BTC USD 82,166.4 Gold USD 4,189.08
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Hadis Imam Al-Bukhari

Dari Usamah bin Zaid r.a.
berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Aku berdiri di muka
pintu surga tiba-tiba
kudapatkan kebanyakan yang
masuk surga adalah orang-
orang fakir miskin sedangkan
orang-orang kaya masih
tertahan oleh perhitungan
kekayaanya dan orang-orang
ahli neraka telah diperintahkan
masuk neraka maka ketika saya
berdiri di dekat pintu neraka
tiba-tiba kudapatkan
kebanyakan yang masuk ke
dalamnya adalah orang-orang
perempuan.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Anas r.a. berkata: Seorang
Arab bertanya kepada
Rasulullah saw, “Bilakah hari
kiamat?”

Rasulullah saw menjawab, “Apakah bekalmu untuk menghadapinya?”

Ia menjawabnya cinta kepada
Allah dan Rasul-Nya maka
Rasulullah saw bersabda,

“Engkau akan berkumpul
dengan orang yang engkau
cintai.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abdullah bin Mas’ud ra
meriwayatkan bahwa ia
bertanya kepada Rasulullah
saw tentang perbuatan apa
yang paling disukai Allah
Ta’ala.

Rasulullah saw menjawab,
“Menjalankan shalat pada
waktu yang ditetapkan.”

Saya bertanya, “Dan sesudah itu?”

Baginda menjawab, “Berbuat baik
kepada orang tua.”

Saya bertanya, “Dan sesudah itu?”

Baginda menjawab, “Berjihad di
jalan Allah.”

(riwayat Bukhari)
 
Dari Abu Bakar ra.
meriwayatkan bahwa Rasulullah
saw bersabda, “Tidak usahkan
aku menceritakan tentang dosa
terburuk?”

Kami berkata,
“Katakanlah, ya Rasulullah!”

Rasulullah saw bersabda,
“Menyekutukan seseorang
dengan Allah dan tidak patuh
terhadap orang tua.”

Rasulullah saw sedang
bersandar kemudian duduk
tegak seraya bersabda, “Hati-
hatilah dari berkata dusta.”

Beliau terus mengulang-ulangi
perkataan beliau itu sehingga
kami memohon agar berkenan
menghentikannya.

(riwayat Bukhari)
 
Dari Abi Abdurrahman Abdillah
bin Umar bin Khattab ra.
berkata: Aku telah mendengar
Rasulullah saw bersabda:

“Bangunan Islam itu atas lima
perkara

Mengakui bahwa tiada
Tuhan melainkan Allah dan
sesungguhnya Muhammad itu
Utusan Allah,

Mendirikan Shalat,

Mengeluarkan Zakat,

Mengerjakan Haji ke Baitullah

dan

Puasa bulan Ramadhan.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abi Hamzah Anas bin
Malik ra. pelayan Rasulullah
saw dari Nabi saw telah
berkata: “Tidak sempurna iman
seseorang diantaramu hingga
mencintai saudaranya seperti ia
mencintai dirinya sendiri.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Ibni Mas’ud ra. telah
berkata: Telah bersabda
Rasulullah saw: “Tidak halal
darah seorang muslim kecuali
disebabkan salah satu dari tiga
perkara:

Duda/janda yang
berzina,

Pembunuhan dibalas
bunuh,

Orang meninggalkan
agamanya, memisahkan diri
dari jama’ah (murtad).”

(Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abu Musa (Abdullah) bin
Qais al-asy’ary r.a. berkata:
Rasulullah saw ditanya
mengenai orang-orang yang
berperang kerana keberanian,
kerana negara atau kerana
kedudukan manakah diantara
semua itu yang disebut
fisabilillah?

Rasulullah saw menjawab,

“Siapa yang berperang semata-mata untuk
menegakkan kalimatullah (agama Allah) maka itulah fisabilillah.”

(Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abu Bakrah (Nufa’i) bin al
Harits ats Tsaqafy berkata:
Rasulullah saw bersabda,

“Apabila dua orang Muslim berhadapan dengan pedang masing-masing maka
pembunuh dan terbunuh keduanya sama-sama masuk neraka.

Abu Bakrah bertanya,
“Ya Rasulullah, yang membunuh jelas masuk neraka tetapi mengapa yang terbunuh juga demikian?"

Rasulullah saw menjawab, “Kerana dia juga
memiliki niat sungguh-sungguh akan membunuh lawannya.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abu Sa’id (Sa’ad bin Malik
bin Sinan) al-Khudry berkata:
Rasulullah saw bersabda,

“Pernah terjadi pada umat
terdahulu seseorang yang telah
membunuh sembilan puluh
sembilan jiwa kemudian ingin
bertaubat maka ia pun mencari
seorang alim lalu ditunjukkan
kepadanya seorang pendeta
maka ia pun bertanya,

“Sesungguhnya saya telah
membunuh sembilan puluh
sembilan jiwa apakah ada jalan
bagiku untuk bertaubat?”

Jawab pendeta, “Tidak ada”

Seketika pendeta itupun dibunuhnya
sehingga genaplah seratus
orang yang telah dibunuhnya.

Kemudian ia mencari orang
alim lainnya dan ketika telah
ditunjukkan, dia pun
menerangkan bahawa dia telah
membunuh seratus orang
apakah ada jalan untuk
bertaubat?

Jawab si alim, “Ya, ada dan siapakah yang dapat menghalangimu untuk bertaubat? Pergilah ke kampung itu kerana di sana banyak orang-orang yang taat kepada
Allah. Maka berbuatlah sebagaimana perbuatan mereka dan jangan kembali ke
negerimu ini kerana negerimu
ini adalah tempat penjahat.”

Maka pergilah orang itu tetapi di tengah perjalanan tiba-tiba dia mati. Maka bertengkarlah Malaikat rahmat dengan
Malaikat azab. Malaikat rahmat berkata,
“Dia telah berjalan untuk bertaubat kepada Allah dengan sepenuh hatinya.”

Malaikat azab berkata, “Dia belum pernah berbuat kebaikan sama sekali.”

Maka datanglah seorang Malaikat berupa manusia yang menjadi orang tengah (hakim) di antara mereka. Dia berkata,
“Ukur saja jarak antara kampung
yang ditinggalkan dan yang dituju maka kemana ia lebih dekat, masukkanlah dia kepada golongan orang sana.

Maka diukurlah kedua jarak itu dan
ternyata lebih dekat kepada kampung orang-orang baik yang dituju, kira-kira hampir sejengkal. Maka dipeganglah
rohnya oleh Malaikat rahmat.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Back
Top
Log in Register