BTC USD 60,796.0 Gold USD 4,328.60
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Fikir, Zikir dan Doa

Yang dilarang Allah dalam Al-Quran

Yang dilarang Allah, yaitu sebagai berikut:

1. Menjadi golongan orang yang munafik, mengaku beriman tapi sesungguhnya tidak beriman (Qs.2:8-20; Qs.4:138, 142, 143, 145; Qs.8:20, 21; Qs.9:79-80; Qs.63:1-8); menyembah Allah dengan berada di tepi (tidak penuh keyakinan), jika diberi kebaikan dia beriman, jika diuji dengan bencana kembali kafir (Qs.22:11; Qs.30:33; Qs.39:49); lemah imannya karena menghadapi cobaan (Qs.29:10);

2. Menyekutukan Allah (syirik) (Qs.2:22, 163; Qs.3:18, 64; Qs.4:36; Qs.6:151; Qs.10:106; Qs.11:2; Qs.13:36; Qs.17:23; Qs.22:12, 13; Qs.25:68; Qs.28:88; Qs.31:13; Qs.39:64-66; Qs.41:6; Qs.41:14; Qs.46:5); kafir/tidak beriman pada rukun iman (Qs.3:10-17, 131; Qs.4:38, 56; Qs.5:10; Qs.14:2; Qs.33:64, 65; Qs.40:6; Qs.57:19; Qs.67:6); Allah tidak mengampuni dosa syirik, Dia mengampuni dosa selain syirik (Qs.4:48, 116); beriman kemudian kafir-kemudian beriman-kemudian kafir lagi-kemudian bertambah kekafirannya (murtad) (Qs.4:137); menyeru menyembah tuhan yang lain disamping Allah (Qs.26:213); mempersekutukan Tuhan sekalipun yang menyuruhnya ibu-bapak (Qs.29:8; Qs.31:15);

3. Menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya (beribadah), dan berusaha merobohkannya (Qs.2:114); Menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, atau membuat menjadi bengkok (Qs.7:45, 86; Qs.8:47; Qs.14:3; Qs.16:94; Qs.47:32);

4. Mengikuti agama orang Yahudi dan Nasrani (Qs.2:120); mengikuti orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah, yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya, mempunya banyak harta dan anak namun memiliki sifat jelek tersebut di atas, yang menganggap ayat-ayat Allah sebagai dongengan (Qs.68:8-16);

5. Mengingkari Al Qur’an (Qs.2:121; Qs.7:36, 37, 103; Qs.25:36; Qs.41:41; Qs.46:7-8); tidak mendengarkan Al Qur’an dgn sungguh-sungguh dan justru membuat hiruk-pikuk terhadapnya, supaya dapat mengalahkan/membingungkan mereka (Qs.41:26);

6. Menyembunyikan ayat-ayat Allah atau keterangan-keterangan yang sudah jelas dan petunjuk dalam Al Kitab (Qs.2:159);

7. Memakan makanan yang diharamkan Allah, yaitu Allah hanya mengharamkan bangkai, darah, daging ****, dan binatang yang ketika disembelih disebut nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya sebelum mati, hewan yang disembelih untuk berhala. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa memakannya sedang ia tidak menginginkannya, dan tidak pula melampaui batas’ maka tidak ada dosa baginya (Qs.2:173; Qs.5:3; Qs.6:121; Qs.16:115);

8. Mengubah isi wasiat setelah ia mendengarnya (Qs.2:181);

9. Memakan harta sebahagian orang lain dengan cara yang batil, kemudian membawa urusan harta itu/perselisihan kepada hakim agar kamu dapat memakan harta orang lain itu dengan curang (Qs.2:188; Qs.4:29);

10. Memfitnah (Qs.2:191); menuduh wanita baik-baik berbuat zina (Qs.24:23);

11. Meminum khamar/minuman yang memabukkan dan berjudi terdapat dosa yang lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya (Qs.2:219; Qs.5:90);

12. Menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman, dan jangan pula menikahkan orang-orang musyrik dengan wanita-wanita mukmin sebelum mereka beriman (Qs.2:221);

13. Bersumpah atas nama Allah sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, sumpah tersebut harus dibatalkan dan baginya membayar kafaraat (Qs.2:224, Qs.24:22); dan Melanggar sumpah yang memang dimaksudkan/sengaja yang bukan penghalang berbuat kebajikan (Qs.5:89; Qs.16:91);

14. Riba (Qs.2:275-276, 278-279; Qs.3:130; Qs.30:39);

15. Mengambil orang-orang kafir menjadi wali/auliyaa (teman akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong) dengan meninggalkan orang-orang mukmin (Qs.3:28; Qs.4:138-139, 144);

16. Berbuat bakhil atas harta yang dikaruniai Allah (Qs.3:180; Qs.100:8);

17. Melakukan perbuatan keji (berbuat zina termasuk terhadap sesama jenis) (Qs.4:15-16; Qs.6:151; Qs.7:33; Qs.16:90; Qs.24:2; Qs.25:68); jangan mendekati zina (Qs.17:33); Jangan mengikuti langkah-langkah setan, krn sesungguhnya itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan yang munkar (Qs.24:21);

18. Mengawini wanita-wanita yang: telah dikawini oleh ayahmu (Qs.4:22); Mengawini ibumu, anakmu yang perempuan, kakak perempuan, saudara bapakmu yang perempuan, saudara ibumu yang perempuan, anak perempuan dari saudara kandung kita, ibu yang menyusui kita/ibu pengganti, saudara perempuan sepersusuan, ibu istri (mertua), anak tiri dari istri yang telah kau campuri, istri anak kandung (menantu), menghimpunkan dalam perkawinan dua perempuan yang bersaudara (Qs.4:23);

19. Mengawini wanita yang bersuami (Qs.4:24);

20. Mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk berzina (Kawin Kontrak) (Qs.4:24)

21. Iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain (terkait pada bagian waris laki-laki yang lebih besar daripada wanita) (Qs.4:32);

22. Sombong, angkuh dan membangga-banggakan diri (Qs.8:47; Qs.17:37; Qs.31:18), kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir, menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya (kufur nikmat) (Qs.4:37; Qs.17:29; Qs.104:2-4; Qs.107:3); kisah Karun yang sombong akan hartanya (Qs.28:76-82);

23. Menafkahkan harta dengan maksud riya kepada manusia (Qs.4:38); riya (Qs.8:47; Qs.107:6);

24. Shalat dalam keadaan mabuk (Qs.4:43);

25. Hampiri masjid sedang kamu dalam keadaan junub, kecuali hanya lewat, hingga kamu mandi (Qs.4:43);

26. Seorang mukmin membunuh seorang mukmin yang lain, kecuali karena tidak sengaja, maka bagi yg tidak sengaja hendaklah memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat untuk diserahkan kepada keluarga yang terbunuh, kecuali jika mereka keluarga yang terbunuh membebaskan diat. Barangsiapa tidak memperoleh hamba sahaya maka hendaklah ia berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah (Qs.4:92);

27. Membunuh seorang mukmin dengan sengaja, balasannya ialah Jahannam (Qs.4:93; Qs.6:151; Qs.25:68); membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan (Qs.6:151; Qs.17:31);

28. Duduk beserta mereka orang-orang kafir yang sedang memperolok dan mengingkari ayat-ayat Allah, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain (Qs.4:140); mempergunakan perkataan yg tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah, dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan (Qs.31:6);

29. Allah tidak menyukai ucapan buruk (mencela orang, memaki, menerangkan keburukan org lain, menyinggung perasaan org, dsb) yang diucapkan dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya (org teraniaya boleh mengemukakan keburukan org yg menganiaya di hadapan hakim/penguasa) (Qs.4:148); perbuatan dan perkataan yang tiada berguna (Qs.23:3); memperolok-olok kaum yang lain (Qs.49:11); membicarakan yang bathil bersama orang-orang yang membicarakannya (Qs.74:45); mengumpat dan mencela (Qs.104:1);

30. Mengundi nasib dengan anak panah (atau semacamnya) (berbuat fasik), berkorban untuk berhala (Qs.5:3, 90); Memperuntukan bagi Allah saji-sajian, dan pula saji-sajian untuk berhala (Qs.6136);

31. Mencuri (Qs.5:38);

32. Memerangi Allah dan Rasul-Nya, dan membuat kerusakan di muka bumi (Qs.5:33; Qs.13:25); menentang Allah dan Rasul-Nya (Qs.58:5);

33. Mengharamkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagimu, dan janganlah melampaui batas (Qs.5:87; Qs.7:33; Qs.78:22); dalam hal makanan (Qs.6:119; Qs.16:116);

34. Membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata “telah diwahyukan kepada saya”, padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya. Dan orang yang berkata “saya akan menurunkan apa seperti yang diturunkan Allah” (mengaku dirinya Rasul atau mengaku dirinya sebagai Tuhan) (Qs.6:93; Qs.39:32);

35. Memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah , karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. (Qs.6:108);

36. Melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar (Qs.7:33);

37. Menjadikan agama sebagai main-main dan sendagurau, dan tertipu dengan kehidupan dunia (Qs.7:51);

38. Mengerjakan perbuatan faahisyah (homoseksual) (Qs.7:80, 81);

39. Memintakan ampun untuk orang-orang musyrik (Qs.9:113);

40. Lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat (terlena dengan kehidupan dunia) (Qs.14:3);

41. Berbuat kemungkaran dan permusuhan (Qs.16:90);

42. Mempercayai Tuhan mempunyai anak/mengambil seorang anak (Qs.18:2-5; Qs.19:88-92);

43. Memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya (Qs.24:27, 28);

44. Berpaling dengan menyombongkan diri bila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami (Al Qur’an) (Qs.31:7; Qs.45:8-9); memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan (ilmu yang benar) karena kesombongan semata/ingin mencapai kebesaran (Qs.40:56);

45. Menyakiti orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat (Qs.33:58);

46. Berputus asa dari rahmat Allah, karena Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Qs.39:53);

47. Beriman di waktu azab telah datang tidak berguna lagi (Qs.40:84-85);

48. Prasangka (buruk), mencari-cari kesalahan orang lain, bergunjing (Qs.49:12);

49. Mengada-adakan rahbaniyyah (tidak beristeri/bersuami dan mengurung diri dalam biara) (Qs.57:27);

50. Menzhihar isteri mereka, maka barang siapa yang menzhihar isterinya kemudian hendak menarik kembali ucapannya, wajib atasnya memerdekakan seorang budak sebelum keduanya bercampur, bila tidak dapat budak, maka wajib baginya puasa dua bulan berturut-turut, bila tidak kuasa puasa, wajib baginya memberi makan 60 orang miskin (Qs.58:3-4);

60. Lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri (Qs.59:19);

61. Bermegah-megahan lagi melalaikan dari ketaatan (Qs.102:1-8);

62. Menghardik anak yatim (Qs.107:2);

Kesemua perintah maupun larangan-Nya tersebut di atas tersebar pada banyak surat. Perintah dan larangan-Nya disebutkan secara berulang, baik dalam surat yang sama maupun di surat yang berbeda. Maksudnya agar kita senantiasa mengingatnya kembali. Segala perintah dan larangan-Nya tersebut tidak terbatas pada surat dan ayat yang saya sebutkan saja. Kemungkinan pada surat dan ayat lain juga memerintahkan demikian, yang pada pokoknya menerangkan perintah dan larangan yang sama.

Dan tidak menutup kemungkinan pula, ada perintah dan larangan Allah di dalam Al Qur’an yang saya luput mencantumkannya. Oleh karenanya, koreksi atau tambahan dari rekan pembaca sangat diperkenankan demi kesempurnaan tulisan ini. Dan tidak henti-hentinya pula saya menyarankan agar kita semua senantiasa membaca dan memahami isi Al Qur’an, untuk kemudian mengaplikasikan dalam hidup kita keseharian.

Setelah kita mengetahui apa saja yang diperintahkan dan apa saja yang dilarang, maka sudah selayaknya pula kita mematuhi, mengingat, sekaligus mawas diri, agar kita menjadi orang yang bertaqwa, dan ditinggikan drajatnya oleh Yang Maha Kuasa lagi Maha Penyayang. Amin ya rabbal alamin…
Cpopy & paste

Kejayaan dalam ugama.
Allah Ta'ala sahaja kuasa makhluk tak boleh buat apa-apa.
 
Last edited:
Pagi tadi baca Fadhilat Zikir. 2 kisah dibacakan. Iktibar yang dapat difahami, sepanjang-panjang menghapuskan perkara haram, niat diperhatikan dan jangan hingga memuaskan kehendak hati. Dalam kisah tersebut tempayan arak yang terakhir tidak dipecahkan kerana tak mahu mengikut kehendak hati.

Dari kisah kedua difahami, elakkan berdialog dengan sesiapa dalam perjalanan melakukan amr makruf nahi mungkar. Dialog boleh berlanjutan hingga sampai kepada tipudaya oleh syaitan.

Kejayaan dalam ugama.
Hanyasanya Allah Ta'ala kuasa makhluk tak boleh buat apa-apa.
 
Last edited:
Nabi S.A.W pernah bersabda, "Seburuk2 pencuri ialah pencuri dlm solat." Siapa pencuri dlm solat? Yakni, "mereka yang gagal menyempurnakan ruku' dan sujud." (Riwayat Ibn Khuzaimah, Ahmad, At-tabarani dan Al-Hakim dan isnadnya adalah sahih memenuhi syarat Bukhari dan muslim).

ثم اركع حتي تطمئن راكعا..رواه البخاري مسلم

" ... kemudian ruku'lah kamu sampai kamu ketenangan (tuma'ninah) dalam keadaan ruku'."

ثم اسجدحتى تطمئن ساجدا..روه البخاري ومسلم

"Kemudian sujudlah kamu sampai kamu ketenangan(tuma'ninah) dalam sujud."


Menurut Dr Wahbah Zuhaily :-

أقل الاطمئنا في الركوع : هو أن يمكث في هيئة الركوع حتى تستقر أعضاؤه راكعا قدر تسبيحة في الركوع والسجود و في الرفع منها.

"kadar minima toma'ninah didalam rukuk : ialah berada dalam keadaan tidak bergerak kesmua anggota-anggotanya dengan kadar sekali tasbih dalam ruku dan sujud, dan bangkit dari melakukan kedua-duanya" - [Al-Fiqh Al-Islami 1/657]

Dr Yusuf Al-Qaradhawi didalam membincangkan kadar toma'ninah, katanya :-

وحدّ الطمأنينة المشروطة قد اختلف فيه العلماء . فمنهم من جعل أدناه أن يكون مقدار تسبيحة كأن يقول: سبحان ربي الأعلى مثلاً . وبعضهم - كالإمام شيخ الإسلام ابن تيمية اشترط أن يكون مقدار الطمأنينة في الركوع والسجود نحو ثلاث تسبيحات، فقد جاء في السنة أن التسبيح ثلاث، وذلك أدناه فلابد أن تطمئن بمقدار ثلاث تسبيحات ... ويقول الله عز وجل: (قد أفلح المؤمنون . الذين هم في صلاتهم خاشعون). (المؤمنون: 1، 2).

"dan had(kadar) toma'ninah terdapat perselisihan diantara beberapa ulama'.... Ada yg menjadikan tasbih sebagai bilangan masanya sebagaimana katanya :"Subhana Rabbiyal 'ala". (Maha suci engkau yg Maha Tinggi) sebagai contoh. Ada yg lain pula, seperti Sheikul Islam Ibnu Taimiyyah meletakkan syarat jangkamasa toma'ninah didalam ruku' dan sujud berjumlah 3 kali tasbih... maka telah datang menjadi sunat membacanya 3 kali, dan sekurang-kurangnya tidak boleh lari darinya toma'ninah dgn dapat dipastikan dengan menyebut 3 kali tasbih.... dan firman Allah swt :"Berbahagialah orang mukmin. Mereka adalah orang khusyuk apabila melakukan solat" - Surah Al-Mukminun 1,2. "

Toma'ninah didalam ruku', 'itidal, sujud dan duduk diantara dua sujud bagi Mazhab Hanafi hukumnya wajib dan bukan fardu. Dengan katalain, meninggalkannya tidak membatalkan solat. Bagi jumhur ulama termasuk Mazhab Syafie, Toma'ninah didalam ruku' , sujud dan duduk diantara 2 sujud adalah Fardu, dan ia merupakan rukun solat. Tanpa Toma'ninah, solat tidak sah. Menurut Mazhab Syafie, sujud tanpa 'itidal tidak sah dan batal solat, sebagaimana hadith :-

‏ثم ارفع حتى تعتدل قائمًا‏

"kemudian bangkitlah sehingga tegak berdiri".

Dr Yusuf Al-Qaradhawi juga mensifatkan, solat yang tidak ada toma'ninah tidak ada maknanya, katanya :-

وهو الخشوع والطمأنينة وإتمام الركوع والسجود، ولا معنى للصلاة بغيرها،وقد قال تعالى:{قد أفلح المؤمنون الذين هم في صلاتهم خاشعون**سورة المؤمنون:1،2

"Khusyuk dan toma'ninah, serta kesempurnaan didalam Ruku' dan Sujud, Solat tidak ada makna tanpanya, dan Allah telah berfirman : 'Berbahagialah orang mukmin. Mereka adalah orang khusyuk apabila melakukan solat'-[Surah Al-Mukminun 1,2]" -[Fatawa Mu'aasyirah 3/538].

Kesimpulannya ialah, toma'ninah merupakan rukun (fardu) bagi jumhur ulama', tetapi hanya wajib bagi mazhab Hanafi. Bagi jumhur ulama, solat tanpa toma'ninah adalah tidak sah. Kadar toma'ninah menurut sebahagian ulama adalah sekadar satu bacaan tasbih, manakala Sheikh Al-Islam menyatakan dengan kadar 3 kali tasbih. Kita bersangka baik kepada para Imam di Masjid Al-Haram, dimana didalam perbuatan bangun dari ruku', iaitu melakukan 'itidal hanya disyaratkan berdiri tegak sebentar sahaja. Nabi saw mensifatkan orang yang mencuri didalam solat adalah orang-orang tidak melakukan toma'ninah didalam sujud dan ruku'. wallahu'alam.
Copy & paste.

Nikmat solat pada tuma'ninah. Latih tuma'ninah melalui solat-solat sunnah. Bawa tuma'ninah ke luar solat. Allahua'lam.
Hanyasanya Allah Ta'ala kuasa makhluk tak boleh buat apa-apa.
 
Last edited:
TT nak bercerita sikit kisah TT yang boleh dijadikan iktibar.

Sewaktu di universiti dulu TT ahli kelab silat olahraga. Atlet universiti. Sewaktu latihan TT latih sehabis baik. Tetapi bila perlawanan sebenar, tak keluar semua yang dilatih. Kalau keluar pun pihak lawan seakan-akan dapat kekuatan yang sama. Berbeza dengan kawan TT seorang ni. Semasa latihan dia sederhana atau bersahaja je. Tahan-tahan. Tapi bila dalam gelanggan, sampai keluar gelanggang dengan single kick dia tendang kawan tu. Itu satu.

Di tahun akhir, last kejohanan untuk TT. Kejohanan pemilihan wakil negeri. TT diajak untuk mewakili sebuah pertubuhan untuk pemilihan negeri. Semasa latihan TT tengok kawan TT berlatih. Sambil jogging dia putarkan tangan seperti bentuk bola, latihan tangkapan. TT follow dia. Buat jer la. Di kejohanan tu, TT dapat masuk final. Lawan TT pesilat tersohor di negeri tu. Mewakili negeri tu beberapa tahun sebelum tu dan wakil universiti dia juga. Menggerunkan dia ni. Keluh kesah TT dibuatnya. Astaghfirullah. Semasa perlawanan final kelas yang TT tandingi, semua penonton diam. TT kaget tak tahu nak buat apa. Yang ada hanya tawakkal semata-mata. Apabila perlawanan dimulakan, dia mulakan dengan tendangan, tahu-tahu TT sambut dan jatuhkan. 3 point. Kali kedua, TT kaget juga, tawakkal je. Dia tendang lagi, TT sambut lagi, dan jatuhkan. 3 point lagi. Kali ketiga dia faul sebab tendangan tinggi ke muka TT. Dia ditolak 1 point. Berlangsunglah 3 pusingan perlawanan hingga akhirnya TT menang sebagai johan mewakili negeri tu.

Dari pengalaman tu TT percaya, latihan biar bersahaja. Allah nak ajar TT kalau TT nak ambil pengajaran. Iktibar bawa dalam ugama untuk kejayaan dunia & akhirat. Alhamdulillah. Wallahua'lam.

Kejayaan dalam ugama.
Hanyasanya Allah Ta'ala kuasa makhluk tak boleh buat apa-apa.
 
Last edited:
Kembali kepada fikir risau Nabi SAW. Fikir risau umat. Bukan pergaduhan, bukan pertandingan tetapi kasih sayang. In sha Allah kita niat azam belajar fikir risau Nabi SAW dengan keluar 4 bulan sekurang-kurangnya sekali, 40 hari setiap tahun dan 3 hari setiap bulan.

Kejayaan dalam ugama
Hanyasanya Allah Ta'ala kuasa makhluk tak boleh buat apa-apa.
 
Bersangka baik

Ada satu doa namanya doa Akasyah. Dalam hadis tentang doa itu, diberitakan tentang golongan yang pertama masuk syurga. Apabila ditanya oleh sahabat apa rahsia mereka, Rasulullah SAW menjawab mereka bersangka baik.

Apa yang dimaksudkan dengan bersangka baik? Siapa yang tahu kan? TT berpendapat bersangka baik ialah bersangka bahawa apabila ditimpa ujian, bersangka Allah nak uji kita. Allah nak ajar kita, Allah nak didik kita. Begitu juga dalam hal-hal lain. Bersangkalah bahawa ianya dari Allah. Bersangka kepada Allah secara langsung dan untuk kebaikan kita. Katakanlah bahawa semua dari Allah dan terus katakan bahawa segala-segalanya dari Allah.

Kejayaan dalam ugama
Hanayasanya Allah kuasa makhluk tak boleh buat apa-apa.
 
Buka semula kisah Nabi Ayub 'Alaihissalam. Pada mulanya Baginda 'Alaihissalam mempunyai kebun dan ladang yang banyak, kesihatan yang baik. Kemudian syaitan meminta izin dari Allah untuk menguji Baginda Ayub 'Alaihissalam. Kebun Baginda rosak, binatang ternakan mati kena penyakit, dan Baginda 'Alaihissalam juga menghidapi penyakit kulit hingga daging anggota tubuh Baginda menjadi santapan ulat-ulat. Begitu pun apabila ada ulat yang jatuh, Baginda 'Alaihissalam meletakkan semula ulat itu di tempatnya. Siapa yang uji Baginda 'Alaihissalam? Dari cerita ini seakan-akan syaitan yang menguji, tetapi hakikatnya Allah yang uji. Dari sudut takdir juga, semuanya sudah tertulis. Allah mula-mula sekali menciptakan Kalam dan memerintahkan Kalam agar tulis. Dan siapa yang menciptakan dan memerintahkan Kalam? Allah.

Kejayaan dalam ugama.
Hanyasanya Allah Ta'ala kuasa makhluk tak boleh buat apa-apa.
 
Last edited:
Kalau nak cerita tentang penderitaan Nabi-nabi, ujian dihadapi para anbiya, pengorbanan para sahabat dan lain-lain atas maksud dakwah, jangan teragak-agak. Juga sebahagian dari bersangka baik. Allahua'lam.

Kejayaan dalam ugama.
Hanyasanya Allah kuasa makhluk tak boleh buat apa-apa.
 
Last edited:
Back
Top
Log in Register