tuh lah aku kater klu ader post yg lrg baca terjemahan nko tunjuk lah...
blh kita sama2 hantam sama dier...
sbb seingat aku selama nih, mmg yg dilrg adalah mentafsir tanpa ilmu...
rasanya dah berpuluh kali dah ulang benda nih...
~~~~~~~~~
definisi tafsir dr segi istilah Ulumul Quran [ilmu kajian Al-Quran] antaranya adalah...
#1 "ilmu yang mengkaji mengenai maksud dan lafaz ayat dalam al-Quran, hukum dan hakam serta pengajaran dan manfaat dari al-Quran" [Al-Zarqasyi]
#2 "lmu untuk memahami kitab Allah s.w.t. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. serta menjelaskan maknanya dan mengeluarkan hukum-hakam dan pengajaran."
#3 "ilmu untuk memahami kitab Allah yang diturunkan ke atas Nabi Muhammad s.a.w. dan menjelaskan maknanya serta mengeluarkan hukum-hukum dan pengajaran yang dipetik dari al-Quran." [Dr. Manna’ Khalil Qathan]
#4 "ilmu yang membicarakan tentang bagaimana hendak menuturkan perkataan-perkataan al-Quran (dari segi tajwid) dan memberikan makna menurut keadaan perkataan dan hukuman-hukuman pada ketika ia satu perkataan (mufrad) dan pada ketika bersusun (murakab) dan makna-makna yang boleh diertikan pada ketika hakikat atau majaz. Juga membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan nasikh dan mansukh dan sabab nuzul" [Abu Hayyan, kitabnya ‘al-Bahru al-Mahith’]
jd ada beza antara "nak fhm" & "nak tafsir"...
cth,
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
nak fhm...
#a qjjl Maha Pengasih, takder lg yg lbh pengasih berbanding dgn Dia...
#b Dia jg Maha Penyayang, takder lg yg lbh penyayang berbanding dgn Dia...
#c jd Maha Pengasih dan Maha Penyayang nih antara sifat2 qjjl SWT lah yer...
[tambahan 14 Dec.]
#d ooohhh patutlah qjjl SWT bg kita Al-Quran, Nabi Muhammad SAW, udara, makanan, minuman, kwn2, keluarga, dll utk terus hidup dimuka bumi nih, rupa nyer sbb Dia sayang kat kiter...
#e frasa pertama dlm ayat pertama dlm Al-Quran lg qjjl SWT dah sebutkan namer Dia, mmg Dia nak kiter semua ingat Dia sepjg masa lah nih...
#f lps tuh terus diikuti dgn sifat pengasih & penyayang, mmg qjjl SWT nak manusia ingat bhw Dia sentiasa pengasih & penyayang wlupon apa yg berlaku dimuka bumi nih nampak sebaliknyer kot...
# g a'ah klu qjjl SWT syg kat kiter naper Dia benarkan berlakunya peperangan, pembunuhan, kekejaman di muka bumi nih...
[apabila timbul persoalan spt #g ia menunjukkan sdh hampir melampaui tahap tadabbur bg ayat yg diberikan]
nak tafsir...
"Jar majrur (bi ismi) di awal ayat berkaitan dengan kata kerja yang tersembunyi setelahnya sesuai dengan jenis aktifitas yang sedang dikerjakan. Misalnya anda membaca basmalah ketika hendak makan, maka takdir kalimatnya adalah : “Dengan menyebut nama Allah aku makan”.
Kita katakan (dalam kaidah bahasa Arab) bahwa jar majrur harus memiliki kaitan dengan kata yang tersembunyi setelahnya, karena keduanya adalah ma’mul. Sedang setiap ma’mul harus memiliki ‘amil.
Ada dua fungsi mengapa kita letakkan kata kerja yang tersembunyi itu di belakang:
Pertama : Tabarruk (mengharap berkah) dengan mendahulukan asma Allah عزّوجلّ.
Kedua : Pembatasan maksud, karena meletakkan ‘amil dibelakang berfungsi membatasi makna. Seolah engkau berkata: “Aku tidak makan dengan menyebut nama siapapun untuk mengharap berkah dengannya dan untuk meminta pertolongan darinya selain nama Allah عزّوجلّ”.
[
Tafsir dr Syaikh Al-Imam Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin]
[tambahan 14 Dec.]
Islamic culture requires a man to commence everything with the name of Allah. If this is done consciously and sincerely, it will surely produce three good results. First, it will keep him away from evil, because the very name of Allah will impel him to consider whether he is justified in associating His name with a wrong deed or an evil intention. Secondly, the very mention of the name of Allah will create in him the right attitude of mind and direct him to the right direction. Thirdly,he will receive Allah's help and blessing and will be protected from the temptations of Satan, for Allah turns to a man when he turns to Him.
[
Sayyid Abul Ala Maududi, Tafhim al-Qur'an]
"Dengan menyebut nama Allah", maksudnya "dengan menyebut nama Allah saya baca atau saya mulai". Seakan-akan Nabi berkata: "Saya baca surah ini dengan menyebut nama Allah, bukan dengan menyebut nama saya sendiri, sebab dia wahyu dari Tuhan, bukan dari saya sendiri. Maka basmalah di sini mengandung arti bahwa Alquranul Karim itu wahyu dari Allah, bukan karangan Muhammad saw. dan Muhammad itu hanyalah seorang pesuruh Allah yang dapat perintah menyampaikan Alquran kepada manusia.
Pemakaian kata "Allah"
"Allah" nama bagi Zat yang ada dengan sendiri-Nya (wajibul wujud). Kata "Allah" itu hanya dipakai oleh bangsa Arab kepada Tuhan yang sebenarnya, yang berhak disembah, yang mempunyai sifat-sifat kesempurnaan. Mereka tidak memakai kata itu untuk tuhan-tuhan atau dewa-dewa mereka yang lain.
Kata "Ar-Rahman" terambil dari "Ar-Rahmah" yang berarti "belas kasihan", yaitu suatu sifat yang menimbulkan perbuatan memberi nikmat dan karunia.
Jadi kata "Ar-Rahman" itu ialah: Yang berbuat (memberi) nikmat dan karunia yang banyak.
Kata "Ar-Rahim" juga terambil dari "Ar-Rahmah", dan arti "Rahim" ialah: Orang yang mempunyai sifat belas kasihan, dan sifat itu "tetap" padanya selama-lamanya.
Maka Ar-Rahman Ar-Rahim (Arrahmanirrahim) itu maksudnya: Tuhan itu telah memberi nikmat yang banyak dengan murah-Nya dan telah melimpahkan karunia yang tidak terhingga, karena Dia adalah bersifat belas kasihan kepada makhluk-Nya, dan oleh karena sifat belas kasihan itu adalah suatu sifat yang tetap pada-Nya maka nikmat dan karunia Allah itu tidak ada putus-putusnya.
Dengan demikian maka kata-kata "Ar-Rahman" dan "Ar-Rahim" itu kedua-duanya adalah diperlukan dalam susunan ini, karena masing-masing mempunyai arti yang khusus.
Tegasnya bila seseorang Arab mendengar orang mensifati Allah dengan Ar-Rahman, maka terpahamlah olehnya bahwa Allah itu telah melimpahkan nikmat dan karunia-Nya dengan banyak dan berlimpah-limpah. Tetapi bahwa limpahan nikmat dan karunia yang banyak itu tetap, tidak putus-putus tidak dapat dipahami dari lafaz Ar-Rahman itu saja. Karena itu perlulah diikuti dengan Ar-Rahim, supaya orang mengambil pengertian bahwa limpahan nikmat dan karunia serta kemurahan Allah itu tidak ada putus-putusnya.
[
Tafsir Department Agama Indonesia]