BTC USD 84,835.5 Gold USD 4,140.83
Time now: Jun 1, 12:00 AM

syiah imamiah

Dah kata dah Rukun tu Wajib, sunnah tu bukan rukun. X faham lagi?:D Tambahan? Solat sunat tu kan contoh2 tambahan. Oh ye pulak, Imam Maksum syiah je boleh ikut jd pendapat 4 mazhab adalah tertolak.. sori2:">

Tidak ada nas @ dalil yang mengatakan Imam Maksum. Xde mana2 ulama tafsir pun kata dalam Al-Quran (at-Thabari,al-Baghawi , al-Zamakhsyari, Al-Qurthubi, Ibnu Kathir, Al-Durr al-Manthur li As-Suyuthi, Fathul Qadir li Asy-Syaukani, As-Sa'di li Syeikh Abdurrahman As-Sa'di , Adhwa' al-Bayan li Asy-Syinqithi, Al-Aisar li Al-Jazairi) yang SAHIH mengatakan ada imam maksum selepas nabi s.a.w. Opss.. ni ahli tafsir tidak menepati syiah jd xleh pakai, sori2:">


aku rasa die pun belum kaji abis hadith2 yg telah ko nyata, die cume ikut pemahaman die saje... die die sebelum ni sunni skang nk ke arah syiah... die sepatutnya mengkaji al-quran, sunnah n hadith2 dulu baru la boleh bercerita ttg syiah...
 
Beginilah..setiap ayat al-quran yang menyatakan tentang kisah firaun,haman,ubai bin khalaf,abu jahal,abu lahab,qarun saudara semua koyak kan dan jangan baca...sebab buat apa nak ingat kesalahan kesalahan mereka lagi ye x? xrelevan dah nak kutuk diorang dalam al quran tu.:D

Ohhh gitu ye sahabat. Rupanya kamu baca quran sebab nak mencari, mengenang dan mengingati kesalahan orang bukan untuk mengambil iktibar daripada peristiwa2 tersebut. Itu sebabnya kamu baca quran yeee.
 
Beginilah..setiap ayat al-quran yang menyatakan tentang kisah firaun,haman,ubai bin khalaf,abu jahal,abu lahab,qarun saudara semua koyak kan dan jangan baca...sebab buat apa nak ingat kesalahan kesalahan mereka lagi ye x? xrelevan dah nak kutuk diorang dalam al quran tu.:D


begitu pemahaman kamu... bkn nk ambil iktibar atau pengajaran tetapi menyimpan dendam jugak terhadap firaun, haman, ubai bin khalaf, abu jahal, abu lahab...

kenape perlu menyimpan dendam... kita redha la ape yg telah berlaku kerana Allah maha mengetahui segala2...

patut la syiah dan sunni susah nk bersatu kerana puak2 syiah suka menyimpan dendam kesumat...
 
Faza Huff Berikut nukilan dari kitab-kitab syiah, menceritakan pujian "para imam syiah" terhadap para sahabat Nabi.



Banyak riwayat menyebutkan bahwa Ali berkomentar tentang korban tewas dari bala tentara Muawiyah: mereka semuanya muslim, bukan kafir, juga bukan munafik. Begitu juga ada riwayat dari Ja’far, dari Ayahnya, dari Ali, bahwa dia tidak pernah menisbatkan kekafiran dan kemunafikan pada seorang pun dari musuhnya, tetapi Ali mengatakan: mereka adalah saudara kami yang menentang kami. Qurbul Isnad hal 62, Wasa’il Syi’ah jilid 11 hal 62.

Dalam kitab Kasyful Ghummah, Al Arbali mencantumkan sebuah riwayat, bahwa Said bin Murjanah mengatakan : suatu hari aku berada bersama Ali bin Husein, lalu aku mengatakan: aku mendengar Abu Hurairah mengatakan : Rasulullah bersabda: siapa yang memerdekakan budak yang beriman, maka Allah akan membebaskan seluruh bagian tubuhnya dari neraka, karena perbuatan itu. Allah akan membebaskan tangannya dari neraka karena tangan budak itu, membebaskan kakinya karena kaki budak itu, dan kemaluan karena kemaluannya. Lalu Ali Alaihissalam mengatakan: apakah engkau mendengar hadits ini dari Abu Hurairah? Ya, jawab Said. Ali berkata pada budaknya, budaknya yang paling maha., Abdullah bin Ja’far telah menawarnya dengan harga seribu dinar, tetapi Ali tidak menjualnya : engkau telah merdeka karena Allah.

Sepertinya Ali Zainal Abidin, Imam syiah yang ke empat, belum pernah mendengar riwayat ini. Ali langsung percaya pada riwayat ini, dan langsung mengamalkannya. Ali percaya pada Abu Hurairah.

Kitab Rijal Ibnu Dawud, karya Ibnu Dawud Al Hilli, menyebutkan : Abu Hurairah, sudah terkenal, salah satu sahabat Rasulullah saaw.


Ali bin Husein, yang dijuluki Zainal Abidin, seperti diriwayatkan oleh Ali bin Abul Fath Al Arbali, dalam kitab Kasyful Ghummah fi Ma’rifatil Imamah : beberapa orang dari irak datang menemui Ali bin Husein, lalu mereka mencela Abubakar, Umar dan Utsman, setelah selesai berbicara, Ali Zainal Abidin bertanya pada mereka: apakah kalian mau memberitahukan padaku, apakah kalian termasuk : orang-orang miskin yang berhijrah, yang diusir dari negeri dan harta mereka, demi mencari keutamaan dan keridhoan Allah, mereka menolong Allah dan RasulNya, mereka adalah orang-orang yang benar. Mereka menjawab: tidak, Ali bertanya lagi, jika demikian, apakah kalian termasuk : orang yang menyiapkan negeri dan iman sebelum mereka, mencintai orang-orang yang berhijrah pada mereka, mereka tidak memiilki hajat apa pun terhadap apa yang mereka berikan, mereka mendahulukan kepentingan kaum muhajirin atas kepentingan mereka sendiri, meskipun mereka sendiri memerlukan? Mereka menjawab: tidak, kemudian Ali Zainal Abidin berkata: kalian mengaku kalian tidak termasuk kedua kelompok di atas, aku bersaksi bahwa kalian bukanlah termasuk dalam golongan yang disebutkan oleh Allah : dan orang-orang yang datang setelah mereka, mereka berdoa…. Pergilah dari sini, semoga Allah menyiksa kalian. Kasyful Ghummah jilid 2 hal 291.

Abu Juhaifah, Muhammad bin Ali, Abdu Khair, Suwaid bin Ghaflah dan Abu Hakimah, serta lainnya, ada yang mengatakan jumlahnya sampai 14 orang, bahwa Ali berkata dalam sebuah khotbahnya: Orang terbaik pada umat ini setelah Nabi adalah Abubakar dan Umar, riwayat lain menyebutkan bahwa Ali berkata : jika aku ingin mengatakan siapa yang ketiga, aku akan lakukan. Sebagian riwayat menyebutkan bahwa khotbah itu diucapkan oleh Ali setelah mendapat laporan tentang orang mencaci maki Abubakar dan Umar, Ali memanggilnya dan menghukumnya setelah mendengar keterangan saksi.

Ja’far bin Muhammad meriwayatkan dari ayahnya, bahwa seseorang dari Quraisy datang menghadap Amirul Mukminin, lalu berkata: aku mendengar engkau berkata dalam khotbah: “Ya Allah, perbaikilah kami, dengan apa yang engkau perbaiki dengannya para khulafa’ rasyidin”, siapakah mereka? Ali menjawab: mereka adalah kedua kekasihku, kedua pamanku, Abubakar dan Umar, dua imam yang membawa petunjuk, dua syaikhul Islam, dua ksatria Quraisy, dua orang yang menjadi panutan setelah Rasulullah saaw, siapa yang mengikuti jejak mereka, pasti terjaga (dari kesesatan). As Syafi fil Imamah, Syarif Murtadha, jilid 3, hal 93-94

Dalam Kitab Al Gharat, karya Ibrahim Ats Tsaqafi, Ali ditanya oleh para sahabatnya: wahai Amirul Mukminin, ceritakanlah pada kami tentang sahabatmu, Ali balik bertanya: sahabatku yang mana? Jawab mereka: sahabat Muhammad SAAW, Ali pun menjawab: seluruh sahabat Muhammad adalah sahabatku. Jilid 1 hal 177

Ibnu Babawaih Al Qummi dalam kitab Al Khishal, dari Hisyam bin Salim dari Abu Abdillah Alaihissalam berkata: Sahabat Nabi berjumlah dua belas ribu, delapan ribu dari Madinah, dua ribu dari Mekkah, dan dua ribu lagi dari golongan thulaqa, tidak ada dari mereka yang berpaham qadariyah, murji’ah juga khawarij, mu’tazilah dan kaum yang mengedepankan logika daripada dalil, mereka menangis siang malam, sambil berdoa: cabutlah nyawa kami sebelum kami makan roti dari ragi.

Imam Hasan Al Askari dalam tafsirnya mengatakan: seorang yang membenci keluarga Muhammad dan para sahabatnya yang baik, membenci salah satu di antara mereka, Allah pasti mengazabnya dengan azab yang jika dibagi pada seluruh makhluk Allah pasti akan menghancurkan mereka. Tafsir surat Al Baqarah ayat 88

Seorang wanita bertanya pada Imam Ja’far As Shadiq tentang Abubakar dan Umar, apakah aku harus mencintai mereka? Jawab Imam Ja’far: cintailah mereka berdua, wanita itu bertanya: apakah aku jawab di depan Allah bahwa engkau menyuruhku mencintai mereka berdua? Imam Ja’far menjawab: ya. Al Kafi jilid 8 hal 101.

Dalam khotbahnya, Ali mengatakan : Kemana kaum yang dipanggil menuju Islam lalu mereka menyambut panggilan itu, mereka membaca Al Qur’an dan membaguskan bacaannya, berangkat menuju perang, mereka rindu pada perang sebagaimana onta betina rindu pada anaknya, mereka mengeluarkan pedang dari sarungnya, mereka menyebar ke seluruh penjuru bumi dengan barisan yang kokoh, sebagian mati, sebagian lagi selamat, mereka tidak bergembira ketika istri mereka melahirkan, mereka tidak bersedih ketika ada teman mereka yang mati, mata mereka sayu karena tangisan, perut mereka kempis karena puasa, bibir mereka layu karena banyak berdoa, wajah mereka pucat karena kurang tidur, pada wajah mereka nampak tanda khusyu’, mereka adalah saudara-saudaraku yang telah pergi, sudah pantas bagi kami untuk merindukan mereka dan menggigit jari karena berpisah dengan mereka. Nahjul Balaghah


Dalam khotbah yang lain, Ali mengatakan : Saya telah menyaksikan sahabat Muhammad SAW, saya lihat tidak ada di antara kalian yang menyamai mereka, pada pagi hari kepala dan tubuh mereka penuh debu, mereka melewatkan malam dengan sujud dan berdiri shalat, bergantian meletakkan kening dan pipi mereka di tanah, mereka seolah-oleh berdiri di atas bara api karena mengingat akherat, seolah-olah dahi mereka seperti lutut kambing karena sujud mereka yang begitu panjang, jika mereka ingat pada Allah, air mata meleleh dari mata mereka sampai membasahi dada, tubuh mereka layu seperti pohon yang melengkung diterpa angin karena takut pada adzab Allah dan mengharap pahalaNya.

Al Ayyasyi, yang nama lengkapnya Abu Nashr Muhammad bin Mas’ud, mengutip riwayat dalam tafsirnya, dalam pembahasan surat Al Baqarah ayat 222: dari Muhammad Al Baqir, imam syiah kelima,: dari Salam, dia berkata: saya sedang bersama Abu Ja’far Alaihissalam, lalu Hamran bin A’yun masuk menemuinya, dan bertanya padanya tentang beberapa masalah, …. Lalu Muhammad Al Baqir berkata: para sahabat Nabi, mereka berkata pada Nabi: wahai Rasulullah, apakah engkau takut kami akan menjadi munafik? Rasulullah balik bertanya : mengapa kalian takut akan hal itu? jawab mereka: ketika kami berada bersamamu, dan mendengar peringatanmu, hati kami takut dan ngeri, kami pun melupakan dunia dan enggan mencarinya, seakan-akan saat itu kami melihat akherat, sorga dan neraka, padahal kami berada bersamamu, setelah kami keluar dari majlismu, kami masuk ke rumah dan mencium anak-anak kami, kami melihat keluarga dan harta kami, hampir saja kami berubah total dari kondisi saat kami berada bersamamu, seakan-akan kami tidak pernah merasakan seperti saat kami berada bersamamu, apakah engkau takut bahwa kami akan menjadi munafik?
Rasulullah menjawab: tidak, sekali-kali tidak, ini adalah jeratan setan agar kalian mencintai dunia, demi Allah, jika kalian bisa tetap berada dalam kondisi seperti kalian sedang bersamaku, para malaikat akan menyalami kalian, dan kalian akan bisa berjalan di atas air, jika bukan karena kalian melakukan dosa, lalu kalian memohon ampunan, Allah pasti akan menciptakan makhluk agar mereka melakukan dosa, lalu mereka memohon ampun dan Allah mengampuni mereka, seorang mukmin selalu diuji, dan selalu bertobat, apakah engkau belum mendengar firman Allah (Allah mencintai hamba yang selalu bertobat) dan (mohonlah ampunan pada RabbMu, dan bertobatlah padaNya)


Imam Hasan Al Askari, imam ke 11 syiah, menerangkan dalam tafsirnya, tentang pertanyaan Nabi Musa pada Allah, salah satunya adalah: apakah ada para sahabat Nabi yang lebih mulia di sisiMu daripada sahabatku? Allah menjawab: wahai Musa, apakah engkau tidak tahu bahwa keutamaan sahabat Muhammad dibanding sahabat seluruh Nabi, seperti keutamaan keluarga Muhammad dibanding selurh keluarga Nabi, seperti keutamaan Muhammad di atas seluruh para Nabi. Edisi Madrasah Imam Al Hadi, Qumm.

tuch...jd bingungkan ma kaum2 syi'ah skrg ini...bknnya tambah pinter dgn sejarah syi'ahnya malah tmbh lemooot n kasiiiian bgt tuch ma otak2nyee.."pikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiir dunk kak" xixixixixixiixixi ^_^

boleh baca lagi tentang penyelewengan syiah di facebook anti syiah http://www.facebook.com/topic.php?uid=110143232555&topic=14898
 
Yang Tersisa Dari Karbala (penyelewengan fakta dr syiah)

Ada cerita menarik dari Karbala yang sengaja dirahasiakan oleh syi'ah, mau tahu? baca selengkapnya...

Ada bagian penting yang sering tertinggal dari sejarah Imam Husein, nampaknya bagian yang penting ini sangat jarang sekali dibahas, sehingga pembaca yang ditakdirkan melewatkan pandangannya pada tulisan kali ini sangat beruntung, karena menemukan pembahasan yang hampir belum pernah dibahas.

Kali ini pembaca akan menikmati uraian tentang anak-anak Imam Husein. Sebagaimana kita ketahui bersama, Imam Husein adalah seorang cucu Nabi, manusia yang dicintai oleh Nabi sebagaimana kita mencintai cucunya. Bahkan konon seorang kakek lebih mencintai cucunya dari ayah si cucu yang merupakan anaknya sendiri. Kecintaan nabi kepada Imam Husein begitu besar,begitu juga kepada kakaknya yaitu Imam Hasan. Kita sebagai orang beriman yang mencintai Nabi wajib mencintai mereka yang dicintai Nabi, termasuk cucundanya yang satu ini, sebagai bukti kecintaan kita kepada Kakeknya. Namun kecintaan kita kepada sang Kakek haruslah lebih besar.

Waktu kemudian berlalu sehingga Muawiyah Ra mangkat dan mengangkat Yazid sebagai khalifah. Imam Husein yang enggan berbaiat kepada Yazid segera melarikan diri ke mekkah. Sesampai di mekkah penduduk kota Kufah mengirimkan surat yang jumlahnya mencapai 12000 pucuk surat, yang isinya meminta sang Imam untuk berangkat ke Kufah, di mana penduduknya sudah bersiap sedia untuk membaiat Imam Husein sebagai khalifah. Di antara isi surat itu adalah memberitahu sang Imam bahwa di Kufah terdapat 100000 pasukan yang siap berdiri di belakangnya untuk melawan Bani Umayyah (Lihat kitab Faji'atu Thaff hal 6, karangan Muhammad Kazhim Al Qazweini) Membaca surat itu, sang Imam yakin akan kesiapan 100000 penduduk kufah yang telah siap dengan pedang terhunus untuk melawan dan "kezhaliman bani Umayah", Imam Husein akhirnya berangkat menuju kufah bersama keluarganya. Namun kali ini imam tertipu. Sebelum sampai ke kota Kufah rombongan beliau dicegat oleh tentara suruhan Ibnu Ziyad yang dipimpin oleh Umar bin Saad. Ketika rombongan sang Imam dicegat, kita tidak mendengar 100000 pasukan yang konon siap membela Imam Husein itu ikut membela dan berperang melawan musuhnya, kita tidak tahu kemana perginya mereka, begitu juga 12000 orang yang menuliskan surat ketika sang Imam berada di mekkah. Jika 100000 orang yang mengaku pembela Imam itu ikut berada di padang Karbala, pasti "tentara bani umayah" dapat dengan mudah dikalahkan. Mereka yang memanggil sang Imam begitu saja lari dari tanggungjawab. Mereka tega membiarkan cucu sang Nabi terakhir dijadikan bulan-bulanan, mereka tega darah suci keluarga nabi tumpah akibat larinya mereka dari tanggungjawab. Di dunia mereka bisa lari, namun di akhreat kelak tidak. Sang Imam beserta rombongannya dibiarkan begitu saja menjadi korban pengkhianatan mereka yang mengaku sebagai pengikut dan pembelanya. Rupanya inilah karakter mereka yang mengaku-aku dan sok menjadi pembela ahlulbait sejak zaman para imam.

Akhirnya sang Imam pun Syahid menjadi korban pengkhianatan mereka yang mengaku menjadi pembelanya. Sang Imam Syahid beserta para keluarganya, di antaranya adalah : saudara sang Imam, putra Ali bin Abi Thalib : Abubakar, Umar, Utsman. Bisa dilihat di kitab Ma'alimul Madrasatain karangan Murtadha Al Askari, jilid 3 hal 127. juga dalam kitab Al Irsyad karangan Muhammad bin Nukman Al Mufid hal. 197, I'lamul Wara karangan Thabrasi hal 112, juga kitab Kasyful Ghummah karangan Al Arbali jilid 1 hal 440. ini adalah sebagian referensi saja, yang lainnya sengaja tidak kami sebutkan karena terlalu banyak. Sementara putra Imam Husein di antaranya : Abubakar bin Husain dan Umar.

Sampai di sini mungkin pembaca belum tersadar akan sebuah fenomena yang menarik. Kita lihat di sini Imam Ali dan Imam Husein menamakan anaknya dengan nama para perampas haknya. Kita ketahui bahwa syiah meyakini bahwa khilafah bagi Ali telah ternashkan dari ketentuan Allah dan RasulNya, sedangkan mereka yang tidak mengakui adanya nash dianggap merasa lebih pandai dari Nabi. Dalam sejarah diyakini oleh syiah bahwa Abubakar telah merampas hak yang semestinya menjadi milik Ali. Di antara bentuk protes Ali adalah khotbah syaqsyaqiyyah yang tercantum dalam sebuah literatur penting syiah yaitu kitab Nahjul Balaghah. Namun yang aneh di sini adalah Ali yang memberi nama anaknya dengan nama si perampas hak yang sudah tentu bagi syi'ah adalah dibenci Allah.

Begitu juga menamai anaknya dengan nama Umar, sang penakluk yang telah mengubur kerajaan persia untuk selamanya, dan orang yang konon memukul bunda Fatimah hingga keguguran. Sering kita dengar bahwa Umar telah memukul Fatimah, perempuan suci putri Nabi dan istri Ali hingga janin yang dikandungnya gugur, sungguh nekad orang yang berani memukul putri Nabi. Namun dalam sejarah tidak disebutkan pembelaan Ali terhadap istrinya yang dipukul, malah memberi nama anaknya dengan nama orang yang memukul putri Nabi yang sekaligus adalah istrinya. Sementara di sisi lain kita tidak pernah menemukan bahwa Ali memberi nama anaknya dengan nama ayahnya yang "tercinta" yaitu Abu Thalib. Begitu juga para imam ahlulbait tidak pernah tercantum bahwa mereka memberi nama anak mereka dengan nama Abu Thalib. Apakah para imam ahlulbait lebih mencintai Abubakar dibanding cinta mereka pada Abu Thalib, kakek mereka sendiri? Ternyata fakta berbicara demikian. Mengapa tidak ada seorang imam maksum –terbebas dari kesalahan dan dosa- yang memberi nama anaknya dengan nama Abu Thalib? Jika ada yang mengatakan bahwa para Imam Ahlulbait memberi nama anak mereka dengan nama-nama musuh karena basa basi, apakah para imam begitu penakut sehingga harus berbasa basi dalam hal nama anak?

Ataukah para imam begitu hina mau dipaksa orang lain untuk memberi nama anaknya sendiri?
 
wah..banyaknya yang bantai saya ni..

mcm mana nak jawab ni,baiklah
saya sarankan saudara semua baca buku
Dialog Sunnah-Syiah yang Ustaz Maulana Asri mentioned dalam ceramahnya bagi menjawab persoalan persoalan sama yang diulang oleh para saudara semua.

Dari soal solat yang saudara kata tadi,kalau rukun solat dah begitu kenapa nak ditambah pula?

Dan dari segi Mazhab tadi tu..kalau dalam Syiah ada satu je cara tauhid dan fiqhnya,xde dua xde tiga atau empat.Sebab islam itu hanya ada satu saja.Ada Betul dan Salah sahaja.Kalau di interpretasi oleh ramai orang bukankah boleh lari makna dan perbuatannya dari seorang ke seorang.Itu sebabnya perlu imam yang maksum untuk dijadikan rujukan selepas rasulullah wafat.Untuk menjawab persoalan imam itu saya rasa dah banyak dah saya ceritakan.

Baik,lagi satu,jika saudara semua betul2 hendak mengkaji dari kedua belah pihak saya cadangkan saudara semua melawat laman web al hujjat malaysia,di situ ada video2 menerangkan tentang tauhid dengan cara yang amat menarik,xkisah jika saudara xpercaya,terpulang kepada masing2 tahu itu kan lebih baik daripada tidak tahu,dan selepas kedua2nya diketahui maka simpulkanlah dengan akal sendiri :)

p/s rupanya ada pengikut dr MAZA ye dalam ni.hee :D



Bukan ke Jaafariah dan Zaidyah tu 2 mazhab Syiah?
 
haa..penat nak jawab..semua soalan seems to be repeated over and over again.Pastu Cut and Paste mana-mana video dan text yang saudara sendiri tak tahu sama ada betul atau tak.

Kan da bagitahu,macam mana nak bersatu kalau dah terang sehabis-habis terang pun xpercaya jugak

Baiklah tuan-tuan kalau tuan tuan suka sangat Cut Paste video,saya sarankan tuan tuan bukak video You Tube tu..taip nama HABIB ALI..beliau merupakan Ulama Besar Sunni dan pernah datang ke Malaysia.dengar apa dia cakap semua pasal Karbala yang tuan xpuas hati tu pun ade..

Saya minta maaf jika post post sebelum ni berbaur biadap sedikit,(atau banyak) tujuan saya hanya nak menjelaskan,bukan mencari perdebatan dan permusuhan :) :)
 
haa..penat nak jawab..semua soalan seems to be repeated over and over again.Pastu Cut and Paste mana-mana video dan text yang saudara sendiri tak tahu sama ada betul atau tak.

Kan da bagitahu,macam mana nak bersatu kalau dah terang sehabis-habis terang pun xpercaya jugak

Baiklah tuan-tuan kalau tuan tuan suka sangat Cut Paste video,saya sarankan tuan tuan bukak video You Tube tu..taip nama HABIB ALI..beliau merupakan Ulama Besar Sunni dan pernah datang ke Malaysia.dengar apa dia cakap semua pasal Karbala yang tuan xpuas hati tu pun ade..

Saya minta maaf jika post post sebelum ni berbaur biadap sedikit,(atau banyak) tujuan saya hanya nak menjelaskan,bukan mencari perdebatan dan permusuhan :) :)
 
Back
Top
Log in Register