BTC USD 43,109.4 Gold USD 1,776.29
Time now: Jun 1, 12:00 AM

apa itu ISLAM ?

neezuan

Fun Poster
Joined
Feb 18, 2012
Messages
189
Reaction score
33
Points
25
:-?..........
ini ker ayat yang nko bagi nak counter ayat aku? (sini dan sini) . . quote ayat yg support aku pula tu! bengap giler! :eek:

adoih.. masalah nkorang ni, cakap besar nak mampos tapi satu bukti pun takda...

maka jadilah nkorang anak dajjal, yang menyebarkan fitnah pada akhir zaman..
sebab "penfitnah" adalah orang yang cakap kosong tanpa bukti daripada Allah...
geng pembohong dan pendusta agama ler tu.. dajjal, dajjal.. penfitnah agama! .:eek:
abis nkorang putar belit ayat Allah

Allah kata "BELUM BERIMAN"

Nko pula kata "SUDAH BERIMAN"

Hebat nko.. lagi geliga otak nko daripada Tuhan
hebat sampai nko quote ayat pun salah... tersokong pula statement aku! :eek:



dan nkorang tengok sendiri bukti. . . siapa yang putar belit ayat Allah?

putar belit ayat Allah supaya orang kafir dan tak beriman jadi pemimpin umat Islam?
menghancurkan umat Islam dari dalam?

Dajjal betul... bersepah2 pada zaman ni! :eek:

Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah
dan (sehingga) menjadilah ugama itu semata-mata kerana Allah <- vs. idol, pemuja manusia
2.193​
 
Sponsored Post

tokey99

Super Active Member
Joined
Jan 22, 2009
Messages
6,726
Reaction score
1,007
Points
151
Agama (Tulisan Jawi: اڬام) pada lazimnya bermakna kepercayaan kepada Tuhan, atau sesuatu kuasa yang ghaib dan sakti seperti Allah, dan juga amalan dan institusi yang berkait dengan kepercayaan tersebut. Agama dan kepercayaan merupakan dua pekara yang sangat berkaitan. Tetapi Agama mempunyai makna yang lebih luas, yakni merujuk kepada satu sistem kepercayaan yang kohesif, dan kepercayaan ini adalah mengenai aspek ketuhanan.
 

dindunk

Fun Poster
Joined
May 16, 2007
Messages
280
Reaction score
59
Points
30
Ali Imran : 19

اِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّٰهِ الْاِسْلٰمُۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ اُوتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْۗ وَمَن يَكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Sesungguhnya ugama (yang benar dan diredai) di sisi Allah ialah Islam. Dan orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberikan Kitab itu tidak berselisih (mengenai ugama Islam dan enggan menerimanya) melainkan setelah sampai kepada mereka pengetahuan yang sah tentang kebenarannya, (perselisihan itu pula) semata-mata kerana hasad dengki yang ada dalam kalangan mereka. Dan (ingatlah), sesiapa yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah, maka sesungguhnya Allah Amat segera hitungan hisabNya.

Firman Allah Swt.:

Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam.

Sebagai berita dari Allah Swt. yang menyatakan bahwa tidak ada agama yang diterima dari seseorang di sisi-Nya selain Islam, yaitu mengikuti para rasul yang diutus oleh Allah Swt. di setiap masa, hingga diakhiri dengan Nabi Muhammad Saw. yang membawa agama yang menutup semua jalan lain kecuali hanya jalan yang telah ditem-puhnya. Karena itu, barang siapa yang menghadap kepada Allah —sesudah Nabi Muhammad Saw. diutus— dengan membawa agama yang bukan syariatnya, maka hal itu tidak diterima oleh Allah. Seperti yang disebutkan di dalam firman lainnya, yaitu:

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya. (Ali Imran:85), hingga akhir ayat.

Dalam ayat ini Allah memberitakan terbatasnya agama yang diterima oleh Allah hanya pada agama Islam, yaitu:
Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam.

Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas membaca firman-Nya: Allah menyatakan sesungguhnya tiada Tuhan selain Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Bahwasanya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. (Ali Imran:18-19) Dengan innahu yang di-kasrah-kan dan anna yang di-fathah-kan, artinya 'Allah telah menyatakan —begitu pula para malaikat dan orang-orang yang berilmu— bahwa agama yang diridai di sisi Allah adalah Islam'.

Sedangkan menurut jumhur ulama, mereka membacanya kasrah' innad dina 'sebagai kalimat berita. Bacaan tersebut kedua-duanya benar, tetapi menurut bacaan jumhur ulama lebih kuat.

Kemudian Allah Swt. memberitakan bahwa orang-orang yang telah diberikan Al-Kitab kepada mereka di masa-masa yang lalu, mereka berselisih pendapat hanya setelah hujah ditegakkan atas mereka, yakni sesudah para rasul diutus kepada mereka dan kitab-kitab samawi diturunkan buat mereka. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.

Yakni karena sebagian dari mereka merasa dengki terhadap sebagian yang lainnya, lalu mereka berselisih pendapat dalam perkara kebenaran. Hal tersebut terjadi karena terdorong oleh rasa dengki, benci, dan saling menjatuhkan, hingga sebagian dari mereka berusaha menjatuhkan sebagian yang lain dengan menentangnya dalam semua ucapan dan perbuatannya, sekalipun benar.

Kemudian Allah Swt. berfirman:

Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah.

Yakni barang siapa yang ingkar kepada apa yang diturunkan oleh Allah di dalam kitab-Nya.

...maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

Artinya, sesungguhnya Allah akan membalas perbuatannya dan melakukan perhitungan terhadapnya atas kedustaannya itu, dan akan menghukurnnya akibat ia menentang Kitab-Nya.
 

akudotcom

Legendary Member
Joined
Jun 17, 2007
Messages
18,128
Reaction score
2,780
Points
201
Kupasan ayat 3:19, 2:132

Innaddina Indallahil Islam, Sesungguhnya Agama di Sisi Allah Itu Hanyalah Islam ?

Dalam surat Ali Imran dijelaskan , " Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam, " .

Dalam bahasa arab, " Innaddina Indallahil Islam, " . Ada pula yang memberi terjemahan, " Sesungguhnya agama yang diterima atau diredhai Allah hanyalah Islam. Ada pelbagai macam tafsir, bergantung kpd ulama atau ahli tafsir mana yang menterjemahkannya. Namun kebanyakan diartikan , " Sesungguhnya agama yang diredhai Allah hanyalah Islam, ".

Terlepas dari makna yang sebenar, bagaimanapun ayat ini telah menjadi rujukan kebanyakan umat Islam supaya memihak dan menjadi dasar keyakinan umat Islam dalam memposisikan agamanya lebih benar daripada ajaran agama lain nya.

Memahami konteks ayat ini sangatlah penting. Jika salah dalam memaknai maka akan menjadi sumber konflik, dan menciptakan fanatisme dalam beragama serta permusuhan kerana menimbulkan sikap atau keyakinan merasa benar sehingga menganggap rendah dan salah terhadap kelompok lain.

Jika hal tersebut berupa keyakinan pribadi memang harus dilakukan namun jika hal tersebut diungkapkan dalam sistem bersosial maka boleh merosakkan hubungan sosial dan toleransi antara umat beragama.


Bagaimanakah memahami ayat ini sebenarnya ? Mari kita perhatikan ayat ini ,

1. Inna yang artinya Sesungguhnya

2. Dina yang artinya agama atau aturan hidup

3. Indallah artinya disisi/ menurut Allah/ bagi Allah/ dalam persepsi Allah/ dalam bahasa jawa (Mungguhe Allah)

4. Hil Islam artinya hanyalah Islam/sejahtera/aman/selamat

Perhatikan kalimat ke tiga Indallah itu artinya lebih dekat pada disisi Allah/menurut Allah/dalam persepsi Allah/. Disana tidak ada kata Ridhollah atau kata lain . Jadi kata kuncinya ada pada kalimat Indallah.

Sesungguhnya aturan hidup yang selamat/sejahtera itu lebih dekat di sisi Allah

Maha bijak Allah dalam menggunakan tata bahasa Al-quran, Maha Suci Allah dalam menyusun firmannya. Sebab jika dalam kalimat tersebut ada kalimat Ridhollahil Islam maka siapapun dapat menafsirkan Yang diredhau hanya Islam. Namun disini menggunakan kata Indallahil Islam yang artinya disisi/ dalam persepsi Allah/ menurut Allah dsb. Yang artinya bukan menurut persepsi manusia.
9-DBCDEBE-4-BCD-47-AD-BEEC-E91-D0-F3-A1-E6-A.jpg
 

tokey99

Super Active Member
Joined
Jan 22, 2009
Messages
6,726
Reaction score
1,007
Points
151
Kupasan ayat 3:19, 2:132

Innaddina Indallahil Islam, Sesungguhnya Agama di Sisi Allah Itu Hanyalah Islam ?

Dalam surat Ali Imran dijelaskan , " Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam, " .

Dalam bahasa arab, " Innaddina Indallahil Islam, " . Ada pula yang memberi terjemahan, " Sesungguhnya agama yang diterima atau diredhai Allah hanyalah Islam. Ada pelbagai macam tafsir, bergantung kpd ulama atau ahli tafsir mana yang menterjemahkannya. Namun kebanyakan diartikan , " Sesungguhnya agama yang diredhai Allah hanyalah Islam, ".

Terlepas dari makna yang sebenar, bagaimanapun ayat ini telah menjadi rujukan kebanyakan umat Islam supaya memihak dan menjadi dasar keyakinan umat Islam dalam memposisikan agamanya lebih benar daripada ajaran agama lain nya.

Memahami konteks ayat ini sangatlah penting. Jika salah dalam memaknai maka akan menjadi sumber konflik, dan menciptakan fanatisme dalam beragama serta permusuhan kerana menimbulkan sikap atau keyakinan merasa benar sehingga menganggap rendah dan salah terhadap kelompok lain.

Jika hal tersebut berupa keyakinan pribadi memang harus dilakukan namun jika hal tersebut diungkapkan dalam sistem bersosial maka boleh merosakkan hubungan sosial dan toleransi antara umat beragama.


Bagaimanakah memahami ayat ini sebenarnya ? Mari kita perhatikan ayat ini ,

1. Inna yang artinya Sesungguhnya

2. Dina yang artinya agama atau aturan hidup

3. Indallah artinya disisi/ menurut Allah/ bagi Allah/ dalam persepsi Allah/ dalam bahasa jawa (Mungguhe Allah)

4. Hil Islam artinya hanyalah Islam/sejahtera/aman/selamat

Perhatikan kalimat ke tiga Indallah itu artinya lebih dekat pada disisi Allah/menurut Allah/dalam persepsi Allah/. Disana tidak ada kata Ridhollah atau kata lain . Jadi kata kuncinya ada pada kalimat Indallah.

Sesungguhnya aturan hidup yang selamat/sejahtera itu lebih dekat di sisi Allah


Maha bijak Allah dalam menggunakan tata bahasa Al-quran, Maha Suci Allah dalam menyusun firmannya. Sebab jika dalam kalimat tersebut ada kalimat Ridhollahil Islam maka siapapun dapat menafsirkan Yang diredhau hanya Islam. Namun disini menggunakan kata Indallahil Islam yang artinya disisi/ dalam persepsi Allah/ menurut Allah dsb. Yang artinya bukan menurut persepsi manusia.
9-DBCDEBE-4-BCD-47-AD-BEEC-E91-D0-F3-A1-E6-A.jpg
sebab tu hadis bgtau..awaluddin makrifatullah..tu yg lebih utama..awal agama mengenal Allah..awal percaya kepada tuhan itu adalah mengenal tuhan yg bernama Allah..ilmu tauhid..no satu..aturan hidup tu..semua yg beragama dan xberagama pun ada..yg percaya tuhan wujud atau tidak spt athies tu pun ada aturan hidup dorg..amik konteks awal dulu..tak betul yg tu..xbetul lah yg lainnya..
 

dindunk

Fun Poster
Joined
May 16, 2007
Messages
280
Reaction score
59
Points
30
Ali Imran : 85

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْاِسْلٰمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِينَ

Dan sesiapa yang mencari ugama selain ugama Islam, maka tidak akan diterima daripadanya, dan ia pada hari akhirat kelak dari orang-orang yang rugi.

Firman Allah Swt.:

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya.

Yakni barang siapa yang menempuh suatu jalan selain jalan yang telah disyariatkan oleh Allah, maka jalan itu tidak akan diterima darinya.

...dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Perihalnya sama dengan apa yang telah dikatakan oleh Nabi Saw. dalam sebuah hadis sahih, yaitu:

Barang siapa yang melakukan suatu amal, sedangkan amal itu bukan termasuk urusan kami, maka amal itu ditolak.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id maula Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami Abbad ibnu Rasyid, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan, telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah yang saat itu kami berada di Madinah, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Kelak di hari kiamat amal perbuatan datang. Maka datanglah salat, lalu berkata, "Wahai Tuhanku, akulah salat." Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu dalam kebaikan." Sedekah datang, lalu berkata, "Wahai Tuhanku, akulah sedekah." Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu dalam keadaan baik." Kemudian datanglah puasa, lalu berkata, "Wahai Tuhanku, akulah puasa." Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu dalam keadaan baik." Kemudian datanglah amal-amal yang lain, semuanya dijawab oleh Allah Swt., "Sesungguhnya kamu dalam keadaan baik." Lalu datanglah Islam dan berkata, "Wahai Tuhanku, Engkau adalah sumber keselamatan, dan akulah Islam." Maka Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu dalam keadaan baik, atas dasar kamulah Aku mengambil, dan atas dasar kamulah Aku memberi." Lalu Rasulullah Saw. membacakan firman-Nya:

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Hadis ini hanya diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Abu Abdur Rahman (yaitu Abdullah ibnu Imam Ahmad) mengatakan bahwa Abbad ibnu Rasyid adalah orang yang siqah, tetapi Al-Hasan belurn pernah mendengar dari Abu Hurairah.

Asbabun nuzul:

Diriwayatkan oleh An-Nasai, Ibnu Hibban dan Al-Hakim yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa seorang laki-laki dari kaum Anshar murtad setelah masuk Islam, dan Ia menyesal atas kemurtadannya. Ia minta kepada kaumnya untuk mengutus seseorang menghadap kepada Rasulullah Saw untuk menanyakan apakah diterima tobatnya. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Ali-Imran : 85 – 89), dan disampaikan oleh utusan itu kepadanya sehingga ia Islam kembali.
Diriwayatkan oleh Musaddad di dalam musnadnya dan Abdurrazaq yang bersumber dari Mujahid: Bahwa Al-Harts bin Suwaid menghadap kepada Nabi Saw dan masuk Islam. Kemudian pulang kepada kaumnya dan kufur lagi. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Ali-Imran : 85 – 89). Ayat itu dibacakan kepadanya oleh salah seorang kaumnya. Maka berkatalah Al-Harts: “Sesungguhnya engkau benar, dan Rasulullah lebih benar daripadamu, dan sesungguhnya Allah yang paling benar diantara tiga”. Kemudian ia kembali masuk Islam dan menjadi seorang Islam yang patuh.​
 

akudotcom

Legendary Member
Joined
Jun 17, 2007
Messages
18,128
Reaction score
2,780
Points
201
Dan sesiapa yg mengambil
9-DBCDEBE-4-BCD-47-AD-BEEC-E91-D0-F3-A1-E6-A.jpg
nasihat yg tidak selamat, dia lah org yg rugi di akhir nanti

B1-DD1-D2-B-AF33-428-C-9186-F13-B43083975.jpg
 

akudotcom

Legendary Member
Joined
Jun 17, 2007
Messages
18,128
Reaction score
2,780
Points
201
'Ini bukan Islam' - Naim Daniel pertikai individu berceramah dengan kasar ketika agih bantuan

64-D29-D54-3023-482-E-8-B8-F-B213-C4-A5-D812.jpg

'Ini bukan Islam' - Naim Daniel pertikai individu berceramah dengan kasar ketika agih bantuan
KUALA LUMPUR: Video tular seorang individu memperkenalkan diri sebagai 'ustaz' yang berceramah dengan cara dikatakan agak kasar ketika mengagihkan bantuan mengundang kecaman ramai.

Banyak pihak mendakwa ia tidak bersesuaian dengan imej Islam yang dibawanya.

Antara yang meluahkan rasa terkilan adalah penyanyi dan pelakon muda, Naim Daniel.

Menerusi satu kemas kini di Twitter, Naim menulis satu kapsyen pendek namun tegas nadanya, sebagai reaksi terhadap video tersebut.

"Ini, bukan ISLAM," tulisnya.

Caranya mengecewakan banyak pihak yang menyifatkan ia tidak bersesuaian dengan imej Islam yang dibawanya.
Banyak pihak menyifatkan ia tidak bersesuaian dengan imej Islam yang dibawanya.
Pendapat penyanyi yang popular dengan lagu Purnama itu dipersetujui ramai, dengan rata-rata melihat soalan-soalan individu terbabit berkaitan solat dan ibadah Islam yang lain kepada penerima bantuan, sebagai tidak wajar dan kurang berhemah.

"Ayat dia pun tak kena. Dia rasa diri dia Tuhan ke cakap macam tu?" tulis seorang pengguna Twitter, @mar_diaz12.

Terdapat juga yang menyifatkannya cara individu itu berdakwah sebagai tidak kena tempat, malah turut mengecam tindakannya yang menyebut jumlah bantuan yang diberikan.

"Malu dan marah bila ada yang nak berdakwah tak kena masa dan tempat. Lebih-lebih depan orang kelaparan. Astaghfirullah, janganlah masa nak bagi bantuan ungkit lagi," kata seorang lagi pengguna.

Video berkenaan terdahulu dikongsi oleh personaliti televisyen, Nazrudin Rahman, yang menegur cara individu tersebut memberi bantuan. Ia menerima lebih 17,000 likes dan lebih 23,000 retweet setakat ini.
 
Sponsored Post

CG Sponsors




Top
Log in Register