hadis 47 tentang jihad
Dari Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata: "Firman Allah: 'Man kafara billaahi ba'da iimaanihii illaa man ukriha wa qalbuhuu muthmainnum bil iimaana wa laakin man syaraha bil kufri shadran fa'alaihim ghadlabum minallaahi wa lahum 'adzaabun aliim. (Barang siapa kafir kepada Allah setelah ia beriman (dia mendapatkan kemurkaan Allah) kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam keimanan, ' maka ia tidak berdosa, tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya baginya iaitu azab yang besar)",
ayat ini kemudian dinasakh (dihapus) oleh firman Allah: Tsumma inna rabbaka lilladziina haajaruu mim ba'di maa futinuu tsumma jaahaduu wa shabaruu inna rabbaka min ba'dihaa laghafuurur rahiim. (Dan sesungguhnya Tuhan (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita percubaan, kemudian mereka berjihad dan sabar, sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)."
Ayat ini berkenaan dengan Abdullah ibnu Sa'ad ibnu Abu Sarh seorang penduduk Mesir yang telah masuk Islam dan berkirim surat pada Rasulullah, tetapi kemudian syaitan menyesatkannya hingga ia bergabung dengan kaum kafir, maka pada hari Fathul Mekah Rasulullah saw menyuruh orang-orang supaya membunuhnya, maka ia meminta perlindungan kepada Usman ibnu Affan, kemudian Usman ibnu Affan memintakan perlindungan dari Rasulullah saw."
Hadis Nasai
Dari Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata: "Firman Allah: 'Man kafara billaahi ba'da iimaanihii illaa man ukriha wa qalbuhuu muthmainnum bil iimaana wa laakin man syaraha bil kufri shadran fa'alaihim ghadlabum minallaahi wa lahum 'adzaabun aliim. (Barang siapa kafir kepada Allah setelah ia beriman (dia mendapatkan kemurkaan Allah) kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam keimanan, ' maka ia tidak berdosa, tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya baginya iaitu azab yang besar)",
ayat ini kemudian dinasakh (dihapus) oleh firman Allah: Tsumma inna rabbaka lilladziina haajaruu mim ba'di maa futinuu tsumma jaahaduu wa shabaruu inna rabbaka min ba'dihaa laghafuurur rahiim. (Dan sesungguhnya Tuhan (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita percubaan, kemudian mereka berjihad dan sabar, sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)."
Ayat ini berkenaan dengan Abdullah ibnu Sa'ad ibnu Abu Sarh seorang penduduk Mesir yang telah masuk Islam dan berkirim surat pada Rasulullah, tetapi kemudian syaitan menyesatkannya hingga ia bergabung dengan kaum kafir, maka pada hari Fathul Mekah Rasulullah saw menyuruh orang-orang supaya membunuhnya, maka ia meminta perlindungan kepada Usman ibnu Affan, kemudian Usman ibnu Affan memintakan perlindungan dari Rasulullah saw."
Hadis Nasai