mustahil umar RA membuat bid’ah, sebab beliau adalah sahabat Nabi SAW. Dan para sahabat tidak akan buat bid’ah terhadap agama yg diturunkan Allah kepada Nabi SAW.
so sedara trgkan maksud atsar di bwh...
Dan dari Ibnu Syihab dari 'Urwah bin Az Zubair dari 'Abdurrahman bin 'Abdul Qariy bahwa dia berkata; "Aku keluar bersama 'Umar bin Al Khaththob radliallahu 'anhu pada malam Ramadhan menuju masjid, ternyata orang-orang shalat berkelompok-kelompok secara terpisah-pisah, ada yang shalat sendiri dan ada seorang yang shalat diikuti oleh ma'mum yang jumlahnya kurang dari sepuluh orang. Maka 'Umar berkata: "Aku pikir seandainya mereka semuanya shalat berjama'ah dengan dipimpin satu orang imam, itu lebih baik". Kemudian Umar memantapkan keinginannya itu lalu mengumpulkan mereka dalam satu jama'ah yang dipimpin oleh Ubbay bin Ka'ab. Kemudian aku keluar lagi bersamanya pada malam yang lain dan ternyata orang-orang shalat dalam satu jama'ah dengan dipimpin seorang imam, lalu '
Umar berkata: "Sebaik-baiknya bid'ah adalah ini. Dan mereka yang tidur terlebih dahulu adalah lebih baik daripada yang shalat awal malam, yang ia maksudkan untuk mendirikan shalat di akhir malam, sedangkan orang-orang secara umum melakukan shalat pada awal malam.
(Rujukan : Shahih Bukhari)
Okla, kita katakanlah umar RA ada buat bid’ah (for the sake of argument), umar RA tetap x buat majlis tahlil seperti yg korang lakukan zaman ni.... korang lagi pandai agama dr umar RA ke?
sama juga dgn imam syafie. korang lg pandai agama dr imam syafie ke? sbb imam syafie x buat. tiba2, korang di zaman ni reka2 dan buat plak.
jika
setiap bid'ah itu sesat spt sedara kater tanpa sebrg pengecualian, naper nak fokus kpd tahlil ajer plak???...
klu Sayidina Umar RA atau Imam Syafie x pernah buat tahlil sekali pon [which is impossible krn tahlil bermaksud ucapan La ila ha ilallah rujuk
post #685]...
tp mrk mengatakan ader bid'ah yg baik, memberikan pendpt yg sedemikian shj sdh cukup ut menyalahi hadis yg sedara petik, blh sedara berikan penjlsan bg percanggahan ini???...
~~~~~~~~~~~~~~~
blh berikan pendpt sedara bg post di bwh...
Doa tuh x salah tapi yang diterima adalah doa anak yang soleh .. Dan doa bukanlah pahala untuk si mati...
"anak yg soleh" tuh mesti anak kpd jenazah shj atau mana2 anak yg soleh pon blh termasuk imam & makmun dlm solat bg jenazah tuh???...
jika jwbannyer
"mesti anak kpd jenazah" maka camner nak trgkan hadis di bwh???...
Aisyah ra bahwa ia bertanya kepada Nabi SAW:"Bagaimana pendapatmu kalau saya memohonkan ampun untuk ahli kubur? Rasul SAW menjawab, `Ucapkan: (salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada ahli kubur baik mu'min maupun muslim dan semoga Allah memberikan rahmat kepada generasi pendahulu dan generasi mendatang dan sesungguhnya -insya Allah- kami pasti menyusul) (HR Muslim).
Manakala amal jariah yang telah dilakukan si mati ... si mati telah mendapat ganjaran pahalanya semasa ianya masih hidup dan selepas kematiannya maka hanya allah yang tau berkaitan perkara tersebut .... Ini pendapat saya ... jgn ikut lak
nampaknyer hadis kat bwh nih kena buang laut ler...
Dari Abdullah bin Abbas ra. bahwa Saad bin Ubadah ibunya meninggal dunia ketika ia tidak ada ditempat, lalu ia datang kepada Nabi SAW unntuk bertanya, "Wahai Rasulullah SAW sesungguhnya ibuku telah meninggal sedang saya tidak ada di tempat, apakah jika saya bersedekah untuknya bermanfaat baginya?" Rasul SAW menjawab, "Ya." Saad berkata, "Saksikanlah bahwa kebunku yang banyak buahnya aku sedekahkan untuknya." (HR Bukhari).