Semua dalam kehidupan kita ni tak boleh dipisahkan dari agama termasuklah politik.
kerja kita? tak boleh jual arak, tak boleh kerja dengan kilang arak.
makanan? kena makan makanan halal.
tidur? naik kereta? minum? semuanya baca bismillah.
selagi dah namanya muslim, wajib semua dalam hidup ini berlandaskan Islam.
tau kan doa iftitah?
sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah.
dunia ini bukan tempat kita yang kekal. ini tempat Allah uji kita.
Ibadah, Hidup, dan Mati Hanya untuk Allah
Alquran menjelaskan bahwa semua ibadah, hidup dan mati untuk Allah SWT.
Alquran menjelaskan bahwa semua ibadah, hidup dan mati seorang hamba hanya untuk Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam Surah Al-An'am Ayat 162.
قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
Katakanlah , "Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam." (QS Al-An'am: 162)
dalam ayat ini kita diperintahkan agar mengatakan bahwa sesungguhnya sholatnya, ibadahnya, serta semua pekerjaan yang dilakukannya, hidup dan matinya adalah semata-mata untuk Allah, Tuhan semesta alam yang tiada sekutu bagi-Nya. Itulah yang diperintahkan kepadanya.
Rasul adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah dalam mengikuti dan mematuhi semua perintah dan larangan-Nya. Dua ayat ini mengandung ajaran Allah kepada Muhammad, yang harus disampaikan kepada umatnya, bagaimana seharusnya hidup dan kehidupan seorang Muslim di dalam dunia ini.
Semua pekerjaan sholat dan ibadah lainnya harus dilaksanakan dengan tekun sepenuh hati karena Allah, ikhlas. Seorang Muslim harus yakin kepada kudrat dan iradat Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah-lah yang menentukan hidup mati seseorang.
Oleh karena itu seorang Muslim tidak perlu takut mati dalam berjihad di jalan Allah dan tidak perlu takut hilang kedudukan dalam menyampaikan dakwah Islam, amar ma'ruf nahi munkar. Ayat ini selalu dibaca dalam sholat sesudah takbiratul ihram sebagai doa iftitah.