BTC USD 62,006.8 Gold USD 4,258.79
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Beza iblis dan syaitan dlm Quran

akudotcom

CG Hardcore Club
gemgem
Messages
61,479
Joined
Jun 17, 2007
Messages
61,479
Reaction score
7,005
Points
881
Salam sahabat yg di kasihi,

Seperti mana yg tuan2 tau iblis dan syaitan ini adalah musuh yg nyata buat manusia

Iblis itu drp golongan jin yg di perbuat drp nyalaan hujung api yg tidak mau sujud pd nabi adam as

Kemudian Allah ceritakan nama nya menjd syaitan apabila menghasut hawa dan adam utk memakan buah khuldi



Al A'raf Ayat 11 - 20 Dan Terjemah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.



11. وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.


12. قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".


13. قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ
Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina".


14. قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan".


15. قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ
Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."


16. قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,


17. ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).


18. قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَدْحُورًا لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ أَجْمَعِينَ
Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya".


19. وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
(Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang lalim".


20. فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ
Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)



Nanti update lg...
 
teruskan perkongsian sdr, sy akan ada soalan berkenaan topik ini slps sdr selesai nnt...
 
Last edited:
Iblis adalah satu nama yang di berikan kepada satu makhluk...manakala syaitan adalah kelompok makhluk yang mengikut arahan daripada iblis...

syaitan adalah gelaran...manakala iblis adalah makhluk khusus....

iblis sebelum ingkar...adalah makhluk dari bangsa jin....yang paling alim beribadah dan sebaris dengan para malaikat apabila beribadah....
 
Perihal JIN
*************


Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya, bahwa sebelum manusia diciptakan, Allah telah menciptakan mahluk yang disebut dengan Malaikat dan Jin. Kedua mahluk ini sama-sama tertutup dan tidak mempunyai bentuk nyata atau Unseen.

Malaikat diciptakan dari nur, sedangkan Jin diciptakan dari api.

Sebagaimana frman Allah swt. Dalam Q.S. al-Hijr ayat 27 yang artinya:“Dan kami ciptakan jin sebelum Adam dari api yang sangat panas”

Begitu juga dalam Q.S. Ar-Rahman ayat 33, yang artinya:“Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah)”

al-Qur’an akar kata “ّنج» disebutkan sebanyak 39 kali dalam bentuk ّنج , ّناج , dan ةّنج.12

Kata نج (jin) berasal dari kata kerja ّنَج (janna) yang artinya menjadi gelap, menutupi, atau bersembunyi. Oleh karena itu bayi yang dikandung dalam perut ibu disebut janin, karena tertutup dari pandangan manusia. Makna jin yang muncul dalam pebagai, spt berikut:
> Pertama, jin berarti mahluk gaib yang diciptakan oleh Allah sebelum Nabi Adam as. sebagaimana frman Allah swt. dalam Q.S. Hijr ayat 27:14“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum Adam dari api yang sangat panas.” Ayat di atas menunjukkan bahwa jin itu diciptakan dari api. Makna nar as-samum adalah angin panas pada siang dan malam hari yang mengandung api yang sangat panas.

Api tersebut berasal dari neraka jahannam. Atau dinamakan as-samumm kerana angin tersebut sangat halus sehingga bisa menembus ke dalam pori-pori melalui celah-celah pembuluh darah tubuh manusia. Sementara Ibnu Mas`ud berpendapat bahwa as-samum merupakan satu bagian dari tujuh puluh macam angina panas, as-samum merupakan materi asal penciptaan jin oleh Allah swt.

Dalam pembahasan jin, para ulama terbagi menjadi dua pendapat. Pertama, bahwa sesungguhnya jin dan setan itu asalnya satu. Keduanya merupakan anak-anak iblis sebagaimana manusia semuanya merupakan anak-anak Adam. Di antara mereka ada yang mukmin dan ada juga yang kafr. Yang mukmin adalah jin yang kepada Allah sedangkan yang kafr adalah jin yang menentang perintah Allah dan selalu berbuat maksiat yang disebut dengan setan. Yang berpendapat demikian adalah Imam Hasan al-Bashri.

Pendapat kedua, menyatakan bahwa jin adalah anak keturunan jin juga. Mereka bukanlah setan. Di antara mereka ada yang mukmin dan ada pula yang kafr. Mereka makan, minum, menikah dan mati. Adapun setan, mereka adalah anak-anak iblis dan tidak mati kecuali bersamaan dengan matinya iblis pada hari kiamat, asal jin itu berbeda dengan asal setan. Pendapat ini dikemukakan oleh Ibnu Abbas.

Sedangkan menurut Ibnu Taimiyyah, setan adalah manusia dan jin yang durhaka, dan semua jin adalah anak-anak iblis.

Adalah jin yang beriman adalah jin mukmin, sedangkan jin yang kafr itulah yang disebut dengan setan. Allah menciptakan jin dan manusia adalah agar mereka beribadah kepada-Nya. Jadi jelas jin yang berarti mahluk ghaib yang berada di luar diri manusia bukanlah jin yang pekerjaannya menggoda dan menyesatkan manusia, tapi jin yang mempunyai tanggung jawab yang sama dengan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Bahkan jin ini takut dengan manusia. Dia tidak dapat mendatangkan manfaat dan juga tidak bole membuat mudarat bagi manusia.

Jin yang menjadi musuh manusia adalah jin yang kafr yang selalu menggoda manusia untuk berbuat maksiat kepada Allah swt. Dan ada jin yang muslim adalah jin yang mendengar seruan dari Nabi Muhammad untuk menjalankan ibadah kepada Allah swt.

Jin juga sebagaimana manusia, ia memerlukan makanan dan juga tempat tinggal, kerana ia adalah makhluk Allah. Makanan bagi jin adalah tulang. Hal ini dijelaskan dalam suatu riwayat, bahwa para jin bertanya kepada Rasulullah tentang makanan bagi mereka dan bagi ternak mereka, maka Rasulullah membekali mereka dengan tulang yang disebut nama Allah atasnya, dan menjadikan kotoran onta sebagai makanan bagi ternak mereka. Oleh karena itu kita dilarang untuk beristinjak dengan tulang dan kotoran unta, kenana tulang adalah makanan bagi jin dan kotoran unta adalah makanan jin

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., dia berkata: “Aku mengikuti Nabi saw. lalu Rasul keluar untuk buang hajat, Rasul tidak menoleh sedangkan aku berada di dekatnya. Kemudian Rasul bersabda: “Tolong carikan batu untukku buat beristinjak dan jangan lah engkau berikan padaku tulang atau kotoran najis binatang.

Abdullah Ibn Mas’ud meriwayatkan bahwa telah datang utusan jin kepada Rasulullah saw. kemudian mereka berkata: “Hai Muhammad, laranglah umatmu dari beristinjak dengan tulang atau kotoran, atau hamamah, kerana sesungguhnya Allah telah menjadikan rezekii bagi kami darinya.”

Imam Muslim ra. meriwayatkan di dalam Kitab Shahihnya, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Bagi kalian (jin) adalah tulang yang disebut nama Allah padanya yang jatuh ke tanganmu, dan setiap kotoran untuk binatangmu.

Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Maka janganlah kalian beristinjak dengan kedua benda itu, kerana keduanya merupakan makanan saudara kamu dari bangsa jin.”

Sedangkan tempat tinggal jin itu sama dengan manusia, yaitu di muka bumi ini, namun jin yang jahat yang disebut sebagai setan itu banyak terdapat di tempat-tempat yang rosak, di padang pasir, di tempat-tempat najis seperti tandas/bilik mandi, tempat-tempat pembuangan sampah dan di tempat-tempat keramaian

Kedua, jin kafr, yang berarti setan atau iblis, ifrit dan marid. Jenis yang pertama setan atau iblis dari bangsa jin adalah jin kafr yang selalu menggoda manusia, mendorong manusia untuk melakukan perbuatan tercela yang dapat merendahkan martabat manusia di sisi Allah swt. dan ia berada dalam diri manusia.

Sebagaimana frman Allah swt. Dalam Q.S. al-A’raf: 20-21: Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan Setan berkata, «Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)». Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, “sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”.

Juga dalam Q.S. Taha: 120 yang artinya:“Kemudian setan membisikkan fikiran jahat kepadanya, dengan berkata, “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohoh khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”.

Setan yang dimaksud oleh ayat di atas adalah iblis. Sedangkan iblis itu dari golongan jin. Jin tersebut berbisik-bisik tentang kejahatan di hati setiap manusia, termasuk Nabi Adam. Bahkan Rasulullah saw. menegaskan bahwa tiada kelahiran manusia tanpa disertai jin. Dan unsur jin tersebut berada di dalam tubuh manusia dan bergerak mengikuti aliran darah. Inilah jin yang bermakna setan. Kerana ia selalu mendorong manusia untuk berbuat kejahatan. Bagian kedua dari bangsa jin yang kafr adalah ifrit. Kata ifrit mempunyai arti tercela, menjijikkan dan membuat mungkar. Begitu pula dengan jin ifrit adalah jin pembuat mungkar, penipu, sangat tercela dan memiliki sifat licik yang dominan. Mengenai jin ifrit ini telah disebutkan dalam al-Qur’an surat an-Naml ayat 38-39.

Jenis yang ketiga dari golongan jin kafr adalah marid. Kata marid berarti sangat sombong dan bertindak sewenang-wenang. Kelompok marid ini umumnya tinggal di padang sahara dan gunung-gunung. Mereka suka mempermainkan orang-orang yang melalui tempat tersebut.

Ketiga, jin mempunyai pemahaman pelbagai agama, ini disebutkan dalam Q.S. al-Ahqāf ayat 29-30 yang artinya:“Dan ingatlah ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan bacaan al-Qur’an, maka ketika mereka menghadiri pembacaannya, mereka berkata, “Diamlah kamu! (untuk mendengarkannya)”. Maka ketika telah selesai mereka kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan. Mereka berkata, “Wahai kaum kami! Sungguh kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan setelah Musa, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya, membimbing kepada kebenaran, dan kepada jalan yang lurus.”.

Demikian juga dalam Q.S. al-Jinn ayat 1-3:“Katakanlah (Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan bacaan,” lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur’an). Yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Tuhan kami. Dan sesungguhnya Mahatinggi keagungan Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak beranak.”.

Banyak penafsiran yang menyatakan bahwa makna jin dalam surat al-Ahqaf dan juga dalam surat al-Jinn adalah benar-benar mengandung pengertian bangsa jin yang merupakan mahluk ghaib yang hidup dalam dimensi yang berbeza dengan manusia. Mereka benar benar mendengarkan ayat-ayat al-Qur’an yang dibaca oleh Nabi Muhammad, dan mereka takjub sehingga mereka menyatakan memeluk agama Islam dan akan mengabarkan al-Qur’an tersebut kepada komunitasnya agar mereka beriman kepada Allah swt.

Ibnu Abdilbarr berkata: tidak ada perbezaan pendapat dikalangan mufassir tentang diutusnya Nabi Muhammad untuk memberikan kabar gembira dan juga peringatan kepada manusia dan juga jin. Hal itu merupakan keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad yang tidak dimiliki oleh nabi-nabi yang lain. Bahkan menurut al-Waqidy, bahwa Rasulullah saw. didatangi oleh segolongan jin itu pada bulan Rabi`ul Awwal yaitu pada tahun ke-11 dari kenabian.
 
al-Qur’an akar kata “ّنج» disebutkan sebanyak 39 kali dalam bentuk ّنج , ّناج , dan ةّنج.12

Kata نج (jin) berasal dari kata kerja ّنَج (janna) yang artinya menjadi gelap, menutupi, atau bersembunyi.

ejaan tuh mmg terbalik yer, sepatutnyer "جن" kan?...
 
Makna iblis dalam al-Qur’an
***************************

Nama “Iblis” terambil dari kata berbahasa Arab سلبأ yang bererti putus asa. Atau dari kata سلب yang bererti tiada kebaikannya.

Disebut iblis kerana ia terputus dari rahmat Allah. Sebelumnya ada yang menyebutnya dengan nama ‘Azāzil, artinya adalah yang hancur dan yang bersedih.

Ibnu Abbas berkata: “Sesungguhnya sebelum iblis maksiat kepada Allah, ia termasuk bilangan malaikat yang bernama Azazil. Dia termasuk penduduk bumi dan merupakan makhluk ghaib yang paling bersungguh-sungguh dan paling banyak ilmunya. Oleh kerana itu ia punya kecenderungan untuk takabbur (menyombongkan diri). Dia pun termasuk makhluk hidup yang disebut dengan jin.

Iblis adalah mulanya adalah dari salah satu kabilah yang disebut dengan kabilah jin. Ketika itu iblis bertugas menjadi komando (pangatur) di antara langit dan bumi. Iblis adalah pemimpin para malaikat di langit dunia. kemudian dia berbuat maksiat, ditawan oleh malaikat dibawa ke langit untuk diadili, maka Allah merubahnya menjadi setan yang dilaknat.

Ad-Dhahak meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. bahwa iblis adalah dari bangsa jin yang terhormat dan dari kabilah yang paling mulia kerana rajinnya ibadat. Dia termasuk khazanah surga dan mempunyai kekuasaan di langit dunia dan di bumi. Tetapi kemudian ia terpedaya oleh dirinya sendiri. Dia memandang bahwa dengan segala kelebihan yang dimiliki itu, ia merasa lebih terhormat di atas penduduk langit dan bumi. Dari situlah lahir sifat takabbur di dalam hatinya, yang tidak ada seorang pun tahu kesombongannya kecuali Allah swt., kemudian Allah menampakkan ketakaburannya itu dengan menyuruhnya untuk sujud kepada Nabi Adam as., maka ia pun enggan dan sombong dan jadilah ia termasuk golongan kafr.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abiddunya, dan Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Syihab bahwa Iblis adalah bapak dari jin, sebagaimana Adam adalah bapak dari manusia. Adam adalah dari bangsa manusia yang merupakan asal usul manusia, sedangkan iblis adalah dari bangsa jin yang merupakan bapak moyang jin.

Kata Iblis (شيلبا) terulang sebanyak 24 kali, dalam 24 ayat dan di dalam 9 surat dalam bentuk tunggal yang dijumpai dalam al-Qur’an.
Kata iblis dalam al-Qur’an disebutkan Adapun surah-surah Makkiyah, berjumlah 8 surah sedangkan surah Madaniyah, berjumlah 1 surah.

Menurut Hamka, “Iblis itu adalah mahluk yang sangat taat pada mulanya. Berjuta-juta tahun dia telah beribadat kepada Ilahi. Tidak ada lagi sejengkal langitpun yang tidak dijadikannya tempat sujud kepada Tuhan” (Hamka, 1983: 187) Dalam pernyataan yang lain Hamka juga menjelaskan bahwa Iblis adalah: “Musuh manusia yang berupa roh jahat yang tidak mau sujud bersama malaikat ketika diperintah Allah swt. untuk sujud kepada Adam as” (Hamka, 2003: 232).

Menurut M. Quraish Shihab, Iblis adalah simbol kejahatan, sedangkan keenggananya sujud merupakan bertanda bahwa kejahatan tidak mungkin akan sirna sama sekali, dan manusia harus terus menerus berjuang menghadapi kejahatan (Shihab, 2011: 50). Hamka juga berpendapat bahwa: Iblis merupakan takdir yang ditentukan Allah swt. dalam iradad-Nya sebagai bukti akan kekayaan Allah swt. juga merupakan kenyataan bahwa setiap ada kebaikan akan ada keingkaran dan kekufuran. Iblis digambarkan Hamka sebagai simbol pembangkangan kepada Allah swt (Hamka, 1983: 156).” Dari pejelasan Hamka dalam Tafsir al-Azhar bahwa selama dunia masih didiami manusia, bangsa Iblis selalu ada pula di sana. Selama manusia ingin berbuat baik, selama itu pula Iblis ingin menghalangi kebaikan itu, bahkan Iblis akan menyesatkan manusia semuanya, dengan godaan dan tipuannya. Dan tentau dengan pernyataan Iblis ini manusia harus waspada terhadap godaan tipu daya Iblis yang terkutuk.

Dalam al-Qur’an Allah swt. berfirman mengisahkan Iblis ketika Allah swt. bertanya tentang alasan Iblis tidak mau bersujud kepada Adam as. lalu Iblis menjawab bahwa ia lebih baik daripada Adam as, lalu Allah swt. mengeluarkan Iblis dari surga, Iblis memohon untuk diberi tempo hingga hari kiamat. Maka Allah Swt. memberikan tempoh kepada Iblis, setelah itu Iblis berkata:

Artinya: Iblis menjawab: "Kerana Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, (QS. al-A’raaf [7]: 16).

Menurut Hamka dalam ayat ini Iblis tidak menyesal atas hukuman yang diberikan Allah swt. kepadanya, bahkan tidak tanggung-tanggung Iblis bersumpah akan menghalangi manusia daripada jalan Allah swt. yang lurus (Hamka, 1984: 184). Ayat di atas menerangkan ancaman Iblis kepada Adam as. dan anak cucunya. Karena Allah swt. telah menghukum Iblis akibat keangkuhan dan kesombongan, maka Iblis bersumpah akan berusaha sekuat tenaga menghalangi anak-cucu Adam as. dari jalan yang lurus, jalan yang hak, jalan yang diredhai Allah swt, jalan yang akan menyampaikan kepada kebahgiaan dunia dan akhirat,

Sebagai mana dijelaskan dalam al-Qur’an sebagai berikut: Artinya: Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS. al-A’raaf [7]: 17).

Menurut Hamka “Artinya setelah keinginan itu diberikan kepada Iblis, untuk menghalangi manusia di dalam menempuh jalan Allah yang lurus, Iblis menyatakan rencananya kepada Allah swt.: “Aku akan mendatangi mereka dari hadapan mereka dan dari belakang mereka, dan dari kanan mereka dan dari kiri mereka.” Artinya dari segala pelosok aku akan datang menghalangi jalan mereka, sehingga tidaklah mereka aku biarkan berjalan di atas jalan itu dengan mudah.

“Dan tidaklah akan engkau dapati kebanyakan mereka itu berterimakasih (Hamka, 1993: 2324). Menurut Hamka dalam Tafsir al-Azhar, dari segala pelosok Iblis akan datang menghalangi jalan manusia yang lurus, serta tidak membiarkan manusia berjalan dijalan yang lurus tersebut dengan mudah, sehingga kebanyakan manusia tidak bersukur kepada Allah swt. Iblis melihat bahwa sekedar menghalang-halangi anak cucu Adam as. menempuh jalan yang lurus tidak cukup, karena itu Iblis akan mendatangi dan menyerbu dari segala penjuru, dari depan dan belakang, dari arah kanan dan kiri, yang menurut Iblis ada kelemahan Adam as. dan anak cucunya.

Iblis musuh abadi bagi manusia, berusaha untuk menguasai hati manusia dalam upaya menyesatkan dan menjauhkan manusia dari Allah swt. “Iblis mempergunakan berbagai godaan tipu daya dan muslihat untuk menjerumuskan manusia dalam kehinaan dan kemurkaan Allah swt.” (El-Sutha, 2005: vi). Kerana itu, manusia harus menyedari dan mengenali betul apa saja godaan, tipu daya dan muslihat yang dipergunakan oleh Iblis untuk menyesatkan, sehingga dapat terhindar dari kemurkaan Allah swt. dan tetap menjadi makhluk yang mulia. Perseteruan abadi antara Iblis dan manusia, berawal dari perintah Allah swt. untuk bersujud kepada Adam as. sebagai bapak moyang manusia (El-Sutha, 2005: 6). Sebagaimana dikisahkan dalam al-Qur’an.

Terkait dengan penolakan Iblis untuk bersujud kepada Adam as. dikisahkan pula pada surat dan ayat yang lain dalam al-Qur’an. “Semua itu terjadi, kerena Iblis merasa iri kepada Adam as. yang diciptakan belakangan oleh Allah swt. Adam as. diberikan kedudukan istimewa di sisi-Nya. Oleh kerena itu Iblis mengistiharkan permusuhannya terhadap Adam as. dan seluruh keturunannya (El-Sutha, 2005: 7). Dalam ayat al-Qur’an yang lain Allah swt. memerintahkan kepada anak keturunan Nabi Adam as. agar jangan pernah tertipu dengan tipu daya Setan yang terkutuk. Hal ini disampaikan Hamka dalam Tafsir al-Azhar, “bahwa sejak bermula kita telah diberi peringatan oleh Allah swt. bahwa Setan telah meminta kesempatan yang luas untuk memperdayakan Adam as. dan anak cucunya.”
 
sebelum namanya bertukar kepada iblis, ada nama lain ker iblis ni?
 
sebelum namanya bertukar kepada iblis, ada nama lain ker iblis ni?

Yg sy paham

Iblis asal drp keluarga jin - yg di buat dr nyalaan api
Tetapi iblis adalah dulunya golongan jin yg sgt kuat ibadah nya yg di gelar azzazil

Kata Azazil merupakan bahasa Arab Kuno yang terdiri dari dua suku kata yaitu Aziz (عزيز) yang berarti terhormat, berharga, sangat kuat dan (ال) Eil yang merupakan penamaan Allah di zaman Arab Kuno. Azazil secara harfiah berarti Makhluk kuat Allah atau Makhluk terhormat Allah.

Azâzîl terdiri atas al-‘azâz yang berarti 'hamba' dan al-îl yang berarti 'Allah' . Kata al-‘azâz berasal dari al-‘izzah yang berarti kebanggaan atau kesombongan atau dapat diartikan sebagai mahluk yang membawa kesombongannya milik Allah Dinamakan demikian karena ia tercipta dari api. Kata al-‘azâz (العزاز) terdiri dari empat huruf, yaitu huruf ‘ain, zây, alif, dan zây yang kedua. Masing-masing huruf menunjukkan sepak terjang iblis, karena setiap nama itu menunjukkan perbuatan pemiliknya.

Dari huruf ‘ain muncul kata ‘ulluw ‘kesombongan’, dari huruf zây muncul kata zuhw ‘sikap takabur’, dari huruf alif muncul kata ibâ’ ‘pembangkangan’ dan istikbâr ‘sifat angkuh’. Kesombongan, sikap takabur, pembangkangan, dan sifat angkuh merupakan sifat-sifat yang dimiliki iblis. Inilah tafsir nama asli iblis yaitu Azâzîl.

Sehingga lah di perintahkan sujud pd Adam tetapi ia enggan - iblis
 
Back
Top
Log in Register