BTC USD 81,559.4 Gold USD 4,165.56
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Sumpah: Anwar serah "baton" kepada saiful....

Mengapa Islam Perlu Menang dan Memerintah

Di dalam surah Al-Fath ayat 1 - 3 merupakan asas utama yang perlu ada di dalam individu muslim supaya merasakan mengapa Islam itu perlu menang dan memerintah.

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak). (AL-Fath: 1-


Nabi Muhammad s.a.w. sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini. Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari; "Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surah, yang surah itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari". Kegembiraan Nabi Muhammad s.a.w. itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad s.a.w. dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah kepadanya.

Di dalam ayat di atas jelas tujuan Islam itu perlu memerintah supaya manusia mendapatkan keampunan dariNya dan disempurnakan nikmat disamping terus pada jalanNya serta mendapat pertolonganNya. Perkara inilah yang perlu ada dan diyakini di dalam diri setiap pejuang kebenaran.

Kalaulah tujuan Islam itu menang hanya untuk mencapai kesenangan dan keselesaan hidup, ia telah pun diberikan oleh golongan-golongan orang yang tidak menjadikan Islam sebagai dasar perjuangan mereka.

Antara faktor utama kita menentang pemerintah yang zalim disebabkan mereka tidak meletakkan Islam pada tempatnya. Mereka menghilangkan rasa ketuhanan di dalam diri masyarakat yang hanya menyembah taghut iaitu kesenangan dan keseronokan hidup. Sehinggakan masyarakat lupa kepada pencipta dan tenggelam dalam kemaksiatan.

Oleh itu marilah kita sama-sama memohon keampunan dan pertolongan daripada Allah supaya kita tergolong di dalam orang-orang yang benar dan terus memperjuangkan Islam. Golongan-golongan beriman yang Allah janjikan kemenangan di dunia dan akhirat. Ameeeen..
 
jgn merendah-rendahkan sekolah pondok , tu sekolah memartabatkan agama islam tu, masyaallah.....


Bila masa lak sekolah pondok tu memartabatkan islam???? ko ni biar betik???? abis tu Al azhar, UIA & Universiti islam kt serata dunia ni masih guna sekolah pondok ker???? cetek nyer lah pikirin :eek: :eek: :eek: :eek: :eek: :eek: :eek: :eek: :eek:
 
x sangka lak aku org merempat cam ko ni leh dok depan PC bsenang lenang....??????:-? :-? :-? :-? :-? :-? :-? :-? so selama 50 tahun merdeka ni ko masih merempat lah yerrrr....ko dulu kira sekolah pondok lah eikkkk????

:)) aku lagi x sangka yg ko kate aku... :))
ape masalah ko dgn sekolah pondok?? Ko dulu blaja mengaji Al-Quran kat sekolah sekuler mane?
Ko ni mesti duk sekolah sekuler kan...sekolah mengangah sekuler mane???:))

Aku mengenangkan nasib org2 yg lain yg sepatutnye dibele oleh krajaan...mcm krajaan selangor buat...paham
 
Rakyat dan negara perlu dibersihkan dari budaya fitnah


FITNAH sama ada membuat atau menaburkan fitnah serta menyebar dan bersekongkol dengannya adalah perbuatan yang terkutuk dan terlarang kerana fitnah itu dikatakan lebih tajam dari mata pedang.
Maknannya secara tersurat dan tersiratnya pembuat fitnah, penabur, penyebar fitnah dan pesekongkol dengannya adalah merupakan individu dan kelompok manusia yang sangat merbahaya dan apa jua langkah sekalipun perlu dibuat bagi membendungnya.
Merujuk kepada permintaan Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi supaya gejala fitnah dihentikan segera, secara tidak langsung menunjukkan bahawa negara ini sedang terdedah kepada perbutan terkutuk dan terlarang itu.
Semua pihak kena mengambil langkah-langkah pro-aktif bagi membendungan fitnah agar kecenderungan membuat, menabur, menyebar bersekongkol dengan perbutan terkutuk dan keji serta budaya mempercayainya termasuk penukarannama fitnah kepada 'gossip' tidak menjadi antara budaya hidup rakyat negara.
Seandainya membuat atau menaburkan fitnah serta menyebar dan bersekongkol dengan fitnah menjadi kerutinan dalam hidup di negara ini, bermakna rakyat dan negara ini telah, sedang atau akan mengalami kehancuran yang mana bentuk kenacuran itu sendiri pelbagai wajahnya..
Ini terbukti melalui penegasan Rasulullah s.a.w. melalui hadis baginda yang bermaksud:
Daripda Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Akan terjadi pelbagai fitnah, di mana pada ketika itu orang yang menjauhi fitnah lebih baik daripada orang yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik dari orang yang berjalan, manakala orang yang berjalan lebih baik dari orang yang melibatkan dirinya dengan fitnah tersebut, orang yang terlibat dengan fitnah tersebut akan mengalami kehancuran. Sesiapa yang menemui tempat berlindung maka hendaklah beliau berlindung dari fitnah tersebut.
Maknanya kita kena merebut peluang dan menjadikan budaya serta rutin hidup untuk menjadi orang yang menjauhi fitnah (tidak ambil peduli, tidak terbabit dalam penyebaran dan tidak bersekongkol) lebih baik dari berdiri(mengikuti/mendengar/menerima/ bersekongkol) dengan fitnah.
Juga kita kena berlumba-lumba dengan kemaruk, gigih dan ketagih merebut untukk menjadi orang berjalan (elak dari terbabit dengan membuat, menabur, menyebar dan bersekonkol) lebih baik dari orang yang melibatkan dirinya dengan fitnah.
Kita kena percaya yakni kena beriman dengan sabda Rasulullah s.a.w. bahawa orang yang terlibat dengan fitnah tersebut akan mengalami kehancuran yakni sekiranya fitnah menjadi budaya dan rutin kehidupan rakyat negara ini, maka negara pasti akan hancur kerana ianya ditegaskan sendiri oleh Rasulullah s.a.w.
Sesungguhnya apa yang disabda dan disunnahkan oleh Rasulullah s.a.w, tidak ada yang tidak betul melainkan betul dan benar belaka, malah sabda dan sunnah baginda releven hingga kiamat
 
back to topic!
 
Bila masa lak sekolah pondok tu memartabatkan islam???? ko ni biar betik???? abis tu Al azhar, UIA & Universiti islam kt serata dunia ni masih guna sekolah pondok ker???? cetek nyer lah pikirin :eek: :eek: :eek: :eek: :eek: :eek: :eek: :eek: :eek:

masyaallah, sekoloh pondok nilah para hafiz dilahirkan....masyaallah , terkejut afique bc td masih ade lg org X tau sekolah pndok tu ape??UIA??sudah rosak aklhlak pelajarnya , gejala maksiat semakin berleluasa di sana....hukum allah diabaikan beginilah akibatnya...wallahualam
 
:)) aku lagi x sangka yg ko kate aku... :))
ape masalah ko dgn sekolah pondok?? Ko dulu blaja mengaji Al-Quran kat sekolah sekuler mane?
Ko ni mesti duk sekolah sekuler kan...sekolah mengangah sekuler mane???:))

Aku mengenangkan nasib org2 yg lain yg sepatutnye dibele oleh krajaan...mcm krajaan selangor buat...paham

Maaf ye..tengah makan nih...

hari tu saya ada tanya..Incik nih sekolah sekular ke sekolah agama?

jawab ye...sya tengah makan ni
 
saifool yang buduh tu ?

semoga Allah membuka hatinya untuk menceritakan kebenaran... amin...
 
saifool yang buduh tu ?

semoga Allah membuka hatinya untuk menceritakan kebenaran... amin...

EXAvantz, jgnlah kate saiful tu buduh, tak baik X sedar kite plak yg dapat dosa nanti....sbb dosa ngan pahala kite tak dapat lihat , jd tanpa kite ketahui kite berbuat dosa....wallahualam
 
Adu domba merupakan perangai tercela yang menanamkan dendam diantara manusia, ini merupakan sifat yang dibenci setiap muslim dan muslimah. Sifat yang buruk ini tidak boleh diremehkan, karena diantara ciri-ciri adu domba dan yang telah ditetapkan baginya, bahwa ia bisa memisahkan seseorang dengan kerabatnya, seseorang dengan teman-temannya, bahkan dirinya dengan anggota saudaranya sendiri.

Diantara kisah yang menggambarkan sensitifnya sifat ini adalah sebagaimana disebutkan Syeikh Ibnu Qudamah di dalam kitabnya “Mukhtashar Minhajul Qashidin” bahwa seseorang menjual budak. Dia berkata kepada pembelinya, budak ini tidak mempunyai satu aibpun hanya saja dia suka mengadu domba, tidak menjadi soal bagiku kata pembeli. Setelah beberapa hari budak itu berada dirumah pembeli, dia menghampiri tuannya seraya berkata, “Sebenarnya tuanku tidak mencintai nyonya. Meskipun begitu, dia tetap ingin menikahi nyonya. Jika nyonya menghendaki, saya bisa membujuknya agar dia tidak menceraikan nyonya, lalu ambillah pisau untuk mencukur rambutnya tatkala dia tidur. Hal ini bisa menyihirnya, sehingga dia senantiasa mencintai nyonya.”

Lalu budak itu berkata kepada tuannya, “istri tuan berkomplot dengan seseorang dan ingin membunuh tuan selagi tuan sedang tidur.” Maka sang tuan pura-pura tidur, lalu sang istri menghampirinya pelan-pelan sambil membawa pisau. Dia mengira istrinya benar-benar akan membunuhnya. Maka dia segera bangkit dan membunuh istrinya. Keluarga sang istri mendatanginya, lalu membunuhnya. Bahkan permusuhan merembet antara kabilah suami dan istri.

Adu domba bisa menimbulkan tindak pembunuhan, bahkan peperangan antara dua kabilah. Di dalam masyarakat kita banyak terdapat peristiwa yang menunjukkan betapa besar akibat yang ditimbulkan adu domba. Sedangkan istri yang ideal mempunyai sikap yang pasti dalam menghadapi adu domba sesuai dengan hukum syari’at tentang adu domba, bahwa; “tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (muttafaq alaihi).

Jika ada seseorang wanita yang menghampirinya dan mengucapkan perkataan yang buruk, dan hal ini seringkali terjadi, maka dia tidak mau mendengarkannya dan tidak memperdulikannya. Bahkan kalau perlu dia membungkam mulut wanita tersebut dan menimpukkan batu kepadanya, sekedar untuk mengajarkan haramnya adu domba.

Ada kalanya seseorang berkata padanya, “Suamimu telah berbuat begini dan begitu”, atau “Dia merasa respek terhadap masakan wanita lain”, atau “Dia hendak menikah lagi”. Tetapi dalam kondisi seperti apapun istri yang solehah dan ideal bisa keluar dari setiap cobaan dengan mendapat kemenangan, rumah tangganya tetap utuh karena memang dia sudah dipersiapkan sebagai istri yang ideal. An-Nawawy rahimahullah menyebutkan bahwa wanita yang menerima kedatangan orang lain yang hendak mengadu domba dan mengatakan begini dan begitu padanya, harus bersikap sebagai berikut:

1.

Tidak membenarkan perkataannya, karena dia orang yang suka mengadu domba dan fasik.
2.

Melarang tindakannya, menasihatinya dan menunjukkan sisi keburukan perbuatannya.
3.

Membencinya karena Alloh, karena dia adalah orang yang dibenci di sisi Alloh. Kita harus membenci orang yang dibenci Alloh.
 
Back
Top
Log in Register