BTC USD 85,908.5 Gold USD 4,322.66
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Saham Neraka-Pelaburan internet

askum... artikel metro dah habis.. kat sini tak habis2 lagi...

kalau dah hukum tu hukum tak bole nak ubah.. nasihat kena terima.. taknak dengar nasihat itu hak masing2.. sendiri buat sendiri tanggung la brader...
 
Janji tak mencuri,merompak,merogol daannnnn RASUAH !!!!..Ini sume sampah negara yg paling tak berguna..peace !!

MSC (multimedia super coridor)
 
cool bro & sis...cuba fokuskan isu ni...HYIP telah di statuskan sebagai haram..atas sebab2 dan hujah2 serta dalil2 yg tertentu yg memang sahih sesahihnya..

ok..sebagai seorg muslim no doubt kita mesti patuh dan taat ke atas apa yang telah ditetapkan utk kita...sebab sbg hamba kita ader rule msg2 kat atas dunia ni utk bekalan hari 'esok'..
straight to the point...kalau bank boleh di 'islamic' kan..kalau insurance boleh di 'islam'kan...dan byk lagi instruments yg boleh menjana wang kita boleh di 'muslim'kan..tidak ada cara lagikah walau pun satu...utk pihak2 tertentu memikirkan kaedah bagi menyelesaikan isu ni..agar HYIP ni berstatus halal spt yg lain2 tuh..

saya rasa sbg salah seorang investor HYIP bukannya kita tak dapat menerima hakikat yg benda ni haram..actually kita pun taknak haram2 ni..tapi bagilah/carilah jalan agar benda ni dapat dihalalkan...for sure 100% kita akan support..
 
Menarik untuk dibaca dan difahami :) :

http://www.zaharuddin.net/v1/index.php?option=com_content&task=view&id=324&Itemid=72




CERAMAH KHAS : "PELABURAN INTERNET"



Penceramah : Ust Zaharuddin Abd Rahman
Tarikh : 1 April 2007 (Ahad Malam Isnin)
Tempat : Dewan Solat, Surau As-Shakirin, Bandar Utama,
No 1 A, Jln BU 3/2, Bandar Utama, PJ
Masa : Lepas Maghrib
Masuk : Percuma
Hubungi : Ust Rosdee 013-320 3072
***********************



 
Last edited:
Apa yang kita makan itu tidak haram tapi apa yang keluar dari mulut dan lidah kita dan perbuatan kita itulah yang haram.... betul tak? hehehehe, sebab kalau kita makan benda yang haram pun tetap keluar jugak kat tandas tapi bila kata2 yang keluar dan tingkah laku itu menyakitkan org lain itulah yang haram....:) tak kisah la buat HYIP ka Forex ka... janji tak rompak bank... betul tak? hehehhee.... :)


aiyo... ada juga pahaman camnih... walau benda tu halal, misalnya nasi. tapi nak beli nasi dengan duit haram, dia tetap haram... dan kau makan, dia akan sebati dengan darah daging kau.. jadi daging kau nih layak je jadi makanan neraka... tu pasal jadi saham neraka... memang la kuar tahi... apa da... soal memaki, kutuk tu soal lain beb... tu dosa lain plak... sebab topik kite HYIP satu nih ha.... memang la x merompak, sebab merompak tu haram.. HYIP pon haram... maka HYIP dan merompak itu haram!..
 
adeh...name pon nak berbincang dan berforum...mintak maaflah sebab mengeluarkan dalil-dalil sampah dan memang aku tak layak pon nak dibandingkan dengan ulamak...ngaji pon tak abis...TAPI sumer tu still ade kaitan nye sebab sumer tu RIBA abang-abang...itulah persamaanya kalau HYIP RIBA HARAM kene la LOAN2 tu HARAM gak...ini bukan soal personal but tu hukum yang hakikat...
aku tak kesah kalo hyip ni haram pon kene la ikut cume naper tak haramkan loan2 tu jugak...riba still HARAM ko cakapla istilah ape pon...

bukan berdalil cuma buah fikiran...
 
adeh...name pon nak berbincang dan berforum...mintak maaflah sebab mengeluarkan dalil-dalil sampah dan memang aku tak layak pon nak dibandingkan dengan ulamak...ngaji pon tak abis...TAPI sumer tu still ade kaitan nye sebab sumer tu RIBA abang-abang...itulah persamaanya kalau HYIP RIBA HARAM kene la LOAN2 tu HARAM gak...ini bukan soal personal but tu hukum yang hakikat...
aku tak kesah kalo hyip ni haram pon kene la ikut cume naper tak haramkan loan2 tu jugak...riba still HARAM ko cakapla istilah ape pon...

bukan berdalil cuma buah fikiran...

Celah sikit, loan sekarang ada yg sudah Islamic la. Perlukan akad jual beli. Ada pilihan dah, kalau amik yang konvensional lagi memang sama dengan group E-point ni la.. Pasal apa nak main pusing-pusing ni, yang haram tetap haram. Jangan jadi bebal, dan asyik rembat saja asalkan duit.
 
Hukum menyimpan wang di bank konvensional telah seringkali dibahas dan hingga kini belum ada kata sepakat / ijmak. Tahun 1976 di Mesir diadakan diskusi yang sangat berwibawa dipimpin oleh Syekh Muhammad Faraj As-sanhuri dan dihadiri oleh 14 ulama yang sangat terkemuka.

Lima mewakili Mazhab Hanafi, empat mewakili Mazhab Maliki, tiga Mazhab Syafi'i, dan seorang bermazhab Hanbali. Di akhir diskusi tersebut, empat ulama mengharamkan, sembilan membolehkan dan seorang belum dapat memberi putusan.

Selanjutnya Mufti Mesir yang kini Syekh Al-Azhar Sayyid Muhammad Thanthawi, cenderung membolehkan menyimpan wang di bank konvensional dalam berbagai bentuknya walau dengan penentuan bunga terlebih dahulu.

Menurutnya, di samping penentuan tersebut menghalangi adanya perselisihan atau penipuan di kemudian hari, juga karena penentuan bunga dilakukan setelah perhitungan yang teliti, dan terlaksana antara nasabah dengan bank atas dasar kerelaan mereka.

Perbankan menjadi salah satu aset utama dari pembangunan ekonomi secara khusus dan pembangunan nasional secara umum, yang manfaatnya kembali kepada seluruh masyarakat. Pada 27 Ramadhan 1423 H/2 Desember 2002 M, Majma al-Buhust al-Islamiyah salah satu badan tertinggi al-Azhar, mengadakan forum membahas soal bank konvensional yang dipimpin oleh Syekh Al-Azhar. Forum itu memutuskan: "Mereka yang bertransaksi dengan atau bank-bank konvensional dan menyerahkan harta dan tabungan mereka kepada bank agar menjadi wakil mereka dalam melaburkannya dalam berbagai kegiatan yang dibenarkan, dengan imbalan keuntungan yang diberikan kepada mereka serta ditetapkan terlebih dahulu pada waktu-waktu yang disepakati bersama orang-orang yang bertransaksi dengannya atas harta-harta itu, maka transaksi dalam bentuk ini adalah halal tanpa syubhat (kesamaran), karena tidak ada teks keagamaan di dalam Alquran atau dari Sunnah Nabi yang melarang transaksi di mana ditetapkan keuntungan atau bunga terlebih dahulu, selama kedua belah pihak rela dengan bentuk transaksi tersebut." (Maknanya pelaburan yg ditetapkan % keuntungan spt fixed deposit dll)

Penentuan laba (bunga) bagi investor di awal akad, menurut beliau, tak menyalahi syariat, selama dilakukan atas prinsip redha. "Sejak saat ini, berurusan dengan bank konvensional atau bank Islam, hukumnya sama saja, tidak ada bedanya. Karena bunga bank itu hukumnya halal, halal dan halal", ujar Tantawi.

Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan jalan yang batil. Tetapi (hendaklah) dengan perniagaan yang berdasar kerelaan di antara kamu. (QS. an-Nisa': 29).

Dikemukakan juga dalam fatwa tersebut bahwa boleh jadi ada yang berkata: "Bank-bank tersebut mungkin mengalami kerugian, maka bagaimana mereka menetapkan keuntungan terlebih dahulu bagi investor? Jawabannya:
"Kalau bank itu rugi dalam satu transaksi, dia dapat memperoleh keuntungan dalam banyak transaksi lainnya. Dengan demikian keuntungan ini dapat menutupi kerugian itu.
Di samping itu, dalam keadaan rugi boleh saja persoalan dikembalikan kepada mahkamah. Kesimpulannya, penetapan keuntungan terlebih dahulu (spt 5% sebulan, 20% sebulan atau 30% setahun dll) bagi mereka yang menyimpan harta mereka melalui bank-bank atau selain bank adalah halal dan tanpa syubhat dalam transaksi itu.

Ini termasuk dalam persoalan "Al-Mashalih Al-Mursalah" , bukannya termasuk persoalan aqidah atau ibadat-ibadat yang tidak boleh dilakukan atas perubahan atau penggantian.
Tetapi, tentu saja ada ulama yang tidak bersetuju. Agaknya kita dapat berkata bahwa Bank-bank Syariah yang melaksanakan kegiatannya antara lain dalam bentuk mudharabah dan lain-lain, dapat dipastikan sejalan dengan tuntunan agama.
Namun demikian, bank konvensional tidak dapat dipastikan keharamannya, bahkan dia pun boleh jadi halal. Ini terbukti dengan fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga yang sangat berwibawa itu.
Memperoleh gaji/honorarium dari bank-bank tersebut dapat dibenarkan, bahkan walaupun bank-bank konvensional itu melakukan transaksi riba. Bekerja dan mendapat gaji di sana pun masih dapat dibenarkan, selama bank tersebut mempunyai aktiviti lain yang sifatnya halal. Begitu fatwa Mufti Mesir yang lalu, Syekh Jad al-Haq.

Aneka pendapat ulama bersumber dari Alquran dan Sunnah. Kedua sumber ajaran Islam itu, dapat kepelbagaian pendapat tersebut. Itu salah satu keistimewaan Islam. Alquran diibaratkan Rasul dengan Hidangan Ilahi. Memang semakin kaya seseorang semakin beraneka ragam pula hidangannya. Kita dipersilakan memilih apa yang terhidang, sesuai dengan selera dan kemaslahatannya. Riba disepakati keharamannya, tetapi tidak disepakati apakah maknanya. Hal ini telah disedari sejak masa sahabat Nabi SAW - karena ayat riba termasuk salah satu ayat yang terakhir turun. Sayyidina Umar RA berkata, "Rasul SAW wafat sebelum menjelaskannya, maka tinggalkanlah apa yang meragukan kamu kepada apa yang tidak meragukan kamu".

Pendapat yg mengharamkan lahir dari sikap kehati-hatian, atau yang dilukiskan oleh ucapan Sayyidina Umar RA diatas. Karena itu jika ingin berhati-hati, maka ikutilah pendapat MUI itu. Sedang pendapat pemimpin tertinggi Al-Azhar Mesir, Syekh Thanthawy, Syeikh Jad al-Haq dll yg membenarkan lebih melihat kepada perbezaan antara riba dan bunga bank dan memilih kemudahan untuk umat. Wa Allah A'lam.
 
Mencari yang halal tu fardhu bagi setiap muslim.

InsyaAllah halal... dan mengikut pandangan Islam
 
Back
Top
Log in Register