Dahulukan Al-quran ngan Hadis baru akal..
1- Apabila atheis berkata: Tiada tuhan, maka kita berkata: Allah itu ada. Kata Allah:
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ
«Dialah Allah yang tidak ada Tuhan melainkan Dia» [Al-Hasyr: 22]
2- Apabila manusia berkata: Alam ini terjadi sendiri, maka kita berkata: Allahlah yang telah menciptanya. Kata Allah:
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ
«Dialah Allah, Pencipta» [Al-Hasyr: 24]
3- Apabila kanak-kanak bertanya: Siapa yang mencipta Tuhan?, maka kita menjawab: Allahlah Pencipta semua perkara. Kata Allah:
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ
«Allah adalah Pencipta segala sesuatu» [Az-Zumar: 62]
4- Apabila budak-budak bertanya: Siapa ada sebelum Allah?, maka kita menjawab: Allahlah yang pertama dan yang terakhir. Kata Allah:
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ
«Dialah yang pertama dan yang terakhir» [Al-Hadid: 3]
5- Apabila orang kafir berkata: Tuhan telah mati, maka kita menjawab: Allah tidak mati. Kata Allah:
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ
«Dan bertawakkallah ke atas yang Hidup, yang tidak mati» [Al-Furqan: 58]
6- Apabila orang jahil berkata: Tuhan sama dengan manusia, maka kita menjawab: Tiada sesuatu yang menyerupaï-Nya. Kata Allah:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ
«Tiadalah yang seperti-Nya sesuatu pun» [Asy-Syura: 11]
7- Apabila orang kafir berkata: Tuhan itu tiga, maka kita menjawab: Tuhan itu satu. Kata Allah:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
«Katakan: Dialah Allah yang Satu» [Al-Ikhlas: 1]
8- Apabila pelaku maksiat menyangka Tuhan tidak mengetahuï, maka kita berkata: Allah maha Mengetahuï. Kata Allah:
عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
«Yang Mengetahuï yang ghaib dan yang disaksikan» [At-Taghabun: 18]
9- Apabila orang yang ditimpa kesusahan berkata: Allah zalim, maka kita berkata: Allah tidak zalim terhadap hamba-hamba-Nya. Kata Allah:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ
«Sesiapa yang melakukan kebaikan, maka untuk dirinya. Dan sesiapa yang telah berlaku jahat, maka ke atasnya. Dan tidaklah Tuan kamu itu yang zalim kepada hamba-hamba-Nya» [Fussilat: 46]
10- Apabila kanak-kanak bertanya: Siapa keluarga Allah?, maka kita berkata: Allah tidak mempunyaï ibu, ayah atau anak. Kata Allah:
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
«Dia tidak dilahirkan dan Dia tidak melahirkan» [Al-Ikhlas: 3]
11- Apabila budak-budak bertanya: Ada tak apa-apa yang sehebat Allah?, maka kita berkata: Allah tiada sesiapa pun yang setara dengan-Nya. Kata Allah:
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
«Dan tiada bagi-Nya taraan sesuatu pun» [Al-Ikhlas: 4]
12- Apabila penyembah patung-patung bertanya: Adakah Allah melihat?, maka kita berkata: Allah itu melihat. Kata Allah:
أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى
«Tidakkah dia mengetahuï bahawa Allah itu, Dia melihat?» [Al-`Alaq: 14]
13- Apabila orang yang putus asa bertanya: Layakkah saya mendapat rahmat Allah?, maka kita menjawab: Rahmat Allah meliputi setiap sesuatu. Kata Allah:
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ
«Dan rahmat Saya meliputi segala sesuatu» [Al-A`raf: 156]
14- Apabila orang-orang desa berkata: Semuanya hanya kebetulan, maka kita menjawab: Allahlah yang mentaqdirkan. Kata Allah:
فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ
«Maka Kami telah mentaqdirkan, dan sebaik-baik Yang mentaqdirkan» [Al-Mursalat: 23]
15- Apabila ahli sains bertanya: Mengapakah Tuhan menciptakan yang ini melebihi yang ini?, maka kita menjawab: Allah mencipta berdasarkan formula-Nya. Kata Allah:
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
«Sesungguhnya Kami – setiap sesuatu itu – Kami telah ciptakannya dengan formula» [Al-Qamar: 28]
16- Apabila orang yang kesunyian berkata: Allah terlalu jauh dari saya, maka kita berkata: Allah itu sangat dekat. Kata Allah:
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
«Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat leher» [Qaf: 16]
17- Apabila orang-orang yang cacat mengeluh tentang kecacatannya, maka kita berkata: Itulah sebaik-baik rupa bentuk yang Tuhan telah ciptakan untuknya. Kata Allah:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
«Sesungguhnya Kami telah ciptakan insan itu dalam sebaik-baik rupa bentuk» [At-Tin: 4]
18- Apabila orang-orang kaya berkata: Harta dan dunia lebih utama daripada Tuhan, maka kita berkata: Tuhanlah yang memberikan kekayaan dan dunia kepadanya. Kata Allah:
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ
«Bukankah Allah itu Pencukup bagi hamba-Nya?» [Az-Zumar: 36]
19- Apabila orang-orang yang meminta berkata: Tuhan tidak mendengar, maka kita berkata: Tuhan mengqabulkan setiap permintaan. Kata Allah:
أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
«Saya menjawab permintaan orang-orang yang meminta apabila dia meminta kepada Saya» [Al-Baqarah: 186]
20- Apabila orang-orang yang kehilangan bertanya: Kenapa Tuhan menciptakan kehidupan dan kematian?, maka kita berkata: Tuhan mahu menguji setiap makhluq-Nya. Kata Allah:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
«Yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk Dia menguji kamu yang mana antara kamu yang paling baik amalannya» [Al-Mulk: 2]