di bawah ini ialah bukti yg menunjukkan si aidid tu mahu menyerang aku secara peribadi tuk menaikkan rating blog nye. post yg pertama ialah post #22 while yg ke 2 ialah post #37. post aku plak ialah #122 (btw sori bro spammer sbb guna awak sbg contoh. perlu bukak mata bebudak ni). org2 lain xde guna gmbar sndri, sedangkan aku guna gmbar sendri. so jelas lah di sini, si aidid ni menggunakan aku sebagai bahan pelaris blog dia, sbb he knows org lagi suka bila entri disertakan dengan gmbar. bukan disebabkan words yg aku guna. xde kena mengena dgn tu. aku hanya dipergunakan. mgkin sbb aku pmpuan jd mereka fikir aku lebih mudah diserang. titik. terima kasih aidid.
http://carigold.com/portal/forums/showpost.php?p=7830848&postcount=22
http://carigold.com/portal/forums/showpost.php?p=7833420&postcount=37
apa2 pun walaupun aku guna bahasa kurang enak aku da meminta maaf byk kali. ni salah satu post yg aku minta maaf:
http://carigold.com/portal/forums/showpost.php?p=8154125&postcount=145
ini pula ialah keterangan lebih lanjut tentang hukum hakam MLM di dalam Islam:
http://carigold.com/portal/forums/showpost.php?p=8129355&postcount=142
http://carigold.com/portal/forums/showpost.php?p=8129367&postcount=143
ini aku petik dr suatu laman web tentang kemuliaan meminta maaf di dalam Islam:
Belajar Memaafkan Dari Rasulullah
Setelah pembebasan Makkah (Fardhu Makkah), dihadapan orang-orang yang selama ini gigih memusuhinya, Rasulullah berkata : “Wahai orang-orang Quraisy. Menurut pendapat kamu sekalian apa kira-kira yang akan aku perbuat terhadapmu sekarang? Jawab mereka: “Yang baik-baik. Saudara kami yang pemurah. Sepupu kami yang pemurah.” Mendengar jawaban itu Nabi kemudian berkata: “Pergilah kamu semua, sekarang kamu sudah bebas.” Begitu luruh jiwa Nabi, karena dengan ucapan itu kepada kaum Quraisy dan kepada seluruh penduduk Makkah, beliau telah memberikan amnesty (ampunan) umum. Padahal saat itu nyata mereka tergantung hanya di ujung bibirnya dan kepada wewenangnya atas ribuan bala tentara Muslim yang bersenjata lengkap yang ada bersamanya. Mereka dapat mengikis habis penduduk Makkah dalam sekejap hanya tinggal menurut perintah dari Nabi.
Dengan pengampunan dan pemberi maaf itu, jiwa Nabi telah melampaui kebesaran yang dimilikinya, melampaui rasa dengki dan dendam di hati, menunjukkan bahwa beliau bukanlah manusia yang mengenal permusuhan, atau yang akan membangkitkan permusuhan di kalangan umat manusia. Beliau bukan seorang tiran, yang mau menunjukkan sebagai orang yang berkuasa. Padahal Nabi mengenal betul, kejahatan orang-orang yang diampuninya itu. Siapa-siapa di antara mereka yang berkomplot untuk membunuhnya, yang telah menganiayanya dan menganiaya para pengikutnya. Mereka melemparinya dengan kotoran bahkan dengan batu saat mengajak manusia ke jalan Allah. Begitu pemaafnya Rasulullah sekalipun itu kepada orang yang selalu menebar permusuhan, meneror dan mengancam keselamatannya. Rasulullah begitu pemaaf, Tuhan juga Maha mengampuni kesalahan hamba-Nya. Mengapa kita manusia biasa susah sekali memberikan kema’afan? wallahualam.