BTC USD 84,796.9 Gold USD 4,153.34
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Larangan Isbal


Takpe, x perlu dah jwb soalan sy, sy dah fhm, mmg takde jwban pon melainkan dialihkan ke isu jidal, kesian...

Sy hrp kiter semua dpt pengajaran wlupon sumbernya hanya dr berjidal...

Sy berhenti di sini buat masa nih...
 
Last edited:
Ayat ni comey tapi buruk pada sifatnya. Maaf aku terpaksa cakap.

Sebab?

Dah tahu ada perselisihan pendapat maka berlapang dadalah. Ulama' berselisih pendapat tu sendiri sebab mereka memahami dari aspek tertentu yang pada dasarnya untuk mengikuti petunjuk dari Nabi saw.

Jangan dikeraskan pendapat kita pada orang lain atau dipaksakan orang menerima pendapat yang kita pegang bila mana ada perselisihan pendapat.

Buruk juga yang salah memahaminya, itulah penyakit hati.

Berlapang dada dengan perbezaan pendapat dan memilih pendapat yang selesa dengannya.

Sudah tentu yang lebih afdhol mengikut apa yang telah dipraktikkan oleh Nabi dan para sahabat tanpa khilaf.
 
buatlah sedaya upaya utk elak dr isbal terutama semasa solat. itu la sebaiknya

 
Sifat kebanyakan manusia memang suka bertanya hal-hal yang tak relevan dan makin membuatkan sesuatu hal itu jadi susah. Perkara yang tak perlu tanya di tanya-tanya sehingga menyusahkan diri sendiri.

Cubalah baca BUKU Panduan Hidup kita iaitu Al-Quran, dan lihat dan faham isi-isinya. Kalau tak ada arahan atau larangan di situ maka bolehlah buat atau pun tak payah buat pun takpe. Dasar sesuatu perbuatan itu adalah harus. JANGAN BANYAK SOAL.

Surah Al-Baqarah yang bermaksud LEMBU menceritakan dengan jelas tentang SIFAT MANUSIA yang SUKA BERTANYA dan menyusahkan diri.

WA
 
buatlah sedaya upaya utk elak dr isbal terutama semasa solat. itu la sebaiknya

imam az zahabi meletakkan isbal jatuh dalam dosa-dosa besar...

tapi ada juga keadaan- keadaan ia di bolehkan....

isbal adalah permulaan kepada kesombongan dalam diri...
 
Bawalah sifat takwa semasa berforum iaitu sifat sedia utk tukar keadaan / perbaiki diri bagi menepati perintah Allah SWT sunnah Rasulullah SAW yg dibentangkan. Mana yg paling jauh dari azab, menyukakan Allah dan Rasul, menepati perintah Allah dan menepati sunnah Rasulullah SAW itulah target kita itulah yg kita nak amal. Apabila turun ayat pengharaman arak, para sahabat serta merta pergi memecahkan tong2 arak yg mereka miliki. Itulah sifat takwa yg patut kita bawa di setiap waktu dan keadaan. Sentiasa sedia utk tukar keadaan korbankan kebiasaan semata mata utk dpt redha Allah Ta'ala. Silakan rasa berdosa selagi tidak mengamalkannya. Bahaya utk berasa selamat tanpa takwa sedang menurut dalil2 yg dibentangkan kita sedang diancam azab. Semoga Allah Ta'ala cucuri rahmat ke atas Baginda Rasulullah SAW. Wallahua'lam.
 
jubah la terutama,kain pelikat...

seluar,tengok gak,tak semua boleh atas bukulali...
 
*BENARKAH CELANA CINGKRANG ITU SUNNAH...........?*
1597157247634.jpeg

Belakangan ada sebagian kelompok mengklaim bahwa "celana cingkrang" (menggantung) adalah celana "WAJIB". Bahkan mereka menghukumi pakaian yang lainnya sebagai pakaian kaum "KUFFAR" (kafir) (serem banget yak...😡). Bahkan mereka berani menuding yang tidak cingkrang adalah 👉 AHLI NERAKA.😆

Ternyata mereka telah gagal paham. Karena Nabi SAW sebenarnya tidak pernah menganjurkan memakai celana cingkrang (sirwal). Lalu kaitannya dengan Isbal: apakah Isbal itu benar-benar dilarang?. Nah, inilah jawaban perwakilan KAUM SARUNGAN:

Sebenarnya yang dimaksudkan Nabi Saw tidak boleh menutupi mata kaki (Isbal) adalah pakain yang umumnya dikenakan oleh para pesohor Arab Jahiliyah (kuno). Jadi bukan terkait dengan berpakaian masyarakat modern ini. Sudah jadi tradisi para pesohor Arab zaman dahulu menonjolkan kekayaan, kebangsawanan dan kedududukan dengan pakaian. Mereka berpakaian panjang hingga menyentuh lantai untuk menunjukkan kekayaaan dan kebangsawanan. Sebaliknya para budak sahaya dipaksa berpakaian dengan sarung (izar) yang menggantung setengah betis.

Maka Nabi Saw membenci kesombongan dengan cara berpakaian Orang-orang Arab Jahiliyah. Dan beliau menganjurkan agar kaum muslimin berpakaian sederhana sebagaimana budak sahaya saja. Namun, beliau masih membolehkan memakai qamis atau sarung yang menutupi mata kaki (isbal) selama bukan karena kesombongan. Ini dalilnya:

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena SOMBONG, tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat". Abu Bakar lalu berkata: "Sarungku sering menutupi mata kakiku, kecuali aku sangat berhati-hati". Rasulullah SAW bersabda: "Engkau tidak melakukan itu karena SOMBONG". (HR. Bukhari, no. 3665, Muslim, no. 2085).

GAGAL PAHAM CELANA CINGKRANG

Belakangan ini muncul Islam kagetan dan kaum hijrah dadakan. Mereka mewajibkan Celana (sirwal) cingkrang. Padahal ini bukanlah pakaian sunnah. Nabi Saw tidak pernah memakai celana seperti itu dan beliau tidak pernah menganjurkannya. Bahkan Nabi Saw menyebutkan bahwa memakai sirwal saja (cingkrang) menyerupai pakaian Ahlul Kitab (Yahudi).

Sebanarnya pakaian yang disukai Nabi Saw adalah gamis (kemeja panjang) dan izar (sarung) yang dilengkapi dalaman sirwal (celana). Jadi bukan hanya memakai SIRWAL. Saya sempat membayangkan mungkinkah dulu Para Shahabat pake celana kolor pendek (cingkrang) ketika keluar Rumah?, tentunya TIDAK kan?.😆

Ketahuilah buat "antum" semua, celana cingkrang (sirwal) saja yang dipakai ketika keluar Rumah, lebih menyerupai pakaian Ahlul Kitab (Yahudi).

Kendatipun demikian saya menganut paham mayoritas ulama Aswaja yang menekankan pakaian itu yang terpenting adalah menutup aurat. Boleh memakai pakaian apapun. Boleh celana juga sarung. Boleh juga ISBAL yang penting tidak sombong. Namun pakaian yang paling disukai Nabi Saw adalah Gamis dan Izar (Sarung).

DALIL SIRWAL (CELANA CINGKRANG) SAJA ADALAH PAKAIAN YAHUDI:

ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﻘُﻠْﻨَﺎ: ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠﻪِ، ﺇِﻥَّ ﺃَﻫْﻞَ اﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻳَﺘَﺴَﺮْﻭَﻟَﻮﻥَ ﻭَﻻْ ﻳَﺄْﺗَﺰِﺭُﻭﻥَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: " ﺗﺴﺮﻭﻟﻮا ﻭَاﺋْﺘَﺰِﺭُﻭا ﻭَﺧَﺎﻟِﻔُﻮا ﺃَﻫْﻞَ اﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ".
Abu Umamah berkata: "Wahai Rasulullah, Sesungguhnya Ahli Kitab memakai celana (sirwal) dan tidak memakai izar (atau sarung, yakni kain penutup bagian bawah)". Maka Rasulullah SAW bersabda: "Pakailah celana dan pakailah izar (sarung). Jangan sampai sama dengan Ahlul Kitab" (HR Ahmad).

Jadi jelaskan bahwa memakai sarung dan memakai Gamis adalah pakaian yang disukai Nabi Saw. Sedangkan memakai celana cingkrang adalah pakaian Ahli Kitab

Belajar Islam itu perlu kematangan,
*jangan hijrah kagetan atau tiba-tiba jadi ustadz dadakan* (emang tahu bulat😆).

*Perwakilan Kaum Sarungan😊
KH. Suparman Abdul Karim
(LDNU PWNU Lampung)

#RijalulAswajaNU #RijalulAnsorNU#AswajaNU #AnsorNU #BanserNU#FattayatNU #MuslimatNU #JatmanNU#PagarNusaNU #PBNU #PWNU #PCNU#GMNU #HWMI

 
Back
Top
Log in Register