BTC USD 82,285.0 Gold USD 4,169.43
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Hadis Imam Al-Bukhari

Dari Abu Hurairah r.a. berkata,
“Ketika kami sedang bersama
Rasulullah saw maka tampillah
Bilal untuk adzan.”

Selesai Bilal
adzan, Rasulullah saw
bersabda, “Barangsiapa
mengucapkan kalimah ini (adzan)
dengan yakin, dia pasti masuk
syurga.”

(riwayat Bukhari dan Muslim, Abu Daud,
Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu
Majah)
 
Dari Abu Said Al Khudri r.a.
berkata: Rasulullah saw
bersabda, “Jika kalian
mendengar muadzin maka
ikutilah apa yang
diucapkannya.”

(riwayat Bukhari dan Muslim, Abu Daud,
Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu
Majah)
 
Dari Anas r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda,
“Tidaklah seseorang masuk
syurga ingin kembali ke dunia

dan dia tidak mempunyai
sesuatu pun di dunia kecuali
orang yang syahid.

Dia mengharap dapat kembali ke
dunia untuk berperang dan
terbunuh sampai sepuluh kali
kerana kemuliaan yang dia
perolehi.”

(riwayat Bukhari , Muslim dan Tirmidzi)
 
Dari Busrah binti Shafwan,
sesungguhnya Nabi saw
berkata,

“Laki-laki yang
menyentuh zakarnya
(kemaluannya) janganlah solat
sebelum dia berwudhu.”

(Riwayat lima ahli hadits,
menurut Bukhari hadits ini
paling sahih dalam hal ini)
 
Rasulullah saw berkata kepada
Fathimah binti Abi Hubaisy,

“Apabila datang haidh itu,
hendaklah engkau tinggalkan
solat dan apabila habis haidh
itu, hendaklah engkau mandi
dan solat.”

(riwayat Bukhari)
 
Rasulullah saw bersabda,
“Sesungguhnya segala amal
ibadat hanya sah dengan niat.”

(riwayat Bukhari)
 
Dari Ibnu ‘Umar: Nabi saw
bersabda, “Tidak boleh bagi
perempuan yang ihram
memakai tutup kepala dan
tidak boleh memakai sarung
tangan.”

(riwayat Bukhari dan Ahmad)
 
Dari Abu Hurairah r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda,

“Ada tujuh golongan yang bakal
dinaungi Allah di bawah
naungan-Nya, pada hari yang
ketika itu tidak ada naungan
kecuali naungan-Nya yaitu

Pemimpin yang adil;

Pemuda
yang rajin beribadat kepada
Allah;

Orang yang hatinya
senantiasa terpaut kepada
masjid;

Dua orang yang
berkasih sayang kerana Allah,
baik di waktu berkumpul
maupun berpisah;

Seorang lelaki yang diajak berbuat
serong oleh wanita bangsawan
yang cantik kemudian dia
menolak dan berkata, ‘Saya
takut kepada Allah’;

Orang
yang bersedekah dengan diam-
diam;

Orang yang senantiasa
berdzikir (ingat) kepada Allah
ketika sendirian kemudian
mencucurkan air mata.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Usamah bin Zaid r.a.
berkata: Rasulullah saw
mengutus kami ke Huraqah
pada suku Juhainah maka
ketika kami sampai disana,
pagi-pagi kami menyerbu.

Tiba-tiba aku dan seorang Anshar
bertemu dengan seorang dari
mereka.

Maka ketika kami telah
mengepungnya, dia berkata, “LAA
ILAAHA ILLALLAAH.”

Maka sahabatku orang Anshar itu
menyuruh aku menghentikan
(tidak membunuhnya) tetapi
aku terus saja menikam dengan
tombakku sehingga matilah dia.

Dan ketika kami telah kembali
ke Madinah, berita itu telah
sampai kepada Rasulullah saw
maka baginda bertanya, “Hai
Usamah, apakah engkau bunuh
dia setelah dia mengucapkan
‘LAA ILAAHA ILLALLAAH’?”

Jawabku, “Ya Rasulullah, dia
hanya akan menyelamatkan
diri.”

Rasulullah saw bertanya,
“Apakah engkau bunuh dia
setelah dia mengucapkan ‘LAA
ILAAHA ILLALLAAH’?”

Maka Rasulullah saw mengulang-
ulang kalimah itu, sehingga aku
ingin andaikan aku baru masuk
Islam pada hari itu.

Dalam riwayat lain: Rasulullah
saw bertanya, “Apakah sesudah
dia mengucapkan ‘LAA ILAAHA
ILLALLAAH’ masih juga engkau
membunuhnya?”

Jawabku, “Ya Rasulullah, ia berkata begitu
mungkin hanya kerana takut
kepada senjataku.”

Nabi saw
bersabda, “Apakah sudah
engkau belah dadanya
sehingga engkau mengetahui
dengan jelas, apakah dia berkata
kerana takut atau tidak.”

Maka Rasulullah saw masih
mengulang-ulang kalimah
itu,sehingga aku ingin kiranya
aku baru masuk Islam pada
hari itu.

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abu Hurairah r.a. berkata:
Nabi saw bersabda,

“Dapat dipastikan atas manusia
bahagiannya dari zina yang pasti
mengenainya tanpa dapat
dielakkan lagi.

Dua mata zinanya adalah pandangan
mata;

Dua telinga zinanya
adalah mendengarkan;

Lidah zinanya adalah perkataan;

Tangan zinanya adalah
menampar,memegang tangan;

Kaki zinanya adalah
melangkah (ke lembah zina);

Hati zinanya adalah
menyukai dan mengharapkan.

Semua perzinaan itu,
kemaluanlah yang
membenarkan atau
mendustakannya.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Back
Top
Log in Register