Bagaimana pendapat saudara adakah mereka ini telah melakukan niyahah (meratap)
Bahwasanya apabila salah seorang anggota keluarganya meninggal dunia, maka berkumpullah para wanita. Kemudian mereka berpisah, kecuali keluarga dan orang-orang tertentu. Setelah itu, ia (‘Aisyah radhiyallahu ‘anha) menyuruh diambilkan seperiuk talbinah. Lalu dia memasak dan membuat tsariid. Kemudian dia menuangkan bubur talbinah tersebut di atasnya. Setelah itu, ia berkata: “Makanlah bubur ini! Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Talbinah dapat menyegarkan hati orang yang sakit dan dapat menghilangkan sebagian rasa sedih”
(HR. Bukhari no. 5101 dan Muslim no. 2216)
Adakah Aisyah radhiyallahu ‘anha telah melakukan niyahah?
Telah tiba berita kepada sayyidina Umar bahawa beberapa wanita telah berkumpul di rumah simati dengan masing-masing menangisi khalid. lalu umar mengatakan biarkanlah mereka menangisi Abi Sulaiman (khalid bin walid) selama tidak meletakkan debu diatas kepala dan tidak membesarkan suaranya
(HR Abu Daud)
Adakah sayyidina Umar membenarkan niyahah?
Dari 'Aisyah, bahawa ketika Sa'ad bin Mu'adz meninggal dunia, maka Rasulullah SAW, Abu Bakar, dan 'Umar mendatanginya. 'Aisyah berkata, “Demi Tuhan yang diriku di tangan-Nya, sungguh aku lebih mengenal tangisan Abu Bakar daripada tangisan 'Umar, sedang aku berada di dalam kamarku". [HR. Ahmad, dalam Nailul Authar juz 4, hal. 114]
Adakah Rasulullah SAW, Abu Bakar, dan 'Umar turut melakukan niyahah kerana telah berkumpul ketika Sa'ad bin Mu'adz meninggal dunia?
Dari Ibnu 'Abbas, ia berkata : Ketika Zainab binti Rasulullah SAW meninggal dunia, lalu para wanita menangis. Kemudian 'Umar memukul mereka dengan cambuknya. Lalu Rasulullah SAW memegang tangan 'Umar sambil bersabda, “Sabar ya 'Umar!" Kemudian baginda bersabda, “Jauhkankah diri kamu dari raungan syaithan". Kemudian baginda bersabda (pula), “Karena sesungguhnya bila tangisan itu hanya sekedar mengeluarkan air mata dan kesedihan hati, maka ia itu berasal dari Allah 'Azza wa Jalla dan dari perasaan hiba. Dan bila tangisan itu diikuti perbuatan tangan dan lisan, maka ia itu berasal dari syaitan". [HR. Ahmad, dalam Nailul Authar juz 4, hal. 111]
Adakah Rasulullah saw membenarkan niyahah?