BTC USD 62,135.3 Gold USD 4,436.48
Time now: Jun 1, 12:00 AM

[God = Truth] vs. [Satan = Lies]

Status
Not open for further replies.
Oh People of the Book (Jews, Christians and Muslims)! You are not at all rightly guided unless you put into practice the Torah, the Gospel, and what has been revealed to you from your Lord. (5.68)

He made all gods one god. (38.5)

There are only two gods in the Quran.


God = Truth (soundness, regardless of religions)

Satan = Lies (fallacy, regardless of religions)

attachment.php


As for those who ignore God and His Messenger (soundness) by trying to make a distinction between them, saying, "We believe in the one (truth), but we deny the other (truth, from other religions)," and want to pursue a path in-between (through religions and denominations etc), it is they who are truly unbelievers. (Quran 4.150-151)


GOOD is ONE.

Truth has no religion.

Those who divide their way of life and become schism (religism), you are not with them in anything. (6.159)​


"...divide their way of life and become schism (religism)..."

tp dlm masa yg sama qjjl SWT jg berfirman bhw Dia hanya mengiktiraf Islam sbg agama yg diredhai-Nya...

rujuk Al-Maidah, 3 utk kefhm lbh lanjut, tuh pon klu nko ikhlas nak fhm...

aper nko nak kater qjjl SWT x konsisten dlm pendirian-Nya dlm hal agama ker???...

klu betul mmg qjjl SWT maksudkan sama spt yg nko spikan kat atas...

naper sebut "Islam" shj atau naper x sebut secara umum "agama" shj dlm Al-Maidah, 3 tuh???

tuh ler masalahnyer klu rasa hebat sgt nak tafsir Al-Quran tp ilmu x seberapa...
 
Last edited:
We do not seek God in ritual ceremony, we become a manifestation of God.

What is Soundness?


27210835495_e36a107ee1_o.png



What is the state of mind and emotions for tawba an-nasooha (real self) ?

26868023970_209d53502a_o.jpg


As for those who have a disease in their hearts (ie. not reaching tawba an-nasooha), it (the Quran) only increased foulness to their foulness, and they died as rejecters. (9.125)

 
Last edited:
We are responsible for its INTERPRETATION. (75.19)
 
We are responsible for its INTERPRETATION. (75.19)

tepat sekali, so dr pelbgi interpretasi yg ader, interpretasi siapa yg plg tepat???...

aderkah interpretasi glgan pluralism yg kater org yg sentiasa berbuat baik akan masuk syurga wlupon mrk mensyirikkan qjjl SWT seumur hidup mrk???...

hehehehe jauh sekali, sbb Al-Quran kater dgn jls bhw dosa syirik x akan diampunkan & Al-Quran jg kater dgn jls bhw org Kristian & Yahudi mensyirikkan qjjl SWT...

x kira ler baik mcm maner pon mrk di dunia nih mengikut pandangan manusia, sori interpretasi nko x masuk akal, cuber lg....
 
Last edited:
We do not seek God in ritual ceremony, we become a manifestation of God.

What is Soundness?


27210835495_e36a107ee1_o.png



What is the state of mind and emotions for tawba an-nasooha (real self) ?

26868023970_209d53502a_o.jpg


As for those who have a disease in their hearts (ie. not reaching tawba an-nasooha), it (the Quran) only increased foulness to their foulness, and they died as rejecters. (9.125)

"GOOD is ONE", jika mensyirikkan qjjl SWT aderlah baik menurut ajaran Kristian berdsrkan Bible...

aderkah mensyirikkan qjjl SWT jg termasuk dlm "GOOD is ONE" menurut ajaran Islam berdsrkan Al-Quran???...

jwbannya "GOOD is ONE" jg aderlah fallacy berdsrkan Al-Quran krn mensyirikkan qjjl SWT x pernah termasuk dlm perbuatan baik dlm Islam...

sori bro nko bg false argument lg, cuber argument yg lain plak, cuber yg terbaik yer kali nih...
 
Allah has no religion, there is only TRUTH, GOOD is ONE.

Permission [to fight] has been given to those (believers and disbelievers, right to self defence) against whom war is being waged wrongfully, because they were wronged. And God is surely capable of giving them victory (believers and disbelievers). [Because they are] those who have been driven from their homes unjustly, for saying only that "Our Lord is God (Truth, GOOD is ONE)." And, if God did not intervene by using some people to drive out others, many monasteries, churches, synagogues, and mosques, where God's name (Truth, GOOD is ONE) is much remembered, would have been destroyed. God is sure to help those (believers and disbelievers) who help His cause (Truth, GOOD is ONE), for truly God is strong and mighty. (22:39-40)
betul ler aper yg ayat tuh kater...

klu bkn krn campurtgn [intervention] dr qjjl SWT utk menghenti semua kemusnahan, maka hancur ler semua rmh2 ibadah kat muka bumi nih...

tp itu x bermaksud qjjl SWT terima semua agama yer, krn klu bkn krn iradah & izin dr qjjl SWT jg x akan ader glgan yg ingin memusnahkan rmh2 ibadah...

so ituler campurtgn [intervention] yg dimaksudkan, Dia yg memulakan segala sesuatu, Dia jg yg menghentikan segala sesuatu...

kendian betul ker "Allah has no religion..." mcm nko klaim kat atas...

klu betul maner dlm ayat tuh kater qjjl SWT meredhai agama lain yg mensyirikkan Dia...

sama spt yg jls dinyatakan dlm Al-Maidah, 3 bhw Dia hanya meredhai Islam??? jwbannyer takder...

mlh sgt jls jgk qjjl SWT berfirman bhw org Kristian & Yahudi mensyirikkan-Nya & dosa syirik x akan diampunkan oleh-Nya...

rujukan ayat2 Al-Quran aku dah bg dlm post2 kat atas, good try, tp sori nko failed lg...
 
Last edited:
Mencermati Doktrin dan Ciri-ciri Fahaman Pluralisme Agama

inilah sebenarnyer yg diperjuangkan dlm thread nih, pluralisme atau toleransi dlm beragama...

kononnyer semua agama aderlah sama, semuanyer mengajak kpd kebaikan, tuh sbb berulang kali disebutkan "GOOD is ONE"...

tp persoalannyer dr segi aqidah aderkah perkara yg baik pd agama2 lain aderlah baik jg utk umat Islam???...

jwbnnyer jls sekali x, mlh semua hujah TT dgn sengaja mengabaikan persoalan aqidah yg menjd teras dlm Islam...

sama2 kiter renung & berdoa agar diri kiter, ahli keluarga kiter, sahabat handai & sdr2 sesama Islam kiter terhindar dr kesesatan ini...
Hakekat Doktrin Pluralisme Agama

Apa sebenarnya doktrin Pluralisme Agama ini? John Hick, seorang tokoh pengasas – atau bahkan “nabi” – yang mengajarkan doktrin ini, mentakrifkan bahawa Pluralisme Agama adalah:

[T]he view that the great world faiths embody different perceptions and conceptions of, and correspondingly different responses to, the Real or the Ultimate from within the major variant cultural ways of being human; and that within each of them the transformation of human existence from self-centredness to Reality centredness is manifestly taking place – and taking place, so far as human observation can tell, to much the same extent.[2]

Definisi yang mirip seperti ini pun dapat ditemukan dalam salah satu makalahnya, ‘Religious Pluralism,’ yang diterbitkan dalam The Encyclopedia of Religion, sebagaimana berikut:

…the term refers to a particular theory of the relation between these traditions, with their different and competing claims. This is the theory that the great world religions constitute variant conceptions and perceptions of, and responses to, the one ultimate, mysterious divine reality…the view that the great world faiths embody different perceptions and conceptions of, and correspondingly different responses to, the Real or the Ultimate, and that within each of them independently the transformation of human existence from self-centeredness to reality-centeredness is taking place.[3]

Dari takrif yang sangat detail ini dapat dielaborasikan bahawa doktrin ini ingin mengajarkan bahawa agama-agama besar dunia (Yudaisme, Kristianiti, Islam, Hinduisme, Buddhisme, Taoisme, Konfusianisme, Sikhisme, dll.) adalah penampilan-penampilan atau penampakan-penampakan yang berbagai dan beragam dari satu Hakekat Ultima yang Tunggal. Dengan kata lain, dan lebih spesifik lagi, doktrin ini mengajarkan bahawa satu Hakekat Ultima yang Tunggal ini direspon/dipersepsikan/diyakini dalam Yudaisme sebagi El, Elohim, Adonai; dalam Kristianiti sebagai Holy Trinity; dalam Islam sebagai Allah; dalam Hinduisme sebagai Trimurti, Brahman; dalam Buddhisme sebagai Nirvana, Amitabha Buddha; dalamTaoisme sebagai Tao; dalam Sikhisme sebagai Sat Nam, dsb. Singkatnya, nama boleh beragam dan banyak, tapi hakekat tetap satu dan sama. Oleh kerananya, menurut doktrin ini betapa pun berbedanya agama-agama tersebut, pada hakekatnya adalah media atau cara-cara/jalan-jalan yang sama abash/valid dan otentiknya untuk menuju tujuan yang satu dan sama atau untuk mendapatkan keselamatan (salvation). Hick menyimpulkannya sebagai berikut: “the great religious traditions are to be regarded as alternative soteriological “spaces” within which, or “ways” along which, men and women can find salvation/liberation/fulfillment.”[4]

Jadi semua tradisi atau agama yang ada di dunia ini adalah sama validnya, kerana pada hakekatnya semuanya itu tidak lain hanyalah merupakan bentuk-bentuk respons yang berbeda yang dilakukan manusia yang hidup dalam dalam tradisi keagamaan tertentu terhadap sebuah realiti transenden yang satu dan sama,[5] dan dengan demikian, semuanya merupakan “authentic manifestations of the Real.”[6] Ringkasnya, semua agama secara relatif adalah sama, dan tidak ada satu pun agama yang berhak mengklem diri “uniqueness of truth and salvation” (sebagai satu-satunya kebenaran atau satu-satunya jalan menuju keselamatan).

Dengan demikian, masing-masing dari pemeluk agama-agama tersebut tidak boleh membuat klem bahawa agamanya sendiri yang benar secara absolut atau mutlak. Sebab pada prinsipnya, masing-masing berkongsi sebahagian kebenaran (partial truth) sahaja, dan bukan kebenaran yang utuh dan sempurna (whole truth). Berdasarkan perspektif ini, maka kebenaran agama-agama tersebut di atas adalah “relative” atau “nisbi”, sedangkan kebenaran “absolut” atau “mutlak” hanya ada pada Hakekat Ultima (the Ultimate Reality).

Tentu saja untuk membuat doktrin ini tidak sahaja acceptable, tapi malah juga attractive dan tampak indah, tokoh/“nabi” pluralis ini mencoba mencari-cari dan merangkai-rangkai justifikasi teologis secara hermeneutis dan eklektik (pilih-pilih) dari berbagai teks-teks kitab-kitab suci agama-agama besar dan/atau pemikiran-pemikiran atau pendapat-pendapat aliran keagamaan yang marginal dan bukan mainstream.[7]

Maka dari itu, kaum pluralis mengajak dan menyeru kepada semua pemeluk agama agar melakukan transformasi jati-diri dari pada keterkungkungan oleh pemusatan agama/keyakinan diri sendiri yang “relative” menuju kepada pemusatan satu Hakekat Ultima yang Tunggal yang “Absolut”. John Hick mengistilahkan proses transformasi spiritual ini dengan: “the transformation of human existence from self-centredness to Reality centredness”. Sedangkan Paul F. Knitter, seorang pakar teologi Kristian Pluralis yang lain, dalam bukunya yang berjudul No Other Name?: A Critical Survey of Christian Attitudes Toward the World Religions, mengungkapkan hal ini (dengan menggunakan idiom-idiom Kristian) sebagai transformasi daripada ecclesio-centredness (pemusatan gereja – Katolik) atau Christo-centredness (pemusatan Kristian–Protestan) menuju Theo-centredness (pemusatan Tuhan –Pluralis).[8]​
 
attachment.php




On that Day, We shall ask Hell: Are you now full? Hell will answer: Are there any more? (Quran 50.30)



It has been said that the word Dīn appears in as many as 79 verses in the Qur'an,
but because there is no exact English translation of the term,
its precise definition has been the subject of some misunderstanding and disagreement.
For instance, the term is often translated in parts of the Qur'an as "religion".
However, in the Qur'an itself, the act of submission to God is always referred to as
Dīn rather than as Madhhab (مذهب), which is the Arabic word for "religion"; Wikipedia
 
Last edited by a moderator:

naper nko sajer tinggalkan tanda soal pd hjg ayat tuh, sajer nak jdkan ayat tuh kelihatan seolah2 suatu pernyataan dr qjjl SWT ker??? hehehehe spi mcm tuh sekali usaha nko yer ...

ayat 5, dr surah Saad dr pelbgi terjemahan yg sebenarnyer berbunyi spt di bwh, perhatikan tanda soal pd ayat tuh...
  1. Yusuf Ali 5: "Has he made the gods (all) into one Allah? Truly this is a wonderful thing!"

  2. Shakir 5: What! makes he the gods a single Allah? A strange thing is this, to be sure!

  3. Pickthal 5: "Maketh he the gods One Allah? Lo! that is an astounding thing."

  4. Mohsin Khan: 5: "Has he made the alihah (gods) (all) into One Ilah (God - Allah). Verily, this is a curious thing!"

  5. Saheeh: 5: "Has he made the gods [only] one God? Indeed, this is a curious thing."

  6. Indonesian 5: "Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan."

  7. Malay 5: "Patutkah ia menafikan tuhan-tuhan yang berbilang itu dengan mengatakan: Tuhan hanya Satu? Sesungguhnya ini adalah satu perkara yang menakjubkan!"
lg pon jika dibaca sesuai dgn konteks ayat ke-4 yg jls ditujukan kpd org2 kafir "وَقَالَ الْكَافِرُونَ", maka pernyataan bhw "qjjl SWT menjdkan semua tuhan sbg satu" jd x logik...

naper x logik??? jwbannyer krn jika benar qjjl SWT yg menjdkan semua tuhan ciptaan manusia yg wujud sblm itu sbg tuhan Yang Maha Esa...

yg jg merupakan pengiktirafan sendiri oleh qjjl SWT terhdp tuhan2 tersbt, jd naper msh jg qjjl SWT memanggil kaum itu sbg kafir???...

klu dah x logik, jd mgkn nko akan tanyer aper signifikannyer tanda soal pd ayat ke-5 tersbt...

aper plak kaitannyer dgn panggilan kafir kpd kaum penyembah tuhan2 ciptaan manusia pd ayat ke-4 tuh???...

mudah jer klu nko guner akal & jika nko benar2 ikhlas ingin menyampaikan kebenaran, but I doubt it completely...

sebenarnyer kaum yg menyembah tuhan2 ciptaan manusia pd ayat ke-4 tuh aderlah glgan yg mensyirikkan qjjl SWT sbb tuh dipanggil kafir...

maka biler Nabi Muhammad SAW dtg menyeru kpd mrk ttg keesaan qjjl SWT mrk pon tuduh Baginda mcm2...

termasuklah tuduh Baginda sbg ahli sihir [سَاحِرٌ] & penipu [كَذَّابٌ] yg nak jdkan semua tuhan mrk menjd tuhan Yang Maha Esa...

so jls ayat tuh bkn satu pernyataan dr qjjl SWT bhw Dia dah menjdkan tuhan2 ciptaan manusia sblm itu sbg tuhan Yang Maha Esa yer...

tp lbh merupakan tuduhan2 dr kaum yg enggan meninggalkan amalan2 syirik dlm agama mrk yg berttgan dgn ajaran dlm Islam...

sbb tuh aku berulang kali tany kat nko, camner glgan yg mensyirikkan qjjl SWT seumur hidup mrk blh masuk syurga, sdgkan dosa syirik x diampunkan???...

jd cuber2 ler jujur dlm menyampaikan agama yer, semakin lama semakin jls usaha nko mengajak kpd kesesatan, aper lg dgn mengambil ayat luar drpd konteks...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

seterusnyer...

kendian betul ker "Allah has no religion..." mcm nko klaim kat atas...

klu betul maner dlm ayat tuh kater qjjl SWT meredhai agama lain yg mensyirikkan Dia...

sama spt yg jls dinyatakan dlm Al-Maidah, 3 bhw Dia hanya meredhai Islam??? jwbannyer takder...

mlh sgt jls jgk qjjl SWT berfirman bhw org Kristian & Yahudi mensyirikkan-Nya & dosa syirik x akan diampunkan oleh-Nya...

rujukan ayat2 Al-Quran aku dah bg dlm post2 kat atas, good try, tp sori nko failed lg...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

lagi...

"GOOD is ONE", jika mensyirikkan qjjl SWT aderlah baik menurut ajaran Kristian berdsrkan Bible...

aderkah mensyirikkan qjjl SWT jg termasuk dlm "GOOD is ONE" menurut ajaran Islam berdsrkan Al-Quran???...

jwbannya "GOOD is ONE" jg aderlah fallacy berdsrkan Al-Quran krn mensyirikkan qjjl SWT x pernah termasuk dlm perbuatan baik dlm Islam...

sori bro nko bg false argument lg, cuber argument yg lain plak, cuber yg terbaik yer kali nih...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

It has been said that the word Dīn appears in as many as 79 verses in the Qur'an,
but because there is no exact English translation of the term,
its precise definition has been the subject of some misunderstanding and disagreement.
For instance, the term is often translated in parts of the Qur'an as "religion".
However, in the Qur'an itself, the act of submission to God is always referred to as
Dīn rather than as Madhhab (مذهب), which is the Arabic word for "religion"; Wikipedia

aper masalahnyer, aku x nampak pon, aper pon terjemahan bg Din dlm bhs lain, religion ker, agama ker, mazhab ker...

itu takder masalah, krn itu semua hanyalan terjemahan dr segi bhs, yg penting umat Islam memahami perkataan tersbt dr segi istilah...

iaitu spt yg nko petik, dlm Islam, Din difhmi sbgi "...act of submission to God...", selesai masalah...

teruskan cubaan nko, dah baik dah cubaan nih, tp msh x cukup meyakinkan, chaiyok, chaiyok....
 
Last edited:
Status
Not open for further replies.
Back
Top
Log in Register