BTC USD 61,879.1 Gold USD 4,406.27
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Nabi Musa a.s.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya. [Ar Ruum: 24]
 
Sama saja (bagi Tuhan), siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari [Ar Ra'd: 10]
 
Dan (dia berkata): "Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." [Huud: 29]
 
ada 1 cerita ttg pengembaraan nabi musa as dan nabi khaidir as , dinyatakan di dlm al quran, dimana ketiga-tiga perkara yg dilakukan nabi khaidir tanpa bantahan dr nabi musa as,

TT taruh lah kat dpn,so complete citer nabi musa a.s
 
ada 1 cerita ttg pengembaraan nabi musa as dan nabi khaidir as , dinyatakan di dlm al quran, dimana ketiga-tiga perkara yg dilakukan nabi khaidir tanpa bantahan dr nabi musa as,

TT taruh lah kat dpn,so complete citer nabi musa a.s

Tuan ada dpt x citer tu
blh kongsi kan kat sini
nanti blh sy update kt dpn :)
 
Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Nabi Musa
berkata kepada temannya: "Aku tidak akan
berhenti berjalan sehingga aku sampai di
tempat pertemuan dua laut itu atau aku
berjalan terus bertahun-tahun".
(Al-Kahfi 18:60 )

Maka apabila mereka berdua sampai ke tempat
pertemuan dua laut itu, lupalah mereka akan
hal ikan mereka, lalu ikan itu menggelunsur
menempuh jalannya di laut, yang merupakan
lorong di bawah tanah.
(Al-Kahfi 18:61 )

Setelah mereka melampaui (tempat itu),
berkatalah Nabi Musa kepada temannya:
"Bawalah makan tengah hari kita sebenarnya
kita telah mengalami penat lelah dalam
perjalanan kita ini".
(Al-Kahfi 18:62 )

Temannya berkata: "Tahukah apa yang telah
terjadi ketika kita berehat di batu besar itu?
Sebenarnya aku lupakan hal ikan itu; dan
tiadalah yang menyebabkan aku lupa daripada
menyebutkan halnya kepadamu melainkan
Syaitan; dan ikan itu telah menggelunsur
menempuh jalannya di laut, dengan cara yang
menakjubkan".
(Al-Kahfi 18:63 )

Nabi Musa berkata: "Itulah yang kita kehendaki
"; merekapun balik semula ke situ, dengan
menurut jejak mereka.
(Al-Kahfi 18:64 )

Lalu mereka dapati seorang dari hamba-hamba
Kami yang telah kami kurniakan kepadanya
rahmat dari Kami, dan Kami telah mengajarnya
sejenis ilmu; dari sisi Kami.
(Al-Kahfi 18:65 )


Nabi Musa berkata kepadanya: Bolehkah aku
mengikutmu, dengan syarat engkau mengajarku
dari apa yang telah diajarkan oleh Allah
kepadamu, ilmu yang menjadi petunjuk
bagiku?"
(Al-Kahfi 18:66 )


Ia menjawab: "Sesungguhnya engkau (wahai
Musa), tidak sekali-kali akan dapat bersabar
bersamaku.
(Al-Kahfi 18:67 )


Dan bagaimana engkau akan sabar terhadap
perkara yang engkau tidak mengetahuinya
secara meliputi?
(Al-Kahfi 18:68 )


Nabi Musa berkata: "Engkau akan dapati aku,
Insyaa Allah: orang yang sabar; dan aku tidak
akan membantah sebarang perintahmu".
(Al-Kahfi 18:69 )


Ia menjawab: "Sekiranya engkau mengikutku,
maka janganlah engkau bertanya kepadaku akan
sesuatupun sehingga aku ceritakan halnya
kepadamu".
(Al-Kahfi 18:70 )


Lalu berjalanlah keduanya sehingga apabila
mereka naik ke sebuah perahu, ia
membocorkannya. Nabi Musa berkata:
"Patutkah engkau membocorkannya sedang
akibat perbuatan itu menenggelamkan
penumpang-penumpangnya? Sesungguhnya
engkau telah melakukan satu perkara yang
besar".
(Al-Kahfi 18:71 )

Ia menjawab: "Bukankah aku telah katakan,
bahawa engkau tidak sekali-kali akan dapat
bersabar bersamaku?"
(Al-Kahfi 18:72 )


Nabi Musa berkata: "Janganlah engkau marah
akan daku disebabkan aku lupa (akan
syaratmu); dan janganlah engkau memberati
daku dengan sebarang kesukaran dalam
urusanku (menuntut ilmu)".
(Al-Kahfi 18:73 )


Kemudian keduanya berjalan lagi sehingga
apabila mereka bertemu dengan seorang
pemuda lalu ia membunuhnya. Nabi Musa
berkata "Patutkah engkau membunuh satu jiwa
yang bersih, yang tidak berdosa membunuh
orang? Sesungguhnya engkau telah melakukan
satu perbuatan yang mungkar!"
(Al-Kahfi 18:74 )

Ia menjawab: "Bukankah, aku telah katakan
kepadamu, bahawa engkau tidak sekali-kali
akan dapat bersabar bersamaku?"
(Al-Kahfi 18:75 )


Nabi Musa berkata: "Jika aku bertanya
kepadamu tentang sebarang perkara sesudah
ini, maka janganlah engkau jadikan daku
sahabatmu lagi; sesungguhnya engkau telah
cukup mendapat alasan-alasan berbuat
demikian disebabkan pertanyaan-pertanyaan
dan bantahanku".
(Al-Kahfi 18:76 )


Kemudian keduanya berjalan lagi, sehingga
apabila mereka sampai kepada penduduk
sebuah bandar, mereka meminta makan kepada
orang-orang di situ, lalu orang-orang itu
enggan menjamu mereka. Kemudian mereka
dapati di situ sebuah tembok yang hendak
runtuh, lalu ia membinanya. Nabi Musa
berkata: "Jika engkau mahu, tentulah engkau
berhak mengambil upah mengenainya!"
(Al-Kahfi 18:77 )

Ia menjawab: "Inilah masanya perpisahan
antaraku denganmu, aku akan terangkan
kepadamu maksud (kejadian-kejadian yang
dimusykilkan) yang engkau tidak dapat
bersabar mengenainya.
(Al-Kahfi 18:78 )

Adapun perahu itu adalah ia dipunyai oleh
orang-orang miskin yang bekerja di laut; oleh
itu, aku bocorkan dengan tujuan hendak
mencacatkannya, kerana di belakang mereka
nanti ada seorang raja yang merampas tiap-
tiap sebuah perahu yang tidak cacat.
(Al-Kahfi 18:79 )


Adapun pemuda itu, kedua ibu bapanya adalah
orang-orang yang beriman, maka kami
bimbang bahawa ia akan mendesak mereka
melakukan perbuatan yang zalim dan kufur.
(Al-Kahfi 18:80 )

Oleh itu, kami ingin dan berharap, supaya
Tuhan mereka gantikan bagi mereka anak yang
lebih baik daripadanya tentang kebersihan jiwa,
dan lebih mesra kasih sayangnya.
(Al-Kahfi 18:81 )

Adapun tembok itu pula, adalah ia dipunyai
oleh dua orang anak yatim di bandar itu; dan
di bawahnya ada "harta terpendam" kepunyaan
mereka; dan bapa mereka pula adalah orang
yang soleh. Maka Tuhanmu menghendaki
supaya mereka cukup umur dan dapat
mengeluarkan harta mereka yang terpendam
itu, sebagai satu rahmat dari Tuhanmu (kepada
mereka). Dan (ingatlah) aku tidak melakukannya
menurut fikiranku sendiri. Demikianlah
penjelasan tentang maksud dan tujuan perkara-
perkara yang engkau tidak dapat bersabar
mengenainya".
(Al-Kahfi 18:82 )
 
kalau ikut riwayat, seseorg yg bersama nabi musa a.s. adalah nabi khaidir a.s.
 
As salam, Ade dikisahkan bhw Nabi Muda as adalah sseorng yg tak petah berkata2, tp Allah Maha Kaya Dan Berkuasa, diangkat darjat Nabi Muda as Dan tugas beliau utk beri dakwah kpd firaun Dan kaum nya dibantu boleh saudara lelaki nya Nabi Harun as yg sangat petah berbicara
 
Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Nabi Musa berkata kepada temannya: "Aku tidak akan berhenti berjalan sehingga aku sampai di tempat pertemuan dua laut itu atau aku
berjalan terus bertahun-tahun" (Al-Kahfi 18:60)

Maka apabila mereka berdua sampai ke tempat pertemuan dua laut itu, lupalah mereka akan hal ikan mereka, lalu ikan itu menggelunsur menempuh jalannya di laut, yang merupakan lorong di bawah tanah (Al-Kahfi 18:61)

Setelah mereka melampaui (tempat itu), berkatalah Nabi Musa kepada temannya: "Bawalah makan tengah hari kita sebenarnya kita telah mengalami penat lelah dalam perjalanan kita ini" (Al-Kahfi 18:62)

Temannya berkata: "Tahukah apa yang telah terjadi ketika kita berehat di batu besar itu? Sebenarnya aku lupakan hal ikan itu; dan tiadalah yang menyebabkan aku lupa daripada menyebutkan halnya kepadamu melainkan Syaitan; dan ikan itu telah menggelunsur menempuh jalannya di laut, dengan cara yang menakjubkan" (Al-Kahfi 18:63)

Nabi Musa berkata: "Itulah yang kita kehendaki"; merekapun balik semula ke situ, dengan menurut jejak mereka. (Al-Kahfi 18:64)

Lalu mereka dapati seorang dari hamba-hamba Kami yang telah kami kurniakan kepadanya rahmat dari Kami, dan Kami telah mengajarnya sejenis ilmu; dari sisi Kami (Al-Kahfi 18:65)

Nabi Musa berkata kepadanya: Bolehkah aku mengikutmu, dengan syarat engkau mengajarku dari apa yang telah diajarkan oleh Allah kepadamu, ilmu yang menjadi petunjuk bagiku?" (Al-Kahfi 18:66)

Ia menjawab: "Sesungguhnya engkau (wahai Musa), tidak sekali-kali akan dapat bersabar bersamaku (Al-Kahfi 18:67)

Dan bagaimana engkau akan sabar terhadap perkara yang engkau tidak mengetahuinya secara meliputi? (Al-Kahfi 18:68)

Nabi Musa berkata: "Engkau akan dapati aku, Insyaa Allah: orang yang sabar; dan aku tidak akan membantah sebarang perintahmu" (Al-Kahfi 18:69)

Ia menjawab: "Sekiranya engkau mengikutku, maka janganlah engkau bertanya kepadaku akan sesuatupun sehingga aku ceritakan halnya
kepadamu" (Al-Kahfi 18:70)

Lalu berjalanlah keduanya sehingga apabila mereka naik ke sebuah perahu, ia membocorkannya. Nabi Musa berkata: "Patutkah engkau membocorkannya sedang akibat perbuatan itu menenggelamkan penumpang-penumpangnya? Sesungguhnya engkau telah melakukan satu perkara yang besar" (Al-Kahfi 18:71)

Ia menjawab: "Bukankah aku telah katakan, bahawa engkau tidak sekali-kali akan dapat bersabar bersamaku?" (Al-Kahfi 18:72)

Nabi Musa berkata: "Janganlah engkau marah akan daku disebabkan aku lupa (akan syaratmu); dan janganlah engkau memberati daku dengan sebarang kesukaran dalam urusanku (menuntut ilmu)" (Al-Kahfi 18:73)

Kemudian keduanya berjalan lagi sehingga apabila mereka bertemu dengan seorang pemuda lalu ia membunuhnya. Nabi Musa berkata "Patutkah engkau membunuh satu jiwa yang bersih, yang tidak berdosa membunuh orang? Sesungguhnya engkau telah melakukan satu perbuatan yang mungkar!" (Al-Kahfi 18:74)

Ia menjawab: "Bukankah, aku telah katakan kepadamu, bahawa engkau tidak sekali-kali akan dapat bersabar bersamaku?"
(Al-Kahfi 18:75)

Nabi Musa berkata: "Jika aku bertanya kepadamu tentang sebarang perkara sesudah ini, maka janganlah engkau jadikan daku sahabatmu lagi; sesungguhnya engkau telah cukup mendapat alasan-alasan berbuat demikian disebabkan pertanyaan-pertanyaan dan bantahanku" (Al-Kahfi 18:76)

Kemudian keduanya berjalan lagi, sehingga apabila mereka sampai kepada penduduk sebuah bandar, mereka meminta makan kepada orang-orang di situ, lalu orang-orang itu enggan menjamu mereka. Kemudian mereka dapati di situ sebuah tembok yang hendak runtuh, lalu ia membinanya. Nabi Musa berkata: "Jika engkau mahu, tentulah engkau berhak mengambil upah mengenainya!" (Al-Kahfi 18:77)

Ia menjawab: "Inilah masanya perpisahan antaraku denganmu, aku akan terangkan kepadamu maksud (kejadian-kejadian yang dimusykilkan) yang engkau tidak dapat bersabar mengenainya (Al-Kahfi 18:78)

Adapun perahu itu adalah ia dipunyai oleh orang-orang miskin yang bekerja di laut; oleh itu, aku bocorkan dengan tujuan hendak mencacatkannya, kerana di belakang mereka nanti ada seorang raja yang merampas tiap-tiap sebuah perahu yang tidak cacat (Al-Kahfi 18:79)

Adapun pemuda itu, kedua ibu bapanya adalah orang-orang yang beriman, maka kami bimbang bahawa ia akan mendesak mereka melakukan perbuatan yang zalim dan kufur (Al-Kahfi 18:80)

Oleh itu, kami ingin dan berharap, supaya Tuhan mereka gantikan bagi mereka anak yang lebih baik daripadanya tentang kebersihan jiwa, dan lebih mesra kasih sayangnya (Al-Kahfi 18:81)

Adapun tembok itu pula, adalah ia dipunyai oleh dua orang anak yatim di bandar itu; dan di bawahnya ada "harta terpendam" kepunyaan mereka; dan bapa mereka pula adalah orang yang soleh. Maka Tuhanmu menghendaki supaya mereka cukup umur dan dapat mengeluarkan harta mereka yang terpendam itu, sebagai satu rahmat dari Tuhanmu (kepada mereka). Dan (ingatlah) aku tidak melakukannya menurut fikiranku sendiri. Demikianlah penjelasan tentang maksud dan tujuan perkara-perkara yang engkau tidak dapat bersabar mengenainya" (Al-Kahfi 18:82)

Terima kasih atas perkongsian :)cgrock
 
Back
Top
Log in Register