BTC USD 82,737.2 Gold USD 4,194.30
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Dunia Islam

mencelup uban


وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيْرِيْنَ قَالَ
سُئِلَ أَنَّسُ بْنُ مَالِكٍ عَنْ خِضَابِ
رسول الله صلى الله عليه وسلم
فَقَالَ إِنَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم
لَمْ يَكُنْ شَابٌ إِلا يَسِيرًا
وَلكِنَّ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ بَعْدَهُ خَضَّبَا بِالْحِنَاءِ وَالْكَتَمِ

Dari Muhammad bin Sirin, ia berkata kepada Anas
pernah ditanyakan kepada semirin rambut Rasulullah s.a.w.
lalu ia menjawab : "Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. tidak beruban
kecuali sedikit, tetapi Abu Bakar dan Umar sesudahnya
mencelup dengan inai dan kattan. (Kattan hampir serupa dengan inai)
Hadis riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim


blue-aquamarine-cabochon_zpsohklxu2f.jpg
 
paha adalah aurat


وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَحْشِ قَالَ
مَرَّسُولُ الله صلى الله عليه وسلم
مَعْمَرٍ وَفَخَذَاهُ مَكْشُوْفَتَانِ فَقَالَ يَامَعْمَرُ
غَطِّ فَخَذَيْكَ فَاِنَّ الْفَخَذَيْنِ عَوْرَةٌ

Dan dari Muhammad bin Jahsy, ia berkata :
Rasulullah s.a.w. melewati Ma'mar ,
sedang kedua paha Ma'mar dalam keadaan terbuka
Lalu Nabi s.a.w. bersabda : Hai Ma'mar
tutuplah kedua pahamu itu kerana sesungguhnya
kedua paha itu adalah aurat
Hadis riwayat Ahmad dan Bukhari


BlueTopaz2_zpsoccikemm.jpg
 
Larangan (lelaki) memakai sutera


عَن عمرَ بْنِ الْخَطَاب قَالَ
قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم
لا تَلْبَسِ الْحَرِيْرَ فَإِنَّ مَنْ لَبِسَهُ فِى الدُّنْيَا
لَمْ يَلْبَسْهُ فِى الأخِرَةِ

Dari Umar ibnu Al Khatab r.a. berkata :
Bersabda Rasulullah s.a.w.. :
"Janganlah kamu memakai sutera , kerana orang yang memakainya di dunia
tidak akan memakainya di akhirat"
Hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim


blue-zircon-oval-6x4-1123-4754_zpsj0oy5ky0.jpg
 
lelaki menyerupai wanita


عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ
إِنَّ النَّبِى صلى الله عليه وسلم قال
لَعِنَ الرَّجُلُ يَلْبَسُ لُبْسَ الْمَرْأَةُ
وَالْمَرْأَةُ تَلْبَسُ لُبْسَ الرِّجَلِ

Dari Abu Hurairah r.a. berkata :
Bahawasanya Nabi s.a.w. bersabda :
"Dilaknat orang lelaki yang memakai pakaian wanita
dan wanita yang memakai pakaian lelaki"
Hadis riwayat Ahmad, Abu Daud dan Bukhari


ceylon_sapphire_7ct_zpsoxugatdv.jpg
 
Allah haramkan durkaha kepada kedua ibu bapa


عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ وَمَنْعًا وَهَاتِ وَوَأْدَ الْبَنَاتِ
وَكَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ

رواه بخاري

Dari Al Mughirah bin Syu'bah dari Nabi s.a.w.
beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada kedua orang tua,
tidak suka memberi namun suka meminta-minta dan mengubur anak perempuan hidup-hidup.
Dan membenci atas kalian tiga perkara, yaitu; suka desas-desus,
banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta."
Riwayat Bukhari


Citrine_taillee_zpsohbfbgoa.jpg
 
Kisah 3 lelaki soleh



عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ بَيْنَمَا ثَلَاثَةُ نَفَرٍ يَتَمَاشَوْنَ أَخَذَهُمْ الْمَطَرُ
فَمَالُوا إِلَى غَارٍ فِي الْجَبَلِ فَانْحَطَّتْ عَلَى فَمِ غَارِهِمْ صَخْرَةٌ مِنْ الْجَبَلِ فَأَطْبَقَتْ عَلَيْهِمْ
فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ انْظُرُوا أَعْمَالًا عَمِلْتُمُوهَا لِلَّهِ صَالِحَةً
فَادْعُوا اللَّهَ بِهَا لَعَلَّهُ يَفْرُجُهَا فَقَالَ أَحَدُهُمْ
اللَّهُمَّ إِنَّهُ كَانَ لِي وَالِدَانِ شَيْخَانِ كَبِيرَانِ وَلِي صِبْيَةٌ صِغَارٌ كُنْتُ أَرْعَى عَلَيْهِمْ
فَإِذَا رُحْتُ عَلَيْهِمْ فَحَلَبْتُ بَدَأْتُ بِوَالِدَيَّ أَسْقِيهِمَا قَبْلَ وَلَدِي وَإِنَّهُ نَاءَ بِيَ الشَّجَرُ
فَمَا أَتَيْتُ حَتَّى أَمْسَيْتُ فَوَجَدْتُهُمَا قَدْ نَامَا
فَحَلَبْتُ كَمَا كُنْتُ أَحْلُبُ فَجِئْتُ بِالْحِلَابِ
فَقُمْتُ عِنْدَ رُءُوسِهِمَا أَكْرَهُ أَنْ أُوقِظَهُمَا مِنْ نَوْمِهِمَا وَأَكْرَهُ أَنْ أَبْدَأَ بِالصِّبْيَةِ
قَبْلَهُمَا وَالصِّبْيَةُ يَتَضَاغَوْنَ عِنْدَ قَدَمَيَّ
فَلَمْ يَزَلْ ذَلِكَ دَأْبِي وَدَأْبَهُمْ حَتَّى طَلَعَ الْفَجْرُ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ
أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ لَنَا
فُرْجَةً نَرَى مِنْهَا السَّمَاءَ فَفَرَجَ اللَّهُ لَهُمْ فُرْجَةً حَتَّى يَرَوْنَ مِنْهَا السَّمَاءَ
وَقَالَ الثَّانِي اللَّهُمَّ إِنَّهُ كَانَتْ لِي ابْنَةُ عَمٍّ أُحِبُّهَا كَأَشَدِّ مَا يُحِبُّ الرِّجَالُ النِّسَاءَ
فَطَلَبْتُ إِلَيْهَا نَفْسَهَا فَأَبَتْ حَتَّى آتِيَهَا بِمِائَةِ دِينَارٍ فَسَعَيْتُ
حَتَّى جَمَعْتُ مِائَةَ دِينَارٍ فَلَقِيتُهَا بِهَا
فَلَمَّا قَعَدْتُ بَيْنَ رِجْلَيْهَا قَالَتْ يَا عَبْدَ اللَّهِ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تَفْتَحْ الْخَاتَمَ
فَقُمْتُ عَنْهَا اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي قَدْ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ
فَافْرُجْ لَنَا مِنْهَا فَفَرَجَ لَهُمْ فُرْجَةً وَقَالَ الْآخَرُ
اللَّهُمَّ إِنِّي كُنْتُ اسْتَأْجَرْتُ أَجِيرًا بِفَرَقِ أَرُزٍّ فَلَمَّا قَضَى عَمَلَهُ
قَالَ أَعْطِنِي حَقِّي فَعَرَضْتُ عَلَيْهِ حَقَّهُ فَتَرَكَهُ وَرَغِبَ عَنْهُ
فَلَمْ أَزَلْ أَزْرَعُهُ حَتَّى جَمَعْتُ مِنْهُ بَقَرًا وَرَاعِيَهَا فَجَاءَنِي
فَقَالَ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تَظْلِمْنِي وَأَعْطِنِي حَقِّي
فَقُلْتُ اذْهَبْ إِلَى ذَلِكَ الْبَقَرِ وَرَاعِيهَا فَقَالَ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تَهْزَأْ بِي
فَقُلْتُ إِنِّي لَا أَهْزَأُ بِكَ فَخُذْ ذَلِكَ الْبَقَرَ وَرَاعِيَهَا فَأَخَذَهُ فَانْطَلَقَ بِهَا
فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ مَا بَقِيَ فَفَرَجَ اللَّهُ عَنْهُمْ

رواه بخاري



Dari Ibnu Umar ra dari Rasulullah s.a.w. beliau bersabda: "Suatu ketika tiga orang laki-laki sedang berjalan,
tiba-tiba hujan turun hingga mereka berlindung ke dalam suatu gua yang terdapat di gunung.
Tanpa diduga sebelumnya, ada sebongkah batu besar jatuh menutup mulut gua
dan mengurung mereka di dalamnya. Kemudian salah seorang dari mereka berkata
kepada temannya yang lain; 'lngat-ingatlah amal shalih yang pernah kalian lakukan
hanya karena mengharap ridha Allah semata. Setelah itu, berdoa dan memohonlah pertolongan kepada Allah
dengan perantaraan amal shalih tersebut, mudah-mudahan Allah akan menghilangkan kesulitan kalian.
Kemudian salah seorang dari mereka berkata;
'Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya mempunyai dua orang tua yang sudah lanjut usia.
Selain itu, saya juga mempunyai seorang istri dan beberapa orang anak yang masih kecil.
Saya menghidupi mereka dengan menggembalakan ternak.
Apabila pulang dari menggembala, saya pun segera memerah susu dan saya dahulukan untuk kedua orang tua saya.
Lalu saya berikan air susu tersebut kepada kedua orang tua saya sebelum saya berikan kepada anak-anak saya.
Pada suatu ketika, tempat penggembalaan saya jauh, hingga saya baru pulang pada sore hari.
Ternyata saya dapati kedua orang tua saya sedang tertidur pulas.
Lalu, seperti biasa, saya segera memerah susu.
Saya berdiri di dekat keduanya karena tidak mau membangunkan dari tidur mereka. Akan tetapi,
saya juga tidak ingin memberikan air susu tersebut kepada anak-anak saya
sebelum diminum oleh kedua orang tua saya, meskipun mereka, anak-anak saya,
telah berkerumun di telapak kaki saya untuk meminta minum karena rasa lapar yang sangat.
Keadaan tersebut saya dan anak-anak saya jalankan dengan sepenuh hati hingga terbit fajar.
Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa saya melakukan perbuatan tersebut
hanya untuk mengharap ridla-Mu, maka bukakanlah celah untuk kami hingga kami dapat melihat langit! '
Akhirnya Allah membuka celah lubang gua tersebut, hingga mereka dapat melihat langit.
Orang yang kedua dari mereka berdiri sambil berkata;
'Ya Allah, dulu saya mempunyai seorang sepupu perempuan (anak perempuan paman)
yang saya cintai sebagaimana cintanya kaum laki-laki yang menggebu-gebu
terhadap wanita. Pada suatu ketika saya pernah mengajaknya untuk berbuat mesum,
tetapi ia menolak hingga saya dapat memberinya uang seratus dinar.
Setelah bersusah payah mengumpulkan uang seratus dinar,
akhirnya saya pun mampu memberikan uang tersebut kepadanya.
Ketika saya berada diantara kedua pahanya (telah siap untuk menggaulinya),
tiba-tiba ia berkata; 'Hai hamba Allah, takutlah kepada Allah
dan janganlah kamu membuka cincin (menggauliku) kecuali setelah menjadi hakmu.'
Lalu saya bangkit dan meninggalkannya.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau pun tahu bahwa saya melakukan hal itu
hanya untuk mengharapkan ridhla-Mu.
Oleh karena itu, bukakanlah suatu celah lubang untuk kami! '
Akhirnya Allah membukakan sedikit celah lubang lagi untuk mereka bertiga.

Seorang lagi berdiri dan berkata; 'Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya pernah menyuruh
seseorang untuk mengerjakan sawah saya dengan cara bagi hasil.
Ketika ia telah menyelesaikan pekerjaannya, ia pun berkata; 'Berikanlah hak saya kepada saya! '
Namun saya tidak dapat memberikan kepadanya haknya tersebut hingga ia merasa sangat jengkel.
Setelah itu, saya pun menanami sawah saya sendiri hingga hasilnya
dapat saya kumpulkan untuk membeli beberapa ekor sapi dan menggaji beberapa penggembalanya.
Selang berapa lama kemudian, orang yang haknya dahulu tidak saya berikan datang kepada saya
dan berkata; 'Takutlah kamu kepada Allah dan janganlah berbuat zhalim terhadap hak orang lain!
' Lalu saya berkata kepada orang tersebut;
'Pergilah ke beberapa ekor sapi beserta para penggembalanya itu
dan ambillah semuanya untukmu! ' Orang tersebut menjawab;
'Takutlah kepada Allah dan janganlah kamu mengolok-olok saya!
' Kemudian saya katakan lagi kepadanya; 'Sungguh saya tidak bermaksud mengolok-olokmu.
Oleh karena itu, ambillah semua sapi itu beserta para pengggembalanya untukmu! '
Akhirnya orang tersebut memahaminya dan membawa pergi semua sapi itu.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah mengetahui bahwa apa yang telah saya lakukan
dahulu adalah hanya untuk mencari ridla-Mu.
Oleh karena itu, bukalah bagian pintu goa yang belum terbuka! '
Akhirnya Allah pun membukakan sisanya untuk mereka."
Riwayat Bukhari


emerald-colombia-informer-oct-11-h_zpssdpbcjih.jpg
 
adab berzikir selepas solat


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أنَّ رَفْعَ الضَّوْتِ
بِالذِّكْرِحِيْنَ ينْصَرِفَ النَّاسُ مِنَ المَكْتُو بَةِ
عَلَى عَهْد النَّبِىِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَأَنَّهُ قَالَ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُنْتُ
أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوا بِذَلِكَ إِذَا سَنِعْتُهُ

Dari Ibnu Abbas, katanya : "Bahawa zikir dengan suara lantang
setelah selesai sembahyang adalah kebiasaan di zaman
Nabi s.a.w. Kata Ibnu Abbas: Jika telah ku dengar suara berzikir,
tahulah saya bahawa orang telah bubar sembahyang."
Hadis sahih riwayat Muslim


gs2674_zpsdtnmnix1.jpg
 
Berzikir dengan suara lantang



عَنْ أَبِى الزُّبَيْرِ قَالَ كانَ ابنُ الزُبَيْرِ يَقُولُ
فِى دُبُرِ كُلِّ صَللاةٍ حِيْنَ يُسَلِّمُ
لا إله إلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيْلَ لَهُ
لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَئٍ قَدِيْرٌ
لاحَولَ وَلاقُوَّةَ إِلا بالله لا إله إلا اللهُ
وَلا نَعْبُدُ إلا إيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَدُ الْفَضْلُ وَلَهُ الشَّنَاءُ الْحَسَنُ
لا إله إلا الله مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكافِرُوْنَ
وَقَالَ كانَ رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم
يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَكُلِّ صَلاةٍ

Dari Abu Zubair, katanya; "Adalah Abdullah bin Zubair
mengucapkan pada tiap-tiap selesai sembahyang,
sesudah memberi salam;
"Tidak ada tuhan yang layak disembah melainkan Allah,
yang tiada sekutu bagiNya. Dialah yang berhak dipuja dan dipuji
dan hanya Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu,
Tiada daya upaya dan kekuatan makhluk ini kecuali
dengan kehendak dan kekuatan dari Allah.
Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah.
Kami tidaklah akan menyembah kecuali kepadaNya.
Hanya Dia yang memiliki nikmat, hanya Dia yang
memiliki kurnia, hanya Dia pula yang empunya pujian yang baik.
Tiada Tuhan kecuali Allah.
Itulah puji yang dipersembahkan kepadaNya oleh
para Mukhsinin walaupun kaum yang engkar membencinya."
Kata Abdullah bi Zubair ; "Adalah Rasulullah s.a.w.
mengucapkannya dengan suara yang lantang tiap-tiap selesai
sembahyang."

Hadis sahih riwayat Muslim


m1VwTT-gtyPXQzHDXiXTwcg_zpssapxzvac.jpg
 
zikir


عَنْ أبِي هُرَيرَةَ وَهَذَا حَدِيْثُ قتيبة أَنَّ فُقَرَاءَ
المهاجرين أَتوا رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم
فَقَالُوا ذَهَبَ أَهْلُ الْدُّثُورِ بٍالدَّرَجَاتِ الْعُلَى
وَالنَّعِيْمِ الْمُقِيْمِ فَقَالَ وَمَاذَالَ قَالُوا يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّى
وَيَصُونُونَ وَلا نَتَّصَدَّقُ وَيُعْتِقُونَ وَلا نُعْتِقُ
رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم أفلا
أُعَلِّمُكُم شَيْئَا تُدْرِكُونَ بِهِ مَنْ سَبَقَكُم وَتَسْبِقُونَ
بِهِ مَنْ بَعْدَكُمْ وَلا يَكُونُ أَحَدٌ أَفضَلَ مِنْكُمْ
الاَّ مَنْ صَنَعَ مِثْلَ مَاصَنَعْتُمْ قَالَوا بَلَى يَرَسُولَ الله
قَالَ تَسْبِحُونَ وَتُكَبِّرُونَ وَتَحْمَدُونَ دُبُرَ كُلِّ صَلاةِ
ثَلا ثَاوَثَلا ثِيْنَ مَرَّةُ قَالَ أبُوَصَالِحٍ
فَرَجَعَ فَقَرَاءُ للهَا جِرِينَ إِلَى
رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم
فَقَالُوا سَمِعَ إخْوَانُنَا أَهْلُ الأَموَالِ بِمَا
فَعَلْنَا فَفَعَلُوا مِثْلَهُ فَقَالَ
رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم
ذَلِكَ فَضْلُ الله يؤْتِيهِ مَنْ يشاءُ

Dari Abu Hurairah r.a., katanya : Bahawa oang-orang miskin
dari sahabat Muhajirin datang kepada Rasulullah s.a.w. lalu
berkata: "Orang kaya boleh mendapatkan darjat yang tinggi
dan syurga abadi." Kata Rasulullah s.a.w.: "Apakah yang
engkau maksudkan?" Jawab mereka itu : "Mereka sembahyang
seperti kami, puasa seperti kami, tetapi mengeluarkan sedekah
dan memerdekakan sahaya, hanya dapat dicapai oleh orang
kaya saja, sedangkan kami tidak. " Kata Rasulullah s.a.w.
: "Maukah kamu kuajarkan sesuatu agar kamu dapat mengejar
usaha orang yang terdahulu, dan mendahului usaha orang
orang zaman akan datang, bahkan deengan itu kelak tak
ada orang yang lebih baik/utama dari pada kamu kecuali
yang berbuat seperti kamu." Jawab kaum miskin itu :
Baiklah. Bersabda Rasullah s.a.w. : "Bacalah oleh kamu
masing-masing ; tasbih, takbir dan tahmid tiap-tiap selesai
sembahyang, masing-masing tiga puluh tiga kali. Kata Abu Saleh
( seorang periwayat hadis ini ) : " Setelah beberapa lama,
orang-orang miskin itupun kembali lagi mengadu kepada Rasullah
s.a.w. sambil berkata : Bahawa orang-orang kaya itu telah
dapat mendengar kami, dan telah berbuat pula seperti kami."
Kata Rasullah s.a.w. : " Ya, hal itu hanya kemurahan Allah
yang diberikanNya kepada siapa yang dikehendakiNya."

Hadis sahih riwayat Muslim


Naga-Pearl-Farm_Amazing-pearl-in-oyster_15876_zpsfbpqnbv9.jpg
 
kehidupan yang lebih berguna


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ مِنْ خَيْرِ مَعَاشِ
النَّاسِ لَهُمْ رَجُلٌ مُمْسِكٌ عِنَانَ فَرَسِهِ
فِى سَبِيْلِ اللهِ يَطِيرُ عَلَى مَتْنِهِ كُلَّمَا سَمِعَ
هَيْعَةً أَوْ فَزْعَةً طَارَ عَلَيهِ يَبْتَغِ الْقَتْلَ
وَالْمَوْتَ مَظَنَّهُ أَوْ رَجُلٌ فِى غُنَيْمَةٍ
فِى رَأسِ شَعَفَةٍ مِنْ هذِهِ الشَّعَفِ
أَوْ بَطْنِ وَادٍ مِنْ هذِهِ الأَوْدِيَةِ الصَّلاَةَ
وَيُؤتِى الزَّكَاةَ وَيَعْبُدُ رَبَّهُ حَتَّى يَأتِيَهُ
الْيَقِيْنُ لَيْسَ مِنَ النَّاسِ اِلاَّ فِى خَيْرٍ

Dari Abu Hurairah r.a. katanya :
"Rasulullah s.a.w. bersabda : "
"Termasuk kehidupan manusia yang lebih berguna kepada
orang ramai, seseorang yang memegang tali kekang kuda
bersiap untuk berjuang di jalan Allah. Dia terbang di atas
punggung kudanya setiap mendengar suara atau serangan
yang mengejutkan. Dia terbang di atas kudanya, mencari
terbunuh dan kematian di tempat yang diharapkannya.
Atau sorang lelaki dengan kambingnya di satu puncak bukit
dari beberapa puncak bukit , atau dilembah yang dalam dari
beberapa lembah, dikerjakannya solat dan dikeluarkan zakat
dan mengabdikan diri kepada Tuhannya sehingga ia
menemui keyakinan (kematian), sedang kepada orang
ramai ia melimpahkan kebaikan
Hadis sahih riwayat Muslim


opal-gem-large_info_zps7qnldkcq.jpg
 
Back
Top
Log in Register