BTC USD 85,683.2 Gold USD 4,164.94
Time now: Jun 1, 12:00 AM

~ Azan Makkah ~

Makna Di Sebalik Laungan Azan

Kalimat-kalimat azan adalah di antara ungkapan yang paling sering dan paling banyak kita dengar setiap hari. Adalah hal yang sudah menjadi pengetahuan umum bagi seluruh umat Islam, bahwa kalimat-kalimat yang dilantunkan oleh seorang muazzin ketika azan, berarti panggilan untuk segera bangkit dan bergerak serta meninggalkan segala macam aktifitas yang bersifat duniawi dan segera menghadap Allah dengan melaksanakan shalat. Sehingga, telinga disebut âzân karena telinga adalah sumber gerakan bagi seseorang. Jika telinga yang diganggu, pastilah seseorang langsung bergerak dan bereaksi. Oleh karena itulah, Ashshabul kahfi bisa tidur nyenyak selama 309 tahun, karena Allah menutup rapat telinga mereka (al-Kahfi [18]: 11).
Namun demikian, ada satu hal yang menjadi subtansi dan tujuan utama dari seruan azan, yaitu panggilan untuk segera bergerak meraih keberhasilan, kesuksesan dan keberuntungan (al-falah). Untaian kalimat-kalimat azan sebenarnya memberikan petunjuk kepada kita, bagaimana kemenangan dan keberhasilan semestinya diraih dan dipergunakan.
Ada tujuh kalimat yang biasa diucapkan oleh seorang muazzin dan merupakan susunan kalimat azan yang sudah popular di kalangan umat Islam; yiatu pertama;
الله أكبر
Ungkapan ini memberikan arahan kepada umat Islam yang hendak mencari dan mencapai kemenangan, bahwa hendaklah dia memulai gerak, aktifitas dan usahanya dengan menyebut nama Allah Yang Maha Besar. Ketika hendak memulai aktifitas, hendaklah dia mengingat bahwa ada Dzat Yang Maha Besar yang selalu akan membantu dan menolongnya dalam mencapai maksud dan tujuan itu. Memulai sesuatu dengan nama Allah dan meyakini Allah Maha Besar, akan berdampak pada munculnya rasa optimisme yang tinggi dalam diri seseorang. Sekalipun di tengah perjalanan, dia menghadapi berbagai macam bentuk hambatan dan rintangan, namun dengan keyakinan akan adanya pertolongan Allah yang Maha Besar, dia akan tetap teguh dalam mencapi tujuannya.
Ungkapan kedua;
أشهد ان لا إله إلا الله
Ungkapan ini berarti persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak di sembah selain Allah. Ungkapan ini memberikan panduan kepada seseorang yang hendak memulai sesuatu agar memurnikan niatnya karena Allah, dan apapun yang dilakukannya adalah untuk tujuan ibadah. Sebab, tidak ada satupun pekerjaan yang dikerjaan manusia, kecuali bernilai ibadah. Begitulah yang ditegaskan dalam surat al-Bayyinah [98]:5
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”
Hal ini menjadi amat penting bagi seseorang yang hendak meraih sukses, bahwa sebesar apapun usahanya jika tidak untuk niat beribadah akan bernilai sia-sia. Memurnikan niat dan tujuan untuk beribadah, akan menjadikan seseorang bekerja dengan sungguh-sungguh. Karena, kalaupun kemudian usahanya mengalami kegagalan, setidaknya dia sudah mendapatkan bagian pahala dari Allah swt.
Ungkapan ketiga,
أشهد أن محمدا رسول الله
Ungkapan ini memberikan petunjuk kpeda manusia akan adanya sosok manusia agung dan sempurna yang mesti dijadikan contoh dan teladan. Nabi Muhammad saw. adalah sosok pekerja yang sangat sukses dalam mencapai setiap tujuan dan maksudnya. Dengan menyebutkan nama nabi Muhammad. saw, manusia diperintahkan untuk menjadikan beliau sebagai panutan, teladan dalam setiap aktifitas dan perbuatan mencapai kesuksesan. Nabi Muhammad saw. adalah pekerja yang ulet, cerdas, tangguh, sabar, ikhlas dan sebagainya.
Adalah hal yang sudah biasa bagi setiap manusia, bahwa untuk bekerja dia memerlukan contoh. Tentunya, yang mesti dijadikan contoh adalah yang terbaik dan paling sukses. Tipe sepeti itu hanyalah ada pada diri Rasulullah saw.
Ungkapan keempat,
حي على الصلاة
Panggilan untuk segera melaksanakan shalat memberikan arahan kepada setiap yang akan memulai sesuatu, bahwa hendaklah mengawalinya dengan ibadah; shalat. Ibadah akan mendatangkan keredaan Allah kepada seseorang, dan jika Allah sudah meredhainya tentulah semua keinginanya akan terwujud dengan sempurna dan kesuksesan dengan mudah akan diraih. Begitulah yang diingatkan Allah dalam surat al-Jum’ah [62]: 10
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: “Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

Di siamping itu, shalat sebagai salah satu bentuk zikir kepada Allah, adalah hal yang bisa mendatangkan ketenangan jiwa bagi pelakunya. Jika seseorang bekerja dengan hati yang tenang dan fikiran yang jernih, tentulah kesukesan akan mudah diraih.
Ungkapan kelima;
حي على الفلاح
Ajakan ini adalah tujuan akhir dari usaha manusia; yaitu kesuksesan. Akan tetapi, kesuksesan ini baru akan diperoleh jika sebelumnya di awali dengan hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya; memulai dengan nama Allah, memurnikan niat untuk ibadah, mencontoh yang terbaik (Rasulullah), serta mengawalinya dengan ibadah (Shalat). Jika hal itu sudah dipenuhi anda pasti sukses. Akan tetapi, setelah kesuksesan di raih, mesti diikuit oleh ungkapan keenam;
ألله أكبر
Dengan ungkapan Allah Maha Besar setelah meraih kemenangan, akan menyadarkan manusia bahwa kesuksesan dan keberhasilan yang diperolehnya adalah berkat bantuan dan pertolongan Allah swt. Tidak satupun yang bisa terwujud di alam ini tanpa izin dari Allah. Pengakuan ini, akan menjadaikan manusia untuk selalu rendah hati dengan keberhasilannya, dan tidak berubah menjadi manusia yang angkuh dan sombong.
Akhir dari ungkapan azan adalah
لا إله إلا الله
Dengan ungkapan bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah setelah meraih sukses, akan menjadikan manusia sadar bahwa kesuksesan yang telah diraihnya mestilah dipergunakan kembalai untuk tujuan ibadah dan pengabdian kepada Allah. Betapa banyak, manusia yang sukses mencapai tujuannya, namun kesuksesan itu tidak banyak mendatangkan manfaat kepada manusia lain, bahkan tidak juga untuk dirinya sendiri.
Dengan ungkpan ini yang menjadi penutup kesuksesan, diharapkan bahwa setiap kesuksesan akan menjadikan pemiliknya menjadi manusia yang semakin berguna, bermanfaat serta semakin dekat dengan Allah melalui intensitas ibadahnya, baik secara kuntitas maupun kualitas.
 
Menjawab Azan dan Kelebihannya

Salam Alaik (^_^)v


Orang yang mendengar laungan azan dan iqamah sama ada azan bagi solat-solat fardhu atau yang lainnya seperti azan di telinga kanak-kanak yang baru lahir dan orang yang musafir. Hukum menjawab azan dan iqamah adalah SUNAT. Oleh itu, adalah dituntut oleh kita sebagai umat islam untuk menghormati laungan azan dan iqamah. Sebagai contoh, sunat kita berhenti sekejap untuk menjawab seruan azan, bukan dengan mengambil sikap sambil lewa dan tidak acuh seperti tidak memperdulikan seruan azan yang dilaungkan, seolah-olah tidak mendengarnya apatah lagi untuk menyahut seruan azan tersebut.

Umat islam telah didik bagaimana untuk menghormati azan, jadi, adakah sukar bagi kita, sebagai umat Muhammad SAW, sebagai Khalifah dimuka bumi ini, untuk adaptasi didikan tersebut. Apa salahnya, tika azan dilaungkan, kita berhenti seketika daripada berborak, bergelak ketawa, menonton tv, bersukan dan bercerita tentang perkara dunia? Tidak sukar bukan? Cuma keadaan yang melekakan telah melalaikan kita. Oleh itu, pada sesiapa yang 'ingat', nasihatila rakan2 anda pada waktu itu.

Menjawab azan dan iqamah adalah sunat walaupun dalam keadaan berhadas, junub, haid atau nifas kerana ianya adalah zikir, melainkan ketika dalam sembahyang fardhu atau sunat, bersetubuh dan qadha hajat (buang air kecil atau besar), sunat dijawab kemudian jika tidak lama jaraknya. Makruh menjawab bagi orang yang ada najis dimulutnya.

Jika seseorang itu mendengar azan atau iqamah ketika dia sedang membaca al-Qur’an, berzikir, menuntut ilmu atau berdoa sunat dia berhenti sekejap untuk menjawab azan dan iqamah tersebut. (I‘anah ath-Thalibin: 1/386-387 dan al-Majmu‘: 3/124-125)

Jika terdengar sebahagian azan, sama ada pada bahagian yang awal ataupun yang akhir adalah sunat dijawab kedua-dua bahagian itu, walaupun dia tidak mendengar sebahagian azan yang awal itu. Adapun jika dia terdengar azan yang dilaungkan oleh beberapa orang seperti dia terdengar azan di kampungnya dan azan di kampung yang lain, maka sunat dia menjawab kedua-duanya. Berlainan halnya jika azan itu dikumandangkan dengan serentak, maka memadailah dengan sekali jawab. (I‘anah ath-Thalibin: 1/386) - situasi ini dapat dialami di Mesir, mungkin juga di negara lain, di mana, ketika masuknya waktu solat, azan bersahut2an disetiap lorong jalan.

Oleh itu hormatilah azan dengan menjawab azan yang dilaungkan oleh mu'azzin iaitu dengan mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh mu'azzin itu kecuali pada :

1] Kalimah haiya‘alatan

حي على الصلاة دان حي على الفلاح

maka dijawab dengan hawqalah, iaitu,

لاحول ولا قوة الا بالله

yang bermaksud, “Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan melainkan dengan Allah”.


2] Kalimah Tatswib [ketika azan subuh]

الصلاه خير من النوم

maka dijawab dengan,

صدقت وبررت

yang bermaksud, “Benarlah engkau dan jadilah engkau mempunyai kebajikan yang banyak”.


3] Sementara jawapan bagi kalimah

yang bermaksud, “Sesungguhnya telah didirikan sembahyang”.

maka dijawab dengan,

yang bermaksud, “Allah menetapkan dan mengekalkan sembahyang itu dan Allah menjadikan aku daripada orang yang saleh lagi ahli sembahyang”.


Sunat ke atas orang yang azan dan iqamah serta orang-orang yang mendengarnya bershalawat dan mengucapkan salam ke atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam sesudah selesai daripada azan dan iqamah tersebut, jika jarak masa antara azan dan iqamah adalah lama, akan tetapi jika tidak lama masa selang azan dan iqamah itu, memadailah dengan bershalawat dan salam sekali sahaja selepas iqamah. Sabda Rasulullah SAW yang maksudnya :

“Apabila kamu mendengar orang yang azan, maka kamu ucapkan sepertimana orang yang azan itu ucapkan. Kemudian berselawatlah ke atasku, kerana barangsiapa berselawat ke atasku satu selawat nescaya Allah akan berselawat ke atasnya sepuluh selawat. Kemudian berdoalah kepada Allah bagiku “wasilah”, kerana “wasilah” itu suatu tempat di syurga yang tidak layak bagi seseorang melainkan bagi seorang hamba daripada hamba-hamba Allah. Aku berharap, akulah hamba itu. Barangsiapa memohon “wasilah” untukku, wajib baginya syafaat.”

(Hadis riwayat Muslim, Abu Daud, at-Tirmidzi dan Ahmad)


Selepas selesai azan dan iqamah, sunat ke atas orang yang azan dan iqamah serta orang yang mendengarnya itu memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala doa al-wasilah dengan menadah kedua tangan, kerana sesiapa yang memohon doa al-wasilah itu akan beroleh syafa‘at Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, iaitu:


Kemudian disunatkan berdoa di antara azan dan iqamah, seperti memohon selamat daripada musibah dan penyakit. Inilah di antara saat-saat mustajab di mana doa diperkenankan oleh Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:


Maksudnya: “Tidak ditolak doa antara azan dan iqamah.”- Hadis riwayat Abu Daud dan At-Tirmizi.

Antara lainnya, diriwayatkan bahawasanya,

Daripada Abdullah ibnu Umar r.a., bahawa seorang lelaki berkata kepada
Rasulullah, "Sessunguhnya seorang muazim (tukang azan) memdapat fadhilat lebih
daripada kami." Rasulullah bersabda, "Sebutlah seperti yang disebutkan oleh
tukang azan. Setelah selesai, mintalah daripada Allah, pasti kamu akan diberi."

(Riwayat Abu Daud, sahih


Semoga post kali ini dapat memberi manfaat buat diri saya, dan kepada sesiapa yang membaca. Ameen.
 
salam pepagi jumaat....sesekali dgr azan mekah ni...
perghhh......meremang bulu roma aku!!
 
Ada x azan style bilal birrabah ?

Kat pondok penanti ada sorang muazzin nih , azan style bilal birrabah .

Dulu ada gak bawa azan style bilal tapi kawan2 cakap saya bawa azan ajaran sesat :D . orang jahil memang macam tu .
 
Ada x azan style bilal birrabah ?

Kat pondok penanti ada sorang muazzin nih , azan style bilal birrabah .

Dulu ada gak bawa azan style bilal tapi kawan2 cakap saya bawa azan ajaran sesat :D . orang jahil memang macam tu .

jom la tepek sini yup....:)cgrock
 
Back
Top
Log in Register