Di Mana Iblis Berdiam?
Adalah sesuatu yang baru sama sekah bagi dunia, dan buku saya ini, dengan izin Allah, berisi banyak temuan-temuan baru yang mengejutkan, sekaligus merupakan jawaban bagi berbagai persoalan yang selama ini membingungkan para sarjana dan cendekiawan, sekalipun sangat sulit menundukkan hal itu dalam penelitian ilmiah. Akan tetapi semuanya itu adalah kebenaran semata, dan kebenaran itu pulalah yang
ingin saya sodorkan kepada Dunia Islam khususnya dan Dunia Umat manusia secara keseluruhan, dan lebih khusus lagi kepada para peneliti yang ingin menemukan jawaban bagi persoalan-persoalan yang membingungkan itu. Dengan itu saya berharap semoga mereka terbebas dart kebingungan dan tidak lagi menghabiskan uang jutaan dolar. sekadar untuk melakukan pemotretan lewat satelit dan menghancurkan tempat-tempat yang penuh misteri.
Hendaknya tidak ada seorang pun di antara pembaca yang beranggapan bahwa saya menyodorkan hadiah ilmiah ini dengan mudah. Sebab, saya pun telah menghabiskan dana yang cukup besar, semaksimal yang bisa saya sediakan, untuk menghadirkan Jin Muslim yang menjauhkan diri dari saya selama masa persembunyiannya. Saya pun harus memeras keringat dan otak dalam berbagai diskusi dan pertemuan saya dengannya, karena dia tidak bersedia memenuhi undangan saya. Dia betul-betul takut akan usaha pembunuhan terhadap dirinya yang dilakukan oleh Iblis dan pengikut- pengikutnya. Karenanya, dia berpura-pura tidur, sebagai siasat menghindarkan diri dari kepungan musuh-musuhnya. Akhirnya, keyakinan dan keper- cayaan saya kepada Allah jualah yang bisa meyakinkan dirinya untuk menemui saya. Saya juga harus mengajarkan kepadanya akidah, seraya menegaskan bahwa barangsiapa takut kepada Allah, maka Allah akan menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Sedangkan orang yang tidak takut kepada Allah, maka Allah pun akan menjadikan dirinya takut kepada segala sesuatu. Saya yakinkan pula kepadanya bahwa tipu-muslihat setan tidak ada artinya dalam nisbatnya dengan seorang Muslim yang beriman kepada Allah, baik dia jin maupun manusia. Lantas, secara tiba-tiba terjadilah dialog berikut ini:
+ "Pernahkah engkau melihat Iblis?" tanya saya.
– "Pernah. Sekali ketika saya masih kecil, dan beberapa kali ketika saya sudah remaja dan sebelum Allah memberikan kenikmatan kepada saya dengan masuk Islam.
+ "Untuk apa engkau menghadap Iblis, padahal saat itu engkau masih kecil?"
– "Aku tidak pergi menemuinya atas kemauanku sendiri. Tetapi ayahkulah yang mengajakku menemuinya, agar dia (Iblis) memberikan berkahnya kepadaku."
+ "Semoga Allah mengutuknya, dan segala puji bagi Allah yang telah menganugerahi engkau dengan masuk Islam...."
– "Alhamdulillah, alhamdulillah, aku telah masuk Islam...."
+ "Katakan kepadaku bagaimana bentuknya ......
– "Bentuknya, ya, seperti jin yang telah aku katakan kepadamu. A k a n te ta pi A l la h m e mbe r i k a n kutukan kep a d a ny a dan kepad a ke- turunanny a dengan ru pa y a ng bu r uk, sek a lipun dia bisa men j elma dalam bentuk apa saja. Dia me mp uny ai ekor sangat pendek, sekitar
4-6 cm atau lebih sedikit."
+ "Apakah ekor tersebut secara umum dimiliki oleh semua jin, atau hanya pada Iblis dan anak-cucunya saja?"
– "Alhamdulillah, hanya Iblis dan anak-cucu setannya saja yang memiliki ekor seperti itu. Sepertiny a, mereka itu makhluk-makhluk istimewa. Sedangkan jin, sama sek ali tidak puny a ekor seperti y ang ka lia n ba ya n g k an . Ek o r seta n ti da kl ah s e p a n j an g e k or k u c i n g a t a u b inatang lainny a, sebagaimana y a ng selama ini digamb arkan o l eh manusia."
+ "Seb erap a tingginy a? Ap ak ah dia b e tu l-b e tul tinggi- b es ar, sebagaimana yang dibayangkan sementara orang selama ini, ataukah biasa-biasa saja?"
– "Dibandingkan dengan manusia, tingginya sekitar satu lengan. Ya, sekitar 140 hingga 160 cm. Akan tetapi dia bisa menjelmakan diri- nya dalam bentuk yang lebih tinggi dan besar, sampai sepuluh meter .....
+ "Apakah dia mempunyai rumah atau istana?"
– "Istana yang sangat besar sekali, dengan jutaan pelayan, jutaan p engawal, dan jutaan setan, di samp ing istana-istana lain di bany ak tem p at. Demikian pul a haln y a de ngan para penguasan y a y a n g d i- tempatkan di berbagai kantor pemerintahannya yang sangat luas itu."
+ "Dia juga punya singgasana, kan?"
- "Ya, ya,”jawabnya agak terkejut.
+ Singgasananya di atas air, tepatnya di lautan, betul kan?" (La g i- lagi j i n Musl im saha ba t s a y a i t u ter h e ra n - h e ra n , ba hka n tampak mulai ketakutan). Karena itu saya melanjutkan perkataan saya:
+ " E ngk au ada l ah J in Mu sl i m , w ahai saud araku, d a n seorang Muslim hany a takut kepada Allah. Terhadap seorang Mu slim, setan tidak menemukan jalan untuk mengganggunya, selama dia taat kepada Allah. Saya pikir kau pun demikian."
"
– Ya, memang benar demikian, alhamdulillah. Saya telah berhasil
menghapal Alquran dalam empat bulan."
+ "Kalau begitu, mengapa mesti takut kepada Iblis dan pasukan-
ny a? Dengan perlindungan Allah, engkau jauh lebih kuat ketimbang mereka ......
"Ya kebaikanmu a, ya, memang benar. Semoga Allah membalas kebaikanmu karena telah m e ng ajariku y a ng seperti ini . Sekarang say a semak i n mantap dan yakin...."
+ "Suatu hari, aku membaca riwayat tentang para pengikut Dzu A l - Qarn ain, y a ng say a dug a ad alah seo r ang Macedo nia d a n bu kan yang disebutkan dalam Alquran bahwa sekali waktu, dalam perjalanan mereka, mereka sampai di suatu tempat yang banyak airnya, dan tam- paklah suatu pulau di kejauhan. Mereka melihat suatu umat yang ber- kepala anjing. Taringnya keluar dari mulut mereka, persis nyala api. Para pengikut Dzu Al-Qarnain segera keluar dan menyerang mereka. Di kejauhan, mereka melihat sinar y ang sangat terang, dan terny ata it u a d al ah s e bua h is ta na y a ng te rbua t da ri kri s tal . Dz u A l-Qa r na i n b erma ksu d me naklu kkan me reka dan masuk k e dalam istana. Ak an tetapi Bahrain, Sang Filosof, melarangnya, dan memberitahu bahwa siapa saja yang masuk ke dalam istana itu pasti akan tertidur di dalam- n y a da n ti d a k a k a n b i s a kel u a r la gi , da n d ita wan ole h o r an g - ora n g yang ada di dalam istana itu. Beberapa orang pernah masuk ke dalam istana yang isinya tidak diketahui siapa pun. Mereka lalu tertidur, tanpa pernah bangun lagi.33 Bukankah itu istana Iblis?"
– "Barangkali, ya," jawabnya, "tetapi barangkali pula bukan."
+ "Maksudmu bagaimana?"
– "Iblis mempunyai banyak istana. Dia pindah dari satu istana ke istana yang lain untuk mengatur kerajaanny a y ang sangat besar. Anak perempuannya yang paling besar juga me mpuny ai istana dan pengawal. Sedangkan anak-anaknya yang laki-laki memiliki istana yang sangat besar, seperti yang dimiliki oleh para pejabat pemerintahannya. Dari san a lah m e rek a mengend alik an s e luru h aktivit a s peny es at an mereka terhadap umat manusia, dalam rangka merealisasikan cita-cita Iblis yang mereka anggap sebagai Tuhan mereka."
+ "Bagus, lantas di mana markas besar Iblis?"
Sesudah ragu-ragu sejenak, jin sahabat saya itu menjawab:
– "Di sana, di kedalaman samudera, seperti y ang diisy aratkan Allah dalam firman-Ny a y ang berbuny i, Du a lau tan m enga lir, dan k e mu dian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing
masing34 (QS. Ar-Rahman: 20-21).
+ "Bagus, sobat. Apak ah y a ng kau m a ksud adalah temp at per- temuan sungai dengan lautan, ataukah lautan dengan lautan?"
Dia terdiam, kemudian menjawab:
– "Maksudku, ya, seperti yang kau katakan itu. 35
+ "Tepatnya di mana?" desak saya.
Dia terdiam dan berusaha menghindar. Sekali lagi saya mengajar- kan kepadanya keyakinan kepada Allah, dan sesudah itu saya melancar- kan temb ak an-tembakan saya yan g saya dasarkan atas b e rbag ai ke- simpulan . Se bag ian d i antaran y a ak an say a kemukakan di sini, dan sebagian lainnya akan saya tuturkan kemudian, dalam buku saya tentang Dajjal nanti.
+ "Apakah Markas Besar Iblis itu terletak di Segitiga Bermuda?"36
Matany a tiba-tiba terlihat say u , lalu dia berpura-pura tidur. Dia tampak dalam kegelisahan yang belum pernah saya lihat sebelumnya.
Saya mendesaknya dengan berkata:
– "Bukankah pasukan Iblis dan penjelmaannya dalam bentuk manusia, serta tokoh-tokohny a, baik dari kalangan manusia dan jin, adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap hilangnya pesawat-hadapi serangan setan? Kalaupun mereka selamat, itu sangat langka dan hanya merupakan pengecualian. Bukankah setan acap kali berpura-pura menjadi orang yang selamat itu sekadar untuk membuat manusia lengah dari ancaman mereka. Sampai-sampai ada di antara mereka yang menganggap bahwa kapal atau pesawat mereka tersedot angin puting-beliung?"38
Jin Muslim sahabat saya itu terdiam. Dari sinar matanya saya bisa menangkap bahwa dia terombang-ambing antara mengiyakan dan meragukan pendapat saya. Kemudian dia mengatakan, "Sekali waktu nanti, aku akan membeberkan kepadamu lebih dari itu...."
+ "Tidak. Tetapi akulah yang akan mengungkapkan kepada dunia, insya Allah, rahasia Segitiga Bermuda yang penuh misteri itu. Engkau tahu bahwa aku banyak tahu tentang hal itu."
– "Persoalannya memang seperti yang kau katakan itu."
+ Sebenarnya, peristiwa yang menimpa ekspedisi ke-19,39 berikut
36. Istilah Bermuda, asal-mulanya dimaksudkan sebagai nama untuk bulan ketujuh penanggal- an Mesir, yakni Naisan. Pada bulan ini petani menanam tebu dan me manen kurma. Istilah ini ke mudian di pergunakan untuk me nunjuk suat u segitiga i ma jinatif yang terl etak di Samudera Atlantik. Segitiga Bermuda memiliki luas sekitar 770.000 km2, dan terdiri dari gug usan pulau -pu lau yang ju mlahn ya men cap ai 350 pu lau , yang terletak d alam susun an mi rip untaian m a nik- ma nik. Beber a pa tel uk kecil yang me r upakan ujungny a, ter l etak selu ruhn ya di Sa mudera Atlantik, 930 k m da ri daratan A merik a. Kepulauan in i dijajah Inggris sejak tahun 1684, yang kemudian diubah statusnya menjadi bagian tak terpisahkan dar t ( p r o tektorat) Ker a jaan I nggr is R a ya. Bermu da me mp er oleh pe me r i ntahan otono m un tuk u ru san dalam n eg eri sejak tahu n 1968 . jumlah pulau yang d ihun i tid ak lebih dari
60 pulau. Lihat Riyadh Musthafa AI-Abdullah, Rihlah Jababirah Al-AqI Al-Basyariy fi Kasyf
Laghaz Mutsallats Bermuda-Formusa, Dar AI-Kitab Al-Arabiy, hlm. 11-12.
Puncak s egitiga i majin atif Bermu d a, di b agi an uta r a, t er le tak di Pu lau Be r mu d a yang dengann ya selu ruh seg itig a ini d isebu t. Sudut tengg aran ya terl etak di Po erteri co, yang me ru p akan Ma rk as Mi liter Amerika Serik at. Pendudukn ya berb ahas a Spanyo l, di samping bahasa Inggris yang merupakan bahasa resmi. Ibukotanya San Juan. Sudut baratlautnya terletak di Miami, Florida. Lihat Riyadh Musthafa Al-Abdullah, Mutsallats Bermuda wa Al-Athbaq Ath-Tha'irah Bayn Al-Haqiqah wa Al-Usthurah, cetakan ke-3, Dar Al-Kitab Al-Arabiy,hlm. 21-22.
37. Puluh an pes awat dan kap al laut din y atakan hilang di Segitiga Ber muda tan p a diketahui rimbanya sepanjang beberapa tahun. Sebagian besar pesawat yang hilang adalah pesawat- pesawat kecil jenis tertentu. Kendati pesawat-pesawat tersebut hilang dalam suatu kecelaka- an, tetapi tidak hilang- jejak. Dalam kasu s- kasus hilangny a p e sawat ter sebut ter d apat indikator human error, kerusakan mesin, cuaca buruk, pilot dan nakhoda yang kurang cakap. Sementara itu, lenyapnya pesawat-pesawat kecil di suatu kawasan yang demikian luas adalah merupakan sesuatu yang sudah wajar-wajar saja. Dari rekaman percakapan yang berhasil dilakukan sebelumnya, tetap terdapat hal-hal penting yang masih misterius, yang kemudian diteliti tetapi dengan hasil yang tidak jelas. Pesawat Star Tiger, tanpa sebab-sebab yang jelas dan tanpa mengirim sinyal-sinyal apa pun, tiba-tiba lenyap, pada 30 Januari 1948, dalam per j alanann y a ke Ber muda de ngan 31 or ang p e nu mpang. Kapt en pesawat (pi lot) telah memastikan bahwa sebentar lagi mereka akan mendarat secara wajar di tempat yang dituju. Se me ntara itu, pada tangg al 28 Dese mb er 1948 , s ebuah p es awat jenis DC -3 d e ngan 35 penumpang terbang dari Poertorico, dan menginformasikan bahwa ia sedang berada pada jarak 80 km selatan Miami, dan sesudah itu lenyap tak tentu rimb anya. Pada tangg al 17
Januari 1949 p e sawat Star Areal yang setip e d e ngan pesawat Star Tiger sed ang me nuju tempat berangkatnya semula di Bermuda. Kapten pesawat menginformasikan bahwa cuaca
sang at bagu s, dan ia ak an segera samp ai di Jama ica sebentar lagi. Malangnya tuju an ter- sebut tidak tercapai, dan ia pun raib begitu saja. Barangkali yang lebih menarik daripada
raibnya pesawat-pesawat tersebut adalah justru selamatnya sebuah kapal laut, tetapi sangat jauh menyimpang dari tujuannya semula. Mary Silhouet, nama kapal laut tersebut, ditemu- k an p ad a bu lan Desemb er 1972 sed ang men g apung dala m k ead aan k osong . Penump an gnya terdiri dari seorang pendeta dengan isteri dan seorang anaknya, berikut delapan awak kapal.
Semuanya lenyap tanpa jejak. Kasus ini dipandang sebagai kasus yang paling banyak men arik perh atian, teru tama karena kapal tersebut dite mukan tanp a perlengk ap an ko mu nikasi dan alat-alat penyelamat. Route yang ditempuhnya adalah New York-Jenewa. Posisi terakhir
yang sempat ditangkap sebelum ia lenyap adalah 2 km sebelah barat Pulau Azore. Tetapi ketika Mary Silhouet ditemukan, ia berada di dekat Portugal, bukan di sekitar Bermuda. Kendati terdapat banyak teori yang dikemukakan orang untuk menginterpretasikan kasus
ini, toh tidak ada seorang pun yang dapat me mbongkar misteri ini. Kasus lain yang se mp a t dica ta t ad al ah p erist iw a yang d ial a mi o leh Ka pal C aro l Da rl i ng. K apa l in i me n dekati p an tai Carolin a Utara bulan Janu ari 1 921 , tanp a p enu mp an g seorang pun k ecu ali dua ekor
kucing. Sedangkan awak kapalnya yang berjumlah 12 orang lenyap tanpa jejak. De mik ian pu la selu ruh peralatan penyelamatnya. Tidak ad a seo ran g pun yang b isa me njelaskan d eng an b aik me ng ap a awak kapal tersebut meningg alkan kapalnya begitu saja. Seluruh
mesin kapal masih berfungsi dengan baik, dan barang-barang lainnya pun berada pada tempat yang semestinya. Yang sangat menarik dalam peristiwa ini adalah bahwa, di kapal itu terdapat meja makan dengan sisa-sisa makanan yang belum diangkat. Tampaknya, s e s u a t u
telah t e rjadi be gitu tiba - tiba . Y a ng lebih an eh dar i itu adalah leny apn y a kapal Houwitz pada waktu dan tempat yang sama. Pemerintah Amerika yakin selama beberapa bulan bahwa kedua kapal tersebut diserang para pembajak. Sebab, diperoleh tanda-tanda tentang
adanya orang-orang tak dikenal yang masuk ke dalam kapal tersebut. Pemerintah men yand ark an angg ap ann ya pada info rmasi yang dib erikan o leh k ap al lain yang se mp at m e lihat Carol Darling dan me lihat adanya seseor ang denga n kepala me r a h m e la mb ai-
lambaikan tangan kepada mereka. Tidak diketahui dengan pasti apakah orang itu merupak an salah s eorang awak k apal, atau kah bukan . Para penu mp ang di kapal as ing ters ebut juga menginformasikan telah melihat kapal lain di dekat posisi Carol Darling. Tetapi kita tidak tahu pasti apakah kapal tersebut Houwitz ataukah bukan. Peristiwa Segitiga Bermuda lainnya
yang sangat menarik adalah hilangnya Syklob pada bulan Maret 1917, dalam kondisi yang betul-betul misterius. Surat-surat kabar memberitakan bahwa ahli-ahli maritim tidak percaya
bahwa kapal terbesar dalam jajaran armada Amerika ini bisa raib begitu saja. Konon
lagi bila diingat bahwa kapal tersebut berlayar dalarn cuaca yang sangat bagus, dan lenyap tanpa jejak, tak terkecuali 300 awaknya. Kalau kapal ini mengalami suatu kesulitan, tentu- nya me reka me mb erikan is yara t per mintaan bantuan (SOS), kh ususnya karen a ia diper- lengkapi dengan radar dan alat-alat ko munikasi yang baik. Anehnya, kapal tersebut raib tanpa terlebih dulu menggunakan alat-alat komunikasinya. Lihat Hawadits Ghamidhah wa Mutsirah Huyyirat Al-'Ulama, Dar Ar-Rasyid, Beirut, hlm. 60-64.
38. Da ri feno me na mis te riu s Se gitig a B er mu d a mu n cul b erb ag a i c erit a kh a yal . Seb agai ma n a h aln ya d eng an peristiwa-p eristiwa yang dialami o leh kap al-kapal yang telah dip ap ark an terdahulu, maka gambaran-gambaran yang diberikan orang tentang Segitiga Bermuda pun betul-betul mi sterius. Contoh u n tuk itu ad al ah peristiwa yang terjad i ke mudian . Yakni, peristiwa yang terjadi sore hari tanggal 27 Februari 1935, ketika penghuni hotel di Pantai Dytona dan orang-orang yang sedang berjemur di pantai itu dikejutkan oleh sebuah pesawat yang terb ang rendah di atas me rek a, d an tib a-tiba me nukik k e laut. Para pen yela m d a ri T i m SAR seger a di ker a hka n, t e tapi m e r e ka tidak m e nem ukan apa p un. Aka n teta pi orang-orang yang ada di situ menegaskan bahwa mereka betul-betul menyaksikan pesawat yang jatuh ke lau t tersebut. Akan tetap i pelacakan tetap tidak menun jukk an tanda-tand a adan ya pes awat yang jatuh . Pada mu si m gugu r tahun 1967, tatkala k apal pes iar Qu een Elizabeth I berlayar menuju Nassau, dua orang petugas yang berada di anjungan menyak- sikan sebuah pesawat kecil yang secara diam-diam dan tiba-tiba menyambar ke arah mereka, an kemudian jatuh ke laut. Queen Elizabeth I mencoba mencari pesawat yang jatuh itu, tetapi tidak menemukan tanda-tanda apa pun. Ibid., hlm. 69-70.
Yang lebih menakjubkan lagi adalah upaya yang dilakukan oleh para sarjana dalam memecahkan misteri tersebut dengan mengemukakan berbagai interpretasi khayali, sampai- sampai sebagian di antara merek a ada yang men gatakan bahwa Segitiga Bermuda adalah daerah elektro magnet. Pandangan seperti ini menginterpretasikan peristiwa-peristiwa ter- sebut sebagai ulangan dari penampilan kembali peristiwa-peristiwa yang dulu pernah terjadi di wilayah tersebut karena adanya lorong waktu (time tannel). Artinya, di wilayah itu terdapat satu radius yang bisa mengulang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Atau, di Bermuda terdapat satu tempat yang bila dilalui akan terjadi peralihan tempat dan waktu. Pesawat-pesawat dan kapal-kapal laut, berikut penu mp ang-penu mp angn ya, ma sih tetap hidup, tetapi berada di tempat dan waktu yang lain.
Pandangan seperti ini juga dikemukakan oleh para sarjana, dan yang paling terkenal adalah Ivan Sanderson. Akan tetapi yang sangat mengherankan adalah bahwa seorang cen- dekiawan Mesir sekaliber Dr. Aiman Abulrus, mengutip pendapat yang tidak berdasar itu dalam bukunya yang berjudul Mutsallats Bermuda Mutsallats" Ar-Ra`b wa Al-Kawarits, Dar Ibn Sina, hlm. 80. Seluruh isi buku ini hanya menceritakan keanehan-keanehan dan peristiwa- peristiwa yang terjadi di Bermuda yang nyaris merupakan duplikasi dari buku-buku yang diterbitkan oleh Dar Ar-Rasyid dan Dar Al-Kitab Al-Arabiy yang disebutkan terdahulu, tanpa mengemukakan sesuatu yang baru. Dengan izin Allah, masalah ini telah saya kemukakan dalam buku saya tentang Dajjal.
39. Di wilayah yang disebut dengan Segitiga Bermuda ini, yang untuk masa-masa terkemudian diju luki deng an "Kubu ran Atlantik", terd apat kisah ganjil yang sang at mengerik an , yang m e r upakan m a lapetaka y a ng m e nimp a eksp edisi y a ng dilakukan oleh skuadr on ke- 1 9
Amerika, yang kalau tidak karena prristiwa tersebut, Segitiga. Bermuda pasti tidak akan
terkenal di seluruh dunia. Pada hari Kamis bulan Januari 1945 lima pesawat tempur jenis TTB30 Finger bertolak dari pangkalannya di Port Louderdile di wilayah Florida, Amerika Serikat. Kelima pesawat tersebut terbang dalam misi rutin penyelamatan kapal-kapal yang me ngar ungi lautan. Ketika ja m me nunjukkan pukul 15. 15 petang, mi si ter s ebut selesai dilaksanakan. Saat itu komandan ekspedisi, Letnan Udara Charles Tylor, memberi komando un tuk ke mb ali ke p angk alan , sesud ah berhasil melaksan ak an tugas den gan b aik . Kelima pesawat itu pun seger a ber g er ak ke pangkalan . T i ba- tib a dan tanpa didug a datang per- ingatan pertama tentang terjadinya bahaya. Menara pengawas di Port Lorderdile menerima kawat dari komandan ekspedisi ke-19 Leman Udara Tylor yang membuat kaget Ko modor Wersink yang bertanggung jawab di menara pengawas. Teks kawat tersebut berbunyi, "Di sini Letnan Charles Tylor, ko mandan ekspedisi ke-19, apa bisa ditangkap ... ? Mohon di- jawab .... Ka mi k eh ilang an p etun juk un tuk k emb ali.... Kami tersesat.... Saya tidak dapat melihat daratan! Saya tidak dapat tahu arah Barat.... Semua yang ada di sekitar saya kacau.... Aneh.... Bahkan wilayah tempat saya berada sekarang nyaris tidak saya kenal.... Tampak- nya.:.. tampaknya ......
Tiba-tiba suara terputus dan kawat pun tidak ada kelanjutannya. Suasana hening dan m e ncekam . Sedang kan pet ugas y a ng ber a da di m e nar a pengawas Ko m a nder Der sin k mengalami ketegang an lu ar biasa. Menit- menit sesudah dia me nerima kawat itu , adalah saat-saat yang sangat berat baginya. Sebelum hilang ketegangan yang mencekam dirinya, dia se ger a m e ncoba m e lakukan k onta k den g a n k o m a ndan e k spedi s i ke- 19. Akhir n y a
jawaban diterima: "Saya tidak tahu di man a saya b erada. Sepertinya kami tersesat. Bisa d id eng ar? Mo hon dijawab...." Lagi-lagi hu bung an terpu tu s. Seg era Ko man der Wersink men g erahkan Tim SAR yang b erada d i bawah ko mandonya, dan me merintah kan ag ar se- cepatnya menyelamatkan ekspedisi ke-19. Dengan kecepatan penuh, berangkatlah pesawat tempur Angkatan Laut- dengan me mbawa 13 personil yang sangat berpengalaman dalam tugas-tugas penyelamatan, untuk menyelamatkan ekspedisi tersebut. Ketika Tim SAR itu sampai di tempat yang dituju, terjadilah peristiwa yang sama sekali tidak pernah diduga. Bahkan tidak akan bisa dibayangkan oleh siapa pun. Sebab, ketika berada pada saat-saat yang demikian kritis itu, tiba-tiba Tim SAR itu lenyap di balik kabut misterius tanpa me- ninggalkanjejak sedikit pun, kecuali laut yang membisu, dan berakhirnya semuanya hingga di situ. Skuadron yang terdiri dari lima pesawat tempur dengan empat belas awaknya, lenyap begitu saja, disusul oleh Tim SAR yang terdiri dari tiga belas personil yang sangat berpenga- laman dalam tugas-tugas penyelamatan seperti itu, sebelum mereka melaksanakan tugasnya. Salah seorang penerbang yang saat itu melakukan pengawalan dari jarak yang agak dekat deng an temp at kejadian menegaskan bahwa alat pencatat berita yang ad a di pesawatn ya juga menangk ap kawat sejenis yang d ikirimk an oleh Lema n Charles Tylo r ke Pangk alan Forest Londerdile yang berbunyi sebagai berikut: "Di sini Leman Charles Tylor... Komandan Skuadron ke-19. Bisa didengar? Minta dijawab! Sekarang saya tahu di mana saya berada.... Akhirnya saya tahu di mana posisi saya! Saya berada di ketinggian tidak kurang dari 2.300 kaki. Tetapi ada sesuatu yang tidak wajar. Tidak, tetapi apa yang saya lihat adalah mustahil merupakan sesuatu yang wajar! Bisa didengar? Minta dijawab! Segala sesuatu di depan saya b erg erak ke arah saya dan me n ghalang i saya. Saya bergerak d engan s endirin ya... Dap at didengar? Minta dijawab ! Kece patan se ra tus mil. Se luruh ko mpas be rj al an se a k an- akan dike ndali kan se suatu. M a si ng- m a sing m e nunj uk kan ar ah y a n g ber b e d a- b ed a. D a p a t didengar? Minta dijawab...." Pesan lain yang bisa ditangkap di layar radar di pangkalan
– "Memang masalah ini sudah terjadi sejak lama sekali, sampai samp ai para nelay an takut me ma suki wilay ah tersebut. Yang sangat ditakutkan adalah bahwa orang yang meneliti tempat itu akan mereka tangkap, manakala dia berani memasuki wilayah tersebut tanpa izin."
+ "A pa ka h izi n te rse b ut b isa d i per o le h de n g a n m e m b akar ke - menyan?" tanya saya.
"
– Ya, kadang-kadang...." jawabnya.
+ "Bagaimana caranya?" tanya saya heran.
– "Sebagian dari mereka melakukan jual-beli dengan Iblis, dan mengatakan, 'Kami berlindung kepada penguasa tempat ini dari segala mara- bahaya', persis yang dilakukan orang-orang Jahiliah saat mereka a k a n melalui padang pasir dan temp at-tempat y a ng tid ak dihuni manusia. Atau, kapal dan pesawat yang melalui wilayah itu membawa ahli sihir yang mempunyai perjanjian dengan setan. Kalau tidak demi
kian, maka kemungkinan besar pesawat dan kapal tersebut, berikut para penumpangnya, akan mereka tangkap. Kadang-kadang mereka cukup menangkap para penumpangnya saja, untuk mereka jadikan bahan penelitian di kerajaan Iblis, atau untuk dijadikan korban kepada Iblis yang memang sangat gembira melihat kematian manusia, khusus- nya kalau di akhir hidup, mereka tidak berada dalam Islam atau agama Muhammad saw. Pengorbanan itu, lazimnya, dilaksanakan di hari-hari besar Iblis."
+ "Akan tetapi, mengapa mesti merampas pula pesawat dan kapal- kapal itu?" tanya saya kurang mengerti.
− "Kapal-kapal dan pesawat-pesawat itu ditempatkan di tempat tertentu, ditutup dengan sinar tertentu, atau dikelilingi oleh ribuan setan, persis sihir yang membawa seorang prajurit41 yang tiba-tiba me- lemparkannya di depanmu, dan engkau tidak akan bisa melihatnya sebelum mereka meninggalkan tempat itu."
+ "Saya tahu bahwa engkau tidak mau menyampaikan hal itu kepadaku selengkapnya."
− "Saya tidak akan mengatakan lebih dari itu," jawabnya.
+ "Aku pun tidak akan memberitahumu apa yang telah kuketahui.
Akan tetapi aku akan menyampaikan kepada dunia berbagai pe- nemuanku yang telah menghabiskan biaya lebih dari 10.000 dolar."
-. "Apa itu? tanyanya penuh perhatian.
+ "Engkau tahu sesuatu, dan aku pun tahu sesuatu pula. Pada waktunya nanti kita akan membeberkan semuanya."
Kendaraan Setan dan Kapal Cahaya, dan Bukan Makhluk Luar Angkasa
Saya bertanya kepadanya, "Bagaimana pendapatmu tentang orang yang mengatakan adanya kapal cahaya yang sering kali muncul di lautan, dan ia ikut terlibat dalam 'pembajakan' kapal-kapal yang hilang itu?"
− "Apa yang kau maksudkan?"
+ "Mereka mengatakan bahwa ad a makhluk luar angkasa, dan merekalah yang melakukan perbuatan-perbuatan yang mencelakakan itu, dalam arti bahwa Segitiga Bermuda itu merupakan pusat penelitian makhluk-makhluk cerdas dari planet lain. Bagaimana pendapatmu ten- tang itu?"
– "Bukan, bukan mereka. Sebab, sekalipun aku telah melakukan penerbangan lebih ari seratus kali ke berbagai penjuru ruang angkasa, aku belum pernah melihat makhluk-makhluk luar angkasa. Sedangkan Segitiga Bermuda, sebagian rahasianya sudah aku sampaikan kepadamu.
+ "Jadi, engkau memang punya informasi lebih dari yang engkau katakan kepadaku. Betul kan?"
– "Tentu saja, tetapi itu rahasia...."
+ "Apakah ju ga me rupak a n rahasia un tu k k u , sesudah k ita me - lakukan perjanjian selama ini? Kalau begitu, mari kita lakukan per- janjian persahabatan atas nama Allah."
− "Aku bersumpah dengan nama Allah Yang Agung, bahwa aku betul- b etul mencintaimu berd asar ag ama Allah. Aku tid ak pernah berada di rumah seorang manusia begitu lama seperti ketika aku ber- ada di rumahmu."
+ "Aku pu n mencintaimu dalam cinta sebagaimana y a ng di- kehendaki Allah."