BTC USD 80,786.2 Gold USD 4,165.56
Time now: Jun 1, 12:00 AM

ISU TAHLIL ARWAH

Soalan: Dalam realiti...sekiranya jiran di dalam komuniti memanggil dan menjemput kita ke kenduri tahlil beliau,dan terdapat sepertimana amalan amalan tersebut diatas...apa perlu kita lakukan...

Yang pasti,jika tak ditunaikan kecewalah jiran kita...

dtg jer & ikuti nasihat sedara Luke utk memberikan sedekah...

Dalil kenduri menjamu makan apabila berlaku kematian

  1. Berkata Thawwus, bahawasanya segala orang yang mati itu difitnah akan mereka itu didalam kubur, didalam masa 7 hari. Maka adalah mereka itu ( Para Sahabat) suka bahawa memberi makan mereka itu ganti daripada mereka itu pada demikian itu hari.

    Berkata Imam Sayuti. Katanya : ( Kaanu Yastahibbu ) maknanya, “Adalah manusia buat mereka itu akan demikian itu pada zaman Nabi S.A.W, dan mengetahui ia dengan dia dan tidak engkar Nabi S.A.W atas dia (Al Hawi lil Fatawa juzu’2 m/s 377)

  2. “Dan dari al-Ahnaf bin Qays, ia berkata : aku mendengar ‘Umar bin Khaththab ra mengatakan, seseorang dari Quraisy tidak akan masuk pada sebuah pintu kecuali manusia masuk bersamanya. Maka aku tidak memahami maksud dari perkataannya, sampai Umar di tikam kemudian memerintahkan kepada Shuhaib agar shalat bersama manusia dan membuatkan makanan hidangan makan untuk manusia selama tiga hari. Ketika mereka telah kembali dari mengantar jenazah, mereka datang dan sungguh makanan telah dihidangkan namun mereka tidak menyentuhnya karena kesedihan pada diri mereka. Maka datanglah sayyidina ‘Abbas bin Abdul Muththalib, seraya berkata : “wahai manusia, sungguh Rasulullah saw telah wafat, dan kita semua makan dan minum setelahnya, Abu Bakar juga telah wafat dan kita makan serta minum setelahnya, wahai manusia.. makanlah oleh kamu dari makanan ini, maka sayyidina ‘Abbas mengulurkan tanggan (mengambil makanan), diikuti oleh yang lainnya kemudian mereka semua makan. Maka aku (al-Ahnaf) mengetahui maksud dari perkataannya. Ahmad bin Mani telah meriwayatkannya dengan sanad didalamnya iaitu Ali bin Zayd bin Judaan”

Berkumpul dirumah keluarga si mati

  1. hadits dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha "Bahwasanya apabila salah seorang anggota keluarganya meninggal dunia, maka berkumpullah para wanita. Kemudian mereka berpisah, kecuali keluarga dan orang-orang tertentu. Setelah itu, ia (‘Aisyah radhiyallahu ‘anha) menyuruh diambilkan seperiuk talbinah. Lalu dia memasak dan membuat tsariid. Kemudian dia menuangkan bubur talbinah tersebut di atasnya. Setelah itu, ia berkata: “Makanlah bubur ini! Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Talbinah dapat menyegarkan hati orang yang sakit dan dapat menghilangkan sebagian rasa sedih” (HR. Bukhari no. 5101 dan Muslim no. 2216)

  2. Telah tiba berita kepada sayyidina Umar bahawa beberapa wanita telah berkumpul di rumah simati dengan masing-masing menangisi khalid. lalu umar mengatakan biarkanlah mereka menangisi Abi Sulaiman (khalid bin walid) selama tidak meletakkan debu diatas kepala dan tidak membesarkan suaranya (HR Abu Daud)
 
Last edited:
Bismillah,

Siapakah orang yang merugi? Yakni mereka yang melampaui batas dengan sangkaan mereka berbuat kebaikan menurut ra'yu(analogi) semata²

Firman ALLAH Tabaraka wa Taála,

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً **الفرقان

"Dan(ingatlah) pada hari(ketika) orang-orang zhalim menggigit kedua tangan mereka,(menyesali perbuatannya) seraya berkata, "Wahai! Sekiranya(dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul."
[Al-Furqon : 27]

Rasulullah shallallahuálaihi wa sallam bersabda,

وجعل الذلة و الصغار على من خالف أمري

"Dan sudah dijadikan kehinaan dan kerendahan atas mereka yang menyelisihiku."
[HR Bukhari di dalam bab “Maa qiila fi ar-rimaah]

Áli bin Abi Thalib radhiyallahuánhu berkata,

لَو كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْيِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلاَهُ وَقَدْ رَأَيتُ رَسولَ اللهِ n يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيهِ

"Seandainya agama dibangun di atas áqal tentulah bahagian bawah dari khuf lebih pantas untuk diusap daripada bahagian atasnya. Dan sungguh aku melihat Rasulullah shallallahuálaihi wa sallam mengusap bahagian atas dua khufnya."
[Shahih, diriwayatkan Abu Dawud dalam As-Sunan no. 162, dishahihkan Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Abi Dawud dan Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah dalam Al-Jami’us Shahih mimma Laisa fish Shahihain]

Diriwayatkan oleh ad-Darimi(1/79) dan al-Bazzar dalam Tarikh al-Ausath(1/198) dengan sanadnya dari Ámr bin Salamah al-Hamdani, ia berkata,
"Di saat kami sedang duduk di depan pintu (rumah) Ábdullah bin Mas'úd radhiyallahuánhu, menunggu beliau keluar, tiba² muncul Abu Musa al-Asy'ári radhiyallahuánhu yang lalu bertanya, 'Apakah Abu Ábdirrahman(Ábdullah bin Mas'úd) belum keluar menemui kalian
?"
Kami menjawab, belum.
Lalu dia pun duduk bersama kami sampai keluarnya Ábdullah bin Mas'úd radhiyallahuánhu. Kami pun menemui beliau, lalu Abu Musa al-Asy'ári radhiyallahuánhu berkata,
"Wahai Abu Ábdirrahman, sesungguhnya tadi aku melihat di masjid suatu perkara yang aku anggap itu munkar." Ibn Mas'úd menjawab,
"Apakah yang engkau lihat dan jika kamu hidup(lebih lama lagi) (niscaya) engkau akan melihat kemunkaran."

Abu Musa al-Asy'ári radhiyallahuánhu berkata,
"Aku melihat di masjid ada sekumpulan orang membentuk halaqah². Lalu setiap orang duduk pada salah satu halaqah, dan di tangan mereka ada kerikil(untuk menghitung jumlah dzikir), lalu dikatakan, bertasbihlah 100 kali. Mereka pun bertasbih 100 kali. Lalu dikatakan, bertahlillah 100 kali. Lalu mereka berkata lagi, bertakbirlah 100 kali. Mereka pun bertakbir 100 kali."

Mereka pun ke masjid dan mendatangi orang-orang yang berdzikir dengan cara tersebut. Lalu berkata Ábdullah bin Mas'úd radhiyallahuánhu kepada mereka,

تَخَافُوْنَ أَلاَّ يَضِيْعَ مِنْ حَسَنَاتِكُمْ شَيْءٌ؟ عُدُّوْا سَيِّئَاتِكُمْ وَأَنَا ضَامِنٌ لِحَسَنَاتِكُمْ أَلاَّ يَضِيْعَ مِنْهَا شَيْءٌ، وَيْحَكُمْ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، مَا أَسْرَعَ هَلَكَتُكُمْ، هَؤُلاَءِ صَحَابَةُ نَبِيِّكُمْ n مُتَوَافِرُوْنَ، وَهَذِهِ آنِيَتُهُ لَمْ تَكْسُرْ وَثِيَابُهُ لَمْ تَبْلَ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّكُمْ لَعَلَى مِلَّةٍ أَهْدَى مِن مِلَّةِ مُحَمَّدٍ أَوْ مُفْتَتِحُوْنَ بَابَ ضَلاَلَةٍ؟

"Apakah kalian takut hilang ámalan kebaikan kalian? Hitunglah kesalahan² kalian! Sesungguhnya aku menjamin tidak akan lenyap sedikit pun dari kebaikan kalian. Celaka kalian wahai umat Muhammad, alangkah cepatnya kebinasaan kalian! Mereka ini para shahabat Nabi shallallahuálaihi wa sallam masih banyak, bejana² beliau(Rasulullah) belum hancur, pakaian beliau belum usang. Demi ALLAH yang jiwaku di tangan-NYA, apakah kalian berada di atas satu ajaran yang lebih membimbing kepada petunjuk daripada ajaran Muhammad shallallahuálaihi wa sallam ataukah kalian adalah para pembuka pintu kesesatan?"
Mereka berkata,
"Wahai Abu Ábdirrahman, kami tidak menginginkan kecuali kebaikan." Beliau menjawab,
"Berapa banyak orang yang menginginkan kebaikan namun dia tidak mendapatkannya."

Diriwayatkan dari al-Baihaqi(2/466) dan Ábdurrazzaq(al-Mushannaf, 3/52) dengan sanadnya dari Saíd ibnul Musayyab rahimahullah bahwa beliau melihat seseorang shalat setelah terbitnya fajar shadiq lebih dari dua rakaát, lalu memperbanyak ruku' dan sujudnya. Beliau pun melarangnya. Lalu orang tersebut berkata,
"Wahai Abu Muhammad, apakah ALLAH Taála menyiksaku karena melaksanakan shalat?"
Beliau menjawab,
"Tidak, akan tetapi(ALLAH) menyiksamu kerana menyelisihi As-Sunnah."
Al-Államah al-Albani rahimahullah berkata tatkala mengomentari riwayat ini,
"Ini termasuk keindahan jawaban Saíd ibnul Musayyab rahimahullah. Dan ini merupakan senjata ampuh dalam membantah ahli bid'áh yang menganggap baik kebanyakan bid'áhnya dengan slogan bahwa itu adalah dzikir dan shalat! Lalu mereka mengingkari Ahlus Sunnah yang mengingkari perbuatan mereka, dan menuduh bahwa mereka(Ahlus Sunnah) mengingkari dzikir dan shalat!! Padahal mereka(Ahlus Sunnah) jesteru mengingkari penyelisihan mereka terhadap As-Sunnah(tuntunan Nabi shallallahuálaihi wa sallam) dalam berdzikir, shalat & yang semisalnya."
[Ilmu ‘Ushulil Bida’, hlm. 71—72]

Semoga ALLAH Subhanahu wa Taála memberikan hidayah kepada kaum muslimin untuk meniti jalan di atas As-Sunnah.
Wallahul Musta’an.

aderkah dgn dalil ini msh lg majlis tahlil dianggap sbg "...melampaui batas dengan sangkaan mereka berbuat kebaikan menurut ra'yu(analogi) semata²"

Dalil kenduri menjamu makan apabila berlaku kematian

  1. Berkata Thawwus, bahawasanya segala orang yang mati itu difitnah akan mereka itu didalam kubur, didalam masa 7 hari. Maka adalah mereka itu ( Para Sahabat) suka bahawa memberi makan mereka itu ganti daripada mereka itu pada demikian itu hari.

    Berkata Imam Sayuti. Katanya : ( Kaanu Yastahibbu ) maknanya, “Adalah manusia buat mereka itu akan demikian itu pada zaman Nabi S.A.W, dan mengetahui ia dengan dia dan tidak engkar Nabi S.A.W atas dia (Al Hawi lil Fatawa juzu’2 m/s 377)

  2. “Dan dari al-Ahnaf bin Qays, ia berkata : aku mendengar ‘Umar bin Khaththab ra mengatakan, seseorang dari Quraisy tidak akan masuk pada sebuah pintu kecuali manusia masuk bersamanya. Maka aku tidak memahami maksud dari perkataannya, sampai Umar di tikam kemudian memerintahkan kepada Shuhaib agar shalat bersama manusia dan membuatkan makanan hidangan makan untuk manusia selama tiga hari. Ketika mereka telah kembali dari mengantar jenazah, mereka datang dan sungguh makanan telah dihidangkan namun mereka tidak menyentuhnya karena kesedihan pada diri mereka. Maka datanglah sayyidina ‘Abbas bin Abdul Muththalib, seraya berkata : “wahai manusia, sungguh Rasulullah saw telah wafat, dan kita semua makan dan minum setelahnya, Abu Bakar juga telah wafat dan kita makan serta minum setelahnya, wahai manusia.. makanlah oleh kamu dari makanan ini, maka sayyidina ‘Abbas mengulurkan tanggan (mengambil makanan), diikuti oleh yang lainnya kemudian mereka semua makan. Maka aku (al-Ahnaf) mengetahui maksud dari perkataannya. Ahmad bin Mani telah meriwayatkannya dengan sanad didalamnya
    iaitu Ali bin Zayd bin Judaan”

Berkumpul dirumah keluarga si mati

  1. hadits dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha "Bahwasanya apabila salah seorang anggota keluarganya meninggal dunia, maka berkumpullah para wanita. Kemudian mereka berpisah, kecuali keluarga dan orang-orang tertentu. Setelah itu, ia (‘Aisyah radhiyallahu ‘anha) menyuruh diambilkan seperiuk talbinah. Lalu dia memasak dan membuat tsariid. Kemudian dia menuangkan bubur talbinah tersebut di atasnya. Setelah itu, ia berkata: “Makanlah bubur ini! Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Talbinah dapat menyegarkan hati orang yang sakit dan dapat menghilangkan sebagian rasa sedih” (HR. Bukhari no. 5101 dan Muslim no. 2216)

  2. Telah tiba berita kepada sayyidina Umar bahawa beberapa wanita telah berkumpul di rumah simati dengan masing-masing menangisi khalid. lalu umar mengatakan biarkanlah mereka menangisi Abi Sulaiman (khalid bin walid) selama tidak meletakkan debu diatas kepala dan tidak membesarkan suaranya (HR Abu Daud)
 
Thread ni x kan tamat selagi ada orang yg suka cakap orang lain sesat. :)

Bro..takda sapa kata sesiapa sesat dlm ni...mereka2 yg berfahaman salafi ni hanya terangkan berdasarkan hadith...takde plak nampak mereka ni tulis " ko ni sesat" "ko buat benda ni sesat" takde kan?

Mereka ni cuba menerangkan pada org awam berdasarkan hadith yg sahih..itu saja..harap bro faham maksud ayat saya ye..barakallahu feek
 
Banyak dah dalil yg dikemukakan oleh sdr abbas.

Selama ni tak pernah jumpa. Tapi tak jumpa tu bukan bermakna tidak ada. Sebab tak jumpa tu mungkin juga kerana suatu kaum tu fokus pada subjek dalam lingkungan tertentu sahaja.

Akan tetapi janganlah disebabkan tak jumpa tu lalu dengan cepat mengatakan orang lain bida'ah dholalah.

sdr JumatMajid yg selalu mengelak dari perdebatan Wahhabi pun terpaksa dah turun ke gelanggang.

Jadi kalau boleh hentikanlah budaya sesat menyesatkan orang ni. Awal2 lagi dah dibagitahu nak buat boleh tak nak buat pun takper. Tapi mengencang juga nak kata orang lain sesat. Sekarang dah dikemukakan dalil... maka yg terpikul ke atas bahu adalah permohonan maaf pada pihak yg dituduh sesat.
 
Bro..takda sapa kata sesiapa sesat dlm ni...mereka2 yg berfahaman salafi ni hanya terangkan berdasarkan hadith...takde plak nampak mereka ni tulis " ko ni sesat" "ko buat benda ni sesat" takde kan?

Mereka ni cuba menerangkan pada org awam berdasarkan hadith yg sahih..itu saja..harap bro faham maksud ayat saya ye..barakallahu feek

Maksud seseorang tu mengatakan orang lain "melakukan bidaah" sambil mengemukakan hadis "setiap bidaah adalah sesat" tu sama juga ertinya orang tu sesatkan orang lain.

Mengatakan orang lain sesat tu adalah merupakan perkara besar di sisi agama.
 
barangkali..abu maryam jangut tidak faham dgn kata2 svltan salahuddin al-ayubi..'zamanku..mgingati Allah dgn mata pedang'..mudah2an beliau faham..keadaan zaman..
tgklah,ijtihad dan qias..macam2.,spt rokok..jk pdapat saudara haram,maka,haram bg saudara,jk makruh,makruh bg saudara,..
brg kecil..dan saudara patut mghormati ulama yg mgatakan tidak bidaah..kerana x mlangkaui akidah syariat dan tasauf..
 
inilah yg tjadi,perpecahan dmi ppecahan,dulu dh setle,kaum tua dan kaum muda..nmpknya,x akan abis,jk dpt sijil je,nk kata ini bidaah itu bidaah..nabi pun ada bgtau shbt,kamu akan mgikuti sampai lubang biawak..agama menyeluruh..bila kata agama2,dunia2.,kita masih dibelengu k*****an lg..umpama kata bginda..solat umpama nk mati esk,bkerja umpama idop 1000 tahun..agama ada pada kedua2 hal tsebut.mudah2an Allah beri kfahaman pd semua..
 
Akhir kata utk malam ni... Ikutlah Allah.

Dan tidak boleh dikatakan seseorang itu mengikuti Allah jika dia tidak mengikuti RasulNya. Kerana Allah hanya mengkehendaki memberikan perintah ke atas manusia melalui perantaraan wahyu. Dan wahyu itu diberikan pada RasulNya.

Dan tidak boleh juga seseorang itu dikatakan mengikuti Allah dan RasulNya jika dia tidak mampu memandang siapakah orang yg berada disekelilingnya yg diberi nikmat. Dalilnya ada dalam surah al-fatihah yg dibaca sehari2. Seseorang tu bukan mengikuti Allah dan Rasul secara direct tetapi berdasarkan siapa yg menurut pandangannya orang2 yg diberi nikmat.

Dan aku memandang Ust Harun Din adalah antara orang yg diberi nikmat kerana pernah berjumpa Nabi saw. Ust Harun Din sendiri tidak mengatakan amalan tahlil sebagai bidaah yg sesat.

Bagaimana mungkin orang belum memperolehi nikmat sebagaimana Ust Harun Din dengan sewenang2nya suka cakap "bidaah" dan "sesat".
 
Bro..takda sapa kata sesiapa sesat dlm ni...mereka2 yg berfahaman salafi ni hanya terangkan berdasarkan hadith...takde plak nampak mereka ni tulis " ko ni sesat" "ko buat benda ni sesat" takde kan?

Mereka ni cuba menerangkan pada org awam berdasarkan hadith yg sahih..itu saja..harap bro faham maksud ayat saya ye..barakallahu feek

respon sy sama dgn yg sy dah berikan kpd sedara gjoykamitake...

sedara x kater sesaper pon sesat, tp sedara memetik kater2 Nabi Muhammad SAW kpd mrk yg mengerjakan majlis tahlil bhw kununnyer majlis tahlil itu sesat...

sedara memindahkan kpd Baginda aper yg sedara ingin spikan, itu shj, isinyer tetap sama, iaitu mengerjakan majlis tahlil itu sesat...

sama gak spt cth apa bila berhujah dgn seseorg & diberikan hujah dr ayat2 Al-Quran serta hadis2 Nabi Muhammad SAW...

kendian kiter respon kat dier dgn Al-Hujurat, 6 yg kater "apabila dtg org fasik membawa berita, mestilah diperiksa terlbh dhl"...

bkn ker tuh jls kiter nak kater dier tuh "fasik" & kiter terpaksa periksa kesahihan hujah2 dier???...
 
Back
Top
Log in Register