BTC USD 83,344.0 Gold USD 4,143.77
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Hadis Imam Al-Bukhari

Dari Abu Hurairah r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda,
“Andaikan manusia benar-benar
mengetahui keutamaan saf
pertama dan menyambut adzan
kemudian untuk mendapatkan
saf pertama mereka harus
berundi, nescaya mereka akan
berundi untuk
mendapatkannya.

Dan andaikan
mereka mengetahui keutamaan
mendatangi solat berjemaah
pada waktu yang awal, nescaya
mereka akan berlumba-lumba
untuk mendahuluinya.

Dan
andaikan mereka mengetahui
keutamaan solat subuh dan
‘isya berjemaah, pasti mereka
akan mendatanginya,
meskipun dengan merangkak-
rangkak.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Zaid bin Tsabit r.a. berkata:
Bersabda Nabi saw, “Hai
sekalian manusia, solatlah di
rumah, maka sesungguhnya
seutama-utama solat
seseorang itu adalah di
rumahnya, kecuali solat
fardhu.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Ibnu Umar r.a. berkata:
Bersabda Nabi saw, “Jadikan
penghabisan (akhir) solatmu
pada waktu malam dengan
solat witir.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Abu Hurairah r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda,
“Barangsiapa bangun malam
pada bulan Ramadhan dan
mengerjakan solat malam
kerana iman dan mengharapkan
pahala dari Allah maka
diampuni semua dosanya yang
telah lalu.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Abu Hurairah r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda,
“Andai aku tidak khuatir akan
memberatkan umatku, nescaya
ku wajibkan mereka bersiwak
(gosok gigi) pada tiap-tiap
solat.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Abu Hurairah r.a. berkata:
Bersabda Nabi saw, “Lima
macam dari fitrah (kelakuan
yang tetap dari sunat para
Nabi) yaitu khitan ,
mencukur rambut kemaluan,
memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur kumis (misai).”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Ibnu Umar r.a. berkata:
Bersabda Nabi saw, “Cukurlah
kumis (misai) dan peliharalah janggut.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Jabir bin Samurah r.a.
berkata: “Penduduk Kufah
mengadukan Sa’ad bin Abi
Waqqash r.a. kepada Amirul
Mukminin Umar bin Al-
Khatthab r.a. sehingga Umar
pun memecatnya dan
digantikan oleh Ammar bin
Yasir r.a.

Begitu berat
pengaduan mereka, hingga
mereka mengadukan bahawa
"engkau tidak dapat solat
dengan sempurna.”

Jawab Sa’ad, “Adapun aku, demi
Allah, memimpin mereka dalam
solat sebagaimana solat
Rasulullah saw tidak
mengurangi sedikit pun
daripadanya. Yaitu
memanjangkan dua rakaat
pertama dan memendekkan dua
rakaat terakhir.”

Berkata Umar,
“Aku kira engkau memang
demikian adanya, ya Abu
Ishaq.” Kemudian Umar
mengirim Sa’ad ke Kufah
bersama beberapa orang untuk
menanyakan terus kepada
rakyat di sana tentang dirinya.
Setiap masjid didatanginya dan
kepada jemaah yang ada di situ
terus ditanyakan tentang
Sa’ad. Maka mereka pun
menjawab dengan jujur, terus
terang dan mereka semua
memuji kebaikan Sa’ad kecuali
ketika mereka masuk di masjid
bani ‘Abs, maka ketika
ditanyakan tentang Sa’ad ada
seorang lelaki bernama Usamah
bin Qatadah yang bergelar Abu
Sa’adah menjawab, “Jika
engkau bertanya tentang Sa’ad,
maka dia adalah orang yang
tidak suka keluar
memimpin pasukan perang,
kalau membahagi tidak pernah
rata dan kalau menghukum
tidak adil.”

Mendengar jawapan
seperti itu, Sa’ad menyerahkan
urusannya kepada Allah dan
berkata, “Ingat, saya hendak
berdoa tiga macam yaitu ‘Ya
Allah, jika hamba-Mu ini
berdusta (yakni Abu Sa’adah),
hanya bermaksud mencari muka
dan nama, maka panjangkanlah
umurnya, jadikan dia miskin
sampai tua dan hadapkan dia
kepada berbagai fitnah.’”

Ternyata doa Sa’ad dikabulkan
oleh Allah, sehingga ketika
orang itu telah lanjut usia,
selalu saja bila orang bertanya
tentangnya maka dijawab,
“Orang yang telah terkena bala’
oleh doa Sa’ad bin Abi
Waqqash r.a.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abu Waqid (al-Harits) bin
‘Auf r.a. berkata: Ketika
Rasulullah saw duduk di
masjid, sedang orang ramai
(para sahabat) duduk pula
bersama baginda, tiba-tiba
datang tiga orang lelaki. Maka
dua orang di antara mereka
menghadap Rasulullah saw,
sedang yang seorang lagi terus
pergi.

Kemudian kedua orang
itu berhenti di hadapan
Rasulullah saw. Lalu salah
seorang dari keduanya melihat
tempat kosong pada majlis
itu, kemudian duduk padanya.
Sedang yang seorang lagi
duduk di belakang mereka.
Adapun orang yang ketiga maka
dia berpaling dan terus pergi.
Ketika Rasulullah saw telah
selesai menyampaikan
ajarannya, baginda bersabda,
“Sukakah aku beritahukan
kepadamu
tentang ketiga orang itu?

Adapun salah seorang dari
mereka, maka dia bermaksud
mendekatkan diri kepada Allah,
maka Allah pun mendekatinya.

Yang seorang lagi merasa malu
(untuk berdesak-desakkan)
maka Allah pun malu (untuk
menyiksanya).

Sedang orang
yang ketiga berpaling, maka
Allah pun berpaling dari
padanya (tidak memberikan
rahmat-Nya).”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Dari Abu Hurairah r.a. berkata:
Rasulullah saw bersabda, “Ada
seseorang yang biasa
menghutangkan kepada orang-
orang, maka jika dia menyuruh
menagih kepada pesuruhnya, dia
selalu berpesan, ‘Jika kamu
mendapati orang itu masih
belum dapat membayar, maka
maafkanlah dia, semoga Allah
memaafkan kami kelak.’ Maka
ketika dia berhadapan dengan
Allah, Allah memaafkannya.”

(riwayat Bukhari dan Muslim)
 
Back
Top
Log in Register