credentials, kau masih tak jawab.

so explain kredibilit kau, kalau boleh bagi profile kau sekali dan kami akan bandingkan CV kau dgn imam2 besar yg kau tolak tu.

sementara tu:

so.. aku tanya nko..

ada aku luku kepala nko dan paksa nko terima pendapat aku ker?
takda kan?

so persoalannya... siapa punya akal yang akan rumus perbincangan di sini?

akal aku ker akal nko?
akal nko kan?

akal pemikiran yang munasabah, dan akal nko sendiri itu memerlukan kredibiliti ker?

nko sendiri yang fikir, nko sendiri yang decide..
aper masalah nyer?
ker nko takda akal... otak kosong?
sebab tu perlukan kredibiliti utk percaya akal fikiran nko sendiri? :))




keduanya...

aper kredibiliti imam-imam hadis parsi dan periwayat2 tu?
macam mana nko tahu ianya tepat dan benar
akhlak mulia...
nko ada kat zaman tu?

masuk jauh sikit... cuba nko imagine zaman imam parsi ni
lebih kurang 1200 tahun dahulu..
tv takda..
surat khabar takda..
youtube pun takda...
orang pun tak tahu baca...
dan orang pun tak ambik kisah apa jadi kat dunia...
kesimpulannya... apa pun takdalah...

so..
pada zaman yg tiba2 muncul dgn mendadak lebih drpd 4,000,000 hadis.. (sebelumnya takda)
siapa yang boleh sahkan sipulan bin sipulan adalah orang alim?
tapi dia boleh cari dan interview sorang2 dari 60,000 periwayat pd zaman dia dlm tempoh 16 tahun (tak kira lagi yang dah meninggal)..
boleh pula hafal 600,000 hadis... ada kata 1,000,000 juta hadis..
pastu boleh pula select, tulis buku, mengajar, cari makan, jalan kaki ribu2 batu... bla bla bla..
takda buku, takda dakwat, takda kedai photostate, takda hotel, takda bas, takda telefon.. semua takda...
dan pada itu boleh perhatikan akhlak setiap mereka
dan boleh buat kesimpulan, dan sahkan orang ini cakap benar
boleh percaya dan akan masuk syurga.. semua dia cakap dapat "AAA"
(compare Rasulullah SAW, hafal ayat dalam al-Quran jer... sahabat? maksimum hafal brapa? 8000 hadis?)
dan boleh ker imam-imam parsi ni kenal setiap periwayat dalam tempoh 250 tahun tu (mayat)?
dia boleh ker panggil roh orang mati utk tanya soalan, sahkan akhlak mulia
kemudian boleh pula letak title "SAHIH"? (PASTI, TIADA APA2 KERAGUAN... tipu tak ni?)

nko pula... percaya semua ni? bwuahahaha :eek:

evi0063.gif


profil dia pula, siapa yang tulis profile tu..
dan siapa yang sahkan sebagai benar?
kerajaan abbasid dan ulama2 parsi? hehehe
imam hadis dari mekah dan madinah mana?

imam.JPG


semua yg jadi dulu tu nko ingat macam dunia hari ni ker? :))

sebaliknya pada hari ini...

jika aku kata "Ulama A" ini alim
pasti bersepah2 keluar kat Youtube..
kalau Nik Aziz tinggal 1200 tahun dahulu
dia pun akan jadi hebat dan termasyur sampai beribu2 tahun
sebab siapa pun tak kenal dia..
siapa pun tak boleh sahkan dia...

tapi pada dunia hari dan kalau hebat macam mana pun seseorang tu..
pasti bersepah2 keluar komen utk semua membuat penilaian sendiri..
ada ker sapa2 hari ini boleh dapat title "SAHIH", lebih power dari ayat2 Allah?
Imam-imam Parsi ni boleh...
nko ada patung batu dan sembah dia ker aper? :))
 
Last edited:
so.. aku tanya nko..

ada aku paksa nko terima pendapat aku ker?
takda kan?

so persoalannya... siapa punya akal yang akan rumus perbincangan di sini?

akal aku ker akal nko?
akal nko kan?
akal pemikiran yang munasabah, dan akal nko sendiri itu memerlukan kredibiliti ker?
nko sendiri yang fikir, nko sendiri yang decide..
aper masalah nyer?
ker nko takda akal... otak kosong?
sebab tu perlukan kredibiliti utk percaya akal fikiran nko sendiri? :))




keduanya...

aper kredibiliti imam-imam hadis parsi dan periwayat2 tu?
macam mana nko tahu ianya tepat dan benar
akhlak mulia...
nko ada kat zaman tu?

masuk jauh sikit... cuba nko imagine zaman imam parsi ni
lebih kurang 1200 tahun dahulu..
tv takda..
surat khabar takda..
youtube pun takda...
orang pun tak tahu baca...
dan orang pun tak ambik kisah apa jadi kat dunia...
kesimpulannya... apa pun takdalah...

so..
siapa yang boleh sahkan sipulan bin sipulan adalah orang alim?
imam-imam parsi ni kenal ker setiap periwayat dalam tempoh 250 tahun tu?
boleh interview sorang2 dari 60,000 periwayat pd zaman dia dlm tempoh 16 tahun (tak kira lagi yang dah meninggal)..
boleh pula hafal 600,000 hadis... ada kata 1,000,000 juta hadis..
pastu boleh pula select, tulis buku, mengajar, cari makan, jalan kaki ribu2 batu... bla bla bla..
takda hotel, takda bas, takda telefon.. semua takda...
dan pada itu boleh perhatikan akhlak setiap mereka
dan sahkan orang ini boleh percaya dan akan masuk syurga?
dan dia boleh ker panggil roh orang mati utk tanya soalan serta letak title "SAHIH"?
nko pula... percaya semua ni? bwuahahaha :eek:

evi0063.gif


profil dia pula, siapa yang tulis profile tu..
dan siapa yang sahkan sebagai benar?
kerajaan abbasid? hehehe

semua yg jadi dulu tu nko ingat macam dunia hari ni ker? :))

sebaliknya pada hari ini...
jika aku kata "Ulama A" ini alim
pasti bersepah2 keluar kat Youtube..
kalau Nik Aziz tinggal 1200 tahun dahulu
dia pun akan jadi hebat dan termasyur sampai beribu2 tahun
sebab siapa pun tak kenal dia..
siapa pun tak boleh sahkan...
tapi pada dunia hari dan kalau hebat macam mana pun seseorang tu..
pasti bersepah2 keluar komen dan utk semua nilai sendiri.. :D

yada%20yada%20yada.jpg


tak menjawab soalan pun, senang je soalan nya apa KREDIBILIT kau?
kurang2 imam2 besay yg kau kondem tu, susur galur guru kepada guru mereka hampir jugak pada para tabit tabien, para sahabat dan setrus pada nabi s.a.w. Engkau pulak? apa yg ada? :)) .
takat baca majalah BUJAL tak menjadikan Muhaditsin Ulama ataupun orang yg ber KREDIBLE untuk mengkondem imam2 besar yg di kenali itu...

Sampah takkan setanding dgn Sutera... Takde sapa nak pandang Sampah yg nak kondem Kain Sutera....

BTW, this is public thread. Kalau tak suka org persoal 'KEBOLEHPERCAAYN' atau 'KETAK BOLEHPERCAYAAN" kau set private ye..

sementara tu:

yada%20yada%20yada.jpg
 
Last edited:
Ada benda yang kita tak tercapai dek akal utk difikir...
pada aku apa yang penting keyakinan yang tidak berbelah bahagi kepada Allah...
Buat dulu yang wajib seperti sembahyang,puasa,zakat dan lain-lain biar sempurna dulu...
dah sempurnakah kita???
kalau nak kaji betul-betul banyak lagi topik yang mencabar selain dari topik yang cuba di tanya TT...
Bagi contoh satula malaikat.Adakah kita nampak malaikat-malaikat yang disebutkan.
Apabila kita tak nampak depan mata mahupun dalam youtube adakah kita nak mempersoalkan kewujudan malikat itu?
Betulkan kepercayaan dan akidah kamu dulu..
 
Ada benda yang kita tak tercapai dek akal utk difikir...
pada aku apa yang penting keyakinan yang tidak berbelah bahagi kepada Allah...
Buat dulu yang wajib seperti sembahyang,puasa,zakat dan lain-lain biar sempurna dulu...
dah sempurnakah kita???
kalau nak kaji betul-betul banyak lagi topik yang mencabar selain dari topik yang cuba di tanya TT...
Bagi contoh satula malaikat.Adakah kita nampak malaikat-malaikat yang disebutkan.
Apabila kita tak nampak depan mata mahupun dalam youtube adakah kita nak mempersoalkan kewujudan malikat itu?
Betulkan kepercayaan dan akidah kamu dulu..

kalau dan cakap macam tu.. akal tak terimagine utk fikir..
boleh ler nko imagine tahik sebagai nasi, makanan utama..
pastu cuba hidup dgn benda tu jer... :D

point aku, boleh ler terima..
as long tak bercanggah dan masuk akal...
tapi kalau dah boleh letak title "SAHIH", iaitu "PASTI".. "TIADA KERAGUAN"...
dah sah kena kencing.... :eek:
 
yada%20yada%20yada.jpg


tak menjawab soalan pun, senang je soalan nya apa KREDIBILIT kau?
kurang2 imam2 besay yg kau kondem tu, susur galur guru kepada guru mereka hampir jugak pada para tabit tabien, para sahabat dan setrus pada nabi s.a.w. Engkau pulak? apa yg ada? :)) .
takat baca majalah BUJAL tak menjadikan Muhaditsin Ulama ataupun orang yg ber KREDIBLE untuk mengkondem imam2 besar yg di kenali itu...

Sampah takkan setanding dgn Sutera... Takde sapa nak pandang Sampah yg nak kondem Kain Sutera....

BTW, this is public thread. Kalau tak suka org persoal 'KEBOLEHPERCAAYN' atau 'KETAK BOLEHPERCAYAAN" kau set private ye..

sementara tu:

yada%20yada%20yada.jpg

setaka tu jer nko boleh jawab? :eek:
 
kalau dan cakap macam tu.. akal tak terimagine utk fikir..
boleh ler nko imagine tahik sebagai nasi, makanan utama..
pastu cuba hidup dgn benda tu jer... :D

point aku, boleh ler terima..
as long tak bercanggah dan masuk akal...
tapi kalau dah boleh letak title "SAHIH", iaitu "PASTI".. "TIADA KERAGUAN"...
dah sah kena kencing.... :eek:

Terima kasih...
semoga berjaya..
 
Status
Not open for further replies.
Back
Top
Log in Register