Rishhana
Active Member
- Messages
- 2,274
- Joined
- Feb 11, 2009
- Messages
- 2,274
- Reaction score
- 37
- Points
- 30
perjalan dan kembara kita tu...
Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Note: This feature may not be available in some browsers.

tafsir bahasa arab pown tak paham cmne nk baca quran nie? sampai bile2 la tak terbaca cmni.. ~X(~X(~X(

copy paste..
Imam Abu Hanifah ketika ditanya:
أرأيت لو قيل أين الله تعالى ؟ فقال - أي أبو حنيفة : يقال له كان الله تعالى ولا مكان قبل أن يخلق الخلق ، وكان الله تعالى ولم يكن أين ولا خلق ولا شىء ، وهو خالق كل شىء
Maksudnya: "Apa pendapatmu kalau kamu ditanya tentang di mana Allah?" Lalu Imam Abu Hanifah menjawab: "Dikatakan kepadanya bahawasanya Allah s.w.t. wujud tanpa bertempat sebelum menciptakan tempat. Maka dia wujud sebelum wujudnya "di mana" it sendiri malah sebelum wujud sebarang makhluk. Allah s.w.t. yang Maha Pencipta bagi segala sesuatu…"
(Al-Fiqh Al-Absath, Himpunan risalah-risalah Imam Abi Hanifah yang ditahqiq oleh Imam Al-Kauthari m/s 25)
tamat copy paste..
nampaknya, kalau menurut rasul dahri, imam abu hanifah ni dah terpesong agaknyer...
Aku copy dan paste peringatan original yang disampaikan oleh ulama-ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah Al-Asyairah dan al-maturidiyah kita. bagus untuk orang-orang beriman kerana peringatan itu sangat baik untuk orang-orang yang beriman!!
'''''''''''''''
Risalah edisi April 2009, boleh di minta kepada saudara firdaus bin mazlan bin siam
[email protected]

kata ustaz RD fahaman asyariah dan maturidiah banyak dipengaruhi oleh fahaman muktazilah.
Abu al-Hasan bin Isma'il al-Asy'ari (Bahasa Arab ابو الحسن بن إسماعيل اﻷشعري) (lahir: 873- wafat: 935), adalah seorang pemikir muslim pendiri paham Asy'ari.
Al-Asy'ari lahir di Basra, namun sebagian besar hidupnya di Baghdad. Asy'ari sempat berguru pada guru Mu'tazilah terkenal, yaitu al-Jubba'i, namun pada tahun 912 dia mengumumkan keluar dari paham Mu'tazilah, dan mendirikan teologi baru yang kemudian dikenal sebagai Asy'ariah. Banyak tokoh pemikir Islam yang mendukung pemikiran-pemikiran dari imam ini, salah satunya yang terkenal adalah "Sang hujatul Islam" Imam Al-Ghazali, terutama di bidang ilmu kalam/ilmu tauhid/ushuludin.
Walaupun banyak juga ulama yang menentang pamikirannya,tetapi banyak masyarakat muslim yang mengikuti pemirannya. Orang-orang yang mengikuti/mendukung pendapat/faham imam ini dinamakan kaum/pengikut "Asyariyyah", dinisbatkan kepada nama imamnya. Di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim banyak yang mengikuti paham imam ini, yang dipadukan dengan paham ilmu Tauhid yang dikembangkan oleh Imam Abu Manshur Al-Maturidi. Ini terlihat dari metode pengenalan sifat-sifat Allah yang terkenal dengan nama "20 sifat Allah", yang banyak diajarkan di pesantren-pesantren yang berbasiskan Nahdlotul Ulama (NU) khususnya, dan sekolah-sekolah formal pada umumnya.
teringat masa sekolah dulu, ustaz di sekolah keb juga di sekolah agama rakyat,bersungguh-sungguh
mengajar sifat 20, rupa-rupanya sifat 20 ini hasil tulisan fahaman asyariah. hanya setelah berpuluh
tahun berlalu baru fakta ini diketahui.
kata ustaz RD fahaman asyariah dan maturidiah banyak dipengaruhi oleh fahaman muktazilah.
Abu al-Hasan bin Isma'il al-Asy'ari (Bahasa Arab ابو الحسن بن إسماعيل اﻷشعري) (lahir: 873- wafat: 935), adalah seorang pemikir muslim pendiri paham Asy'ari.
Al-Asy'ari lahir di Basra, namun sebagian besar hidupnya di Baghdad. Asy'ari sempat berguru pada guru Mu'tazilah terkenal, yaitu al-Jubba'i, namun pada tahun 912 dia mengumumkan keluar dari paham Mu'tazilah, dan mendirikan teologi baru yang kemudian dikenal sebagai Asy'ariah. Banyak tokoh pemikir Islam yang mendukung pemikiran-pemikiran dari imam ini, salah satunya yang terkenal adalah "Sang hujatul Islam" Imam Al-Ghazali, terutama di bidang ilmu kalam/ilmu tauhid/ushuludin.
Walaupun banyak juga ulama yang menentang pamikirannya,tetapi banyak masyarakat muslim yang mengikuti pemirannya. Orang-orang yang mengikuti/mendukung pendapat/faham imam ini dinamakan kaum/pengikut "Asyariyyah", dinisbatkan kepada nama imamnya. Di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim banyak yang mengikuti paham imam ini, yang dipadukan dengan paham ilmu Tauhid yang dikembangkan oleh Imam Abu Manshur Al-Maturidi. Ini terlihat dari metode pengenalan sifat-sifat Allah yang terkenal dengan nama "20 sifat Allah", yang banyak diajarkan di pesantren-pesantren yang berbasiskan Nahdlotul Ulama (NU) khususnya, dan sekolah-sekolah formal pada umumnya.
teringat masa sekolah dulu, ustaz di sekolah keb juga di sekolah agama rakyat,bersungguh-sungguh
mengajar sifat 20, rupa-rupanya sifat 20 ini hasil tulisan fahaman asyariah. hanya setelah berpuluh
tahun berlalu baru fakta ini diketahui.
