jumatmajid
Super Active Member
- Messages
- 8,074
- Joined
- Jun 5, 2012
- Messages
- 8,074
- Reaction score
- 337
- Points
- 86
Soalan: Dalam realiti...sekiranya jiran di dalam komuniti memanggil dan menjemput kita ke kenduri tahlil beliau,dan terdapat sepertimana amalan amalan tersebut diatas...apa perlu kita lakukan...
Yang pasti,jika tak ditunaikan kecewalah jiran kita...
dtg jer & ikuti nasihat sedara Luke utk memberikan sedekah...
Dalil kenduri menjamu makan apabila berlaku kematian
- Berkata Thawwus, bahawasanya segala orang yang mati itu difitnah akan mereka itu didalam kubur, didalam masa 7 hari. Maka adalah mereka itu ( Para Sahabat) suka bahawa memberi makan mereka itu ganti daripada mereka itu pada demikian itu hari.
Berkata Imam Sayuti. Katanya : ( Kaanu Yastahibbu ) maknanya, “Adalah manusia buat mereka itu akan demikian itu pada zaman Nabi S.A.W, dan mengetahui ia dengan dia dan tidak engkar Nabi S.A.W atas dia (Al Hawi lil Fatawa juzu’2 m/s 377)
- “Dan dari al-Ahnaf bin Qays, ia berkata : aku mendengar ‘Umar bin Khaththab ra mengatakan, seseorang dari Quraisy tidak akan masuk pada sebuah pintu kecuali manusia masuk bersamanya. Maka aku tidak memahami maksud dari perkataannya, sampai Umar di tikam kemudian memerintahkan kepada Shuhaib agar shalat bersama manusia dan membuatkan makanan hidangan makan untuk manusia selama tiga hari. Ketika mereka telah kembali dari mengantar jenazah, mereka datang dan sungguh makanan telah dihidangkan namun mereka tidak menyentuhnya karena kesedihan pada diri mereka. Maka datanglah sayyidina ‘Abbas bin Abdul Muththalib, seraya berkata : “wahai manusia, sungguh Rasulullah saw telah wafat, dan kita semua makan dan minum setelahnya, Abu Bakar juga telah wafat dan kita makan serta minum setelahnya, wahai manusia.. makanlah oleh kamu dari makanan ini, maka sayyidina ‘Abbas mengulurkan tanggan (mengambil makanan), diikuti oleh yang lainnya kemudian mereka semua makan. Maka aku (al-Ahnaf) mengetahui maksud dari perkataannya. Ahmad bin Mani telah meriwayatkannya dengan sanad didalamnya iaitu Ali bin Zayd bin Judaan”
Berkumpul dirumah keluarga si mati
- hadits dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha "Bahwasanya apabila salah seorang anggota keluarganya meninggal dunia, maka berkumpullah para wanita. Kemudian mereka berpisah, kecuali keluarga dan orang-orang tertentu. Setelah itu, ia (‘Aisyah radhiyallahu ‘anha) menyuruh diambilkan seperiuk talbinah. Lalu dia memasak dan membuat tsariid. Kemudian dia menuangkan bubur talbinah tersebut di atasnya. Setelah itu, ia berkata: “Makanlah bubur ini! Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Talbinah dapat menyegarkan hati orang yang sakit dan dapat menghilangkan sebagian rasa sedih” (HR. Bukhari no. 5101 dan Muslim no. 2216)
- Telah tiba berita kepada sayyidina Umar bahawa beberapa wanita telah berkumpul di rumah simati dengan masing-masing menangisi khalid. lalu umar mengatakan biarkanlah mereka menangisi Abi Sulaiman (khalid bin walid) selama tidak meletakkan debu diatas kepala dan tidak membesarkan suaranya (HR Abu Daud)
Last edited:
