BTC USD 86,826.6 Gold USD 4,218.09
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Dunia Islam

hadis 57 tentang jihad

Dari Syaddad Abu Ammar dari Abu Umamah Al Bahily berkata: "Seseorang datang pada Rasulullah saw. dan bertanya: "Bagaimana jika ada seorang yang berjihad untuk mencari pahala dan kebenaran adakah ia mendapat pahala?" Jawab beliau: "Ia tidak akan mendapat pahala." Maka orang itu mengulangi pertanyaan hingga tiga kali. Dan beliau tetap menjawab: "Ia tidak akan mendapat pahala. Sesungguhnya Allah tidak menerima amalan seseorang, melainkan yang penuh ikhlas untukNya, dan semata-mata hanya mengharap redhanya."

Hadis Nasai
 
hadis 58 tentang jihad

Amr ibnu Malik Al Janby dari Fadlalah ibnu Ubaid berkata: "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Saya yang memberi jaminan bagi orang yang percaya kepadaku dan masuk Islam, serta turut berhijrah, dengan jaminan sebuah rumah di sekitar syurga dan sebuah rumah di tengah syurga. Dan saya yang memberi jaminan bagi seorang yang percaya kepadaku dan masuk Islam, kemudian berjihad di jalan Allah, dengan jaminan sebuah rumah di sekitar syurga, dan sebuah rumah di tengah syurga, serta sebuah rumah di atas syurga. Siapa yang telah berbuat demikian, dengan tidak bermaksud untuk mencari keuntungan dan tidak pula lari dari peperangan, maka ia akan mati dengan cara apapun yang ia inginkan."

Hadis Nasai
 
hadis 59 tentang jihad

Tsabit, dari Anas, ia berkata: "Rasulullah saw. bersabda: "Ketika akan didatangkan seorang dari syurga, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Wahai anak Adam, bagaimana kamu dapatkan rumahmu?" Jawabnya: "Wahai Tuhan, itu sebaik-baik rumah yang aku tempati." Firman Allah: "Mintalah apalagi sesukamu." Saya ingin Kau kembalikan ke dunia, agar aku dapat berjihad hingga aku gugur di jalanmu sampai sepuluh kali. Demikian itu, kerana ia telah keutamaan mati syahid."

Hadis Nasai
 
hadis 60 tentang jihad

Dari Abu Salamah dari Abu Hurairah r.a, dari Rasulullah saw bersabda: "Jihadnya orang dewasa, anak kecil, orang lemah dan orang wanita, adalah beribadah haji dan umrah."

Hadis Nasai
 
hadis 61 tentang jihad

Dari Abu Abdur Rahman AJ Hubuly dari Abu Ayub AJ Anshary berkata: "Rasulullah saw. bersabda: "Pahala pergi berjihad di pagi hari atau di petang hati itu lebih utama dari bumi seisinya."

Hadis Nasai
 
hadis 62 tentang jihad

Dari Jubair ibnu Nufair dari Salamah ibnu Nufail Al Kindy berkata: "Ketika aku sedang duduk di dekat Rasulullah saw, tiba-tiba seseorang berkata: "Wahai Rasulullah. Orang-orang banyak telah meremehkan kuda dan meletakkan peralatan perang; mereka mengatakan bahawa jihad sudah tidak ada lagi, kerana masa perang telah usai".

Maka Rasulullah saw menengok padanya dan bersabda: "Mereka berdusta bahkan kini perjuangan itu lebih dahsyat, dan dari umatku ada sekelompok orang yang sentiasa berjuang di atas kebenaran. Untuk meraka sengaja Allah memalingkan hati orang-orang kafir, dan memberi rezeki pada mereka dari pasukan musuh hingga tiba hari kiamat, hingga tiba janji Allah.

Kuda yang diikat ubun-ubunnya untuk berperang itu akan mendatangkan kebaikan sampai hari kiamat, dan telah diwahyukan padaku, bahawa aku akan mati tidak lama lagi, dan kamu semua akan menyusul ku secara berkelompok-kelompok, sebahagian dari kamu akan memukul leher yang lain. Dan Istana kaum mukminin ialah Syam/Syria."

Hadis Nasai
 
hadis 63 tentang jihad

Mewartakan kepada kami Abu Yusuf yaitu Muhammad bin Ahmad Ar-Raqqiy, mewartakan kepada kami Muhammad bin Salamah Al-Harraniy, dari Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Thalhah bin 'Abdur-Rahman bin Abu Bakar Ash-Shiddiq, dari Mu'awiyah bin Jahimah As-Salamiy, dia berkata: Saya mendatangi Rasuluilah saw., lalu berkata:

Wahai Rasuluilah, sesungguhnya saya hendak berjihad bersamamu, seraya mengharapkan kerana Allah dan rumah akhirat dengan perbuatan tersebut. Beliau menjawab: "Kasihan kamu, apakah ibumu masih hidup.". Saya menjawab: Ya, wahai Rasulullah. Beliau berkata: Kembalilah kepadanya, lalu berbuatlah baik kepadanya". Kemudian saya mendatangi beliau pada kesempatan lain, lalu saya berkata: "Ya Rasuluilah, sesungguhnya saya hendak berjihad bersamamu, seraya mengharap kerana Allah dan rumah akhirat dengan perbuatan itu". Beliau berkata: "Kasihan kamu, apakah ibumu masih hidup.". Saya menjawab: "Ya, wahai Rasuluilah". Beliau berkata: "Kembalilah kepadanya, lalu berbuatlah baik kepadanya". Kemudian saya mendatangi beliau dari arah depan, lalu saya berkata: Wahai Rasuluilah, sesungguhnya saya hendak berjihad bersamamu, seraya mengharap kerana Allah dan rumah akhirat dengan perbuatan tersebut.

Beliau menjawab: "Kasihan kamu, apakah ibumu masih hidup.". Saya menjawab: Ya, Wahai Rasulullah. Beliau berkata: "Kasihan kamu, tetaplah kamu di kakinya, maka disitu ada surga''.

Mewartakan kepada kami Harun bin 'Abdullah AI-Hammal, mewartakan kepada kami Hajjaj bi;; Muhammad, mewartakan kepada kami Juraij, mengkhabarkan kepadaku Muhammad bin Thalhah bin 'Abdullah bin 'Abdur-Rahman bin Abu Bakar Ash-Shiddiq, dari ayahnya yaitu Thalhah, dari Mu'awiyah bin Jahimah As-Salamiy, bahawasanya Jahimah mendatangi Nabi saw. kemudian menuturkan hadis seperti di atas. Abu 'Abdullah Ibnu Majah berkata: Inilah Jahimah bin 'Abbas bin Mirdas As-Sulamiy yang mengecam Nabi saw. pada pertempuran Hunain.

Hadis Ibnu Majjah
 
hadis 64 tentang jihad

Mewartakan kepada kami Muhammad bin Abu 'Umar Al'Adaniy, mewartakan kepada kami 'Abdullah bin Mu'adz, dari Ma'mar, dari 'Ashim bin Abun-Najud, dari Abu Wa-il, dari Mu'adz bin Jabal, dia berkata: Saya bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Di pagi harinya, di suatu hari saya dekat dari beliau, sedang kami tetap berjalan saya berkata:

"Wahai Rasulullah, khabarkanlah kepadaku suatu amal yang memasukkan aku ke dalam surga, dan menjauhkan aku dari neraka". Beliau menjawab: "Kamu benar-benar menanyakan sesuatu yang besar. Bahwasanya hal itu adalah mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah: Yaitu, kamu harus menyembah kepada Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kamu harus mendirikan solat, memberikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan berziarah ke Baitullah". Kemudian kata beliau selanjutnya:

"Apakah aku belum menunjukimu pintu-pintu kebajikan? Yaitu puasa adalah sebagai perisai, sedekah itu dapat memadamkan kesalahan, sebagaimana air dapat memadamkan api dan solat seseorang di tengah malam". Kemudian beliau membaca ayat (yang artinya): "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya .... sd. .... sebagai balasan terhadap apa yang mereka telah kerjakan" (OS. 32: 16-17). Kemudian beliau berkata lagi:

"Apakah aku belum mengkhabarkan kepadamu tentang suatu yang menjadi kepala agama tiang-tiang agama dan menjadi puncak keluhuran agama? Yaitu Jihad"* Kemudian beliau berkata lagi: "Apakah aku belum mengkhabarkan kepadamu tentang kemudahan yang dimiliki semuanya itu oleh manusia?" Saya menjawab: "Ya, sudah". Lalu beliau memegang mulutnya, dan berkata: "Kamu harus mengendalikan ini". Saya bertanya: "Wahai Nabiyullah, apakah sesungguhnya kami itu diseksa lantaran pembicaraan kami.". Beliau menjawab: "Ibumu kehilangan kamu, hai Mu'adz (Maksud kalimat ini adalah: "Kamu lupa sekali hai Mu'adz). Bukankah manusia itu ditelungkupkan wajahnya ke dalam api neraka hanya oleh hasil ucapan mulut mereka?"

*Yakni: Kepalanya agama adalah Islam, yaitu mengikrarkan dua kalimat syahadat. Tiangnya adalah solat dan puncak kejayaannya adalah jihad.

Hadis Ibnu Majjah
 
hadis 65 tentang jihad

Mewartakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; mewartakan kepada kami Muhammad bin Fudhail, dari Habib bin Abu 'Amrah, dari 'Aisyah bint Thahiah, dan 'Aisyah, dia berkata: Aku bertanya:

"Ya Rasuiullah! Apakah ada jihad bagi seorang wanita?" Beliau menjawab: "Ya, ada jihad bagi mereka, namun tidak ada perang padanya; yaitu haji dan 'umrah"

Hadis Ibnu Majjah
 
hadis 66 tentang jihad

Mewartakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; mewartakan kepada kami Al-Fadhl bin Dukain; mewartakan kepadaku Isra-il, dari Ziyad bin Jubair, dari Abu Yazid Adh-Dhinniy, dari Maimunah bin Sa'ad Maulah Nabi saw., bahawasanya Rasulullah saw. pernah ditanya tentang (memerdekakan) anak zina. Maka beliau menjawab:

"Sepasang kasut yang aku pakai berjihad adalah lebih baik daripada aku memerdekakan anak zina".

Dalam Az-Zawa-id: Dalam isnadnya ada Abu Yazid Adh-Dhanniy Ibnu 'AbdulGhaniy berkata: "Munkarul-Hadits. Al-Bukhariy berkata: Tidak diketahui keadaannya. Demikian pula yang dikatakan oleh Adz-Dzahabiy. Sedangkan Ad-Daruquthniy berkata: Dia bukan seorang yang dikenali.

Hadis Ibnu Majjah
 
Back
Top
Log in Register