sanz
Super Active Member
- Messages
- 5,913
- Joined
- Jul 30, 2008
- Messages
- 5,913
- Reaction score
- 486
- Points
- 81
Semua maklum bahawa Tragedi Ambon adalah Tragedi yang mane mmbabitkan agama Islam dan Kristian.Tragedi yg terjadi skitar 1999 ini mmbunuh beribu jiwa..
Tragedi ini dikata bermula pada Aidul Fitri 1998 hingga menjangkai shingga taun 2000.Menurut Majlis Ulama Indonesia(MUI),Tragedi Ambon mule nampak terjadi 'peperangan' besar sejak tahun 1995.. di bawah adalah kronologi Tragedi berdarah ini :::---
15 Jun 1995: Desa menempatkan populasi penduduk Islam, Kelang Asaude (Pulau Manipa), diserang warga Kristian Desa Tomalahu Timur, pada waktu Subuh. Penyerangan dilakukan oleh empat orang yang nama-namanya dicatat oleh MUI.
21 Februari 1996 (Hari Raya Aidul Fitri) : Desa Kelang Asaude diserang lagi. Serangan dilakukan oleh warga Tomahalu Timur dengan menggunakan batu dan panah. Tiga hari sebelumnya, serombongan orang yang dipimpin oleh Sersan (namanya tercatat) datang ke Desa Asaude, menangkap penghulu(ketua desa) bersama isteri dan anak-anaknya. Mereka menggeledah rumah dan memijak-mijak peralatan keagamaan.
18 November 1998: 174 Pattimura berdemotrasi. Sejumlah besar mahasiswa Unpatti (Unive**s Pattimura) dan UKIM (Unive**s Kristen Indonesia Maluku), yang dikepalai oleh organisasi pemuda dan mahasiswanya menghentam Danrem Kolonel Hikayat. Demonstrasi berlangsung dua hari. Mereka membakar beberapa buah kereta, melukai tukang becak, dan melakukan vandalisme serta melontari kaca kantor PLN Cabang Ambon. Ramai cedera, baik di pihak mahasiswa maupun kalangan ABRI.
Beberapa bulan sebelumnya, berlangsung desas-desus keganasan. Isu pembersiahan etnik orang-orang Bugis-Buton-Makassar (BBM) sudah beredar di tengah masyarakat yang membuatkan ramai orng gelisah. Mereka sukar membezakan suku Bugis dan Makassar. Kedua suku ini sebenarnya adalah satu. Orang-orang Muslim suku lain (non-Maluku) juga di syorkan untuk diusir.Penempahan senjata api dan pembuatan senjata api kian meningkat. Penempahan dilakukan oleh kelompok tertentu.
Isu pengusiran BBM memang berbau SARA, terutama yang membabitkan suku dan agama. Isu Pembersihan Etnik BBM dikatakan di mulakan oleh Kristian, bahkan kabarnya disuarakan oleh Gereja.
Menjelang akhir November 1998: Sekitar 200 polis Ambon dari Jakarta, yang bekerja sebagai penjaga keamanan tempat perjudian pulang ke kampung. Merekalah yang memulai keganasan dengan penduduk Ketapang (Jakarta). Karena umat Islam Jakarta marah, mereka dikepung. Beberapa darinya tewas. Sejumlah besar yang lain diminta masyarakat agar di ambil langkah berjaga oleh polis. Sebagian dari mereka,sekitar 200 orang inilah yang pulang ke Ambon.
Tragedi ini dikata bermula pada Aidul Fitri 1998 hingga menjangkai shingga taun 2000.Menurut Majlis Ulama Indonesia(MUI),Tragedi Ambon mule nampak terjadi 'peperangan' besar sejak tahun 1995.. di bawah adalah kronologi Tragedi berdarah ini :::---
15 Jun 1995: Desa menempatkan populasi penduduk Islam, Kelang Asaude (Pulau Manipa), diserang warga Kristian Desa Tomalahu Timur, pada waktu Subuh. Penyerangan dilakukan oleh empat orang yang nama-namanya dicatat oleh MUI.
21 Februari 1996 (Hari Raya Aidul Fitri) : Desa Kelang Asaude diserang lagi. Serangan dilakukan oleh warga Tomahalu Timur dengan menggunakan batu dan panah. Tiga hari sebelumnya, serombongan orang yang dipimpin oleh Sersan (namanya tercatat) datang ke Desa Asaude, menangkap penghulu(ketua desa) bersama isteri dan anak-anaknya. Mereka menggeledah rumah dan memijak-mijak peralatan keagamaan.
18 November 1998: 174 Pattimura berdemotrasi. Sejumlah besar mahasiswa Unpatti (Unive**s Pattimura) dan UKIM (Unive**s Kristen Indonesia Maluku), yang dikepalai oleh organisasi pemuda dan mahasiswanya menghentam Danrem Kolonel Hikayat. Demonstrasi berlangsung dua hari. Mereka membakar beberapa buah kereta, melukai tukang becak, dan melakukan vandalisme serta melontari kaca kantor PLN Cabang Ambon. Ramai cedera, baik di pihak mahasiswa maupun kalangan ABRI.
Beberapa bulan sebelumnya, berlangsung desas-desus keganasan. Isu pembersiahan etnik orang-orang Bugis-Buton-Makassar (BBM) sudah beredar di tengah masyarakat yang membuatkan ramai orng gelisah. Mereka sukar membezakan suku Bugis dan Makassar. Kedua suku ini sebenarnya adalah satu. Orang-orang Muslim suku lain (non-Maluku) juga di syorkan untuk diusir.Penempahan senjata api dan pembuatan senjata api kian meningkat. Penempahan dilakukan oleh kelompok tertentu.
Isu pengusiran BBM memang berbau SARA, terutama yang membabitkan suku dan agama. Isu Pembersihan Etnik BBM dikatakan di mulakan oleh Kristian, bahkan kabarnya disuarakan oleh Gereja.
Menjelang akhir November 1998: Sekitar 200 polis Ambon dari Jakarta, yang bekerja sebagai penjaga keamanan tempat perjudian pulang ke kampung. Merekalah yang memulai keganasan dengan penduduk Ketapang (Jakarta). Karena umat Islam Jakarta marah, mereka dikepung. Beberapa darinya tewas. Sejumlah besar yang lain diminta masyarakat agar di ambil langkah berjaga oleh polis. Sebagian dari mereka,sekitar 200 orang inilah yang pulang ke Ambon.
Last edited:
