porexseeker
Fun Poster
- Messages
- 125
- Joined
- Apr 5, 2012
- Messages
- 125
- Reaction score
- 3
- Points
- 15
SEKADAR PERKONGSIAN:
TENTANG PENULIS
MUHAMMAD 'ISA DAWUD, lahir di bagian timur Isma`iliyah, tahun
1957. Dibesarkan dan menempuh pendidikan di Kairo. Meraih gelar Lc. di bidang sastra dari Fakulti Bahasa-bahasa dan Studi Timur, Cairo University. Dia memulai karir profesionalnya di surat kabar Al Akhbar dan Akhbar Al-Yawm, sebagai redaksi dan editor, di samping terjun pula sebagai da'i.
Bekerja di surat kabar An-Nadwah Saudi Arabia, dan karirnya terus meningkat, sampai akhirnya dipercaya sebagai Direktur Umum surat kabar harian di Saudi, sekaligus sebagai Wakil Pimpinan Redaksi untuk rubrik Pemikiran dan Kebudayaan Islam, selain mengetuai bahagian referensi (dan koreksi. Di samping itu, dia masih pula menjabat sebagai penasihat bidang informasi khusus untuk ketua informasi Makkah Al-Mukarramah.
Muhammad Isa Dawud menulis ,ratusan makalah dan berbagai kajian dalam bidang agama, sastra, bahasa, sosial dan politik, yang dimuat dalam berbagai surat kabar dan majalah di Saudi Arabia dan Mesir. Kini dia adalah anggota persatuan Wartawan Mesir,dan organisasiPersuratkabaran Internasional (PIO). Sekarang sibuk mem- berikan ceramah ilmiah, pemikiran dan kebudayaan, dan menerbitkan beberapa karya khususnya di Mesir.
`Isa Dawud adalah orang yang yakin betul bahwa sesuatu yang bersumber dari kalbu pasti akan sampai di kalbu pula. Sedangkan yang hany a berasal dari mulut, pasti hanya masuk telinga kiri dan keluar dari telinga kanan.[]
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
MUKADIMAH
Tunduk kepada khayalan dan mengikatkan diri semata-mata pada kecenderungan akal, plus ketidaktahuan terhadap sesuatu yang tidak kita ketahui, adalah jalan menuju kesesatan, yang kadang-kadang seluruhnya, atau salah satu di antaranya, menyatu dalam diri seseorang. Yang demikian ini, cukup sudah sebagai jamin an bagi terjadinya kekeliruan persepsi, rusaknya akidah, dan terjadinya dekadensi.
Itu sebabnya, maka diturunkanlah akidah Islam y ang komp re-. hensif, me menuhi tu ntutan emosi dan rasio, mengajarkan kepada
manusia apa yang tidak mereka ketahui sebelumnya, dan mengeluarkan
mereka dari kegelapan ke*****an , lalu menyinari jalan yang dilaluinya. Karena itu, barangsiapa mengikuti apa yang diajarkannya, melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya, kemudian beriman kepada segala sesuatu yang disampaikan oleh Alquran, berarti dia telah memperoleh petunjuk, dilindungi dan dipenuhi segala keperluannya.Dan barangsiapa menyimpang darinya, bererti dia telah disesatkan setan: Barangsiapa tidak diberi cahaya oleh Allah, maka tidaklah dia mempunyai cahaya (petunjuk) sedikit pun (QS. An-Nur: 40).
Sepanjang jin merupakan makhluk y ang bersama-sama dengan kita menghuni planet bumi ini, atau dengan ungkapan yang lebih tegas "Kami (Allah) telah menempatkan mereka di bumi, " dan dia lebih dulu ada dibandingkan dengan manusia, dan dalam banyak hal mereka juga bergaul dengan manusia, memiliki keinginan dan kemampuan memilih antara baik dan buruk, untuk kemudian melaksanakan salah satu di antara keduanya, dan sepanjang jin juga merupakan makhluk yang dikenai kewajiban beribadah oleh syariat, dan manusia baik yang Mukmin maupun non Mukmin mengetahui adanya makhluk ini, maka wahyu ternyata membatasi jalan kita untuk mengetahui alam gaib ini dari pandangan kita ,sekalipun kadang-kadang kita boleh merasakan kehadirannya. Sementara itu, Sunnah Nabi pun telah menjelaskan kepada kita secara gamblang tentang hal-hal yang berkaitan dengan alam gaib tersebut, sehingga kita tidak tersesat dari jalan yang benar.
Dan jika orang-orang non-Muslim menisbat kan kepada jin berbagai kemampuan yang sebenarnya tidak mereka miliki, seperti pengetahuan tentang yang gaib, maka yang demikian itu disebabkan karena ke*****an mereka. Akan tetapi bila hal se perti itu terjadi pada sementara kaum Muslim, maka ia merupakan sejenis syirik dan bukan karena ke*****an mereka.. Sebab, bertanya adalah kunci pengetahuan, dan Alquran yang dibaca dan didengar pun telah menjelaskan bahwa tidak ada yang dapat mengetahui yang gaib kecuali Allah: Ketahuilah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan), melainkan prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga (QS. Yunus:
66).
*********
Sudah sejak lama , dan selama beberapa tahun dalam usia saya,ala m jin sangat menarik perhatian saya,karena adanya beberapa peristiwa yang di situ beberapa jin terlibat.
Karena saya seorang Muslim, maka saya pun percaya pada adanya alam jin, berikut hal-hal yang berkaitan dengan mereka sebagaimana yang difirmankan Allah dan diberitakan oleh Nabi saw.
Hanya tinggal satu masalah yang saya percayai dalam keadaan sang at goyah,atau dengan masih adanya sesuatu yang mengg anjal dalam diri saya. Yakni, masalah masuknya jin ke dalam diri manusia. Hal itu sebenarnya tidak saya pungkiri.Sebab,Rasulullah yang ma`shum telah memberitakannya kepada kita, dan sesudah beliau hal itu disampaikan pula oleh para imam yang terpercaya, seperti Imam Ahmad bin Hanbal, Ibn Taimiyyah, Ibn Al-Qayyim, dan lain-lain. Akan tetapi karena ketidakmampuan saya untuk menangkap persoalan ini dan juga karen a kedangkalan akal saya, sekalipun saya tetap mengimaninya,maka yang bisa saya lakukan ha nyalah memohon ampunan kepada Allah atas kekurangan dan keterbatasan saya,dan saya berlindung kepada-Nya dari godaan setan dan kehadirannya pada diri saya.
Sejalan dengan profesi saya sebagai seoran g wartawan di Su rat kabar Al-Akhbar sebelum ini, dan dengan keterlibatan saya di bidang dakwah, suatu hari yang ketika itu saya menjabat sebagai Pimpinan Masjid Al-Malik di Hada`iq AI-Qubbah, dan yang menjadi imam dan pengajarnya adalah Syaikh Abdul-Hamid Kisyik, yaitu salah seorang di antara guru- guru saya yang sangat saya hormati-terjadilah suatu peristiwa, di mana secara tiba-tiba datang menemui kami dua orang
yaitu gadis jin yang masuk ke dalam jasad gadis manusia. Kedua-duanya, jin dan gadis manusia yang disurupinya,sama-sama Muslimah.Penyusupan itu terjadi di depan mata saya, dalam sosok yang tidak saya ragukan sama sekali,dan hendaknya orang-orang yang beriman mempercayai apa yang saya lihat itu. Gadis jin tersebut dapat menjelma
dalam berbagai bentuk, yakni memperlihatkan dirinya bukan dalam bentuk aslinya.Dia pandai berbahasa arab,dan namanya Georgina
Abdurrahman.
Sesudah itu, dalam waktu yang tidak lama,datang pula kepada kami
seorang gadis berusia sekitar tujuh belas tahun disertai kedua orangtuanya. Begitu pintu ditutup,tiba-tiba gadis itu tertawa terbahak-bahak, lalu menyambar-nyambar. Kedua orangtuanya, yang pada saat itu berada dalam keadaan yang sangat tertekan, menceritakan bagaimana gadis tersebut kesurupan jin wanita yang kafir, bahkan ateis. Begitu kami
menyarankan untuk membaca ayat kursi, tiba-tiba gadis itu bergerak
sangat cepat ke sana kemari,dalam kekuatan yang tidak wajar. Dia memukul teralis yang terbuat dari besi dengan keras.Kami segera membaca ayat kursi.Tiba-tiba setan perempuan yang menyelusup dalam tubuh gadis itu,mengucapkan sumpah-serapah dan kata-kata kotor yang tidak pantas dikemukakan di sini. Kami terus membaca ayat kursi, sampai akhirnya gadis itu ambruk ke tanah seperti orang pingsan. Kami mengangkatnya dan memindahkannya ke dipan. Pada mulanya hal itu sangat sulit kami lakukan, karena tubuhnya mengejang-ngejang dan sulit digerakkan. Tetapi berkat pertolongan Allah,akhirnya gadis itu sadar.Kami membaringkannya di depan,dengan tidak lupa menyelimuti kedua kakinya. Sesudah dia betul-betul sadar, kami menasihatinya agar selalu melaksanakan ajaran-ajaran Islam, melaksanakan perintahnya dan menjauhi segala hal yang dilarang oleh Rasulullah saw.
Sejak saat itu, pengalaman saya tentang dunia yang ganjil-ganjil terus bertambah,sampai tingkat yang agaknya tidak mungkin bisa dibayangkan oleh pembaca yang budiman.Akan tetapi saya membatasinya pada pengetahuan semata-mata.Sebab,bersahabat dengan sesuatu yang tidak sejenis dengan Anda, sama sekali tidak akan memberikan kebaikan apa pun, kecuali bersahabat dengan malaikat yang Anda muliakan dengan amal saleh Anda dan selalu berzikir kepada Allah.Sesudah saya ber-istikharah kepada Allah SWT untuk menulis buku t entang alam jin,maka Allah memberikan kehendak-Nya sehingga terjadilah hubungan antara saya dengan jin Muslim.Sebelumnya dia adalah kafir, kemudian Allah memuliakannya dengan Islam-melalui pertemuannya dengan saya yang terjadi berkali-kali dan dalam waktu yang cukup lama. Saya mohon maaf kepada pembaca bila di sini sayatidak memaparkan rahasia dan cara pertemuan kami.Sebab,hal itu merupakan satu aspek yang tidak memberikan manfaat kepada pembaca.Pada sisi lain,saya maksudkan agar saya tidak berbuat salah kepada orang yang saya cintai.Pada sisi yang ketiga, itu disebabkan karena moral seorang Muslim haruslah melindungi rahasia pihak lain, dan menganggapnya sebagai amanah,sepanjang yangbersangkutan memintanya demikian. jin yang saya maksudkan di sini, berasal dari keluarga Konjur, dan memilih nama Mushthafa sesudah dia masuk Islam. Seluruh persoalannya sangat ganjil. Karena itu, bersangka-baik sajalah, dan jangan bertanya mengapa begitu.
Dalam berbagai pertemuan dan dialog yang terjadi antara saya dan kawan yang datang dari alam gaib tersebut, saya mengajukan ratusan pertanyaan.Saya mengajaknya berbincang-bincang tentang berbagai ma salah,bahkan dia menunjukkan didepan mata saya berbagai ke- ajaiban yang dikhususkan Allah bagi mereka dengan ilmunya. Sesudah dia yakin betul akan persahabatan kami, dia mengungkapkan kepada saya banyak sekali hal yang selama ini diyakini se cara keliru oleh manusia; termasuk hal-hal lain yang ingin sekali saya gali darinya, namun dia tidak bersedia mengungkapkannya. Kendati demikian, saya telah terlibat dengannya dalam berbagai persoalan yang mungkin tidak pernah terlintas dalam pikiran pembaca yang budiman, yang saya ketahui melalui hubungan kami.
bersambungggggg........
Muhammad `Isa Dawud
DUNIA JIN:
YANG TAMPAK DAN YANG TERSEMBUNYI
Jinn adalah nama jenis, bentuk tunggalnya adalah jiniy, yang artinya yang tersembunyi", atau "yang tertutup", atau "yang tak terlihat". Hal itulah yang memungkin kan kita untuk mengaitkannya dengan sifat yang umum"alam tersembunyi",sekalipun akidah Islam memaksudkannya dengan makhluk -makhluk berakal,berkehendak,sadar dan punya kewajiban, berjasad halus,dan hidup bersama-sama kita di planet bumi ini.
Makna Jin dalam Bahasa Arab
Apabila para sarjana antropologi dan kebudayaan kuno menegaskan bahwa bahasa yang tercatat paling tua adalah Bahasa Sumeria,yang sejarahnya mengakar pada kira-kira 3500 tahun sebelum Masehi,yaitu masa yang dalam nisbatnya dengan sejarah umum manusia setara dengan lima detik, maka kita berpendapat bahwa Bahasa Arab adalah bahasa induk bagi bahasa-bahasa umat manusia seluruhnya.Bahasa Arab adalah bahasa pertama,dan darinya muncullah bahasa-bahasa kuno lainnya,yang juga disebut sebagai Bahasa Aramia,yang merupakan cabang darinya. Sebab, telah ditemukan beberapa teks dalam bahasa Aramia yang mengacu pada abad ke-14 SM suatu bahasa yang, dalam skala besar, terdiri dari bentuk-bentuk huruf Arab sekarang ini.
Saya bertanya kepada Jin Muslim sahabat saya, tentang bahasa paling tua yang pernah dikenal manusia. Dia menjawab bahwa nenek-moyangnya,yang mati disambar kilatan api Tuhan karena ulahnya yang mencoba-coba mencuri-dengar suara langit, memberitahukan kepada ayahnya bahwa kakek-kakeknya yang berasal dari India, mem-beritakan kepadanya bahwa
bahasa Arablah yang merupakan bahasa paling tua, sebagaimana yang
disampaikan oleh kabar-kabar mutawatir di dunia Jin
Dari segi bahasa,Al Jinn adalah lawan kata Al-Ins (manusia). Di- sebut-sebut bahwa jika dikatakan, anastu asy-syai'a berarti "saya melihat sesuatu". Allah SWT berfirman, Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan, dan dia berangkat dengan keluarganya, lalu dilihat-nya api di lereng gunung. Dia berkata kepada keluarganya, "Tunggulah di sini, sesungguhnya aku melihat api (anastu naran)" (QS. Al-Qashash: 29).
Kosa kata dalam bahasa Arab yang terdiri dari huruf Jim dan Nun, dengan berbagai bentukannya, memiliki pengertian "benda" atau "makhluk" yang tersembunyi.
Al janin (janin) disebut demikian karena ketersembunyiannya dalam perut ibunya, sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah yang berbunyi, ... dan ketika kamu masih tersembunyi (ajinnat) dalam perut ibumu (QS. An-Najm: 32).
Junnat AI-Layl, artinya ketersembunyian oleh kegelapan malam dan tertutup tabir hitamnya, seperti firman Allah yang berbunyi, Ketika malam telah menjadi gelap (janna), maka dia melihat sebuah bintang (QS AI-An-'am: 76).
Junna ar-rajulu jununan,wa ajannahullahu fahuwa majnun, artinya
'Jika seseorang telah kehilangan akalnya, dan 'tertutup'-lah kesadarannya, maka dengan itu hilanglah kewajiban-kewajiban darinya akibat tidak adanya akal." Tentang pengertian yang seperti ini Allah SWT berfirman, ... atau, pada dirinya ada penyakit gila? (QS. Saba': 8).
Termasuk kategori ini adalah ucapan Nabi saw. yang berbunyi, "Puasa itu adalah junnah (perisal),"1 dan penjelasan 'Utsman ibn Abi Al-'Ash terhadap kata junnah yang berbunyi, "Puasa itu adalah junnah (perisai) seperti junnah kalian dalam peperangan." Junnah, dengan demikian, berarti pelindung atau penutup. Penulis kitab An-Nihayah mengatakan bahwa makna puasa sebagai junnah adalah karena ia melindungi pelakunya dari serangan syahwat. Al-Qurthubi mengatakan: "Junnah berarti pembatas, yakni dalam kaitan dengan ketentuan syariat. Yaitu, setiap orang yang berpuasa mesti melindungi dirinya dari segala sesuatu yang bisa merusak puasanya dan menghilangkan pahalanya. Juga benar bila junnah diartikan sebagai penutup karena pahala dari peningkatan kebaikan yang dihasilkannya." Ibn 'Arabi mengata- kan Sesungguhnya puasa itu adalah junnah (pelindung) dari api neraka, karena puasa bisa mencegah syahwat, sedangkan neraka diperingan jalan ke arahnya dengan syahwat. Alhasil, jika seseorang yang berpuasa menahan diri dari memperturutkan syahwat di dunia, maka
puasa tersebut bisa menjadi penutup dirinya dari siksa neraka diakhirat.2
Orang Arab menyebut perisai yang dengannya seorang prajurit melindungi diri dalam peperangan dengan al-mijann.Sebab, prajurit tersebut menutupi dirinya dengan perisai itu dari lemparan,tikaman,dan pukulan musuh.Segalasesuatu yang Anda gunakan sebagai penutup diri dari segala keburukan, adalah junnah.3 Surga yang dijanjikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yan g bertakwa disebut jannah karena banyaknya pohon yang terdapat di sana, yang saling menutupi satu sama lain.
Hati kita juga disebut al-janan karena ia merupakan sesuatu yang tertutup oleh dada.Ada pula yang mengatakan bahwa ia disebut demikian, karena pikiran dan lintasan hati yang dimilikinya tertutup dan tidak terlihat. Dengan demikian, segala yang tidak tampak oleh pandangan mata, atau yang tersembunyi, disebut sebagai janan. Itu pula sebabnya, maka kuburan juga disebut junan, karena ia menutupi orang yang dikubur di dalamnya.4
Kata jiniy yang diucapkan orang-orang Arab dahulu dan juga dipergunakan oleh Alquran, adalah makhluk berakal yang tersembunyi (tidak terlihat mata), yang hidup bersama-sama dengan kita. Bahasa- bahasa Eropa mengadopsinya dari bahasa Arab, lalu melafalkannya dengan genie (Inggris). Sekalipun kamus-kamus mereka me maksud - kannya dengan "roh setan", namun dalam film-film modern istilah ini mereka maksudkan dengan makhluk berakal, khususnya, yang berbuat baik atau membantu manusia dalam melakukan kebaikan.
Awal Penciptaan Jin
Allah SWT menciptakan jin sebelum menciptakan manusia, dengan selisih waktu yang lama bila dikiaskan pada manusia maupun jin
sendiri. Allah SWT berfirman, Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin, sebelum itu, dari api yang sangat panas (QS. Al-Hijr: 26-27).
Kalimat "sebelum itu" dalam ayat di atas, mengisyaratkan pada waktu yang sangat lama yang menunjukkan usia penghunian jin dimuka bumi sebelum manusia.Dengan demikian, selisih waktu tersebut bukan hanya 40tahun sebagaimana yang dikatakan sementara orang,5 akan tetapi ia merupakan waktu yang sangat lama, bahkan jika dikiaskan dengan jin sekalipun. Sebab, waktu 40 tahun bisa jadi tidak melebihi waktu penyusuan bayi jin. Kemungkinan waktu tersebut setara dengan 2000tahun seperti yang terdapat dalam pendapat yang dinisbatkan kepada Abdullah binAmr ibn Al-Ash, dalam suatu riwayat yang saya duga adalah palsu.6 Atau, bisa pula menunjukkan waktu yang lebih lama yang mendekati 6000 tahun bila dikiaskan kepada manusia suatu rentang waktu yang dianggap oleh jin sebagai waktu yang sangat lama yang menjadi salah satu kebanggaan mereka.
Namun,apapun juga adanya, pengetahuan tentang masalah ini sama sekali tidak memberi manfaat atau mudarat apa pun.Jin sahabat saya, kendati dia jin Mu slim,berkali-kali menyebutkan bahwa jin diciptakan Allah sebelum manusia.Dia begitu bangga dengan hal ini, sampai-sampai saya harus mengingatkan kepadanya bahwa seorang Muslim tidaklah boleh membanggakan dirinya kepada saudara sesama Muslimnya, khususnya jika kelebihan itu hanyalah menyangkut "lebih dulu diciptakan "dan bukan kelebihan esensial yang ada pada dirimereka,tetapiberkaitandengan kehendak Allah SWT Jin sahabat saya itu, subhanallah, begitu bahagia karena bisa belajar dari manusia, dan berulang kali mengatakan, "Ajarilah saya... ajarilah saya," atau "Tam- bahlah ilmu saya."
bersambung.....
TENTANG PENULIS
MUHAMMAD 'ISA DAWUD, lahir di bagian timur Isma`iliyah, tahun
1957. Dibesarkan dan menempuh pendidikan di Kairo. Meraih gelar Lc. di bidang sastra dari Fakulti Bahasa-bahasa dan Studi Timur, Cairo University. Dia memulai karir profesionalnya di surat kabar Al Akhbar dan Akhbar Al-Yawm, sebagai redaksi dan editor, di samping terjun pula sebagai da'i.
Bekerja di surat kabar An-Nadwah Saudi Arabia, dan karirnya terus meningkat, sampai akhirnya dipercaya sebagai Direktur Umum surat kabar harian di Saudi, sekaligus sebagai Wakil Pimpinan Redaksi untuk rubrik Pemikiran dan Kebudayaan Islam, selain mengetuai bahagian referensi (dan koreksi. Di samping itu, dia masih pula menjabat sebagai penasihat bidang informasi khusus untuk ketua informasi Makkah Al-Mukarramah.
Muhammad Isa Dawud menulis ,ratusan makalah dan berbagai kajian dalam bidang agama, sastra, bahasa, sosial dan politik, yang dimuat dalam berbagai surat kabar dan majalah di Saudi Arabia dan Mesir. Kini dia adalah anggota persatuan Wartawan Mesir,dan organisasiPersuratkabaran Internasional (PIO). Sekarang sibuk mem- berikan ceramah ilmiah, pemikiran dan kebudayaan, dan menerbitkan beberapa karya khususnya di Mesir.
`Isa Dawud adalah orang yang yakin betul bahwa sesuatu yang bersumber dari kalbu pasti akan sampai di kalbu pula. Sedangkan yang hany a berasal dari mulut, pasti hanya masuk telinga kiri dan keluar dari telinga kanan.[]
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
MUKADIMAH
Tunduk kepada khayalan dan mengikatkan diri semata-mata pada kecenderungan akal, plus ketidaktahuan terhadap sesuatu yang tidak kita ketahui, adalah jalan menuju kesesatan, yang kadang-kadang seluruhnya, atau salah satu di antaranya, menyatu dalam diri seseorang. Yang demikian ini, cukup sudah sebagai jamin an bagi terjadinya kekeliruan persepsi, rusaknya akidah, dan terjadinya dekadensi.
Itu sebabnya, maka diturunkanlah akidah Islam y ang komp re-. hensif, me menuhi tu ntutan emosi dan rasio, mengajarkan kepada
manusia apa yang tidak mereka ketahui sebelumnya, dan mengeluarkan
mereka dari kegelapan ke*****an , lalu menyinari jalan yang dilaluinya. Karena itu, barangsiapa mengikuti apa yang diajarkannya, melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya, kemudian beriman kepada segala sesuatu yang disampaikan oleh Alquran, berarti dia telah memperoleh petunjuk, dilindungi dan dipenuhi segala keperluannya.Dan barangsiapa menyimpang darinya, bererti dia telah disesatkan setan: Barangsiapa tidak diberi cahaya oleh Allah, maka tidaklah dia mempunyai cahaya (petunjuk) sedikit pun (QS. An-Nur: 40).
Sepanjang jin merupakan makhluk y ang bersama-sama dengan kita menghuni planet bumi ini, atau dengan ungkapan yang lebih tegas "Kami (Allah) telah menempatkan mereka di bumi, " dan dia lebih dulu ada dibandingkan dengan manusia, dan dalam banyak hal mereka juga bergaul dengan manusia, memiliki keinginan dan kemampuan memilih antara baik dan buruk, untuk kemudian melaksanakan salah satu di antara keduanya, dan sepanjang jin juga merupakan makhluk yang dikenai kewajiban beribadah oleh syariat, dan manusia baik yang Mukmin maupun non Mukmin mengetahui adanya makhluk ini, maka wahyu ternyata membatasi jalan kita untuk mengetahui alam gaib ini dari pandangan kita ,sekalipun kadang-kadang kita boleh merasakan kehadirannya. Sementara itu, Sunnah Nabi pun telah menjelaskan kepada kita secara gamblang tentang hal-hal yang berkaitan dengan alam gaib tersebut, sehingga kita tidak tersesat dari jalan yang benar.
Dan jika orang-orang non-Muslim menisbat kan kepada jin berbagai kemampuan yang sebenarnya tidak mereka miliki, seperti pengetahuan tentang yang gaib, maka yang demikian itu disebabkan karena ke*****an mereka. Akan tetapi bila hal se perti itu terjadi pada sementara kaum Muslim, maka ia merupakan sejenis syirik dan bukan karena ke*****an mereka.. Sebab, bertanya adalah kunci pengetahuan, dan Alquran yang dibaca dan didengar pun telah menjelaskan bahwa tidak ada yang dapat mengetahui yang gaib kecuali Allah: Ketahuilah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan), melainkan prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga (QS. Yunus:
66).
*********
Sudah sejak lama , dan selama beberapa tahun dalam usia saya,ala m jin sangat menarik perhatian saya,karena adanya beberapa peristiwa yang di situ beberapa jin terlibat.
Karena saya seorang Muslim, maka saya pun percaya pada adanya alam jin, berikut hal-hal yang berkaitan dengan mereka sebagaimana yang difirmankan Allah dan diberitakan oleh Nabi saw.
Hanya tinggal satu masalah yang saya percayai dalam keadaan sang at goyah,atau dengan masih adanya sesuatu yang mengg anjal dalam diri saya. Yakni, masalah masuknya jin ke dalam diri manusia. Hal itu sebenarnya tidak saya pungkiri.Sebab,Rasulullah yang ma`shum telah memberitakannya kepada kita, dan sesudah beliau hal itu disampaikan pula oleh para imam yang terpercaya, seperti Imam Ahmad bin Hanbal, Ibn Taimiyyah, Ibn Al-Qayyim, dan lain-lain. Akan tetapi karena ketidakmampuan saya untuk menangkap persoalan ini dan juga karen a kedangkalan akal saya, sekalipun saya tetap mengimaninya,maka yang bisa saya lakukan ha nyalah memohon ampunan kepada Allah atas kekurangan dan keterbatasan saya,dan saya berlindung kepada-Nya dari godaan setan dan kehadirannya pada diri saya.
Sejalan dengan profesi saya sebagai seoran g wartawan di Su rat kabar Al-Akhbar sebelum ini, dan dengan keterlibatan saya di bidang dakwah, suatu hari yang ketika itu saya menjabat sebagai Pimpinan Masjid Al-Malik di Hada`iq AI-Qubbah, dan yang menjadi imam dan pengajarnya adalah Syaikh Abdul-Hamid Kisyik, yaitu salah seorang di antara guru- guru saya yang sangat saya hormati-terjadilah suatu peristiwa, di mana secara tiba-tiba datang menemui kami dua orang
yaitu gadis jin yang masuk ke dalam jasad gadis manusia. Kedua-duanya, jin dan gadis manusia yang disurupinya,sama-sama Muslimah.Penyusupan itu terjadi di depan mata saya, dalam sosok yang tidak saya ragukan sama sekali,dan hendaknya orang-orang yang beriman mempercayai apa yang saya lihat itu. Gadis jin tersebut dapat menjelma
dalam berbagai bentuk, yakni memperlihatkan dirinya bukan dalam bentuk aslinya.Dia pandai berbahasa arab,dan namanya Georgina
Abdurrahman.
Sesudah itu, dalam waktu yang tidak lama,datang pula kepada kami
seorang gadis berusia sekitar tujuh belas tahun disertai kedua orangtuanya. Begitu pintu ditutup,tiba-tiba gadis itu tertawa terbahak-bahak, lalu menyambar-nyambar. Kedua orangtuanya, yang pada saat itu berada dalam keadaan yang sangat tertekan, menceritakan bagaimana gadis tersebut kesurupan jin wanita yang kafir, bahkan ateis. Begitu kami
menyarankan untuk membaca ayat kursi, tiba-tiba gadis itu bergerak
sangat cepat ke sana kemari,dalam kekuatan yang tidak wajar. Dia memukul teralis yang terbuat dari besi dengan keras.Kami segera membaca ayat kursi.Tiba-tiba setan perempuan yang menyelusup dalam tubuh gadis itu,mengucapkan sumpah-serapah dan kata-kata kotor yang tidak pantas dikemukakan di sini. Kami terus membaca ayat kursi, sampai akhirnya gadis itu ambruk ke tanah seperti orang pingsan. Kami mengangkatnya dan memindahkannya ke dipan. Pada mulanya hal itu sangat sulit kami lakukan, karena tubuhnya mengejang-ngejang dan sulit digerakkan. Tetapi berkat pertolongan Allah,akhirnya gadis itu sadar.Kami membaringkannya di depan,dengan tidak lupa menyelimuti kedua kakinya. Sesudah dia betul-betul sadar, kami menasihatinya agar selalu melaksanakan ajaran-ajaran Islam, melaksanakan perintahnya dan menjauhi segala hal yang dilarang oleh Rasulullah saw.
Sejak saat itu, pengalaman saya tentang dunia yang ganjil-ganjil terus bertambah,sampai tingkat yang agaknya tidak mungkin bisa dibayangkan oleh pembaca yang budiman.Akan tetapi saya membatasinya pada pengetahuan semata-mata.Sebab,bersahabat dengan sesuatu yang tidak sejenis dengan Anda, sama sekali tidak akan memberikan kebaikan apa pun, kecuali bersahabat dengan malaikat yang Anda muliakan dengan amal saleh Anda dan selalu berzikir kepada Allah.Sesudah saya ber-istikharah kepada Allah SWT untuk menulis buku t entang alam jin,maka Allah memberikan kehendak-Nya sehingga terjadilah hubungan antara saya dengan jin Muslim.Sebelumnya dia adalah kafir, kemudian Allah memuliakannya dengan Islam-melalui pertemuannya dengan saya yang terjadi berkali-kali dan dalam waktu yang cukup lama. Saya mohon maaf kepada pembaca bila di sini sayatidak memaparkan rahasia dan cara pertemuan kami.Sebab,hal itu merupakan satu aspek yang tidak memberikan manfaat kepada pembaca.Pada sisi lain,saya maksudkan agar saya tidak berbuat salah kepada orang yang saya cintai.Pada sisi yang ketiga, itu disebabkan karena moral seorang Muslim haruslah melindungi rahasia pihak lain, dan menganggapnya sebagai amanah,sepanjang yangbersangkutan memintanya demikian. jin yang saya maksudkan di sini, berasal dari keluarga Konjur, dan memilih nama Mushthafa sesudah dia masuk Islam. Seluruh persoalannya sangat ganjil. Karena itu, bersangka-baik sajalah, dan jangan bertanya mengapa begitu.
Dalam berbagai pertemuan dan dialog yang terjadi antara saya dan kawan yang datang dari alam gaib tersebut, saya mengajukan ratusan pertanyaan.Saya mengajaknya berbincang-bincang tentang berbagai ma salah,bahkan dia menunjukkan didepan mata saya berbagai ke- ajaiban yang dikhususkan Allah bagi mereka dengan ilmunya. Sesudah dia yakin betul akan persahabatan kami, dia mengungkapkan kepada saya banyak sekali hal yang selama ini diyakini se cara keliru oleh manusia; termasuk hal-hal lain yang ingin sekali saya gali darinya, namun dia tidak bersedia mengungkapkannya. Kendati demikian, saya telah terlibat dengannya dalam berbagai persoalan yang mungkin tidak pernah terlintas dalam pikiran pembaca yang budiman, yang saya ketahui melalui hubungan kami.
bersambungggggg........
Muhammad `Isa Dawud
DUNIA JIN:
YANG TAMPAK DAN YANG TERSEMBUNYI
Jinn adalah nama jenis, bentuk tunggalnya adalah jiniy, yang artinya yang tersembunyi", atau "yang tertutup", atau "yang tak terlihat". Hal itulah yang memungkin kan kita untuk mengaitkannya dengan sifat yang umum"alam tersembunyi",sekalipun akidah Islam memaksudkannya dengan makhluk -makhluk berakal,berkehendak,sadar dan punya kewajiban, berjasad halus,dan hidup bersama-sama kita di planet bumi ini.
Makna Jin dalam Bahasa Arab
Apabila para sarjana antropologi dan kebudayaan kuno menegaskan bahwa bahasa yang tercatat paling tua adalah Bahasa Sumeria,yang sejarahnya mengakar pada kira-kira 3500 tahun sebelum Masehi,yaitu masa yang dalam nisbatnya dengan sejarah umum manusia setara dengan lima detik, maka kita berpendapat bahwa Bahasa Arab adalah bahasa induk bagi bahasa-bahasa umat manusia seluruhnya.Bahasa Arab adalah bahasa pertama,dan darinya muncullah bahasa-bahasa kuno lainnya,yang juga disebut sebagai Bahasa Aramia,yang merupakan cabang darinya. Sebab, telah ditemukan beberapa teks dalam bahasa Aramia yang mengacu pada abad ke-14 SM suatu bahasa yang, dalam skala besar, terdiri dari bentuk-bentuk huruf Arab sekarang ini.
Saya bertanya kepada Jin Muslim sahabat saya, tentang bahasa paling tua yang pernah dikenal manusia. Dia menjawab bahwa nenek-moyangnya,yang mati disambar kilatan api Tuhan karena ulahnya yang mencoba-coba mencuri-dengar suara langit, memberitahukan kepada ayahnya bahwa kakek-kakeknya yang berasal dari India, mem-beritakan kepadanya bahwa
bahasa Arablah yang merupakan bahasa paling tua, sebagaimana yang
disampaikan oleh kabar-kabar mutawatir di dunia Jin
Dari segi bahasa,Al Jinn adalah lawan kata Al-Ins (manusia). Di- sebut-sebut bahwa jika dikatakan, anastu asy-syai'a berarti "saya melihat sesuatu". Allah SWT berfirman, Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan, dan dia berangkat dengan keluarganya, lalu dilihat-nya api di lereng gunung. Dia berkata kepada keluarganya, "Tunggulah di sini, sesungguhnya aku melihat api (anastu naran)" (QS. Al-Qashash: 29).
Kosa kata dalam bahasa Arab yang terdiri dari huruf Jim dan Nun, dengan berbagai bentukannya, memiliki pengertian "benda" atau "makhluk" yang tersembunyi.
Al janin (janin) disebut demikian karena ketersembunyiannya dalam perut ibunya, sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah yang berbunyi, ... dan ketika kamu masih tersembunyi (ajinnat) dalam perut ibumu (QS. An-Najm: 32).
Junnat AI-Layl, artinya ketersembunyian oleh kegelapan malam dan tertutup tabir hitamnya, seperti firman Allah yang berbunyi, Ketika malam telah menjadi gelap (janna), maka dia melihat sebuah bintang (QS AI-An-'am: 76).
Junna ar-rajulu jununan,wa ajannahullahu fahuwa majnun, artinya
'Jika seseorang telah kehilangan akalnya, dan 'tertutup'-lah kesadarannya, maka dengan itu hilanglah kewajiban-kewajiban darinya akibat tidak adanya akal." Tentang pengertian yang seperti ini Allah SWT berfirman, ... atau, pada dirinya ada penyakit gila? (QS. Saba': 8).
Termasuk kategori ini adalah ucapan Nabi saw. yang berbunyi, "Puasa itu adalah junnah (perisal),"1 dan penjelasan 'Utsman ibn Abi Al-'Ash terhadap kata junnah yang berbunyi, "Puasa itu adalah junnah (perisai) seperti junnah kalian dalam peperangan." Junnah, dengan demikian, berarti pelindung atau penutup. Penulis kitab An-Nihayah mengatakan bahwa makna puasa sebagai junnah adalah karena ia melindungi pelakunya dari serangan syahwat. Al-Qurthubi mengatakan: "Junnah berarti pembatas, yakni dalam kaitan dengan ketentuan syariat. Yaitu, setiap orang yang berpuasa mesti melindungi dirinya dari segala sesuatu yang bisa merusak puasanya dan menghilangkan pahalanya. Juga benar bila junnah diartikan sebagai penutup karena pahala dari peningkatan kebaikan yang dihasilkannya." Ibn 'Arabi mengata- kan Sesungguhnya puasa itu adalah junnah (pelindung) dari api neraka, karena puasa bisa mencegah syahwat, sedangkan neraka diperingan jalan ke arahnya dengan syahwat. Alhasil, jika seseorang yang berpuasa menahan diri dari memperturutkan syahwat di dunia, maka
puasa tersebut bisa menjadi penutup dirinya dari siksa neraka diakhirat.2
Orang Arab menyebut perisai yang dengannya seorang prajurit melindungi diri dalam peperangan dengan al-mijann.Sebab, prajurit tersebut menutupi dirinya dengan perisai itu dari lemparan,tikaman,dan pukulan musuh.Segalasesuatu yang Anda gunakan sebagai penutup diri dari segala keburukan, adalah junnah.3 Surga yang dijanjikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yan g bertakwa disebut jannah karena banyaknya pohon yang terdapat di sana, yang saling menutupi satu sama lain.
Hati kita juga disebut al-janan karena ia merupakan sesuatu yang tertutup oleh dada.Ada pula yang mengatakan bahwa ia disebut demikian, karena pikiran dan lintasan hati yang dimilikinya tertutup dan tidak terlihat. Dengan demikian, segala yang tidak tampak oleh pandangan mata, atau yang tersembunyi, disebut sebagai janan. Itu pula sebabnya, maka kuburan juga disebut junan, karena ia menutupi orang yang dikubur di dalamnya.4
Kata jiniy yang diucapkan orang-orang Arab dahulu dan juga dipergunakan oleh Alquran, adalah makhluk berakal yang tersembunyi (tidak terlihat mata), yang hidup bersama-sama dengan kita. Bahasa- bahasa Eropa mengadopsinya dari bahasa Arab, lalu melafalkannya dengan genie (Inggris). Sekalipun kamus-kamus mereka me maksud - kannya dengan "roh setan", namun dalam film-film modern istilah ini mereka maksudkan dengan makhluk berakal, khususnya, yang berbuat baik atau membantu manusia dalam melakukan kebaikan.
Awal Penciptaan Jin
Allah SWT menciptakan jin sebelum menciptakan manusia, dengan selisih waktu yang lama bila dikiaskan pada manusia maupun jin
sendiri. Allah SWT berfirman, Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin, sebelum itu, dari api yang sangat panas (QS. Al-Hijr: 26-27).
Kalimat "sebelum itu" dalam ayat di atas, mengisyaratkan pada waktu yang sangat lama yang menunjukkan usia penghunian jin dimuka bumi sebelum manusia.Dengan demikian, selisih waktu tersebut bukan hanya 40tahun sebagaimana yang dikatakan sementara orang,5 akan tetapi ia merupakan waktu yang sangat lama, bahkan jika dikiaskan dengan jin sekalipun. Sebab, waktu 40 tahun bisa jadi tidak melebihi waktu penyusuan bayi jin. Kemungkinan waktu tersebut setara dengan 2000tahun seperti yang terdapat dalam pendapat yang dinisbatkan kepada Abdullah binAmr ibn Al-Ash, dalam suatu riwayat yang saya duga adalah palsu.6 Atau, bisa pula menunjukkan waktu yang lebih lama yang mendekati 6000 tahun bila dikiaskan kepada manusia suatu rentang waktu yang dianggap oleh jin sebagai waktu yang sangat lama yang menjadi salah satu kebanggaan mereka.
Namun,apapun juga adanya, pengetahuan tentang masalah ini sama sekali tidak memberi manfaat atau mudarat apa pun.Jin sahabat saya, kendati dia jin Mu slim,berkali-kali menyebutkan bahwa jin diciptakan Allah sebelum manusia.Dia begitu bangga dengan hal ini, sampai-sampai saya harus mengingatkan kepadanya bahwa seorang Muslim tidaklah boleh membanggakan dirinya kepada saudara sesama Muslimnya, khususnya jika kelebihan itu hanyalah menyangkut "lebih dulu diciptakan "dan bukan kelebihan esensial yang ada pada dirimereka,tetapiberkaitandengan kehendak Allah SWT Jin sahabat saya itu, subhanallah, begitu bahagia karena bisa belajar dari manusia, dan berulang kali mengatakan, "Ajarilah saya... ajarilah saya," atau "Tam- bahlah ilmu saya."
bersambung.....
Last edited: