BTC USD 83,837.0 Gold USD 4,170.56
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Beza iblis dan syaitan dlm Quran

Urutan kisah iblis enggan sujud pd Adam
********************************************


Urutan kisah yang diceritakan dalam ayat tersebut awalnya para malaikat dan juga iblis diperintah oleh Allah untuk bersujud (tunduk) kepada Nabi Adam, semua bersujud kecuali iblis.Sejak itulah iblis menjadi makhluk yang hina dan terusir dari surga. Setelah iblis dikeluarkan, Nabi Adam dan istrinya diijinkan oleh Allah untuk makan apa saja yang mereka kehendaki, tapi ada satu larangan bagi keduanya yaitu mendekati pohon terlarang, yang disebut dalam al qur’an“syajarah”

Kemudian iblis yang sudah berada di luar surga itu membisikkan fikiran jahat kepada keduanya. Pada ayat berikutnya iblis dinyatakan dengan kata setan. Itu berarti bahwa iblis adalah setan, dan setan itu adalah jin. Setan itu mengalir mengikuti aliran darah manusia, berarti ia bukan di luar diri manusia tetapi ada di dalam diri manusia. Jin inilah yang boleh berubah menjadi setan ketika ia berperilaku jahat dan membangkang perintah Allah Swt. sebagaimana pembangkangan yang dilakukan oleh Iblis atas perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam a.s. Dan Iblis ini sesungguhnya adalah setan, sehingga dalam beberapa ayat menunjukkan bahwa Iblis disebut pula dengan setan. Ketika setan menolak untuk sujud kepada Adam, ia menjelaskan alasannya sebagaimana yang disebutkan dalam QS.al-A`raf: 12, yang bermaksud:

“(Allah) berfrman, “Apakah yang menghalangimu sehingga kamu tidak bersujud (kepada Adam)ketika Aku menyuruhmu?

”Iblis menjawab, “Aku lebih baik dari padanya, Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia (Adam) Engkau ciptakan dari tanah.”

Maksudnya Iblis ingin mengatakan, “Aku yang lebih berhak atas sujudnya Adam kepadaku, tapi mengapa perlu aku yang harus sujud kepadanya?, padahal asal penciptaannya lebih rendah dariku.”Setan (Iblis) menyombongkan diri dengan asal penciptaannya.Ia menggunakan analogi yang salah yang bertentangan dengan nash yang jelas dari Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

Sementara Ibnu al-Qayyim mengungkapkan pendapatnya sebagai berikut:

>Sifat api adalah merusak dan menghancurkan apa saja yang mengenainya, berbeza dengan tanah.
>Sifat api ringan, panas dan kacau, sedangkan sifat tanah tetap dan tenang. Tanah mengandung rezeki dan makanan bagi mahluk hidup, sedangkan api tidak .
>Tanah dan segala sesuatu yang terkandung di dalamnya sangat diperlukan oleh haiwan dan tumbuh-tumbuhan, sedangkan api tidak diperlukan secara langsung olehnya.
>Jika benih tumbuhan diletakkan di tanah, maka tanah itu akan mengeluarkan hasil yang berlipat ganda dari benih tumbuhan tersebut. Sedangkan api, jika sesuatu diletakkan di atasnya, maka tidak akan ada lagi yang tersisa (hangus).
>Api tidak boleh berdiri sendiri, tetapi memerlukan tempat dimana api tersebut menyala. Sedangkan tanah tidak memerlukan tempat. Api memerlukan tanah, sedangkan tanah tidak memerlukakan api kerana api memerlukan tempat yang ada di atas tanah.
>Material penciptaan Iblis adalah dari nyala api, sesuatu yang lemah dan mudah dipermainkan oleh angin. Material penciptaan manusia adalah tanah, sesuatu yang kuat dan tidak mudah dipermainkan oleh angin.
>Allah menyebutkan di dalam al-Qur’an berbagai manfaat tanah dan mendorong kepada manusia untuk memikirkannya dan merenungkan ayat-ayat dan keajaiban yang ada di dalamnya. Namun untuk api, Allah tidak menyebutkannya melainkan dalam konteks ancaman dan siksa, kecuali hanya di beberapa ayat saja.
>Dalam banyak ayat, Allah menyebutkan bahwa tanah mengandung banyak keberkatan, berbeza dengan api yang tidak disebutkan keberkatannya.
>Tanah adalah tempat rumah-rumah ibadah untuk menyebut nama Allah, seandainya hanya ada baitullāh (Masjid al-Harām) di muka bumi ini, maka itu sudah cukup sebagai kehormatan bagi tanah.

> Jika tanah memerlukan api, tanah akan memanggilnya. Jika tidak maka tanah akan meninggalkannya .
>Bumi terdiri dari dua unsur. Pertama, air yang diciptakan Allah sebagai sumber kehidupan bagi mahluk hidup. Kedua, tanah yang diciptakan Allah sebagai tempat penyimpanan berbagai manfaat dan kenikmatan.
>Kemudian seandainya kita menerima andaian yang salah dari Iblis yang mengaku bahwa api itu lebih baik dari tanah, tidak berarti apa yang diciptakan dari api itu lebih baik dari yang diciptakan dari tanah. Sebab penilaian itu terletak pada kesempurnaan akhir penciptaan, bukan terletak kepada sifatnya yang kurang sempurna, sebagaimana Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik, walaupun berasal dari tanah yang hina dan kotor.

Cerita perdebatan antara iblis dan manusia itu sesungguhnya hanya sebagai gambaran metafora terhadap keunikan manusia yang diciptakan oleh Allah.Manusia disamping unsur penciptaannya adalah tanah juga ada entiti yang bersemayam dalam diri manusia. Yakni, sebuah entiti yang melahirkan energi atau kekuatan negatif yang berusaha menundukkan manusia untuk memperturutkan hawa nafsunya yang disebut dengan jin, dan entiti ini yang melahirkan energi atau kekuatan positif yang terus menerus mendorong manusia untuk tetap berada di dalam jalan yang diredhai oleh Allah yang disebut dengan malaikat.

Kemudian dalam bahasa Rasulullah keduanya disebut sebagai qarin. Jadi yang dimaksud dengan jin yang berarti setan bukanlah jin mahluk halus yang berada di luar diri manusia, tetapi ia adalah entiti yang ada dalam diri manusia
 
Tak pernah terpikiaq iblis n setan lain2. Selama ni dok ingat sama
 
Setelah kita membahaskan tentang jin, sekarang mari kita lihat pula, apakah yang dikatakan syaitan itu?

Apakah Syaitan?
****************


Syaitan (shaytan) dalam bahasa Arab diambil dari bahasa Ibrani yang berarti lawan atau musuh. Ada juga yang mengatakan bahwa setan merupakan kata Arab asli (shatata, Shata, Shawata, Shatana yang mengandung makna jauh, sesat, berkobar dan terbabar serta ekstrem.

Katana yang berarti jauh, kerana setan menjauh dari kebenaran atau menjauh dari rahmat Allah. Boleh jadi juga terambil dari kata Sha>ta dalam arti melakukan kebatilan atau terbakar. Pendek kata, dari segi makna (al-Jauhari, sebagaimana dikutip Quraish Shihab) menyatakan bahwa semua yang membangkang/mengajak kemungkaran, baik jin, manusia maupun binatang apa jua perkara juga dinamakan setan


Di dalam Majma’ Al-Bahrain disebutkan, dari segi etimologi Bahasa Arab, perkataan syaitan itu diambil dari perkataan sya-tha-na, yang bermaksud menjauh.
Ini membawa maksud sesiapa yang disebut sebagai syaitan bermakna dia semakin jauh dari Allah dan juga menjauhkan orang yang beriman dari Tuhannya.

Ada satu katakunci yang tepat untuk memudahkan kita memahami makna syaitan iaitu “sifat”. Maksudnya syaitan itu adalah sifat yang dinisbahkan kepada makhluk (iaitu manusia dan jin) yang mempunyai sifat yang buruk seperti membangkang, tidak taat, membelot, khianat, bermaksiat, menentang perintah, derhaka dan sebagainya.
Sebab itu di dalam Al-Quran menyebutkan bahawa syaitan itu terdiri dari kalangan jin dan manusia.

Firman Allah di dalam Surah An-Nas:
“Katakanlah (wahai Muhammad): Aku berlindung kepada Allah Pemelihara Sekalian manusia. Yang menguasai sekalian manusia. Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia. Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam. Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia. (Iaitu pembisik dan penghasut) dari kalangan jin dan manusia” (Surah An-Nas ayat 1-6)

Di dalam tafsir surah An-Nas, Qatadah mengatakan bahawa dari kalangan jin terdapatnya syaitan-syaitan dan dari kalangan manusia juga terdapatnya syaitan-syaitan.

Ibnu Kathir pula menyatakan di dalam tafsirnya:
“Syaitan memiliki karakter yang jauh dari watak manusia dan jauh dari perilaku kebaikan.”
Imam Rafi’i di dalam kitab Al-Misbahul Munir pula telah menulis:
“Syaitan adalah setiap sesuatu yang buruk yang berasal dari jin, manusia dan binatang”.
Pendapat di atas juga telah diperkuatkan olh Ja’far Syariat Madari di dalam Syarh wa Tafsir Lughah Quran.

Dan bukan hanya sekali Allah menyebut bahawa syaitan itu terdiri dari kalangan jin dan manusia, bahkan ada beberapa tempat di dalam Al-Quran, antaranya di dalam Surah Al-An’am ayat 112:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh dari syaitan-syaitan, manusia dan jin”. (Surah Al-An’am ayat 112)


.Shayt**an, kata untuk setan, berarti “dikeluarkan dari hadrat ilahi, diusir dari rahmat Allah. Setan telah jauh tersesat sehingga dia tidak dapat mendengar dan menyaledari kebenaran. Dia sangat ingkar sehingga dia menjadi korban dari kesombongannya, keangkuhannya dan penipuan diri.

Jika diperhatikan di dalam nas-nas al-Qur’an dan hadis kata setan tidak satupun yang berbentuk nakirah (umum), tetapi senantiasa berbentuk ma’rifah/konkrit3(Inn al-shaytan lakuma> ‘aduww mubin; Inna ja‘alna al-shayatin awliya’ li alladhin la yu’minun, dengan al ma’rifah atau idafah, misalnya al-shaytan/setan itu/the satan, shayatin al-ins wa al-jin/setan-setan dari jenis manusia dan jin. Artinya setan itu senantiasa konkrit adanya sebagai makhluq tersendiri maupun sebagai sifat-sifat yang melekat pada jin atau manusia.

Setan adalah sumber kejahatan, yang membangkitkan kemungkaran, kesesatan dan kefasikan, kerana pembangkangan dan kesombongannya. Setan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan keburukan. Hanyalah setiap yang durhaka disebut setan, kerana akhlaq dan perbuatannya buruk akhlaq dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan kerana jauhnya dari kebaikan.

Kata syaitan (نطيش) terulang sebanyak 89 kali, baik dalam bentuk tunggal maupun jamak syayathin (نيطيش) dijumpai dalam al-Qur’an.

Dapat dilihat bahwa kata Setan dalam al-Qur’an disebutkan pada 89 ayat terdapat di dalam 36 surah. Adapun surah-surah Makkiyah, berjumlah 25 surat sedangkan surat Madaniyah, berjumlah 11 surah.

Melihat dari segi jumlahnya, memang ayat-ayat yang membicarakan tentang Setan ada 89 ayat, namun tidak semua ayat bermakna godaan dan tipu daya Setan, ada yang bermakna, “Setan sebagai musuh yang nyata, ada yang bermakna berlindung dari godaan Setan dan lain-lain. Adapun yang mempunyai korelasi dengan bermakna godaan tipu daya Setan disebutkan pada 44 ayat terdapat di dalam 27 surah dalam al-qur’an.
 
Tipu daya setan dalam menyesatkan manusia
**************************************


Ketika Allah mengusir setan atau iblis dari syurga-Nya, ia bersumpah dengan nama Allah untuk menyesatkan semua keturunan Nabi Adam (manusia), kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas. Allah SWT. berfrman dgn maksud:

“Iblis menjawab: Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka.”Berbagai cara dan upaya dilakukan oleh setan untuk menyesatkan manusia sesuai dengan tingkatan orang yang dihadapinya. “

Allah Swt. berfrman dgn maksud:
“Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu berjanjilah kepada mereka. Pada hal Setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.”

Ayat ini mengandung arti bahwa setan akan berusaha menguasai manusia dengan berbagai cara yang mungkin dapat dilakukan. Kata al-khail yang berarti pasukan berkuda, dan kata ar-rajil yang berarti pasukan yang berjalan kaki, adalah merupakan kinayah bagi upaya dan strategi setan dalam menyesatkan manusia.

Diantaranya adalah: Bisikan jahatAl-Waswās merupakan ajakan setan kepada manusia untuk mentaatinya melalui bisikan yang tidak tardengar,tetapi dapat dipahami oleh hati. Setan mendatangi hati manusia dan membisikkan ke dalamnya apa saja yang ia kehendaki, dan Allah telah memberikan kepadanya akses menuju hati tersebut kerana setan berjalan dalam diri manusia seperti darah yang mengalir. Sebagaimana hadis yang
diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya setan berjalan di dalam tubuh manusia seperti darah yang mengalir, aku khawatir ia akan membisikkan sesuatu ke dalam hati kalian.”

Jika setan menemukan hati orang yang lalai, maka ia akan menempati dan menguasai hati itu, kemudian menebarkan berbagai bisikan jahat yang merupakan perbuatan dosa. Namun, jika orang tersebut ingat kepada Allah maka setan akan menjauh. Di antara bisikan setan adalah sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Rasulullah dalam salah satu hadisnya yang diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, beliau bersabda:

“siapakah yang menciptakan ini dan itu? Hingga ia bertanya kepadanya, siapakah yang menciptakan tuhan kalian? Jika keadaan seseorang sudah sampai pada tahap itu, maka hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dan menghentikan pertanyaannya.”

Imam an-Nawawi menjelaskan makna hadis ini sebagai berikut:“Jika seseorang menghadapi bisikan seperti itu, hendaklah ia berlindung kepada Allah untuk menolak kejahatannya, menyingkirkan pikiran tentang hal itu dan hendaknya ia mengetahui atau menyedarinya bahwa bisikan itu datang dari setan. Kerana setan berupaya merosak keimanan manusia dan menyesatkannya.

Jadi, janganlah seseorang mendengarkan bisikannya dan segeralah ia menghentikannya dengan melakukan sesuatu yang lain yang bermanfaat. Oleh kerana pertanyaan seperti itu muncul tanpa memiliki dasar atau dalil, maka juga harus ditolak tanpa mempertimbangkan dalilnya.Sebab memang tidak ada dalil yang perlu dipertimbangkan dalam hal ini

Di antara bisikan jahat setan adalah sebagaimana diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, Rasulullah bersabda:

“Ketika azan dikumandangkan, setan pergi sambil kentut sehingga ia tidak mendengarnya. Manakala azan selesai ia kembali, dan ketika iqamat dikumandangkan ia pergi lagi, dan setelah iqamat selesai ia kembali lagi dan membisikkan orang yang shalat dengan bisikan-bisikannya, ingat ini, ingat itu, sampai-sampai orang tersebut tidak ingat lagi berapa rakaat ia shalat.”

Begitulah keadaan setan bersama manusia yang senantiasa membisikkan bisikan jahatnya dalam segala hal.Ia masuk ke dalam hati manusia berupa keraguan, dorongan hawa nafsu, menganggap remeh perintah Allah dan perbuatan maksiat. Seorang mukmin adalah orang yang cerdas dan berakal, ia harus berhati-hati terhadap musuhnya. Adapun musuh pertama yang harus diwaspadai adalah setan. Orang-orang yang telah dihinggapi penyakit waswas sesungguhnya setan telah menguasai mereka sehingga mereka mendengar, mentaatinya dan berpaling dari Rasulullah dan para sahabatnya.

Setan itu adalah ibarat virus. Dia ada dalam diri manusia, tapi keberadaannya tidak dapat dilihat oleh mata. Virus tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Namun virus sangat terasa keberadaannya ketika ia menyerang manusia pada saat stamina tubuh mengalami penurunan. Manusia mengalami kekalahan sehingga timbullah berbagai macam penyakit karena virus itu. Hal itu disebabkan oleh kerana daya tahan tubuh yang lemah. Ketika daya tahan tubuh kita ini kuat, maka kita akan imun atau kebal terhadap penyakit, termasuk penyakit yang di timbulkan oleh virus tersebut. Walaupun dia masih tetap ada dalam diri kita namun keberadaannya tidak akan berpengaruh terhadap kesihatan tubuh, apabila daya tahan tubuh kita tetap prima.

Demikian juga setan, ia ada di dalam diri manusia, walaupun keberadaannya tidak dapat dilihat oleh panca indra manusia. Setan akan menyerang manusia pada saat stamina keimanan seseorang mengalami penurunan. Kelemahan keimanan seseorang inilah yang menyebabkan kekalahannya melawan setan, sehingga manusia terjangkit berbagai macam penyakit hati yang merusak moralitas seseorang. Ketika daya tahan keimanan seseorang itu kuat, maka manusia tidak mudah ditaklukkan oleh setan. Keimanan yang kukuh inilah yang menjadi benteng pertahanan seseorang. Keimanan seperti ini sebagaimana digambarkan oleh al-Qur’an merupakan keimanan yang dimiliki oleh hamba-hamba-Nya yang ikhlas. Mereka itulah yang dapat selamat dari bisikan dan tipu daya setan.

Bersambung...
 
Setan Membuat manusia lupa
*******************************

Sebagian ulama berpendapat bahwa kata ناسنإ yang artinya manusia, berasal dari kata نايسن yang artinya lupa. Kerana manusia adalah mahluk yang memiliki sifat lupa. Memang sifat lupa ada segi positifnya tapi ada juga segi negatifnya.Seandainya manusia tidak lupa, maka pengalaman-pengalaman pahit yang pernah dilaluinya dapat menghambat ketenangan hidupnya dan hubungan harmonis antar manusia. Faktor negatifnya adalah dapat menjadi lahan yang subur bagi setan untuk melakukan aktiviti nya dalam menyesatkan manusia.Dalam hal lupa manusia terbagi menjadi dua kelompok, yaitu: Pertama, sekelompok manusia yang telah dikuasai oleh setan, sehingga mereka lupa sama sekali kepada Allah.

Sebagaimana frman Allah: “setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan Setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Setan itulah golongan yang merugi.”

Mereka itulah kaum munafk yang lisannya mengaku beriman tetapi hatinya kafr.Setan telah merangkul, memperdaya dan menguasai mereka sehingga menjadikan mereka lupa kepada Allah, perintah-perintahnya dan larangan-larangan-Nya.26Kedua, Kelompok yang dibuat lupa oleh setan dalam melakukan beberapa perintah yang seharusnya mereka laksanakan. Kebanyakan manusia masuk dalam kelompok ini, baik yang mukmin maupun yang kafr, sebagaimana keumuman makna sabda Rasulullah Saw.: “Adam lupa sehingga keturunannya pun lupa”

Allah menyebutkan di dalam al-Qur’an beberapa ayat yang membicarakan tentang jenis lupa yang kedua ini, diantaranya adalah:

“Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu.”Maka Setan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya.Karena itu tetaplah dia (Yusuf) di dalam penjara beberapa tahun lamanya” - yusuf 42

Ketika Yusuf menakwilkan mimpi dua orang pemuda, ia berkata kepada salah seorang yang diketahuinya akan selamat, “Ceritakanlah tentang diriku kepada raja, dan sesungguhnya aku orang yang dizalimi.”Atau “Ceritakanlah pengetahuanku tentang takbi r mimpi kepada raja” Yusuf berkata demikian agar ia dapat memberikan uk kepada pemuda tadi atau untuk mengisyaratkan kepadanya bahwa ia akan segera keluar. Para ahli tafsir berbeda pendapat dalam menafsirkan ayat, “Maka setan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya.”Maksud dari orang yang dibuat lupa oleh setan ada dua pendapat:Pertama, Dia adalah Yusuf.

Pendapat ini disandarkan kepada Mujahid sebagaimana dikutip oleh at Tabbari. Arti ayat tersebut menurut pendapat ini adalah bahwa setan membuat Yusuf lupa kepada Allah dan lupa memohon pertolongan-Nya agar ia terbebas dari penjara. Dalil yang dipegang oleh pendapat ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh atTabrani dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah bersabda yang artinya, “Seandainya Yusuf tidak mengucapkan kalimat yang ia ucapkan, tentu ia tidak akan tinggal lama di penjara.”

Kedua, dia adalah pemuda yang dikabarkan oleh Yusuf akan keluar dari penjara. Pendapat ini dikutip oleh Ath-Tabari dari Muhammad bin Ishaq dan pendapat ini pula yang dipilih oleh Abu Hayyan, Ibnu Katsir dan Syaikh Abdurrahman as-Sa`di. Sebagaimana frman Allah;

Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat kepada Yusuf sesudah beberapa waktu lamanya, “Aku akan memberitahukan kepadamu tentang orang yang pandai menakwilkan mimpi itu, maka utuslah aku kepadanya.” Maksudnya adalah bahwa pemuda itu teringat dengan Yusuf dan pesannya kepadanya setelah beberapa waktu lamanya. Dari sini dapat dipahami mengapa al-Qur’an berkali-kali mengingatkan manusia agar banyak berzikir kepada Allah, sebagaimana frman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama Allah), zikir yang sebanyak-banyaknya.” Al-Qur’an menegaskan bahwa salah satu faktor ketergelinciran Adam dan Hawa adalah kerana lupa:
“Dan sesungguhnya telah kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa (akan pesan itu), dan kami tidak dapati padanya kemauan yang kuat”.
 
Setan memberi janji angan-angan


Manusia pada umumnya senang, apabila diberikan janji dan angan-angan terhadap sesuatu yang disukainya.Inilah rupanya, salah satu peluang yang dimanfaatkan setan untuk menyesatkan manusia. Sebagaimana frman Allah:
“Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal Setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.””

Perbezaan antara janji dan pemberian angan-angan dari setan adalah bahwa setan selalu menjanjikan sesuatu yang batil dan memberikan angan-angan terhadap sesuatu yang mustahil.Pada akhirnya nanti setan mengakui bahwa janjinya adalah dusta belaka. Allah berfrman:
“Dan sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku.Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.”

Setan pernah memberikan dua janji kepada kaum Quraisy sebelum perang Badar.Setan berkata kepada mereka, sebagaimana yang diceritakan dalam al-Qur’an:

“Dan ingatlah ketika setan menjadikan terasa bagi mereka perbuatan dosa mereka dan mengatakan, tidak ada seorang manusia yang dapat mengalahkan mu pada hari ini. Dan sungguh aku adalah penolongmu. Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan balik kebelakang seraya berkata, sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat, sesungguhnya aku takut pada Allah. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.”

Janji pertama, mereka tidak dapat dikalahkan dan pasti akan menang melawan kaum mukmin, karena jumlah mereka lebih besar dibanding jumlah kaum mukmin.Janji kedua, setan akan melindungi mereka dan membela mereka dari serangan Bani Kinanah. Kaum Quraisy ragu untuk Bani Kinanah. Lalu setan menampakkan diri sebagai Suraqah bin Malik –seorang tokoh yang disegani di Bani Kinanah- dan berkata, “Kaum mukmin tidak akan dapat mengalahkan kalian dan aku akan melindungi kalian dari kaumku Bani Kinanah sehingga mereka tidak dapat mencelakakan kalian”. Tetapi ketika kedua pasukan saling berhadapan, dan setan melihat para malaikat, maka ia melemparkan dirinya ke laut dan berkata, “… Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, sesungguhnya aku dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat, sesungguhnya aku takut kepada Allah. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.” Setan menggiring mereka kepada peperangan dan setelah itu ia meninggalkan mereka.
 
Syaitan musuh yg nyata ~ quran

‎يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Wahai sekalian manusia! Makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik, dan janganlah kamu ikut jejak langkah Syaitan; kerana sesungguhnya Syaitan itu ialah musuh yang terang nyata bagi kamu.- baqarah 168

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Ugama Islam (dengan mematuhi) segala hukum-hukumnya; dan janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan; sesungguhnya Syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata.- baqarah 208

‎وَمِنَ الأَنْعَامِ حَمُولَةً وَفَرْشاً كُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Dan di antara binatang-binatang ternak itu, ada yang dijadikan untuk pengangkutan, dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari apa yang telah dikurniakan oleh Allah kepada kamu, dan janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan; kerana sesungguhnya Syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata.- an amm 142

‎فَدَلاَّهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَاتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَآنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Dengan sebab itu dapatlah ia menjatuhkan mereka berdua (ke dalam larangan) dengan tipu dayanya. Setelah mereka memakan (buah) pohon itu, terdedahlah kepada mereka berdua aurat masing-masing, dan mereka mulailah menutupnya dengan daun-daun (dari) Syurga. Serta Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pokok itu, dan Aku katakan kepada kamu, bahawa Syaitan itu adalah musuh kamu yang nyata?"- al araaf 22

‎قَالَ يَا بُنَيَّ لاَ تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَى إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُواْ لَكَ كَيْداً إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلإِنسَانِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Bapanya berkata:" Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, kerana aku khuatir mereka akan menjalankan sesuatu rancangan jahat terhadapmu. Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia. - yusuf 5

‎وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُواْ الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإِنْسَانِ عَدُوّاً مُّبِيناً
Dan katakanlah (wahai Muhammad) kepada hamba-hambaKu (yang beriman), supaya mereka berkata dengan kata-kata yang amat baik (kepada orang-orang yang menentang kebenaran); sesungguhnya Syaitan itu sentiasa menghasut di antara mereka (yang mukmin dan yang menentang); sesungguhnya Syaitan itu adalah musuh yang amat nyata bagi manusia.- isra 53

‎وَدَخَلَ الْمَدِينَةَ عَلَى حِينِ غَفْلَةٍ مِّنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ هَذَا مِن شِيعَتِهِ وَهَذَا مِنْ عَدُوِّهِ فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِن شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ مُوسَى فَقَضَى عَلَيْهِ قَالَ هَذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ عَدُوٌّ مُّضِلٌّ مُّبِينٌ
Dan masuklah ia ke bandar (Mesir) dalam masa penduduknya tidak menyedarinya, lalu didapatinya di situ dua orang lelaki sedang berkelahi, - seorang dari golongannya sendiri dan yang seorang lagi dari pihak musuhnya. Maka orang yang dari golongannya meminta tolong kepadanya melawan orang yang dari pihak musuhnya; Musa pun menumbuknya lalu menyebabkan orang itu mati. (pada saat itu) Musa berkata: "Ini adalah dari kerja Syaitan, sesungguhnya Syaitan itu musuh yang menyesatkan, yang nyata (angkaranya) ".-qasas 15

‎أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
"Bukankah Aku telah perintahkan kamu wahai anak-anak Adam, supaya kamu jangan menyembah Syaitan? Sesungguhnya ia musuh yang nyata terhadap kamu! - yaseen 60

‎وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ الشَّيْطَانُ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Dan janganlah Syaitan menghalang kamu (daripada menurut jalan yang benar); sesungguhnya Syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu.-zukhruf 62



‎وَلأُضِلَّنَّهُمْ وَلأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الأَنْعَامِ وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّهِ وَمَن يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيّاً مِّن دُونِ اللّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَاناً مُّبِيناً
"Dan demi sesungguhnya, aku akan menyesatkan mereka (dari kebenaran), dan demi sesungguhnya aku akan memperdayakan mereka dengan angan-angan kosong, dan demi sesungguhnya aku akan menyuruh mereka (mencacatkan binatang-binatang ternak), lalu mereka membelah telinga binatang-binatang itu; dan aku akan menyuruh mereka mengubah ciptaan Allah". Dan (ingatlah) sesiapa yang mengambil Syaitan menjadi pemimpin yang ditaati selain dari Allah, maka sesungguhnya rugilah ia dengan kerugian yang terang nyata. -an nisaa 119
 
Back
Top
Log in Register