BTC USD 84,849.6 Gold USD 4,285.46
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Meditasi Khas untuk Umat Islam

Otak mati..peribahasa org yg tak punyai akal.
..tak mau IBARAT..mau yg lebih terperinci.

Ahli sains silap pada part memory tersimpan didalam otak dan lain-lain.

Jika mati, kita tidak mempunyai awareness dan memory lagi.

Tetapi mereka salah(ini diakui oleh seorang tokoh spiritual Depak Chopra).

Consciousnesses tidak memerlukan otak untuk tersimpan dan sedar.
Conscinouness itu berada pada situasi plank, tempat tersimpannya strutuce apa itu warna? rasa serta lain-lain.

http://www.youtube.com/watch?v=RB1CEhn0pSw

Sebagai contoh tumbuhan yang tidak mempunyai otak, boleh hidup dan tumbuh pada kadar tertentu. Begitu juga tumbuhan-tumbuhan tertentu yang berevolusi tanpa otak menjadi tumbuhan yang lain demi kelangsungan hidup.

Segala-galanya disekeliling adalah vibration sahaja.
 
ilmu dan segala maklumat itu terkandung dalam ruang..
dan bergantung bagaimana kita nak menggunakan antenna kita sahaja..
 
Last edited:
logik muktazilah? :-?

Dahulukan Al-quran ngan Hadis baru akal..



1- Apabila atheis berkata: Tiada tuhan, maka kita berkata: Allah itu ada. Kata Allah:
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ
«Dialah Allah yang tidak ada Tuhan melainkan Dia» [Al-Hasyr: 22]


2- Apabila manusia berkata: Alam ini terjadi sendiri, maka kita berkata: Allahlah yang telah menciptanya. Kata Allah:
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ
«Dialah Allah, Pencipta» [Al-Hasyr: 24]


3- Apabila kanak-kanak bertanya: Siapa yang mencipta Tuhan?, maka kita menjawab: Allahlah Pencipta semua perkara. Kata Allah:
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ
«Allah adalah Pencipta segala sesuatu» [Az-Zumar: 62]


4- Apabila budak-budak bertanya: Siapa ada sebelum Allah?, maka kita menjawab: Allahlah yang pertama dan yang terakhir. Kata Allah:
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ
«Dialah yang pertama dan yang terakhir» [Al-Hadid: 3]


5- Apabila orang kafir berkata: Tuhan telah mati, maka kita menjawab: Allah tidak mati. Kata Allah:
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ
«Dan bertawakkallah ke atas yang Hidup, yang tidak mati» [Al-Furqan: 58]


6- Apabila orang jahil berkata: Tuhan sama dengan manusia, maka kita menjawab: Tiada sesuatu yang menyerupaï-Nya. Kata Allah:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ
«Tiadalah yang seperti-Nya sesuatu pun» [Asy-Syura: 11]


7- Apabila orang kafir berkata: Tuhan itu tiga, maka kita menjawab: Tuhan itu satu. Kata Allah:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
«Katakan: Dialah Allah yang Satu» [Al-Ikhlas: 1]


8- Apabila pelaku maksiat menyangka Tuhan tidak mengetahuï, maka kita berkata: Allah maha Mengetahuï. Kata Allah:
عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
«Yang Mengetahuï yang ghaib dan yang disaksikan» [At-Taghabun: 18]

9- Apabila orang yang ditimpa kesusahan berkata: Allah zalim, maka kita berkata: Allah tidak zalim terhadap hamba-hamba-Nya. Kata Allah:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ
«Sesiapa yang melakukan kebaikan, maka untuk dirinya. Dan sesiapa yang telah berlaku jahat, maka ke atasnya. Dan tidaklah Tuan kamu itu yang zalim kepada hamba-hamba-Nya» [Fussilat: 46]


10- Apabila kanak-kanak bertanya: Siapa keluarga Allah?, maka kita berkata: Allah tidak mempunyaï ibu, ayah atau anak. Kata Allah:
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
«Dia tidak dilahirkan dan Dia tidak melahirkan» [Al-Ikhlas: 3]


11- Apabila budak-budak bertanya: Ada tak apa-apa yang sehebat Allah?, maka kita berkata: Allah tiada sesiapa pun yang setara dengan-Nya. Kata Allah:
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
«Dan tiada bagi-Nya taraan sesuatu pun» [Al-Ikhlas: 4]


12- Apabila penyembah patung-patung bertanya: Adakah Allah melihat?, maka kita berkata: Allah itu melihat. Kata Allah:
أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى
«Tidakkah dia mengetahuï bahawa Allah itu, Dia melihat?» [Al-`Alaq: 14]


13- Apabila orang yang putus asa bertanya: Layakkah saya mendapat rahmat Allah?, maka kita menjawab: Rahmat Allah meliputi setiap sesuatu. Kata Allah:
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ
«Dan rahmat Saya meliputi segala sesuatu» [Al-A`raf: 156]


14- Apabila orang-orang desa berkata: Semuanya hanya kebetulan, maka kita menjawab: Allahlah yang mentaqdirkan. Kata Allah:
فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ
«Maka Kami telah mentaqdirkan, dan sebaik-baik Yang mentaqdirkan» [Al-Mursalat: 23]


15- Apabila ahli sains bertanya: Mengapakah Tuhan menciptakan yang ini melebihi yang ini?, maka kita menjawab: Allah mencipta berdasarkan formula-Nya. Kata Allah:
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
«Sesungguhnya Kami – setiap sesuatu itu – Kami telah ciptakannya dengan formula» [Al-Qamar: 28]


16- Apabila orang yang kesunyian berkata: Allah terlalu jauh dari saya, maka kita berkata: Allah itu sangat dekat. Kata Allah:
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
«Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat leher» [Qaf: 16]


17- Apabila orang-orang yang cacat mengeluh tentang kecacatannya, maka kita berkata: Itulah sebaik-baik rupa bentuk yang Tuhan telah ciptakan untuknya. Kata Allah:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
«Sesungguhnya Kami telah ciptakan insan itu dalam sebaik-baik rupa bentuk» [At-Tin: 4]


18- Apabila orang-orang kaya berkata: Harta dan dunia lebih utama daripada Tuhan, maka kita berkata: Tuhanlah yang memberikan kekayaan dan dunia kepadanya. Kata Allah:
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ
«Bukankah Allah itu Pencukup bagi hamba-Nya?» [Az-Zumar: 36]

19- Apabila orang-orang yang meminta berkata: Tuhan tidak mendengar, maka kita berkata: Tuhan mengqabulkan setiap permintaan. Kata Allah:
أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
«Saya menjawab permintaan orang-orang yang meminta apabila dia meminta kepada Saya» [Al-Baqarah: 186]


20- Apabila orang-orang yang kehilangan bertanya: Kenapa Tuhan menciptakan kehidupan dan kematian?, maka kita berkata: Tuhan mahu menguji setiap makhluq-Nya. Kata Allah:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
«Yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk Dia menguji kamu yang mana antara kamu yang paling baik amalannya» [Al-Mulk: 2]
 
Dahulukan Al-quran ngan Hadis baru akal..



1- Apabila atheis berkata: Tiada tuhan, maka kita berkata: Allah itu ada. Kata Allah:
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ
«Dialah Allah yang tidak ada Tuhan melainkan Dia» [Al-Hasyr: 22]


2- Apabila manusia berkata: Alam ini terjadi sendiri, maka kita berkata: Allahlah yang telah menciptanya. Kata Allah:
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ
«Dialah Allah, Pencipta» [Al-Hasyr: 24]


3- Apabila kanak-kanak bertanya: Siapa yang mencipta Tuhan?, maka kita menjawab: Allahlah Pencipta semua perkara. Kata Allah:
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ
«Allah adalah Pencipta segala sesuatu» [Az-Zumar: 62]


4- Apabila budak-budak bertanya: Siapa ada sebelum Allah?, maka kita menjawab: Allahlah yang pertama dan yang terakhir. Kata Allah:
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ
«Dialah yang pertama dan yang terakhir» [Al-Hadid: 3]


5- Apabila orang kafir berkata: Tuhan telah mati, maka kita menjawab: Allah tidak mati. Kata Allah:
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ
«Dan bertawakkallah ke atas yang Hidup, yang tidak mati» [Al-Furqan: 58]


6- Apabila orang jahil berkata: Tuhan sama dengan manusia, maka kita menjawab: Tiada sesuatu yang menyerupaï-Nya. Kata Allah:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ
«Tiadalah yang seperti-Nya sesuatu pun» [Asy-Syura: 11]


7- Apabila orang kafir berkata: Tuhan itu tiga, maka kita menjawab: Tuhan itu satu. Kata Allah:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
«Katakan: Dialah Allah yang Satu» [Al-Ikhlas: 1]


8- Apabila pelaku maksiat menyangka Tuhan tidak mengetahuï, maka kita berkata: Allah maha Mengetahuï. Kata Allah:
عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
«Yang Mengetahuï yang ghaib dan yang disaksikan» [At-Taghabun: 18]

9- Apabila orang yang ditimpa kesusahan berkata: Allah zalim, maka kita berkata: Allah tidak zalim terhadap hamba-hamba-Nya. Kata Allah:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ
«Sesiapa yang melakukan kebaikan, maka untuk dirinya. Dan sesiapa yang telah berlaku jahat, maka ke atasnya. Dan tidaklah Tuan kamu itu yang zalim kepada hamba-hamba-Nya» [Fussilat: 46]


10- Apabila kanak-kanak bertanya: Siapa keluarga Allah?, maka kita berkata: Allah tidak mempunyaï ibu, ayah atau anak. Kata Allah:
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
«Dia tidak dilahirkan dan Dia tidak melahirkan» [Al-Ikhlas: 3]


11- Apabila budak-budak bertanya: Ada tak apa-apa yang sehebat Allah?, maka kita berkata: Allah tiada sesiapa pun yang setara dengan-Nya. Kata Allah:
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
«Dan tiada bagi-Nya taraan sesuatu pun» [Al-Ikhlas: 4]


12- Apabila penyembah patung-patung bertanya: Adakah Allah melihat?, maka kita berkata: Allah itu melihat. Kata Allah:
أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى
«Tidakkah dia mengetahuï bahawa Allah itu, Dia melihat?» [Al-`Alaq: 14]


13- Apabila orang yang putus asa bertanya: Layakkah saya mendapat rahmat Allah?, maka kita menjawab: Rahmat Allah meliputi setiap sesuatu. Kata Allah:
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ
«Dan rahmat Saya meliputi segala sesuatu» [Al-A`raf: 156]


14- Apabila orang-orang desa berkata: Semuanya hanya kebetulan, maka kita menjawab: Allahlah yang mentaqdirkan. Kata Allah:
فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ
«Maka Kami telah mentaqdirkan, dan sebaik-baik Yang mentaqdirkan» [Al-Mursalat: 23]


15- Apabila ahli sains bertanya: Mengapakah Tuhan menciptakan yang ini melebihi yang ini?, maka kita menjawab: Allah mencipta berdasarkan formula-Nya. Kata Allah:
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
«Sesungguhnya Kami – setiap sesuatu itu – Kami telah ciptakannya dengan formula» [Al-Qamar: 28]


16- Apabila orang yang kesunyian berkata: Allah terlalu jauh dari saya, maka kita berkata: Allah itu sangat dekat. Kata Allah:
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
«Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat leher» [Qaf: 16]


17- Apabila orang-orang yang cacat mengeluh tentang kecacatannya, maka kita berkata: Itulah sebaik-baik rupa bentuk yang Tuhan telah ciptakan untuknya. Kata Allah:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
«Sesungguhnya Kami telah ciptakan insan itu dalam sebaik-baik rupa bentuk» [At-Tin: 4]


18- Apabila orang-orang kaya berkata: Harta dan dunia lebih utama daripada Tuhan, maka kita berkata: Tuhanlah yang memberikan kekayaan dan dunia kepadanya. Kata Allah:
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ
«Bukankah Allah itu Pencukup bagi hamba-Nya?» [Az-Zumar: 36]

19- Apabila orang-orang yang meminta berkata: Tuhan tidak mendengar, maka kita berkata: Tuhan mengqabulkan setiap permintaan. Kata Allah:
أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
«Saya menjawab permintaan orang-orang yang meminta apabila dia meminta kepada Saya» [Al-Baqarah: 186]


20- Apabila orang-orang yang kehilangan bertanya: Kenapa Tuhan menciptakan kehidupan dan kematian?, maka kita berkata: Tuhan mahu menguji setiap makhluq-Nya. Kata Allah:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
«Yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk Dia menguji kamu yang mana antara kamu yang paling baik amalannya» [Al-Mulk: 2]
contoh:

Imam Faqih al-Murtaza az-Zabidi R.A berkata dalam kitabnya'Ithaf Saadatul Muttaqin Syarah Ihya' Ulumuddin' :

"Apabila disebut Ahlussunnah Wal Jamaah yang dikehendaki di situ ialah pengikut mazhab (mazhab yang dimaksudkan disini ialah mazhab Akidah) Imam Abu Hassanal-Assyaari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi"

(bacaan lanjut)

Imam Abu Hassanal-Assyaari adalah ulama muktazilah yang bertaubat pada umur 40 tahun..
dan beliau mencipta ilmu sifat 20...
yang berasaskan logik.. "sebab ini" maka secara munasabahnya mesti "menjadi ini"
bukankah ini membataskan/meletakkan elemen akal dan logik (bahasa) semata-mata ke atas Allah?
padahal, Allah berfirman:

“Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya”. (al-Ikhlas:4)

cth. bukankah "pasangan ayat" "sedia" dan "baharu" itu sendiri adalah menyamakan sesuatu dgn Allah?
jadi Allah juga tertakluk kepada "masa/tempoh"?
jika Allah tertakluk kepada "masa/tempoh" (masa itu makhlukNya?)
bukankah itu juga satu kelemahan?
Allah terpaksa menunggu dan tiada lagi jalan selainnya?
("ada" dan "tidak ada", maka Allah itu bertempat atau tidak bertempat?)

oleh itu bagaimana jika ada situasi terdapat maksud yang lebih besar dan tidak mampu difahami bahasa manusia?
(cth. apa itu kun fa ya kun? konsep yang lebih luas dari kemampuan otak dan konsep bahasa manusia)
bukankah kita membataskan Allah kepada satu sifat yang tidak benar? mendustakan?

selanjutnya, bukankah segala tafsiran mengenai Allah mestilah tertakluk kepada surah al-Ikhlas?
surah yang memberikan jawapan khusus apa itu Allah yang paling tepat
manakala yang lainnya sekadar untuk pemahaman bahasa manusia pada ketika itu dan kini
(cth. di dalam al-Quran itu menyebut Allah itu tuhan..
tetapi Allah bukan tuhan, Allah ialah Allah.. dan rujukan tuhan sekadar utk bahasa dan pemahaman konsep manusia zaman itu
jika Allah itu termasuk konsep tuhan, maka ini bermaksud Allah sama seperti tuhan2 lain
manakalah Allah sekadar salah satu daripada tuhan2 yang ada di dunia? begitu maksudnya?)

la ilaha illallah
Tiada tuhan, hanya Allah

jadi apakah pendapat anda daripada perspektif ini? :-?

p/s: di sinilah pentingnya utk bermeditasi, satu proses yang ditinggalkan umat Islam hari ini dan yang mana dilalui oleh Rasulullah SAW 13 tahun di Gua Hira... proses sebelum bermulanya ilmu (iqra)
 
Last edited:
meditasi ni dengan kata nama lain seperti mujahadah..kalau saya silap tolong betolkan..

mujahadah kena fokus,macam yang rakan2 kita yg lain kata, "matikan diri" kata2 orang tua, matikan diri kamu sebelum kamu dimatikan..macam mana nak matikan diri tu..kena bertanya pada yang arif.

ada cara pernafasan dan zikir yang betol..sampai masa kadang2 tak terasa bernafas pun..bila sampai suatu saat, kamu akan dengar siapa yang berzikir sebenarnya ketika musyahadah itu..
 
meditasi ni dengan kata nama lain seperti mujahadah..kalau saya silap tolong betolkan..

mujahadah kena fokus,macam yang rakan2 kita yg lain kata, "matikan diri" kata2 orang tua, matikan diri kamu sebelum kamu dimatikan..macam mana nak matikan diri tu..kena bertanya pada yang arif.

ada cara pernafasan dan zikir yang betol..sampai masa kadang2 tak terasa bernafas pun..bila sampai suatu saat, kamu akan dengar siapa yang berzikir sebenarnya ketika musyahadah itu..

Saya ada terangkan pada page yang lepas.

Tapi biasalah, tranning untuk matikan diri(reach pada part "Rasa" itu bukan suatu yang mudah).

Ia memakan masa, anda perlu tranining hari-hari. Cuba luangkan masa 20minit sehari sebelum tidur bermeditasi.

Mungkin 2-3minggu, atau bulan anda akan berjaya. Dan lepas itu ada akan ketagih. Dan cuba untuk reach level yang lebih power.
http://en.wikipedia.org/wiki/Kundalini
 
..seperti apa yg nabi pernah kata "Sesiapa yang ingin melihat mayat berjalan lihatlah pada Abu Bakar"...

yer, sbb dia dah jadi kosong.. segalanya telah diserahkan pada Tuhannya
 
Ilmu tahap tinggi nih... terasa kecik je duk dalam thread nih...
 
kalau tareqat yang main2 nafas ni, setahu aku tareqat naqsyabandi khalidi...
 
Back
Top
Log in Register