BTC USD 64,283.2 Gold USD 4,481.21
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Baca lah... bagus ni....

bace blk cite2 lame ok gak..
mengingatkan kite..
 
ade hati nak jadik beruang yek..
hehe
 
Ketika ALLAH Berkata Tidak

KETIKA ALLAH BERKATA TIDAK

Ketika manusia berdo'a,

"Ya Allah ambillah kesombonganku dariku."

Allah berkata,

"Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."


Ketika manusia berdo'a,

"Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat."

Allah berkata,

"Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."


Ketika manusia berdo'a,

"Ya Allah beri aku kesabaran."

Allah berkata,

"Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."


Ketika manusia berdo'a,

"Ya Allah beri aku kebahagiaan."

Allah berkata,

"Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu."


Ketika manusia berdo'a,

"Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan."

Allah berkata,

"Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu padaKu."


Ketika manusia berdo'a,

"Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat."

Allah berkata,

"Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."

Ketika manusia berdo'a,

"Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.

Allah berkata...

"Akhirnya kau mengerti ...!"


Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah
memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.

Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan,
tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai,
berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.

Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kekuranganlah yang terus meningkat.


Cuba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam, lalu kita melihat penjual aiskrim.

Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum aiskrim dapat mengubati rasa demam (maklum anak kecil).

Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada
Allah) dan merengek agar dibelikan aiskrim. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau aiskrim dapat menambah parah penyakit kita.

Tentu dengan segala dalih kita tidak akan dibelikan aiskrim.

Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum aiskrim yang lazat itu.

Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah tahu apa yang
paling baik bagi kita.

Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya.
Kerana Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.

Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "demam".... dan terus berdoa.


*Dari sumber yang boleh dipercayai.. :)
 
pjngnye en mad nak baca ni..
mata i dah mengantuk, nampknya kn sambung esk balik .. :smt015
 
byk tuu..jenuh den baca#:-S anyway..still bley jadik panduan:)paid
 
Back
Top
Log in Register