BTC USD 62,450.4 Gold USD 4,511.63
Time now: Jun 1, 12:00 AM

apa itu ISLAM ?

abgmie

Active+ Member
Messages
4,531
Paid Membership
Joined
Nov 5, 2009
Messages
4,531
Reaction score
220
Points
33
salam.

untuk renungan bersama...

Islam adalah risalah Allah SWT. yang terakhir bagi manusia, oleh karena itu Islam adalah agama terakhir yang diturunkan Allah SWT. kepada Nabi-Nya yang terakhir yaitu Sayidina Muhammad Saw.. Dan juga sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. adalah membawa risalah Allah SWT. yang universal dan sebagai pembuka untuk semua alam. Setiap Nabi datang dengan risalah dari Allah SWT. untuk kaumnya masing-masing, sedangkan Nabi Muhammad Saw. dengan Islam sebagai risalah Allah SWT. yang terakhir untuk semua manusia bahkan jin. Allah SWT. berfirman: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."( QS. Al-Anbiya': 107), Allah SWT. berfirman: "Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (QS. Saba': 28), dan Allah SWT. berfirman: "Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua" (QS. Al-A'raf: 158) Dan juga Nabi Muhammad Saw. telah mengkabarkan kepada kita bahwa sesungguhnya Allah SWT. telah mengkhususkan Nabi Muhammad Saw. dengan amanat seperti ini, maka Nabi Muhammad Saw bersabda: "Nabi yang dahulu diutus untuk kaum yang khusus, sedangkan aku diutus untuk manusia seluruhnya" (HR. Bukhari Muslim)

Islam adalah agama yang mudah, tidak sukar dan tidak sempit, Allah SWT. berfirman: "Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan." (QS. Al-Hajj: 78) Allah SWT. juga berfirman: "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (QS. Al-Baqarah: 185) dan asas Allah SWT. kepada agama ini secara dzahir ada lima rukun yaitu: Dua Syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji ke baitullah. dan di dalam akidah kita yaitu rukun iman, ada enam rukun yaitu: Iman kepada Allah SWT., Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Kitab-Kitab-Nya, hari kiamat, dan ketetapan yang baik dan buruk. Kemudian keimanan dibagi kedalam rincian-rincian yang banyak, yaitu beberapa perintah dan larangan di dalam Syariat Islamiyah yang telah menghubungkan dalam jumlahnya kepada sebuah kejelasan, dan tujuh puluh cabang seperti yang dikabarkan oleh orang yang percaya dan dipercaya.

Sebuah Hadits Jibril as. yang menjelaskan rukun Islam dan Iman, diriwayatkan oleh tuan kita 'Umar ra. Berkata: Suatu ketika kami sedang berada di sebuah majlis bersama Rasulullah Saw. ketika itu muncul seoarang laki-laki yang sangat putih bajunya dan sangat hitam rambutnya, tidak terlihat kepadanya bekas perjalanan yang jauh, dan satupun dari kita tidak mengenalnya, kemudian dia duduk dihadapan Nabi Saw, lalu orang itu menyenderkan lututnya kepada lutut Nabi Saw., dan meletakan telapak tangannya di atas paha Nabi Saw., dan berkata: "Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang Islam".

Maka Rasulullah Saw. bersabda: "Islam adalah kamu bersaksi bahwa tiada ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, memberikan zakat, puasa di bualan Ramadhan, dan haji ke baitullah jika kamu mampu menjalankannya.". Orang itu berkata: "Kamu benar". 'Umar berkata: "Maka kami terkejut kepadanya, dia bertanya dan membenarkannya. Kemudian orang laki-laki itu bertanya lagi: "Lalu kabarkan lah kepadaku tentang iman". Nabi menjawab: "Kamu percaya kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan takdir baik dan buruk". Dia berkata: "Kamu benar". Kemudian bertanya lagi: "Lalu kabarkanlah kepadaku tentang Ihsan". Nabi menjawab: "Kamu menyembah Allah seperti kamu melihat-Nya tetapi jika belum dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Beliau melihatmu". Lalu dia bertanya lagi: kabarkanlah kepadaku tentang hari kiamat. Nabi menjawab: "Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada orang yang bertanya". Lalu dia bertanya lagi: Kabarkanlah kepadku tentang janji hari kiamat. Nabi menjawab: "Ketika pembantu melahirkan anak, kamu melihat para pemimpin tanpa alas kaki sehingga ketergantungan dengan orang lain dan bangunan-bangunan semakin tinggi". Berkata 'Umar: "Kemudian orang laki-laki itu keluar maka aku timbul pertanyaan dalam hatiku, kemudian Nabi bersabda kepadaku: "Wahai 'Umar apakah kamu mengetahui siapa orang yang bertanya itu". Aku berkata: "Allah dan Rasul lebih mengetahui". Rasul berkata: "Sesungguhnya dia adalah Jibril, dia datang untuk memberi pengetahuan tentang agama kalian" (HR. Muslim: juz 1 hal. 37) Dan Nabi Saw. mengkabarkan tantang cabang iman, lalu Nabi berkata: "Sebuah kejelasan bahwa tujuh puluh cabang iman dan sifat malu adalah sebagian cabang iman" (HR. Bukhari: juz 1 hal. 63)

Adapun dengan penamaan Islam dengan kata Islam: sesungguhnya Islam adaah agama yang selamat dan diselamatkan oleh Allah Tuhan semesta alam, maka Islam adalah agama yang mengajak Muslim untuk berpasrah kepada Allah yang satu dan melepaskan dari segala sesuatu yang selainnya dari Tuhan-Tuhan, patung-patung sampai segala sesuatu yang menjadikan manusia musyrik bersama Tuhannya, karena sesungguhnya dia mengikuti hawa nafsunya, Allah berfirman: "Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?" (QS. Al-Furqan: 43), sama juga mengajak Muslim kepada keselamatan hanya untuk diri sendiri, padahal bersama adanya keluasan Allah, dalam masalah ini Nabi Saw. bersabda: "Seorang Muslim sebagian dari keselamatan Muslim-Muslim yang lainnya dari lisannya dan tangannya" (HR. Bukhari Muslim: juz 1 hal. 13)

Islam adalah agama yang diridhai oleh Allah, Allah lah yang menamakan Islam dengan kata ini dan meridhainya karena sesungguhnya Beliau adalah Tuhan semesta alam, Allah SWT. berfirman: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. Al-Ma'idah: 3). Allah SWT. juga berfirman: "(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia." (QS. Al-Hajj: 78), Allah menamakan Muslim kepada orang Islam, karena kekhususan-kekhususan dari umat yang terakhir ini. Umat yang memiliki agama yang terakhir, Nabi Saw. yang terakhir. Sesungguhnya orang yahudi menamakan dirinya sendiri yang sebagai binaan dakwahnya Nabi Musa as., Allah SWT. bercerita dalam firman-Nya: "Sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu."" (QS. Al-'Araf: 156). Begitu juga orang-orang Nasrani menamakan dirinya sendiri, Allah SWT. berfirman: "Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya." (QS. Al-'Araf: 156). Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam karena telah mengkhususkan dan melebihkan kita atas semua ciptaannya yang sempurna.

Dan kita mengharapkan dengan jawaban ini kita dapat mengetahui tentang kedudukan Islam antara risalah-risalah yang terdahulu, juga kita mengerti tentang agama kita secara keseluruhan, bagaimana dinamakan dengan kata Islam dan penemaan pengikut Islam yaitu Muslim. Shalawat serta salamnya Allah atas Nabi kita, keluarganya, dan para sahabatnya, dan Allah SWT. yang paling tinggi dan paling mengetahui.
 
Maksud & Rukun Islam Sebenar

RUJUK SINI:

STEP MENGAMALKAN QURAN


Matlamat: Mengamalkan keseluruhan perintah dan larangan di dalam al-Quran dalam tempoh 10-30 tahun

Tiada satu sebab pun Allah akan menyalahkan kita jika segala perintah/laranganNya telah kita patuh mengikut "bidang kuasa" manusia, dan dari sumbernya yang sebenar!

2.286 : Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya.

Itulah ayat-ayat keterangan Allah
kami bacakan dia kepadamu dengan benar
Dan Allah tidak berkehendak melakukan kezaliman kepada sekalian makhlukNya
3.108​

. . . . . .

Komen tentang pemalsuan hadis di atas.. RUJUK SINI DAN SINI


Kenapa Mengutamakan Al-Quran Sebagai Alat Penyatuan Kaum?

Dan (katakanlah wahai Muhammad kepada pengikut-pengikutmu):
Apa jua perkara ugama yang kamu berselisihan padanya
maka hukum pemutusnya terserah kepada Allah
Hakim yang demikian kekuasaanNya ialah Allah Tuhanku
kepadaNyalah aku berserah diri dan kepadaNyalah aku rujuk kembali (dalam segala keadaan)”​
[Asy-Syura:10]

Katakanlah (wahai Muhammad):
“Wahai sekalian manusia!
Telah datang kepada kamu kebenaran (Al-Quran) dari Tuhan kamu
Oleh itu sesiapa yang mendapat hidayah petunjuk (beriman kepadanya)
maka faedah hidayah petunjuk itu terpulang kepada dirinya sendiri
dan sesiapa yang sesat (mengingkarinya) maka bahaya kesesatannya itu tertimpa ke atas dirinya sendiri
dan aku pula bukanlah menjadi wakil yang menguruskan soal kamu”.
Dan turutlah apa yang diwahyukan kepadamu

serta bersabarlah sehingga Allah menghukum, kerana Dia lah sebaik-baik Hakim.​
[Yunus:108-109]



Maksud Islam

Perkataan Islam merupakan kata nama kerjaan berasal daripada kata akar tiga konsonan s-l-m
dan diterbitkan dari kata kerja bahasa Arab Aslama
yang bermaksud "untuk merelakan, menyerah atau tunduk (kepada Tuhan)."

Satu lagi perkataan yang diterbitkan daripada akar yang sama ialah salam (سلام) yang bermaksud 'sejahtera'
Dengan demikian, Islam bermaksud penyerahan dan penundukan kepada Allah
dan Muslim harus menunjukkan ini dengan menyembah-Nya, menurut perintah-Nya, dan mengelakkan syirik

Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang awal pertama berserah diri bulat-bulat (kepada Allah)
[Az-Zumar:12]
Dan sesiapa yang berserah diri bulat-bulat kepada (ayat-ayat) Allah
sedang ia berusaha mengerjakan kebaikan
maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan yang teguh
dan kepada Allah jualah kesudahan segala urusan

[Luqman:22]
Sesungguhnya Syaitan itu tidak mempunyai sebarang pengaruh
terhadap orang-orang yang beriman dan yang berserah bulat-bulat kepada (ayat-ayat) Tuhan mereka

[Al-Nahl:99]

Tidak ada yang membantah mengenai ayat-ayat Allah melainkan orang-orang yang kafir
[Ghaffir:4]



Rukun Islam Sebenar

Garis Perbezaan Di Antara Islam dan Kafir (RUJUK SINI UNTUK TUJUANNYA)

Kafir (Bantah) --> Islam (Taat) --> Mukmin --> Beriman --> Kekasih

attachment.php




attachment.php

Rukun Islam sebenar ialah berserah bulat-bulat kepada ayat-ayat Allah, iaitu daripada maksud Islam itu sendiri... dan bukan seperti Rukun Islam yang kita kenal hari ini... Ini kerana seseorang itu tetap juga boleh menjadi kafir walaupun melaksanakan semua rukun pada hari ini, iaitu bersyahadah, solat, puasa, zakat dan mengerjakan haji. Malahan mana-mana orang kafir dari agama lain juga dapat melakukan kesemua rukun itu. Maka itu Rukun Islam yang sebenar ialah, "Kami dengar, kami taat," iaitu berserah bulat-bulat kepada ayat-ayat Allah. Inilah Rukun Islam yang sebenar.


“Kami dengar dan kami taat”
[al-Baqarah:285]

Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang awal pertama berserah diri bulat-bulat (kepada Allah)
[Az-Zumar:12]

Katakanlah:
“Sesungguhnya aku telah diberikan petunjuk hidayah oleh Tuhanku ke jalan yang betul lurus
(kepada) ugama yang tetap teguh
iaitu ugama Nabi Ibrahim yang ikhlas
dan tiadalah ia dari orang-orang musyrik”.​
Katakanlah:
“Sesungguhnya sembahyangku dan ibadatku, hidupku dan matiku
hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.​
[Al-An’am:161-162]



Definisi orang kafir

Kafir (bahasa Arab كافر kāfir; plural كفّار kuffār) secara harfiah bermaksud orang yang menyembunyikan atau mengingkari kebenaran. Dalam terminologi kultural perkataan ini digunakan dalam agama Islam untuk merujuk kepada orang-orang yang mengingkari nikmat Tuhan (Allah) (sebagai lawan dari kata syakir, yang bermaksud orang yang bersyukur). Kafir berasal dari perkataan kufur yang bermaksud ingkar atau menolak.

“Kami dengar, dan kami menderhaka”
[al-Baqarah:93]
Tidak ada yang membantah mengenai ayat-ayat Allah melainkan orang-orang yang kafir
[Ghaffir:4]
Dan ketika kami berfirman kepada malaikat:
“Tunduklah kepada Nabi Adam”​
Lalu mereka sekaliannya tunduk memberi hormat melainkan Iblis, ia enggan dan takbur
dan menjadilah ia dari golongan yang kafir

[al-Baqarah:34]


Jangan mencari agama selain agama Islam (Taat)

Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam
[Al-i-’Imran:19]

Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu ugama kamu
dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu
dan Aku telah redakan Islam itu menjadi ugama untuk kamu

[Al-Maidah:3]

Dan sesiapa yang mencari ugama selain ugama Islam
maka tidak akan diterima daripadanya
dan ia pada hari akhirat kelak dari orang-orang yang rugi

[Al-i-’Imran:85]

Dan tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan perkara dusta terhadap Allah
sedang ia diajak kepada memeluk Islam
dan Allah tidak memberi hidayah petunjuk kepada orang-orang yang zalim

[As-Saff:7]

Patuh... semua ini telah pun menjadi ketetapan dan tidak akan berubah

Sambil bersikap sombong takbur di muka bumi
dan berusaha merancangkan rancangan-rancangan jahat
sedang rancangan yang jahat itu tidak menimpa melainkan orang yang menjalankannya
tidak ada yang mereka tunggu selain daripada berlakunya kebinasaan menimpa mereka
(sebagaimana) orang-orang kafir yang telah lalu
Kerana engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang perubahan bagi ”Sunnatullah”
dan engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang penukaran bagi perjalanan ”Sunnatullah” itu.

[Fatir:43]

kategori+iman.png
 

Attachments

Last edited:
Puak Kanan - Patuh Ayat Allah


Dan kamu pula menjadi tiga puak (yang berlainan keadaannya);
Iaitu puak pihak kanan; alangkah bahagianya keadaan puak pihak kanan itu?
Dan puak pihak kiri; alangkah seksanya keadaan puak pihak kiri itu?
Dan orang-orang yang telah mendahului, yang akan mendahului
Mereka itulah orang-orang yang didampingkan (di sisi Allah)

[Al-Waqi’ah:7-11]

attachment.php

Group Kanan - Patuh Ayat Allah

Definisi orang Islam

Orang-orang ” A’raab” berkata:
” Kami telah beriman”.​
Katakanlah (wahai Muhammad):
“Kamu belum beriman
tetapi sementara iman belum lagi meresap masuk ke dalam hati kamu berkatalah sahaja:
`Kami telah Islam ‘.

Dan (ingatlah), jika kamu taat kepada Allah RasulNya
Allah tidak akan mengurangkan sedikitpun dari pahala amal-amal kamu
kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani”..."

Sesungguhnya orang-orang yang sebenar-benarnya beriman
hanyalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan RasulNya
kemudian mereka tidak ragu-ragu lagi
serta mereka berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka pada jalan Allah
mereka itulah orang-orang yang benar (pengakuan imannya)​

Katakanlah (kepada orang-orang “A’raab” itu wahai Muhammad):
“Patutkah kamu hendak memberitahu kepada Allah tentang ugama kamu (dengan berkata: ` kami telah beriman ‘)?
Padahal Allah mengetahui segala yang ada di langit dan yang ada di bumi
dan Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu”.​

Mereka mengira dirinya berbudi kepadamu dengan sebab mereka telah Islam (tidak melawan dan tidak menentang)

Katakanlah (kepada mereka):
“Janganlah kamu mengira keislaman kamu itu sebagai budi kepadaku
bahkan Allah jualah yang berhak membangkit-bangkitkan budiNya kepada kamu
kerana Dia lah yang memimpin kamu kepada iman (yang kamu dakwakan itu)
kalau betul kamu orang-orang yang benar (pengakuan imannya​
(Al-Hujurat.14-17)

“Wahai Tuhan kami!
Jadikanlah kami berdua: Orang-orang Islam (yang berserah diri) kepadaMu
dan jadikanlah daripada keturunan kami: Umat Islam (yang berserah diri) kepadamu
dan tunjukkanlah kepada kami syariat
dan cara-cara ibadat kami
dan terimalah taubat kami
sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima taubat, lagi Maha Mengasihani

[al-Baqarah: 128]


Definisi orang beriman
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu ialah
1. mereka yang apabila disebut nama Allah gementarlah hati mereka
2. dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menjadikan mereka bertambah iman
3. dan kepada Tuhan mereka jualah mereka berserah.

(Al-Anfal:2)

Sesungguhnya orang-orang yang sebenar-benarnya beriman
1. hanyalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan RasulNya
2. kemudian mereka tidak ragu-ragu lagi
3. serta mereka berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka pada jalan Allah
mereka itulah orang-orang yang benar (pengakuan imannya)

(Al-Hujurat.15)



Golongan memperbaiki amal

Golongan yang tidak bantah ayat-ayat Allah tetapi berusaha mempelajari ayat-ayat Allah dan memperbaiki amal mereka.

Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak ugama Kami
sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami
dan sesungguhnya Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya

[Al-’Ankabut:69]

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa
dan orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya

Al-Nahl:128

Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu serta memperbaiki amalannya
maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani

An-Nur:5

Maka sesiapa yang bertaubat sesudah ia melakukan kejahatan itu dan memperbaiki amal usahanya
sesungguhnya Allah menerima taubatnya; kerana Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani

Al-Maidah:39

Tidak ada dosa
bagi orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang soleh pada apa yang telah mereka makan dahulu
apabila mereka bertaqwa dan beriman serta mengerjakan amal yang soleh
kemudian mereka tetap bertaqwa dan beriman
kemudian mereka tetap bertaqwa dan berbuat kebajikan
kerana Allah mengasihi orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya

Al-Maidah:93

Kecuali orang-orang yang bertaubat dan memperbaiki amalan mereka
dan mereka pula berpegang teguh kepada (ugama) Allah
serta mengerjakan ugama mereka dengan ikhlas kerana Allah
maka mereka yang demikian itu ditempatkan bersama-sama orang-orang yang beriman (di dalam Syurga)
dan Allah akan memberikan orang-orang yang beriman itu pahala yang amat besar

An-Nisaa:146

Wahai anak-anak Adam! Jika datang kepada kamu Rasul-rasul dari kalangan kamu
yang menceritakan kepada kamu ayat-ayat Ku
maka sesiapa yang bertaqwa dan memperbaiki amalnya
tidak ada kebimbangan terhadap mereka
dan mereka pula tidak akan berdukacita

Al-A’raf:35

Dan janganlah kamu berbuat kerosakan di bumi
sesudah Allah menyediakan segala yang membawa kebaikan padanya
dan berdoalah kepadaNya dengan perasaan bimbang (kalaukalau tidak diterima)
dan juga dengan perasaan terlalu mengharapkan (supaya makbul)
Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang memperbaiki amalannya

Yusuf:56

Orang-orang yang lemah dan orang-orang yang sakit
dan juga orang-orang yang tidak mempunyai sesuatu yang akan dibelanjakan
tidaklah menanggung dosa apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan RasulNya
Tidak ada jalan sedikitpun bagi menyalahkan orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya
dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani

At-Taubah:91

Sesungguhnya Allah tidak menghilangkan pahala orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya
At-Taubah:120

Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu terhadap orang-orang yang melakukan kejahatan dengan sebab kejahilan
kemudian mereka bertaubat sesudah itu serta memperbaiki amalannya
sesungguhnya Tuhanmu sesudah (mereka bertaubat) itu, adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani

Al-Nahl:119


Definisi orang Mukmin

Demikianlah dan sesiapa yang mengagungkan (atau melaksanakan) Syiar-syiar ugama Allah
maka kerana sesungguhnya perbuatan itu satu kesan dari sifat-sifat taqwa hati orang mukmin

[Al-Hajj:32]

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh
mereka itulah sebaik-baik makhluk

[al-Bayyinah: 7]


Definisi Wali Allah

Ketahuilah! Sesungguhnya wali-wali Allah
tidak ada kebimbangan terhadap mereka
dan mereka pula tidak akan berdukacita

(Wali-wali Allah itu ialah) orang-orang yang beriman serta mereka pula sentiasa bertaqwa
Untuk mereka sahajalah kebahagiaan yang mengembirakan di dunia dan di akhirat
tidak ada sebarang perubahan pada janji-janji Allah yang demikian itulah kejayaan yang besar

[Yunus:62-64]
 

Attachments

Last edited:
Puak Kiri - Bantah Ayat Allah

Group Kiri - Bantah Ayat Allah


Definisi orang fasik

Fasiq/Fasik (Bahasa Arab: فاسق‎) berasal dari akar kata fasaqa-yafsiqu/yafsuqu-fisqan-fusûqan.

Secara etimologis (bahasa), dalam ungkapan Arab
fasiq maknanya adalah keluar dari sesuatu atau keluar/menyimpang dari perintah, keluar dari kebenaran
Kerana itu, fasiq kadang-kadang bererti syirik (kafir musyrik atau kafir munafik)
dan kadang-kadang bererti berbuat dosa (fajir).

Orang fasik ialah...

orang-orang yang merombak (mencabuli) perjanjian Allah SESUDAH DIPERTEGUHKANNYA
dan memutuskan perkara yang disuruh Allah supaya diperhubungkan
dan mereka pula membuat kerosakan dan bencana di muka bumi
Mereka itu ialah orang-orang yang rugi

[Al-Baqarah ayat 27]

"merombak (mencabuli) perjanjian" iaitu memasuki Islam itu ialah perjanjian, untuk taat dan berserah bulat-bulat kepaday ayat-ayat Allah...

"sesudah diperteguhkannya" .. iaitu mereka tidak "beriktikad" untuk membantah ayat-ayat Allah
tetapi orang yang suka berbuat dosa dan kejahatan serta derhaka kepada Allah SWT
mereka tidak memperbaiki amal mereka dan gagal mematuhi perintah dan larangan Allah
mereka mencabuli "perjanjian keIslaman" mereka.. iaitu untuk taat dan berserah bulat-bulat kepada ayat Allah

Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang telah melupakan (perintah-perintah) Allah
lalu Allah menjadikan mereka melupakan (amal-amal yang baik untuk menyelamatkan) diri mereka
Mereka itulah orang-orang yang fasik – derhaka

[al-Hasyr:19]

Dan barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan oleh Allah
maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik

[al-Maidah: 47]

Dan adapun orang-orang yang fasik
maka tempat kediaman mereka adalah neraka

[as-Sajdah:20]

golongan yang melakukan penderhakaan yang berat akan dikategorikan sebagai kafir munafik atau musyrik..
mereka ini kekal selama-lamanya di dalam neraka...
(Orang-orang manufik itu) sama sahaja engkau meminta ampun untuk mereka atau engkau tidak meminta ampun bagi mereka
Jika engkau (wahai Muhammad) meminta ampun bagi mereka tujuh puluh kali (sekalipun)
maka Allah tidak sekali-kali mengampunkan mereka

yang demikian itu, kerana mereka telah kufur kepada Allah dan RasulNya
dan Allah tidak akan memberi hidayah petunjuk kepada kaum yang fasik.

at-Taubah:80


Definisi orang munafik

Munafik - bantah ayat-ayat Allah secara sembunyi-sembunyi
Musyrik - bantah ayat-ayat Allah secara terang-terangan (rujuk sini)

orang munafik sebenarnya orang kafir

Apabila orang munafik datang kepadamu, mereka berkata:
Kami mengakui bahawa sesungguhnya engkau sebenar-benarnya Rasul Allah​
Dan Allah sememangnya mengetahui bahawa engkau ialah Rasul-Nya
serta Allah menyaksikan bahawa sesungguhnya pengakuan mereka adalah dusta
Mereka menjadikan sumpah sebagai perisai
lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah
Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka kerjakan
Yang demikian kerana mereka mengaku beriman kemudian mereka menjadi kafir
maka dimeteraikan atas hati mereka; lalu mereka tidak dapat memahami

[Al Munafiquun:1-3]

see? mereka sebenarnya orang kafir, tetapi menjadikan "perjanjian keIslaman" mereka sebagai perisai
untuk perlindungan atau kehormatan diri mereka.. etc

Dan di antara manusia ada yang berkata:
“Kami telah beriman kepada Allah dan kepada hari akhirat”​
padahal mereka sebenarnya tidak beriman (iaitu orang kafir)

[al-Baqarah:8]

Dan di antara manusia ada yang berkata:
“Kami telah beriman kepada Allah dan kepada hari akhirat”​
padahal mereka sebenarnya tidak beriman.
Mereka hendak memperdayakan Allah dan orang-orang yang beriman
padahal mereka hanya memperdaya dirinya sendiri
sedang mereka tidak menyedarinya.
Dalam hati mereka terdapat penyakit
maka Allah tambahkan lagi penyakit itu kepada mereka
dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya
dengan sebab mereka berdusta
Dan apabila dikatakan kepada mereka:
“Janganlah kamu membuat bencana dan kerosakan di muka bumi”​
mereka menjawab:
”Sesungguhnya kami orang-orang yang hanya membuat kebaikan”.​
Ketahuilah! Bahawa sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang sebenar-benarnya membuat bencana dan kerosakan
tetapi mereka tidak menyedarinya.
Dan apabila dikatakan kepada mereka:
“Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang itu telah beriman”​
Mereka menjawab:
“Patutkah kami ini beriman sebagaimana berimannya orang-orang bod0h itu?”​
Ketahuilah! Sesungguhnya merekalah orang-orang yang bod0h, tetapi mereka tidak mengetahui
Dan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata:
”Kami telah beriman“​
dan manakala mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka berkata pula:
”Sesungguhnya kami tetap bersama kamu, sebenarnya kami hanya memperolok-olok”​
Allah memperolok-olok, dan membiarkan mereka meraba-raba dalam kesesatan mereka

[al-Baqarah:8-9]

Sesungguhnya orang-orang munafik itu ditempatkan pada tingkatan yang terkebawah sekali dari neraka
Dan engkau tidak sekali-kali akan mendapat sesiapa pun yang boleh menolong mereka

[An-Nisaa:145]



Definisi orang musyrik

RUJUK SINI DAN SINI

Dan demi sesungguhnya! Jika engkau bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu:
“Siapakah yang mencipta langit dan bumi?”​
Sudah tentu mereka akan menjawab:
“Allah”.​
Katakanlah (kepada mereka):
“Kalau demikian, bagaimana fikiran kamu tentang yang kamu sembah (puja, patuh, turuti) yang lain dari Allah itu?​
az-Zumar:39

Musyrik adalah satu istilah dalam agama Islam, yang merujuk khusus kepada orang-orang yang melakukan perbuatan syirik seperti menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain secara berterang-terangan. Orang yang menyembah syaitan termasuk dalam kelompok orang musyrik.

Bagaimanapun, orang musrik berbeza dengan orang murtad, dari segi mereka masih mengaku Islam, walaupun melakukan perkara yang jelas bertentangan dangan ajaran Islam. Mereka yang berpura-pura mengikut Islam tetapi berlainan dalam hati, seperti bertindak melakukan perkara yang berbeza secara bersembunyi, di belakang pandangan umum dikenali sebagai munafik

Dalam ajaran Islam, balasan kepada orang musyrik ialah neraka jahanam.

maka hadapkanlah dirimu ke arah ugama yang jauh dari kesesatan
ugama Allah, iaitu ugama yang Allah menciptakan manusia untuk menerimanya
tidaklah patut ada sebarang perubahan pada ciptaan (agama) Allah itu
itulah ugama yang betul lurus
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Hendaklah kamu sentiasa rujuk kembali kepada Allah
serta bertaqwalah kamu kepadaNya
dan kerjakanlah sembahyang dengan betul sempurna

dan janganlah kamu menjadi dari mana-mana golongan orang musyrik
Iaitu orang-orang yang menjadikan fahaman ugama mereka berselisihan mengikut kecenderungan masing-masing
serta mereka pula menjadi berpuak-puak
tiap-tiap puak bergembira dengan apa yang ada padanya

[Ar-Rum:30-32]

ayat Allah di bawah paling jelas menerangkan konsep tergolong sebagai orang musyrik...
ayat yang tepat, padat dan terperinci..

Tidak ada yang membantah mengenai ayat-ayat Allah melainkan orang-orang yang kafir
[Ghaffir:4]

Dan JANGANLAH kamu makan dari yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya
kerana sesungguhnya yang sedemikian itu adalah perbuatan fasik (berdosa)

dan sesungguhnya Syaitan-syaitan itu membisikkan kepada pengikut-pengikutnya
supaya mereka membantah kamu
dan jika kamu menurut hasutan mereka (untuk menghalalkan yang haram itu)
sesungguhnya kamu tetap menjadi orang-orang musyrik

[al-An'am:121]

"kamu tetap menjadi orang-orang musyrik" merujuk kepada Rasulullah SAW...
kalaulah Rasulullah SAW termakan hasutan dan "BANTAH" (iaitu membantah ayat larangan "JANGANLAH")
Rasulullah SAW sendiri pun tak akan selamat...
dan Rasulullah SAW sendiri akan "tetap" tergolong menjadi orang musyrik
iaitu orang Islam yang membantah ayat-ayat Allah...
ini baru sahaja berkaitan "BANTAHAN" ke atas isu sembelihan, iaitu isu yang boleh di anggap kecil
belum lagi melibatkan "BANTAHAN" bagi isu yang besar dan mengubah maksud ayat-ayat Allah

Kalau dah sampai tahap macam tu..
Kita macam mana pula?
Adakah kita lagi special dan mulia daripada Rasulullah SAW?
Adakah kita tak menjadi orang musyrik?




Definisi Pewaris Ahli Kitab

RUJUK SINI

Kecelakaan besar bagi orang-orang yang menulis Kitab dengan tangan mereka
(lalu mengubah Kalam Allah dengan rekaan-rekaan mereka)
kemudian mereka berkata:
“Ini ialah dari sisi Allah”​
supaya mereka dengan perbuatan itu dapat membeli keuntungan dunia yang sedikit
Maka kecelakaan besar bagi mereka disebabkan apa yang ditulis oleh tangan mereka
dan kecelakaan besar bagi mereka dari apa yang mereka usahakan itu

[al-Baqarah:79]

Katakanlah (kepada kaum yang mengada-adakan sesuatu hukum):
“Sudahkah kamu nampak baik-buruknya sesuatu yang diturunkan Allah untuk manfaat kamu itu
sehingga dapat kamu jadikan sebahagian daripadanya haram dan sebahagian lagi halal?”​

Katakanlah lagi:
“Adakah Allah izinkan bagi kamu berbuat demikian
atau kamu hanya mengada-adakan secara dusta terhadap Allah?”
[Yunus:59]

Bahkan mereka pula terburu-buru mendustakan Al-Quran
yang fahaman mereka tidak dapat meliputi segala isi pengetahuannya
dan belum datang kepada mereka kenyataan yang menjelaskan kebenarannya

Demikianlah juga orang-orang sebelum mereka mendustakan (Kitab-kitab Allah yang diturunkan kpd mereka)
Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu

[Yunus:39]

Apa sudah jadi kepada akal kamu ?
Bagaimana kamu menetapkan hukum ?
Adakah kamu mempunyai sesebuah Kitab yang kamu baca dan pelajari ?
Bahawa di dalam Kitab itu membolehkan kamu mendapat apa sahaja yang kamu pilih ?

[Al-Qalam:36-38]

RUJUK SINI dan SINI

Dan janganlah kamu berdusta dengan sebab apa yang disifatkan oleh lidah kamu:
“Ini halal dan ini haram”

untuk mengada-adakan sesuatu yang dusta terhadap Allah
sesungguhnya orang-orang yang berdusta terhadap Allah tidak akan berjaya

[Al-Nahl:116]

Dan sesungguhnya, di antara mereka
ada yang memutar-mutar lidahnya semasa membaca Kitab (dengan mengubah maknanya)
supaya kamu menyangkanya sebahagian dari Kitab
padahal ia bukanlah dari Kitab itu

Dan mereka pula berkata:
“ia adalah dari sisi Allah”​
padahal ia bukanlah dari sisi Allah

dan mereka pula tergamak berkata dusta terhadap Allah
sedang mereka mengetahui (bahawa mereka adalah berdusta).

[Ali-’Imran:78]

Katakanlah:
“Wahai Ahli Kitab!
Mengapa kamu menghalangi orang-orang yang beriman daripada menurut jalan jalan (ugama Islam)
kamu hendak menjadikan jalan Allah itu bengkok terpesong
padahal kamu menyaksikan (kebenarannya)?

“Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali lalai akan apa yang kamu lakukan.​

Wahai orang-orang yang beriman!
Jika kamu taat akan sesuatu puak dari orang-orang yang diberikan Kitab itu
nescaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang-orang kafir sesudah kamu beriman

Dan bagaimana kamu akan menjadi kafir padahal kepada kamu dibacakan ayat-ayat Allah (Al-Quran)
dan dalam kalangan kamu ada RasulNya (Muhammad, s.a.w)?
Dan sesiapa berpegang teguh kepada Allah
maka sesungguhnya ia telah beroleh petunjuk hidayah ke jalan yang betul (lurus).

Wahai orang-orang yang beriman!
Bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa
dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam

Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah
dan janganlah kamu bercerai-berai

dan kenanglah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu bermusuh-musuhan (semasa jahiliyah dahulu)
lalu Allah menyatukan di antara hati kamu
maka menjadilah kamu dengan nikmat Allah itu orang-orang Islam yang bersaudara
Dan kamu dahulu telah berada di tepi jurang neraka (disebabkan kekufuran kamu semasa jahiliyah)
lalu Allah selamatkan kamu dari neraka itu
Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu ayat-ayat keteranganNya, supaya kamu mendapat petunjuk hidayahNya.

Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan
dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik
serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji)
Dan mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang berjaya.

Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (Yahudi dan Nasrani)
yang telah berceri-berai dan berselisihan (dalam ugama mereka)
sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas nyata

Dan mereka yang bersifat demikian, akan beroleh azab seksa yang besar.

(Ingatlah akan) hari (kiamat yang padanya) ada muka (orang-orang) menjadi putih berseri
dan ada muka (orang-orang) menjadi hitam legam
Adapun orang-orang yang telah hitam legam mukanya
(mereka akan ditanya secara menempelak): “Patutkah kamu kufur ingkar sesudah kamu beriman?
Oleh itu rasalah azab seksa neraka disebabkan kekufuran kamu itu”.

Adapun orang-orang yang telah putih berseri mukanya
maka mereka berada dalam limpah rahmat Allah (Syurga)
mereka kekal di dalamnya.

Itulah ayat-ayat keterangan Allah
kami bacakan dia kepadamu dengan benar
Dan (ingatlah), Allah tidak berkehendak melakukan kezaliman kepada sekalian makhlukNya

Dan bagi Allah jualah hak milik segala yang ada di langit dan yang ada di bumi
dan kepada Allah jualah dikembalikan segala urusan.
[Al-i-’Imran:99-109]

padahal sesungguhnya telah ada satu puak dari mereka yang mendengar Kalam Allah
kemudian mereka mengubah
dan memutarkan maksudnya
sesudah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui (bahawa perbuatan itu salah)?

[Al-Baqarah:75]

Pertanyaan Allah kepada Pendusta Agama..

Patutkah Kami menjadikan orang-orang Islam (taat)
sama seperti orang-orang yang berdosa (ingkar)?


Apa sudah jadi kepada akal kamu?
Bagaimana kamu menetapkan hukum?
Adakah kamu mempunyai sesebuah Kitab yang kamu baca dan pelajari?
Bahawa di dalam Kitab itu membolehkan kamu mendapat apa sahaja yang kamu pilih?


Atau adakah kamu mendapat akuan-akuan yang ditegaskan dengan sumpah dari Kami
yang tetap hingga hari kiamat, menentukan bahawa kamu dapat mencapai apa yang kamu putuskan?
Bertanyalah kepada mereka:
“Siapakah orangnya di antara mereka yang menjamin benarnya hukum:
bahawa mereka akan mendapat di akhirat apa yang didapati oleh orang Islam?”

Atau adakah mereka mempunyai sekutu-sekutu maka hendaklah mereka membawanya
jika betul mereka orang-orang yang benar.

(Ingatkanlah orang-orang yang tidak beriman) akan masa didedahkan kedahsyatan huru-hara (hari kiamat)
dan mereka diseru supaya sujud maka mereka tidak dapat melakukannya
Sambil pandangan mereka tunduk malu
serta mereka diliputi kehinaan
dan sesungguhnya mereka dahulu telahpun diseru supaya sujud sedang mereka dalam keadaan sihat

Biarkanlah Aku sahaja dengan orang yang mendustakan keterangan Al-Quran ini
Kami akan menarik mereka sedikit demi sedikit (ke jurang kebinasaan)
dari arah yang mereka tidak mengetahuinya
Dan Aku akan melanjutkan tempoh untuk mereka
sesungguhnya rancangan sulitKu amatlah kuat kukuh (rujuk sini)

[Al-Qalam:35-45]

Apa sudah jadi kamu?
Bagaimana kamu menetapkan hukum?
Setelah ditegur, maka tidakkah kamu mahu berusaha mengingatkan?
Atau adakah kamu mempunyai sebarang bukti yang nyata?

(Kiranya ada) maka bawalah kitab kamu, jika betul kamu orang-orang yang benar

[As-Saffat:157-154]

Wahai orang-orang yang beriman
janganlah kamu ingat halal membuat sesuka hati mengenai syiar-syiar ugama Allah

[Al-Maidah:2]
 
Last edited:
Bagaimana mencari jalan yang lurus dan benar?

LANGKAH PERTAMA: JADI ISLAM

dari sini

hebat nko... skip kenal Allah terus..

padahal Islam (maksud aku taat) pun belum lagi.. :eek:


cer citer...

kalau nko masih Kafir (maksud aku bantah)..

macam mana nko boleh menjadi orang Islam (maksud aku taat)?​



DAN... kalau nko belum jadi orang Islam (maksud aku taat)..

macam mana nko boleh menjadi orang Mukmin (orang beriman)?​



DAN... kalau nko belum jadi orang Islam (maksud aku taat) DAN KEMUDIANNYA orang Mukmin (orang beriman)...

macam mana nko boleh menjadi "orang yang sebenar-benarnya beriman"?​



DAN... kalau nko belum jadi orang Islam (maksud aku taat), KEMUDIANNYA orang Mukmin (orang beriman), DAN KEMUDIANNYA menjadi "orang yang sebenar-benarnya beriman"...

macam mana nko boleh menjadi "Wali Allah"..
iaitu mereka yang sebenar-benarnya kenal Allah
?​


so.. nko tak ikut STEP? ... lebih mulia daripada Rasulullah SAW? :eek:

Kafir (Bantah) --> Islam (Taat) --> Mukmin --> Beriman --> Kekasih

kategori+iman.png


atau nko kencing tilam? :eek:


Islam (maksud aku taat) pun belum lagi terus nak lompat cerita pasal "kenal Allah" ? :eek:

nko ikut agama apa?

tak sama pun dengan apa yang al-Quran cakap?

nko buat agama sendiri ker? bwuahaha :eek:

Dan sesiapa yang mencari ugama selain ugama Islam
maka tidak akan diterima daripadanya

dan ia pada hari akhirat kelak dari orang-orang yang rugi

[Al-i-’Imran:85]


Konsep "Iman Monyet" (Cinta Monyet) & Bukti Allah Memasukkan Iman

Orang-orang ” A’raab” berkata:
” Kami telah beriman”.​
Katakanlah (wahai Muhammad):
“Kamu belum beriman
tetapi sementara iman belum lagi meresap masuk ke dalam hati kamu
berkatalah sahaja: `Kami telah Islam ‘.

Dan (ingatlah), jika kamu taat kepada Allah RasulNya
Allah tidak akan mengurangkan sedikitpun dari pahala amal-amal kamu
kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani”..."

Sesungguhnya orang-orang yang sebenar-benarnya beriman
hanyalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan RasulNya
kemudian mereka tidak ragu-ragu lagi
serta mereka berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka pada jalan Allah
mereka itulah orang-orang yang benar (pengakuan imannya)​

Katakanlah (kepada orang-orang “A’raab” itu wahai Muhammad):
“Patutkah kamu hendak memberitahu kepada Allah tentang ugama kamu (dengan berkata: ` kami telah beriman ‘)?
Padahal Allah mengetahui segala yang ada di langit dan yang ada di bumi
dan Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu”.​

Mereka mengira dirinya berbudi kepadamu dengan sebab mereka telah Islam (tidak melawan dan tidak menentang)

Katakanlah (kepada mereka):
“Janganlah kamu mengira keislaman kamu itu sebagai budi kepadaku
bahkan Allah jualah yang berhak membangkit-bangkitkan budiNya kepada kamu
kerana Dia lah yang memimpin kamu kepada iman (yang kamu dakwakan itu)
kalau betul kamu orang-orang yang benar (pengakuan imannya)​
(Al-Hujurat.14-17)

see? iman itu belum lagi meresap ke hati pada orang Islam...
dan Allah yang memimpin manusia kepada iman
oleh itu, iman pada tahap sebelum menjadi Islam (maksud berjaya patuh dan tidak bantah larangan Allah)
adalah sebenarnya "iman monyet" semata-mata...
sepertimana "cinta monyet" :))

ini kerana orang munafik dan musyrik itu adalah "orang tidak beriman" (iaitu bukan orang Islam)
dan masih berstatus orang "kafir" (maksud aku bantah larangan Allah)

Dan di antara manusia ada yang berkata:
“Kami telah beriman kepada Allah dan kepada hari akhirat”
padahal mereka sebenarnya tidak beriman (iaitu orang kafir)

[al-Baqarah:8]


(Dengan pertanyaan-pertanyaan itu)
maka mereka (yang musyrik) tetap akan menjawab (mengakui) dengan berkata:
“Allah jualah yang menguasai segala-galanya!​

“Oleh itu, katakanlah:
“(Jika kamu mengakui yang demikian)
maka mengapa kamu tidak mahu bertaqwa? (iaitu kafir)

[Yunus:31]


LANGKAH KEDUA: BERSIHKAN DIRI

kunci memahami dan mengambil manfaat daripada al-Quran

Bahawa sesungguhnya itu ialah Al-Quran yang mulia
Yang tersimpan dalam Kitab yang CUKUP TERPELIHARA
Yang TIDAK DISENTUH melainkan oleh makhluk-makhluk yang DIAKUI bersih suci

[Al-Waqi’ah:77-79]

(tafsiran diputarbelitkan ulama ialah kena ada wudhuk...adoih, aper ni? :)) )



apa itu bersih?

Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari sebarang syirik
[As-Saffat:40]

Dengan yang demikian, bagaimana fikiranmu
terhadap orang yang menjadikan hawa nafsunya: tuhan yang dipatuhinya

[Al-Jathiyah:23]



apa itu kekotoran?

Wahai orang-orang yang beriman!
Sesungguhnya (kepercayaan) orang-orang kafir musyrik itu najis

[At-Taubah:28]

curtail.JPG



so.. selagi diri "tak bersih daripada segala bentuk syirik"

mustahil seseorang itu dapat memahami dan mengambil manfaat sebenar al-Quran...

fahaman mereka pasti berselisih dengan semua ayat-ayat Allah...

itulah Sunnatullah atau ketetapan Allah yang tidak akan berubah

Kerana engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang perubahan bagi ” Sunnatullah ”
dan engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang penukaran bagi perjalanan ” Sunnatullah ” itu.

[Fatir:43]

“Sunnatullah” yang telah berlaku semenjak dahulu lagi
dan engkau tidak akan mendapati sebarang perubahan bagi cara dan peraturan Allah itu

[Al-Fath:23]

Yang demikian adalah menurut “Sunnatullah”
dan engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang perubahan bagi “Sunnatullah” itu

[Al-Ahzab:62]



kesan akhir ialah mereka tidak akan menemui jalan yang benar

Mereka pekak, bisu dan buta; dengan keadaan itu mereka tidak dapat kembali (kepada kebenaran)
[al-Baqarah:18]



kerana apa semua ni terjadi?

ini kerana al-Quran itu adalah "CUKUP TERPELIHARA"

iaitu "maksud dan manfaat sebenar dari al-Quran" itu adalah cukup terpelihara...

"TIDAK DISENTUH" ...

iaitu maksud ayat al-Quran "TIDAK DIFAHAMI" oleh orang yang amalan mereka kotor dengan najis syirik..

mereka tidak dapat memahami ayat al-Quran mengikut perspektif sebenar

mereka akan melihat ayat Allah adalah lemah dan cacat, serta memerlukan kitab-kitab tambahan...

memerlukan "kitab manusia" untuk melengkapkan "Kitab Tuhan Sekalian Alam" .. "Tuhan Maha Pencipta, Maha Bijaksana" :))

Sebenarnya! (Ayat-ayat Kami itu tidak ada cacatnya)
bahkan mata hati mereka telah diselaputi kekotoran

dengan sebab yang mereka kerjakan.

[Al-Mutaffifeen:14]

contoh .. Allah kata al-Quran itu mudah difahami dan ambil pengajaran...

Dan demi sesungguhnya!
Kami telah mudahkan Al-Quran untuk menjadi peringatan dan pengajaran
maka adakah sesiapa yang mahu mengambil peringatan dan pelajaran?

[17, 22, 32, 40:Al-Qamar] <--- ayat sama berulang 4x

orang yang tidak dibersihkan daripada segala bentuk syirik tidak akan dapat memahami dan beriman dengan ayat di atas ...

dan akhirnya... akan mencari solution ke arah kitab selain al-Quran dan manusia pendusta dan kafir..

padahal mereka sepatutnya bertindak menyucikan dirinya daripada syirik dan faham mengikut ayat tu sendiri....

Tidakkah cukup bagi mereka bahawa Kami telah menurunkan kepadamu Al-Quran yang dibacakan kepada mereka?
[Al-’Ankabut: 51]

oleh itu mustahil mereka akan tergolong dalam "golongan yang beriman dengan ayat Allah"

dan mereka menjadi semakin jauh menyekutukan Allah..

so.. kena selalu membersihkan fahaman dan amalan kita daripada "najis syirik"...

baca tambahan



LANGKAH SETERUSNYA

Hanya kepada Engkau kami mengabdikan diri
dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan
Tunjukilah kami jalan yang lurus

[al-Fatihah: 4-6]

see? "mengabdikan diri" dahulu, dan bukannya pohon pertolongan dahulu..

pertolongan yang bagaimana paling utama?

pertolongan kepada "jalan yang lurus"

oleh itu, simple jer.. "mengabdikan diri"... "patuh" .. iaitu jadi orang "Islam"

"Kami dengar, kami patuh"...

bukan

"Kami dengar, kami menderhaka"

hidayah kepada "jalan yang lurus" adalah hanya kepada
orang yang bersedia untuk beriman dengan ayat-ayat Allah dan patuh menurut perintah

Dan engkau TIDAK AKAN DAPAT MEMBERI PETUNJUK
kepada orang-orang yang buta supaya menjauhi kesesatan mereka
engkau tidak dapat memperdengarkan
MELAINKAN kepada orang-orang yang sedia beriman akan ayat-ayat keterangan Kami
KERANA mereka orang-orang yang menurut perintah

[ar-Rum:53]

taat kepada ayat-ayat Allah adalah amalan yang paling teguh dalam beragama

tiada lagi amalan-amalan yang boleh menjadi lebih teguh daripada amalan ini

Dan sesiapa yang berserah diri bulat-bulat kepada (ayat-ayat) Allah
sedang ia berusaha mengerjakan kebaikan
maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali ugama) yang teguh
dan kepada Allah jualah kesudahan segala urusan

[Luqman:22]

bahkan sesiapa yang menyerahkan dirinya (bulat-bulat) kepada (ayat-ayat) Allah
sedang ia pula berusaha supaya baik amalannya
maka ia akan beroleh pahalanya di sisi Tuhannya
dan tidaklah ada kebimbangan terhadap mereka
dan mereka pula tidak akan berdukacita
.

[Al-Baqarah:112]

Sesungguhnya Syaitan itu tidak mempunyai sebarang pengaruh
terhadap orang-orang yang beriman dan yang berserah bulat-bulat kepada (perintah, ayat-ayat) Tuhan mereka

[Al-Nahl:99]

dan jangan sesekali membantah ayat-ayat Allah, sia-sia segala amal dan seluruh kehidupan.. (RUJUK SINI)

Tidak ada yang membantah mengenai ayat-ayat Allah melainkan orang-orang yang kafir
[Ghaffir:4]

kita akan disesatkan tanpa disedari dan tidak lagi dapat kembali...

Biarkanlah Aku sahaja dengan orang yang mendustakan keterangan Al-Quran ini
Kami akan menarik mereka sedikit demi sedikit (ke jurang kebinasaan)
dari arah yang mereka tidak mengetahuinya.
Dan Aku akan melanjutkan tempoh untuk mereka
sesungguhnya rancangan sulitKu amatlah kuat kukuh.

[al-Qalam:44-45]

maksud "sesungguhnya rancangan sulitKu amatlah kuat kukuh" (RUJUK SINI)

Aku akan memalingkan (hati) orang-orang yang sombong takbur di muka bumi
dengan tiada alasan yang benar dari ayat-ayatKu

dan mereka jika mereka melihat sebarang keterangan
mereka tidak beriman kepadanya
dan jika mereka melihat jalan yang hidayah petunjuk
mereka tidak mengambilnya sebagai jalan yang dilalui
Dan sebaliknya jika mereka melihat jalan kesesatan
mereka terus mengambilnya sebagai jalan yang dilalui
Yang demikian itu, kerana mereka mendustakan ayat-ayat Kami
dan mereka sentiasa lalai daripadanya.

[Al-A’raf:146]

mustahil orang yang bantah Allah boleh menjadikan al-Quran sebagai panduan

Di antara bentuk-bentuk ujian Allah

Pemilihan guru yang benar

Agama yang lurus dan benar itu tidak mempunyai mazhab atau berpuak-puak


FORMULA KEPADA JALAN YANG LURUS DAN BENAR
(RUJUK SINI)

Dia lah yang telah mengutuskan dalam kalangan orang-orang yang Ummiyyin
seorang Rasul dari bangsa mereka sendiri

1. yang MEMBACAKAN kepada mereka ayat-ayat Allah

2. dan MEMBERSIHKAN mereka (taubat, dibersihkan daripada segala syirik)

3. serta MENGAJARKAN mereka Kitab Allah

4. dan HIKMAH (rujuk sini)

Dan sesungguhnya mereka sebelum itu adalah dalam kesesatan yang nyata

(Al-Jumu’ah:2)

FORMULA...

1. membacakan ayat-ayat Allah - ayat Allah, bukan ayat pendita, ulama atau ahli agama...
dan baca mesti faham, tak faham maka tak baca (peringkat ilmu - Iqra)

Perintah memahami isi kandungan al-Quran, ATAU anda jadi golongan yang "lalai"

Al-Quran itu diturunkan dari Allah Tuhan sekalian alam.
Patutkah kamu bersikap sambil lewa terhadap keterangan-keterangan Al-Quran ini?
Dan kamu jadikan sikap kamu mendustakannya (sebagai ganti) bahagian dan nasib kamu?

[Al-Waqi’ah:80-82]

rujuk ayat-ayat Allah, bukan ayat-ayat manusia..
Apa sudah jadi kepada akal kamu ?
Bagaimana kamu menetapkan hukum ?
Adakah kamu mempunyai sesebuah Kitab yang kamu baca dan pelajari ?
Bahawa di dalam Kitab itu membolehkan kamu mendapat apa sahaja yang kamu pilih ?

[Al-Qalam:36-38]


2. membersihkan - iaitu bertaubat daripada menjadi pendusta agama, orang musyrik, golongan pewaris ahli kitab dan memperbaiki amal

Siapa orang musyrik?

Siapa pewaris ahli kitab?

Jangan menyertai dan bercampur fahaman dengan golongan yang bermazhab
kerana mana-mana mazhab PASTI mempunyai fahaman bercanggah dengan al-Quran (RUJUK SINI DAN SINI)


3. mengajarkan - iaitu mengajarkan diri kita sendiri untuk beramal dan mensucikan diri... mengajarkan diri sendiri mematuhi ayat Allah (sebab kita bukan nabi, diri dulu)...

Wahai orang-orang yang beriman!
Jagalah sahaja diri kamu
Orang-orang yang sesat tidak akan mendatangkan mudarat kepada kamu
apabila kamu sendiri telah mendapat hidayah petunjuk
Kepada Allah jualah tempat kembali kamu semuanya
kemudian Ia akan menerangkan kepada kamu apa yang kamu telah lakukan.

[al-Maidah:105]

4. Hikmah (rujuk sini)



Step 1: Fahami ayat-ayat Allah berbeza dengan ayat manusia

Al-Quran sebuah Kitab yang tersusun ayat-ayatnya dengan tetap teguh
kemudian dijelaskan pula kandungannya SECARA TERPERINCI

[Surah Hud:1]

Penerangan "ayat-ayatnya dengan tetap teguh"


Step 2: Fokus kepada ayat-ayat Muhkamat

Dia lah yang menurunkan kepadamu Kitab Suci Al-Quran

Sebahagian besar dari Al-Quran itu ialah ayat-ayat “Muhkamaat”
(yang tetap, tegas dan nyata maknanya serta jelas maksudnya)
ayat-ayat Muhkamaat itu ialah ibu (atau pokok) isi Al-Quran

Dan yang lain lagi ialah ayat-ayat “Mutasyaabihaat”
(yang samar-samar, tidak terang maksudnya)
Oleh sebab itu (timbulah faham yang berlainan menurut kandungan hati masing-masing)

adapun orang-orang yang ada dalam hatinya kecenderungan ke arah kesesatan
maka mereka selalu menurut apa yang samar-samar dari Al-Quran
untuk mencari fitnah dan mencari-cari Takwilnya
(memutarkan maksudnya menurut yang disukainya)

Padahal tidak ada yang mengetahui Takwilnya (tafsir maksudnya yang sebenar) melainkan Allah

Dan orang-orang yang tetap teguh serta mendalam pengetahuannya dalam ilmu-ilmu ugama, berkata:
” Kami beriman kepadanya, semuanya itu datangnya dari sisi Tuhan kami”
Dan tiadalah yang mengambil pelajaran dan peringatan melainkan orang-orang yang berfikiran.

[Al-i-’Imran:7]

fabrication.jpg

Tujuan diadakan ayat-ayat “Mutasyaabihaat” adalah untuk menyesatkan golongan munafik, musyrik dan kafir (RUJUK SINI)

Dan Kami tidak menjadikan pengawal-pengawal neraka itu melainkan (dari kalangan) malaikat
dan Kami tidak menerangkan bilangan mereka melainkan dengan satu bilangan
yang menyebabkan kesesatan dan kesengsaraan orang-orang kafir itu
supaya orang-orang yang diberi Kitab boleh percaya dengan yakin
dan supaya orang-orang yang beriman bertambah imannya
dan juga supaya orang-orang yang diberi Kitab dan orang-orang yang beriman itu tidak ragu-ragu
dan supaya orang-orang (munafik) yang ada penyakit (ragu-ragu) dalam hatinya dan orang-orang kafir berkata:

“Apakah yang di maksudkan oleh Allah dengan menyebutkan bilangan ganjil ini?”
Demikianlah Allah menyesatkan sesiapa yang dikehendakiNya
dan memberi hidayah petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya

dan tiada yang mengetahui tentera Tuhanmu melainkan Dia lah sahaja.
Dan neraka itu tidak lain hanyalah menjadi peringatan bagi manusia.

[Al-Muddaththir:31]

Adapun orang-orang yang ada penyakit dalam hati mereka
maka surah Al-Quran itu menambahkan kekotoran kepada kekotoran yang ada pada mereka
dan mereka mati, sedang mereka berkeadaan kafir

[at-Taubah:125]


Step 3: Al-Quran diterangkan secara terperinci, kenapa anda masih membantah?

Penerangan Al-Quran diterangkan secara terperinci


Step 4: Jangan jadi orang jahil

Penerangannya siapa orang jahil menurut al-Quran (RUJUK SINI)

Wahai orang-orang yang beriman!
Janganlah kamu bertanyakan perkara-perkara yang jika diterangkan kepada kamu akan menyusahkan kamu
dan jika kamu bertanya mengenainya ketika diturunkan Al-Quran
tentulah akan diterangkan kepada kamu
Allah maafkan dari perkara-perkara itu (yang tidak dinyatakan di dalam Al-Quran)
kerana Allah Maha pengampun, lagi Maha penyabar.

[al-Maidah:101]

Allah telah berjanji memaafkan perkara yang tiada di dalam al-Quran...

oleh itu...

Tidakkah cukup bagi mereka bahawa Kami telah menurunkan kepadamu Al-Quran yang dibacakan kepada mereka?
[Al-’Ankabut: 51]

Tak laku ker janji-janji Allah?



Kesimpulan

Dan sesiapa yang mencari ugama selain ugama Islam
maka tidak akan diterima daripadanya
dan ia pada hari akhirat kelak dari orang-orang yang rugi

[Al-i-’Imran:85]

Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan berlainan pendapat
(mengenai ugama yang dibawa oleh Nabi Muhammad, s.a.w)

Dipalingkan daripada (perselisihan) itu orang-orang yang telah dipalingkan Allah
(dengan sebab keikhlasannya mencari kebenaran).
Binasalah orang-orang yang sentiasa mengeluarkan pendapat dengan cara agak-agak sahaja
(Iaitu) orang-orang yang tenggelam alam kejahilan, serta lalaikan (hari pembalasan)

[Az-Zariyat:8-11]

Jika demikian adakah sama mereka itu dengan ...
orang-orang yang keadaannya sentiasa berdasarkan bukti yang terdapat dari Tuhannya
dan diikuti oleh Kitab Suci Al-Quran memberi kenyataan
sebagai saksi dari pihak Tuhan meneguhkan bukti yang tersebut
dan sebelum itu kenyataan yang serupa diberi oleh Kitab Nabi Musa yang menjadi ikutan dan rahmat?​
Orang-orang yang berkeadaan demikian, mengakui – menerima Al-Quran

[Hud:17]

Wahai orang-orang yang beriman!
Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita
maka selidikilah kebenarannya
supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini
dengan sebab kejahilan kamu

sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukaN

[Al-Hujurat:6]

Terimalah apa yang mudah engkau lakukan
dan suruhlah dengan perkara yang baik
serta berpalinglah (jangan dihiraukan) orang-orang yang jahil

[Al-A’raf:199]



Mematuhi hukum-hukum Allah

Wahai orang-orang yang beriman!
Masuklah kamu ke dalam Ugama Islam (dengan mematuhi) segala hukum-hukumnya
dan janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan
sesungguhnya Syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata

[al-Baqarah:208]

Katakanlah:
“Allah jua yang mengetahui tentang masa mereka tidur
bagiNya lah tertentu ilmu pengetahuan segala rahsia langit dan bumi
terang sungguh penglihatanNya!
Tidak ada bagi penduduk langit dan bumi pengurus selain daripadaNya
dan Ia tidak menjadikan sesiapapun masuk campur dalam hukumNya
[Al-Kahf:26]

Wahai orang-orang yang beriman!
Janganlah kamu memandai-mandai sebelum (mendapat hukum atau kebenaran) Allah dan RasulNya
dan bertaqwalah kamu kepada Allah
sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui

[Al-Hujurat:1]

Ditetapkan hukum itu
untuk membuktikan iman kamu kepada Allah dan RasulNya

Dan itulah batas-batas hukum Allah
dan bagi orang-orang yang kafir disediakan azab seksa yang tidak terperi sakitnya

[Al-Mujadilah:4]

Wahai orang-orang yang beriman
kalau kamu membela (ugama) Allah nescaya Allah membela kamu
dan meneguhkan tapak pendirian kamu
Dan (sebaliknya) orang-orang yang kafir
maka kecelakaanlah bagi mereka
dan (Allah) mensia-siakan amal-amal mereka
Berlakunya yang demikian
kerana sesungguhnya mereka tidak menyukai apa yang diturunkan oleh Allah

lalu Allah menggugurkan amal-amal mereka

[Muhammad:7-9]

Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasulNya
merekalah pada sisi Tuhan mereka
seperti orang-orang “Siddiqiin”
dan orang-orang yang mati Syahid
mereka akan beroleh pahala dan cahaya orang-orang Siddiqiin
dan orang-orang yang mati syahid itu

dan orang yang kufur ingkar serta mendustakan ayat-ayat keterangan Kami
merekalah ahli neraka

[Al-Hadid:19]



Dan (sungguh menghairankan) bagaimana mereka meminta keputusan hukum kepadamu
padahal di sisi mereka ada Kitab Taurat yang mengandungi hukum Allah

kemudian mereka berpaling pula sesudah itu?
Dan (sebenarnya) mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman

[Al-Maidah:43]

Sesudah itu, patutkah mereka berkehendak lagi kepada hukum-hukum jahiliyah?
Padahal kepada orang-orang yang penuh keyakinan
tidak ada sesiapa yang boleh membuat hukum yang lebih pada daripada Allah

[Al-Maidah:50]

orang-orang yang membantah mengenai maksud ayat-ayat Allah
dengan tidak ada sebarang bukti yang sampai kepada mereka

besar kebenciannya dan kemurkaannya di sisi hukum Allah
dan di sisi bawaan orang-orang yang beriman
Demikianlah Allah meteraikan atas hati tiap-tiap orang yang sombong takbur
lagi bermaharajalela pencerobohannya!

[Ghaffir:35]

Dan telah sempurnalah Kalimah Tuhanmu dengan benar dan adil
tiada sesiapa yang dapat mengubah sesuatupun dari Kalimah-kalimahNya
dan Dia lah yang sentiasa Mendengar, lagi sentiasa Mengetahui
Dan jika engkau menurut kebanyakan orang yang ada di muka bumi
nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah
tiadalah yang mereka turut melainkan sangkaan semata-mata
dan mereka tidak lain hanyalah berdusta
.

[Al-An’am:115-116]
 
Last edited:
Larangan-larangan paling utama

larangan menyertai golongan atau mazhab yang menjadikan agama mereka berselisih dengan ayat-ayat Allah... (contoh)

contoh...

attachment.php

LINK

This hadith has been transmitted on the authority of Abu Huraira
and in the hadith transmitted on the authority of Ibn Hatim
Allah's Apostle (may peace be upon him) is reported to have said:

When any one of you fights with his brother
he should avoid his face

for Allah created Adam in His own image


Sahih Muslim Book 032, Hadith Number 6325. SECOND LINK << click

sama pula tu ngan kristian...

Genesis 1:26–27

26. Then God said, “Let us make man in our image, after our likeness. And let them have dominion over the fish of the sea and over the birds of the heavens and over the livestock and over all the earth and over every creeping thing that creeps on the earth.”

27. So God created man in His own image, in the image of God he created him; male and female he created them.

dan larangannya....

maka hadapkanlah dirimu ke arah ugama yang jauh dari kesesatan
ugama Allah, iaitu ugama yang Allah menciptakan manusia untuk menerimanya
tidaklah patut ada sebarang perubahan pada ciptaan (agama) Allah itu
itulah ugama yang betul lurus
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Hendaklah kamu sentiasa rujuk kembali kepada Allah
serta bertaqwalah kamu kepadaNya
dan kerjakanlah sembahyang dengan betul sempurna

dan JANGANLAH kamu menjadi dari MANA-MANA GOLONGAN orang musyrik
Iaitu orang-orang yang menjadikan fahaman ugama mereka berselisihan mengikut kecenderungan masing-masing
serta mereka pula menjadi berpuak-puak
tiap-tiap puak bergembira dengan apa yang ada padanya

[Ar-Rum:30-32]

jika mana-mana mazhab "menjadikan fahaman ugama mereka berselisihan" dengan syariat Allah, dengan al-Quran... (contoh)

Allah melarang bercampur dengan "golongan atau mazhab tersebut", sebab ayat dia "mana-mana golongan" ..

kalau bantah juga ayat "JANGAN"... jadi orang musyrik... RUJUK SINI DAN SINI

Tidak ada yang membantah mengenai ayat-ayat Allah melainkan orang-orang yang kafir
[Ghaffir:4]



Larangan membenarkan saksi periwayatan hadis yang bercanggah al-Quran

Apa sudah jadi kepada akal kamu ?
Bagaimana kamu menetapkan hukum ?
Adakah kamu mempunyai sesebuah Kitab yang kamu baca dan pelajari ?
Bahawa di dalam Kitab itu membolehkan kamu mendapat apa sahaja yang kamu pilih ?

[Al-Qalam:36-38]

Bahkan mereka pula terburu-buru mendustakan Al-Quran
yang fahaman mereka tidak dapat meliputi segala isi pengetahuannya
dan belum datang kepada mereka kenyataan yang menjelaskan kebenarannya

Demikianlah juga orang-orang sebelum mereka mendustakan (Kitab-kitab Allah)
Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu

[Yunus:39-44]


Larangan membenarkan hadis bercanggah dengan al-Quran

Katakanlah: “Bawalah saksi-saksi kamu memberi keterangan bahawa Allah mengharamkan ini” (rujuk sini)

Kemudian jika mereka menjadi SAKSI (cerita hadis, siapa Periwayat Terakhir? rujuk sini)

maka JANGANLAH engkau turut sama membenarkan mereka

dan JANGANLAH engkau turut hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat keterangan Kami (rujuk sini)

dan orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat

sedang mereka pula menyamakan (sesuatu yang lain) dengan Tuhan mereka. (rujuk sini)


[Al-An’am:150]

Allah dah kata "JANGAN"... iaitu "JANGANLAH engkau turut sama membenarkan mereka"

bantah juga apa jadi? (RUJUK SINI)

Tidak ada yang membantah mengenai ayat-ayat Allah melainkan orang-orang yang kafir
[Ghaffir:4]

"sedang mereka pula menyamakan (sesuatu yang lain) dengan Tuhan mereka"

mempersekutukan Allah dan dosa tak diampun... (rujuk sini)
hilang terus syahadah kat dada...
taubat tak diterima (rujuk sini)
disesatkan oleh Allah... (rujuk sini)
gugur segala amal.. (rujuk sini)
mustahil langit syurga dibuka (rujuk sini)
dan kekal terus kat neraka.. (rujuk sini)

nkorang berani kan?
ulama (arbab) nkorang lagi hebat kan? (rujuk sini dan sini)

silalah buat... takda siapa nak halang..
dah sememangnya "amatlah sedikit" yang ikut Quran
itulah ketetapan Allah.. (rujuk sini dan sini)



Surah Luqman

Luqman.png

Dan ada di antara (1) manusia orang yang mempergunakan HADIS
yang (2) tidak masuk akal
untuk (3) menyesatkan dari jalan Allah
(4) tanpa sebarang pengetahuan dan
(5) menjadikannya agama Allah itu sebagai ejek-ejekan
Merekalah orang-orang yang akan memperolehi azab yang menghinakan
(Luqman:6)

Berdasarkan Surah Luqman, Allah telah menyatakan sifat-sifat cerita yang dilarang oleh Allah:

1. Manusia mempergunakan cerita itu bagi tujuan agama Allah
2. Cerita itu bersifat cerita yang tidak masuk akal
3. Cerita itu bersifat menyesatkan dari jalan Allah
4. Cerita itu bersifat tanpa sebarang pengetahuan (kesahihannya)
5. Cerita itu bersifat menjadikan agama Allah sebagai ejek-ejekan

Persoalan di sini ialah apakah “cerita yang digunakan dalam agama Allah” dan bersifat tidak masuk akal, menyesatkan dari jalan Allah, tanpa kesahihan sebenar, dan pada hari ini menjadikan agama Allah sebagai ejek-ejekkan?

collection.JPG



Larangan daripada hadis sendiri

The prophet said:
"Do not write down anything from me except the Quran.
Whoever wrote other than that should delete it

[Sahih Muslim, Book 42, Number 7147, also Ahmed, Vol. 1, Page 171]

Abu huraira said that the prophet said,
"The 'Ummam' (nations/peoples) that preceded you
have gone astray when they wrote books
and upheld them besides God's scripture"

(Ahmed Ibn Hanbal).

"Abu Huraira said:
The messenger of God came to us while we were writing his sayings and said:
"What is it you are writing?"
we said "sayings (hadith) we hear from you messenger of God"
he said, "A book other than God's book?"
then Abu Huraira said,
"so we gathered what we had written and burnt it all"

(Taqyeed Al-Ilm, by Al-Khateeb Al-Baghdady) also (Oloom Al-Hadith, by Ibn Salah).

Narrated By 'Abdul 'Aziz bin Rufai' : Shaddad bin Ma'qil and I entered upon Ibn 'Abbas.
Shaddad bin Ma'qil asked him,
"Did the Prophet leave anything (besides the Qur'an)?"
He replied. "He did not leave anything except what is Between the two bindings (of the Qur'an)."
Then we visited Muhammad bin Al-Hanafiyya and asked him (the same question).
He replied, "The Prophet did not leave except what is between the bindings (of the Qur'an).

" Sahih Bukhari Volume 006, Book 061, Hadith No. 537.

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa telah menceritakan kepada kami
Hisyam dari Ma'mar dan dari jalur lain telah menceritakan kepadaku Abdullah bin
Muhammad telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah menceritakan kepada kami
Ma'mar dari Az Zuhri dari 'Ubaidullah bin Abdullah dari Ibnu Abbas radliallahu 'anhuma dia
berkata;

"Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendekati ajalnya
sedangkan di rumah beliau telah hadir beberapa orang
diantaranya adalah Umar bin Khattab

maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
"Kemarilah, saya akan menulis suatu catatan yang kalian tidak akan tersesat sepeninggalku.
"

Lalu Umar berkata; "Tampaknya sakit beliau bertambah parah
bukankah di sisi kalian terdapat Al Qur'an?
Cukuplah bagi kita Kitabullah."


Orang-orang yang berada di sekitar beliau ketika itu berbeda pendapat
lalu mereka saling berbantah-bantahan
Ada yang mengatakan; "Mendekatlah kepada beliau
supaya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dapat menuliskan suatu wasiat buat kalian
agar kalian tidak tersesat sepeninggalnya."

Dan yang lain berpendapat seperti perkataan Umar
sehingga mereka menjadi ribut di sekitar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam

Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Berdirilah kalian semua (maksudnya pergi dari sisi beliau)."

Ubaidullah mengatakan; Ibnu Abbas berkata;
"Kerugian besar (bagi kaum Muslimin), mereka gagal menuliskan pesan terakhir Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
karena mereka saling berbantah-bantahan di sekitar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."


(Sahih Bukhari, 5237)
Sahih Bukhari Volume 007, Book 070, Hadith Number 573.


Maksud Mentaati Rasulullah SAW

RUJUK SINI

Rasulullah saw menerima wahyu dan setiap ayat al-Quran yang kita kenali pada hari ini adalah hasil daripada ucapan Rasulullah saw sendiri. Oleh itu, ianya menjadi mustahil untuk kita membuktikan secara zahir bahawa al-Quran itu datangnya daripada Allah, kecuali dengan beriman bulat-bulat kepada ucapan Rasulullah saw.

Berdasarkan pemahaman ini, maksud sebenar mengikuti Rasulullah saw adalah mengikuti al-Quran itu sendiri. Ianya tiada kena mengena dengan cerita-cerita mulut yang dikumpulkan dan dijadikan dalam bentuk bertulis oleh imam-imam hadis Persia lebih kurang 250 tahun selepas kewafatan Rasulullah saw.

maksud-hadis.jpg

Tugas Rasulullah SAW - RUJUK SINI

Tidak ada kewajipan yang ditugaskan kepada Rasulullah
selain daripada menyampaikan sahaja

dan Allah sentiasa mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.

[Al-Maidah:99]

Katakanlah (wahai Muhammad):
“Wahai sekalian manusia!
Telah datang kepada kamu kebenaran (Al-Quran) dari Tuhan kamu
Oleh itu sesiapa yang mendapat hidayah petunjuk (beriman kepadanya)
maka faedah hidayah petunjuk itu terpulang kepada dirinya sendiri
dan sesiapa yang sesat (mengingkarinya) maka bahaya kesesatannya itu tertimpa ke atas dirinya sendiri
dan aku pula bukanlah menjadi wakil yang menguruskan soal kamu”.
Dan turutlah apa yang diwahyukan kepadamu

serta bersabarlah sehingga Allah menghukum, kerana Dia lah sebaik-baik Hakim.​
[Yunus:108-109]

Katakanlah:
“Sudahkah kamu mengetahui kekuasaan dan kelayakan
makhluk-makhluk yang kamu jadikan sekutu-sekutu
yang kamu seru dan sembah selain Allah?

Tunjukkanlah kepadaku apa yang mereka telah ciptakan dari bahagian bumi ini?

Atau adakah mereka mempunyai sebarang perkongsian dalam mencipta dan menguruskan langit?

Atau pernahkah Kami memberi mereka sebuah Kitab
maka perkongsian mereka berdasarkan keterangan yang terdapat dari Kitab itu?

“(Tidak ada sesuatu alasan pun) bahkan orang-orang yang zalim itu
terpedaya dengan kata-kata yang disebutkan oleh setengahnya kepada yang lain
kata-kata yang hanya menjanjikan perkara yang tidak benar.

[Fatir:40]


PROJECT FUNDED BY UIA, MALAYSIA

attachment.php




Authentication of Hadith: Redifining the Criteria

Dr. Israr Ahmad Khan is a professor in the department of Quran and Sunnah studies, International Islamic University, Kuala Lumpur, Malaysia and has been on the faculty since 1991. Previously he has taught at Aligarh Muslim University, India.

Dr. Khan has written nine books : 1. Qur'anic Studies: An Introduction 2. The Theory of Abrogation: A Critical Evaluation; 3. Understanding the Qur'an: A Reflection; 4. Authentication of Hadith: Redefining the criteria; 5. Reflection on Some Issues on Qur'anic and Hadith Studies; 6. Interpretation of the Qur'an and Sunnah: Reflection on Some Issues; 7. Towards Understanding the Mission of Prophet Muhammad (SAS); 8. Knowledge and Civilizations: Islamic Perspective; 9. Coherence as Methodology of Islamic Interpretation. (last three to be published shortly)

He has published and presented numerous papers in conferences and seminars, written book reviews, and translated books between Arabic, Urdu and English. He is a supervisor and examiner of Ph.D. theses.

He received his B.A. (Human Sciences) from Delhi University, India, B.Ed. (Education), Shibli College, Azamgarh, India, B.Th. (Sunni Theology), M.A. (Islamic Studies), M.Phil. (Sunni Theology), and Ph.D. (Sunni Theology), all from Aligarh Muslim University, India. At Aligarh he was the recipient of Gold Medals in the B.Th and M.A. programs.

Dr. Khan was born in Azamgarh district, U.P., India.

amazon.. buy this book :))

51EBqpdv2LL._BO2,204,203,200_PIsitb-sticker-arrow-click,TopRight,35,-76_AA300_SH20_OU01_.jpg


attachment.php


attachment.php


READ ARTICLE

DOWNLOAD BOOK (PARTIAL)


attachment.php


Dan (sungguh menghairankan) bagaimana mereka meminta keputusan hukum kepadamu
padahal di sisi mereka ada Kitab Taurat yang mengandungi hukum Allah

kemudian mereka berpaling pula sesudah itu?
Dan (sebenarnya) mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman

[Al-Maidah:43]
 

Attachments

Last edited:
Larangan beribadah kepada ulama, ahli agama dan pemimpin

larangan "beribadah kepada ulama" (pengajaran cerita Firaun)... rujuk sini dan sini

4. Arbab

Arbab ialah para pemuka agama (ulama,ustaz)
yang suka memberikan fatwa, nasihat yang menyalahi ketentuan (perintah dan Larangan) Allah dan RasulNya
kemudian ditaati oleh para pengikutnya tanpa diteliti dulu seperti mentaati terhadap Allah dan RasulNya
Para pemuka agama itu telah menjadikan dirinya dan dijadikan para pengikutnya Arbab (Tuhan selain Allah)

Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi rahimahullah
ketika menjelaskan surat Al An’am: 121 dan At Taubah: 31, mengatakan:

“Sesungguhnya setiap orang yang mengikuti aturan, hukum, dan undang-undang
yang menyelisihi apa yang Allah syariatkan melalui ucapan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam
maka dia musyrik terhadap Allah
kafir lagi menjadikan yang diikutinya itu sebagai Rabb (Tuhan)”.
Jadi, kesimpulannya bahawa arbab adalah orang yang mengaku
bahawa dirinya berhak membuat hukum/aturan/undang-undang
dengan kata lain arbab adalah orang-orang yang mempertuhankan diri

Sedangkan orang yang mengikuti hukum buatan para arbab itu
disebut dengan orang musyrik
Peribadatan kepada arbab ini
adalah bukan dengan shalat, sujud, do’a, nadzar atau istighatsah
akan tetapi dengan mengikuti, mentaati, dan mematuhi terhadapnya


Sehingga pada saat Firaun mencela Nabi Musa dan Harun, dia mengatakan:

Sehingga mereka berkata (dengan angkuhnya):
Patutkah kita beriman kepada dua manusia seperti kita
sedang kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang beribadah kepada kita?”
(Al Mukminun: 47)
Maksud “beribadah” di atas adalah ketaatan
oleh kerana itu, "ketaatan kepada Firaun disebut beribadah kepada Firaun"
Dan begitu juga orang sekarang yang taat kepada hukum buatan para arbab (ulama)
maka disebut orang yang beribadah kepada arbab (ulama) tersebut


Dalil orang musyrik itu ialah yang memuja orang-orang soleh

Katakanlah (wahai Muhammad kepada kaum musyrik):
“Serukanlah orang-orang yang kamu dakwa selain dari Allah
maka sudah tentu mereka tidak berkuasa menghapuskan bahaya daripada kamu
dan tidak dapat memindahkannya”.

orang-orang yang mereka seru itu
masing-masing mencari jalan mendampingkan diri kepada Tuhannya (dengan berbuat ibadat)
sekali pun orang yang lebih dekat kepada Tuhannya
serta mereka pula mengharapkan rahmatNya
dan gerun takut akan azabNya
sesungguhnya azab Tuhanmu itu, adalah ditakuti.
[Al-Israa’:56-57]

[At-Taubah:31]

Bahasa Malaysia
31. Mereka menjadikan pendita-pendita dan ahli-ahli ugama mereka sebagai pendidik-pendidik selain dari Allah

Bahasa Indonesia
31. Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah

Sahih International
They have taken their scholars and monks as lords besides Allah

Muhsin Khan
They (Jews and Christians) took their rabbis and their monks to be their lords besides Allah (by obeying them in things which they made lawful or unlawful according to their own desires without being ordered by Allah)

Pickthall
They have taken as lords beside Allah their rabbis and their monks

Yusuf Ali
They take their priests and their anchorites to be their lords in derogation of Allah

Shakir
They have taken their doctors of law and their monks for lords besides Allah

Dr. Ghali
They have taken to themselves as lords, apart from Allah, their doctors and their monks

Katakanlah:
“Wahai Ahli Kitab, marilah kepada satu Kalimah yang bersamaan antara kami dengan kamu
iaitu kita semua tidak menyembah melainkan Allah
dan kita tidak sekutukan denganNya sesuatu jua pun
dan jangan pula sebahagian dari kita mengambil akan sebahagian yang lain
untuk dijadikan orang-orang yang dipuja dan didewa-dewakan selain dari Allah”

Kemudian jika mereka barpaling maka katakanlah kepada mereka:
“Saksikanlah kamu bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam”.​
[Al-i-’Imran:64]

Ingatlah! kepada Allah ialah segala ibadat dan bawaan yang suci bersih

Dan orang-orang musyrik yang mengambil selain dari Allah untuk menjadi pelindung dan penolong (sambil berkata):
“Kami tidak menyembah atau memujanya
melainkan supaya mereka mendampingkan kami kepada Allah sehampir-hampirnya”

sesungguhnya Allah akan menghukum di antara mereka tentang apa yang mereka berselisihan padanya

Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah petunjuk
kepada orang-orang yang tetap berdusta lagi sentiasa kufur

[Az-Zumar:3]






Pemilihan Guru Sebenar

Dan Kami jadikan dari kalangan mereka beberapa pemimpin
yang membimbing kaum masing-masing kepada hukum ugama Kami

selama mereka (iaitu syarat melayakkan jadi guru)
bersikap sabar
serta mereka tetap yakin akan ayat-ayat keterangan Kami

(iaitu taat perintah & tidak bantah larangan Allah)
[As-Sajdah:24]

RUJUK SINI

dan pilih guru daripada orang yang benar-benar beriman dan "TIDAK BANTAH" ayat-ayat Allah, iaitu:

Tidak ada yang membantah mengenai ayat-ayat Allah melainkan orang-orang yang kafir
[Ghaffir:4]

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu ialah
1. mereka yang apabila disebut nama Allah gementarlah hati mereka
2. dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menjadikan mereka bertambah iman
3. dan kepada Tuhan mereka jualah mereka berserah.

(Al-Anfal:2)

Sesungguhnya orang-orang yang sebenar-benarnya beriman
1. hanyalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan RasulNya
2. kemudian mereka tidak ragu-ragu lagi
3. serta mereka berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka pada jalan Allah
mereka itulah orang-orang yang benar (pengakuan imannya)

(Al-Hujurat.15)

atau dengan orang mukmin

Demikianlah dan sesiapa yang mengagungkan Syiar-syiar ugama Allah
maka kerana sesungguhnya perbuatan itu satu kesan dari sifat-sifat taqwa hati orang mukmin

[Al-Hajj:32]





RUJUK SINI

Jangan berguru dengan orang fasik, Allah larang...

Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang telah melupakan (perintah-perintah) Allah
lalu Allah menjadikan mereka melupakan (amal-amal yang baik untuk menyelamatkan) diri mereka
Mereka itulah orang-orang yang fasik – derhaka

[al-Hasyr:19]


Jangan berguru dengan orang kafir, Allah larang...

RUJUK SINI

Tidak ada yang membantah mengenai ayat-ayat Allah melainkan orang-orang yang kafir
[Ghaffir:4]


Jangan berguru dengan orang musyrik (bermazhab), Allah larang...

RUJUK SINI

dan janganlah kamu menjadi dari mana-mana golongan orang musyrik
Iaitu orang-orang yang menjadikan fahaman ugama mereka berselisihan mengikut kecenderungan masing-masing
serta mereka pula menjadi berpuak-puak
tiap-tiap puak bergembira dengan apa yang ada padanya

[Ar-Rum:32]


Jangan berguru dengan pewaris ahli kitab, Allah larang...

RUJUK SINI

Dan janganlah kamu berdusta dengan sebab apa yang disifatkan oleh lidah kamu:
“Ini halal dan ini haram”
untuk mengada-adakan sesuatu yang dusta terhadap Allah
sesungguhnya orang-orang yang berdusta terhadap Allah tidak akan berjaya

[Al-Nahl:116]


Jangan berguru dengan orang munafik, Allah larang...

Sesungguhnya orang-orang munafik itu ditempatkan pada tingkatan yang terkebawah sekali dari neraka
Dan engkau tidak sekali-kali akan mendapat sesiapa pun yang boleh menolong mereka

[An-Nisaa:145]


Jangan berguru dengan orang yang meninggalkan kitab Allah, Allah larang...

RUJUK SINI

Apa sudah jadi kepada akal kamu ?
Bagaimana kamu menetapkan hukum ?
Adakah kamu mempunyai sesebuah Kitab yang kamu baca dan pelajari ?
Bahawa di dalam Kitab itu membolehkan kamu mendapat apa sahaja yang kamu pilih ?

[Al-Qalam:36-38]

Tidakkah cukup bagi mereka bahawa Kami telah menurunkan kepadamu Al-Quran yang dibacakan kepada mereka?
[Al-’Ankabut: 51]


Jangan berguru dengan orang yang mendewa-dewakan manusia lain, Allah larang...

RUJUK SINI

Mereka menjadikan pendita-pendita (ulama) dan ahli-ahli ugama (ustaz) mereka
sebagai pendidik-pendidik selain dari Allah

[At-Taubah:31-34]

Katakanlah:
“Wahai Ahli Kitab, marilah kepada satu Kalimah yang bersamaan antara kami dengan kamu
iaitu kita semua tidak menyembah melainkan Allah
dan kita tidak sekutukan denganNya sesuatu jua pun
dan jangan pula sebahagian dari kita mengambil akan sebahagian yang lain
untuk dijadikan orang-orang yang dipuja dan didewa-dewakan selain dari Allah”

Kemudian jika mereka barpaling maka katakanlah kepada mereka:
“Saksikanlah kamu bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam”.​
[Al-i-’Imran:64]


Jangan berguru dengan orang yang menjadikan Quran syair, ayat pawang, atau cerita dongeng.. Allah larang...

Dan bukanlah Al-Quran itu perkataan seorang penyair
amatlah sedikit kamu beriman
Dan juga bukanlah Al-Quran itu perkataan seorang pawang
amatlah sedikit kamu mengambil peringatan
(Al-Quran itu) diturunkan dari Allah Tuhan sekalian alam

[Al-Haqqa:41-43]


Jangan berguru dengan orang yang tidak berserah bulat-bulat kepada ayat-ayat Allah, Allah larang...

Dan sesiapa yang berserah diri bulat-bulat kepada (ayat-ayat) Allah
sedang ia berusaha mengerjakan kebaikan
maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali ugama) yang teguh
dan (ingatlah) kepada Allah jualah kesudahan segala urusan

[Luqman:22]

Sesungguhnya Syaitan itu tidak mempunyai sebarang pengaruh
terhadap orang-orang yang beriman dan yang berserah bulat-bulat kepada (perintah, ayat-ayat) Tuhan mereka

[Al-Nahl:99]


Jangan berguru thaghut dan arbab, ulama yang memposisikan dirinya sebagai Tuhan, Allah larang...

rujuk sini

Sehingga pada saat Firaun mencela Nabi Musa dan Harun, dia mengatakan:

Sehingga mereka berkata (dengan angkuhnya):
“Patutkah kita beriman kepada dua manusia seperti kita
sedang kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang beribadah kepada kita?

(Al Mukminun: 47)

Maksud “beribadah” di atas adalah ketaatan
oleh kerana itu, "ketaatan kepada Firaun disebut beribadah" kepada Firaun
Dan begitu juga "orang sekarang yang taat kepada hukum buatan para arbab (ulama)
maka disebut orang yang beribadah kepada arbab (ulama) tersebut
"





Contoh manipulasi al-Quran
untuk membenarkan ulama dan pemimpin kafir menyesatkan umat Islam
dan memposisikan dirinya sebagai tuhan (pengajaran cerita Firaun)




TERJEMAHAN YANG MENJADI PERTIKAIAN

4_59.png


Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasulullah dan kepada “Ulil-Amri” (orang-orang yang berkuasa) dari kalangan kamu. Kemudian jika kamu berbantah-bantah (berselisihan) dalam sesuatu perkara, maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada (Kitab) Allah (Al-Quran) dan (Sunnah) RasulNya – jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari akhirat. Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu), dan lebih elok pula kesudahannya. (4:59)


PERSOALAN

wordimage.png

Samada “Ulil-Amri” bermaksud pemerintah?
Samada benar Allah memerintahkan kita mentaati pemerintah?


PERBANDINGAN PERINTAH ALLAH

Hai orang-orang yang beriman
janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu
orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan
di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu
dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik)​
Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman

[al-Maidah:57]

Wahai orang-orang yang beriman
taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasulullah dan kepada “Ulil-Amri” dari kalangan kamu
Kemudian jika kamu berbantah-bantah dalam sesuatu perkara
maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada (Kitab) Allah dan RasulNya
jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari akhirat
Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu), dan lebih elok pula kesudahannya.

Tidakkah engkau (hairan) melihat orang-orang yang mendakwa bahawa mereka telah beriman kepada Al-Quran yang telah diturunkan kepadamu dan kepada (Kitab-kitab) yang telah diturunkan dahulu daripadamu?
Mereka suka hendak berhakim kepada Taghut (rujuk sini)
padahal mereka telah diperintahkan supaya kufur ingkar kepada Taghut itu

Dan Syaitan pula sentiasa hendak menyesatkan mereka dengan kesesatan yang amat jauh

Dan apabila dikatakan kepada mereka:

“Marilah berhakim kepada hukum Al-Quran yang telah diturunkan oleh Allah dan kepada hukum Rasulullah,”
nescaya engkau melihat orang-orang munafik itu berpaling
serta menghalang dengan bersungguh-sungguh daripada menghampirimu

[An-Nisaa:59-61]

Wahai orang-orang yang beriman!
Janganlah kamu menjadikan bapa-bapa kamu dan saudara-saudara kamu
sebagai orang-orang yang didampingi jika mereka memilih kufur dengan meninggalkan iman
dan sesiapa di antara kamu yang menjadikan mereka orang-orang yang didampingi
maka merekalah orang-orang yang zalim


Katakanlah (wahai Muhammad):

“Jika bapa-bapa kamu
dan anak-anak kamu
dan saudara-saudara kamu
dan isteri-isteri (atau suami-suami) kamu
dan kaum keluarga kamu
dan harta benda yang kamu usahakan
dan perniagaan yang kamu bimbang akan merosot
dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai

(jika semuanya itu) menjadi perkara-perkara yang kamu cintai
lebih daripada Allah dan RasulNya dan berjihad untuk ugamaNya

maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan keputusanNya (azab seksaNya)
kerana Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (derhaka).

[At-Taubah:23-24]

Mereka menjadikan pendita-pendita (ulamak) dan ahli-ahli ugama (ustaz) mereka sebagai pendidik-pendidik selain dari Allah
[At-Taubah:31]


PERBANDINGAN MAKSUD ULIL AMRI PADA SURAH SELAINNYA

Ulil Amri bermaksud urusan syariat

22_67.png


For every religion We have appointed rites which they perform. So, [O Muhammad], let the disbelievers not contend with you over the matter (Ulil Amri) but invite them to your Lord. Indeed, you are upon straight guidance. (22:67)

Bagi tiap-tiap umat, Kami adakan satu syariat yang tertentu untuk mereka ikuti dan jalankan, maka janganlah ahli-ahli syariat yang lain membantahmu dalam urusan syariaatmu (Ulil Amri); dan serulah (wahai Muhammad) umat manusia kepada ugama Tuhanmu, kerana sesungguhnya engkau adalah berada di atas jalan yang lurus. (22:67)

Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari'at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari'at) (Ulil Amri) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus. (22:67)


Ulil Amri bermaksud urusan agama atau syariat

45_17.png


And We gave them clear proofs of the matter [of religion] (Ulil Amri). And they did not differ except after knowledge had come to them - out of jealous animosity between themselves. Indeed, your Lord will judge between them on the Day of Resurrection concerning that over which they used to differ. (45:17)

Dan lagi Kami telah berikan mereka keterangan-keterangan yang jelas nyata mengenai perkara ugama (Ulil Amri); maka mereka tidak berselisihan (dalam perkara ugama itu) melainkan setelah sampai kepada mereka ajaran-ajaran yang memberi mereka mengetahui (apa yang baik dan yang sebaliknya; berlakunya yang demikian) kerana hasad dengki yang ada dalam kalangan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu akan menghukum di antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu. (45:17)

Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan (agama) (Ulil Amri); maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan antara mereka pada hari kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya. (45:17)


Ulil Amri bermaksud urusan agama, syariat atau hukum-hukum agama

45_18.png


Then We put you, [O Muhammad], on an ordained way concerning the matter [of religion] (Ulil Amri); so follow it and do not follow the inclinations of those who do not know. (45:18)

[18]Kesudahannya Kami jadikan engkau (wahai Muhammad dan utuskan engkau) menjalankan satu Syariat (yang cukup lengkap) dari hukum-hukum ugama (Ulil Amri) ; maka turutlah Syariat itu, dan janganlah engkau menurut hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui (perkara yang benar). (45:18)

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syari'at (peraturan) dari urusan (agama) itu (Ulil Amri) , maka ikutilah syari'at itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (45:18)


Ulil Amri bermaksud urusan

8.43.png


[Remember, O Muhammad], when Allah showed them to you in your dream as few; and if He had shown them to you as many, you [believers] would have lost courage and would have disputed in the matter (Ulil Amri) [of whether to fight], but Allah saved [you from that]. Indeed, He is Knowing of that within the breasts. (8:43)

(Ingatlah wahai Muhammad) ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu dalam mimpimu sedikit bilangannya; dan kalaulah Ia perlihatkan mereka kepadamu ramai bilangannya, tentulah kamu akan merasa gerun dan tentulah kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan (perang) (Ulil Amri) itu. Akan tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang ada di dalam dada. (8:43)

(yaitu) ketika Allah menampakkan mereka kepadamu di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepada kamu (berjumlah) banyak tentu saja kamu menjadi gentar dan tentu saja kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan (Ulil Amri) itu, akan tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (8:43)


3_154.png


Then after distress, He sent down upon you security [in the form of] drowsiness, overcoming a faction of you, while another faction worried about themselves, thinking of Allah other than the truth - the thought of ignorance, saying, "Is there anything for us [to have done] in this matter (Ulil Amri)?" Say, "Indeed, the matter belongs completely to Allah." They conceal within themselves what they will not reveal to you. They say, "If there was anything we could have done in the matter, some of us would not have been killed right here." Say, "Even if you had been inside your houses, those decreed to be killed would have come out to their death beds." [It was] so that Allah might test what is in your breasts and purify what is in your hearts. And Allah is Knowing of that within the breasts. (3:154)

Kemudian sesudah (kamu mengalami kejadian) yang mendukacitakan itu, Allah menurunkan kepada kamu perasaan aman tenteram, iaitu rasa mengantuk yang meliputi segolongan dari kamu (yang teguh imannya lagi ikhlas), sedang segolongan yang lain yang hanya mementingkan diri sendiri, menyangka terhadap Allah dengan sangkaan yang tidak benar, seperti sangkaan orang-orang jahiliyah. Mereka berkata: “Adakah bagi kita sesuatu (Ulil Amri) bahagian dari pertolongan kemenangan yang dijanjikan itu?” Katakanlah (wahai Muhammad): “Sesungguhnya perkara (yang telah dijanjikan) itu semuanya tertentu bagi Allah, (Dia lah sahaja yang berkuasa melakukannya menurut peraturan yang ditetapkanNya)”. Mereka sembunyikan dalam hati mereka apa yang mereka tidak nyatakan kepadamu. Mereka berkata (sesama sendiri): “Kalaulah ada sedikit bahagian kita dari pertolongan yang dijanjikan itu, tentulah (orang-orang) kita tidak terbunuh di tempat ini?” katakanlah (wahai Muhammad): “Kalau kamu berada di rumah kamu sekalipun nescaya keluarlah juga orang-orang yang telah ditakdirkan (oleh Allah) akan terbunuh itu ke tempat mati masing-masing”. Dan (apa yang berlaku di medan perang Uhud itu) dijadikan oleh Allah untuk menguji apa yang ada dalam dada kamu, dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hati kamu. Dan (ingatlah), Allah sentiasa mengetahui akan segala (isi hati) yang ada di dalam dada. (3:154)

Kemudian setelah kamu berduka-cita Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan daripada kamu sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah . Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan (Ulil Amri) ini?" Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini". Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (3:154)


3_159.png


So by mercy from Allah , [O Muhammad], you were lenient with them. And if you had been rude [in speech] and harsh in heart, they would have disbanded from about you. So pardon them and ask forgiveness for them and consult them in the matter (Ulil Amri). And when you have decided, then rely upon Allah. Indeed, Allah loves those who rely [upon Him]. (3:159)

Maka dengan sebab rahmat (yang melimpah-limpah) dari Allah (kepadamu wahai Muhammad), engkau telah bersikap lemah-lembut kepada mereka (sahabat-sahabat dan pengikutmu), dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka lari dari kelilingmu. Oleh itu maafkanlah mereka (mengenai kesalahan yang mereka lakukan terhadapmu), dan pohonkanlah ampun bagi mereka, dan juga bermesyuaratlah dengan mereka dalam urusan (Ulil Amri) itu. kemudian apabila engkau telah berazam (sesudah bermesyuarat, untuk membuat sesuatu) maka bertawakalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengasihi orang-orang yang bertawakal kepadaNya. (3:159)

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan (Ulil Amri) itu . Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (3:159)


47_26.png


That is because they said to those who disliked what Allah sent down, "We will obey you in part of the matter (Ulil Amri)." And Allah knows what they conceal. (47:26)

Berlakunya yang demikian ialah: kerana mereka berkata kepada orang-orang yang tidak menyukai perkara yang diturunkan oleh Allah: “Kami akan patuh kepada kamu pada setengah perkara (Ulil Amri) itu”; sedang Allah mengetahui segala (perkataan dan perbuatan) yang mereka sembunyikan (47:26)

Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan (Ulil Amri)", sedang Allah mengetahui rahasia mereka. (47:26)


49_7.png


And know that among you is the Messenger of Allah. If he were to obey you in much of the matter (Ulil Amri), you would be in difficulty, but Allah has endeared to you the faith and has made it pleasing in your hearts and has made hateful to you disbelief, defiance and disobedience. Those are the [rightly] guided. (49:7)

Dan ketahuilah! Bahawasanya dalam kalangan kamu ada Rasulullah; kalaulah ia menurut kehendak kamu dalam kebanyakan perkara (Ulil Amri), tentulah kamu akan mengalami kesukaran; akan tetapi (Rasulullah tidak menurut melainkan perkara yang diwahyukan kepadanya, dan kamu wahai orang-orang yang beriman hendaklah bersyukur kerana) Allah menjadikan iman suatu perkara yang kamu cintai serta di perhiaskannya dalam hati kamu, dan menjadikan kekufuran dan perbuatan fasik serta perbuatan derhaka itu: perkara-perkara yang kamu benci; mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang tetap menurut jalan yang lurus. (49:7)

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan (Ulil Amri) benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus. (49:7)


MAKSUD LAIN

hanya ada dua tempat yang merujuk kepada "pemerintah", atau "having the authority"

Verb (form I) - to order, to command
(2:27:10) amara ---> has ordered
(2:44:1) atamurūna ---> Do you order
(2:67:7) yamurukum ---> commands you
(2:68:23) tu'marūna ---> you are commanded
(2:93:22) yamurukum ---> orders you (to do) it
(2:169:2) yamurukum ---> he commands you
(2:222:20) amarakumu ---> has ordered you
(2:268:4) wayamurukum ---> and orders you
(3:21:12) yamurūna ---> order
(3:80:2) yamurakum ---> he will order you
(3:80:8) ayamurukum ---> Would he order you
(3:104:7) wayamurūna ---> [and] enjoining
(3:110:6) tamurūna ---> enjoining
(3:114:5) wayamurūna ---> and they enjoin
(4:37:3) wayamurūna ---> and order
(4:58:3) yamurukum ---> orders you
(4:60:21) umirū ---> they were ordered
(4:114:9) amara ---> orders
(4:119:3) walaāmurannahum ---> and surely I will order them
(4:119:7) walaāmurannahum ---> and surely I will order them
(5:117:6) amartanī ---> You commanded me
(6:14:15) umir'tu ---> am commanded
(6:71:36) wa-umir'nā ---> and we have been commanded
(6:163:5) umir'tu ---> I have been commanded
(7:12:7) amartuka ---> I commanded you
(7:28:9) amaranā ---> (has) ordered us
(7:28:15) yamuru ---> order
(7:29:2) amara ---> (Has been) ordered
(7:110:7) tamurūna ---> (do) you instruct
(7:145:14) wamur ---> and order
(7:157:13) yamuruhum ---> He commands them
(7:199:3) wamur ---> and enjoin
(9:31:12) umirū ---> they were commanded
(9:67:6) yamurūna ---> They enjoin
(9:71:6) yamurūna ---> They enjoin
(10:72:12) wa-umir'tu ---> and I have been commanded
(10:104:22) wa-umir'tu ---> And I am commanded
(11:87:4) tamuruka ---> command you
(11:112:3) umir'ta ---> you are commanded
(12:32:15) āmuruhu ---> I order him
(12:40:20) amara ---> He has commanded
(12:68:5) amarahum ---> ordered them
(13:21:4) amara ---> (has been) commanded
(13:25:10) amara ---> (has been) commanded
(13:36:15) umir'tu ---> I have been commanded
(15:65:14) tu'marūna ---> you are ordered
(15:94:3) tu'maru ---> you are ordered
(16:50:7) yu'marūna ---> they are commanded
(16:76:24) yamuru ---> commands
(16:90:3) yamuru ---> commands
(17:16:6) amarnā ---> We order
(19:55:2) yamuru ---> (to) enjoin
(20:132:1) wamur ---> And enjoin
(22:41:10) wa-amarū ---> and they enjoin
(24:21:13) yamuru ---> commands
(24:53:6) amartahum ---> you ordered them
(25:60:11) tamurunā ---> you order us
(26:35:8) tamurūna ---> (do) you advise
(27:33:12) tamurīna ---> you will command
(27:91:2) umir'tu ---> I am commanded
(27:91:13) wa-umir'tu ---> And I am commanded
(31:17:4) wamur ---> and enjoin
(34:33:11) tamurūnanā ---> you were ordering us
(37:102:20) tu'maru ---> you are commanded
(39:11:3) umir'tu ---> am commanded
(39:12:1) wa-umir'tu ---> And I am commanded
(39:64:4) tamurūnnī ---> you order me
(40:66:16) wa-umir'tu ---> and I am commanded
(42:15:5) umir'ta ---> you are commanded
(42:15:16) wa-umir'tu ---> and I am commanded
(52:32:2) tamuruhum ---> command them
(57:24:3) wayamurūna ---> and enjoin
(66:6:19) amarahum ---> He Commands them
(66:6:22) yu'marūna ---> they are commanded
(80:23:5) amarahu ---> He commanded him
(96:12:2) amara ---> he enjoins
(98:5:2) umirū ---> they were commanded

Verb (form VIII) - to consult
(28:20:11) yatamirūna ---> are taking counsel
(65:6:25) watamirū ---> and consult

Noun - enjoiner
(12:53:6) la-ammāratun ---> (is) a certain enjoiner

Noun - command, affair, matter
(2:109:27) bi-amrihi ---> His Command
(2:117:6) amran ---> a matter
(2:210:13) l-amru ---> the matter
(2:210:17) l-umūru ---> (all) the matters
(2:275:35) wa-amruhu ---> and his case
(3:47:18) amran ---> a matter
(3:109:11) l-umūru ---> the matters
(3:128:4) l-amri ---> the decision
(3:147:13) amrinā ---> our affairs
(3:152:13) l-amri ---> the order
(3:154:26) l-amri ---> the matter

(3:154:31) l-amra ---> the matter
(3:154:46) l-amri ---> the matter
(3:159:21) l-amri ---> the matter

(3:186:24) l-umūri ---> (of) determination
(4:47:26) amru ---> (the) command
(4:59:9) l-amri ---> (having) authority
(4:83:3) amrun ---> a matter
(4:83:16) l-amri ---> (having) authority
(5:52:19) amrin ---> a decision
(5:95:37) amrihi ---> (of) his deed
(6:8:10) l-amru ---> the matter
(6:58:9) l-amru ---> the matter
(6:159:12) amruhum ---> their affair
(7:54:24) bi-amrihi ---> by His command
(7:54:28) wal-amru ---> and the command
(7:77:5) amri ---> (the) command
(7:150:14) amra ---> (over the) matter
(8:42:19) amran ---> a matter
(8:43:13) l-amri ---> the matter
(8:44:13) amran ---> a matter
(8:44:19) l-umūru ---> (all) the matters
(9:24:28) bi-amrihi ---> His Command
(9:48:8) l-umūra ---> the matters
(9:48:13) amru ---> (the) Order of Allah
(9:50:11) amranā ---> our matter
(9:106:3) li-amri ---> for the Command of Allah
(10:3:16) l-amra ---> the affairs
(10:24:29) amrunā ---> Our command
(10:31:22) l-amra ---> the affairs
(10:71:21) amrakum ---> your plan
(10:71:26) amrukum ---> (in) your plan
(11:40:4) amrunā ---> Our command
(11:43:13) amri ---> the Command of Allah
(11:44:10) l-amru ---> the Command
(11:58:3) amrunā ---> Our command
(11:59:9) amra ---> (the) command
(11:66:3) amrunā ---> Our command
(11:73:4) amri ---> (the) decree of Allah
(11:76:8) amru ---> (the) Command
(11:82:3) amrunā ---> Our Command
(11:94:3) amrunā ---> Our Command
(11:97:5) amra ---> (the) command of Firaun
(11:97:8) amru ---> (the) command of Firaun
(11:101:19) amru ---> (the) command (of) your Lord
(11:123:7) l-amru ---> the matter
(12:15:13) bi-amrihim ---> about this affair
(12:18:11) amran ---> (to) a matter
(12:21:27) amrihi ---> His affairs
(12:41:16) l-amru ---> the matter
(12:83:6) amran ---> something
(12:102:12) amrahum ---> their plan
(13:2:20) l-amra ---> the matter
(13:11:10) amri ---> (the) command
(13:31:17) l-amru ---> (is) the command
(14:22:5) l-amru ---> the matter
(14:32:22) bi-amrihi ---> by His command
(15:66:4) l-amra ---> the matter
(16:1:2) amru ---> (the) command of Allah
(16:2:5) amrihi ---> His Command
(16:12:9) bi-amrihi ---> by His command
(16:33:9) amru ---> (the) Command
(16:77:6) amru ---> (is the) matter
(17:85:7) amri ---> (the) affair
(18:10:15) amrinā ---> our affair
(18:16:18) amrikum ---> your affair
(18:21:17) amrahum ---> about their affair
(18:21:29) amrihim ---> their matter
(18:28:29) amruhu ---> his affair
(18:50:14) amri ---> the Command
(18:69:10) amran ---> order
(18:73:9) amrī ---> my affair
(18:82:28) amrī ---> my (own) accord
(18:88:12) amrinā ---> our command
(19:21:14) amran ---> a matter
(19:35:11) amran ---> a matter
(19:39:6) l-amru ---> the matter
(19:64:4) bi-amri ---> by (the) Command
(20:26:3) amrī ---> my task
(20:32:3) amrī ---> my task

(20:62:2) amrahum ---> (in) their affair
(20:90:16) amrī ---> my order
(20:93:4) amrī ---> my order

(21:27:5) bi-amrihi ---> by His command
(21:73:4) bi-amrinā ---> by Our Command
(21:81:5) bi-amrihi ---> by his command
(21:93:2) amrahum ---> their affair
(22:41:17) l-umūri ---> (of) the matters
(22:65:14) bi-amrihi ---> by His Command
(22:67:10) l-amri ---> the matter
(22:76:10) l-umūru ---> all the matters
(23:27:10) amrunā ---> Our Command
(23:53:2) amrahum ---> their affair (of unity)
(24:62:11) amrin ---> a matter
(24:63:20) amrihi ---> his orders
(26:151:3) amra ---> (the) command
(27:32:6) amrī ---> my affair
(27:32:10) amran ---> any matter
(27:33:8) wal-amru ---> and the command
(28:44:9) l-amra ---> the Commandment
(30:4:5) l-amru ---> (is) the command
(30:25:7) bi-amrihi ---> by His Command
(30:46:12) bi-amrihi ---> at His Command
(31:17:17) l-umūri ---> the matters requiring determination
(31:22:15) l-umūri ---> (of) the matters
(32:5:2) l-amra ---> the affair
(32:24:5) bi-amrinā ---> by Our Command
(33:36:10) amran ---> a matter
(33:36:16) amrihim ---> their affair
(33:37:46) amru ---> (the) Command
(33:38:19) amru ---> (the) Command
(34:12:23) amrinā ---> Our Command
(35:4:11) l-umūru ---> the matters
(36:82:2) amruhu ---> His Command
(38:36:5) bi-amrihi ---> by his command
(40:15:8) amrihi ---> His Command
(40:44:6) amrī ---> my affair
(40:68:7) amran ---> a matter
(40:78:26) amru ---> (the) Command
(41:12:10) amrahā ---> its affair
(42:38:6) wa-amruhum ---> and their affairs
(42:43:8) l-umūri ---> matters of determination
(42:52:6) amrinā ---> Our Command
(42:53:15) l-umūru ---> all affairs
(43:79:3) amran ---> an affair
(44:4:4) amrin ---> affair
(44:5:1) amran ---> A command
(45:12:9) bi-amrihi ---> by His Command
(45:17:4) l-amri ---> the matter
(45:18:6) l-amri ---> the matter

(46:25:4) bi-amri ---> by (the) command
(47:21:6) l-amru ---> the matter
(47:26:12) l-amri ---> (of) the matter
(49:7:11) l-amri ---> the matter
(49:9:19) amri ---> (the) command

(50:5:8) amrin ---> a state
(51:4:2) amran ---> Command
(51:44:3) amri ---> (the) Command
(54:3:5) amrin ---> matter
(54:12:7) amrin ---> a matter
(54:50:2) amrunā ---> (is) Our Command
(57:5:8) l-umūru ---> the matters
(57:14:16) amru ---> (the) Command
(59:15:8) amrihim ---> (of) their affair
(64:5:10) amrihim ---> (of) their affair
(65:1:41) amran ---> a matter
(65:3:15) amrihi ---> His purpose
(65:4:27) amrihi ---> his affair
(65:5:2) amru ---> (is the) Command
(65:8:6) amri ---> (the) Command
(65:9:3) amrihā ---> (of) its affair
(65:9:6) amrihā ---> (of) its affair
(65:12:10) l-amru ---> the command
(79:5:2) amran ---> (the) matter
(82:19:7) wal-amru ---> and the Command
(97:4:9) amrin ---> affair

SO... pilih dan fikir sendiri betulker Allah memerintahkan kita untuk taat kepada "PEMERINTAH" atau "ulama (arbab)"? :))
(rujuk sini - ASWJ berasal daripada parti politik, dan bukan berkaitan keagamaan)

Hai orang-orang yang beriman
janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu
orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan
di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu (rujuk sini)
dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik) (rujuk sini)​
Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman

[al-Maidah:57]

Mereka menjadikan pendita-pendita (ulamak) dan ahli-ahli ugama (ustaz) mereka
sebagai pendidik-pendidik (tuhan) selain dari Allah
dan juga (mereka mempertuhankan) Al-Masih ibni Maryam

padahal mereka tidak diperintahkan melainkan untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa
tiada Tuhan melainkan Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan

Mereka hendak memadamkan cahaya Allah (ugama Islam) dengan mulut mereka
sedang Allah tidak menghendaki melainkan menyempurnakan cahayaNya
sekalipun orang-orang kafir tidak suka

Dia lah yang telah mengutus RasulNya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan ugama yang benar
untuk dimenangkan dan ditinggikannya atas segala ugama yang lain
walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya

Wahai orang-orang yang beriman!
Sesungguhnya banyak di antara pendita-pendita (ulamak) dan ahli-ahli ugama (ustaz)
memakan harta orang ramai dengan cara yang salah
dan mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah (ugama Islam)

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak membelanjakannya pada jalan Allah
maka khabarkanlah kepada mereka dengan azab seksa yang tidak terperi sakitnya

[at-Taubah:31-34]

====================
maksu ulil amri
====================

masih cuba memahami sebaik mungkin...
mungkin juga sesuatu yang ada berkaitan "menjalankan hukum di antara manusia" pada ayat di atas..
contoh .. terjemahan kepada "dan kepada hukum-hukum agama (Ulil-Amri) di kalangan kamu" .. atau selainnya yang lebih tepat..

sebab ayat "ketaatan" dan "hukum agama" atau "syariat" sangat berkaitan rapat... adik bradikkk..
sememangnya kena taat hukum dan syariat, iaitu "ketaatan" kepada perintah dan larangan Allah.. contoh (45:18)
selanjutnya, "hukum agama" pulaaaa ... berkait dengan "pemerintah" atau "ahli agama"
so ... ayat "ketaatan" tu lebih berkaitan taat hukum agama, yang dilaksanakan oleh pemerintah atau ahli agama..
maka itu terjemahannya mungkin "taat kepada hukum agama Allah", bukan "Penghukum"
sebaliknya puak2 ni SPIN dan menterjemahkan kepada taat "Penghukum", dan bukan taat "hukum agama Allah".. jadi..

Wahai orang-orang yang beriman
taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul Allah dan kepada hukum-hukum agama di kalangan kamu.

Kemudian jika kamu berbantah-bantah dalam sesuatu perkara
maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada Allah dan RasulNya
jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari akhirat
Yang demikian adalah lebih baik, dan lebih elok pula kesudahannya

Tidakkah engkau (hairan) melihat orang-orang yang mendakwa
bahawa mereka telah beriman kepada Al-Quran yang telah diturunkan kepadamu
dan kepada (Kitab-kitab) yang telah diturunkan dahulu daripadamu?

Mereka suka hendak berhakim kepada Taghut
padahal mereka telah diperintahkan supaya kufur ingkar kepada Taghut itu
Dan Syaitan pula sentiasa hendak menyesatkan mereka dengan kesesatan yang amat jauh

Dan apabila dikatakan kepada mereka:
“Marilah berhakim kepada hukum Al-Quran yang telah diturunkan oleh Allah dan kepada hukum Rasulullah,”​

nescaya engkau melihat orang-orang munafik itu berpaling serta menghalang (manusia) dengan bersungguh-sungguh daripada menghampirimu.
 
Last edited:
Proses penyatuan - berserah bulat-bulat kepada ayat Allah

Seruan

“Tegakkanlah pendirian ugama DAN janganlah kamu berpecah belah atau berselisihan pada dasarnya”
Berat bagi orang-orang musyrik (untuk menerima agama tauhid) yang engkau seru mereka kepadanya
[Asy-Syura:13]
dan JANGANLAH kamu menjadi dari MANA-MANA GOLONGAN orang musyrik
Iaitu orang-orang yang menjadikan fahaman ugama mereka berselisihan mengikut kecenderungan masing-masing
serta mereka pula menjadi berpuak-puak
tiap-tiap puak bergembira dengan apa yang ada padanya
[Ar-Rum:30-32]

Tidak ada yang membantah mengenai ayat-ayat Allah melainkan orang-orang yang kafir
[Ghaffir:4]



Fakta Kesesatan

JANGANLAH kamu menjadi dari mana-mana golongan orang musyrik
IAITU orang-orang yang menjadikan fahaman agama mereka berselisihan mengikut kecenderungan masing-masing
serta mereka pula menjadi berpuak-puak
tiap-tiap puak bergembira dengan apa yang ada padanya
[Ar-Rum:32]

Dan sesungguhnya ugama Islam ini ialah ugama kamu
ugama yang satu asas pokoknya
dan Akulah Tuhan kamu; maka bertaqwalah kamu kepadaKu

Kemudian umat Rasul-rasul itu berpecah-belah dalam urusan ugama mereka kepada beberapa pecahan
tiap-tiap golongan bergembira dengan apa yang ada pada mereka
Maka biarkanlah mereka tenggelam dalam KESESATANNYA itu hingga ke suatu masa
[Al-Mu’minun:52-54]


Apakah itu agama yang satu asas pokoknya?

Tegakkanlah pendirian ugama DAN janganlah kamu berpecah belah atau berselisihan pada dasarnya

Lebih mudah....

1. berserah diri bulat-bulat untuk patuh ayat Allah
2. berusaha memperbaiki amal...

Perselisihan selainnya?

Katakanlah:

“Aku beriman kepada segala Kitab yang diturunkan oleh Allah
dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu
Allah jualah Tuhan kami dan Tuhan kamu
Bagi kami amal kami dan bagi kamu amal kamu
Tidaklah patut ada sebarang pertengkaran antara kami dengan kamu​

(kalau tak menyentuh pokok atau dasarnya.. anggap jer tradisi mereka, layannnn)

Dan sesiapa yang berserah diri bulat-bulat kepada (ayat-ayat) Allah
sedang ia berusaha mengerjakan kebaikan
maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali ugama) yang teguh
dan kepada Allah jualah kesudahan segala urusan
[Luqman:22]

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya
Al-Nahl:128


Siapa yang benar di antara semua mazhab, firqah, puak?

Pengajaran daripada kisah perselisihan di antara tiga puak

1. Yahudi
2. Nasrani
3. Musyrik

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata pula:
Tidak sekali-kali akan masuk Syurga melainkan orang-orang yang berugama Yahudi atau Nasrani”​

Yang demikian itu hanyalah angan-angan mereka sahaja

Katakanlah:
“Bawalah kemari keterangan-keterangan yang (membuktikan kebenaran) apa yang kamu katakan itu
jika betul kamu orang-orang yang benar”​

(Apa yang kamu katakan itu tidaklah benar)

bahkan sesiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah
sedang ia pula berusaha supaya baik amalannya
maka ia akan beroleh pahalanya di sisi Tuhannya
dan tidaklah ada kebimbangan terhadap mereka
dan mereka pula tidak akan berdukacita
.

Dan orang-orang Yahudi berkata:
“Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai sesuatu pegangan (ugama yang benar)”​

dan orang-orang Nasrani pula berkata:
“Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan (ugama yang benar)”;​

padahal mereka membaca Kitab Suci masing-masing (Taurat dan Injil)

Demikian juga orang-orang (musyrik) yang tidak berilmu pengetahuan mengatakan seperti yang dikatakan oleh mereka itu

Maka Allah akan menghukum (mengadili) di antara mereka pada hari kiamat
mengenai apa yang mereka berselisihan padanya

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang menyekat
dan menghalangi dari menggunakan masjid-masjid Allah untuk menyebut nama Allah di dalamnya
dan ia berusaha pula untuk meruntuhkan masjid-masjid itu?

Orang-orang yang demikian, tidak sepatunya masuk ke dalam masjid-masjid itu
melainkan dengan rasa penuh hormat dan takut kepada Allah
Mereka akan beroleh kehinaan di dunia
dan di akhirat kelak mereka mendapat azab seksa yang amat besar.

Dan Allah jualah yang memiliki timur dan barat
maka ke mana sahaja kamu arahkan diri maka di situlah arah yang diredhai Allah

sesungguhnya Allah Maha Luas, lagi sentiasa Mengetahui.
[Al-Baqarah:111-115]

apa kesimpulannya?

yahudi cakap agama dia betul, yang lainnya salah...
nasrani pun cakap agama dia betul, yang lainnya salah..
orang musyrik pun cakap sama juga..
masing-masing cakap agama mereka saja betul, dan boleh masuk syurga..

serupa dengan umat Islam hari, semua kata mazhab dan agama masing2 jer betul...

jadi apa jawapan Allah?

Yang demikian itu hanyalah angan-angan mereka sahaja
dan agama atau pegangan yang betul ialah..
sesiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah
dan dia pula
berusaha supaya baik amalannya
maka
tidaklah ada kebimbangan terhadap mereka
dan
mereka pula tidak akan berdukacita
see? tak perlu pun berpecah-belah dan berpuak...

selama ni kita ditipu oleh ahli-ahli agama supaya mereka dapat memegang kuasa...

menjual agama dengan harga yang sedikit....

as long kita ...
1. berserah diri bulat2 untuk patuh ayat Allah
2. berusaha memperbaiki amal...

kita tak perlu risau mazhab apa pun kita berada...

Sesungguhnya Syaitan itu tidak mempunyai sebarang pengaruh
terhadap orang-orang yang beriman dan yang berserah bulat-bulat kepada Tuhan mereka
[Al-Nahl:99]

dan apa yang Allah kata lagi?
Dan Allah jualah yang memiliki timur dan barat
dan
maka ke mana sahaja kamu arahkan diri
see? "ke mana sahaja kamu arahkan diri"
iaitu, apa pun pegangan atau mazhab mereka...
dan selagi mereka berserah diri bulat2 kepada Allah...
serta berusaha memperbaiki amal.. maka
di situlah arah yang diredhai Allah
see? Allah redha akan mereka, tak kisah ler apa mazhab pun...

dia dah berserah diri bulat-bulat dan patuh ayat Allah dalam al-Quran
dan dia berusaha memperbaiki amalnya...
nak risau apa lagi?

siap nak berperang sana sini...
dalam mana-man mazhab ada orang mukmin yang Allah redha akan mereka...
kalau kita bunuh mereka jadi macam mana pula?

Dan sesiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja
maka balasannya ialah neraka jahanam
kekal ia di dalamnya
dan Allah murka kepadanya
dan melakanatkannya serta menyediakan baginya azab seksa yang besar.
[An-Nisaa:93]

sesiapa yang membunuh seorang manusia dengan tiada alasan yang membolehkan membunuh orang itu
atau (kerana) melakukan kerosakan di muka bumi
maka seolah-olah dia telah membunuh manusia semuanya
dan sesiapa yang menjaga keselamatan hidup seorang manusia
maka seolah-olah dia telah menjaga keselamatan hidup manusia semuanya
[al-Maidah:32]

adoih..bukan main2 nie...

nie yang sebenarnya nkorang kena buat...
bukan Allah suruh berperang satu sama lain...

Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan
dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak
supaya kamu berkenal-kenalan ...
[Al-Hujurat:13]

"Kami telah menjadikan" ... see?
Allah yang menjadikan manusia berpuak-puak.. ketetapan Allah
nkorang takleh terima fakta ni?
nkorang rasa benci dengan ketetapan dan pilihan Allah?
nkorang ada ketetapan yang jauh lebih baik dan hebat berbanding ketetapan Allah?

dan dia jadikan nkorang "berpuak-puak" untuk kita saling berkenal-kenalan, belajar memahami sesama kita...
bukan untuk bermusuh antara satu sama lain... bukan untuk diperangi
nkorang tak suka juga? benci dengan ketetapan ni?
nkorang ada ketetapan yang jauh lebih baik dan hebat berbanding ketetapan Allah?

siap Allah bagi contoh lagi macam mana nak hidup harmoni dalam masyarakat berpuak-puak...
"Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan" ... see ?
nkorang hidup sebagai "suami isteri", masing2 berlainan kepercayaan, kehendak, dan keperluan diri...
tapi boleh jer hidup harmoni dan saling menghormati...
siap boleh dapat anak lagi... mengembangkan keturunan
apsal tak nak apply pelajaran ni ke dalam kehidupan bermasyarakat?


Apa yang Allah suruh seru supaya umat Islam boleh bersatu?

Dan (katakanlah wahai Muhammad kepada pengikut-pengikutmu):
Apa jua perkara ugama yang kamu berselisihan padanya
maka hukum pemutusnya terserah kepada Allah

Hakim yang demikian kekuasaanNya ialah Allah Tuhanku
kepadaNyalah aku berserah diri dan kepadaNyalah aku rujuk kembali (dalam segala keadaan)”​

Dia lah yang menciptakan langit dan bumi
Ia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri
dan menjadikan dari jenis binatang-binatang ternak pasangan-pasangan
dengan jalan yang demikian dikembangkanNya kamu semua
Tiada sesuatupun yang sebanding dengan dan Dia lah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Melihat.

Dia lah jua yang menguasai urusan dan perbendaharaan langit dan bumi
Ia memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya
dan Dia juga yang menyempitkannya
sesungguhnya Ia Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu

Allah telah menerangkan kepada kamu
di antara perkara-perkara ugama yang Ia tetapkan hukumnya
apa yang telah diperintahkanNya kepada Nabi Nuh
dan yang telah Kami wahyukan kepadamu (wahai Muhammad)
dan juga yang telah Kami perintahkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Musa serta Nabi Isa, iaitu:
“Tegakkanlah pendirian ugama
dan janganlah kamu berpecah belah
atau berselisihan pada dasarnya”

Berat bagi orang-orang musyrik (untuk menerima ugama tauhid) yang engkau seru mereka kepadanya

Allah memilih serta melorongkan sesiapa yang dikehendakiNya untuk menerima ugama tauhid itu
dan memberi hidayah petunjuk kepada ugamaNya itu sesiapa yang rujuk kembali kepadaNya

Dan umat tiap-tiap Rasul tidak berpecah belah dan berselisihan
melainkan setelah sampai kepada mereka ajaran-ajaran yang memberi mereka mengetahui
berlakunya (perselisihan yang demikian) semata-mata kerana hasad dengki sesama sendiri

Dan kalaulah tidak kerana telah terdahulu kalimah ketetapan dari Tuhanmu hingga ke suatu masa yang tertentu
tentulah dijatuhkan hukuman azab dengan serta-merta kepada mereka

Dan sesungguhnya orang-orang yang diberikan Allah mewarisi Kitab ugama kemudian daripada mereka
berada dalam keadaan syak yang menggelisahkan terhadap Kitab itu

Oleh kerana yang demikian itu, maka serulah (mereka – wahai Muhammad – kepada berugama dengan betul)
serta tetap teguhlah engkau menjalankannya sebagaimana yang diperintahkan kepadamu
dan janganlah engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka

sebaliknya katakanlah:
“Aku beriman kepada segala Kitab yang diturunkan oleh Allah
dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu
Allah jualah Tuhan kami dan Tuhan kamu
Bagi kami amal kami dan bagi kamu amal kamu
Tidaklah patut ada sebarang pertengkaran antara kami dengan kamu

Allah akan menghimpunkan kita bersama (pada hari kiamat)
dan kepadaNyalah tempat kembali semuanya (untuk dihakimi dan diberi balasan)”.​

Dan orang-orang yang berhujah menyangkal dan membantah tentang kebenaran ugama Allah
sesudah disambut dan diterima ugamaNya itu
bantahan (dan tuduhan palsu) mereka itu sia-sia belaka di sisi Tuhan mereka
Dan mereka pula ditimpa kemurkaan (dari Allah)
serta mereka beroleh azab seksa yang seberat-beratnya.
[Asy-Syura:10-16]

Tiga benda jer nak kena fikir...

1. Tegakkanlah pendirian ugama
(berserah bulat-bulat pada ayat Allah)

2. Janganlah kamu berpecah belah
(pangkah sifat ahli kitab dan orang musyrik dalam diri sendiri)

3. Janganlah berselisihan pada dasarnya
(memperbaiki amal, memahami ayat Allah untuk bercampur dengan pelbagai puak dan agama)

confirm bersatu...

Dan tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan perkara dusta terhadap Allah
sedang ia diajak kepada memeluk Islam
dan Allah tidak memberi hidayah petunjuk kepada orang-orang yang zalim

[As-Saff:7]
 
Last edited:
ASWJ itu adalah berasal daripada jamaah politik...



Shaykh Yusuf al-Qaradawi: "The Ummah is Ash'ari, the Salafis are a small minority"

"...al-Azhar is not the only one who follows the Ash'ari creed. The Islamic nation (ummah) is Ash'ari... al-Azhar is Ash'ari, Zaytoona (in Tunisia) is Ash'ari.. Deoband (in India) is Ash'ari.. Nadwatul Ulamaa is Ash'ari... and the Islamci Schools of Pakistan is Ash'ari, the whole Islamic world is Ash'ari.

The Salafis are a small minority. Even in Saudi Arabia, not everyone are Salafis. Some people of Hejaz, and people of Nejd, and other areas aren't (salafis). But the majority of the Ummah is Ash'ari..."


rujuk pada minit 12:00; persamaan "fahaman" dan "pegangan" mengenai sifat Allah... "dua tangan" .. "dua mata"
kesimpulan permainan Ash'ari pada minit 15:35


Mustahil 4 imam (salaf) bermazhab Ahlus Sunnah Wal Jamaah...

Ahli Salaf
Imam Abu Hanifah, beliau lahir tahun 80 H wafat tahun 150 H.
Imam Malik yang Lahir tahun 93 H dan wafat tahun 179 H.
Imam Syafi’i yang Lahir pada tahun 150 H dan wafat tahun 204 H
Imam Ahmad lahir pada tahun 164 H dan wafat tahun 241.

Ahli Khalaf
Abul Hasan lahir pada tahun 260 H (bahkan ada yang mengatakan tahun 270 H)

imam.JPG


attachment.php

Pada peringkat awal, mazhab Ahl al-Sunnah wa al-Jama`ah tidak dikenali dalam dunia Islam, terutama pada zaman Bani Umaiyyah dan awal zaman Bani `Abbasiyyah.

Dengan kemunculan al-Asy`ari, nama @ aliran yang diberikan kepada mereka ialah mazhab al-Asya`irah.

Menurut al-Syahrastani, istilah Ahl al-Sunnah wa al-Jama`ah hanya timbul setelah al-Asy`ari melibatkan diri dengan golongan al-Sifatiyyah dalam menetapkan sifat-sifat azali bagi Allah, dan menyokong pendapat-pendapat mereka dengan hujah-hujah ilmu kalam. Semenjak itulah nama al-Sifatiyyah bertukar kepada al-Asy`ariyyah.

Di dalam kitab Maqalat al-Islamiyyin sewaktu membicarakan pendapat-pendapatnya atau dengan kata-kata lain akidah-akidahnya, al-Asy`ari menyebutkan " Ini adalah sebahagian daripada pendapat (qaul) Ashab al-Hadith dan Ahl al-Sunnah. Sementara itu, di dalam kitab al-Ibanah pula, beliau menyebutkan: “ Ini adalah pendapat (qaul) Ahl Haq wa alSunnah.” Di dalam kedua-dua kenyataan itu, beliau tidak menyebut perkataan al-Jama‘ah.

Besar kemungkinan al-Baghdadi merupakan orang yang pertama di kalangan golongan al-Asya'irah yang menggunakan perkataan al-Jama‘ah selepas perkataan Ahl alSunnah diikuti oleh al-Syahrastani. Walau bagaimanapun, al-Jama‘ah yang sebenar menurut pandangan 'Ali bin Abi Talib (k.w) dari generasi pertama Islam adalah bersama ahli kebenaran sekalipun mereka itu sedikit. Al-Furqah (perpecahan) adalah dengan mengikut Ahl al-Batil sekalipun mereka itu ramai.

Sementara itu, al-Asy'ari al-Qummi (m.301/914) mengatakan bahawa al-Jama‘ah adalah golongan ramai yang menyokong mana-mana pemerintahan tanpa mengira sama ada pemerintahan itu adil ataupun zalim. Mereka bersepakat bukan kerana keagamaan, malahan pengertian al-Jama‘ah yang sebenar bagi mereka adalah perpecahan (al-furqah) kerana dendam mendendam berlaku sesama mereka terutamanya mengenai aspek-aspek Tawhid, hukum, fatwa dan lain-lain. Mereka bertengkar dan mengkafir sesama mereka.

Justeru itu, tidak hairanlah jika al-Zamakhsyari (m.537/1143) memandang Ahl alSunnah wa al-Jama‘ah dengan pandangan yang begitu negatif, malahan beliau menamakan mereka al-Mujbirah atau al-Jabariyyah. Oleh itu, al-Jama‘ah menurut pengertian yang kedua dikatakan boleh merujuk kepada simbol perpaduan secara lahir sesama mereka di bawah satu pemerintahan yang tidak berkaitan dengan keagamaan (perpaduan politik).

Pada hakikatnya, ia merupakan perpecahan dan perselisihan dari segi hukum, fatwa dan lain-lain. Istilah Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah pada mulanya diberikan kepada aliran al Asya'irah tetapi kemudian telah diperluaskan sehingga merangkumi mazhab fiqh dan lapangan-lapangan ilmu Islam yang lain


Siapakah Asy’ari?
orang yang hidup satu bangsa dan zaman dengan Imam Hadis

Riwayat Singkat Al-Asy’ari - Pengasas Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Nama lengkapnya ialah Abul Hasan Ali bin Isma’il bin Abi Basyar Ishaq bin Salim bin Ismail bin Abdillah bin Musa bin Bilal bin Abi Burdah Amir bin Abi Musa Al-Asy’ari,[3] seorang sahabat Rasulullah saw. Kelompok Asy’ariyah menisbahkan pada namanya sehingga dengan demikian ia menjadi pendiri madzhab Asy’ariyah.

Abul Hasan Al-Asya’ari dilahirkan pada tahun 260 H/874 M di Bashrah dan meninggal dunia di Baghdad pada tahun 324 H/935 M,[4] ketika berusia lebih dari 40 tahun. Ia berguru kepada Abu Ishaq Al-Marwazi, seorang fakih madzhab Syafi’i di Masjid Al-Manshur, Baghdad. Ia belajar ilmu kalam dari Al-Jubba’i, seorang ketua Muktazilah di Bashrah (iaitu bapa tirinya).

Al-Asy’ari yang semula berpaham Mu’tazilah akhirnya berpindah menjadi Ahli Sunnah. Sebab yang ditunjukkan oleh sebagian sumber lama bahwa Abul Hasan telah mengalami kemelut jiwa dan akal yang berakhir dengan keputusan untuk keluar dari Muktazilah. Sumber lain menyebutkan bahwa sebabnya ialah perdebatan antara dirinya dengan Al-Jubba’i seputar masalah ash-shalah dan ashlah (kemaslahatan).

Sumber lain mengatakan bahwa sebabnya ialah pada bulan Ramadhan ia bermimpi melihat Nabi dan beliau berkata kepadanya, “Wahai Ali, tolonglah madzhab-madzhab yang mengambil riwayat dariku, karena itulah yang benar.” Kejadian ini terjadi beberapa kali, yang pertama pada sepuluh hari pertama bulan Ramadhan, yang kedua pada sepuluh hari yang kedua, dan yang ketika pada sepuluh hari yang ketiga pada bulan Ramadhan. Dalam mengambil keputusan keluar dari Muktazilah, Al-Asy’ari menyendiri selama 15 hari (dalam rumahnya). Lalu, ia keluar menemui manusia mengumumkan taubatnya. Hal itu terjadi pada tahun 300 H.

Al-Asy’ari menganut faham Mu’tazilah hanya sampai ia berusaha 40 tahun. Setelah itu, secara tiba-tiba ia mengumumkan di hadapan jamaah masjid bashrah bahwa dirinya telah meninggalkan faham Mu’tazilah dan menunjukkan keburukan-keburukannya.[5] Menurut Ibn Asakir, yang melatarbelakangi Al-Asy’ari meninggalkan faham Mu’tazilah adalah mengakuan Al-Asy’ari telah bermimpi bertemu Rasulullah Saw. sebanyak tiga kali, yaitu pada malam ke-10, ke-20, dan ke-30 bulan Ramadhan. Dalam tiga mimpinya itu, Rasulullah memperingatkannya agar meninggalkan faham Mu’tazilah dan membela faham yang telah diriwayatkan dari beliau.[6]

Setelah itu, Abul Hasan memposisikan dirinya sebagai pembela keyakinan-keyakinan salaf dan menjelaskan sikap-sikap mereka. Pada fase ini, karya-karyanya menunjukkan pada pendirian barunya. Dalam kitab Al-Ibanah, ia menjelaskan bahwa ia berpegang pada madzhab Ahmad bin Hambal.


15 hari dalam rumah jer .. mimpi pula bukan untuk ajak ikut al-Quran, tapi ajak ikut cerita rumor (riwayat)
macam ni pun boleh buat mazhab.. hehe

Ya, syaitan memang tidak boleh menyerupai Nabi s.a.w, namun syaitan boleh menyerupai orang lain dan seseorang yang tidak pernah melihat Nabi s.a.w menyangka itu Nabi s.a.w. Tipuan syaitan sangat licik.

p/s: Siapakah tokoh Salafi? Salafi tidak ada tokoh selain Rasulullah SAW. Oleh itu, kitab dari imam hadis dan periwayat dah terkeluar dan disqualified. Maka itu setiap hadis mesti diimbangi balik kebenarannya dengan kebenaran al-Quran.


===========================


imam.JPG


Hārūn was strongly influenced by the will of his mother in the governance of the empire until her death in 789. His vizier (chief minister) Yahya the Barmakid, Yahya's sons (especially Ja'far ibn Yahya), and other Barmakids generally controlled the administration.

Kesemua penulis-penulis kitab (buku) di atas adalah berbangsa Parsi, dan Pemerintahan Islam telah berjaya menewaskan Empayar Persia (Iran dll). Barmakids (keluarga bangsawan Parsi) telah berkomplot menjatuhkan Pemerintahan Umayyad dan menaikkan Pemerintahan Abbasid; sebuah kerajaan Boneka Parsi. Hakikatnya, Pemerintahan Abbasid adalah sebenarnya Pemerintahan Parsi, dan penulis-penulis novel ini muncul semasa Pemerintahan Abbasid, satu zaman yang terkenal dengan karya-karya dongeng seperti Kisah 1,001 Malam. Sejarah Islam telah dimanipulasikan. Seperkara yang ganjil, tiada mana-mana ulama berbangsa arab atau yang berasal daripada Madinah atau Mekkah. Setelah kejatuhan Empayar Abassid, Empayar Buyid (Shia Iran) muncul menawan kembali sebagai kuasa besar, 933–1062 AD.

Cuba anda bayangkan, 2,300,000 juta cerita-cerita dongeng muncul secara tiba-tiba semasa Pemerintahan Abbasid (penguasaan ibu berbangsa Parsi kepada Khalifah Harun Al Rashid). Bagaimana boleh wujud cerita dongeng sebanyak ini setelah 250 tahun kewafatan Rasulullah saw? Bagaimana pula bilangan cerita-cerita dongeng yang dianggap sebagai "penipuan"? 99% atau 2,277,000 juta cerita dongeng? Apakah keberangkalian 1% cerita ini turut tidak termasuk sebagai cerita-cerita dongeng berunsurkan "penipuan"? "Now a wise person can understand easily that to find one correct hadith in 2.3 million forged hadiths is like to search a tiny pure diamond in a ocean of urine." Saya percaya anda mampu menilaikannya sendiri dengan kebijaksanaan yang dianugerahkan oleh Allah kepada anda.


Zaman Rasulullah saw
(Al-Quran dihafal, disahkan oleh Rasulullah saw, dan ditulis)
arrow_down.png

Dakwaan Cerita mulut Periwayat 1 (sudah meninggal)
(bagaimana Bukhari mampu buktikan kesahihan cerita secara jelas?)
arrow_down.png

Dakwaan Cerita mulut Periwayat Ke-2 (sudah meninggal)
(bagaimana Bukhari mampu buktikan kesahihan cerita secara jelas?)
arrow_down.png

Dakwaan Cerita mulut Periwayat Ke-3 (sudah meninggal)
(bagaimana Bukhari mampu buktikan kesahihan cerita secara jelas?)
arrow_down.png

Dakwaan Cerita mulut Periwayat Ke-4 (sudah meninggal)
(bagaimana Bukhari mampu buktikan kesahihan cerita secara jelas?)
arrow_down.png

Dakwaan Cerita mulut Periwayat Ke-5 (sudah meninggal)
(bagaimana Bukhari mampu buktikan kesahihan cerita secara jelas?)
arrow_down.png

Dakwaan Cerita mulut Periwayat Ke-6 (sudah meninggal)
(bagaimana Bukhari mampu buktikan kesahihan cerita secara jelas?)
arrow_down.png

Dakwaan Cerita mulut Periwayat Ke-7 (sudah meninggal)
(bagaimana Bukhari mampu buktikan kesahihan cerita secara jelas?)
arrow_down.png

Dakwaan Cerita mulut Periwayat Ke-8 (hidup)
(bagaimana Bukhari mampu buktikan kesahihan cerita secara jelas?)
arrow_down.png

Bukhari & Imam Hadis
(250 tahun selepas kewafatan Rasulullah saw)

CERITA BERTULIS Bukhari & Imam Hadis


>> SEBAGAI PERIWAYAT SEBENAR & TERAKHIR <<

IAITU
CERITA MEREKA

BUKAN CERITA RASULULLAH SAW & SAHABAT

arrow_down.png

Kitab Riwayat
arrow_down.png

Anda
(bagaimana ANDA mampu buktikan kesahihan cerita secara jelas?)
(perintah Allah di dalam al-Quran?)

bukhari.JPG

Proses mengumpulkan 600,000 cerita-cerita dongeng ini (cerita di bawah mengatakan 1,000,000 juta hadis) memerlukan Penulis Novel Bukhari menjelajah 16 tahun bagi menemui 80,000 pencerita-pencerita dongeng, iaitu bilangan perjumpaan yang tersangat besar.

logik ker nie?

“...Untuk mengumpulkan dan menyeleksi hadits shahih, Bukhari menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk mengunjungi berbagai kota guna menemui para perawi hadits, mengumpulkan dan menyeleksi haditsnya. Di antara kota-kota yang disinggahinya antara lain Bashrah, Mesir, Hijaz (Mekkah, Madinah), Kufah, Baghdad sampai ke Asia Barat. Di Baghdad, Bukhari sering bertemu dan berdiskusi dengan ulama besar Imam Ahmad bin Hanbali. Dari sejumlah kota-kota itu, ia bertemu dengan 80.000 perawi. Dari merekalah beliau mengumpulkan dan menghafal satu juta hadits. Namun tidak semua hadits yang ia hafal kemudian diriwayatkan, melainkan terlebih dahulu diseleksi dengan seleksi yang sangat ketat di antaranya apakah sanad (riwayat) dari hadits tersebut bersambung dan apakah perawi (periwayat/pembawa) hadits itu tepercaya dan tsiqqah (kuat). Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, akhirnya Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami'al-Shahil yang dikenal sebagai Shahih Bukhari..." rujuk sini

Kini, apakah kemunasabahan Bukhari mampu mengumpulkan 1,000,000 cerita-cerita dongeng pada zaman yang serba kekurangan. Tiada kemudahan kenderaan, komputer, elektrik, hotel, telefon, kedai photostat dan kedai buku, sumber ekonomi yang terhad dan tanpa segala kemudahan pada zaman ini.

Cuba anda kirakan sendiri, berapakah cerita-cerita dongeng yang beliau perlu dapatkan setiap hari bagi memenuhi jumlah hadis sebanyak 600,000 - 1,000,000 dalam tempoh 16 tahun?

Berapa lamakah masa yang diperlukan untuk mengembara, menemubual, menghafal, meneliti dan membandingkan 600,000 - 1,000,000 cerita dongeng, menyusun, menulis buku, mengajar dan masa yang diperlukan oleh dirinya sendiri?

andai kata kita sendiri ditugaskan menulis 1,000,000 blog post dalam masa 16 tahun, boleh kita siapkan?
takda gaji... cari makan dan keperluan hidup secara sendiri, pastu tulis blog...

iaitu ... 16 tahun ada 5,840 hari ... takda cuti, jangan mimpi nak sakit.. hehe
maka kita kena tulis 172 post sehari... sambil cari makan sendiri, boleh ?
rasanya Superman pun surrender .. :eek:








Bukhari hafal 1,000,000 juta hadis...

published 2,762 hadis

2217523456.jpg


so.. jumlah buku dia hafal...

1,000,000
----------
2,762

363 set kitab (6,171 buku) x
images


iaitu...

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images


images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images


images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images


images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images

images
images
images
images
images
images
images
images
images
images


DAN BANYAK LAGI.. sehingga 363 kali ganda atau 6,171 buku :eek:

p/s take note, buku sekarang tulisan kecil dan seragam.. dulu takda kertas... tulisan besar-besar.. so.. berkali-kali ganda tebal, mmmm.. penuh dua atau tiga library yang mega besar kut :eek:
 

Attachments

Last edited:
Back
Top
Log in Register