BTC USD 62,128.6 Gold USD 4,466.23
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Persoalan Hutang nafkah

mattcutt

Active Member
Messages
1,984
Joined
Aug 24, 2010
Messages
1,984
Reaction score
14
Points
25
Ayah ceraikan ibu semasa mengandungkan saya, sejak lahir saya tidak pernah jumpa ayah dan tidak diberi nafkah, sehinggalah umur saya 27 ayah datang jumpa saya dia beri wang 42k dan dia minta halal.

Ayah orang kaya, dia ada beberapa lot kedai sewa, tanah sewa stesen minyak, rumah sewa. Mak saudara ada cakap tidak setimpal dengan wang yg diberikan

Sekarang saya perlukan wang untuk berubat penyakit kanser, kos minima adalah 60k, dengan pendaptan sayabyg tidak menentu saya tidak mampu

Jika ayah tak bagi duit, bolehkah saya menuntut baki hutang nafkah di mahkamah
 
Blh tuntut bil perubatan jugak tu
Dan harta2nya
 
Satu lagi,.sejak kecil ada masalah pertuturan gagap, baru2 ini saya ada baca di link, rupa2nya masalah pertuturan ini dikategorikan sebagai OKU, memang hidup saya selama ini bermasalah

Sekarang saya telah ada kad OKU Disebabkan penyakit kanser ini

Tolong
 
memandangkan ayah banyak harta, elok sangat la mintak ayah jual salah satu harta untuk berubat kanser tuan.

harta takpa boleh dicari, nyawa ada satu je. saya rasa ayah tuan sanggup je demi keturunan dia jugak.
 
Pergilah jumpa Ayah. Naluri seorang ayahkan. Mungkin ada timbang rasa tu.
 
pi jumpa ayah cite elok2..

semoga Allah permudahkan urusan TT.,,Amin
 
Cerai, Ayah Tetap Harus Tanggungjawab Terhadap Anak

Menjadi Ayah adalah mendapatkan anugerah sekaligus amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Sudah menjadi kewajiban dan kebanggaan seorang ayah untuk bertanggungjawab dengan memenuhi kebutuhan anak-anak yang merupakan darah dagingnya sendiri, baik kebutuhan materi maupun perhatian dan kasih sayang. Namun sayangnya, di jaman yang semakin edan dan egois seperti sekarang ini, dimana kepentingan diri sendiri selalu diutamakan, banyak laki-laki yang juga seorang ayah menjadi tidak peduli dengan tanggung jawabnya terhadap anak-anaknya.

Contoh kecilnya, cukup banyak laki-laki yang notabene seorang ayah dari satu atau beberapa anak, mereka lebih mementingkan membeli rokok daripada menggunakannya untuk kebutuhan anak-anak seperti membeli makanan bergizi, susu, keperluan sekolah ataupun sekadar mainan. Atau juga lebih baik jalan-jalan bersama teman daripada bercengkrama atau mengajarkan anak membuat PR. Saat masih bersama dalam satu keluarga pun kepedulian sudah jauh berkurang, apalagi dalam kondisi terpisah, misalnya karena perceraian.

Meskipun tidak semua, namun sepertinya telah menjadi fenomena dimana bila terjadi perceraian dalam rumah tangga maka sang Ayah lepas tanggung jawab terhadap anak-anaknya. Hal ini seolah makin mendapatkan pembenaran tatkala mantan istri menikah lagi dan mendapatkan suami baru. Sang Ayah tidak lagi merasa bertanggung jawab atas kebutuhan anak-anak kandungnya baik secara materi ataupun perhatian. Meskipun telah bercerai bahkan hidup terpisah dengan sang anak, seorang ayah tetap berkewajiban memberikan nafkah bagi anaknya sampai sang anak dewasa dan bisa mandiri dengan kehidupannya. Perceraian yang terjadi memang memisahkan hubungan suami-istri namun tidak demikian hubungan ayah dan anak. Mantan istri bisa terjadi namun tidak ada istilah mantan anak. Hal ini mempertegas bahwa ayah tetap bertanggungjawab atas kebutuhan anak-anaknya.

Memang benar bahwa perceraian akan berdampak buruk terhadap kehidupan sang anak, namun hal ini tetap bisa diminimalisir bila kedua orang tua yang berpisah tetap memberikan perhatian dan kasih sayang, termasuk memenuhi kebutuhan hidup sang anak yang menjadi kewajiban seorang ayah. Perceraian akan makin membuat anak-anak menderita bila tidak ada lagi perhatian kedua orang tua, ditambah lagi dengan tidak adanya tanggung jawab dari sang ayah yang semestinya tetap memenuhi kebutuhan hidup sang anak. Meskipun sang anak tinggal dengan Ibu yang berkecukupan, ataupun sang Ibu sudah menikah lagi dan kebutuhan dirinya dan sang anak dipenuhi oleh suaminya (ayah tiri), hal ini tetap tidak menghilangkan kewajiban seorang ayah kandung untuk tetap memberikan nafkah untuk keperluan anaknya.

Dalam keluarga utuh ataupun yang terpisah akibat perceraian, seorang ayah harus tetap melaksanakan kewajibannya dalam upaya memenuhi kebutuhan sang anak sampai ia dewasa, baik kebutuhan materi maupun perhatian/kasih sayang. Nafkah atau materi yang diberikan tidak perlu bermewah-mewah ataupun berlebihan, namun juga tidak asal-asalan dimana lebih mementingkan egoisme kebutuhan hedonisme sang ayah dibandingkan kebutuhan sang anak.

Ayah yang berusaha memenuhi kewajibannya dengan memberikan apa yang dibutuhkan sang anak, akan menjadi contoh nyata bagi anak-anak bagaimana menjalankan hidup dengan lebih bertanggungjawab. Hal ini akan membuat anak menjadi lebih kuat karena selalu mendapatkan dukungan dari kedua orang tuanya walaupun sudah bercerai. Ayah yang tidak bertanggungjawab terhadap anak-anaknya dengan berbagai dalih dan pembenaran kemungkinan besar akan memupuk kebencian sang anak kepada sang Ayah, baik saat masih bersama apalagi bila dalam keadaan orang tua yang bercerai.

Mari berusaha menjadi ayah yang bertanggungjawab dan lebih dekat dengan anak-anak yang merupakan anugrah sekaligus amanah yang harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Ayah adalah tulang punggung kehidupan keluarga, walaupun terpaksa bercerai, ayah tetap merupakan tulang punggung bagi sang anak sampai kelak ia mandiri dan dewasa.

sumber - https://www.kompasiana.com/amirsyah...-ayah-tetap-harus-tanggungjawab-terhadap-anak
 
Back
Top
Log in Register