king_diamond
Legendary Member

- Messages
- 10,160
Paid Membership
- Joined
- Sep 3, 2008
- Messages
- 10,160
- Reaction score
- 360
- Points
- 131
Gerakan Aceh Merdeka, atau GAM adalah sebuah organisasi (yang dianggap pemisah) yang memiliki tujuan supaya daerah Aceh atau yang sekarang secara resmi disebut Negara Aceh Darussalam lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konflik antara pemerintah dan GAM yang diakibatkan perbezaan keinginan ini telah berlangsung sejak tahun 1976 dan menyebabkan korban hampir sekitar 15,000 jiwa. Gerakan ini juga dikenal dengan nama Aceh Sumatra National Liberation Front (ASNLF).
GAM dipimpin oleh Hasan di Tiro yang sekarang bermastautin di Sweden dan telah menjadi warganegara Sweden.
Pada 27 Februari 2005, pihak GAM dan pemerintah memulakan perundingan di Vantaa, Finland. Mantan presiden Finland Marti Ahtisaari berperanan sebagai fasilitator.
Pada 17 Julai 2005, setelah perundingan selama 25 hari, pasukan perunding Indonesia berhasil mencapai kesepakatan damai dengan GAM di Vantaa, Helsinki, Finland. Penandatanganan nota kesepakatan damai dilangsungkan pada 15 Ogos 2005. Proses perdamaian selanjutnya dipantau oleh sebuah jawatankuasa yang bernama Aceh Monitoring Mission (AMM) yang beranggotakan lima negara ASEAN dan beberapa negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Di antara poin pentingnya adalah bahwa pemerintah Indonesia akan turut memfasilitasi pembentukan parti politik tempatan di Aceh dan tawaran pengampunan bagi anggota GAM.
Seluruh senjata GAM yang mencapai 840 pucuk selesai diserahkan kepada AMM pada 19 Desember 2005. Kemudian pada 27 Desember, GAM melalui jurucakap tenteranya, Sofyan Daud, menyatakan bahwa sayap tentera mereka telah dibubarkan secara formal.
GAM dipimpin oleh Hasan di Tiro yang sekarang bermastautin di Sweden dan telah menjadi warganegara Sweden.
Pada 27 Februari 2005, pihak GAM dan pemerintah memulakan perundingan di Vantaa, Finland. Mantan presiden Finland Marti Ahtisaari berperanan sebagai fasilitator.
Pada 17 Julai 2005, setelah perundingan selama 25 hari, pasukan perunding Indonesia berhasil mencapai kesepakatan damai dengan GAM di Vantaa, Helsinki, Finland. Penandatanganan nota kesepakatan damai dilangsungkan pada 15 Ogos 2005. Proses perdamaian selanjutnya dipantau oleh sebuah jawatankuasa yang bernama Aceh Monitoring Mission (AMM) yang beranggotakan lima negara ASEAN dan beberapa negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Di antara poin pentingnya adalah bahwa pemerintah Indonesia akan turut memfasilitasi pembentukan parti politik tempatan di Aceh dan tawaran pengampunan bagi anggota GAM.
Seluruh senjata GAM yang mencapai 840 pucuk selesai diserahkan kepada AMM pada 19 Desember 2005. Kemudian pada 27 Desember, GAM melalui jurucakap tenteranya, Sofyan Daud, menyatakan bahwa sayap tentera mereka telah dibubarkan secara formal.