BTC USD 84,395.2 Gold USD 4,285.46
Time now: Jun 1, 12:00 AM

Allah Di Mana ?

tafsir bahasa arab pown tak paham cmne nk baca quran nie? sampai bile2 la tak terbaca cmni.. ~X(~X(~X(

kita minta sedara Zabongga bacakan untuk kita tafsir bahasa arab dan terjemahkan sekali..bagaimana?:-?
 
copy paste.. :)


Imam Abu Hanifah ketika ditanya:



أرأيت لو قيل أين الله تعالى ؟ فقال - أي أبو حنيفة : يقال له كان الله تعالى ولا مكان قبل أن يخلق الخلق ، وكان الله تعالى ولم يكن أين ولا خلق ولا شىء ، وهو خالق كل شىء

Maksudnya: "Apa pendapatmu kalau kamu ditanya tentang di mana Allah?" Lalu Imam Abu Hanifah menjawab: "Dikatakan kepadanya bahawasanya Allah s.w.t. wujud tanpa bertempat sebelum menciptakan tempat. Maka dia wujud sebelum wujudnya "di mana" it sendiri malah sebelum wujud sebarang makhluk. Allah s.w.t. yang Maha Pencipta bagi segala sesuatu…"
(Al-Fiqh Al-Absath, Himpunan risalah-risalah Imam Abi Hanifah yang ditahqiq oleh Imam Al-Kauthari m/s 25)


tamat copy paste..


nampaknya, kalau menurut rasul dahri, imam abu hanifah ni dah terpesong agaknyer...

bukan terpesong je kalu ikut Rasul Dahri tapi telah mengamalkan bidaah dhollullah ~X(
 
Aku copy dan paste peringatan original yang disampaikan oleh ulama-ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah Al-Asyairah dan al-maturidiyah kita. bagus untuk orang-orang beriman kerana peringatan itu sangat baik untuk orang-orang yang beriman!!

'''''''''''''''

Risalah edisi April 2009, boleh di minta kepada saudara firdaus bin mazlan bin siam
[email protected]

kata ustaz RD fahaman asyariah dan maturidiah banyak dipengaruhi oleh fahaman muktazilah.

Abu al-Hasan bin Isma'il al-Asy'ari (Bahasa Arab ابو الحسن بن إسماعيل اﻷشعري) (lahir: 873- wafat: 935), adalah seorang pemikir muslim pendiri paham Asy'ari.

Al-Asy'ari lahir di Basra, namun sebagian besar hidupnya di Baghdad. Asy'ari sempat berguru pada guru Mu'tazilah terkenal, yaitu al-Jubba'i, namun pada tahun 912 dia mengumumkan keluar dari paham Mu'tazilah, dan mendirikan teologi baru yang kemudian dikenal sebagai Asy'ariah. Banyak tokoh pemikir Islam yang mendukung pemikiran-pemikiran dari imam ini, salah satunya yang terkenal adalah "Sang hujatul Islam" Imam Al-Ghazali, terutama di bidang ilmu kalam/ilmu tauhid/ushuludin.

Walaupun banyak juga ulama yang menentang pamikirannya,tetapi banyak masyarakat muslim yang mengikuti pemirannya. Orang-orang yang mengikuti/mendukung pendapat/faham imam ini dinamakan kaum/pengikut "Asyariyyah", dinisbatkan kepada nama imamnya. Di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim banyak yang mengikuti paham imam ini, yang dipadukan dengan paham ilmu Tauhid yang dikembangkan oleh Imam Abu Manshur Al-Maturidi. Ini terlihat dari metode pengenalan sifat-sifat Allah yang terkenal dengan nama "20 sifat Allah", yang banyak diajarkan di pesantren-pesantren yang berbasiskan Nahdlotul Ulama (NU) khususnya, dan sekolah-sekolah formal pada umumnya.

teringat masa sekolah dulu, ustaz di sekolah keb juga di sekolah agama rakyat,bersungguh-sungguh
mengajar sifat 20, rupa-rupanya sifat 20 ini hasil tulisan fahaman asyariah. hanya setelah berpuluh
tahun berlalu baru fakta ini diketahui.


 
Last edited:
kata ustaz RD fahaman asyariah dan maturidiah banyak dipengaruhi oleh fahaman muktazilah.

Abu al-Hasan bin Isma'il al-Asy'ari (Bahasa Arab ابو الحسن بن إسماعيل اﻷشعري) (lahir: 873- wafat: 935), adalah seorang pemikir muslim pendiri paham Asy'ari.

Al-Asy'ari lahir di Basra, namun sebagian besar hidupnya di Baghdad. Asy'ari sempat berguru pada guru Mu'tazilah terkenal, yaitu al-Jubba'i, namun pada tahun 912 dia mengumumkan keluar dari paham Mu'tazilah, dan mendirikan teologi baru yang kemudian dikenal sebagai Asy'ariah. Banyak tokoh pemikir Islam yang mendukung pemikiran-pemikiran dari imam ini, salah satunya yang terkenal adalah "Sang hujatul Islam" Imam Al-Ghazali, terutama di bidang ilmu kalam/ilmu tauhid/ushuludin.

Walaupun banyak juga ulama yang menentang pamikirannya,tetapi banyak masyarakat muslim yang mengikuti pemirannya. Orang-orang yang mengikuti/mendukung pendapat/faham imam ini dinamakan kaum/pengikut "Asyariyyah", dinisbatkan kepada nama imamnya. Di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim banyak yang mengikuti paham imam ini, yang dipadukan dengan paham ilmu Tauhid yang dikembangkan oleh Imam Abu Manshur Al-Maturidi. Ini terlihat dari metode pengenalan sifat-sifat Allah yang terkenal dengan nama "20 sifat Allah", yang banyak diajarkan di pesantren-pesantren yang berbasiskan Nahdlotul Ulama (NU) khususnya, dan sekolah-sekolah formal pada umumnya.

teringat masa sekolah dulu, ustaz di sekolah keb juga di sekolah agama rakyat,bersungguh-sungguh
mengajar sifat 20, rupa-rupanya sifat 20 ini hasil tulisan fahaman asyariah. hanya setelah berpuluh
tahun berlalu baru fakta ini diketahui.




Penulisan bekas Mufti Besar Arab Saudi, Syiekh Abdul Aziz bin Baaz rh, mengenai pembahagian Tauhid ::-

بيان أقسام التوحيد ، وهي ثلاثة: توحيد الربوبية ، وتوحيد الألوهية ، وتوحيد الأسماء والصفات .
أما توحيد الربوبية: فهو الإيمان بأن الله سبحانه الخالق لكل شيء ، والمتصرف في كل شيء ، لا شريك له في ذلك .
وأما توحيد الألوهية: فهو الإيمان بأن الله سبحانه هو المعبود بحق لا شريك له في ذلك ، وهو معنى لا إله إلا الله ، فإن معناها: لا معبود حق إلا الله ، فجميع العبادات من صلاة وصوم وغير ذلك يجب إخلاصها لله وحده ، ولا يجوز صرف شيء منها لغيره.
وأما توحيد الأسماء والصفات : فهو الإيمان بكل ما ورد في القرآن الكريم ، أو الأحاديث الصحيحة من أسماء الله وصفاته ، وإثباتها لله وحده على الوجه اللائق به سبحانه من غير تحريف ، ولا تعطيل ، ولا تكييف ، ولا تمثيل ؛ عملا بقول الله سبحانه: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ [الصمد: كاملة] ، وقوله عز وجل: لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ [الشورى: 11] ، وقد جعلها بعض أهل العلم نوعين ، وأدخل توحيد الأسماء والصفات في توحيد الربوبية ، ولا مشاحة في ذلك ؛ لأن المقصود واضح في كلا التقسيمين .
terjemahannya :

"Tauhid dibahagikan kepada tiga :

1. Tauhid Rububiyah.
2. Tauhid Uluhiyah.
3. Tauhid Asma' wa Sifat.

Tauhid Rububiyah ialah mengimani bahwa Allah swt adalah pencipta segala sesuatu dan mengurus kesemuanya dan tidak ada sekutu bagiNya dalam hal tersebut.

Adapun Tauhid Uluhiyah ialah mengimani bahwa Allah swt Dialah yang berhak untuk disembah dengan haq, tidak ada sekutu bagiNya dalam hal tersebut. Inilah makna

"tidak ada yang layak disembah dengan haq kecuali Allah swt. Maka, segala bentuk ibadah seperti solat, puasa dan yang lainnya, wajib dilaksanakan hanya untuk Allah swt semata. Tidak boleh ada satu bentuk ibadah pun yang ditujukan kepada selain Allah swt.

Selanjutnya, Tauhid Asma' wa Sifat ialah mengimani semua apa yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadith2 shahih tentang nama-nama Allah swt dan sifat-sifatNya. Lalu menetapkan itu semua untuk Allah swt tanpa 'tahrif' (mengubah), tanpa ta'thil (meniadakan), takyif (menanyakan bagaimana caranya), dan tanpa tamstil (menyerupakan), sesuai dengan firman Allah swt :-

"Katakanlah (wahai Muhammad): (Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa. Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat. Dia tiada beranak dan Dia pula tidak diperanakkan Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya. " (Al-Ikhlas: 1-4).

Dan firman Allah swt :
"Tiada sesuatupun yang sebanding dengan (ZatNya, sifat-sifatNya dan pentadbiranNya) dan Dialah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Melihat. ." (Asy-Syura: 11).

Tetapi ada sebahagian para ulama' yang membahagikan tauhid menjadi dua sahaja iaitu dengan menggabungkan Tauhid Asma' wa Sifat pada Tauhid Rububiyah. Dan tidak ada masalah dalam hal ini, kerana maksud dua macam pembahagian ini sudah jelas.


boleh tak?...kalu tak faham kot arab terjemahan ada..kalu ada sapa2 yang terer bahasa arab..betulkan terjemahan tuh
 
kata ustaz RD fahaman asyariah dan maturidiah banyak dipengaruhi oleh fahaman muktazilah.

Abu al-Hasan bin Isma'il al-Asy'ari (Bahasa Arab ابو الحسن بن إسماعيل اﻷشعري) (lahir: 873- wafat: 935), adalah seorang pemikir muslim pendiri paham Asy'ari.

Al-Asy'ari lahir di Basra, namun sebagian besar hidupnya di Baghdad. Asy'ari sempat berguru pada guru Mu'tazilah terkenal, yaitu al-Jubba'i, namun pada tahun 912 dia mengumumkan keluar dari paham Mu'tazilah, dan mendirikan teologi baru yang kemudian dikenal sebagai Asy'ariah. Banyak tokoh pemikir Islam yang mendukung pemikiran-pemikiran dari imam ini, salah satunya yang terkenal adalah "Sang hujatul Islam" Imam Al-Ghazali, terutama di bidang ilmu kalam/ilmu tauhid/ushuludin.

Walaupun banyak juga ulama yang menentang pamikirannya,tetapi banyak masyarakat muslim yang mengikuti pemirannya. Orang-orang yang mengikuti/mendukung pendapat/faham imam ini dinamakan kaum/pengikut "Asyariyyah", dinisbatkan kepada nama imamnya. Di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim banyak yang mengikuti paham imam ini, yang dipadukan dengan paham ilmu Tauhid yang dikembangkan oleh Imam Abu Manshur Al-Maturidi. Ini terlihat dari metode pengenalan sifat-sifat Allah yang terkenal dengan nama "20 sifat Allah", yang banyak diajarkan di pesantren-pesantren yang berbasiskan Nahdlotul Ulama (NU) khususnya, dan sekolah-sekolah formal pada umumnya.

teringat masa sekolah dulu, ustaz di sekolah keb juga di sekolah agama rakyat,bersungguh-sungguh
mengajar sifat 20, rupa-rupanya sifat 20 ini hasil tulisan fahaman asyariah. hanya setelah berpuluh
tahun berlalu baru fakta ini diketahui.



statement yang ni hambo sokong...:)paid:)paid
 
"Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai Asmaaul Husna (nama-nama yang baik)." - (Al-Quran, Surah Thaa-Haa : 8)

Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaulhusna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu" - (Al-Quran.Surah Al Israa': 110)

Dari Abu Huraira R.A.: Nabi saw. bersabda: "Allah itu memiliki sembilan puluh sembilan nama yang bagus. Barang siapa yang mampu menghafalnya, maka dia akan masuk syurga. Sesungguhnya Allah itu ganjil [esa] dan Dia menyukai [bilangan] yang ganjil." - Sahih Bukhari
 
so skrg tuan ammal07 dah dpt lum kate putus ALLAH ni di mana?
 
Back
Top
Log in Register