BTC USD 80,806.4 Gold USD 4,136.13
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Program keilmuan akubukandukun

mungkin ad kelemahan didalam mentafsirkan hadith tu..

brn7.jpg


Aku berlindung dengan Kalimat-Kalimat Allah yang Sempurna yang tidak ada “melampauinya” segala kebaikan mahupun keburukan dari kejahatan apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya dan dari kejahatan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan dari kejahatan fitnah di malam dan siang hari dan dari kejahatan jalan-jalan dimalam dan siang hari, kecuali suatu jalan yang dilalui dengan kebaikan, wahai yang Maha Penyayang.

didalam alquran tak mentafsirkan sebagai wajah allah.. ditafsirkan sbg zat allah.. waallahua`alam..

a7vd.jpg


maaf cakap la tuan......kalau tuan perhalusi setiap doa dalam bahasa arab......ada yang minta mati dalam kufur, berlindung dengan ayat ALLAH dan pelbagai lagi....ini pengalaman saya sendiri, nasihat saya berhati-hatilah apabila mengamalkan sesuatu doa dlm bahasa arab yg kita tak faham.

zat merupakan sesuatu yg tiada bentuk.....manakala wajah ada bentuk, apabila ALLAH ada wajah maka ALLAH dah sama dengan makhluk.
 
Last edited:
maaf cakap la tuan......kalau tuan perhalusi setiap doa dalam bahasa arab......ada yang minta mati dalam kufur, berlindung dengan ayat ALLAH dan pelbagai lagi....ini pengalaman saya sendiri, nasihat saya berhati-hatilah apabila mengamalkan sesuatu doa dlm bahasa arab yg kita tak faham.

boleh tuan bg doa yg minta mati dalam kufur tu??

berlindung dngan ayat ALLAH ?? ade kemusykilan ape ye ttg berlindung dengan ayat ALLAH ni? ayat kursi tu ayat kalam ALLAH kan?

ى آتٍ فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ ، وَقُلْتُ وَاللَّهِ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . قَالَ إِنِّى مُحْتَاجٌ ، وَعَلَىَّ عِيَالٌ ، وَلِى حَاجَةٌ شَدِيدَةٌ . قَالَ فَخَلَّيْتُ عَنْهُ فَأَصْبَحْتُ فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « يَا أَبَا هُرَيْرَةَ مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ » . قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ شَكَا حَاجَةً شَدِيدَةً وَعِيَالاً فَرَحِمْتُهُ ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ . قَالَ « أَمَا إِنَّهُ قَدْ كَذَبَكَ وَسَيَعُودُ »

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mewakilkan padaku untuk menjaga zakat Ramadhan (zakat fitrah). Lalu ada seseorang yang datang dan menumpahkan makanan dan mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Demi Allah, aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu ia berkata, “Aku ini benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga dan aku pun sangat membutuhkan ini.” Abu Hurairah berkata, “Aku membiarkannya. Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi.“

. فَعَرَفْتُ أَنَّهُ سَيَعُودُ لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِنَّهُ سَيَعُودُ . فَرَصَدْتُهُ فَجَاءَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . قَالَ دَعْنِى فَإِنِّى مُحْتَاجٌ ، وَعَلَىَّ عِيَالٌ لاَ أَعُودُ ، فَرَحِمْتُهُ ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ ، فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « يَا أَبَا هُرَيْرَةَ ، مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ شَكَا حَاجَةً شَدِيدَةً وَعِيَالاً ، فَرَحِمْتُهُ فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ . قَالَ « أَمَا إِنَّهُ قَدْ كَذَبَكَ وَسَيَعُودُ »

Aku pun tahu bahwasanya ia akan kembali sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan. Aku pun mengawasinya, ternyata ia pun datang dan menumpahkan makanan, lalu ia mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu ia berkata, “Biarkanlah aku, aku ini benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga dan aku tidak akan kembali setelah itu.” Abu Hurairah berkata, “Aku pun menaruh kasihan padanya, aku membiarkannya. Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya pergi.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi.“

. فَرَصَدْتُهُ الثَّالِثَةَ فَجَاءَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ، وَهَذَا آخِرُ ثَلاَثِ مَرَّاتٍ أَنَّكَ تَزْعُمُ لاَ تَعُودُ ثُمَّ تَعُودُ . قَالَ دَعْنِى أُعَلِّمْكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهَا . قُلْتُ مَا هُوَ قَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ ، فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ أَنَّهُ يُعَلِّمُنِى كَلِمَاتٍ ، يَنْفَعُنِى اللَّهُ بِهَا ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ . قَالَ « مَا هِىَ » . قُلْتُ قَالَ لِى إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) وَقَالَ لِى لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ ، وَكَانُوا أَحْرَصَ شَىْءٍ عَلَى الْخَيْرِ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ » . قَالَ لاَ . قَالَ « ذَاكَ شَيْطَانٌ »

Pada hari ketiga, aku terus mengawasinya, ia pun datang dan menumpahkan makanan lalu mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini sudah kali ketiga, engkau katakan tidak akan kembali namun ternyata masih kembali. Ia pun berkata, “Biarkan aku. Aku akan mengajari suatu kalimat yang akan bermanfaat untukmu.” Abu Hurairah bertanya, “Apa itu?” Ia pun menjawab, “Jika engkau hendak tidur di ranjangmu, bacalah ayat kursi ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum …‘ hingga engkau menyelesaikan ayat tersebut. Faedahnya, Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari.” Abu Hurairah berkata, “Aku pun melepaskan dirinya dan ketika pagi hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padaku, “Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’. Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari no. 2311).

dalam hadis ni menunjukkan abu hurairah berlindung dgn allah drpd syaitan melalui wasilah membaca ayat kursi.. waallahua`alam. sye insan yg dhoif.. doa dlm bahase arab ape yg sye amalkan tetapi x paham maksudnye ye?? time kasih dgn nasihat tu..
 
Last edited:
zat merupakan sesuatu yg tiada bentuk.....manakala wajah ada bentuk, apabila ALLAH ada wajah maka ALLAH dah sama dengan makhluk.

yup.. didalm tu tiada menulis kalimah wajah. dan pada ayat quran tu bukan dimaksudkan dgn wajah tetapi zat.. ade ape2 kemusykilan?? kurang mengerti ni..
 
den dok tepi je tengok otai2 berdebat..
 
boleh tuan bg doa yg minta mati dalam kufur tu??

berlindung dngan ayat ALLAH ?? ade kemusykilan ape ye ttg berlindung dengan ayat ALLAH ni? ayat kursi tu ayat kalam ALLAH kan?

ى آتٍ فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ ، وَقُلْتُ وَاللَّهِ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . قَالَ إِنِّى مُحْتَاجٌ ، وَعَلَىَّ عِيَالٌ ، وَلِى حَاجَةٌ شَدِيدَةٌ . قَالَ فَخَلَّيْتُ عَنْهُ فَأَصْبَحْتُ فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « يَا أَبَا هُرَيْرَةَ مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ » . قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ شَكَا حَاجَةً شَدِيدَةً وَعِيَالاً فَرَحِمْتُهُ ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ . قَالَ « أَمَا إِنَّهُ قَدْ كَذَبَكَ وَسَيَعُودُ »

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mewakilkan padaku untuk menjaga zakat Ramadhan (zakat fitrah). Lalu ada seseorang yang datang dan menumpahkan makanan dan mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Demi Allah, aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu ia berkata, “Aku ini benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga dan aku pun sangat membutuhkan ini.” Abu Hurairah berkata, “Aku membiarkannya. Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi.“

. فَعَرَفْتُ أَنَّهُ سَيَعُودُ لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِنَّهُ سَيَعُودُ . فَرَصَدْتُهُ فَجَاءَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . قَالَ دَعْنِى فَإِنِّى مُحْتَاجٌ ، وَعَلَىَّ عِيَالٌ لاَ أَعُودُ ، فَرَحِمْتُهُ ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ ، فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « يَا أَبَا هُرَيْرَةَ ، مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ شَكَا حَاجَةً شَدِيدَةً وَعِيَالاً ، فَرَحِمْتُهُ فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ . قَالَ « أَمَا إِنَّهُ قَدْ كَذَبَكَ وَسَيَعُودُ »

Aku pun tahu bahwasanya ia akan kembali sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan. Aku pun mengawasinya, ternyata ia pun datang dan menumpahkan makanan, lalu ia mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu ia berkata, “Biarkanlah aku, aku ini benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga dan aku tidak akan kembali setelah itu.” Abu Hurairah berkata, “Aku pun menaruh kasihan padanya, aku membiarkannya. Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya pergi.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi.“

. فَرَصَدْتُهُ الثَّالِثَةَ فَجَاءَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ، وَهَذَا آخِرُ ثَلاَثِ مَرَّاتٍ أَنَّكَ تَزْعُمُ لاَ تَعُودُ ثُمَّ تَعُودُ . قَالَ دَعْنِى أُعَلِّمْكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهَا . قُلْتُ مَا هُوَ قَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ ، فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ أَنَّهُ يُعَلِّمُنِى كَلِمَاتٍ ، يَنْفَعُنِى اللَّهُ بِهَا ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ . قَالَ « مَا هِىَ » . قُلْتُ قَالَ لِى إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) وَقَالَ لِى لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ ، وَكَانُوا أَحْرَصَ شَىْءٍ عَلَى الْخَيْرِ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ » . قَالَ لاَ . قَالَ « ذَاكَ شَيْطَانٌ »

Pada hari ketiga, aku terus mengawasinya, ia pun datang dan menumpahkan makanan lalu mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini sudah kali ketiga, engkau katakan tidak akan kembali namun ternyata masih kembali. Ia pun berkata, “Biarkan aku. Aku akan mengajari suatu kalimat yang akan bermanfaat untukmu.” Abu Hurairah bertanya, “Apa itu?” Ia pun menjawab, “Jika engkau hendak tidur di ranjangmu, bacalah ayat kursi ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum …‘ hingga engkau menyelesaikan ayat tersebut. Faedahnya, Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari.” Abu Hurairah berkata, “Aku pun melepaskan dirinya dan ketika pagi hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padaku, “Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’. Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari no. 2311).

dalam hadis ni menunjukkan abu hurairah berlindung dgn allah drpd syaitan melalui wasilah membaca ayat kursi.. waallahua`alam. sye insan yg dhoif.. doa dlm bahase arab ape yg sye amalkan tetapi x paham maksudnye ye?? time kasih dgn nasihat tu..

cuba tuan letak terjemahan ayat Qursi......ayat tu sebenarnya memuji ALLAH......jadi cukuplah tuan baca memuji ALLAH.

bukan tuan seorang yg buat ramai lagi di seluruh dunia....ni, orang Islam zaman sekarang berlindung dgn ayat-ayat ALLAH. Persoalannya di sini betulkah ayat mempunyai kuasa melindungi manusia......dan apabila kita kata ayat boleh melindungi kita maka ayat tersebut ada kuasa sama macam ALLAH...TANPA SEDAR KITA TELAH SEKUTU KAN ALLAH DGN AYAT-AYATNYA.......apa hukum nya tuan..apa pula dosanya.......?

kita sebenarnya kena berlindung dgn ALLAH sendiri.


tuan cari ayat yg bunyinya begini......


'jangan kamu sekutukan aku dengan suatu apa pun......'

apabila ada ayat perintah ALLAH sebegini, maknanya kita tak boleh sekutukan ALLAH dengan ayat-ayat yg diturunkannya......
kerana ALLAH sendiri melarang nya.

Tuan cari juga apa kata Ibnu Qayyum pasal cukur kepala....letak kat sini...nanti saya terangkan.

doa tu saya tak lupa dan saya pun dah tak nak ingat ...dah 7 tahun saya tinggalkan.


tuan bawakan saya satu ayat yg ALLAH kata nak bermohon/doa padanya kena ada wasilah.....
 
Last edited:
cuba tuan letak terjemahan ayat Qursi......ayat tu sebenarnya memuji ALLAH......jadi cukuplah tuan baca memuji ALLAH.

bukan tuan seorang yg buat ramai lagi di seluruh dunia....ni, orang Islam zaman sekarang berlindung dgn ayat-ayat ALLAH. Persoalannya di sini betulkah ayat mempunyai kuasa melindungi manusia......dan apabila kita kata ayat boleh melindungi kita maka ayat tersebut ada kuasa sama macam ALLAH...TANPA SEDAR KITA TELAH SEKUTU KAN ALLAH DGN AYAT-AYATNYA.......apa hukum nya tuan..apa pula dosanya.......?

kita sebenarnya kena berlindung dgn ALLAH sendiri.


tuan cari ayat yg bunyinya begini......


'jangan kamu sekutukan aku dengan suatu apa pun......'

apabila ada ayat perintah ALLAH sebegini, maknanya kita tak boleh sekutukan ALLAH dengan ayat-ayat yg diturunkannya......
kerana ALLAH sendiri melarang nya.

Tuan cari juga apa kata Ibnu Qayyum pasal cukur kepala....letak kat sini...nanti saya terangkan.

doa tu saya tak lupa dan saya pun dah tak nak ingat ...dah 7 tahun saya tinggalkan.


tuan bawakan saya satu ayat yg ALLAH kata nak bermohon/doa padanya kena ada wasilah.....


Cukup lah tuan HambaAllah1996, saya sengaja besarkan huruf A tu untuk meninggikan nama Allah. lagikan nama manusia pun di huruf beasrkan. ok.

Ajaran tuan ini tak di terima di sini. Cukup lah tuan berhenti sahaja dari menyebarkan dakyah2 sesat tuan itu. kata2 tuan itu mengelirukan org, kalau lebih ramai org tertarik mengikuti ajaran tuan makin bertambah2 dosa tuan.

Tipudaya syaitan sentiasa membisikkan kata2 manis ke hati tuan supaya menidakkan perkara2 yg benar dari kata2 nabi, pendapat jumhur ulama dan sebagainya, supaya menolak perkara2 yg telah di sepakati oleh ulama dan menerima AL QUran . Tetapi secara halus melaga2kan pendapat ulama dengan kandungan AL QUran. Seolah2 tuan betul dan ulama salah. Padahal hakikatnya Para ulama tidak memusuhi Al Quran dan menerima hadis2 shahih.

Cukuplah tuan, berhenti berdakyah di sini. Sangka tuan, tuan tgh berdakwah tetapi sebenarnya di tipu oleh Syaitan dah mengikut nafsu tuan yg condong kearah mencari kesalahan org lain dan tidak menggunakan akal secara rasional.

tuan :(scam
 
cuba tuan letak terjemahan ayat Qursi......ayat tu sebenarnya memuji ALLAH......jadi cukuplah tuan baca memuji ALLAH.

bukan tuan seorang yg buat ramai lagi di seluruh dunia....ni, orang Islam zaman sekarang berlindung dgn ayat-ayat ALLAH. Persoalannya di sini betulkah ayat mempunyai kuasa melindungi manusia......dan apabila kita kata ayat boleh melindungi kita maka ayat tersebut ada kuasa sama macam ALLAH...TANPA SEDAR KITA TELAH SEKUTU KAN ALLAH DGN AYAT-AYATNYA.......apa hukum nya tuan..apa pula dosanya.......?

kita sebenarnya kena berlindung dgn ALLAH sendiri.


tuan cari ayat yg bunyinya begini......


'jangan kamu sekutukan aku dengan suatu apa pun......'

apabila ada ayat perintah ALLAH sebegini, maknanya kita tak boleh sekutukan ALLAH dengan ayat-ayat yg diturunkannya......
kerana ALLAH sendiri melarang nya.

Tuan cari juga apa kata Ibnu Qayyum pasal cukur kepala....letak kat sini...nanti saya terangkan.

doa tu saya tak lupa dan saya pun dah tak nak ingat ...dah 7 tahun saya tinggalkan.


tuan bawakan saya satu ayat yg ALLAH kata nak bermohon/doa padanya kena ada wasilah.....


SETELAH dpikirkan dan menerima nasihat jamaah, mungkin ni jwpan akhir sy tulis. malas nk berbahas dlm bab ni sbb bnyk lg bab yg lebih penting utk dibahas dan difikrkan utk ummah. malas nk memanjangkan isu..

sedangkan nabi membenarkan dengan membaca ayat kursi dpt melindungi diri drpd syaitan.. adakah nabi pon menyekutukan allah?? BAHKAN TIDAK TUAN...

tuan tahu ke tidak, apa makna wasilah?? saya tidak cakap syarat berdoa mesti ada wasilah.. wasilah ni adalah salah satu ikhtiar agar doa kita diterimaNYA.. sebagai contoh, kita nak menghantar surat kepada sahabat kita yg berada di luar negara. kita mempunyai dua cara, hantar sendiri ataupun melalui khidmat pos. sudah tentu kita memilih khidmat pos kerana lebih terjamin akan sampai kpdnya.

serupa doa, kita boleh berdoa mminta dengan tanpa bersandar kpd nabi, tetapi jika kita besandar kpd nabi yg mulia, insyaallah mudahan-mudahan dgn ikhtiar ini serta membuat amalan soleh dan tinggalkan amalan buruk, allah memakbulkan doa kita. hakikatnya dari allah samada nak memakbulkan atau tidak doa kita. kita hanya berusaha.

NABI ADAM memohon ampun kepada allah melalui hak kemuliaan nabi MUHAMMAD, tak bolehkah kita berdoa melalui kemuliaan kalamnya?? kerana allah sendiri menuturkan kalamnya yg mulia.

اللّهم إني أسالك بحق محمّد وآل محمّد، سبُحانك لا إله إلاّ أنت، عملت سوءاً وظلمت نفسي، فتب عليّ إنك أنت التواب الرحيم، اللّهم إني أسألك بحق محمّد وآل محمّد، عملت سوءاً وظلمتُ نفسي فتُب عليّ إنك أنت التواب الرحيم

Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad. Maha Suci Engkau tiada Tuhan kecuali Engkau, aku telah melakukan kesalahan dan menzalimi diriku, maka terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Menyayangi. Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad, aku telah melakukan kesalahan dan menzalimi diriku, maka terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Menyayangi.


Apabila Nabi Allah Adam AS Melakukan Kesilapan, Baginda AS Berkata : Ya Tuhanku, Aku Bermohon Kepada Dengan Hak Nabi Muhammad SAW. Akan Keampunan Bagiku. Allah Berfirman : Wahai Adam, Bagaimana Engkau Kenal Nabi Muhammad SAW Pada Hal Aku Belum Menjadikannya.

Nabi Adam AS Menjawab : Wahai Tuhanku, Apabila Engkau Jadikan Aku, Aku Mengangkat Akan Kepalaku Dan Melihat Di Tiang Arasy Tertulis : LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASULULLAHI.

Aku Tahu Sesungguhnya Engkau Tidak Menggandingkan Kepada Mu Melainkan Sekasih-Kasih Makhluk Kepada Mu. Allah Berfirman : Benarlah Katamu Wahai Adam, Sesungguhnya Ia (Nabi Muhammad SAW Adalah Sekasih-Kasih Makhluk Kepada Ku Dan Apabila Engkau Memohon Dengan Haknya, Aku Mengampunkan Engkau, Dan KALAULAH TIDAK KERANA NABI MUHAMMAD S.A.W. NESCAYA AKU TIDAK JADIKAN ENGKAU.

(HR Al-Hakim & At-Tabarani)

sekadar ni jela hamba yg dhoif ni boleh kongsikan.. sesunguhnya sy msih lg kekurangan ilmu. nasihat kepada diri saya dan semua. jgan sesekali anggap diri kita dah alim sehingga tidak lg mahu belajar dan menerima teguran.. seringlah bertanya dgn ulama`.. BELAJARLAH LG ILMU AGAMA. yg baik dr ALLAH, yg kurang itu adlh kelemahan saya sndiri.. assalamualaikum..
 
Last edited:
saya akan terangkan apa yang saya tahu apabila ada sesiapa yang boleh jawab 3 soalan ini.......


1- Apakah yang ada di langit sama dengan yg ada di bumi dan apakah perbezaan nya.............?


2- Ada satu solan yang akan di tanya apabila kita berada di hadapan ALLAH di akhirat kelak.....apakah soalan itu.......dan apa jawapan anda kepada soalan yang ALLAH tanya ....?



3- Apakah senjata utama yg ALLAH beri pada manusia untuk menentang jin,syaitan dan iblis......?



setiap jawapan sila kemuka dalilnya sekali.......


soalan yg baik.tolong up untuk hamballah1996.

Ustaz-ustaz CG / tt / anak murid tt apa jawapannya.
 
Cukup lah tuan HambaAllah1996, saya sengaja besarkan huruf A tu untuk meninggikan nama Allah. lagikan nama manusia pun di huruf beasrkan. ok.

Ajaran tuan ini tak di terima di sini. Cukup lah tuan berhenti sahaja dari menyebarkan dakyah2 sesat tuan itu. kata2 tuan itu mengelirukan org, kalau lebih ramai org tertarik mengikuti ajaran tuan makin bertambah2 dosa tuan.

Tipudaya syaitan sentiasa membisikkan kata2 manis ke hati tuan supaya menidakkan perkara2 yg benar dari kata2 nabi, pendapat jumhur ulama dan sebagainya, supaya menolak perkara2 yg telah di sepakati oleh ulama dan menerima AL QUran . Tetapi secara halus melaga2kan pendapat ulama dengan kandungan AL QUran. Seolah2 tuan betul dan ulama salah. Padahal hakikatnya Para ulama tidak memusuhi Al Quran dan menerima hadis2 shahih.

Cukuplah tuan, berhenti berdakyah di sini. Sangka tuan, tuan tgh berdakwah tetapi sebenarnya di tipu oleh Syaitan dah mengikut nafsu tuan yg condong kearah mencari kesalahan org lain dan tidak menggunakan akal secara rasional.

tuan :(scam


tuan maaf mencelah, tuan tahu tak apa yg hamballah cakapkan tu semua ada dalam Al quran, tuan kata sesat.

ok kalau ikut Al Quran sesat....sekarang ni nak ikut apa, bible ?
 
Back
Top
Log in Register