jejantas
CG Top Poster Club

- Messages
- 24,708
Paid Membership
- Joined
- Sep 1, 2007
- Messages
- 24,708
- Reaction score
- 926
- Points
- 161
Saya ingatkan sdr jejantas beraliran dari ibnu qayyim > muhammad bin wahab > dan membida'ahkan tahlil, rupanya bukan.
Alhamdulillah, srd berpegang kpd mazhab as-syafi'e.
Dalam Madzab Imam syafei
Untuk menjelaskan hal ini marilah kita lihat penuturan imam Nawawi dalam Al-adzkar halaman 140 : “Dalam hal sampainya bacaan al-qur’an para ulama berbeda pendapat. Pendapat yang masyhur dari madzab Syafei dan sekelompok ulama adalah tidak sampai. Namun menurut Imam ahmad bin Hanbal dan juga Ashab Syafei berpendapat bahwa pahalanya sampai. Maka lebih baik adalah si pembaca menghaturkan doa : “Ya Allah sampaikanlah bacaan yat ini untuk si fulan…….”
Tersebut dalam al-majmu jilid 15/522 : “Berkata Ibnu Nahwi dalam syarah Minhaj: “Dalam Madzab syafei menurut qaul yang masyhur, pahala bacaan tidak sampai. Tapi menurut qaul yang Mukhtar, adalah sampai apabila dimohonkan kepada Allah agar disampaikan pahala bacaan terbut. Dan seyogianya memantapkan pendapat ini karena dia adalah doa. Maka jika boleh berdoa untuk mayyit dengan sesuatu yang tidak dimiliki oleh si pendoa, maka kebolehan berdoa denagn sesuatu yang dimiliki oleh si pendoa adalah lebih utama”.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam madzab syafei terdapat dua qaul dalam hal pahala bacaan :
1. Qaul yang masyhur yakni pahala bacaan tidak sampai
2. Qaul yang mukhtar yakni pahala bacaan sampai.
Imam Ahmad Bin Hanbal itu adalah Imam Hambali ... Imam Ahmad Hambal menggunakan hadis yang diqiaskan iaitu berkaitan puasa, hutang dan haji yang dibolehkan dilakukan oleh org yang hidup .. so dalam hal ini pada pandangan peribadi saya apa yang imam syafie katakan adalah lebih kuat sebab ianya berpandukan AQ surah an najm ayat 39.. Dan ianya selari dengan perbuatan Nabi dan Sahabat yang x melakukan perbuatan tersebut (sebab tidak ada nas yang sahih berkaitan perkara ini yang Nabi atau sahabat pernah melakukannya) ...so saya berpegang dengan pendapat Imam Syafie..
so saya harap tuan faham