BTC USD 76,071.1 Gold USD 4,264.21
Time now: Jun 1, 12:00 AM

All About BUGIS

salah satu penyesalan adalah ble x dpt belajar tulisan bugis dari arwah atuk aku,,
 
salah satu penyesalan adalah ble x dpt belajar tulisan bugis dari arwah atuk aku,,

blh blajar lg....mcm parent sy masih boleh menulis dlm bhs bugis....bertutur ru mmg bahasa pertama...
 
ada contoh bro tulisan tu? lain sangat ke dengan bahasa melayu?

176302730097l.jpg
 
ada rejeki balik sulawesi nk pegi muzium nih...


Museum Lapawawoi
Museum La Pawawoi dulunya
merupakan istana (Saoraja,red) Raja
Bone , A Mappanyukki, saat yang
bersangkutan menjadi Raja Bone Ke-34.
Museum ini, menyimpan peninggalan
Kerajaan Bone, dan terletak di Jalan MH
Thamrin, Watampone.
Museum ini diberi nama Museum La
Pawawoi, karena La Pawawoi Karaeng
Sigeri sendiri merupakan Raja Bone Ke 31
pada tahun 1895-1905, yang mendapatkan
gelar Pahlawan Nasional, dan dimakamkan
di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata,
Jakarta.
Istana Raja Bone ini pun dipugar oleh
Proyek Pemugaran dan Pemeliharaan
Peninggalan Sejarah dan Purbakala, yang
dikerjakan tahun 1679 sampai tahun 1981.
dan diresmikan menjadi Museum La
Pawawoi oleh Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia, Prof Dr
Daud Yusuf, pada tahun 1982.
Di museum ini, ada satu peninggalan dari
Raja Bone ke II, La Ummasa Petta
Mulangnge Panre atau Petta Panre BessiE ,
yaitu Lanreseng atau landasan untuk
menempa besi, yang masih tersimpan dan
menjadi koleksi dari Museum La Pawawoi.
Raja Bone kedua ini merupakan pandai
besi karena dialah yang mula-mula
menciptakan dan mengajarkan alat-alat
dari besi di Bone.. Makamnya terletak di
Jalan Ahmad Yani Pusat Kota Watampone
Lanreseng tersebut merupakan alat yang
digunakan untuk membuat berbagai alat-
alat dari besi. Tak hanya itu, koleksi
lainnya yaitu Bessi Sikoi atau besi yang
berupa cincin yang saling mengait satu
sama lainnya, milik La Tenri Tata Arung
Palakka. Dan piagam penghargaan VOC
Belanda kepada Arung Palakka masih
tersimpan di Museum La Pawawoi ini.
"Piagam itu merupakan bentuk
penghargaan VOC Belanda kepada La Tenri
Tatta Arung Palakka atas kerjasamanya saat
itu (kooperatif dalam artian sebuah
strategi), dan piagam itu bertuliskan tinta
emas,".
Museum Lapawawoi memiliki lima
ruangan, dan masing-masing ruangan itu,
menyimpan berbagai koleksi peninggalan
kerajaan Bone. Di ruangan pertama atau
bagian depan dari Museum ini, menyimpan
sejumlah koleksi seperti koleksi keramik,
peralatan makan para raja, alat tenun,
peralatan bissu, peralatan nelayan, serta
duplikat bendera Kerajaan Bone.
Ruangan kedua atau bagian tengah
museum ini, menyimpan pelaminan,
peralatan makan Ade Pitu atau Tujuh
dewan adat kerajaan, pakaian adat, dan
beberapa koleksi keramik lainnya. Di
ruangan ini, berjejer sejumlah peralatan
makan yang sengaja ditata secara rapi.
Demikian halnya dengan pelaminan di
ruangan ini.
Sementara itu, di ruangan ketiga
menyimpan silsilah Raja Bone, dari Raja
Bone pertama, yaitu Manurunge Ri
Matajang hingga Raja Ke 33, . Selain itu, di
ruangan ini juga menyimpan duplikat
rambut Arung Palakka, duplikat mahkota
dan pedang, serta photo Raja Bone dan
keturunannya. "Photo penangkapan Raja
Bone La Pawawoi Karaeng Segeri, dan saat
diasingkan di Bandung pun ada di ruangan
ini,"
Sedangkan, di ruangan keempat,
tersimpan duplikat payung emas Kerajaan
Bone, dan perisai kerajaan, kaleo malebu.
Dan stempel Kerajaan Bone saat dipimpin
Raja Bone ke 30, Fatimah Banri petta
Matinroe Ri Bolampare. Stempel itu
sendiri, digunakan dalam urusan
administrasi kerajaan saat itu. Di ruangan
kelima, tersimpan piagam penghargaan
VOC Belanda ke Arung Palakka, dan bessi
sikoi milik Arung Palakka, serta sejumlah
photo Raja Bone dan keturunannya.
Museum Lapawawoi, sering mendapat
kunjungan baik dari kabupaten Bone
maupun dari daerah lain. Tak hanya itu,
pengunjung dari provinsi lain di Indonesia
juga kerap mengunjungi museum ini.
Bahkan, ada pengunjung yang berasal dari
luar negeri, seperti Malaysia, Singapore,
Belanda, hingga Prancis. "Umumnya
pengunjung yang berasal dari Malaysia dan
Singapore itu, masih mempunyai keturunan
Bugis ,".
Umumnya, pengunjung yang datang ke
museum ini, yaitu pelajar baik di tingkat
SD sampai SMA, dan mahasiswa. Mungkin
sebagai generasi muda sudah mulai
tertarik mengunjungi,nya. terutama anak
sekolah dan mahasiswa. Dia berharap, agar
masyarakat paham sejarah budaya, tradisi
dan pahlawannya, dan ikut
melestarikannya. Apalagi, Kabupaten Bone
menjadi salah satu ikon pariwisata Sulsel.
Museum Lapawawoi terletak di pusat kota
Watampone. Tempat ini menjadi tempat
yang paling sering dikunjungi terlebih bagi
mereka yang ingin mengetahui lebih dalam
tentang kejayaan Bone masa lampau. Di
museum ini terdapat berbagai koleksi
benda peninggalan Kerajaan Bone yang
masih terawatt dengan baik. Benda-benda
tersebut merupakan bukti kebesaran
Kerajaan Bone pada masa lalu.
Adapu benda-benda yang dipamerkan di
museum Lapawawoi antara lain :
1. Peralatan Upacara Penjemputan
2. Peralatan Makan untuk Raja
3. Peralatan Bissu dan Upacara Spiritual
4. Peralatan Perkawinan
5. Peralatan Tenun
6. Peralatan Perang
7. Duplikat Payung Emas (aslinya
disimpan di Museum Arajangnge yang
terletak berdampingan dengan Rumah
Jabatan Bupati Bone)
8. Duplikat Selempang Emas (aslinya
disimpan di Museum Arajangnge)
9. Stempel Kerajaan
10. Pakaian Adat
11. Peralatan Nelayan
12. Peralatan Musik Tradisional
13. Duplikat Mahkota Arung Palakka
14. Piagam VOC
15. Koleksi Mata Uang Kuno
16. Koleksi Keramik
17. Koleksi Buku Lontara
18. Koleksi Foto-foto Kerajaan
 
Sayang bangsa bugis hanya tinggal nama jer..

moga dr thread ni sedikit sebanyak berkongsi perkara positif mengenai bangsa bugis...lebih2 lg mcm sy yg dh jauh dr segi lokasi, susur galur dan budaya bugis.
 
Sebenarnya Bugis masih kuat dalam aliran darah...maso den kecik arwah atuk nenek den masih bercakap dalam bahasa separa bugis tapi sobab arwah ayah den kira dah moden (guru) dan percakapan bugis kat rumah semakin kurang Arwah ayah akan guna bahasa buku. Maklumlah guru zaman dulu memang sejati..

Susur galur den dari Batu Bara...sukar nak expose atas sebab sebab tertentu dari zaman penjajahan British ke Tanah Melayu..Ada kisah yang tersirat dan tidak tersurat.
 
Back
Top
Log in Register